0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan25 halaman

Model Data ER dan Jenisnya dalam Basis Data

Model data ER digunakan untuk merepresentasikan data secara konseptual dan abstrak tanpa mempedulikan DBMS tertentu. Terdiri dari 3 komponen utama yaitu entitas, atribut, dan hubungan. Entitas merepresentasikan objek, atribut merepresentasikan karakteristik entitas, sedangkan hubungan merepresentasikan relasi antar entitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan25 halaman

Model Data ER dan Jenisnya dalam Basis Data

Model data ER digunakan untuk merepresentasikan data secara konseptual dan abstrak tanpa mempedulikan DBMS tertentu. Terdiri dari 3 komponen utama yaitu entitas, atribut, dan hubungan. Entitas merepresentasikan objek, atribut merepresentasikan karakteristik entitas, sedangkan hubungan merepresentasikan relasi antar entitas.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODEL-MODEL DATA

KULIAH BASIS DATA


6 MARET 2014
OUTLINE
•  Model data ER (Entity Relationship)
•  Model data lain
MODEL DATA ENTITY
RELATIONSHIP
KONSEP
•  Merupakan representasi data secara abstrak dan
konseptual à menghasilkan skema konseptual dari data
pada sistem.
•  Penemu: Peter Chen (1976)
•  Digunakan untuk mengiterpretasi, menspesifikasi dan
mendokumentasi kebutuhan basis data tanpa
mempedulikan DBMS yang digunakan.
•  3 komponen pokok:
•  Entity/entitas
•  Atribut
•  Relationship
DIAGRAM ER
•  Adalah diagram yang merepresentasikan model data
ER.
•  Karakteristik:
•  Memberikan pandangan konseptual terhadap basis
data.
•  Independen terhadap pilihan basis data.
•  Dapat mengidentifikasi masalah pada saat desain basis
data.
NIM nama
no_mk
nama_mk

N mengambil M
Mahasiswa Matakuliah

tgl_lhr th_akad
sks
ENTITAS
•  Adalah objek yang ada yang dapat dibedakan dengan
objek lainnya.
•  Objek tersebut memiliki peran dalam sistem.
•  Contoh:
•  Basis data universitas:
•  Mahasiswa
•  Matakuliah
•  Dosen
•  Entitas bisa nyata, bisa abstrak, misal entitas liburan.
•  Himpunan entitas: himpunan dari entitas yang sejenis.
•  Tidak harus disjoin.
•  Dalam diagram ER:
•  Digambarkan sebagai kotak dengan label nama dari
entitas.
NIM nama
no_mk
nama_mk

N mengambil M
Mahasiswa Matakuliah

tgl_lhr th_akad
sks
ATRIBUT
•  Adalah fakta/properti dari entitas yang menggambarkan
karakteristiknya.
•  Contoh:
•  Atribut dari Mahasiswa: NIM, Nama mahasiswa, tanggal
lahir.
•  Atribut dari Dosen: NIDN, Nama dosen, tanggal lahir.
•  Atribut dari Matakuliah: ID matakuliah, Nama matakuliah,
SKS.
•  Atribut memiliki:
•  Nama
•  Domain: nilai-nilai yang diperbolehkan
•  Contoh: SKS harus berupa bilangan bulat dari 1 s.d. 6
•  Untuk setiap instance dari entitas, atribut memiliki nilai
tertentu yang harus berada pada domainnya.
•  Setiap entitas dideskripsikan dengan sekumpulan pasangan atribut
dan nilainya.
•  Macam-macam atribut:
•  Sederhana vs komposit:
•  Sederhana: tidak dapat dibagi, contoh: umur.
•  Komposit: terdiri dari beberapa atribut, contoh: alamat (jalan,
nomor, desa, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi)
•  Single-valued vs Multi-valued:
•  Single-valued: hanya memiliki satu nilai, contoh: tanggal lahir.
•  Multi-valued: memiliki beberapa nilai, contoh: nomor telepon,
email.
•  Dalam diagram ER:
•  Digambarkan sebagai oval dengan label nama atribut.
•  Tiap atribut dihubungkan dengan entitasnya menggunakan garis.
NIM nama
no_mk
nama_mk

N mengambil M
Mahasiswa Matakuliah

tgl_lhr th_akad
sks
RELATIONSHIP
•  Adalah hubungan antara 2 atau lebih entitas.
•  Mahasiswa ‘mengambil’ Matakuliah.
•  Matakuliah ‘diampu’ oleh Dosen.
•  Relationship memiliki:
•  Nama
•  Kumpulan entitas yang terlibat di dalamnya.
•  Jumlah entitas yang terlibat (umumnya 2).
•  Kardinalitas.
•  Kadang-kadang memiliki atribut.
•  Relationship bisa rekursif à menghubungkan entitas yang sama.
•  Dalam diagram ER:
•  Digambarkan sebagai garis yang menghubungakn 2 atau lebih
entitas.
•  Nama relationship ditulis dalam kotak diamond yang berada di
tengah-tengah garis.
•  Kardinalitas dituliskan di atas garis pada setiap sisinya.
NIM nama
no_mk
nama_mk

N mengambil M
Mahasiswa Matakuliah

tgl_lhr th_akad
sks
KARDINALITAS
•  Setiap entitas dapat berpartisipasi dalam 0, 1, atau lebih
instances relationship.
•  Kardinalitas: menggambarkan jumlah entitas yang dapat
dihubungkan ke entitas yang lain dalam suatu himpunan
relationship.
•  Relationship dari 2 entitas dapat digolongkan menjadi 3:
•  One to one (1:1) (panah 2 arah)
•  Setiap dosen menempati 1 ruang.
•  One to many (1:M) (panah 1 arah)
•  Seorang dosen membimbing banyak mahasiswa, tetapi
setiap mahasiswa hanya dibimbing oleh 1 dosen.
•  Many to many (M:M) (tidak ada panah)
•  Setiap mahasiswa mengambil beberapa matakuliah, setiap
matakuliah bisa diambil oleh beberapa mahasiswa.
KONSEP LAIN
•  Weak Entity:
•  Entitas yang tidak dapat cukup didefinisikan dengan
atributnya.
•  Contoh: edisi buku, anak
•  ID-dependent entity:
•  Weak entity yang id-nya memuat id dari entitas dia
bergantung.
•  Contoh: apartemen di blok dengan id Nama_gedung
dan no_Apartemen.
•  Derived Attribute:
•  Atribut yang diturunkan dari atribut/entitas lain, contoh:
umur
•  Kunci: mengidentifikasi entitas secara unik, contoh: NIM.
EXTENDED ER
•  Spesialisasi:
•  Proses sub-grouping terhadap entitas.
•  Contoh: entitas Orang bisa diklasifikasikan menjadi entitas
Pegawai dan Mahasiswa.
•  Tiap kelompok memiliki atribut Orang, ditambah atribut
yang mencirikan kelompoknya.
•  Generalisasi:
•  Proses penggabungan entitas menjadi entitas lebih umum.
•  Kebalikan dari spesialisasi à bottom-up.
•  Contoh: entitas Dosen dan Peg_TU dapat digabungkan
sebagai entitas Pegawai karena memiliki beberapa atribut
yang sama.
•  Higher level entity: superclass, lower level: subclass.
•  Atribut dari entitas superclass diwariskan kepada sub-class.
MEMBUAT MODEL ER
•  Identifikasi:
•  Entitas
•  Atribut
•  Relationship
•  Kardinalitas
•  Petunjuk umum:
•  Entitas: kata benda (benda, objek)
•  Atribut: kata benda (fakta, properti)
•  Relationship: kata kerja
SOAL
•  Buatlah desain basis data dengan model ER dari suatu
kompetisi sepakbola. Setiap klub memiliki pemain dan
manajer, dan bermain melawan klub lainnya.
•  Tentukan entitas yang terlibat dan atribut-atributnya.
•  Tentukan relationship antar entitas dan kardinalitasnya.
•  Gambar diagram ER-nya.
•  Ulangi soal di atas untuk basis data sebuah supermarket.
MODEL DATA LAIN
MODEL DATA HIERARKI
•  Digunakan pada awal-awal berkembangnya DBMS,
misalnya oeh IBM untuk Information Management System
(IMS).
•  Data diorganisasi seperti struktur pohon.
•  Hanya ada 1 parent untuk setiap record.
•  Memungkinkan relasi one-to-many.
•  Sangat efisien untuk menggambarkan relasi-relasi seperti
daftar isi, pengurutan paragraf.
•  Implementasi: pointer.
•  Tidak efisien untuk editing.
MODEL DATA NETWORK
•  Seperti tree, tetapi memperbolehkan miltiple parent.
•  Memungkinkan many-to-many relationship.
•  Didefinisikan oleh spesifikasi CODASYL.
•  Menggunakan 2 konsep dasar:
•  Record: memuat field.
•  Set: mendefinisikan one-to-many relationship antara
record.
•  Set terdiri dari linked list sirkular.
•  Implementasi dengan pointer yang langsung merujuk
pada lokasi dari record di disk.
MODEL DATA RELASIONAL
•  Diperkenalkan oleh E.F. Codd (1970)
•  3 komponen penting: Relasi, Attribut, Domain
•  Relasi: tabel dengan baris dan kolom à menunjukkan entitas
•  Atribut ditunjukkan dengan nama dari kolom.
•  Baris menunjukkan instance dari relasi.
•  Domain adalah himpunan nilai yang dapat diset ke attribut.
•  Basis data terdiri dari beberapa tabel.
•  Kunci primer mengidentifikasi baris secara unik.
•  Kekurangan:
•  Sulit menyimpan data kompleks.
•  Tidak mendukung muti-valued attribute.
•  Tidak scalable untuk akses banyak tabel yang memerlukan join à
mengakses inheritance dalam OO
MODEL OBJECT-ORIENTED
•  Muncul karena paradigma OOP.
•  Tujuan: menghindari ketidaksesuaian ketika mengkonversi
informasi dari representasinya di database (sebagai baris-
baris pada tabel) dan representasinya pada program
aplikasi (sebagai objek).
•  Objek: abstraksi dari suatu artifak.
•  Merupakan instance dari class.
•  Objek memiliki state dan behavior.
•  State dari objek dapat didefiniskan oleh atribut
•  Memuat himpunan metode untuk memanipulasi objek.
•  Objek dimanipulasi dengan method.
•  Contoh:
•  Objek: Person dengan atribut nama, alamat, no_KTP, dan
method ubahAlamat.
KONSEP DASAR OO
•  Konsep dasar:
•  Abstraksi:
•  Enkapsulasi:
•  Pewarisan:
•  Memungkinkan penggunaan komponen yang sudah ada.
•  Abstraksi: prinsip mengabaikan aspek yang tidak relevan dengan
maksud saat itu.
•  Enkapsulasi: menyembunyikan informasi dari modul yang lain.
•  Pewarisan: mendefinisikan suatu kelas dari kelas yang lain.
•  Contoh: superclass Orang dengan sub-class Dosen dan
Mahasiswa.
•  Mutiple inheritance.
•  Keuntungan:
•  Reusability
•  Lebih menggambarkan real world
ORDBMS
•  Meliputi:
•  Objek
•  Model data
•  Bahasa kueri untuk memanipulasi data.
•  Sistem basis data.
•  Basis data OR: kumpulan objek yang behavior, state, dan
relationship –nya dapat dipandang atau dimanipulasi
menggunakan object method, prosedur-prosedur
penyimpanan, dan bahasa kueri.
•  Komponen:
•  Struktur data untuk menyimpan data: tabel objek
•  Integrity constraint: obejct identifier, relationship
•  Operasi: bahasa kueri (SQL, PL/SQL)

Anda mungkin juga menyukai