BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Program Linear (Linear Programming)
Pemrograman linear ialah salah satu teknik dari riset operasi untuk
memecahkan persoalan optimasi (maksimum atau minimum) dengan
menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linear dalam rangka untuk mencari
pemecahan yang optimal dengan memperhatikan pembatasan-pembatasan yang
ada (Johannes Supranto, 1991: 43). Fungsi linear yang hendak dicari nilai
optimum berbentuk sebuah persamaan yang disebut fungsi tujuan. Fungsi linear
yang harus terpenuhi dalam optimisasi fungsi tujuan, dapat berbentuk persamaan
maupun pertidaksamaan yang disebut fungsi kendala (Dumairy, 2012: 344).
Siswanto menyebutkan definisi pemrograman linear yaitu sebagai metode
metematis yang berbentuk linear untuk menentukan suatu penyelesaian optimal
dengan cara memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan terhadap suatu
susunan kendala. Secara keseluruhan, berdasarkan definisi maka tujuan
pemrograman linear adalah memecahkan persoalan memaksimumkan atau
meminimumkan untuk mendapatkan penyelesaian yang optimal.
Terdapat empat unsur utama yang membangun suatu program linear yaitu
(Siswanto, 2007: 26):
1. Variabel keputusan
Variabel keputusan adalah variabel yang mempengaruhi nilai tujuan yang
hendak dicapai. Pada proses pembentukan suatu model, menentukan
variabel keputusan merupakan langkah pertama sebelum menentukan
fungsi tujuan dan fungsi kendala.
2. Fungsi tujuan
Fungsi tujuan pada model pemrograman linear haruslah berbentuk linear.
Selanjutnya, fungsi tujuan tersebut dimaksimalkan atau diminimalkan
terhadap fungsi-fungsi kendala yang ada.
3. Fungsi kendala
Fungsi kendala adalah suatu kendala yang dapat dikatakan sebagai suatu
pembatas terhadap variabel-variabel keputusan yang dibuat. Fungsi
kendala untuk model pemrograman linear juga harus berupa fungsi linear.
4. Fungsi non-negative
Fungsi yang menyatakan bahwa setiap variabel yang terdapat di dalam
model pemrograman linear tidak boleh negatif. Secara matematis ditulis
sebagai.
Contoh:
Sebuah pabrik roti memproduksi 3 jenis roti yaitu roti bolu, cookies dan roti
goreng. Pabrik tersebut mempuyai persediaan tepung terigu sebanyak 8 kg, Telur
sebanyak 40 butir dan mentega sebanyak 5 kg. untuk membuat 1 loyang bolu
pabrik tersebut membutuhkan 250 gr tepung terigu, 4 butir telur dan 100 gr
mentega. Untuk membuat 1 kg cookies pabrik tersebut membutuhkan 500 gr
tepung terigu, 6 butir telur dan 300 gr mentega. Dan untuk membuat roti goreng
pabrik tersebut membutuhkan 300 gr tepung terigu, 2 butir telur dan 150 gr
mentega. Jika kue bolu dijual dengan harga 30.000/Loyang, cookies dijual dengan
harga 50.000/kg dan kue goreng dijual dengan harga 35.000/bungkus.
Tentukanlah pendapatan maksimum pabrik roti tersebut.
Penyelesaian:
Misalkan x adalah roti bolu, y adalah cookies dan z adalah roti goreng. Sehingga
diperoleh pada tabel:
Variable Bolu/Loyang (x) Cookies/kg (y) Roti goreng/bungkus (z) Persediaan
Tepung Terigu 250 gr 500 gr 300 gr 8000 gr
Telur 4 butir 6 butir 2 butir 40 butir
Mentega 100 gr 300 gr 150 gr 5000 gr
Model matematika:
Fungsi kendala:
Tepung Terigu: 250x + 500y + 300z ≤ 8000 10x + 20y + 12z ≤ 320
Telur: 4x + 6y + 2z ≤ 40 2x + 3y + z ≤ 20
Mentega: 100x + 300y + 150z ≤ 500 2x + 6y + 3z ≤ 100
Dimana x,y,z ϵ Z+ (bilangan bulat positif)
Fungsi tujuan f(x,y,z) = 30.000x + 50.000y + 35.000z (Pendapatan maksimum)