0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Penyuluhan Asma untuk Keluarga Tn. A

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang penyuluhan penatalaksanaan dan pencegahan asma kepada Tn. A dan keluarganya. Penyuluhan akan memberikan penjelasan mengenai pengertian asma, gejala, penyebab, komplikasi, penatalaksanaan, dan cara pencegahannya. Penyuluhan ini akan dilaksanakan di rumah klien selama 25 menit dengan metode ceramah dan tanya jawab serta media leaflet.

Diunggah oleh

Akhsin Muzadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan14 halaman

Penyuluhan Asma untuk Keluarga Tn. A

Satuan acara penyuluhan ini membahas tentang penyuluhan penatalaksanaan dan pencegahan asma kepada Tn. A dan keluarganya. Penyuluhan akan memberikan penjelasan mengenai pengertian asma, gejala, penyebab, komplikasi, penatalaksanaan, dan cara pencegahannya. Penyuluhan ini akan dilaksanakan di rumah klien selama 25 menit dengan metode ceramah dan tanya jawab serta media leaflet.

Diunggah oleh

Akhsin Muzadi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN PADA KELUARGA TN.

A DENGAN KASUS
ASMA DI DESA SIMPANG WARGA DALAM

Dosen Pembimbing :
Wahyu Asnuriyati, S. Kep.,Ns.M.M

Disusun Oleh :

NAMA : Akhsin Muzadi


NIM : 11409719006
TINGKAT : III (Tiga)
SEMESTER : V (Lima)

AKADEMI KEPERAWATAN KESDAMVI/TANJUNGPURA


BANJARMASIN
2021
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Akhsin Muzadi


NIM : 11409719006

Saya yang bertanda tangan dibawah ini telah Satuan Acara Penyuluhan
dengan kasus Asma di Desa Simpang Warga Dalam.

Banjar, Desember 2021


Mahasiswa

Akhsin Muzadi
Nim. 11409719006

Menyetujui

Pembimbing Akdemik

Wahyu Asnuriyati, S. Kep.,Ns.M.M


NIDN. 110058001
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Penatalaksanaan dan pencegahan ASMA


Sasaran : Tn A dan keluarga
Tempat : Rumah Klien
Hari /tanggal : Jumat, 24 Desember 2021
Waktu : 25 menit

I. Tujuan Intruksional Umum (TIU)


Setelah diberikan penyuluhan, klien dan keluargamampu memahami
tentang penyakit asma, baik penatalaksanaan maupun pencegahannya.

II. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan selama 25 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Menyebutkan pengertian dari asma
2. Menyebutkan penyebab terjadinya asma
3. Menyebutkan tanda dan gejala asma
4. Menyebutkan komplikasi asma
5. Menjelaskan cara penatalaksanaan atau penanganan asma
6. Menyebutkan cara pencegahan dari asma

III. Materi Penyuluhan (terlampir)


1. Pengertian dari asma
2. Penyebab terjadinya penyakit asma
3. Perjalanan penyakit (patofisiologi) asma
4. Tanda dan gejala asma
5. Komplikasi dari asma
6. Penatalaksanaan atau penanganan dari asma
7. Pencegahan dari asma

IV. Metode
- Ceramah
- Tanya jawab
V. Media
- Leaflet
VI. Kegiatan Penyuluhan
No Tahapan waktu Kegiatan penyuluhan Kegiatan peserta
1. Pembukaan 5 menit 1. Membuka kegiatan 1. Menjawab salam.
dengan
mengucapkan salam.
2. Memperkenalkan diri. 2. Memperhatikan dan
mendengarkan.
3. Menjelaskan latar 3. Memperhatikan dan
belakang dan tujuan mendengarkan.
dari penyuluhan.

4. Menanyakan kepada 4. Menjawab


audiens mengenai pertanyaan.
pemahaman mereka
seputar asma 5. Menerima
5. Memberikan reinforcement positif
reinforcement positif yang diberikan.
dari jawaban peserta
penyuluhan.
6. Membagikan leflet 6. Menerima
2. Tahap 15 1. Menyebutkan 1. Memperhatikan dan
pelaksanaa menit pengertian asma mendengarkan.
n 2. Menyebutkan faktor 2. Idem
penyebab dari asma
3. Menyebutkan tanda 3. Idem
dan gejala asma
4. Menyebutkan 4. Idem
komplikasi penyakit
asma
5. Menjelaskan
perjalanan penyakit 5. Idem
asma
6. Menjelaskan
penanganan asma 6. Idem
7. Menjelaskan cara
pencegahan penyakit 7. Idem
asma.
8. Peserta kesempatan
untuk bertanya. 8. Peserta aktif untuk
9. Memberikan bertanya
reinforcement positif 9. Menerima
atas pertanyaan yang reinforcement positif
diajukan dan yang diberikan.
menjawab
pertanyaan peserta.
3. Tahap 10 1. Menanyakan kembali 1. Menjawab
evaluasi menit pada peserta tentang pertanyaan.
materi yang telah
diberikan,
2. Berikan 2. Menerima
reinforcement kepada reinforcement
peserta penyuluhan positif yang
yang dapat diberikan.
menjawab 3. Memberikan
pertanyaan. simpulan.
3. Meminta salah satu
peserta untuk
menyimpulkan hasil
penyuluhan yang
telah disampaikan. 4. Menjawab salam.
4. Mengucapkan terima
kasih dan memberi
salam.

VII. Evaluasi
1 Evaluasi Struktur.
- Klien dan keluarga hadir di tempat
- Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan dirumah klien
2 Evaluasi Proses.
- Klien dan keluarga antusias terhadap materi penyuluhan.
- Klien dan keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab
pertanyaan secara benar.
3 Evaluasi Hasil.
- Klien dan keluarga memahami tentang materi yang telah
diberikan dan mengetahui tentang penyakit asma
- Klien dan keluarga mampu menyebutkan kembali pengertian
asma dengan benar.
- Klien dan keluarga mampu menyebutkan trias gejala dari
asma dengan benar
- Klien dan keluarga mampu menyebutkan 2 faktor utama dan
5 dari 6 penyebab utama dari asma dengan benar
- Klien dan keluarga mampu menjelaskan penatalaksanaan
atau penanganan asma dengan benar
- Klien dan keluarga mampu menyebutkan 8 dari 12 cara
pencegahan dari asma dengan benar.

LAMPIRAN MATERI
Masalah kesehatan yang berpengaruh terhadap system pernapasan
(respiratori) yang menuntut asuhan keperawatan dapat dialami oleh orang
pada berbagai tingkat usia. Salah satu masalah kesehatan tersebut adalah
asma.
Asma merupakan suatu masalah kesehatan terhadap system
pernapasan, dimana factor yang berhubungan dengan hal tersebut, antara
lain: lingkungan (misalnya merokok, menghirup asap rokok, dan infeksi),
fisiologis (misalnya asma, alergi jalan napas), serta obstruksi jalan napas
(misalnya sekresi tertahan ataupun spasme jalan napas). Masalah yang
sering muncul pada klien yang mengalami asmatikus ini biasanya yaitu
bersihan jalan napasnya yang tidak efektif, adanya gangguan pertukaran
gas, dan terjadinya kebutuhan akan nutrisi yang kurang dari kebutuhan
tubuh.
Kita ketahui bahwa peran perawat yang paling utama adalah
melakukan promosi dan pencegahan terjadinya gangguan pada system
pernapasan, sehingga dalam hal ini masyarakat perlu diberikan pendidikan
kesehatan yang efektif guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, penyuluhan tentang asma ini merupakan cara yang tepat
untuk mengubah perilaku hidup yang tidak sehat. Disamping sebagai upaya
promotif dan preventif bagi masyarakat yang terkena maupun yang belum.

A. Pengertian
1. Pengertian
Asma adalah suatu inflamasi kronis saluran nafas yang
melibatkan sel eosinofil, sel mast, sel netrofil, limfosit dan makrofag yang
ditandai dengan wheezing, sesak nafas kumat-kumatan, batuk, dada
terasa tertekan dapat pulih kembali dengan atau tanpa pengobatan. (Cris
Sinclair, 1990 : 94)
Asma Bronchial adalah suatu gangguan pada saluran bronchial
dengan ciri bronkospasme periodik (kontraksi spasme pada saluran
nafas). Asma merupakan penyakit kompleks yang diakibatkan oleh faktor
biokimia, endokrin, infeksi, otonomik dan psikologi. (Irman Somantri,
2008 : 43)
Kesimpulan dari beberapa pengertian diatas yaitu Asma
Bronchial adalah gangguan atau kerusakan pada saluran bronkus yang
merupakan inflamasi kronis saluran nafas dengan ciri bronkospasme
periodik yang reversible (dapat kembali), adanya wheezing, sesak nafas
dan batuk dengan atau tanpa adanya sekret.

2. Penyebab (Etiologi)
Sampai saat ini etiologi asma belum diketahui dengan pasti,
suatu hal yang menonjol pada semua penderita asma adalah fenomena
hiperaktivitas bronkus. Bronkus penderita asma sangat peka terhadap
rangsangan imunologi maupun non imunologi. Karena sifat inilah maka
serangan asma mudah terjadi akibat berbagai rangsangan baik fisis,
metabolik, kimia, alergen, infeksi.
a. Faktor Ekstrinsik (asma imunologik / asma alergi)
- Reaksi antigen-antibodi
- Inhalasi alergen (debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang)
b. Faktor Intrinsik (asma non imunologi / asma non
alergi)
- Infeksi : parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal
- Fisik : cuaca dingin, perubahan temperatur
- Iritan : kimia
- Polusi udara : CO, asap rokok, parfum
- Emosional : takut, cemas dan tegang
- Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.
Rangsangan atau pencetus yang sering menimbulkan asma perlu
diketahui dan sedapat mungkin dihindarkan. Faktor-faktor tersebut
adalah:
a. Alergen utama debu rumah, spora jamur dan tepung sari
rerumputan. Karena tubuh sangat responsive terhadap allergen
ini sehingga terjadi pembengkakkan pada membran yang
melapisi bronkus yang menyebabkan sesak nafas. Sama halnya
dengan iritan seperti asap, bau-bauan, polutan yang mengiritasi
membran bronkus sehingga terjadi produksi sekret yang berlebih
oleh reaksi imunitas yang memfagosit bakteri-bakteri atau virus
yang masuk kedalam saluran pernafasan (Cris Sinclair, 1990 :
94)
b. Perubahan cuaca yang ekstrim seperti udara yang dingin, emosi
dan olahraga yang berlebihan memicu terlepasnya histamine dan
leukotrien sehingga terjadi kontraksi otot polos yang
menyebabkan penyempitan saluran udara.
c. Lingkungan kerja mempunyai hubungan langsung dengan sebab
terjadinya serangan asma. Hal ini berkaitan dengan dimana dia
bekerja. Misalnya orang yang bekerja dilaboratorium hewan,
industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu lintas karena bulu
binatang, serat kain, serbuk dan debu jalanan merupakan faktor
pencetus serangan asma

3. Manifestasi Klinik
 TRIAS gejala asma terdiri atas :
a. Dispnea (sesak nafas), terjadi karena pelepasan histamine dan
leukotrien yang menyebabkan kontraksi otot polos sehingga
saluran nafas menjadi sempit.
b. Batuk, adalah reaksi tubuh untuk mengeluarkan hasil dari
inflamasi atau benda asing yang masuk ke saluran nafas.
c. Mengi (bengek), suara nafas tambahan yang terjadi akibat
penyempitan bronkus.
 Gambaran klinis pasien yang menderita asma :
Gambaran objektif.
a. Sesak nafas parah dengan ekspirasi
memanjang disertai wheezing.
b. Dapat disertai dengan sputum kental dan sulit
dikeluarkan.
c. Bernafas dengan menggunakan otot-otot nafas
tambahan.
d. Sianosis, takikardia, gelisah dan pulsus
paradoksus.
e. Fase ekspirasi memanjang dengan disertai
wheezing (di afek dan hilus)
Gambaran subjektif adalah pasien mengeluhkan sukar bernafas,
sesak dan anoreksia.
Gambaran psikososial adalah cemas, takut, mudah tersinggung dan
kurang pengetahuan pasien terhadap situasi penyakitnya.

4. Patofisiologi
Proses perjalanan penyakit asma dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu
alergi dan psikologis, kedua faktor tersebut dapat meningkatkan
terjadinya kontraksi otot-otot polos, meningkatnya sekret abnormal
mukus pada bronkiolus dan adanya kontraksi pada trakea serta
meningkatnya produksi mukus jalan nafas, sehingga terjadi penyempitan
pada jalan nafas dan penumpukan udara di terminal oleh berbagai
macam sebab maka akan menimbulkan gangguan seperti gangguan
ventilasi (hipoventilasi), distribusi ventilasi yang tidak merata dengan
sirkulasi darah paru, gangguan difusi gas di tingkat alveoli.
Tiga kategori asma alergi (asma ekstrinsik) ditemukan pada klien
dewasa yaitu yang disebabkan alergi tertentu, selain itu terdapat pula
adanya riwayat penyakit atopik seperti eksim, dermatitis, demam tinggi
dan klien dengan riwayat asma. Sebaliknya pada klien dengan asma
intrinsik (idiopatik) sering ditemukan adanya faktor-faktor pencetus yang
tidak jelas, faktor yang spesifik seperti flu, latihan fisik, dan emosi
(stress) dapat memacu serangan asma.

5. Penatalaksanaan
Pengobatan asma secara garis besar dibagi dalam pengobatan
non farmakologik dan pengobatan farmakologik.
 Pengobatan non farmakologik
a. Penyuluhan
Penyuluhan ini ditujukan pada peningkatan pengetahuan klien
tentang penyakit asma sehinggan klien secara sadar
menghindari faktor-faktor pencetus, serta menggunakan obat
secara benar dan berkonsultasi pada tim kesehatan.
b. Menghindari faktor pencetus
Klien perlu dibantu mengidentifikasi pencetus serangan asma
yang ada pada lingkungannya, serta diajarkan cara
menghindari dan mengurangi faktor pencetus, termasuk
pemasukan cairan yang cukup bagi klien.
c. Fisioterapi
Fisioterapi dapat digunakan untuk mempermudah pengeluaran
mukus. Ini dapat dilakukan dengan drainage postural, perkusi
dan fibrasi dada.
 Pengobatan farmakologik
a. Agonis beta
Bentuk aerosol bekerja sangat cepat diberikan 3-4 kali
semprot dan jarak antara semprotan pertama dan kedua
adalan 10 menit. Yang termasuk obat ini adalah
metaproterenol ( Alupent, metrapel ).
b. Metil Xantin
Golongan metil xantin adalan aminophilin dan teopilin, obat ini
diberikan bila golongan beta agonis tidak memberikan hasil
yang memuaskan. Pada orang dewasa diberikan 4 x 125-200
mg sehari.
c. Kortikosteroid
Jika agonis beta dan metil xantin tidak memberikan respon
yang baik, harus diberikan kortikosteroid. Steroid dalam
bentuk aerosol ( beclometason dipropinate ) dengan dosis 4 x
800 mg semprot tiap hari. Karena pemberian steroid yang
lama mempunyai efek samping maka yang mendapat steroid
jangka lama harus diawasi dengan ketat.
d. Kromolin
Kromolin merupakan obat pencegah asma, khususnya anak-
anak . Dosisnya berkisar 4 x 1-2 kapsul sehari.
e. Ketotifen
Efek kerja sama dengan kromolin dengan dosis 2 x 1 mg
perhari. Keuntungannya dapat diberikan secara oral.
f. Iprutropioum bromide (Atroven)
Atroven adalah antikolenergik, diberikan dalam bentuk
aerosol dan bersifat bronkodilator. (Evelin dan joyce L. kee,
1994 ; Karnen baratawijaja, 1994 ).
6. Pencegahan
a. Menghindari faktor pencetus atau allergen.
b. Tidak beraktivitas terlalu berat
c. Minum air hangat untuk melancarkan dahak atau mucus
d. Latihan napsa dalam
e. Kurangi konsumsi makanan berminyak yang dapat merangsang
dahak
f. Hindari stress berlebihan
g. Menghindari makanan yang diketahui menjadi penyebab serangan
(bersifat individual).
h. Menghindari minum es atau makanan yang dicampur dengan es.
i. Berhenti merokok dan penggunaan narkoba atau napza.
j. Berusaha menghindari polusi udara (memakai masker, udara
dingin dan lembab).
k. Segera berobat bila sakit panas (infeksi), apabila disertai dengan
batuk dan pilek.
l. Fisioterapi dapat digunakan untuk mempermudah pengeluaran
mukus atau dahak.

7. Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi pada klien dengan asma adalah
pneumotoraks, atelektasis, gagal nafas, bronkhitis dan fraktur iga.

8. Pemeriksaan Penunjang
a) Spirometri
b) Uji provokasi bronkus
c) Pemeriksaan sputum
d) Pemeriksaan cosinofit total
e) Uji kulit
f) Pemeriksaan kadar IgE total dan IgE spesifik dalam sputum
g) Foto dada
h) Analisis gas darah
DAFTAR PUSTAKA

Mansjoer, Arif m. 2011. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media


Aesculapius
Smeltzer, Suzanne C dan Bare , Brenda. G.2010. Keperawatan Medikal
Bedah. Edisi 8. Vol.2. Jakarta :EGC
Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan
Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika

Anda mungkin juga menyukai