0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan16 halaman

Metode Pemisahan Campuran Sublimasi

Praktikum ini bertujuan untuk memisahkan campuran dengan cara sublimasi. Sublimasi adalah proses perubahan zat dari padat ke gas tanpa melalui fase cair. Campuran akan dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan memanfaatkan perbedaan tekanan uap masing-masing zat pada suhu tertentu. Hasil akhir berupa zat murni yang diperoleh setelah proses sublimasi.

Diunggah oleh

Armita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
201 tayangan16 halaman

Metode Pemisahan Campuran Sublimasi

Praktikum ini bertujuan untuk memisahkan campuran dengan cara sublimasi. Sublimasi adalah proses perubahan zat dari padat ke gas tanpa melalui fase cair. Campuran akan dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan memanfaatkan perbedaan tekanan uap masing-masing zat pada suhu tertentu. Hasil akhir berupa zat murni yang diperoleh setelah proses sublimasi.

Diunggah oleh

Armita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan
karunianya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini sebagai
salah satu syarat untuk mata kuliah Kimia Analitik Dengan Sublimasi, program
studi D-III Analis kesehatan. Sholawat serta salam senantiasa kita curahkan
kepada nabi besar kita nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya yang sampai
sekarang mengikuti ajaran ajaran beliau.
saya menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini sepenuhnya masih
ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasa. Apabila
pembaca belum puas dengan makalah yang lebih bagus dan lebih baik.
Saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini bermanfaat bagi bangsa
dan Negara yang khusunya bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Gorontalo, Mei 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................2

1.1 Latar Belakang..........................................................................................2

1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2

1.3 Tujuan Praktikum.....................................................................................2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................2

2.1 Sublimasi..................................................................................................2

2.3 Metode Pemisahan Campuran..................................................................2

2.4 Uraian Bahan............................................................................................2

BAB III METODE PRAKTIKUM.......................................................................2

3.1 Waktu Pelaksanaan Praktikum.................................................................2

3.2 Alat...........................................................................................................2

3.3 Prosedur Kerja..........................................................................................2

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................2

4.1 Hasil..........................................................................................................2

4.2 Pembahasan..............................................................................................2

BAB V PENUTUP..................................................................................................2

5.1 Kesimpulan...............................................................................................2

5.2 Saran.........................................................................................................2

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sublimasi adalah perubahan wujud dari padat ke gas tanpa mencair
terlebih dahulu. Pada tekanan normal, kebanyakan benda dan zat memiliki tiga
bentuk yang berbeda pada suhu yang berbeda. Pada kasus ini transisi dari
wujud padat ke gas membutuhkan wujud antara. Namun untuk beberapa
antara, wujudnya bisa langsung berubah ke gas tanpa harus mencair. Ini bisa
terjadi apabila tekanan udara pada zat tersebut terlalu rendah untuk mencegah
molekul-molekul ini melepaskan diri dari wujud padat (Ahmadun. 2013).
Biasanya zat murni telah tercemar dengan zat-zat lain yang dapat
membentuk campuran yang bersifat homogen dan heterogen yang bergantung
pada jenis komponen yang tergantung didalamnya (Ralph,1996).
Zat murni ada dua yaitu unsur dan senyawa, sedangkan campuran
merupakan gabungan dua zat murni dengan komposisi sembarangan. Zat
murni yang telah tercemar mengandung zat-zat lain dalam bentuk gas, cair,
atau padatan (Ralph,1996).
Dibumi jarang terdapat materi dalam keadaan murni, melainkan dalam
bentuk campuran. Contohnya, air laut terdiri dari iar dan berbagai zat yang
tercampur didalamnya, misalnya garam. Tanah terdiri dari berbagai senyawa
dan unsur baik dalam wujud padat, cair, atau gas. Udara yang kita hirup setiap
hari mengandung bermacam-macam unsur dan senyawa, seperti oksigen,
nitrogen, uap air, karbon monoksida, dan sebagainya (Ralph,1996).
Untuk memperoleh zat murni kita harus memisahkannya dari bahan-
bahan pencemar atau pencampuran lainnya pada suatu campuran dengan
sistem pemisahan dan pemurnian (Ralph,1996).
Banyak cara atau teknik yang dilakukan dalam pemisahan campuran.
Hal tersebut bergantung pada jenis, wujud, dan sifat komponen yang
terkandung didalamnya, seperti pemisahan pemisahan zat padat dari suspensi,
pemisahan zat padat dari larutan, pemisahan campuran zat cair, pemisahan
campuran dua jenis padatan (Ralph,1996).

1
Pada prinsipnya pemisahan dilakukan untuk memisahkan dua zat atau
lebih yang saling bercampur dan pemurnian dilakukan untuk mendapatkan zat
murni dari suatu zat yang telah tercemar oleh zat lain (Ralph,1996).
Pada dasarnya pertumbuhan adalah transfer massa dari fasa cair
(larutan) kefasa padat (kristal). Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan kristal (Maulin, 2001) :
Kecepatan pertumbuhan pada kristal yang berukuran kecil lebih tinggi
dari pada kecepatan pertumbuhan pada Kristal berukuran besar. Partikel
berukuran lebih besar mempunyai kecepatan terminal lebih besar pula
sehingga semakin besar pasrtikel, semakin rendah kecepatan pertumbuhannya
(Maulin, 2001)
Sublimasi merupakan cara yang digunakan untuk pemurnian senyawa –
senyawa organic yang berbentuk padatan. Pemanasan yang dilakukan tehadap
senyawa organic akan menyebabkan terjadinya perubahan sebagai berikut:
apabila zat tersebut pada suhu kamar berada dalam keadaan padat, pada
tekanan tertentu zat tersebut akan meleleh kemudian mendidih. Disini terjadi
perubahan fase dari padat ke cair lalu ke fase gas (Wonorahardjo, 2013)
Maka dari itu dilakukannya praktikum sublimasi ini untuk mengetahui
cara memisahkan campuran dengan cara sublimasi.
Hal inilah yang menjadi acuan dalam percobaan ini, mengamati proses
pemisahan campuran dengan menggunakan cara pemisahan zat padat dengan
zat padat. Dalam percobaan ini, dapat dihitung kadar dari hasil akhir dalam
proses pemisahan campuran. Sehingga dapat diketahui berapakah kadar yang
diperoleh (H. Kamilati, 2006).

2
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari praktikum ini adalah bagaimana
memisahkan campuran dengan cara sublimasi?
1.3 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah memisahkan campuran dengan
cara sublimasi.
1.4 Manfaat Praktikum
Adapun manfaaat praktikum agar praktikan dapat mempelajari cara
memisahkan campuran dengan sublimasi.

3
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sublimasi
Sublimasi adalaah proses perubahan zat dari padat ke gas. Misalkan es
yang langsung menguap tanpa mencair terlebih dahulu. Pada tekanan
normal,kebanyakan benda dan zat memiliki tiga bentuk yang berbeda pada
suhu yang berbeda-beda. Pada kasus ini transisi dari wujud padat ke gas
membutuhkan wujud antara. Zat padat adalah analog dengan proses distilasi
dimana zat padat berubah langsung menjadi gasnya tanpa melalui fasa cair,
kemudian terkondensasi menjadi padatan. Jadi sublimasi termasuk dalam cara
pemisahan dan sekaligus pemurnian zat padat. Untuk bisa menyublim, suatu
zat padat harus mempunyai tekanan uap relatif tinggi pada suhu dibawah titik
lelehnya. Diperlukan zat padat 1 - 2 gram. Sublimasi bisa dilakukan lebih
efektif lagi bila dilakukan pada tekanan vakuum. (Shinta,2012).
Pada umumnya perubahan tingkat wujud berlangsung menurut pola
padat–cair–gas atau kebalikannya. Ada beberapa zat yang dapat berubah
langsung dari keadaan uap ke keadaan padat yang disebut menyublim. Sifat
demikian dimiliki oleh unsur yodium, kamfer, naftalen, belerang. Zat padat
pada umumnya mempunyai bentuk kristal tertentu: Kubus, heksagonal,
rombik, monoklin dan sebagainya. Unsur belerang dalam suhu biasa
berwarna kuning dengan bentuk kristal rombik.(H. Kamilati, 2006).
Hasil sublimasi yang telah diperoleh dikumpulkan menggunakan sendok
untuk dibandingkan keuntungan dengan kristal aslinya. Kemudian
dibandingkan, apakah massa naftalena yang tersublimasi massanya sama
dengan produk sublimasi yang dihasilkan. Kemudian dapat dianalisis apakah
semua zat yang menguap tersebut, uapnya dapat menyublim keseluruhan
menjadi kristal-kristal kembali (Rani, 2014).
2.2 Campuran
Campuran (mixture) adalah materi yang terdiri atas dua macam zat atau
lebih dan masih memiliki sifat-sifat zat asalnya. Campuran terbagi atas 2,
yaitu :

4
a. Campuran heterogen, yaitu campuran yang tidak serbasama, membentuk
dua fasa atau lebih, dan terdapat batas yang jelas di antara fasa-fasa
tersebut.
b. Campuran homogen adalah campuran yang serba sama di seluruh
bagiannya dan membentuk satu fasa.
Pada dasarnya campuran dapat dipisahkan. Metode pemisahan campuran
yang dapat dijadikan dasar pemisahan campuran bergantung pada sifat fisika
dari partikel-pertikel penyusun campuran tersebut. Sifat fisika yang dapat
dijadikan dasar pemisahan suatu campuran adalah ukuran partikel, titik didih
partikel, dan kelarutan.
Namun demikian, ada campuran yang tidak dapat dipisahkan secara
fisika. Biasanya campuran tersebut tergolong campuran homogen. Campuran
tersebut dapat dipisahkan secara kimia. Perbedaan pemisahan campuran
secara fisika dan kimia adalah sebagai berikut :
1) Pemisahan secara fisika tidak mengubah zat selama pemisahan.
2) Pemisahan secara kimia, satu komponen atau lebih direaksikan dengan zat
lain sehingga terbentuk bagian yang dapat dipisahkan (Tutut Posangi,
2011).
2.3 Metode Pemisahan Campuran
Metode pemisahan campuran adalah metode yang digunakan untuk
memisahkan dua zat yang tercampur. Metode pencampuran ada beberaapa
macam yaitu :
a. Penyaringan (Filtrasi)
Digunakan untuk memisahkan campuran zat padat dari cairan
b. Dekantansi
Digunakan untuk memisahkan campuran yang penyusunnya berupa
cairan dan padatan,padatnya mengendap di bawah cairan.
c. Penguapan (Evaporasi)
Digunakan untuk memisahkan zat padatdari cairan. Contohnya pada
pengeringan garam dari air laut.
d. Kristalisasi

5
Larutan dipanaskan sehingga sebagian besar pelarut menguap dan larutan
menjadi jenuh sehingga mengalami pendinginan terbentuklah kristal
murni.
e. Distilasi (Penyulingan)
Digunakan untuk memisahkan campuran yang berupa larutan (cairan)
f. Corong Pisah
Digunakan untuk memisahkan campuran yang zatnya tidak bisa saling
melarutkan.
g. Sublimasi
Memisahkan campuran yang zatnya dapat menyublim dari zat yang tidak
dapat menyublim.
h. Kromatografi
Digunakan untuk memisahkan campuran yang berupa larutan dan
volume campuran yang dipisahkan jumlahnya sangat sedikit. Pemisahan
didasari pada perbedaan sifat kelarutan zat penyusunnya.
Berdasarkan tahap proses pemisahan, metode pemisahan dapat dibedakan
menjadi dua golongan, yaitu metode pemisahan sederhana dan metode
pemisahan kompleks :
a. Metode pemisahan sederhana adalah metode yang menggunakan cara
satu tahap. Proses ini terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan
yang relatif sederhana.
b. Metode pemisahan kompleks memerlukan beberapa tahapan kerja,
diantaranya penambahan bahan tertentu, pengaturan proses mekanik alat,
dan reaksi-reaksi kimia yang diperlukan. Metode ini biasanya
menggabungkan dua atau lebih metode sederhana.
Keadaan zat yang diinginkan dan dalam keadaan campuran harus
diperhatikan untuk menghindari kesalahan pemilihan metode pemisahan yang
akan menimbulkan kerusakan hasil atau melainkan tidak berhasil (Shinta,
2012).

6
2.4 Uraian Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu pasir, dan naftalen
1. Pasir
Pasir adalah material butiran yang terdiri dari partikel batuan dan
mineral yang terpecah halus. Pasir ini digunakan sebagai zat pengotor
pada percobaan sublimasi.
2. Naftalent
Naftalent (dirjan POM.1979:139
Nama resmi :NAFTALENT
Nama lain :kapur barus
Rumus molekul :C10H8
Berat moleku :128,17 gr/mol
Pemerian :lempeng krismatik,keping putih,menyublim pada suhu
di atas suhu titik lebur
Penyimpanan :dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan :sampel pemisahan senyawa dari campuran

7
BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1 Waktu Pelaksanaan Praktikum
Praktikum Kimia Analitik mengenai Sublimasi yang dilaksanakan
pada hari Selasa, 20 april 2021 pukul 09.00-12.00 WITA. Bertempat di
laboratorium Bakteriologi Universitas Bina Mandiri Gorontalo
3.2 Alat
3.2.1 Alat :
1. Cawan porselin
2. Cawan petri
3. Batang pengaduk
4. Pembakar spritus
5. kaki tiga
6. korek api
7. kawat kasa
8. neraca analitik
3.2.2 Bahan :
1. pasir
2. naftalen
3.3 Prosedur Kerja
1. Menghaluskan naftalen sampai menjadi bubuk
2. Timbang bubuk naftalen dengan neraca analitik sebanyak 2gr.
3. Kemudian timbang lagi pasir sebanyak 1gr.
4. Campurkan 2gr naftalen dengan 1gr pasir dicawan porselin, lalu aduk
menggunakan batang pengaduk hingga tercampur rata
5. Lalu panaskan campuran naftalen dan pasir diatas api pembakar spritus
dengan menggunakan kaki tiga dan kawat kasa
6. Kemudian tutup bagian atas cawan porselin dengan menggunakan kaca
arloji
7. Amati perubahan yang terjadi

8
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan maka diperoleh hasil
adalah sebagai berikut :

Uji Gambar Hasil

Naftalen dan pasir Naftalen menguap


menjadi gas dan
terpisah dari serbuk
pasir dan menempel di
cawan petri hingga
terbentuk Kristal

4.2 Pembahasan
Menurut ((Wonorahardjo, 2013)pemisahan kimia adalah proses
pemisahan sampai ke skala molekuler (skala kimia berarti pemisahan sampai
ke partikel yang terkecil, sekecil atom dan molekul atau ion). Pemisahan kimia
secara nyata sulit untuk dilakukan. Pekerjaan ini tidak mudah dilakukan,
karena campuran alami adalah campuran sempurna. Dan upaya pemisahan
campuran harus mengatasi semua gaya-gaya alami yang menyatukan senyawa-
senyawa tadi dalam campuran sempurna. Karena itu, makna pemisahan kimia
masih mengandung makna sebagai kondisi hipotesis saja.

Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke
padat. Bila partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu sebesar
tertentu, maka partikel tersebut akan menyublim menjadi gas. Sebaliknya, bila
suhu gas tersebut diturunkan, maka gas akan segera berubah wujudnya menjadi
padat. Pada dasarnya sublimasi diterapkan untuk memisahkan suatu zat dari

9
pengotornya (impuritis) sehingga diperoleh zat yang lebih murni, kotoran
biasanya akan tertinggal dalam wadah akibat ketidakmampuannya dalam
menyublim.
Jika dilihat dari hasil pengamatan sublimasi, yang dibedakan bukan
hanya warna, juga bentuk dari substrat yang disublimasi yaitu kapur barus.
Pada awalnya kapur barus berbentuk padat, tetapi kemudian kapur barus
dihaluskan bersama pasir sehingga menjadi serbuk, fungsi dari serbuk pasir
disini yaitu sebagi zat pengotor.
Perubahan yang terjadi pada saat pemanasan dalam cawan porselen
menghasilkan bentuk padat karena pada saat  dilakukannya proses
pemanasan, napthalene ternyata melebur terlebih dahulu.  Hal ini tidak sesuai
dengan proses sublimasi yang sebenarnya yaitu tanpa melalui fase cairnya.
Hal ini mungkin disebabkan karena proses pemanasan yang terlalu cepat
sehingga bahan mencapai titik leleh yang kemudian suhu dan tekanan
menjadi meningkat sehingga bahan menjadi melebur (mencapai fase cairnya)
lalu fase cair ini berubah menjadi fase uap dimana peristiwa tersebut tidak
sesuai dengan [Link] perubahan yang terjadi pada kaca arloji saat
dilakukan pemanasan yaitu terjadi pengkristalan dan zat yang terbentuk yaitu
padathal ini menunjukan proses sublimasi yaitu uap dari asam benzoat
langsung berubah menjadi padat (kristal) yang ditunjukkan dengan adanya
kristal yang menempel pada kaca arloji. Pada saat melakukan pemanasan
harus menggunakan penutup (kaca objek) karena jika dalam proses
pemanasan tidak menggunakannya uap dari pemanasan tersebut akan
menyebar keudara atau akan terhirup oleh pernapasan.
Percobaan pertama menggunakan sampel naftalen dan serbuk pasir.
Langkah pertama yang dilakukan yaitu menimbang 2 gram naftalen. Setelah
ditimbang, mencampurkan 2 gr naftalen yang sudah dihaluskan dengan1 gr
serbuk pasir kedalam cawan porselen. Menggunakan Naftalen atau kapur
barus ini merupakan senyawa yang sangat mudah menyublim. Naftalen
mudah diisolasi karena senyawa ini menyublim dari larutan sebagai serpihan
kristal tidak berwarna dengan titik leleh 80 0C. Reaksi dari naftalen

10
berlangsung dengan sangat cepat. Hal ini disebabkan zat padat dalam proses
sublimasi mengalami proses perubahan langsung menjadi gas tanpa melalui
fase cair, kemudian terkondensasi menjadi padatan atau kristalkembali.
Sehingga dalam prosessublimasi, naftalen tidak berubah menjadi senyawa
lain, hanya beubah bentuk (fase) dari padat ke gas.
Langkah kedua mengaduk menggunakan batang pengaduk hingga
keduanya tercampur sempurna. Setelah keduanya tercampur dengan
sempurna, kemudian memanaskan campuran naftalen/kamfer denga serbuk
pasir di dalam cawan porselen diatas nyala api pembakar spritus dengan
menggunakan kaki tiga dan kawat kasa. Fungsi proses pemanasan pada
sublimasi bertujuan agar sublimasi sampel merata. Kemudian tutup bagian
atas cawan porselen tersebut dengan menggunakan kaca arloji. Fungsi
naftalen ditutup menggunakan kaca arloji agar Kristal yang sudah terbentuk
tidak menyebar luas atau beterbangan. Kemudian dipanaskan hingga terjadi
perubahan pada kaca arloji.
Perubahan yang terjadi saat pemanasan dalam cawan porselen yaitu
terdapat Kristal. Sedangkan perubahan yang terjadi pada kaca arloji saat
pemanasan yaitu terdapat Kristal. Zat yang terbentuk pada kaca arloji setelah
di dinginkan yaitu kristal. Lalu warna zat pada kaca arloji yaitu berwarna
coklat. Serta keadaan campuran dalam cawan porselen setelah pemanasan
hanya tersisa pengotor berupa serbuk pasir.

11
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Setelah dilakukan percobaan, dapat disimpulkan bahwa campuran
merupakan gabungan dua atau lebih zat. Campuran dapat tersusun atas
beberapa unsur ataupun senyawa. Dan di dapatkan hasil dari praktikum ini
adalah terbentuk kristal pada cawan petri .
5.2 Saran
Sebaiknya pembuatan larutan dari sampel diperhatikan betul jumlah
pelarut yang ditambahkan karena akan mempengaruhi [Link]
mencucian alat-alat yang hendak digunakan dilakukan dengan bersih dan
dikeringkan terlebih dahulu sebeelum digunakan kembali.

12
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadun, Maulana 2013, Laporan Praktikum Kimia Dasar Filtrasi Dan
Sublimasi. Fakultas Terbiyah Jurusan Tadris Ipa Biologi Institut Agama Islam
Negeri (Iain). Di akses 31 maret 2021.
Kamilati, H. 2006. Mengenal Kimia. Bandung : Yudistira. Diakses pada tanggal
06 April 2016
Maulin, Z., (2001), Crytalization 4 ed. Pp. 216-251 Butterworth-Heinemann :
Oxford.
Posangi Tutut. 2011. Laporan Praktikum Pemisahan Campuran.(onlinetersedia
di [Link]
an_campuran.html). Diakses pada tanggal 06 April 2016
Ralph H dan seminar. 1987. Kimia Dasar. Jilid 1. Jakarta:          Erlangga.
Rani. 2014. Laporan Praktikum Sublimasi. (Online
tersedia di [Link]
praktikum-sublimasi/.pdf). Diakses pada tanggal 06 April 2016
Shinta. 2012. Kristalisasi Dan Sublimasi.(onlinetersedia di [Link]
[Link]/2012/11/[Link]). Diakses pada
tanggal 06 April 2016
Wonorahardjo Surjani, [Link]-Metode Pemisahan [Link]:Akademia
Permata
LAMPIRAN

Proses penimbangan Naftalen/kamfer Pemanasan di atas api bunsen

Hasil sublimasi

Anda mungkin juga menyukai