0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan3 halaman

Ruang Lingkup dan Aplikasi SCM

Dokumen tersebut membahas tentang supply chain management (SCM). SCM adalah pengelolaan alur barang atau jasa yang mencakup proses perubahan bahan mentah menjadi produk jadi untuk memenuhi permintaan konsumen. Dokumen ini memberikan contoh penerapan SCM pada perusahaan ritel seperti Amazon, perusahaan fashion seperti Benetton, perusahaan e-commerce, dan UMKM.

Diunggah oleh

Yeshee S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan3 halaman

Ruang Lingkup dan Aplikasi SCM

Dokumen tersebut membahas tentang supply chain management (SCM). SCM adalah pengelolaan alur barang atau jasa yang mencakup proses perubahan bahan mentah menjadi produk jadi untuk memenuhi permintaan konsumen. Dokumen ini memberikan contoh penerapan SCM pada perusahaan ritel seperti Amazon, perusahaan fashion seperti Benetton, perusahaan e-commerce, dan UMKM.

Diunggah oleh

Yeshee S
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Fauzi Dwiva Malik

NoBP : 20101152610102
Kelas : SI1
Matkul : Komputer Dan Masarakat P11

Supply Chain Management (SCM)

1. Defenisi supply chain management (SCM)


 Supply chain management adalah pengelolaan alur barang atau jasa yang mencakup
semua proses, termasuk perubahan bahan mentah menjadi produk jadi. Proses ini juga
meliputi upaya menyederhanakan penawaran suplai agar pengalaman klien meningkat
sehingga bisnis memiliki daya saing di [Link] kata lain, supply chain management
merupakan bagian dari upaya pemasok dalam mengembangkan dan menerapkan rantai
pasokan yang sangat efisien serta ekonomis.
2. Ruang lingkup SCM
 Rantai pasok secara luas tidak hanya dalam hal peningkatan nilai tambah, tetapi juga
untuk memenuhi permintaan konsumen, peningkatan daya saing, peningkatan
keuntungan, dan membangun relasi yang baik antar aktor dalam rantai pasok (Chauhan
dan Proth 2005; Yao et al. 2008). Sehingga, tidak benar jika rantai pasok hanya
mementingkan pabrik atau proses produksi saja, tetapi terdapat komponen lain yang
harus diperhatikan, salah satunya adalah membangun koordinasi dan kolaborasi dengan
aktor lain di sepanjang rantai [Link] lebih khusus, Chopra dan Meindl (2013)
mendefinisikan rantai pasok tidak hanya terbatas pada pabrik dan pemasok saja, tetapi
juga perlu melihat kondisi distributor, penggudangan, retailers bahkan perlu melihat
kebutuhan konsumen. Tentu konsep ini mengantarkan kita kepada ruang lingkup
pembahasan rantai [Link] memudahkan kita, ruang lingkup rantai pasok dapat
dirujuk dari Ballou (2007) yang mendefinisikan ruang lingkup rantai pasok disusun atas
aspek berikut: Logistic, Strategic Planning, Information Technology dan Marketing and
Finance.
3. Bentuk aplikasi SCM
 aplikasi SCM adalah sebuah mekanisme yang diciptakan untuk memastikan efisiensi dan
produktivitas perusahaan dalam mengoptimalkan waktu produksi, memilih bahan baku
berkualitas, memaksimalkan sumber daya, hingga pengelolaan keuangan yang tepat
[Link] adalah Nigma SCM dan Billing System dibangun dengan salah satu
tujuan untuk dapat melakukan perencanaan dan pengelolaan semua kegiatan dan sumber
yang terlibat dalam pengadaan, konversi, dan semua kegiatan Manajemen Logistik.
Penting, hal ini juga mencakup koordinasi dan kolaborasi dengan mitra saluran, yang
dapat pemasok, perantara, pihak ketiga penyedia layanan, dan pelanggan. Pada dasarnya,
Supply Chain Management terintegrasi dan permintaan manajemen di dalam dan di
seluruh [Link] untuk mengintegrasikan dan melakukan sinkronisasi database
dari aplikasi dan database Inventory dan Pos ( Billing) masing-masing Gudang dan Unit
Penjualan, agar dapat diolah di satu pusat data secara online dan realtime untuk
mendukung proses kerja Supply Change Managemen, dengan dilengkapi modul Billing
(Tagihan), yang di fasilitasi system Sinkronisasi data terpusat, sehingga, Kantor Pusat
juga dapat melakukan Fungsi Pengawasan untuk Stok barang maupun penjualan.
4. Contoh SCM di perusahaan Ritel
 Sistem SCM yang diterapkan Amazon,Kunci keberhasilan dari Amazon yaitu bersumber
dari aspek manajemen perusahaan dan inovasi bisnis, hal tersebut mulai dari kombinasi
dari teknologi informasi yang canggih, jaringan warehouse (gudang) yang luas,
manajemen inventori berlapis yang terintegrasi, hingga transportasi yang memadai.
Masih dikutip dari Reuters, CFO Olsavsky mencatat bahwa penjualan pihak ketiga
merubah persamaan laba untuk Amazon juga. Inovasi bisnis Amazon menempatkan
perlombaan dengan pesaingnya pada aspek logistik, teknologi, dan produk yang
ditawarkan. Menurut situs the balance small business terdapat beberapa inovasi Amazon
yang yang menjadi pembeda Amazon dengan perusahaan saingannya.
5. Contoh SCM di perusahaan Fashion
 Perusahaan fashion yang menerapkan sistem postponement adalah Benetton. Hampir
semua baju yang diproduksi oleh Benetton berwarna putih. Ketika Benetton memperoleh
informasi akurat mengenai selera pasar mengenai warna baju, barulah Benetton
mewarnai baju berwarna putih yang telah diproduksi sebelumnya dengan warna yang
mengikuti selera konsumen. Pada industri tersebut, permintaan konsumen atas model dan
desain adalah sangat beragam dan berubah dengan sangat cepat sehingga perusahaan
yang tidak dapat mereposisi strategi produksinya tidak akan memiliki competitive
advantage.
6. Contoh SCM di perusahaan e- commerce
 karena natur bisnisnya sedikit berbeda, proses pengelolaan supply chain di perusahaan e-
commerce pun tidak sama dengan perusahaan konvensional.
i. Transaksi di e-commerce, Kebalikan dari proses yang terjadi di perusahaan
konvensional, transaksi konsumen akhir justru terjadi di awal rantai pasokan.
Pertama, konsumen bertransaksi atau check out terlebih dahulu di situs e-
commerce.
ii. Penyelesaian pembayaran serta proses pemesanan, Sebelum produk berhasil
dipesan, konsumen perlu menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu. Di tahap
ini sebetulnya terbuka alur supply chain yang lain sebab pembayaran umumnya
dilakukan melalui e-wallet atau transfer bank.
iii. Pengambilan produk dari gudang,Begitu pesanan berhasil dibuat, barulah terjadi
proses pengambilan produk ke gudang persediaan. Tentunya, pihak gudang juga
perlu memastikan barang yang dipesan tersedia dan siap untuk dikirimkan ke
konsumen.
iv. Proses pengiriman,Kebanyakan proses pengiriman produk yang dipesan di e-
commerce dilakukan oleh pihak ketiga yaitu perusahaan logistik.
v. Konsumen akhir atau pelanggan,Titik ujungnya serupa dengan perusahaan
konvensional yaitu pada konsumen akhir. Apabila puas dengan produk yang
diterima, pelanggan biasanya akan melakukan pemesanan kembali sehingga
siklus rantai pasokan terus berjalan.
7. Contoh SCM untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
 Karakteristik UMKM yang memiliki skala kecil-menengah dan sangat sensitif, tentunya
tidak dapat mengaplikasikan keseluruhan supply chain yang digunakan perusahaan yang
berskala besar. Karena tidak seperti perusahaan besar yang memiliki cakupan geografis
yang cukup luas dan sumber daya yang besar, UMKM pada dasarnya tidak memiliki
pandangan yang cukup jelas untuk diimplementasikan pada operasinya. Untuk itu,
aplikasi SCM untuk UMKM harus menggunakan metode yang khusus dan sederhana.
Referensi:
 [Link]
 [Link]
 [Link]
 [Link]
amazon/
 [Link]
 [Link]

Anda mungkin juga menyukai