MAKALAH
TEKNIK PENGUKURAN
“MULTIMETER DIGITAL DAN ANALOG”
Disusun oleh :
WEWEN : 3202103046
RIFKI SYAHIB : 3202103044
ABDUL KHOLIQ : 3202103047
REHALDI : 3202103039
PROGRAM STUDI D-III TEKNIK MESIN
JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SAMBAS
2021
BAB I
PENDAHULUAN
Multimeter adalah alat pengukur listrik yang juga sering disebut sebagai VOM
(Volt-Ohm Meter), dapat digunakan untuk mengukur tegangan (Volt meter), hambatan
(Ohm Meter) maupun arus (Amper meter). Terdapat dua jenis multimeter, yaitu
multimeter non elektronis dan elektronis.
Multimeter dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu multimeter analog dan digital.
Multimeter analog menggunakan peraga jarum moving coil dan besaran ukuran
berdasarkan arus( elektronis dan elektronis). Sedangkan multimeter digital meggunakan
peraga bilangan digital dan besaran ukuran berdasarkan tegangan yang dikonversi
kesignal digital.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Multimeter Analog
Multimeter analog adalah multimeter yang menggunakan jarum petunjuk dan skala
pengukuran. Prinsip kerja multimeter analog beradasarkan pada kumparan yang
terhubung dan tersambung dengan jarum penunjuk. Letak kumparan berada di antara
kutub magnet. Pengukuran besaran listrik dengan menggunakan multimeter analog
memberikan pembacaan yang tidak stabil karena mengikuti perubahan tegangan listrik
yang terjadi setiap saat. Syarat penggunaan multimeter analog ialah jarum penunjuk
angka dalam keadaan nol (0) pada layar panel. Posisi jarum ini dipersyaratkan pada saat,
kedua probe pada multimeter dihubungkan dan sakelar selektor telah diatur. Jenis
pengukuran yang dapat dilakukan oleh multimeter analog sangat beragam. Multimeter
analog dapat digunakan untuk mengukur tegangan listrik, arus listrik, hambatan listrik
dan kapasitansi. Komponen multimeter analog juga menggunakan komponen
aktif elektronika yang berfungsi sebagai penguat. Jenis multimeter analog yang
menggunakan komponen aktif elektronika disebut multimeter elektronik analog.
Pada multimeter analog dalam mengukur arus, tegangan AC/DC memiliki skala
maksimum yang merupakan batas nilai tertinggi. Untuk mengukur arus, tegangan AC/DC
skala maksimum nilainya dibaca dari kiri ke kanan. Sedangkan untuk mengukur
hambatan (resistensi) cara membaca nilainya dari kanan ke kiri. Bagian yang merupakan
acuan dalam melakukan pengkukuran yang ditunjukkan jarum petunjuk yaitu cermin atau
miror. Dalam melakukan pembacaan sering kali terjadi kekeliruan salah satunya adalah
posisi mata yang tidak tegak lurus pada multimeter. Dalam hal ini dalam mengamati
posisi jarum pada layar monitor ketika melakukan pengukuran diharapkan tidak ada
bayangan pada cermin. Salah satu bagian yang menentukan valid tidaknya suatu
pengukuran pada multimeter yaitu pengenolan jarum penunjuk (zero correction).
Pengukuran arus, dan tegangan jarum penunjuk harus menunjuk nol dari posisi kiri. Jika
pada tegangan dan arus memiliki bagian pengenolan jarum penunjuk (zero correction)
maka pada bagian pengukuran hambatan juga memiliki bagian yang disebut ohm
adjustment. Pengenolan jarum dalam mengukur hambatan dimulai dari kanan sebelum
melakukan pengukuran. Untuk menentukan jarak batas ukur dari arus, tegangan dan
hambatan bagian pada multimeter ini dinamakan range selector. Blok DC volt terletak
disamping kanan atas, samping kiri adalah blok selektor AC Volt, bawah kanan tertulis
satuan untuk mengukur hambatan, di samping kiri bawah tertulis CD mA (mili Ampere).
Bagian multimeter yang berfungsi sebagai penghubung terminal positif dan negatif dalam
melakukan pengukuran disebut [Link] berwarna merah sedangkan probe negatif
berwarna hitam.
2. Multimeter Digital
Multimeter digital akan menghasilkan pembacaan berupa angka. Multimeter digital
digunakan untuk mengukur besaran listrik seperti tegangan, kuat arus, dan hambatan
listrik. Akurasi pengukuran dengan multimeter digital sangat tinggi. Angka yang
ditampilkan sebagai hasil pengukuran dapat memiliki beberapa angka desimal.
Kekurangan dari multimeter digital yaitu nilai pengukuran tegangan yang tidak stabil.
Cara pemakaian dari multimeter digital sama dengan multimeter analog, hanya saja
penggunaan multimeter digital lebih praktis.
Bagian multimeter digital tidak jauh berbeda dari multimeter analog, letak
perbedaannya ada pada bagian tombol-tombolnya ketika ingin melakukan proses
kalibrasi atau pengatuaran jarum penunjuk 0.
3. Cara Pakai
Jarum penunjuk pada multimeter harus diperiksa terlebih dahulu sebelum
multimeter digunakan. Posisi jarum penunjuk harus sejajar dengan angka 0 pada nilai
yang tertera pada layar pengukuran. Sekrup penyetelan jarum petunjuk harus diputar
dengan menggunakan obeng mata datar jika penunjukan jarum tidak tepat di posisi
[Link] angka 0 hanya dilakukan sesekali sebab pengecekan secara terus-menerus
dapat mengakibatkan hubungan pendek di dalam bagian-bagian penyusun dari
multimeter. Kondisi multimeter harus dipastikan dalam keadaan standar pemakaian.
Standar ini sesuai dengan jenis dan merek dari multimeter. Hasil pengukuran harus sesuai
dengan nilai sebenarnya dari besaran listrik yang diukur. Oleh karena itu sebelum
melakukan pengukuran ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu kondisi alat ukur
dalam keadaan baik, normal dan tidak cacat/rusak agar dapat berfungsi dengan baik
sehingga benar-benar dapat mengukur sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Hasil
pengukuran yang tidak valid dapat
4. Kegunaan
Dalam teknik listrik, multimeter digunakan untuk mengukur besaran arus listrik,
tegangan listrik, dan hambatan listrik. Pengukuran dilakukan dalam keadaan arus searah
maupun arus bolak-balik. Selain itu, multimeter juga dapat digunakan untuk mengukur
nilai dan kualitas kerja dari induktor, kapasitor, dioda, dan transistor. Multimeter juga
dapat digunakan untuk menguji hubungan pendek listrik atau hubungan normal pada
rangkaian listrik.
5. Pemeliharaan
Pemeliharaan multimeter diawali dengan tindakan pencegahan dari kerusakan
akibat kesalahan pemakaian. Petunjuk dan peringatan pemakaian harus diketahui
sebelum multimeter digunakan. Petunjuk pemakaian berisi informasi teknis
mengenai data pengukuran, persiapan pemakaian, teknik pengoperasian dan cara-
cara pemeliharaan yang benar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan paparan tentang multimeter di atas dapat saya simpulkan bahwa
multimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur besaran listrik seperti rus,
tegangan, dan hambatan selain digunakan untuk mengukur besaran listrik multimeter juga
bisa digunakan untuk memeriksa komponen komponen elektronika, memeriksa rangkaian
pada panel instalasi penerangan dan instalasi tenaga serta untuk memeriksa kebocoran
pada gulungan/kumparan motor listrik.
Saran
Menyadari bahwa paper yang saya buat masih jauh dari kata sempurna,
kedepannya saya akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang paper di atas
dengan sumber – sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat di pertanggung
jawabkan. Untuk saran bisa berisi kritik atau saran terhadap penulisan juga bisa untuk
menanggapi terhadap kesimpulan dari bahasan paper yang telah di jelaskan.