0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan47 halaman

Analisis Gerakan Therblig dalam Kerja

Bab ini membahas analisis sistem kerja dengan menggunakan konsep Studi Gerakan Therblig untuk menguraikan pekerjaan menjadi gerakan-gerakan dasar. Studi Gerakan bertujuan mengidentifikasi gerakan-gerakan yang tidak efisien agar dapat diperbaiki sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih produktif dan efisien. Bab ini juga menjelaskan 17 jenis gerakan Therblig beserta contoh-contohnya.

Diunggah oleh

Rico Jaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan47 halaman

Analisis Gerakan Therblig dalam Kerja

Bab ini membahas analisis sistem kerja dengan menggunakan konsep Studi Gerakan Therblig untuk menguraikan pekerjaan menjadi gerakan-gerakan dasar. Studi Gerakan bertujuan mengidentifikasi gerakan-gerakan yang tidak efisien agar dapat diperbaiki sehingga pekerjaan dapat dilakukan lebih produktif dan efisien. Bab ini juga menjelaskan 17 jenis gerakan Therblig beserta contoh-contohnya.

Diunggah oleh

Rico Jaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

STUDI GERAKAN THERBLIG DAN EKONOMI GERAKAN

Deskripsi Singkat Bab

Bab ini membahas mengenai elemen gerakan-gerakan dasar yang terdapat pada

suatu kegiatan kerja. gerakan – gerakan dasar dapat diklasifikasikan menjadi 17 macam

gerakan Therbligh. Selain itu, bab ini berisi tentang cara menganalisis pekerjaan

sehingga dapat diketahui gerakan – gerakan yang tidak produktif . selanjutnya, bab ini

akan menyampaikan tentang prinsip ekonomi gerakan sehingga suatu pekerjaan dapat

dilakukan secara efisien.

Relevansi

Gerakan kerja merupakan unsur detail yang sangat penting dalam perancangan

sistem kerja. Gerakan-gerakan kerja yang tidak efektif dapat menyebabkan pekerjaan

diselesaikan dalam waktu yang lama, kemudian akan menyebabkan ongkos produksi

lebih mahal. Sebaliknya, gerakan kerja yang efektif dapat membuat pekerjaan

diselesaikan dalam tempo yang lebih cepat, sehingga dapat menghemat ongkos

produksi (misalnya menghemat biaya tenaga kerja langsung). Lebih lanjut, elaborasi

gerakan kerja sangat diperlukan untuk membuat suatu standar baku pekerjaan, yang

diperlukan untuk perhitungan waktu penyelesaian pekerjaan, da npenjadwalan kerja,

lain sebagainya

.Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari bab Pengukuran Kerja ini, mahasiswa diharapkan:


1. Mampu memahami konsep studi gerakan dan prinsip ekonomi gerakan

2. Mampu memahami dan memberikan contoh gerakan-gerakan Therbligh

3. Mampu menganalisis suatu gerakan kerja yang efektif dan tidak efektif.

4. Mampu memberikan rekomendasi perbaikan sistem kerja dengan cara perbaikan

gerakan kerja.
BAB II STUDI GERAKAN THERBLIG DAN EKONOMI GERAKAN

Analisis sistem kerja merupakan hal yang penting dalam manajemen operasi,

karena berhubungan dengan produktivitaskera. Penusahaan perlu memiliki suatu sistem

kerja yang dapamenunjang tercapainya tujuan perusahaan secara efektif dan efisienyang

dapat merangsang karyawan untuk bekerja secara produktif,mengurangi kelelahan fisik

mengurangi kelelahan mental,mengurangi timbulnya rasa bosan dan dapat

meningkatkankepuasan kerja. Sistem kerja perlu dianalisis untuk

memprediksiproduktivitas kerja, maupun untuk memperbaiki suatu sistem kerja yang

sudah ada

Menurut Meriam-Webster (2016), analisis adalah menelaahsesuatu yang

kompleks secara teliti, untuk mencari tahu elemen-elemen bagiannya, dan mencari tahu

hubungan antar elemen-elemen tersebut. Sedangkan menurut Kamus Besar

BahasaIndonesia (2016), analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya

dan penelaahan bagian itu sendiri sertahubungan antarbagian untuk memperoleh

pengertian yg tepat dan

pemahaman arti keseluruhan. Analisis sistem kerja yang dimaksuddalam pembahasan

buku ini adalah menguraikan suatu pekerjaanyang kompleks menjadi elemen-elemen

gerakan yang membentukpekerjaan tersebut, sehingga dapat diketahui tingkat

efektivitasdari pekerjaan tersebut.

Salah satu cara menganalisis pekerjaan adalah menguraikanpekerjaan tersebut

secara detail dengan menggunakan konsep Studi Gerakan. Studi Gerakan memuat

elemen gerakan yang dasar,misalnya menjangkau, menggenggam, memakai alat, yang

bersifat umum. Elemen gerakan dasar tersebut merupakan gerakan-gerakan yang


terdapat dalam segala macam jenis pekerjaan. Suatu pekerjaan tentu saja memiliki

spesifikasi yang berbeda dengan.

pekerjaan yang lain namun Studi Gerakan diyakini sebagai konsepyang paling sesuai

digunakan untuk menguraikan berbagai macam pekerjaan

2.1 Studi Gerakan

Menurat Sutalaksana, dkk. (2006), Studi Gerakan adalah pengkajian secara teliti

terhadap beberapa gerakan tubuh pekerjauntuk menyelesaikan suatu tugas, dengan

harapan agar gerakan-atau bahkangerakan yang tidak perlu dapat dikurangi dihilangkan,

sehingga dapat diperoleh penghematan waktu kerja,tenaga, maupun dana yang

dikeluarkan untu menyelesaikan tugas tersebut. Sedangkan menurut Freisvald dan

Niebel (2008), selain mengurangi gerakan yang tidak efektif, Studi Gerakan juga

bertujuan untuk mencari cara meningkatkan kecepatan pekerjadalam melaksanakan

gerakan yang efektif. Prinsip EkonomiGerakan dapat dijadikan panduan untuk

mengurangi gerakantidak efektif, maupun meningkatkan kecepatan pada Gerakan

efektit.

Studi Gerakan digagas oleh Frank Gilbreth bersama dengan istrinya yang

bernama Lilian Gilbreth. Gilbreth menggunakan kamera untuk merekam berbagai

macam pekerjaan, antara lain pemasangan batu bata pada dinding pengepakan, dan

lainsebagainya. Hasil rekamaman tersebut diputar ulang dalam kecepatan yang lambat,

sehingga dapat diketahui elemen Gerakan dasarnya yang detail (micromotion)

Berdasarkan pengkajian terhadap berbagai macam gerakan, Gilbreth menemukan elemen

gerakan dasar generik yang terkandung dalam berbagai macamj enis pekerjaan.

Selanjutnya, gerakan dasar tersebut diberi nama dengan 17 elemen gerakan Therblig,

yang diambil dari kebalikan nama Gilbreth.


Tabel 2 – 1 Nama dan Lambang Therbligh

Lambang
Nama Therblig Simbol
Therblig
Mencari (Search) SH
Memilih (Select) ST
Memegang (Grasp) O
Menjangkau (Rench) RE
Membawa (Move) M
Memegang untuk Memakai (Hold) H
Melepas (Relensed load) RL
Pengarahan (Position) P

Pengarahan Sementara (Pre Position) PP

Memeriksa (huspection) I
Merakit (Assemble) A
Lepas rakit (Desassemble) DU
Memakai (Use) U
Kelambatan yang tak terhindar UD
Kelambatan yang dapat dihindarkan AD
Merencana (Plan) Pn
Istrahat untuk menghilangkan fatiq (Rest to
R
overcome fatigue)

Secara umum elemen-elemen gerakan Therblig

dijelaskan sebagai berikut:

.1.1 Mencari (Search) lambangnya SH

Gerakan mencari dimulai pada saat mata bergerak mencariobjek dan berakhir

jika objek telah ditemukan Sebagai contoh,


gerakan mencari komponen dalam perakitan sebuah mobil yangterbuat dari lego plastik.

Lego mobil yang akan dirakit memiliki tiga bagian dalam perakitannya, bagian atas,

bagian body mobil danbagian bawah mobil. Dalam perakitan ini, lego mobil dibuat

mulaidari bagian bawahnya terlebih dahulu. Untuk mencari part-part yang tercampur

dengan bagian lainnya, maka dilakukan aktivitasmencari (search) untuk mendapatkan

part lego yang ingin dipasang.

2.1.2 Memilih (Select) dilambangkan 'ST’

Memilih merupakan elemen gerakan Therblig untuk memilih suatu objek di

antara dua atau lebih objek lainnya yang [Link], setelah mencari part lego yang

akan dirakit, banyak sekali part lego yang tercampur baik dari kualitasnya yang bagus

ataupun dari segi kualitasnya yang buruk (defect). Pada saat pemilihan part lego inilah

gerakan memilih (select) digunakan agar dapat meminimalkan jumlah cacat pada

produk.

2.1.3 Memegang (Graps) dilambangkan dengan 'G’

Memegang adalah elemen gerakan tangan yang dilakukandengan menggenggam

objek dengan jari-jari, sehingga objektersebut berada dalam kendali pekerja. Gerakan

memegang inibiasanya dilakukan setelah pekerjaan mencari (search) dan memilih

(select)

2.1.4 Menjangkau (Reach) dilambangkan dengan 'RE

Menjangkau adalah elemen gerakan Therblig yang menggambarkan gerakan

tangan berpindah tempat tanpa beban atau hambatan, gerakan yang menuju atau

menjauhi [Link], dalam mengambil part lego yang memiliki jarak lebihjauh,

maka posisi tangan harus sedikit memanjang sehingga dapatdengan mudah lengan
operator untuk menjangkau part legotersebut. Pada intinya, gerakan mengambil dapat

dikatakan reach

apabila gerakan mengambil tersebut memiliki jarak tertentu sehingga operator dapat

mengambil part lego tersebut.

.1.5 Membawa (Move) dilambangkan 'M’

Membawa merupakan elemen perpindahan tangan, hanya saja di sini tangan

bergerak dalam kondisi membawa beban. Setelah pekerjaan memilih, maka operator

membawa part-part lego tersebut untuk dibawa kedalam lantai perakitan. Namun,

selaimembawa part lego dengan cara manual, pada saat pengangkutan part lego tersebut

dapat digunakan juga material handling sebagai alat angkut part tersebut.

1. Memegang untuk memakai (Hold) dilambangkan 'H’

Elemen ini terjadi ketika operator memegang objek tanpa menggerakan objek

tersebut. Apabila part lego telah dibawa dan siap untuk dirakit dengan lego bagian

bawah. Maka bagian bawa hlego harus dipegang dan ditahan agar bagian part lego

dapat dengan mudah dipasang pada bagian bawah lego. Kegiatan tersebut merupakan

kegiatan Memegang untuk memakai, yaitukegiatan yang dilakukan terhadap bagian

bawah lego.

.1.7 Melepas (Release Load) dilambangkan 'RL'

Elemen gerakan melepas ini terjadi pada saat operator menghilangkan kendali terhadap

objek yang dipegang [Link] lego bagian bawah telah selesai di rakit

terhadap part lego,maka lego yang telah dirakit dilepaskan dari genggaman operator.

.1.8 Mengarahkan (Position) dilambangkan 'P


Mengarahkan adalah gerakan menempatkan objek pada lokasi yang tepat ketika

pekerjaan. Apabila terdapat komponen lego yang belum dirakit dengan bagian bawah

lego, maka yang dilakukan adalah menempatkan komponen lego pada suatu lokasi,agar

lebih mudah dirakit dengan bagian bawah lego. Elemen gerakan ini biasanya diawali

oleh gerakan membawa, dan diakhiri oleh gerakan melepas.

.1.9 Mengarahkan sementara (Preposition) dilambangkan ‘PP’

Pengarahan sementara merupakan kegiatan meletakkanobjek (biasanya alat

kerja) pada suatu lokasi tertentu, supaya objek tersebut dapat dipakai secara lebih

mudah. Sebagai contoh, sebuahmobeng diletakkan pada pinggir meja perakitan, agar

dapat digunakan untuk merakit komponen.

.1.10 Memeriksa (Inspection) dilambangkan T

adalah gerakanuntukElemen gerakan memeriksamenyelidik objek untuk

menjamin bahwa objek tersebut telah memenuhi persyaratan kualitas yang ditetapkan.

Setelah kegiatan perakitan selesai, operator memeriksa keadaan lego yang telah dirakit

untuk meminimalkan cacat yang terjadi pada produk lego.

.1.1 Merakit (Assemble) dilambangkan 'A

Merakit adalah elemen gerakan Therblig untuk menghubungkan dua objek atau

lebih, menjadi satu kesatuan. Pada perakitan lego, kegiatan merakit merupakan kegiatan

inti dalam pekerjaan. Merakit ini dilakukan agar part lego dengan bagian bawah lego

bersatu. Sehingga fungsi dari lego tersebut dapat digunakan dengan baik.

2.1.12. Lepas rakit (Dissamble) dilambangkan 'DA'

Melepas rakit merupakan gerakan memisahkan mengurai dua objek tergabung

satu menjadi objek-objek yang terpisah. Dalam kegiatan ini, melepas rakit

(disassemble) memiliki fungsi agar bertujuan untuk memeriksa apakah part lego yang
telah terpasang sudah benar, apabila sudah benar, maka part lego tidakperlu di lepas

rakit, dan apabila dalam pemasangannya belumbenar, maka part lego harus dilepas

rakit.

2.1.13. Memakai (Use) dilambangkan 'U"

Memakai adalah elemen suatu gerakan dimana salah satuuatau kedua tangan

digunakan untuk memakai/mengontrol suatu alat untuk tujuan-tujuan tertentu selama

kerja berlangsung.

Misalnya pada saat perakitan lego dilakukan harus menggunakan obeng selama

perakitan tersebut. Pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan memakai dimana, pekerjaan

tersebut mengharuskan operator untuk menggunakan atau memakai suatu peralatan.

.1.14 Kelambatan yang tidak dapat dihindarkan (Unavoidable delay) dilambangkan

'UD’

Kelambatan yang tidak dapat dihindarkan merupakan hal-hal diluar kontrol dari

operator dan merupakan interupsi terhadapproses kerja yang sedang berlangsung.

Kelambatan ini dapat menambah waktu proses yang dihasilkan dalam satu kali

produksi, misalnya adanya pemadaman listrik oleh perusahaan penyedia listrik.

Kemudian, terdapat jeda waktu sebelum genset darurat menyala. Jeda waktu tersebut

merupakan kelambatan yang tidak dapat dihindarkan.

.2.15 Kelambatan yang dapat dihindarkan (Avoidable delay) dilambangkan 'AD’

Kelambatan yang dapat dihindarkan merupakan kegiatan yang menunjukkan

situasi yang tidak produktif, misalnya pada perakitan lego dalam proses perakitannya

harus menggunakan lem kayu. Suatu ketika, lem kayu yang digunakan untuk merakit

lego tersebut habis dan harus segera diganti dengan yang baru. Habisnya lem tersebut

merupakan suatu kelambatan yang masihdapat dihindari dengan cara menyediakan stok

lem kayu sesuai dengan kebutuhan lini perakitan lego tersebut.


.1.16 Merencana (Plan) dilambangkan Pn'

Elemen ini merupakan proses mental dimana operatorberhenti sejenak bekerja,

dan berpikir untuk menentukan tindakan-tindakan yang harus dilakukan. Hal ini terjadi

apabila terdapakondisi yang membuat operator merasa ragu. Lalu, operatortersebut

merencanakan (plan) apa yang ingin dikerjak

Dinamika Kelas

Senam gerakan Therbligh


Mahasiswa diharapkan mampu mempraktikkan gerakan tersebut,serta mampu

mengingat gerakan tersebut.

Instruksi :

1. Semua mahasiswa diminta berdiri! Kedua tangan berada dalam kondisi rileks.

2. jika mendengar aba-aba reach,maka kedua tangan direntangkan ke depan, seolah-

olah hendak mengambil sesuatu benda.

3. Apabila mendengar kata grasp, maka tutuplah semua jari-jari dengan rapat

sehingga tangan dalam kondisi mengepal.

4. Jika mendengar kata release load, maka buka jari-jari anda, sehingga kepalan

tangan menjadi terbuka.

5. Kalau mendengar kata move, maka tariklah kedua tanganhingga mendekat

pinggang masing-masing.

6. Posisi siap, turunkan tangan Kedua tangan sejajar pinggang

7. Semua sudah siap?

8. Reach………………..( ulangi 3 kali)

9. Grasp………………..(ulangi 3 kali)
10. Move…………………(ulangi 3 kali)

11. Release Load……….(ulangi 3 kali)

12. Reach...Grasp………(ulangi 3 kali)

13. Reach.. Grasp...Move...(ulangi 3 kali)

14. Reach... Grasp....Move...Release Lond…………..(ulangi 3 kali)

15. Reach..Grasp.... Move...Reach...Release Load….(ulangi 3 kali)

Catatan: Pastikan seluruh peserta didik berhasil mengikuti semua aba-aba tersebut

.2Klasifikasi Gerakan Therblig Berdasarkan Kontribusinya terhadap Pekerjaan

Gagasan untuk mengelompokkan gerakan Therblig berdasarkan kontribusi


gerakan terhadap pekerjaan, muncul dari seorang konsultan "method engineering"
ternama dari jepang yang Mr. Shiego Singo. Shingo (1988) mengklasifikasikan gerakan
Therblig menjadi empat kelompok, yaitu:

2.2.1 Elemen Gerakan Kelas I

Elemen Gerakan Kelas 1 merupakan esensi gerakan utama untuk mencapai


tujuan operasi. Elemen Gerakan tersebut adalah merakit (assembly), melepas rakit
(disassembly), dan memakai (use). Elemen gerakan ini memiliki nilai tertinggi karena
memberikan nilai tambah dalam konteks mengubah material bahan baku men jadi
produk jadi. Nilai tambah biasanya dapat diketahui dari adanya perubahan bentuk fisik
ataupun atau sifat kimiawi. Selain itu juga elemen gerakan ini sangat penting, karena
menjadi gerakan yang paling sering dilakukan oleh operator dalam bekerja. Elemen
Gerakan Kelas 1 biasanya tidak dapat dihilangkan dalam proses kerja, namun dapat
diperbaiki dengan cara mempercepat gerakan tersebut.

2.2.2 Elemen Gerakan Kelas II

Elemen Gerakan Kelas II terdiri atas menjangkau (reach), memegang (grasp),


membawa (move), dan melepas (released load).Elemen gerakan ini tidaklah
memberikan nilai tambah secara langsung, namun sangat diperlukan untuk menunjang
gerakan utama (elemen gerakan kelasI). Elemen gerakan ini merupakan gerakan yang
berbentuk pekerjaan fisik yang dilakukan operator sehingga memungkinkan terjadinya
gerakan utama.

[Link] Elemen Gerakan Kelas III

Elemen Gerakan Kelas IlI memberikan konstribusi yang lebih kecil terhadap
penyelesaian suatu pekerjaan. Elemen Gerakan yang.

memeriksa (inspection). Elemen gerakan ini membantu penyelesaian pekerjaan dengan

nilai kontribusi yang kecil, dan seringkali muncul secara insidental ketika operator

bekerja. Perbaikan kerja untuk kelompok ini dilakukan dengan cara mengurangi elemen

gerakan yang tidakperlu, mengatur tata letak dengan baik, atau menggunakan alatbantu

seperti jig dan fixture.

3.4.4 Elemen Gerakan Kelas IV

Kategori ini memuat gerakan-gerakan yang tidak perlu, dan dapat menghambat

suatu produksi dalam sebuah [Link] Gerakan Kelas IV adalah adalah

merencana (plan), istirahatuntuk menghilangkan lelah (Rest), kelambatan yang tidak

dapat dihindarkan (unavoidable delay), dan kelambatan yang dapat dihindarkan

(awoidable delay). Elemen gerakan dalam kelompok ini sedapat mungkin untuk

dihilangkan.

3.5Klasifikasi Gerakan Therblig Berdasarkan Efektivitas

Gerakan Therblig efektif merupakan semua elemen dasar yangberkaitan langsung

dengan aktivitas kerja. Ini berarti Gerakan Therblig yang efektif merupakan gerakan

yang sangat berpengaruh terhadap suatu pekerjaan. Menurut Freivalds dan Niebels

(2014, elemen Gerakan Therblig yang termasuk gerakan efektif adalah membawa
(move), dan menjangkau (reach), memegang (grasp),melepas (released load), memakai

(use), merakit (assemble), dan Elemen gerakan ini sulit untuk melepas rakit

(disassemble).dihilangkan, karena terkait langsung dengan upaya menyelesaikan.

Namun demikian, perbaikan sistem kerja dapat pekerjaan dilakukan dengan cara

mengurangi jarak antara operator dengan objek kerja, sehingga gerakan dapat

berlangsung lebih cepat.

Sebaliknya, elemen gerakan Therblig tidak efektif merupat gerakan yang tidak

memberikan nilai tambah dalam ored pekerjaan tersebut sehingga perlu dihilangkan

sebisa mungkin Pada proses pekerjaan tersebut, kegiatan Therblig yang tidak efektif

dapat mengurangi kinerja produksi dari segi produktivitas efektivitas, maupun efisiensi.

Sehingga dapat merugikan suatu produksi secara langsung. Berdasarkan Freivalds dan

Niebels (2014), elemen gerakan Therblig tidak efektif terdiri dari mencari (search),

memilih (select), mengarahkan (position), memeriksa (inspect), merencanakan (plan),

kelambatan yang dapat dihindarkan (avoidable delay), kelambatan yang tidak dapat

terhindarkan (unavoidable delay), beristirahat untuk menghilangkan rasa lelah(rest),

dan memegang untuk memakai (hold)

Sebagai contoh sederhana, seorang pekerja ingin melakukan pekerjaan

administratif berupa pencatatan jumlah persediaan. Kegiatan tersebut dilakukan secara

berkali-kali dengan siklus kegiatan yang sama. Pekerjaan tersebut dilakukan seorang

pekerja dalam keadaan duduk di suatu kantor. Setelah merekam kegiatan tersebut,

analisis gerakan terhadap satu siklus kerja dapat ditunjukkan pada Tabel 3.2 seperti

dibawah ini. Tabel 3-2 Contoh Elemen-Elemen Gerakan Therbligh

No Langkah Kegiatan Nama Gerakan Efektivitas


Mencari
1 Mencari pulpen di dalam kotak alat tulis Tidak efektif
Menjangkau
2 Mengambil pulpen efektif
3 Memegang pulpen Memegang efektif
4 Membawa pulpen ke kertas Membawa efektif
5 Menem patkan kertas di tengah meja kerja Mengarahkan Tidak efektif
6 Menulis Memakai efektif
Istirahat untik
7 Melakukan relaksasi pergelangan tangan Tidak efektif
menghilangkan lelah
Membawa pulpen kembali ke tempat
8 membawa efektif
semula
Mengarahkan
9 Memasukkan pulpen ke dalam tempatnya efektif
sementara
10 Melepas pulpen Melepas efektif
berdasarkan hasil analisis pekerjaan mencatat jumlah persediaan dapat diurakan

menjadi 10 elemen gerakan dalam satusikls Tendapat 3 dari 10 gerakan yang tidak

efektif, yaitu mencari, mengarahkan, dan istirahat Selanjutmya, perbaikan sisterm kerja

dagat dakukan dengan cara mengeliminasi gerakan tidak efektif, sainva

menghilangkan elemen gerakan mencari dengan cara menyediakan kotak khusus yang

berisi pulpen tanpa tercampur dengan aliat hulis yang lain.

2.4 Prinsip Ekonomi Gerakan

Ekonomi gerakan adalah analisis yang dilakukan terhadap system kerja yang

dirancang begitu rupa sehingga dapat memungkinkan dilakukannya gerakan-gerakan

yang ekonomis. Untuk memperoleh hasil kerja yang baik, suatu sistem kerja harus

dirancang dengan memadukan gerakan-gerakan yang benar dan ekonomis.

Menurut Sutalaksana, dkk, (2006). prinsip ekonomi Gerakan yang berhubungan

dengan tubuh manusia dan pergerakannya adalah sebagai berikut : (a) kedua tangan

sebaiknya memulai dan bersamaan, (b) kedua tangan mengakhin pekerjaan secara

semestinya tidak menganggur secara bersamaan, kecuali pada saat istirahat c gerakan

kedua tangan akan lebih mudah jika satu terhadap lainnya simetris atau berlawanan

arah, (d) gerakan tangan atau badan sebaiknya dihemat, (e) gerakan hanya bagian badan

yang diperlukan saja untuk melakukan pekerjaan dengan sebaik baiknya memanfaatkan
momentum, untuk membantu gerakan, gerakan yang patah-patah, banyak perubahan

arah akan memperiambat gerakan tersebut, (h) gerakan balistik akan lebih cepat

danpada gerakan yang dikendalikan, (i) pekerjaan sebaiknya dirancang semudah-

mudahnya, dan mengikuti irama yang alamiah bagi si pekerja 0 usahakan gerakan mata

yang seminimal mungkin.

Tes Formatif

Soal-soal Pilihan Ganda

1. Yang termasuk gerakan efektif pada Therblig yaitu...

a. mencari (search)

b. menjangkau (reach)

c. memeriksa (inspect)

d. memilih (select)

2. Dibawah ini yang merupakan gerakan efektif Therblig, yaitu...


a. Avoidable Delay

b. Unavoidable Delay

c. Position

d. Grasp

3. Dalam klasifikasi gerakan Therblig, position termasuk dalam klasifikasi…


a. Elemen Gerakan Kelas I

b. Elemen Gerakan Kelas II

c. Elemen Gerakan Kelas III

d. Elemen Gerakan Kelas IV

4. Kelompok gerakan elemen luar, dan harus dihindari adalah...


a. Use
b. Rest
c. Grasp
d. Preposition
5. Dalam klasifikasi gerakan Therblig, diassemble termasuk dalam klasifikasi..

a. Kelompok Utama

b. Kelompok Penunjang

c. Kelompok Pembantu

d. Kelompok Gerakan Elemen Luar

6. suatu pekerjaan Andi merupakan seorang pekerja dalam sebuah workstation

perakitan sepatu. Dalanm kerjanya Andi memulai dan nmengakhiri gerakan tangan

pada saat yang bersamaan. Dalam kasus tersebut berarti Andi telah mempraktikkan

prinsip ekonomi gerakan apa?

a. Ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan alat

b. Ekonomi gerakan dihubungkan dengan tata letak tempat

c. Ekonomi gerakan dihubungkan dengan pengsunaan alat

d. Ekonomi gerakan dihubungkan dengan tubuh manusia dan gerakan gerakannya

7. Di bawah ini yang merupakan aspek dari prinsip Ekonomi gerakan yang

dihubungkan dengan tubuh manusia dan gerakannya, yaitu..

a. Kedua tangan sebaiknya menganggur pada saat yang bersamaan kecuali pada

waktu istirahat

b. Gerakan tangan akan lebih mudah jika satu terhadap lainnya simetris atau

berlawanan arah

c. Pendistribusian beban pada tubuh diletakkan pada tangan

d. Mata digerakkan secara maksimal

8. Berapa jumlah gerakan yang diidentifikasi oleh Therblig


a. 17
b. 9
c. 8
d. 3

9. Cara mengefisienkan gerakan adalah...


a. Mengurangi jam kerja bagi para pekerja
b. Mengurangi gerakan yang tidak peru dalam sebuah pekerjaan
c. Mengurangi pekerjaan yang tidak periu
d. Jawaban B dan C benar

10. Mengatur tata letak peralatan dan pencahayaan diatur sehingga membentuk kondisi

lingkungan yang baik merupakan aspek ekonomi gerakan dari prinsip?

a. Perancangan alat bantu

b. Tengaturan tata letak

c. Tubuh manusia dan gerakannya

d. Semua jawaban salah

Soal Essay.

1. Jelaskan pengertian dan tujuan dari desain pekerjaan!

2. Sebutkan dan jelaskan secara singkat klasifikasi Gerakan Therbligt!

3. Sebutkan mana yang termasuk gerakan efektif dan Gerakan tidak efektif pada

Therblig!

4. Apa yang dimaksud dengan ekonomi gerakan?

5. Jelaskan cara memperbaiki sistem kerja berdasarkan Studi Gerakan!


Daftar Pustaka

Freisvalds, A., dan Niebel, B. (2008). Niebel's Methods, Standards, &

Work Design 12th edition. Megraw-Hill higher education.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), (2016),

[Link]

diakses pada tanggal 18 Maret 2016, pukul 22.30 WIB.

Merriam-Webster (2016), [Link]

[Link]/dictionary/analysis, diakses pada tanggal 18 Maret

2016, pukul 22.00 WIB

Shingo, S. (1988). Non-stock production: the Shingo system of

continuous improvement. Productivity Press.

Sutalaksana, I. Z. Anggawisastra, R, Tjakraatmadja, J.H (2006).

Teknik Perancangan Sistem Kerja, edisi kedua. Penerbit ITB.


Rangkuman

Studi Gerakan Therblig dikembangkan oleh Frank Bunker Gilbreth dan Lilian

Gilbreth untuk mengidentifikasi Gerakan gerakan yang umum dan biasa dilakukan oleh

para pekerja. Studi tersebut menghasilkan 17 elemen gerakan Therblig yang secara

umum dilakukan oleh para pekerja. Adapun, elemen-elemen membawa, gerakan

tersebut adalah menjangkau, memegang, melepas, memakai, merakit, dan melepas rakit.

Elemen Gerakan dapat digunakan sebagai alat untuk menganalisis suatu

pekerjaan. Analisis dapat dilakukan dengan menguraikan suatu pekerjaan secara detail

dengan cara menggunakan 17 elemen gerakan Therbligh. Kemudian, setiap elemen

tesebut dapat diklasifikasikan berdasarkan tingkat efektivitas gerakan. Perbaikan sistem

kerja dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu mempercepat gerakan yang efektif,

dan menghilangkan gerakan yang tidak efektif.


BAB III
PETA KERJA

Deskripsi Singkat Bab

Bab ini membahas berbagai macam Peta Kerja yang dapatdigunakan untuk menentukan

standar suatu pekerjaan, sertamengomunikasikan standar tersebut kepada seluruh pihak

yangberkepentingan. pengukuran waktu kerja. Isi bab ini meliputipenjelasan masing-

masing jenis pengukuran waktu kerja termasukkelemahan dan kelebihannya. Selain itu,

bab ini juga membahaspenggunaan masing-masing jenis pengukuran waktu kerja tersebut.

Relevansi

Peta kerja merupakan gambaran mengenai suatu pekejaansecara standar, sehingga dapat

dipahami oleh seluruh pekerja, danseluruh pihak yang berkepentingan. Peta kerja juga

dapatdigunakan sebagai alat analisis pada suatu sistem kerja.


Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab Pengukuran Kerja ini, mahasiswa diharapkan:


1. Mampu memahami konsep Peta Kerja

2. Mampu membuat Operation Process Chart, Flow Process Chart,

3. Work Process Chart, dan Flow Diagram

4. Mampu mendeteksi inefisiensi kerja dari Peta Kerja

Produk ALBOX terdin dan komponen-komponen berikut ini

1. Bei penghantar panas

2. Body Albox

3. Penutup

4. Body Kayu

5. Body Alumunium

6. Alas Makanan Kayu

Buatlah Peta Proses Operasi untuk kasus di atas!


10) Berikut ini yang termasuk kegunaan Peta Keria dan Mesin adalah...

a. Diagram yang menunukkan urutan operasi pemeriksaan delay dan penyimpanan

yang terjadi selama satu prose

b. Mengetahui hubungan antara waktu siklus kerja operator dan waktu siklus

operasi mesin yang digunakan

c. Menggambarkan langkah-langkah operasi dan pemeriksaan yang dialami bahan

sejak awal sampai menjadi produk

d. Suatu alat untuk menentukan gerakan yang efisien

Soal Essay

1. Jelaskan fungsi Peta Proses Operasi dan Peta Aliran Proses

2. Apakah perbedaan antara Peta Proses Operasi dengan Peta Aliran Proses?

3. Apa persamaan antara Peta Proses Regu Kerja dengan Peta Aliran Proses?

4. Apa perbedaan dan persamaan Antar Peta Pekerja dan Mesin dengan Peta

Tangan Kiri dan Tangan Kanan?

5. PT. FANDRA merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang manufaktur.

Perusahaan tersebut memproduksi alatpenghangat kue basah yang disebut


dengan ALBOx Pada pelaksanaan Proses operasi sendiri pembuatan ALBON

dilakukan dengan operasi yaitu

1) Pemotongan

2) Pembuatan

3) Pelapisan

4) Pembentukan

5) Assembly

3.3.2 Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan (Left and Right Hand Chart)

Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan merupakan suatu alat untuk mengetahui

gerakan-gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan seorang operator,

ketika melakukan pekerjaan. Pekerjaan yang dikaji biasanya adalah proses

perakitan,atau pekerjaan yang bersifat berulang-ulang (repetitif) dalam waktu siklus

yang singkat. Selain itu, Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan memberikan informasi

mengenai waktu kerja dawakt menganggur, yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan

kanan.

Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan bermanfaat untuk mengetahui beban kerja

pada tangan kiri dan tangan kanan. Petaini dapat digunakan untuk mengidentifikasi

pola-pola Gerakan yang tidak efisien maupun gerakan-gerakan yang tidak perlu. Selain

itu, peta kerja ini dipakai untuk melihat jangkauan tangan operator ketika bekerja.

Jangkauan tangan operator perlu dijaga tetap berada dalam wilayah kerja yang normal.

Peta ini dapat digunakan untuk menganalisis suatu sistem kerja sehingga memperoleh

perbaikan tata letak peralatan, pola gerakan pekerjayang baik, urut-urutan pekerjaan

yang baik. Seperti peta kerja yang lain, Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan dapat
digunakan sebagaialat untuk melatih pekerja yang baru, agar dapat bekerja sesuai

dengan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Prinsip-prinsip pembuatan peta tangan kiri dan tangan kanan sebagai berikut: (1)

lembaran kertas dibagi dalam tiga bagian. (2)Pada bagian kepala, dibaris paling atas

ditulis "PETA TANGAN KANAN-TANGAN KIRI". (3) Pada bagian yang membuat

bagan,digambarkan sketsa dari sistem kerja yang memperlihatkan skala,sesuai dengan

tempat kerja sebenarnya. (4) Bagian badan dibagidalam dua pihak, sebelah kiri kertas

digunakan untuk menggambar kegiatan yang dilakukan tangan kiri dan sebaliknya,

sebelah kanankertas digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan

3.1.1Peta Proses Operasi (Openation Process Chart/ OPC)

peta proses operasi adalah Suatu proses operasi menggambarkan langkah

langkah operasi dan pemeriksaan yang dialami bahan dalam urutannya sejak awal

sampai menjadi produk utuh atau pun produk setengah jadi. Peta ini juga memuat

informasi penting yang diperlukan untuk proses analisis lebih lanjut seperti waktu yang

dibutuhkan untuk merakit suatu produk,atau jumlah material yan dibutuhkan. Contoh

peta kerja yang Sesuai dengan standar American Society of Mechanical

Engineers(A.S.M.E) ditunjukkan pada Gambar 3.1.

Manfaat yang dapat diperoleh dari peta proses operasi ialah untuk mengetahui

kebutuhan jumlah mesin, dan anggaran yangdibutuhkan untuk membeli atau menyewa

mesin tersebut memperkirakan kebutuhan bahan baku, menentukan tata letak pabrik,

melakukan perbaikan cara kerja, dan memberikan materiu ntuk pelatihan kerja.
Peta Proses Operasi dapat digunakan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi

dari suatu sistem kerja. Peta kerja ini dapat mengidentifikasi kelemahan suatu sistem

kerja, sehingga dapat sistem kerja dapat diperbaiki. kelemahan sistem kerja dapat dilihat

dari jumlah waktu kerja, serta adanya kegiatan operasi yang tidak perlu atau terlalu

banyak Kegiatan pemeriksaan yang tidak memberikan nilai tambah.

Dari sebuah toko diperoleh data sebagai berikut Pembeli| Pelayan Mesin

Keterangan Pembeli Pelayan Mesin


Waktu mengganggur (detik) 48 21 49
Waktu Kerja (detik) 22 49 21
Waktu Total (detik) 70 70 70
6) Berapakah persentase waktu kerja yang dilakukan oleh Pembeli?

a. 80%

b. 41%

c. 31%

d. 71%

7) Berapakah persentase waktu kerja yang dilakukan oleh Pelayan?

a. 70%

b. 30%

a. 90%

b. 50%
8) Berapakah Persentase kegunaan Mesin?

a. 88%

b. 79%%

c. 30%

d. 50%

9) Dibawah ini yang termasuk kegunaan dari Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan,

kecuali....

a. Menyeimbangkan gerakan kedua tangan dan mengurangkelelahan.

b. Menghilangkan dan mengurangi gerakan-gerakan yangtidak efisien dan tidak

produktif

c. Melatih pekerja baru dengan cara kerja yang ideal

d. Bisa mengetahui kebutuhan akadanmesinpenganggarannya.

Tes Formatif
Soal Pilihan Ganda
1) Kegunaan umum dari peta proses kelompok kerja adalah..
a. Menganalisis waktu proses secara jelas
b. Mempercepat waktu penyelesaian produksi atau proses
c. Menganalisis delay dalam suatu aktivitas kerja
d. Mengurangi ongkos produksi atau proses

2) Dibawah ini merupakan kegunaan dari peta aliran proses, kecuali..


a. Alat untuk melakukan perbaikan metode kerja
b. Mengetahui jumlah kegiatan yang dialami oleh bahan,atau orang selama
proses berlangsung
c. Alat untuk menentukan tata letak pabrik
d. Memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian

3) Suatu peta yang menggambarkan suatu hubungan antara operator dengan mesin,
dikenal dengan..
a. Peta Tangan kiri dan Tangan kanan
b. Peta Pekerja dan Mesin
c. Peta proses regu kerja
d. Peta Aliran Proses

4) Berikut ini kegunaan dari peta pekerja dan mesin, kecuali.


a. Merancang kembali mesin dan peralatan
b. Mengubah tata letak tempat kerja
c. Mengetahui aliran suatu proses
d. Mengatur kembali gerakan-gerakan kerja

5) Untuk mendapatkan gerakan-gerakan yang lebih rinci dapat kita ketahui dalam peta
kerja..
a. Peta pekerja dan mesin
b. Peta Aliran Proses
c. Peta Tangan kiri dan tangan kanan
d. Peta Proses Operasi

Daftar Pustaka

American Society of Mechanical Engineers (A.5.M.E). (1947 ASME

standard operation and flow process [Link] America

society of mechanical engineers

Sutalaksana, L Z. Anggawisastra, R. Tjakraatmadja, JH (2006

Teknik Perancangan Sistem Kerja, edisi kedua. Penerbit ITB.


Rangkuman

Peta Kerja adalah suatu alat yang menggambarkan kegiatan kerja secara

sistematis dan jelas. Peta kerja dibagi menjadi dua yaitu peta kerja keseluruhan dan peta

kerja setempat. Peta kerja keseluruhan terdiri dari Peta Proses Operasi, Peta Aliran Proses

peta Proses Regu Kerja, dan Diagram Aliran. Sedangkan, Peta kerja setempat terdiri dari

Peta Pekerja Mesin dan Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan. Meskipun demikian

terdapat masih banyak peta kerja lain yang tidak dibahas dalam buku ini, misalnya

Petarakitan (Assembly Chart)

Peta Proses Operasi adalah peta yang menunjukkan langkah-langkah operasi dan

pemeriksaan yang dialami bahan, sejak awal sampai menjadi produk jadi utuh ataupun

produk setengah jadi Peta Aliran Proses merupakan langkah berikutnya setelah membuat
peta proses operasi, yakni menjelaskan lebih detail pembentuk komponen-komponent

entang pembuatan setiap produk. Peta Proses Regu Kerja digunakan untuk menjelaskan

pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa operator yang bekerjasama. Diagram Aliran

merupakan suatu gambaran aliran material pada suatu layout lantai produksi. Peta Pekerja

dan Mesin menunjukkan hubungan yang eksplisit antara waktu sikius operator dan waktu

siklus mesin atau peralatan. Peta Tangan kiri dan tangan Kanan merupakan peta yang

menggambarkan gerakan tangan kiri dan tangan kanan operator dalam melakukan

pekeraan

4) Dalam Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan (P'TkTK), elemen gerakan "Membawa"

diberi lambang..

a. Re

b. U

c. D

d. M

5) Elemen gerakan "menggunakan” dilambangkan dengan...

a. U

b. H

c. D

d. G
Dinamika Kelas

Lambang dan Simbol di dalam Peta Kerja

1) Berikut ini adalah simbol yang tidak digunakan dalam peta aliran proses, yaitu ……

a.

b.

c.

d.

2) Lambang ialah…

a. Menunggu

b. Disassembly
c. Inspeksi

d. Operasi

3) Simbol berarti bahwa seorang pekerja...

a. Melakukan kerja independen

b. Melakukan kerja bersama operator lain

c. Waktu menganggur

d. Melakukan Kerja Kombinasi

PETA TANGAN KIRI DAN KANAN

PEKERJAAN : Memasang Ban


DEPARTEMENT :
NOMOR PETA : 01
SEKARANG :

DIPETAKAN OLEH : SUNARTI


TANGGAL DIPETAKAN : 4 Desember 2015
BAB IV
PENGUKURAN WAKTU KERJA

Deskripsi Singkat Bab

Bab ini membahas berbagai jenis pengukuran waktu kerja. Isibab ini meliputi

penjelasan masing-masing jenis pengukuran waktukeria termasuk kelemahan dan

kelebihannya. Selain itu, bab ini jugamembahas penggunaan masing-masing jenis

pengukuran waktukerja tersebut.

Relevansi
Pengukuran waktu kerja digunakan untuk menentukanwaktu standar yang

diperlukan operator di suatu perusahaan untuk melaksanakan pekerjaannya. Waktu standar

atau waktu baku ini dapat digunakan untuk mengukur performansi karyawan yang

nantinya akan mengarah ke penjadwalan produksi,penentuan kapasitas produksi,

penentuan gaji karyawan,penentuan perlengkapan kerja, hingga kepada perancangan lantai

produksi.

Capaian Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab Pengukuran Kerja ini, mahasiswa diharapkan

1. Dapat menjelaskan masing-masing jenis pengukuran kerja

2. Dapat mengaplikasikan masing-masing jenis pengukuran kerja

BAB IV PENGUKURAN WAKTU KERIA

Pengukuran waktu kerja mernupakan menentukan lamanya kerja vang dibutuhkan

seorang operator ataupekena dalam menvelesatkan suatu pekejaan yang pesiik padatingkat

keepatan kerja yang nomal dalam lingkungan kerja vangterbaik pada saat itu. Pengukuran

secara langsung dapat dilakukandengan menggunakan metode Pengukuran Jam Henti

(Shgraatotime study) dan Sampling Kerja (Wrk smpling) Sedangkanpengukuran tidak

langsung dapat dilakukan dengan menggunakan Metode Data Waktu Baku dan Data

Waktu Gerakan

Metode pengukuran waktu secara langsung merupakanpengukuran waktu standar di

tempat pekerjaan yang bersangkutandijalankan. Sementara itu, metode pengukuran waktu


secara tidaklangsung merupakan perhitungan waktu kerja dengan membaca tabel waktu

yang tersedia.

Tabel 4-1 Kelebihan dan Kekurangan Metode Pengukuran Waktu Kerja

Pengukuran Waktu Kerja Langsung Pengukuran Wkatu Kerja Tidak Langsung

Kelebihan Kekurangan Kelebihan Kekurangan

Belum ada data waktu Gerakan


Waktu lebih Waktu relative berupa table -tabel waktu Gerakan
Lama singkat yang menyeluruh dan rinci

Praktis
Tabel yang digunakan untuk orang
Biaya Lebih Biaya lebih eropa , tidak cocok dengan orang
Mahal murah Indonesia
Diperlukan ketelitian tinggi

.1 Pengukuran Waktu kerja secara Langsung

Dalam metode ini pengukuran waktu standar dilakukan cara langsung yaitu di

tempat pekerjaan yang bersangkutan dijalankan Cara yang termasuk dalam metode ini

adalah cara jam henti (stopwatch) dan sampling pekerjaan (zerk sampling)

.1.1 Pengukuran Waktu Kerja dengan Metode Jam Henti

Pada sekitar abad ke-19, Fedrerick Winsliow Tailormenemukan teknik

pengukuran kerja dengan metode jam hent Kanigel, 1997). Menurut Wignjosobroto

(2003), pengukuran walkkerja dengan metode jam hent (Stopoatck time sthuiy)

merupalkanteknik pengukuran kerja langsung yang digunakan untuk pekerjaan yang

bersifat singkat dan berulang. Sesuai namanyapengukuran kerja dengan teknik ini

menggunakan stapeich Gamhenti) untuk mengukur waktu kerja operator.


Kelebihan teknik pengukuran kerja dengan metode jam hentini adalah memiliki

langkah-langkah yang sederhana, sehingga populer dan banyak digunakan. Sedangkan

kelemahan dar-pengukuran kerja ini adalah memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya

yang cukup besar karena harus ada pengamat yaharus mengamati operator secara langsung

sepanjang was

Menurut Sutalaksana dkk (2006), terdapat beberapa hal yng dilakukan sebelum

melakukan pengukuran wakta sedengan jam henti. Beberapa hal yang harus diperhatikan

teriedahulu diantaranya menetapkan tujuan pengukuran, melakukan penelitian

pendahuluan jika diperlukan, menentukan operdiamjenis pekerjaan yang akaniyang akan

diamati, menetukan mempersiapkan peralatan, memiih metode yang tepat

 Sebelum Pengukuran
a) Tujuan pengukuran
sebelum mulai mengukur waktu kerja tujuan pngasrus ditetapkan terlebih dahulu
karena ajuasebe
berpengaruh terhadap beberapa hal lain terkait pengukuran seperti tingkat ketelitian dan

tingkat Keyakinan yang diinginkan dari hasil pengukuran yang akan dilakukan tersebut.

Jika pengukuran waktu kerja dimaksudkan untuk menentukan upah pekerja, maka

tingkat ketelitian dan keyakinan dari pengukuran tersebut harus tinggi

karenaberhubungan dengan keuntungan perusahaan. Jikapengukuran digunakan untuk

memperkirakan waktu "kasardari suatu pekerjaan, maka tingkat ketelitian dan tingkat

keyakinan yang diharapkan tidak perlu terlalu tinggi.

b) Penelitian pendahuluan

Penelitian pendahuluan perlu dilakukan sebelum melakukanpengukuran yang

sesungguhnya untuk memastikan bahwakondisi kerja dan pekerjaan yang akan diukur

sudah baik.

c) Operator yang akan diamati


Mengingat pengukuran kerja dengan metode jam henti memerlukan pengamatan

langsung sepanjang pekerjaan terhadap seorang operator, maka diperlukan operator

yang dapat bekerja dengan normal, yaitu operator dengan kemampuan bekerja "rata-

rata", mampu bekerja secara waja rtanpa canggung dan dapat diajak bekerja sama. Jika

perlu,operator tersebut harus dilatih terlebih dahulu untuk dapat memenuhi persyaratan

yang ditetapkan.

d) Pekerjaan yang akan diukur waktunya

Pekerjaan yang akan diukur waktunya dengan menggunakan jam hentih endaknya

diuraikan serinci mungkin sesuai ketelitian yang [Link] elemen pekerjaan

disarankan terdiri dari satu atau gabungan dari elemen-elemen gerakan. Selain itu,

pengukur harus mengusahakan agar tidak ada elemen pekerjaa yang tertinggal.

Pemisahanantar elemen kerja harus jelas.

e) Alat yang digunakanuk mengakur

Alat yans digunaka nsaat melakukan pengukuran kerja dengan metode jam henti .yaitu

jam henti lembar pengamatan,pena atau pensil dan papan pengamatan. Jam henti berguna

untuk mengukur waktu kerja secara langsung . menurut Frevalds & hubes 2014, tedaput

dua jenis iam henti yaitu jam tradisiomal dengan menit desimal(001 menit) dan elektronik

Sedangkan lembar pengamatan bermanfaat untuk mencatat data waktu kerja. Terdapat

dua macam lembar pengamatan., yaitu lembar untuk mengukur keselurahan dan lebar

untuk pengukuran elemen Pena atau pensill berguna untuk menulis pengamatan untuk

alas lembar pengmatan.

f) Metode yan akan digunakan unk mengiur


Menurat Freivalds & Niebels (2014) ada dus metode gangdigunakan untuk mengukur

wak kera dengan am heryakni metode smphack dan metodde cm Pada metodesnapback,

setelah waktu pada jam terbaca pada jarzk tertentmaka pada titiistirahat diantara elemen

wait pada jamdikembalikan ke titik a Sehingga. elemen beriuya akandimulai dari titik nol.

Sedangian pada metode cnswaktu pada stopontch akan terus beralan selama

keselurahanpengukuran dilakukan

 Pada saat pengukuran

Selain itu, terdapat tahapan-tahapan pada saat pengukuran dengan jam henti,antara lain

melakukan pengukuran pendahuluan. Tujuan dari pengukuran pendahuluan ini adalah

untuk mengetahui jumlah pengukuran yang harus dilakukan secara statistik. Adapun

langkah-langkah yang dilakukan pada pengukuran pendahuluan adalah :

a. Mengelompokan data yang didapat aelana pengamatan ke dalan subgroup Masing-

masing sub group dituung ,data rata ratanya

b. Menghitung rata rata subgroup denan rumus

Dimana

adalah rata-rata dari mub group kei

adalah banyaknya sulb group yang terberituk

c. Menghitung standar dari deviasi waktu yang diamati dengan rumus


Dimana:

NJumlah pengamatan pendahuluan

Data waktu yang diperoleh selama penyanatan pendahuluan

d. Menghitung standar deviasi dari distribusi rata-rata subgroup

Dimana

n:jumlah pengamatan pendahuluan

e. Uji keseragaman data

Selanjutrya, peneliti menghitung BKA/UCL (Batas Kendali Atas/Upper Control

limit) dan BKB/LCL (Batas Kendali Bawah/Lower Control Limit) mernggunakarn

rumus

UCL = ꭓ +30

LCL = ꭓ +30

Sub grup yang rata-ratanya diluar batas kendali atas dan batas kendali bawah tidak

dinertakan dalam perhitungan selanjutnya

Nilal pl, apabila operator bekerja lebih lambat dari keadaan normal. Nilal pl, jika

operator bekerja lebih cepat dari keadaan normal.

Nilai p-1, apabila operator bekerja pada keadaan normal

C. Menghitung waktu baku (Wb)

Waktu baku adalah waktu standar untuk melakukan suatu pekerjaan Waktu

baku adalah hasil akhir dari prosesp engukuran kerja dan akan digunakan sebagai

patokan waktu yang ideal untuk melakukan suatu pekerjaan. Untuk mendapatkan

waktu baku, harus disertakan kelonggaran yang merupakan toleransi waktu yang

dapat diberikan untuk suatu pekerjaan


Wb – Wn ( 1 + AF)

AF: Allownce Factors ( faktor kelonggaran )

[Link].2Pengukuran Waktu dengan Metode Sampling Pekerjaan

Pengukuran waktu kerja dengan mengunakan metode sampling pekerjaan

merupakan salah satu pengukuran langsung karema dilakukan secara langaung di

tempat berjalannya [Link] metode sampling pekerjaan, pengamat tidak

perlu terusmenerus menjadi pengamat di tempat pekerjaan melainkan hanyabeberapa

saat pada waktu-waktu yang ditentukan secara [Link] kerja

dengan metode sampling adalah

 Mengetahui dintribusi waktu yang dibutuhkan selama waktu bekerja

berlangaung

 Menyetahui tingkat kegunaan dari mesin-mesin atau alat-ala di tempat kerja

 Serara tidak langauny menentukan waktu baku bagi para pekerja

 Kelonggaran suatu pekerjaan dapal dipredika


BAB V
TEKNIK IDENTIFIKASI MASALAH

Deskripsi Singkat

Bab ini membahas berbagai jenis tools yang digunakan untuk mengidentifikasi setiap

masalah utamanya secara statistik. Selain itu bab ini juga membahas bermacam-macam

jenis pemborosan (aste) serta cara meminimalkan pemborosan tersebut.


Relevansi

Teknik identifikasi masalah merupakan hal yang penting untuk dipelajari, karena teknik

ini berisi berbagai macam tools yang dapat diterapkan dalam menghadapi masalah di

dunia industry Penguasaan tools tersebut berguna untuk menemukan solusi secara tepat

dan cepat.

Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari Bab Pengukuran Kerja ini, mahasiswa diharapkan :

1. Dapat menjelaskan masing-masing jenis seven tools

2. Dapat mengaplikasikan masing-masing jenis seven tools

3. Dapat mengenali dan mengeliminasi macam-macam pemborosan di perusahaan

BAB V TEKNIK IDENTIFIKASI MASALAH

5.1 Tujuh Pemborosan


Tujuh pemborosan atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan isilah seven wastes

atau sering disebut dengan muda dalam Bahasa yang menyerap atau kegiatan merupakan

sebuah Jepang memboroskan sumber daya seperti pengeluaran biaya ataupun waktu

tambahan tetapi tidak menambahkan nilai apapun dalam Segala bentuk pemborosan

dalam lea kegiatan tersebut. perlu dihilangkan. Tujuh Pemborosan ini manufacturtng

diperkenalkan oleh Taichi Ono dari Jepang yang bekerja untuk Toyota.
Berikut ini adalah tujuh Pemborosan:

1. Transportasi
Transportasi merupakan proses pemindahan barang dari suatu tempat ke tempat lain

baik barang mentah, barang setengah jadi maupun barang jadi. Transportasi

merupakan kegiatan pemborosan karena tata letak produksi yang buruk sehingga

menambah risiko barang yang dibawa menjadi rusak atau hilang

2. Gerakan
Gerakan tergolong pemborosan karena danya gerakan pekerja dan mesin yang tidak

perlu bahkan tidak memberikan nilai tambah terhadap produk

3. Menunggu

Menunggu merupakan proses yang tidak seimbang dan membuat terbuangnya waktu

karena tidak melakukan kegiatan apapun. Menunggu dalam proses produksi bisa

berupa mesin atau peralatan rusak atau karena inventori yang terlalu banyak

4. persediaan

Persediaan merupakan pemborosan karena menggunakan modal bahkan membutuhkan

ruang lebih untuk menyimpannya. Bahkan apabila persediaan telah usang akan

menimbulkan masalah baru

5. Barang rusak

Barang rusak merupakan hasil produksi yang rusak maupun cacat karena kesalahan

produksi, sehingga tidak bisa lagi untuk didistibusikan. Barang rusak dapat diperbaiki
dengan cara pengerjaan ulang, penggantian proses produksi, maupun perbaikan sistem

produksi.

6. Proses yang berlebihan

Proses yang berlebihan disebabkan karena proses pengolahan yang tidak benar dan tidak

efisien, sehingga terlalu banyak langkah untuk membuat satu produk.

7. Produksi yang berlebihan

Produksi yang berlebihan adalah kegiatan memproduksi barang setengah jadi maupun

barang jadi yang tidak sesuai dengan permintaan pasar, pada akhirnya hanya membuat

limbah dan tidak menambah nilai jual. Biasanya disebabkan karena waktu set up mesin

yang lama,

5.2 Seven Tools


Dalam Statistical Process Controls, terdapat beberapa tools yang sering digunakan dalam

rangka perbaikan suatu proses atau penyelesaian masalah, dikenal sebagat Seven Tools.

Seven tools merupakan tujuh alat bantu yang dapat digunakan untuk menganalisis

permasalahan dengan sebaik-baiknya dengan menelusuri berbagai kemungkinan

penyebab persoalan dan memperjelas kenyataan atau fenomena yang autentik dalam suatu

persoalan.

Seven tools terdiri dari :


1. Check sheet

Check sheet merupakan alat yang berguna pada tahap awalperbaikan proses untuk

mengumpulkan data pada operasi yang telah atau sedang berjalan Contohnya, seorang

pekerja sedangmengembangkan check sheet untuk mengumpulkan data

mengenaikecacatan yang terjadi pada suatu produk. Berikut ini merupakan contoh cheok

sheet yang sedang dikembangkan.

Tabel 5-1 Contoh Check Sheet


September 2016
Produk cacat Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Total
Tidak simestris III III I I 9
Berlubang II I II II 7
Tergores I I I IIII 7

Saat mendesain check sheet, sangat perlu untuk menjabarkan tipe data yang

dikumpulkan, nomor part atau operasi, tanggal, analyst, dan informasi penting lainnya

dalam mendiagnosa penyebab buruknya suatu kinerja. Jika check sheet merupakan dasar

dalam menyelesaikan perhitungan berikutnya atau digunakanc sebagai masukan data pada

worksheet, maka perlu dipastikan bahwa check sheet merupakan pilihan yang tepat.

2. Histogram

Histogram adalah diagram batang yang menggambarkan distribusi data yang

bentuknya berupa karakteristik mutu. Hasil plot data akan memudahkan dalam

menganalisis kecenderungan adalah histogram Karakteristik Adapun

[Link] menjelaskan variasi proses, namun belum mengurutkarangking

dari variasi terbesar sampai dengan yang terkecil.

tulang ikan (fislhbone dingram) dan ditemukan oleh Dr. KaoruIshikawa yang seorang

ilmuwan Jepang (Purba, 2016). Berikut inimerupakan langkah dalam penggunaan cause

and effect diagram:

a. Definisikan masalah atau dampak yang akan dianalisis

b. Bentuk tim untuk melakukan analisis

c. Gambarkan kotak akibat dan garis tengahnya

d. Jabarkan kategori potensi penyebab terbesar dalam kotakdan hubungkan kotak

tersebut dengan garis tengah


e. Identifikasi kemungkinan penyebab dan kelompokkan kedalam kategori seperti pada

Langkah (d). Buat kategori baru jika diperlukan

f. Buat peringkat dari seluruh penyebab untuk mengidentifikasi penyebab manakah

yang paling berpengaruh

g. Ambil tindakan perbaikan

Dalam menganalisis kecacatan pada suatu produk, tim perlu menyisipkan 5 katagori

untuk meninjau masalah, seperti mesin, material, metode dan personel, pengukuran

dan lingkungan dari masing – masing tersebut, diidentifikasi lagi sub penyebab yang

terjadi

6. Peta Kendali (Control Chart)

Peta kendall merupakan salah satu alat unituk melakukan pengendalian proses

statistis Peta kemdali atau omtroldigunakan untuk menganalisa hasil dan suatu

[Link] data yang keluar dari batas kemdali atas/upper control (BKAJUCL

ataupun batas kendali bawah / upper control limit (BKB/LCL) serta data tidak

menunjukkan gejala-geala penyimpangan maka dapat dikatakan proses telah

terkendali. Sebaliknya jika addata yang keluar dari batas-batas kedall, maka prones

tersebutbelum stabil Data yang keluar dari batas kendali tersebu tdisebabkan karena
adamya penyebab khusus (special cause), Selaini tu dengan membuat peta kendali

dapat diketahui kecakapa proses (proces capability)

Peta Kerdali dapat digurakan untuk: (1) membedakan variaiyang bersifat acak

(ranidom) terdapat variasi yang timbul akibatsebab-sebab tertenitu, (2) memonitor

terjadinya perubahan proses(3) membantu menentukan sebab terjadinya suatu variasi

Anda mungkin juga menyukai