0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
322 tayangan20 halaman

Fungsi dan Klasifikasi Current Transformer

Current Transformer (CT) atau Transformator Arus digunakan untuk mengukur arus besar pada jaringan tegangan tinggi dengan cara mentransformasikan arus besar menjadi arus kecil untuk keperluan pengukuran dan proteksi. Bab I membahas latar belakang dan tujuan penggunaan CT, sementara Bab II membahas dasar teori tentang bagian-bagian, klasifikasi, dan prinsip kerja CT. Bab III lebih lanjut membahas pembahasan tentang bagian-bagian,

Diunggah oleh

citra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
322 tayangan20 halaman

Fungsi dan Klasifikasi Current Transformer

Current Transformer (CT) atau Transformator Arus digunakan untuk mengukur arus besar pada jaringan tegangan tinggi dengan cara mentransformasikan arus besar menjadi arus kecil untuk keperluan pengukuran dan proteksi. Bab I membahas latar belakang dan tujuan penggunaan CT, sementara Bab II membahas dasar teori tentang bagian-bagian, klasifikasi, dan prinsip kerja CT. Bab III lebih lanjut membahas pembahasan tentang bagian-bagian,

Diunggah oleh

citra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Trafo arus digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusanampere dan
arus yang rnengalir dalam jaringan tegangan tinggi. Jika arus yang hendak diukur
mengalir pada jaringan tegangan rendah dan besarnya di bawah 5A, maka pengukuran
dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan suatuammeter yang
dihubungkan seri dengan jaringan. Tetapi jika arus yang hendak diukur mengalir pada
jaringan tegangan tinggi, meskipun besarnya di bawah 5 A,maka pengukuran tidak
dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakansuatu ammeter, karena cara yang
demikian berbahaya bagi operator. Cara itu juga berbahaya bagi ammeter yang
digunakan karena isolasi ammeter tidak dirancanguntuk memikul tegangan tinggi. Jika
arus yang hendak diukur mengalir pada jaringan tegangan rendah dan besarnya lebih
dari 5 A, maka pengukuran tidak dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan
suatu ammeter. Karena pada umumnya, batas kemampuan ammeter hanya mengukur
arus di bawah 5 A.
Di samping untuk pengukuran arus, trafo arus juga dibutuhkan untuk
pengukurandaya dan energi, pengukuran jarak jauh dan rele proteksi. Kumparan primer
trafoarus dihubungkan seri dengan jaringan atau peralatan yang akan diukur
arusnya,sedang kumparan sekunder dihubungkan dengan meter atau rele proteksi.
Padaumumnya peralatan ukur dan rele membutuhkan arus 1 atau 5 A.
Trafo arus bekerja sebagai trafo yang terhubung singkat. Kawasan kerja trafo
arusyang digunakan untuk pengukuran biasanya 0,05 sampai 1,2 kali arus yang
akandiukur Trafo arus untuk proteksi biasanya harus mampu bekerja lebih dari 10
kaliarus pengenalnya.
Berikut ini akan dijelaskan tentang bagian-bagian atau komponen trafo arus,
klasifikasi, lokasi pemasangan, prinsip kerja, kelebihan dan kekurangan dari trafo arus
tersebut.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dapat disusun Rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apa saja bagian dari current Transformer ?
2. Bagaimana klasifikasi Current Transformer ?
3. Bagaimanakah lokasi pemasangan Current Transformer ?
4. Bagaimana prinsip kerja Current Transformer ?
5. Apakah kelebihan Current Transformer ?
6. Bagaimana cara pemilihan burden pada Current Transformer ?
7. Bagaimana cara pengujian Transformator Arus ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui bagian-bagian/komponen dari Current Transformer.
2. Untuk mengetahui klasifikasi dari Current Transformer.
3. Untuk mengetahui lokasi pemasangan pada Current Transformer.
4. Untuk mengetahui prinsip kerja dari Current Transformer.
5. Untuk mengetahui kelebihan dari Current Transformer.
6. Untuk mengetahui cara pemilihan burden pada Current Transformer.
7. Untuk mengetahui cara pengujian Transformator Arus.

2
BAB II

DASAR TEORI

Current Transformer (CT) atau Transformator Arus yaitu peralatan yang


digunakan untuk melakukan pengukuran besaran arus pada instalasi tenaga listrik disisi
primer (TET, TT, dan TM) yang berskala besar dengan melakukan transformasi dari
besaran arus yang besar menjadi besaran arus yang kecil secara akurat dan teliti untuk
keperluan pengukuran dan proteksi.

Current Transformer (CT) atau Transformator Arus adalah transformator yang


berfungsi untuk :

a. Memperkecil besaran arus listrik (Ampere) pada sistem tenaga listrik menjadi
besaran arus untuk sistem pengukuran dan proteksi.
b. Mengisolasi rangkaian sekunder terhadap rangkaian primer, yaitu memisahkan
instalasi pengukuran dan proteksi dari tegangan tinggi.
c. Memungkinkan standarisasi rating arus untuk peralatan sisi sekunder.

3
BAB III

PEMBAHASAN

Pembahasan dalam makalah ini memaparkan tentang teori Current


Transformer. Paparan Teori yaitu sebagai berikut.

A. Bagian dari Current Transformer.


Bagian – bagian / Komponen Trafo Arus (Current Transformer ).
1. Tipe cincin (ring / window type) dan Tipe cor-coran cast resin
(mounded cast resin type)

Gambar 1.16. CT tipecincin

Gambar 1.17. Komponen CT tipe cincin

4
Keterangan
1. Terminal utama (primary terminal)
2. Terminal sekunder (secondary terminal).
3. Kumparan sekunder (secondary winding).

CT tipe cincin dan cor-coran cast resin biasanya digunakan pada kubikel
penyulang (tegangan 20 kV dan pemasangan indoor). Jenis isolasi pada
CT cincin adalah Cast Resi
2. TipeTangki

Gambar 1.18. Komponen CT tipe tangki

KomponenTrafo arus tipe tangki


1. Bagian atas Trafo arus (transformator head).
2. Peredam perlawanan pemuaian minyak (oil resistant expansion bellows).
3. Terminal utama (primary terminal).
4. Penjepit (clamps).

5
5. Inti kumparan dengan belitan berisolasi utama (core and coil assembly
with primary winding and main insulation).
6. Inti dengan kumparan sekunder (core with secondary windings).
7. Tangki (tank).
8. Tempat terminal (terminal box).
9. Plat untuk pentanahan (earthing plate).

Jenis isolasi pada trafo arus tipe tangki adalah minyak. Trafo arus isolasi
minyak banyak digunakan pada pengukuran arus tegangan tinggi, umumnya
digunakan pada pasangan di luar ruangan (outdoor) misalkan trafo arus tipe
bushing yang digunakan pada pengukuran arus penghantar tegangan 70 kV, 150 kV
dan 500 kV.

B. Klasifikasi Current Transformer

Dalam pemakaian sehari-hari, trafo arus dibagi menjadi jenis-jenis


tertentu berdasarkan syarat-syarat tertentu pula, adapun pembagian jenis trafo
arus adalah sebagai berikut.

1. Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Kumparan Primer.


a. Jenis Kumparan (Wound)

Biasa digunakan untuk pengukuran pada arus rendah, burden yang besar,
atau pengukuran yang membutuhkan ketelitian tinggi. Belitan primer
tergantung pada arus primer yang akan diukur, biasanya tidak lebih dari
5 belitan. Penambahan belitan primer akan mengurangi faktor thermal
dan dinamis arus hubung singkat.

b. Jenis Bar (Bar)

Konstruksinya mampu menahan arus hubung singkat yang cukup tinggi


sehingga memiliki faktor thermis dan dinamis arus hubung singkat yang
tinggi. Keburukannya, ukuran inti yang paling ekonomis diperoleh pada
arus pengenal yang cukup tinggi yaitu 1000A.

6
2. Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Rasio.
a. Jenis Rasio Tunggal

Rasio tunggal adalah trafo arus dengan satu kumparan primer dan
satu kumparan sekunder.

b. Jenis Rasio Ganda

Rasio ganda diperoleh dengan membagi kumparan primer menjadi


beberapa kelompok yang dihubungkan seri atau paralel.

3. Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Inti


a. Inti Tunggal

Digunakan apabila sistem membutuhkan salah satu fungsi saja, yaitu


untuk pengukuran atau proteksi.

b. Inti Ganda

Digunakan apabila sistem membutuhkan arus untuk pengukuran dan


proteksi sekaligus.

4. Jenis Trafo Arus Menurut Konstruksi Isolasi.


a. Isolasi Epoksi-Resin.
Biasa dipakai hingga tegangan 110KV. Memiliki kekuatan
hubung singkat yang cukup tinggi karena semua belitan tertanam
pada bahan isolasi. Terdapat 2 jenis, yaitu jenis bushing dan
pendukung.
b. Isolasi Minyak-Kertas.
Isolasi minyak kertas ditempatkan pada kerangka porselen.
Merupakan trafo arus untuk tegangan tinggi yang digunakan pada
gardu induk dengan pemasangan luar. Dibedakan menjadi jenis
tangki logam, kerangka isolasi, dan jenis gardu. Kelebihannya,
penyulang pada sisi primer lebih pendek, digunakan untuk arus
pengenal dan arus hubung singkat yang besar.

7
c. Isolasi Koaksial.
Jenis trafo arus dengan isolasi koaksial biasa ditemui pada kabel,
bushing trafo, atau pada rel daya berisolasi gas SF6. Sering
digunakan inti berbentuk cincin dengan belitan sekunder yang dibelit
secara seragam pada cincin dan dimasukkan pada isolasi, dengan
demikian terbuka jalan untuk membawa lapisan terluar bagian yang
di-ground keluar dari trafo arus

C. Jenis Pemasangan Current Transformer

Berdasarkan lokasi pemasangannya, trafo arus dibagi menjadi dua


kelompok, yaitu.

1. Trafo arus pemasangan luar ruangan (outdoor)

Trafo arus pemasangan luar ruangan memiliki konstruksi fisik yang


kokoh, isolasi yang baik, biasanya menggunakan isolasi minyak
untuk rangkaian elektrik internal dan bahan keramik/porcelain untuk

Gambar 1.8. Trafo Arus Pemasangan Luar Ruangan

8
2. Trafo arus pemasangan dalam ruangan (indoor).
Trafo arus pemasangan dalam ruangan biasanya memiliki ukuran
yang lebih kecil dari pada trafo arus pemasangan luar ruangan,
menggunakan isolator dari bahan resin.

9
Gambar Trafo Arus Pemasangan Dalam Ruangan

D. Prinsip kerja Current Transformer / Transformator Arus


Prinsip kerja trafo arus sama dengan trafo daya satu fasa. Bila pada
kumparan primer mengalir arus I1, maka pada kumparan timbul gaya
gerak magnet sebesar N1I1. Gaya gerak ini memproduksi fluks pada inti, dan
fluks ini membangkitkan gaya gerak listrik pada kumparan sekunder.
Bila terminal kumparan sekunder tertutup, maka pada kumparan sekunder
mengalir arus I1. Arus ini menimbulkan gaya gerak magnet N2I2 pada
kumparan sekunder. Pada trafo arus biasa dipasang burden pada bagian
sekunder yang berfungsi sebagai impedansi beban, sehingga trafo tidak
benar-benar short circuit. Apabila trafo adalah trafo ideal, maka berlaku
persamaan :
N1I1 = N2I2
I1/I2 = N2/N1

10
di mana, N1 : Jumlah belitan kumparan primer
N2 : Jumlah belitan kumparan sekunder
I1 : Arus kumparan primer
I2 : Arus kumparan sekunder

E. Kelebihan dari Curret Transformer / Transformator Arus


1. Tidak mengganggu sistem yang diukur.
2. Dapat digunakan untuk pengukuran arus tinggi.
3. Mudah dalam pemasangan.

F. Pemilihan Burden
Istilah burden selalu muncul dalam pembahasan mengenai trafo
instrumentasi, baik itu trafo arus maupun trafo tegangan. Istilah ini juga
kadang-kadang selalu disamakan dengan istilah load. Karena pengertian dari
burden sangat penting dan berpengaruh signifikan kepada kelas akurasi
sebuah trafo arus dan trafo tegangan, maka kami coba menyajikannya secara
komprehensif untuk membantu praktisi yang bergerak dibidang control
tegangan menengah memahami lebih baik terkait pemahaman tentang
burden.
Sebagai permulaan, kami akan mencoba memaparkan pengertian burden untuk trafo
arus.
Definisi Burden
Jika mengacu pada standar IEC 60044-1 tentang istilah burden, berikut ini
adalah kutipannya dalam bahasa inggris.
The impedance of the secondary circuit in ohms and power-factor.
The burden is usually expressed as the apparent power in voltamperes absorbed at a
specified power-factor and at the rated secondary current.
Berdasarkan definisi diatas, pengertian burden adalah impedansi dari rangkaian
sekunder di dalam satuan Ohm dan power factor.
Dengan demikian, sebuah burden dapat diekspresikan dalam 2 cara, yaitu: 

11
1. Sebuah burden dinyatakan sebagai total impedans dari rangkaian sekunder dalam
satuan Ohms. Definisi ini biasa digunakan dalam standard ANSI/IEEE. Table 1
menunjukan burden berdasarkan ANSI.

Standar Burden Berdasarkan ANSI/IEEE C57.13


Contoh spesifikasi kelas akurasi dan burden berdasarkan ANSI/IEEE untuk trafo
pengukuran.
0.3B0.2
Dimana 0.3 adalah kelas akurasi dengan batas kesalahan 0.3% dan B0.2 adalah
burden untuk trafo pengukuran dengan nilai impedansi nya 0.2 Ohm
0.6B0.9
Dimana 0.6 adalah kelas akurasi dengan batas kesalahan 0.6% dan B0.9 adalah
burden untuk trafo pengukuran dengan nilai impedansi nya 0.9 Ohm

2. Sebuah burden dinyatakan dalam bentuk daya nyata VoltAmpere (Apparent power,
VA) pada power faktor yang sudah ditentukan pada arus sekunder pengenal (Rated
Secondary Current). Definisi ini biasa digunakan dalam standard IEC60044-1. Standar
IEC 60044-1 mensyaratkan pabrikan untuk melakukan pengujian dengan menggunakan
burden pada nilai tertentu dan power factor 0.8 lagging sebagaimana kutipan dibawah
ini yang berdasarkan standar IEC60044-1.

For testing purposes when determining current error and phase displacement,
the burden shall have a power-factor of 0.8 inductive except that, where the burden is
less than 5 VA, a power factor of 1.0 is permissible.

12
Catatan:
Kelas akurasi dan Burden adalah 2 hal yang saling terkait, sehingga selalu
didefinisikan bersamaan. Nilai akurasi akan bergeser dari nilai yang sudah
ditentukan apabila burden yang digunakan lebih besar atau lebih kecil dari batasan
burden yang telah ditentukan.

Sedangkan kita tahu, definisi dari rangkaian sekunder adalah rangkaian yang
dihubungkan dengan kumparan sekunder dari trafo arus. Rangkaian sekunder bisa
meliputi kabel, ataupun peralatan ukur maupun proteksi.
Jika di ilustrasikan dalam bentuk grafik, pengertian burden ditunjukan pada gambar
dibawah ini.

Dengan demikian, pengertian burden pada trafo arus meliputi semua komponen yang
terhubung dengan kumparan sekunder dari trafo arus seperti peralatan meter atau
proteksi, konektor, kabel, lampu indicator dan lain sebagainya. Pada contoh diatas,
burden meliputi impedansi kabel penghubung dan peralatan ukur atau proteksi.

Karena resistansi dari kabel penghubung antara terminal sekunder trafo arus dengan
peralatan ukur atau proteksi sangat berdampak kepada kinerja dari sebuah trafo arus,
maka beberapa hal dibawah ini perlu diperhatikan.

 Apabila peralatan ukur atau proteksi terletak jauh dari terminal sekunder, maka
sebaiknya digunakan trafo arus dengan keluaran arus sekunder yang kecil,
misalnya 1 ampere. Menggunakan trafo arus dengan keluaran 5 ampere untuk
alat ukur yang terletak jauh dari terminal sekunder, akan menyebabkan VA yang
diserap oleh kabel jauh lebih besar.

13
  Untuk memastikan nilai akurasi berada pada kisaran yang sesuai dengan hasil
dari pabrikan, maka nilai burden harus pada kisaran 25% hingga 100% dari rated
burdennya (untuk CT dengan standar IEC60044-1) atau pada kisaran rated
burdennya untuk standar ANSI/IEEE C57.13
 Penggunaan burden yang jauh lebih besar atau lebih kecil dari burden pengenal
(rated burden), akan menyebabkan kesalahan rasio (ratio error dan pergeseran
fasa) menjadi semakin besar.
 Penggunaan burden yang tidak sesuai, juga akan mengakibatkan pergeseran nilai
FS atau ALF, sehingga bisa menyebabkan kerusakan pada peralatan ukur atau
CT menjadi lebih cepat saturasi.

Tabel dibawah ini adalah nilai relatif VA untuk beberapa alat ukur:
Instrument Type Approximate Burden
Ammeter 0.5 – 5 VA
Voltmeter 2-5 VA
Frequesncy Meter 1-5 VA
Protection Relay 0.2-30 VA

G. Pengujian Trafo Arus (Current Transformer)

CT atau Trafo Arus merupakan perantara pengukuran arus, dimana keterbatasan


kemampuan baca alat ukur. Misal pada sistem saluran tegangan tinggi, arus yang
mengalir adalah 2000A sedangkan alat ukur yang ada hanya sebatas 5A. Maka
dibutuhkan sebuah CT yang mengubah representasi nilai aktual 2000A di lapangan
menjadi 5A sehingga terbaca oleh alat ukur.
CT umumnya selain digunakan sebagai media pembacaan juga digunakan dalam
sistem proteksi sistem tenaga listrik. Sistem proteksi dalam sistem tenaga listrik
sangatlah kompleks sehingga CT itu sendiri dibuat dengan spesifikasi dan kelas yang
bervariatif sesuai dengan kebituhan sistem yang ada.
Spesifikasi pada CT antara lain:
1. Ratio CT, rasio CT merupakan spesifikasi dasar yang harus ada pada CT,
dimana representasi nilai arus yang ada di lapangan di hitung dari besarnya rasio
CT. Misal CT dengan rasio 2000/5A, nilai yang terukur di skunder CT adalah
2.5A, maka nilai aktual arus yang mengalir di penghantar adalah 1000A.
Kesalahan rasio ataupun besarnya presentasi error (%err.) dapat berdampak pada

14
besarnya kesalahan pembacaan di alat ukur, kesalahan penghitungan tarif, dan
kesalahan operasi sistem proteksi.
2. Burden atau nilai maksimum daya (dalam satuan VA) yang mampu dipikul oleh
CT. Nilai daya ini harus lebih besar dari nilai yang terukur dari terminal skunder
CT sampai dengan koil relay proteksi yang dikerjakan. Apabila lebih kecil,
maka relay proteksi tidak akan bekerja untuk mengetripkan CB/PMT apabila
terjadi gangguan.
3. Class, kelas CT menentukan untuk sistem proteksi jenis apakah core CT
tersebut. Misal untuk proteksi arus lebih digunakan kelas 5P20, untuk kelas tarif
metering digunakan kelas 0.2 atau 0.5, untuk sistem proteksi busbar digunakan
Class X atau PX.
4. Kneepoint, adalah titik saturasi/jenuh saat CT melakukan excitasi tegangan.
Umumnya proteksi busbar menggunakan tegangan sebagai penggerak koilnya.
Tegangan dapat dihasilkan oleh CT ketika skunder CT diberikan impedansi
seperti yang tertera pada Hukum Ohm. Kneepoint hanya terdapat pada CT
dengan Class X atau PX. Besarnya tegangan kneepoint bisa mencapai 2000Volt,
dan tentu saja besarnya kneepoint tergantung dari nilai atau desain yang
diinginkan.
5. Secondary Winding Resistance (Rct), atau impedansi dalam CT. Impedansi
dalam CT pada umumnya sangat kecil, namun pada Class X nilai ini ditentukan
dan tidak boleh melebihi nilai yang tertera disana. Misal: <2.5Ohm, maka
impedansi CT pada Class X tidak boleh lebih dari 2.5Ohm atau CT tersebut
dikembalikan ke pabrik untuk dilakukan penggantian.

Berdasarkan kriteria diatas, maka dapat dilakukan pengujian CT sebagai berikut:


.
Ratio Test
 
Misal: Ratio CT = 2000/5A
Untuk melakukan pengujian bahwa apakah benar nilai skunder CT tersebut apabila line
primer diberi arus sebesar 2000A adalah 5A, maka disini diperlukan alat injeksi arus
yang mampu mengalirkan arus sebesar 2000A. Tentu saja alat ini sangat langka dan
besar sekali.

15
Cara alternatif yang biasa digunakan adalah dengan alat inject yang lebih kecil, misal
500A. Untuk mendapatkan nilai 2000A maka kita dapat membuat gulungan atau lilitan
sebanyak 2000A/500A = 4 kali gulungan.

Tentu saja nilainya tidaklah tepat seperti yang tertera pada kalkulator tapi setidaknya
nilai tersebut dapat tercapai. Metering ataupun instrument terpasang harus menunjukkan
nilai kurang-lebih 2000A.
Pada kasus umumnya yang terjadi di lapangan, ternyata jenis alat test yang mampu
menghasilkan arus dalam jumlah yang besar ini cukup susah untuk dicari (karena
harganya mahal maka umumnya kami rental dari temen-temen)
Di balik itu ternyata banyak CT yang hasil pengukurannya tidak linear / atau tidak
berbanding lurus dengan rasio yang tertera. Dengan kata lain nilai presentase error-
reading-nya bervariatif dan umumnya semakin kecil arus yang diberikan,
presentase error-reading-nya semakin besar melampaui batas spesifikasi CT yang
tertera padanameplate. Padahal untuk beberapa sistem proteksi seperti Distance
Relay menggunakan pembacaan parameter arus pada nilai yang rendah.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

1. klasifikasi Transformator Arus adalah :

a. Transformator Arus menurut jumlah kumparan :

- jenis Kumparan

- jenis Bar

b. Transformator Arus menurut jumlah Ratio :

- jenis Ratio tunggal

16
- jenis Ratio Ganda

c. Jenis Trafo Arus Menurut Jumlah Inti :


- inti tunggal
- inti ganda
d. Jenis Trafo Arus Menurut Konstruksi Isolasi :
- epoksi resin
- minyak kertas
- koaksial

e. Transformator Arus menurut lokasi pemasangan :

- Transformator Arus luar ruangan (outdoor)

- Transformator Arus dalam ruangan (indoor)

2. Pengaplikasian trafo CT digunakan untuk pengukuran maupun proteksi pada


TET, TT, maupun TM, tanpa mengganggu beban yang disuplai oleh sumber tegangan.

3. Jadi prinsip kerja dari Transformator Arus ini sama dengan Transformator
daya. Bila pada kumparan primer mengalir arus I1, maka pada kumparan timbul gaya
gerak magnet sebesar N1I1.

4. Jadi, kelebihan dari Curret Transformer / Transformator Arus yaitu :


a. Tidak mengganggu sistem yang diukur.
b. Dapat digunakan untuk pengukuran arus tinggi.
c. Mudah dalam pemasangan.
5. Pemilihan trafo arus maupun burden harus memperhatikan beberapa hal
diantaranya :
a. Arus yang mengalir pada rangkaiaan atau sistem.
b. Ratio Transformator Arus.
c. Kemampuan Transformator Arus.
d. Nilai resistansi burden Transformator Arus.
6. Untuk melakukan pengujian CT harus memenuhi kriteria di bawah ini :
a. Ratio CT
b. Burden atau nilai maksimum daya

17
c. Class CT
d. Kneepoint
e. impedansi dalam CT

Pertanyaan dan Jawaban


1. Apa saja kekurangan dan kelebihan trafo arus tipe cincin dan tipe
tangki ?
Kelebihan trafo arus tipe cincin :
 Tidak merusak isolasi .
 Memiliki low maintenance cost karena pembersihan debu secara rutin.
 Membutuhkan tempat yang lebih sedikit karena ukurannya kecil
Kekurangan trafo arus tipe cincin :
 Memiliki kemampuan insulasi yang rendah karena hanya menggunakan kabel
berinsulasi pada sisi primer .
 Hanya dapat digunakan untuk tegangan rendah yaitu 20 kV
 Bila terjadi kerusakan pada winding tidak bisa diperbaiki (Non repairable)

18
 Biaya investasi awal memiliki cost lebih tinggi dibanding tipe tangki (hampir
2x)
Kelebihan trafo arus tipe tangki :
 Dapat digunakan untuk tegangan tinggi
 Konstruksi fisik yang kokoh, isolasi yang baik, biasanya menggunakan isolasi
minyak untuk rangkaian elektrik internal dan bahan keramik/porcelain
 Bila terjadi kerusakan pada winding bisa diperbaiki (repairable)
Kekurangan trafo arus tipe tangki
 Membutuhkan pengecekan secara rutin, purifikasi dan penggantian oli secara
rutin, membutuhkan biaya sangat tinggi .

2. Jelaskan pengertian Class pada trafo Current transformer !


Class, kelas CT menentukan untuk sistem proteksi jenis apakah core CT
tersebut. Misal untuk proteksi arus lebih digunakan kelas 5P20, untuk kelas tarif
metering digunakan kelas 0.2 atau 0.5, untuk sistem proteksi busbar digunakan
Class X atau PX.

3. Jelaskan dengan skema pengukuran pada trafo CT ?


Misal: Ratio CT = 2000/5A
Untuk melakukan pengujian bahwa apakah benar nilai skunder CT tersebut
apabila line primer diberi arus sebesar 2000A adalah 5A, maka disini diperlukan
alat injeksi arus yang mampu mengalirkan arus sebesar 2000A. Tentu saja alat
ini sangat langka dan besar sekali.

Cara alternatif yang biasa digunakan adalah dengan alat inject yang lebih kecil,
misal 500A. Untuk mendapatkan nilai 2000A maka kita dapat membuat
gulungan atau lilitan sebanyak 2000A/500A = 4 kali gulungan.

19
Tentu saja nilainya tidaklah tepat seperti yang tertera pada kalkulator tapi
setidaknya nilai tersebut dapat tercapai. Metering ataupun instrument terpasang
harus menunjukkan nilai kurang-lebih 2000A.

20

Anda mungkin juga menyukai