BUDIDAYA HEWAN TERNAK
Nama : Muhammad Ibnu Ramadan
Kelas : VIII E
Tanggal Pengerjaan : 23 November 2021
Tanggal Pengumpulan : 24 November 2021
JENIS HEWAN : AYAM PETELUR
1. Jenis Ayam Petelur
Cara budidaya ayam petelur yang perlu dulur-dulur ketahui yaitu jenis pada ayam petelur. Ayam
petelur terbagi dalam 2 jenis, yaitu Ayam Petelur Ringan dan Ayam Petelur Medium.
• Jenis Ayam Petelur Ringan
Ayam petelur ringan adalah jenis ayam petelur yang memiliki bobot badan yang ringan
dibanding ayam petelur lainnya. Ayam ini juga disebut ayam petelur putih karena memang
warnanya yang berwarna putih pun telurnya.
Tubuh ayam ini relatif ramping dan kurus serta memiliki jengger berwarna merah. Hal ini
karena ayam ini memang difokuskan untuk menghasilkan telur saja. Produksi telur yang
dihasilkan dapat mencapai 260-280 butir per tahunnya.
• Jenis Ayam Petelur Medium
Berkebalikan dengan ayam petelur ringan, ayam petelur medium memiliki bobot badan
yang lebih besar walau tidak lebih berat dari ayam pedaging seperti ayam broiler. Ayam
ini adalah ayam tipe dwiguna karena selain menghasilkan telur mereka juga dapat dijual
dagingnya.
Kebanyakan ayam petelur ini memiliki bulu yang berwarna coklat seperti warna telurnya.
Produksi telur yang dihasilkan dapat mencapai 270-290 butir per tahunnya.
2. Persyaratan Memulai Usaha Ternak Ayam Petelur
A. Syarat Lokasi:
Lokasi merupakan salah faktor yang sangat menentukan keberhasilan bisnis budidaya ayam
petelur. Berikut pertimbangan yang dapat dilakuakn dalam memilih lokasi yang tepat, antara
lain:
• Lokasi Yang Jauh Dari Keramaian/Perumahan Penduduk.
Bukan tanpa alasan mengingat dampak lingkungan yang disebabkan oleh peternakan ayam
petelur tentu akan menganggu masyarakat sekitar. Sebut saja bau kotoran yang menyengat
hingga limbah yang dihasilkan yang notabene sangat menganggu. Oleh karena itu,
pemilihan lokasi yang jauh dari pemukiman sangat diperlukan.
• Lokasi Mudah Dijangkau Dari Pusat-Pusat Pemasaran.
Hal ini berkaitan dengan biaya transportasi yang haruslah ditekan seminimal mungkin.
Lokasi yang dekat dengan pasar tentu akan memnimalkan biaya transportas yang pada
akhirnya akan meningkatkan keuntungan.
• Lokasi Terpilih Bersifat Menetap Atau Tidak Berpindah-Pindah.
Suatu usaha akan sulit berhasil jika sering berpindah-pindah tempat karena dapat
meresahkan konsumen atau stakeholders. Sebaiknya peternakan dibuat menetap dengan
bangungan yang semipermanen atau permanen.
B. Penyiapan Sarana dan Peralatan
• Kandang
Persiapan Kandang adalah salah satu faktor pendukung suksesnya ternak ayam petelur.
Kandang ayam petelur saat ini telah banyak berinovasi yaitu bagaimana memanfaatkan
lokasi yang minim agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal
• Suhu Kandang 32,5°C – 35°C
Suhu kandang harus dimaintan sedemikian rupa sehingga ideal untuk ayam petelur. Boleh
digunakan lampu penghangat jika memang suhu sekitar lebih rendah.
• Kelembaban Berkisar Antara 60–70%
Kandang yang terlalu kering dapat menurunkan produktivitas ayam. Beruntung Indonesia
memiliki iklim tropis yang memiliki kelembapan yang tinggi.
• Penerangan Dan Atau Pemanasan Kandang
Pemanasan dilakukan jika udara sekitar lebih rendah dari suhu yang disarankan.
Penggunaan lampu penghangat sebaiknya dilakukan pada malam hari karena suhu pada
saat tersebut relative lebih rendah.
• Tata Letak Kandang
Arah kandang sebaiknya menyerong dari timur ke barat untuk menekan pengumpulan
panas didalam kandang. Dengan begitu kandang memperoleh sinar matahari secara
langsung hanya pada saat pagi dan sore hari saja. Letak antara kandang yang satu dan
kandang yang lain harus diatur sesuai dengan kelompok umur ayam yang dipelihara.
3. Sistem Kandang Ayam Petelur
A. Sistem Kandang Koloni
Kandang koloni berfungsi untuk menampung ayam dalam satu kelompok. Kandang ini
digunakan untu menampung DOC atau ayam dewasa dalam jumlah banyak di setiap sekatnya.
Anda bisa membudidayakan ayam pada kandang jenis ini dimulai saat ayam mulai masuk
kandang hingga akhir produksinya. Kandang koloni banyak dipilih karena lebih menghemat
lahan dan biaya pembuatan kandang.
B. Sistem Kandang Individual
Berkebalikan dengan kandang koloni, kandang individual merupakan model kandang yang
digunakan untuk menempatkan satu ayam di setiap kandangnya. Kandang tipe ini memakan
banyak ruang namun lebih mudah dalam pengontrolannya.
4. Peralatan Kandang Ayam Petelur Yang Harus Ada
A. Tempat Pakan
Tempat pakan biasanya menggunakan pipa paralon yang dibelah akan tetapi untuk meminimalisasi
pakan yang hilang maka tempat pakan berbentuk trapesiium akan lebih baik.
B. Tempat Minum
Tempat minum ayam biasa menggunakan Nipple yang lebih efisien dan optimal. Namun juga
dapat diakali dengan penggunaan botol bekas air mineral yang dibelah dua.
Penggunaan botol bekas air mineral sebagai tempat minum haruslah dimaintain kebersihannya
agar tidak mengundang bibit penyakit.
C. Tempat Ransum
Tempat ransum ayam adalah tempat meletakkan ransum/makanan ayam petelur dengan ukuran
kapasitas yang bermacam-macam, sehingga peternak mudah untuk menyesuaikan kebutuhan
untuk kandangnya. Tempat ransum ayam biasa digunakan pada kandang koloni.
D. Tempat Suplemen
Suplemen adalah salah satu komponen yang sangat dibutuhkan oleh ternak ayam. Suplemen yang
sangat direkomendasikan adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak.
Sesuai namanya, suplemen ini terbuat dair bahan-bahan organik yang juga mengandung bakteri
baik (apatogen) yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan ternak. Selain itu, suplemen ini juga
sangat mudah diaplikasikan, dengan cara mencampur kedalam pakan ataupun air minum.
E. Sistem Alat Penerangan
Kandang ayam petelur sangat memerlukan lampu untuk menjaga suhu yang ada di dalam kandang.
Menurut penelitian, fungsi lampu bisa mempengaruhi proses kematangan organ reproduksi ayam
petelur.
Intensitas cahaya yang dibutuhkan adalah sebanyak 10-20 lux pada saat masa layer. Untuk
mendapatkan intensitas tersebut diperlukan 17 lampu pijar 15 watt dengan jarak 3 meter per lampu.
F. Litter (alas lantai)
Lantai dapat terbuat dari sekam padi dengan ketebalan sekitar 10 cm. Perlu diperhatikan agar
membersihkan lantai kandang agar tidak menjadi sarang jamur dan penyakit.
G. Tempat bertelur
Tempat bertelur dibuat untuk memudahkan memanen hasil dan agar telur tidak kotor. Tempat
bertelur dapat berbentuk kotak dengan ukuran 30x35x45 cm. Kotak diletakkan di pojok kandang
agar mudah dilakukan pengambilan telur dari luar.
H. Tempat bertengger
Tempat bertengger ditujukan sebagai tempat ayam untuk beristirahat dan dibuat tertutup agar
terhindar dari angin serta letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
5. Pemeliharaan Ayam Petelur
[Link] dan Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang dan areal peternakan menjadi usaha preventif paling penting
dalam menjamin keberlanjutan usaha budidaya ayam petelur. Tindakan yang dapat dilakukan
seperti pemberian vaksin, pembersihan kandang secara berkala hingga perawatan ternak.
B. Pemberian Pakan
Pemberian pakan perlu dibedakan antara fase starter dan fase finisher. Fase starter adalah DOC
yang berumur 0-4 minggu, sedangkan fase finisher adalah ayam yang berumur 4-6 minggu.
Berikut formula makanan ayam petelur agar cepat bertelur, antara lain:
Fase Starter (0-4 minggu)
Pada fase starter dibutuhkan sebesar 1.520 gram pakan per ekornya hingga berumur 4 minggu. Zat
gizi yang terkandung dalam pakan terdiri dari protein 22- 24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%,
Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
Fase Finisher (4-6 minggu)
Pada fase Finisher membutuhkan 3.829 gram per [Link] gizi yang terkandung dalam pakan
terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-
0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.
Pada pemeliharaan ayam petelur juga perlu memperhatikan ketahanan tubuh ternak karena
berpengaruh langsung terhadap produktivitas telurnya. Pemberian suplemen bertujuan untuk
mencegah serta menanggulangi penyakit yang menjangkiti ayam.