PENTINGNYA PENANAMAN MORAL DAN AKHLAK BAGI ANAK USIA DINI,
MELALUI PENGAJARAN PENDIDIKAN PAUD
PROPOSAL SKRIPSI
ANNISA KARLINA
NIM 1910126220008
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PG-PAUD
BANJARMASIN
2021
1I
ABSTRAK
Karya ilmiah ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya nilai akhlak
dan moral bagi anak usia dini. Dalam hal ini tentu orang tualah yang paling
bertanggung jawab, karena pendidikan yang utama dan pertama adalah
pendidikan dalam keluarga. Keluarga tidak hanya sekedar berfungsi sebagai
persekutuan sosial, tetapi juga merupakan lembaga pendidikan. Oleh sebab itu
kedua orang tua dan guru pengajar di lembaga sekolah dini wajib membantu, merawat,
membimbing dan mengarahkan anak-anak yang belum dewasa di lingkungannya
dalam pertumbuhan dan perkembangan mencapai kedewasaan masing-masing
dan dapat membentuk kepribadian, karena pada masa usia dini adalah masa
peletakan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, moral dan
agama.
Selain itu pentingnya metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif sangat
menunjang bagi perkembangan moral dan akhlak anak dan membantu menerapkan di
kehidupan sosial bermasyarakat,oleh Karena itu lembaga pendidikan turut berperan aktif
dalam memfasilitasi bimbingan tersebut dengan cara yang seefisien mungkin.
2I
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat
dan Hidayah-Nya, sehingga proposal skripsi berjudul
“Pentingnya Penanaman Moral Dan Akhlak Bagi Anak Usia Dini, Melalui Pengajaran
Pendidikan Paud” berhasil diselesaikan.
Proposal ini disusun untuk memenuhi ujian akhir semester pada Program Studi Pg-
Paud Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas
Lambung Mangkurat Banjarmasin.
Disadari bahwa keberhasilan penyusunan proposal skripsi ini tidak lepas dari peran
serta dari berbagai pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materil. Untuk itu
saya ucapkan teima kasih khususnya dosen pengampu mata kuliah metode penelitian kepada
ibu Sulistiyana, [Link].
Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa proposal ini masih terdapat banyak kekurangan
dan kelemahan. Sehingga diharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangunagar isi dari
proposal ini menjadi lebih baik. Semoga amal yang baik diberikan mendapat balasan yang
berlipat ganda dari Allah Swt dan bermanfaat bagi kita semua. Aamiin
Banjarmasin, 7 Oktober 2021
Peneliti
3I
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Fokus Dan Sub Fokus Penelitian
1. Fokus Penelitian
2. Sub Fokus Penelitian
C. Batasan Peneltian
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
BAB II KAJIAN TEORETIK
A. Deskripsi Konseptual Variabel Penelitian
1. Fokus Variable Penelitian
2. Sub Fokus Penelitian
B. Hasil Penelitian
C. Kerangka Berfikir
4I
BAB I
PEBDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Masa kanak - kanak adalah masa yang sangat rentan, dimana masa ini sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan seorang anak.
Ketika anak masih di usia dini, orang tua harus mendidik dan mengajarkan nilai –
nilai pendidikan kepada anak untuk membantu menunjang kehidupan anak di masa
yang akan datang.
Lalu, apa yang harus diajarkan orang tua kepada anak usia dini?
Begitu banyak hal yang harus diajarkan oleh orang tua kepada anak – anaknya.
Seperti mengajarkan pendidikan agama dan moral.
...................................................................................................... Pendidikan agama dan moral
tahapan selanjutnya. Karena pendidikan agama dan moral adalah salah satu
pendidikan yang penting yang harus diajarkan dan dibiasakan kepada anak sejak
usia dini.
...................................................................................................... Yang pertama yaitu pendidik
pendidikan dasar untuk anak. Karena jika anak di tanamkan pendidikan agama
sejak usia dini, maka pendidikan umum yang lainnya juga akan mengikuti
pendidikan agama. Dikarenakan pendidikan umum sudah tercakup di dalam
pendidikan agama.
.............................................................................................................. Pendidikan agama adala
pengetahuan
yang dapat membentuk kepribadian dan sikap seorang anak.
Tujuan diajarkannya pendidikan agama kepada anak sejak dini yaitu agar anak
dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang memiliki karakter yang baik
sejak usia dini.
D............................................................................................i samping pendidikan agama, ter
mempunyai arti “kebiasaan”. Jadi, moral adalah membiasakan memberikan
pengajaran tentang baik dan buruk sesuatu seperti perilaku, sikap, budi pekerti,
5I
perbuatan dan lain sebagainya, sehingga anak dapat menilai dan membedakan
mana yang baik dan mana yang buruk.
Menurut Piaget dalam teori perkembangan moral terdapat 2 tahap, yaitu:
- Heteronomous Morality. Usia 5 – 10 tahun. Anak sudah mengetahui apa itu
moral tetapi anak masih belum bisa merubah atau mengembangkan moralnya.
Anak belum bisa mengikuti aturan dan anak belum menyadari moralnya.
- Autonomous Morality. Usia 10 tahun ke atas. Anak sudah memiliki moral dan
anak sudah mulai bisa merubah atau mengembangkan moralnya. Anak sudah
mengikuti aturan dan sudah sadar akan moralnya.
............................................................................................. Sejatinya, pendidikan akhlak dan mo
terlebih dalam kehidupan anak usia dini. Jika agama anak baik, maka moral si anak
juga akan baik.
Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini dapat dilakukan dalam bentuk
formal, nonformal dan informal. Setiap bentuk penyelenggaraan memiliki
kekhasan tersendiri. Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini pada jalur formal
adalah Taman Kanak-kanak (TK) atau RA dan lembaga sejenis. Penyelenggaraan
pendidikan bagi anak usia dini pada jalur nonformal diselenggarakan oleh
masyarakat atas kebutuhan dari masyarakat sendiri, khususnya bagi anak-anak
yang dengan keterbatasannya tidak terlayani di pendidikan formal (TK dan RA).
Pendidikan dijalur informal dilakukan oleh keluarga atau [Link]
informal bertujuan memberikan keyakinan agama, menanamkan nilai budaya, nilai
moral, etika dan kepribadian, estetika serta meningkatkan pengetahuan dan
ketrampilan peserta didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional
(Nurani,2011:21-22).
6I
B. Fokus Dan Sub Fokus Penelitian
1. Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang diatas, maka fokus penelitian ini adalah
“ Pentingnya Penanaman Moral Dan Akhlak Bagi Anak Usia Dini, Melalui
Pengajaran Pendidikan Paud“
2. Sub Fokus Penelitian
1. Bagaimana peran guru pengajar dan orang tua dalam menanamkan moral dan
akhlak ke pembelajaran anak usia dini?
2. Bagaimana cara mengembangkan dan menerapkan penanam moral dan akhlak
tersebut dikehidupan sehari hari anak?
C. Batasan Penelitian
Batasan penelitian ini upaya untuk meningkatkan kemampuan anak dalam hal
beretika dan bersosialisasi dengan baik dengan lingkungan sekitar dan masyarakat
sedini mungkin.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan yang akan dicapai dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Umum
Secara umum penelitian ini bertujuan agar anak sudah memiliki bekal akhlak dan
moral yang baik untuk bersosialisasi di masyarakat
2. Khusus
Untuk mengetahui perkembangan masa pertumbuhan anak dengan metode
penerapan akhlak dan moral dengan metode pembelajaran yang efektif dan
menyengkan bagi anak oleh guru pengajar dan orang tua.
7I
E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian yang hendak dicapai, maka penelitian ini
diharapkan mempunyai manfaat dalam pendidikan baik secara langsung maupun tidak
langsung. Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapa bermanfaat yaitu:
a. Memberikan sumbangan gagasan dan inovasi bagi pembaharuan dan
penambahan metodepembelajaran di Taman Kanak-kanak dan PAUD yang
terus berkembang sesuai dengan tuntutan masyarakat dan sesuai dengan
kebutuhan perkembangan anak.
b. Sebagai pijakan dan referensi pada penelitian-penelitian selanjutnya yang
berhubungan dengan pembelajaran akhlak danmoral serta menjadi bahan
kajian lebih lanjut.
2. Manfaat praktis
Secara praktis penelitian ini dapat bermanfaat sebagai berikut :
a) Bagi penulis
Dapat menambah wawasan dan pengalaman langsung tentang cara
meningkatkan kemampuan tentang pentingnya penanaman akhlak dan moral
bagi anak usia dini.
b) Bagi pendidik dan calon pendidik Dapat menambah pengetahuan dan
sumbangan pemikiran tentang cara mengembangkan kemampuan tentang
pentingnya penanaman akhlak dan moral bagi anak usia dini.
c) Bagi anak didik Anak didik sebagai subyek penelitian, diharapkan dapat
memperoleh pengalaman langsung mengenai tentang pentingnya penanaman
akhlak dan moral bagi anak usia dini. Melalui metode – metode yang baru dan
menyenangkan sehingga dapat menambah gairah belajar anak didik.
d) Bagi sekolah Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program
pembelajaran serta menentukan metode dan media pembelajaran yang tepat
untuk mengembangkan metode pembelajaran yang menunjang untuk
perkembangan hal tersebut.
8I
BAB II
KAJIAN TEORETIK
A. Deskripsi Konseptual Variabel Penelitian
1. Fokus Variabel Penelitian
Anak usia 4-6 tahun merupakan bagian dari anak usia dini yang secara
terminologi disebut sebagai anak usia pra sekolah. Usia demikian merupakan
masa peka bagi anak. Para ahli menyebut sebagai masa golden age, dimana
perkembangan kecerdasan pada masa ini mengalami peningkatan sampai 50%.
Pada masa ini terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap
merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini merupakan tempo
untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik,
kognitif, bahasa, seni, sosial emosional, disiplin diri, nilai-nilai agama, konsep diri
dan kemandirian. Karena pada masa ini adalah masa peletakkan dasar pertama
dalam mengembangkan kemampuan fisik, diantaranya adalah nilai-nilai agama
maka perlu ditanamkan pada anak usia dini yaitu sebagai berikut :
1. Tanamkanlah terhadap anak-anaknmu agar menyembah Allah (Tuhan) dan
berbakti kepada kedua orang tua.
2. Mengajak anak untuk melakukan ibadah sejak usia dini dan membiasakan
anak untuk berbuat baik.
3. Membiasakan anak untuk saling tolong menolong.
4. Menanamkan nilai sosial pada anak agar gemar bersedekah.
5. Ajarkanlah anak didik agar mereka suka bersikap lemah lembut.
6. Biasakan anak didik agar jangan suka berdusta.
9I
Pada jalur pendidikan formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia
dini bisa dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan jadwal tatap muka yang
ditentukan yaitu meliputi:
1. Persiapan Kegiatan Pembelajaran
Persiapan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan:
a) Media pembelajaran yang dipergunakan dalam penanaman nilai-nilai moral terdiri
dari media pembelajaran sederhana dan media pembelajaran tradisional dan alat
permainan edukatif (APE),
b) Menggunakan buku pegangan sebagai acuan untuk mengajarkan pendidikan moral,
menggunakan segala macam buku yang berkaitan dengan pendidikan moral untuk
anak usia dini. Salah satu buku yang digunakan adalah buku tentang metode
pengembangan moral dan nilai agama.
2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran
a. Penataan lingkungan bermain
Lingkungan main disiapkan tergantung dari rencana pembelajaran yang akan
dilakukan. Kemudian alat dan bahan main, alat dan bahan main yang dipersiapkan
disesuaikan dengan rencana dan tujuan pembelajaran serta usia dan perkembangan
anak. Selain itu mainan juga dibuat bervariasi dan semenarik mungkin, tujuannya
adalah untuk menarik perhatian siswa.
b. Kegiatan Inti Pembelajaran
Guru memberi dukungan kepada anak didik, membantu anak didik yang
membutuhkan bantuan, serta mendorong anak didik untuk mencoba cara lain agar
anak dapat berkreasi. Kemudian mengumpulkan hasil kerja anak lengkap dengan
nama dan tanggal. Tidak lupa guru selalu mengingatkan anak didiknya agar tidak
lupa membereskan sendiri alat mainnya.
2. Sub Fokus Variabel Penelitian
Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat
diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan
sebelum jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur
10I
pendidikan formal, non formal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan
formal berbentuk Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA). PAUD
pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman
Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS), (Nurul Zuriah, 2007: 23)
pada jalur pendidikan non formal cara penanaman nilai-nilai moral pada anak usia
dini bisa dilakukan melalui Pendidikan keluarga dan pendidikan yang
diselenggarakan oleh lingkungan. Dalam pendidikan non formal tidak memiliki
kurikulum baku, sehingga dapat menggunakan penggunaan metode pembelajaran
yang sesuai dengan karakter anak akan dapat memfasilitasi perkembangan
berbagai potensi dan kemampuan anak secara optimal serta tumbuhnya sikap dan
perilaku positif bagi anak.
11I
B. Hasil Penelitian Yang Relevan
Dalam pelaksanaan penanaman moral pada anak usia dini terdapat
beberapa metode yang dapat digunakan oleh guru atau pendidik. Namun
sebelum memilih dan menerapkan metode dan pendekatan yang perlu
diketahui bahwa guru atau pendidik harus memahami benar metode atau
pendekatan yang akan dipakai, karena ini akan berpengaruh terhadap
optimal tidaknya keberhasilan penanaman nilai moral tersebut. Akan tetapi,
sebelum memilih dan menerapkan metode dan pendekatan yang ada harus
diketahui bahwa guru atau pendidik serta memahami benar metode atau
pendekatan yang akan dipakai. Oleh sebab itu, akan sangat berpengaruh terhadap
berhasil atau tidaknya penanaman
moral tersebut. Metode yang digunakan dalam penanaman moral pada anak
usia dini sangatlah bervariasi, antara lain: bercerita, bernyanyi, bermain,
bersajak dan karya wisata (Fakhrudin 2010:191-197).
C. Kerangka Berpikir
Menurut Peraturan Pemerintah Tahun 2010 tentang Pengelolaan
dan Penyelenggaraan Pendidikan mengenai fungsi pendidikan anak usia
dini diatur dalam Pasal 61 ayat 1 yang berbunyi:
“Pendidikan anak usia dini berfugsi membina, menumbuhkan, dan
mengembangkan seluruh potensi anak usia dini secara optimal sehingga terbentuk
perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya agar
memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya”. Permasalahan
pendidikan karakter yang selama ini ada di pendidikan anak usia dini perlu segera
dikaji, dan dicari altenatif-alternatif solusinya, serta perlu dikembangkannya secara
lebih operasional sehingga mudah diimplementasikan di sekolah. Pendidikan
karakter bertujuan untuk meningkatkanmutu.
Penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada
pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara
utuh, terpadu, dan seimbang, sesuai standar kompetensi lulusan. Melalui
pendidikan karakter diharapkan peserta didik pendidikan anak usia dini mampu
12I
secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya untuk mengkaji
dan menginternalisasi serta mempersonalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia
sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari.
13I