0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan8 halaman

Peningkatan Kompetensi Listrik Melalui PjBL

Dokumen tersebut merupakan jurnal yang membahas penelitian tentang peningkatan kompetensi siswa dalam memahami rangkaian listrik sederhana melalui model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dengan membuat media seri paralel. Penelitian ini mengkaji peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan aktivitas siswa serta kinerja guru sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tersebut. Hasilnya menunjukkan

Diunggah oleh

munasir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan8 halaman

Peningkatan Kompetensi Listrik Melalui PjBL

Dokumen tersebut merupakan jurnal yang membahas penelitian tentang peningkatan kompetensi siswa dalam memahami rangkaian listrik sederhana melalui model pembelajaran berbasis proyek (project based learning) dengan membuat media seri paralel. Penelitian ini mengkaji peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan aktivitas siswa serta kinerja guru sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran tersebut. Hasilnya menunjukkan

Diunggah oleh

munasir
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Journal of Vocational Education and Automotive Technology

PENINGKATAN KOMPETENSI MEMAHAMI RANGKAIAN


LISTRIK SEDERHANA MELALUI MODEL PROJECT BASED
LEARNING DENGAN MEMBUAT MEDIA SERI PARALEL

Farhan Arima1, Aunu Rofiq Djaelani2, Toni Setiawan3

Teknik Kendaraan Ringan


SMK Muhammadiyah Pekalongan
Email: farhanarima086@[Link]

Pendidikan Vokasional Teknik Mesin


Universitas Ivet
Email: onrevi@[Link]

Pendidikan Vokasional Teknik Mesin


Universitas Ivet
Email: toniisetiawann@[Link]
ABSTRAK
Peningkatan Kompetensi Memahami Rangkaian Listrik Sederhana Melalui Model Project Based Learning
dengan Membuat Media Seri Paralel. Tujuan penelitian adalah 1) Untuk mengkaji Peningkatan
Kompetensi Memahami Rangkaian Listrik Sederhan melalui model Project Based Learning dengan
membuat media seri paralel. 2) Untuk mengkaji peningkatan keaktifan siswa dalam Kompetensi
Memahami Rangkaian Listrik Sederhana melalui Model Project Based Learning dengan Membuat Media
Seri Paralel . 3) Untuk mengkaji kinerja guru dalam penerapan model Project Based Learning dengan
membuat media seri paralel. Kesimpulan: 1) Penggunaan model project based learning dengan membuat
rangkaian listrik sederhana dapat meningkatkan kompetensi memahami rangkaian listrik sederhana, pada
nilai pengetahuan siklus 1 dengan presentase 18% dengan rata-rata 69,72 meningkat menjadi 100%
dengan rata-rata 80,15 pada siklus II. Untuk nilai praktek pada siklus I nilai rata-rata 68,41 dengan
presentase 45,45% meningkat menjadi 78,98 untuk rata-ratanya dengan presentase 96,96% di suklus II.
2) Melalui Model Project Based Learning dengan membuat media seri parallel dapat meningkatkan
keaktifan siswa sebesar 69,08% meningkat menjadi 90,9% pada siklus II. 3) Pelaksanaan proses
pembelajaran dengan model project based learning dengan membuat media seri parallel dan dapat secara
efektif meningkatkan kinerja guru, pada siklus I presentase peningkatan aktifitas guru sebesar 73,33%
meningkat menjadi 95% pada siklus II.
Kata kunci: peningkatan kompetensi, metode project based learning, media seri parallel dan jobsheet.
ABSTRACT
Competency Enhancement Understanding Simple Electrical Circuits Through Project Based Learning
Models by Creating Parallel Media Series. The research objectives are 1) To examine the Competency
Improvement in Understanding Simplified Electric Circuits through the Project Based Learning model by
making parallel series media. 2) To examine the increase in student activity in Competence to Understand
Simple Electrical Circuits through a Project Based Learning Model by Making Parallel Media Series. 3)
To assess teacher performance in applying Project Based Learning models by creating parallel media
series. Conclusions: 1) The use of project-based learning models by making simple electrical circuits can
increase competency using simple electricity, the value of knowledge cycle 1 with a percentage of 18%
with an average of 69.72 increased to 100% with an average of 80.15 in the cycle II. For practice values
in the first cycle the average value of 68.41 with a percentage of 45.45% increased to 78.98 for an
average with a percentage of 96.96% in the second cycle. 2) Through the Project Based Learning Model
by making parallel media series can increase student activity by 69.08%, increasing to 90.9% in the
second cycle. 3) The implementation of the learning process with a project-based learning model by
making parallel media series and can improve teacher performance, in the first cycle the percentage
increase in teacher activity by 73.33% increased to 95% in the second cycle.
Keywords: competency improvement, project based learning methods, parallel-series media and
jobsheets.

Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 33


Journal of Vocational Education and Automotive Technology

PENDAHULUAN sekering, saklar, kabel dan lampu.


Pada kelas X TKR 3 Teknik Kendaraan Komponen tersebut nantinya bisa
Ringan (TKR) SMK Muhammadiyah berfungsi setelah dirangkai menurut wiring
Pekalongan merupakan siswa yang kelistrikannya. Pembuatan media seri
mengalami kesulitan dalam mempelajari paralel ini digunakan untuk mempermudah
kompetensi dasar memahami rangkaian siswa praktek merangkai rangkain listrik
listrik sederhana. Mereka sulit menerima dasar, dengan membuat sendiri media
materi pelajaran yang disampaikan oleh diharapkan siswa lebih memahami alur
guru tentang mata pelajaran tersebut. rangkaian dari baterai sampai ke
Setelah diadakan evaluasi hasilnya siswa komponen [Link] dasar tersebut
menyatakan kompetensi dasar membuat peneliti mengadakan penelitian di kelas X
rangkaian listrik sederhana susah pada TKR 3 SMK Muhammadiyah Pekalongan.
membedakan rangkaian seri dan parallel Peneliti bersama guru mapel produktif
sebagai dasar pada kendaran. Dari evaluasi melakukan berupa Penelitian Tindakan
tahun lalu diketahui bahwa diantara 37 Kelas (PTK), di kelas tersebut yang
siswa kelas X TKR 3 didapatkan sebanyak memiliki 33 siswa. Semoga dengan
21 siswa tidak kompeten, 16 siswa tuntas diadakannya penelitian ini nantinya
dengan kompetensi dasar Rangkaian diharapkan terjadi peningkatan kompetensi
Listrik Sederhana yang disampaikan serta penguasaan yang lebih baik siswa
sekitar 43%.Setelah dilakukan evaluasi pada kompetensi rangkain listrik
hasil belajar diketahui mayoritas siswa sederhana.
belum kompeten dalam kompetensi Model Project Based Learning dengan
rangkaian listrik sederhana tersebut. membuat media seri paralel dapat
Berarti nilai dari rangkaian listrik meningkatkan Kompetensi Memahami
sederhana masih kurang dari Kriteria Rangkaian Listrik Sederhanapada kelas
Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah XTKR 3 SMK Muhammadiyah
ditentukan oleh sekolah yaitu 75. [Link] model Project Based
Berdasarkan data guru, nilai rata-rata Learningdengan membuat media seri
Kompetensi Memahami Rangkaian Listrik parallel dapat meningkatkan keaktifan
Sederhanasiswa kelas X TKR 3 SMK siswa dalam Kompetensi Memahami
Muhammadiyah Pekalongan termasuk Rangkaian Listrik Sederhanapada kelas
dalam kategori rendah. Penyebab XTKR 3 SMK Muhammadiyah
masalahnya yaitu siswa kesulitan membuat [Link] gurumenerapkan
diagram dan alur listrik dari baterai. Guru model Project Based Learning dengan
belum memperoleh cara mengajar yang membuat media seri paralel dapat
efektif untuk meningkatkan prestasi belajar meningkatkanKompetensi Memahami
siswa dalam Kompetensi Memahami Rangkaian Listrik Sederhana pada kelas
Rangkaian Listrik Sederhana. Oleh karena XTKR 3 SMK Muhammadiyah
hal tersebut peneliti bersama dengan guru Pekalongan.
mapel untuk mengembangkan Pembelajaran Project Based Learning
modelProject Based Learning dengan juga biasa disebut model pembelajaran
membuat media seri paralel dan Job Sheet berbasis proyek membuat peserta
untuk meningkatkan kompetensi didikmelakukan eksplorasi, penilaian,
Memahami Rngkaian Listrik Sederhana. interpretasi, sistesis dan informasi untuk
Job Sheet merupakan alat bantu pada meningkatkan [Link]
perencanaan pembuatan media seri paralel. modelProject Based Learningmemberikan
(Slavin 2004) “Belajar merupakan proses kesempatan kepada para peserta didik
perolehan kemampuan yang berasal dari untuk menggali konten (materi) dengan
pengalaman”.Dengan pembuatan ini berisi menggunakan berbagai cara yang
komponen-komponen yaitu Baterai, bermakna bagi dirinya, dan melakukan

Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 34


Journal of Vocational Education and Automotive Technology

eksperimen secara kolaboratif. dalam waktu yang sama menerima


Pembelajaran berbasis proyek merupakan pelajaran yang sama oleh guru.
investigasi mendalam tentang sebuah topik PTK dilaksanakan melalui proses
dunia nyata, hal ini akan berharga bagi pengkajian berdaur yang terdiri dari 4
atensi dan usaha peserta [Link] tahap seperti pada gambar sebagai berikut :
model Project Based
Pelaksanaan
Learningdenganmembuat media seri
paralel siswa mendapat petunjuk praktik
yang berisi tujuan-tujuan, urutan petunjuk Siklus I
Perencanaan Pengamatan
kerja, pengamatan praktik, dan kesimpulan
mengenai praktik yangdilaksanakan di
bengkel teknik kendaraan ringan. Refleksi
Sesuai dengan permasalahan di atas
maka secara empiris tujuan dari penelitian Pelaksanaan
ini adalah sebagai berikut:Untuk mengkaji
Peningkatan Kompetensi Memahami Siklus 2
Perencanaan Pengamatan
Rangkaian Listrik Sederhan melalui model
Project Based Learning dengan membuat
Refleksi
media seri paralel dapatpada kelas X TKR
3 SMK Muhammadiyah [Link] Gambar 1. Prosedur Pelaksanaan. PTK
mengkaji peningkatan keaktifan siswa
dalam Kompetensi Memahami Rangkaian HASIL DAN PEMBAHASAN
Listrik Sederhana melalui Metode Project Peningkatan kompetensi Siswa
Based Learning dengan Membuat Media Melihat dari permasalahan rendahnya
Seri Paralel pada kelas X TKR 3 SMK nilai pada kompetensi memahami
Muhammadiyah [Link] rangkaian listrik sederhana pada kelas X
mengkaji kinerja guru dalam penerapan TKR 3 SMK Muhammadiyah Pekalongan
model Project Based Learningdengan pada tahun 2017/2018 yang baru mencapai
membuat media seri paralel pada siswa ketuntasan 43,24% maka guru selaku
kelas X TKR 3 SMK Muhammadiyah peneliti tertarik untuk mengubah metode
Pekalongan. pembelajaran dengan menggunakan
metode project based learning dengan
METODOLOGIPENELITIAN membuat media seri parallel. Dari data
Penelitian yang dilakukan adalah peneliti didapat. 1) Nilai kompetensi
Penelitian Tindakan Kelas (Classroom pengetahuan pada siklus I melalui model
Action Research/CAR). Menurut Suharsimi project based learning dengan membuat
(2007:2) mendefinisikan penelitian media seri parallel presentase ketuntasan
tindakan kelas melalui gabungan definisi klasikal sebesar 18% dan pada siklus II
yaitu: (1) Penelitian adalah kegiatan meningkat sebesar 100% ini menunjukkan
mencermati suatu objek dengan adanya peningkatan kompetensi siswa
menggunakan aturan metodologi tertentu sehingga kegiatan pembelajaran berhasil
untuk memperoleh data atau informasi meningkat karena lebih besar dari indicator
yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu keberhasilan sebesar 75%. 2) Nilai
suatu hal menarik minat dan penting bagi kompetensi ketrampilan memahami
peneliti. (2) Tindakan adalah suatu gerak rangkaian listrik sederhana dengan
kegiatan yang sengaja dilakukan dengan membuat media seri parallel dan job sheet,
tujuan tertentu yang dalam penelitian terlihat adanya peningkatan ketrampilan
berbentuk rangkaian siklus kegiatan. (3) secara klasikal dari siklus I sebesar 45,45%
Kelas adalah sekelompok siswa yang dan meningkat di siklus II sebesar 96,96%

Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 35


Journal of Vocational Education and Automotive Technology

ini menunjukkan adanya peningkatan mengalami perbaikan dari kondisi awal


kompetensi siswa dari sebelumnya, siklus, siklus I dan siklus II karena: (1)
sehingga kegiatan pembelajaran berhasil Kondisi awal siklus pembelajaran masih
meningkat karena lebih besar dari menggunakan metode konvensional berupa
indikator keberhasilan sebesar 75%. ceramah dan mencatat sehingga siswa sulit
Dari penjelasan diatas tentang hasil nilai menerima materi pelajaran yang diajarkan
kompetensi baik pengetahuan maupun oleh guru. (2) Pada siklus I baik nilai
ketrampilan mempunyai tujuan antara lain: pengetahuan maupun nilai ketrampilan,
(1) Untuk mengetahui apakah siswa sudah siswa masih mengalami kendala
menguasai materi pembelajaran yang diantaranya siswa masih tidak teratur dan
diberikan oleh guru. (2) Untuk mengetahui sering bercanda serta kurang
bagaian mana yang belum dikuasai siswa memperhatikan dalam proses
sehingga siswa akan berusaha untuk pembelajaran, siswa masih belum terbiasa
mempelajarinya lagi sebagai upaya menggunakan model project based
perbaikan. (3) Penguatan bagi siswa yang learning dengan membuat media seri
sudah memperoleh nilai tinggi dan menjadi parallel sehingga menuntut peran aktif
dorongan atau motivasi untuk belajar lebih guru untuk memberikan penjelasan yang
baik lagi. (4) Mendiagnosa kondisi siswa. lebih detail dan mengaitkan masalah-
(5) Bagi guru untuk memperbaiki metode masalah yang terjadi dikehidupan sehari-
pembelajaran. hari sehingga siswa lebih faham. Sehingga
Untuk memperoleh tujuan diatas maka pada siklus I ini nilai siswa masih banyak
peneliti melakukan hal sebagai berikut: (1) memperoleh nilai dibawah indicator
Peneliti harus menjelaskan kemudahan dan keberhasilan sebesar 75%. (3) Pada siklus
manfaat yang diperoleh ketika belajar II siswa sudah terbiasa dalam
dengan menggunakan model project based menggunakan modelproject based
learningdengan membuat media seri learning dengan menggunakan media seri
parallel. (2) Peneliti harus bisa parallel, dalam materi maupun praktek
menjelaskan materi dengan bahasa yang siswa sudah memahami dan menguasai
mudah dipahami dan diberi contoh-contoh dikarenakan sering mengerjakan soal dan
dalam kehidupan sehari-hari. (3) melakukan praktek. Sehingga memperoleh
Meningkatkan rasa percaya diri siswa akan nilai yang lebih tinggi dari siklus I.
kemampuan yang dimiliki dan memberi Hal tersebut sesuai dengan pendapat
keyakinan kepada siswa bahwa pekerjaan Hamalik (2006: 155) mengataka bahwa
yang dikerjakan sendiri akan memberikan hasil belajar siswa yang diperoleh dapat
hasil yang baik. diukur melalui kemajuan yang diperoleh
Tabel 1. Hasil Analisa Nilai Pengetahuan siswa setelah belajar dengan sungguh-
Penilaian Siklus Siklus II sungguh dan hasil belajar tampak
I terjadinya perubahan tingkah laku pada
Persentase 18 % 100 % diri siswa yang dapat diamati dan diukur
keberhasilan melalui perubahan sikap dan
[Link] tersebut dipertegas
Tabel 2. Hasil Analisa Nilai KetrampilaN
olehSudjana Wahidmuri, dkk. (2010: 18)
Penilaian Siklus I Siklus II menjelaskan bahwa seseorang dikatakan
Persentase 45,45% 96,96% telah berhasil dalam belajar jika ia mampu
keberhasilan menunjukkan adanya perubahan dalam
dirinya. Perubahan-perubahan tersebut
Dari tabel hasil nilai kompetensi diatas
diantaranya dari segi kemampuan
baik nilai pengetahuan maupun nilai
berpikirnya, ketrampilannya, atau sikapnya
ketrampilan menunjukkan hasil yang terus
Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 36
Journal of Vocational Education and Automotive Technology

terhadap suatu [Link] penelitian teman. (5) Siswa aktif dalam berinteraksi
dengan modelproject based dengan teman. (6) Siswa aktif merangkum
learningdengan membuat media seri hasil pembelajaran. (7) Siswa lebih aktif
parallel telah berhasil meningkatkan mengerjakan tugas
kompetensi siswa kelas X TKR 3 SMK Dari hasil pembelajaran siklus I yang
Muhammadiyah Pekalongan. masih mengalami kekurangan maka
Hal tersebut sesuai dengan hipotesis peneliti memperbaiki pembelajaran dengan
bahwa penelitian melalui metode project memaksimalkan penggunaan modelproject
based learning dengan membuat media seri based learning dengan membuatrangkaian
parallel dan job sheet terbukti dapat listrik sederhana dan job sheet lebih
meningkatkan kompetensi memahami mengaktifkan peserta didik dalam
rangkaian listrik sederhana pada siswa mengikuti pelajaran.
kelas X TKR 3 SMK Muhammadiyah Faktor-faktor yang mempengaruhi
Pekalongan. keaktifan belajar siswa (Gagne dan Briggs,
Berdasarkan hasil penelitian tindakan dalam Shodik Sunandar (2012: 2) beberapa
kelas X TKR 3 di SMK Muhammadiyah diantaranya seperti: (1).Memberikan
Pekalongan pada keaktifan siswa melalui dorongan atau menarik perhatian siswa
metodeproject based learning dengan sehingga mereka dapat berperan aktif
membuat rangkaian listrik sederhana dan dalam kegiatan pembelajaran.
job sheet, terlihat adanya peningkatan yang (2).Memberikan stimulus (masalah, topik,
dapat terlihat pada tabel berikut. dan konsep yang akan dipelajari).
(3).Memunculkan aktivitas, partisipasi
Tabel 3. Hasil Analisa Peningkatan Keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Siswa (4).Memberikan umpan balik (feed back).
Penilaian Siklus I Siklus II (5).Melakukan tes sehingga kemampuan
Persentase 69,09 90,09 siswa selalu terpantau dan terukur.
keberhasilan (6).Menyimpulkan setiap materi yang
disampaikan di akhir pelajaran.
Berdasarkan deskripsi nilai pada awal Semangat keaktifan siswa yang
siklus masih banyak sikap peserta didik ditampilkan dalam diskusi, keaktifan
yang belum menunjukkan perhatiannya, dalam bertanya dan menjawab, perhatian
namun seiring waktu melalui penerapan yang lebih saat pembelajaran, komunikasi
model project based learning dengan antara guru dengan siswa yang terjalin
membuat rangkaian listrik sederhana dan. dinamis akhirnya dapat meningkatkan
Job sheet terjadi adanya peningkatan kompetensi siswa.
aktifitas [Link] metode Berdasarkan hasil penelitian tindakan
terhadap keaktifan siswa termasuk baik kelas X TKR 3 di SMK Muhammadiyah
karena terjadi peningkatan aktifitas belajar Pekalongan pada keaktifan guru melalui
siswa, beberapa hal yang menjadikannya metode project based learning dengan
dari keaktifan para siswa yaitu : (1) Siswa membuat rangkaian listrik sederhana dan
aktif diskusi dalam menemukan masalah job sheet, terlihat adanya peningkatan yang
yang telah dibahas sehingga daya dapat terlihat pada tabel berikut.
kreasinya meningkat untuk menyelesaikan
permasalahan. (2) Siswa aktif diskusi Tabel 4. Hasil Analisa Peningkatan Keaktifan Guru
dalam menemukan masalah, sehingga Penilaian Siklus I Siklus II
penguasaan materi lebih meluas. (3) Siswa Persentase 73,33% 95%
aktif dalam menemukan masalah keberhasilan
menggunakan referensi yang ada. (4)
Siswa aktif dalam menjawab pertanyaan
Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 37
Journal of Vocational Education and Automotive Technology

Berdasarkan data tersebut terjadi meningkatkan kemampuan siswa secara


adanya peningkatan aktifitas guru pada kompleks.
siklus I sebesar 73,3% kemudian Namun demikian catatan dari observer
meningkat di siklus II sebesar 95 % ini tentang temuan dilapangan pada
menunjukkan peningkatan pelaksanaan siklus II perlu
aktifitas/kompetensi guru karena direkomendasikan pada pembelajaran
melebihidari indikator yaitu 75%. dimasa mendatang terkait dengan model
Meningkatnya aktifitas guru karena guru pembelajaran project based learningagar
dapat meningkatkan bimbingan dalam guru: a) menambah jumlah peralatan atau
menemukan masalah, sehingga kompetensi media pembelajaran, b) meningkatkan
meningkat karena hal ini dapat memotivasi teknik dalam mengembangkan keaktifan
peserta didik, untuk lebih meningkatkan siswa, c) menambah durasi siswa dalam
kompetensinya. Penguasaan materinya mencari dan merumuskan serta menjawab
baik, metode dan media yang digunakan pertanyaan.
dapat meningkatkan keaktifan siswa,
karena dengan metode pembelajaran PENUTUP
konvensional belum menampakkan adanya Simpulan
peningkatan. Maka penggunaan Berdasarkan hasil penelitian didapat
modelproject based learningdengan simpulan bahwa pembelajaran melalui
membuat rangkaian listrik sederhana dan metode pembelajaran project based
job sheet yang diterapkan, dan hasilnya learning dengan membuat media seri
dapat meningkatkan kompetensi siswa. parallel dan job sheet dapat meningkatkan
Menurut Suparno (1990:50) ada beberapa kompetensi, keaktifan dan kinerja guru
langkah dalam kegiatan pembelajaran yang dalam mempelajari rangkaian listrik
kooperatif yang dapat dipraktekkan dikelas sederhanapada siswa kelas X TKR 3
seperti: (a) merumuskan masalah, (b) (Teknik Kendaraan Ringan) SMK
mengamati dan melaksanakan observasi,
Muhammadiyah Pekalongan adalah
(c) menganalisis dan menyajikan tulisan,
sebagai berikut: 1) Pemahaman
gambar, laporan, tabel, dan karya lainnya,
penggetahuan kompetensi memahami
(d).mengkomunasikan atau menyajikan
rangkaian listrik sederhana dengan
hasil karya pembaca, teman sekelas, guru
atau audien yang lain. membuat media seri parallel pada siklus I
Pendapat diatas juga sejalan dengan nilai rata-rata sebesar 69,73. Namun
tulisan Aqib (2008:38) yang menyatakan: ketuntasan klasikal belum mencapai
“keberhasilan proses belajar mengajar indikator keberhasilan yaitu 18%belum
dipengaruhi oleh model dan strategi mencapai indikator keberhasilan yaitu
pembelajaran sangat beragam yang mana 75%. Kemudian pada siklus II pemahaman
masing-masing memiliki kekurangan dan pengetahuan siswa semakin meningkat
kelebihan. Salah satunya dengan yaitu 80,15 dengan persentase ketuntasan
penggunaan model project based klasikal 100%. Dengan demikian nilai
learningdengan membuat media seri ketuntasan klasikal melebihi indicator
parallel dan job sheet yang diterapkan ketuntasan sebesar 75% (100%≥75%). 2)
dengan mengaitkan materi tersebut dalam Pemahaman ketrampilan yang dilihat dari
kehidupan sehari-hari. Ariwibowo, dkk praktek siswa pada siklus I nilai rata-rata
(2018) dalam penelitiannya juga sebesar 68,41. Namun persentase
menyatakan jika model pembelajaran ketuntasan klasikal 45,45% belum
project based learning jika diintegrasikan mencapai indikator keberhasilan yaitu
dengan kegiatan pembelajaran lain dapat 75%. Kemudian pada siklus II nilai rata-
Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 38
Journal of Vocational Education and Automotive Technology

rata semakin meningkat yaitu 78,98 dengan model yang diterapkan dan
dengan ketuntasan klasikal 96,96%. siswa cenderung banyak bergurau
Dengan demikian nilai ketuntasan klasikal waktu di ajar guru, pada siklus II
melebihi indikator ketuntasan sebesar 75% pemahaman siswa tentang model yang
(96,96%≥75%). diterapkan sudah difahami siswa
Dengan demikian hipotesis terbukti sehingga siswa lebih tertata dalam
bahwa modelproject based learning menerima pelajaran dari guru dan KBM
dengan membuat media seri parallel menjadi kondusif dan menyenangkan.
dapat meningkatkan kompetensi Indikator kinerja guru pada siklus II
memahami rangkaian listrik sederhana mencapai 95%.
pada siswa kelas X TKR 3 SMK
Muhammadiyah Pekalongan. 1) Model
project based learning dengan membuat Saran
media seri parallel dapat meningkatkan Berdasarkan pengalaman selama
keaktifan siswa terbukti pada melaksanakan penelitian tindakan kelas X
pelaksanaan keaktifan siswa siklus I, TKR 3 (Teknik Kendaraan Ringan) SMK
masih belum berjalan sesuai rencana Muhammadiyah Pekalongan pada
tindakan. Hal ini disebabkan siswa kompetensi keahlian teknik kendaraan
masih belum memahami mekanisme ringan maka dapat disampaikan saran-
pembelajaran dengan menggunakan saran sebagai berikut: 1) Pembelajaran
model project based learning denngan melalui model project based
membuat media seri paralel dengan learningdengan membuat rangkaian listrik
benar. Setelah dilakukan perbaikan pada kompetensi rangkaian listrik
berdasarkan kekurangan pada siklus I sederhana yang telah diterapkan di kelas X
maka proses pembelajaran telah TKR 3 (Teknik Kendaraan Ringan) SMK
berjalan dengan baik. Pada siklus II, Muhammadiyah Pekalongan dapat
kelemahan dan kekurangan yang terjadi dijadikan sebagai alternatif pembelajaran
pada siklus I dapat diminimalisir dan produktif untuk meningkatkan kreatifitas
diatasi dengan baik sehingga proses dan penerapan dalam pembelajaran, 2)
pembelajaran dapat berjalan dengan Dalam pembelajaran produktif, proses
lancar sesuai rencana yang dibuat pembelajaran disarankan menggunakan
sehingga indikator keberhasilan pada metode pembelajaran yang bervariasi
siklus II telah tercapai. Oleh karena itu, sesuai dengan keadaan di dalam kelas dan
peneliti dan mitra guru produktif materi yang diajarkan, sehingga dapat
memutuskan tidak perlu diadakan siklus meningkatkan hasil pembelajaran, 3) Perlu
berikutnya. Keaktifan siswa pada siklus dilakukan penelitian yang sejenis dengan
I 69,08% dengan kategori kurang aktif. ruang lingkup yang lebih luas.
Kemudian pada siklus II keaktifan
siswa semakin meningkat yaitu 90,9% DAFTAR PUSTAKA
dengan kategori aktif. 2) Model project
based learning dengan membuat media Arikuto, Suharsimi & Suharjono. 2017.
seri parallel dapat meningkatkan kinerja Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
guru terbukti pada pelaksanaan kinerja Bumi Aksara
guru siklus I mencapai 73,3 %, belum
Ariwibowo, B., Slamet, A. and Syamwil,
berjalan sesuai rencana dikarenakan
R., 2018. Development of Learning
siswa banyak yang belum mengerti
Model of Project-Based Learning
Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 39
Journal of Vocational Education and Automotive Technology

Integrated with Entrepreneurship in Sudjana. 2010. Dasar-dasar Proses Belajar.


The Productive Learning of Bandung: Sinar baru
Motorcycle Tune-Up Competence.
Journal of Vocational and Career Tim Redaksi Akademik Institut IKIP
Education, 3(1). Veteran Semarang. 2017. Buku
Pedoman Skripsi. Semarang: Institut
Aqib, Zaenal. 2006. Penelitian Tindakan Keguruan dan Ilmu Pedidikan
Kelas. Bandung: Pratama Widya Veteran Semarang

Darmadi. 2017 Pengembangan Model


Metode Pembelajaran dalam
Dinamika Belajar Siswa.
Yogyakarta: Deepublish

Dimiyati & Mujiono. 2009. Belajar dan


Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta

Direktorat Tenaga Kependidikan


Direktorat Jenderal Peningkatan
Mutu Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Kementrian
Pendidikan Nasional. 2010.
Membimbing Guru Dalam Penelitian
Tindakan Kelas
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah
Kejuruan Direktorat Jenderal
Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan. 2018. Paduan Penilaian
Hasil Belajar dan Pengembangan
Karakter pada Sekolah Menengah
Kejuruan

Eko, Wahyu & Ranto. 2015. Teknik Listrik


Dasar Otomotif. Surakarta:
Mediatama

Hamalik.2006. Proses Belajar Mengajar.


Jakarta: PT. Bumi Aksara

NEW STEP 1. Buku Training Manual. PT.


Toyota-Astra Motor

Rahmawati, Tatik & Daryono. 2013.


Penilaian Kinerja Guru dan Angka
Kreditnya. Yogyakarta: Gava Media

Vol. 1. No. 2. Tahun 2019. 40

Anda mungkin juga menyukai