Soal Latihan Kawasan Berikat dan PPN
Soal Latihan Kawasan Berikat dan PPN
1. Dalam rangka sub kontrak, mesin dapat dipinjamkan oleh Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB
kepada Pengusaha di TLDDP, dalam jangka waktu … .
a. 60 hari c. 6 bulan.
b. 16 minggu d. 6 tahun.
2. Mesin yang dipinjamkan ke TLDDP tidak kembali dan tidak diperpanjang setelah jangka waktu
pinjaman lampau, maka… .
a. jaminan dicairkan dan dikenakan sanksi adiminstrasi.
b. jaminan dicairkan, tanpa sanksi adiminstrasi
c. izin PDKB dibekukan
d. pengusaha di TLDDP dibekukan izinnya
3. Bila Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB memasukkan bahan baku yang tidak sejenis dengan jenis
bahan baku produksinya, maka PDKB … .
a. dicabut ijinnya c. dibekukan.
b. dikenakan sanksi administrasi d. kena sanksi pidana.
4. Kriteria Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB dianggap tidak jujur sehingga menyebabkan izin
PDKB dicabut adalah … .
a. menyalah gunakan fasilitas Kawasan Berikat atau melakukan tindak pidana pabean dan cukai .
b. tidak mengembalikan mesin yang dipinjamkan kepada pengusaha di tempat lain dalam daerah
pabean.
c. laporan melaksanakan kewajiban pelaporan .
d. memberitahuakan salah tentang jumlah dan jenis barang dalam BC 2.5 .
7. Sejak permohonan sebagai Pengusaha Gudang Berikat atau PPGB diterima secara lengkap dan benar
maka Kepala Kantor Bea dan Cukai harus sudah memberikan rekomendasi kepada Direktur Jederal
Bea dan Cukai , dalam jangka waktu ....
a 15 hari kerja c. 10 hari hari kerja
b. 7 hari kerja d. 5 hari hari kerja .
9. Barang yang ditimbun di Gudang Berikat lebih dari 12 bulan wajib diselesaikan dengan ...
a. dimusnahkan .
b. di re-ekspor atau dilunasi bea masuk, cukai dan PDRI .
c. dikirim ke Gudang Berikat lain .
d. dikirim ke Kawasan Berikat.
10. Pengeluaran barang hasil olahan PDKB ke perusahaan yang mendapat pembebasan atau keringanan
(dahulu KITE) ...
a. diberikan pembebasan bea masuk.
b. diberikan pembebasan dan /atau pengembalian bea masuk.
c. diberikan penangguhan bea masuk.
d. wajib membayar bea masuk.
11. Yang dapat membeli barang di Toko Bebas Bea Kedatangan (incoming duty free shop) adalah …
a. penumpang pesawat udara warga Negara asing yang baru tiba dari luar negeri.
b. penumpang pesawat udara warga Negara Indonesia yang baru tiba dari luar negeri.
c. Anggota Korps Diplomatik Negara asing.
d. penumpang pesawat udara yang baru tiba dari luar negeri, baik waraga negara asing atau
warga Negara Indonesia
12. Pekerjaan yang disubkontrakkan oleh Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB kepada perusahaan
industri di TLDDP harus diselesaikan , sampai dengan barang dimasukkan kembali ke Kawasan Berikat
dalam waktu paling lama ....
a. 30 hari sejak tanggal pengeluaran dari Kawasan Berikat .
b. 30 hari sejak tanggal pengeluaran dari Kawasan Berikat .
c. 60 hari sejak tanggal pengeluaran dari Kawasan Berikat .
d. 60 hari sejak tanggal persetujuan sub kontrak
13. Mesin dan/atau peralatan pabrik yang akan yang dikeluarkan dari KB dan akan dengan tujuan
dipinjamkan untuk dipergunakan mengerjakan pekerjaan subkontrak oleh PDKB lain atau perusahaan
industri di DPIL, hanya dapat dipinjamkan untuk jangka waktu selama-lamanya ...
a. 60 hari.
b. 6 (enam) bulan.
c. 12 (dua belas) bulan.
d. 24 (dua puluh empat) bulan.
15. Atas pemasukan BKP untuk diolah lebih lanjut dari TLDDP ke PDKB diberikan fasilitas …
a. penangguhan pembayaran Bea Masuk dan tidak dipungut PPN dan PPnBM.
b. pembebasan Bea Masuk dan tidak dipungut PPN dan PPnBM.
c. tidak dipungut PPN dan PPnBM
d. pembebasan PPN dan PPnBM.
16. Atas pemasukan barang modal dari luar daerah pabean ke PDKB ...
a. diberikan pembebasan bea masuk
b. diberikan penangguhan bea masuk
c. diberikan keringanan bea masuk
d. wajib bayar bea masuk
17. Dalam hal Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB tidak dapat mempertanggungjawabkan barang
yang seharusnya ada atau terdapat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya, maka
PDKB tersebut ...
a. bertanggung jawab terhadap pelunasan BM, Cukai dan Pajak dalam rangka impor serta
dikenai sanksi berupa denda sebesar 100 % dari BM yang seharusnya dibayar .
b. bertanggung jawab terhadap pelunasan BM, Cukai dan Pajak dalam rangka impor.
c. dikenai sanksi berupa denda sebesar 100 % dari BM yang seharusnya dibayar.
d. bertanggung jawab terhadap pelunasan BM, Cukai dan Pajak dalam rangka impor serta
dikenai sanksi berupa denda sebesar 100 % dari BM dan PDRI yang seharusnya dibayar.
18. Yang benar dari pernyataan tentang TPPB di bawah ini adalah ...
a. didalamnya dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor yang penyelenggaraannya bersifat internasional.
b. di dalamnya dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor dan/atau barang hasil industri dari dalam Daerah Pabean yang penyelenggaraannya
bersifat internasional.
c. didalamnya dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri asal
impor dan/atau mengolah barang dan/atau bahan asal impor untuk dipamerkan dan
penyelenggaraannya bersifat internasional.
d. didalamnya dilakukan kegiatan usaha penyelenggaraan pameran barang hasil industri dari
dalam Daerah Pabean yang penyelenggaraannya bersifat internasional.
19. Pengeluaran barang berupa bahan baku dari Kawasan Pabean ke PDKB menggunakan ...
a. BC 2.3.
b. BC 2.3 dan SPPB.
c. BC 2.3 dan SPPB TPB.
d. BC 2.3 dan SPPB Merah.
20. Orang yang tidak berhak membeli barang di Toko Bebas Bea yang berlokasi di dalam kota
dengan mendapatkan pembebasan bea masuk adalah …
a. anggota korps diplomatik yang bertugas di Indonesia.
b pejabat/tenaga ahli yang bekerja pada Badan Internasional di Indonesia.
c. turis asing yang berwisata di Indonesia.
d. turis asing yang akan keluar dari daerah pabean.
22. Warga Negara Asing yang bekerja pada perusahaan PMA atau PMDN , jika membeli barang di Toko
Bebas Bea di dalam kota ...
a. diberikan fasilitas yang sama dengan Anggota Korps Diplomatik.
b. wajib membayar Bea Masuk, Cukai dan Pajak dalam rangka impor.
c. diberikan fasilitas pembebasan Bea Masuk, Cukai dan Pajak untuk pembelian paling tinggi USD
250.-/ per orang .
d. diberikan fasilitas pembebasan Bea Masuk, Cukai dan Pajak untuk pembelian paling tinggi USD
1,000/per keluarga.
23. Salah satu larangan bagi Pengusaha Kawasan Berikat atau PPGB adalah ...
a. mengeluarkan barang asal impor dengan tujuan untuk dipakai.
b. mengekspor kembali barang impor dari GB.
c. mengeluarkan barang asal impor dengan tujuan Kawasan Berikat.
d. menimbun barang asal tempat lain dalam daerah pabean didalam GB .
24. Pengeluaran barang impor dari GB dengan tujuan impor untuk dipakai ...
a. diberikan fasilitas penangguhan pembayaran BM, pembebasan Cukai dan tidak dipungut
Pajak dalam rangka impor.
b. dibebaskan dari pembayaran BM, Cukai dan Pajak dalam rangka impor.
c. diberikan fasilitas penangguhan pembayaran Bea Masuk , pembebasan Cukai dan PPN
ditanggung pemerintah.
d. dikenakan Bea Masuk, Cukai dan Pajak dalam rangka impor.
25. Dasar penghitungan Bea Masuk untuk pengeluaran barang dari GB dengan tujuan untuk dipakai adalah
…
a. nilai pabean pada saat pemasukan barang impor ke GB dan pembebanan pada saat
pendaftaran BC 2.5 di Kantor Pabean yang mengawasi GB.
b. nilai pabean dan pembebanan pada saat pemasukan barang impor ke GB
c. nilai pabean dan pembebanan pada saat pendaftaran BC 2.5 di Kantor Pabean yang
mengawasi GB
d. nilai pabean pada saat pendaftaran BC 2.5 di Kantor Pabean yang mengawasi GB dan
pembebanan pada saat barang impor masuk ke GB.
26. Dasar pembebanan tarif bea masuk untuk barang yang dikeluarkan dengan tujuan untuk dipakai dari
Kawasan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean dengan menggunakan ….
27. Pemasukan kembali barang ke PDKB yang telah selesai dalam subkontrak dari TLDDP menggunakan
dokumen …
a. BC 2.3
b. BC 2.6.1
c. BC 2.6.2
d. BC 2.7
28. Sub kontrak dari PDKB ke TLDDP dapat diberikan dalam pekerjaan ...
a. pekerjaan pemeriksaan awal dan pengolahan
b. pengolahan
c. penyortiran dan pengolahan.
d. pengolahan dan pengepakan
29. Peralatan perkantoran asal luar daerah pabean yang dipergunakan oleh
Pengusaha Kawasan Berikat dan/atau PDKB ...
30. Barang Hasil Produksi Kawasan Berikat yang dimasukkan kembali dari luar
daerah pabean ke Kawasan Berikat ...
a. tidak diberikan fasilitas kepabeanan dan perpajakan.
b. diberikan fasilitas penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut PDRI .
c. diberikan fasilitas pembebasan Bea Masuk dan PDRI.
d. diberikan fasilitas pembebasan atau keringanan Bea Masuk dan PDRI.
31. Dalam hal hasil produksi tidak dalam keadaan rusak , dasar yang digunakan untuk mengitung
besarnya Bea Masuk atas pengeluaran hasil produksi ke tempat lain dalam Daerah Pabean
adalah ...
a. Nilai pabean dan klasifikasi yang berlaku pada saat barang impor dimasukkan ke Kawasan
Berikat dan pembebanan yang berlaku pada saat pemberitahuan impor untuk dipakai .
b. Nilai pabean berdasarkan harga transaksi pada saat pengeluaran barang dari Kawasan
Berikat dan klasifikasi serta pembebanan pada saat pemberitahuan pabean didaftarkan.
c. Nilai pabean , klasifikasi dan pembebanan yang berlaku pada saat barang impor dimasukkan
ke Kawasan Berikat .
d. Nilai pabean, klasifikasi dan pembebanan yang berlaku pada saat pengeluaran barang dari
Kawasan Berikat.
32. Untuk pengeluaran hasil produksi dari Kawasan Berikat ke tempat lain dalam Daerah Pabean,
dalam hal pembebanan tarif Bea Masuk untuk Bahan Baku lebih tinggi dari pembebanan
tarif Bea Masuk untuk barang hasil produksi, dasar yang digunakan untuk menghitung
besarnya pengenaan Bea Masuk adalah ...
a. pembebanan tarif Bea Masuk untuk bahan baku pada saat barang dimasukkan ke Kawasan
Berikat.
b. pembebanan tarif Bea Masuk barang hasil produksi yang berlaku pada saat dikeluarkan
dari Kawasan Berikat.
c. pembebanan tarif rata-rata antara tarif bahan baku dengan tarif barang hasil produksi.
d. Pembebanan tarif yang paling menguntungkan keuangan negara.
33. Dalam hal hasil produksi dalam kondisi rusak Bea Masuk dihitung berdasarkan:
a. nilai pabean berdasarkan harga transaksi pada saat pengeluaran barang dari
Kawasan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean, klasifikasi yang berlaku
pada saat barang impor dimasukkan ke Kawasan Berikat; dan pembebanan pada
saat pemberitahuan pabean impor untuk dipakai didaftarkan.
b. Nilai pabean dan klasifikasi yang berlaku pada saat barang impor dimasukkan ke
Kawasan Berikat dan pembebanan yang berlaku pada saat pemberitahuan impor
untuk dipakai .
c. Nilai pabean berdasarkan harga transaksi pada saat pengeluaran barang dari Kawasan
Berikat dan klasifikasi serta pembebanan pada saat pemberitahuan pabean
didaftarkan.
d. Nilai pabean , klasifikasi dan pembebanan yang berlaku pada saat barang impor
dimasukkan ke Kawasan Berikat .
c. Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor
dan/atau barang yang berasal dari tempat lain dalam daerah pabean guna diolah atau
digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor.
d. Kawasan Berikat adalah Tempat Penimbunan Berikat untuk menimbun barang impor
guna diolah atau digabungkan, yang hasilnya terutama untuk diekspor.
36. Penetapan tempat sebagai Kawasan Berikat dan pemberian izin Penyelenggara Kawasan
Berikat sekaligus izin Pengusaha Kawasan Berikat untuk jangka waktu tertentu
ditetapkan oleh ...
`40. Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB dapat mengeluarkan Bahan Baku
dan/atau Sisa Bahan Baku, asal luar daerah pabean dengan tujuan ke
Kawasan Berikat lain dan/atau ke perusahaan industri di tempat lain
dalam daerah pabean , dengan persetujuan ...
41. Barang Modal asal impor di Kawasan Berikat yang belum diselesaikan kewajiban
pembayaran Bea Masuk, dapat dikeluarkan dengan tujuan dipindahtangankan ke tempat
lain dalam daerah pabean dengan mendapat pembebasan Bea Masuk , setelah ...
a. 2 (dua) tahun sejak diimpor atau sejak dimasukkan untuk digunakan di Kawasan Berikat
asal , atau telah dipergunakan di Kawasan Berikat sekurang-kurangnya selama 2 (dua)
tahun.
b. 5 (lima) tahun sejak diimpor atau sejak dimasukkan untuk digunakan di Kawasan
Berikat asal, dan telah dipergunakan di Kawasan Berikat sekurang-kurangnya selama 2
(dua) tahun.
c. 4 (empat) tahun sejak diimpor atau sejak dimasukkan untuk digunakan di Kawasan
Berikat asal, dan telah dipergunakan di Kawasan Berikat sekurang-kurangnya selama 2
(dua) tahun.
d. 3 (tiga) tahun sejak diimpor atau sejak dimasukkan untuk digunakan di Kawasan Berikat
asal, dan telah dipergunakan di Kawasan Berikat sekurang-kurangnya selama 2 (dua)
tahun.
42. Peminjaman mesin produksi dan cetakan (moulding) kepada Pengusaha Kawasan
Berikat, PDKB lain, dan/atau perusahaan industri/badan usaha di tempat lain dalam
daerah pabean , diberikan untuk jangka waktu paling lama ...
a. `12 (dua belas) bulan dengan memperhatikan jangka waktu kontrak peminjaman dan
dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan dengan
persetujuan Kepala Kantor Pabean .
b, 6 (enam) bulan dengan memperhatikan jangka waktu kontrak peminjaman dan
dapat diperpanjang untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan dengan
persetujuan Kepala Kantor Pabean .
a. 12 (dua belas ) bulan dengan memperhatikan jangka waktu kontrak peminjaman
dengan persetujuan Kepala Kantor Pabean .
d. 6 (enam) bulan dengan memperhatikan jangka waktu kontrak peminjaman dengan
persetujuan Kepala Kantor Pabean .
43. Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB berkewajiban melakukan pencacahan (stock
opname) terhadap barang-barang yang mendapat fasilitas kepabeanan, cukai, dan
perpajakan, dengan mendapatkan pengawasan dari Kantor Pelayanan Utama atau Kantor
Pabean, paling kurang 1 (satu) kali dalam kurun waktu ...
a. 6 (enam) bulan
b. 1 (satu) tahun.
c. 4(empat) bulan.
d. 3 (tiga) bulan
a. Pengusaha Kawasan Berikat dan PDKB harus menyampaikan laporan setiap 3 (tiga)
bulan sekali paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada Kepala Kantor
Pelayanan Utama atau Kepala Kantor Pabean berupa , laporan pemasukan barang per
dokumen pabean , laporan pengeluaran barang per dokumen pabean , laporan posisi
barang dalam proses (WIP) dan laporan pertanggungjawaban mutasi barang .
b. Pengusaha Kawasan Berikat dan PDKB harus menyampaikan laporan setiap 6 (enam)
bulan sekali paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada Kepala Kantor
Pelayanan Utama atau Kepala Kantor Pabean berupa , laporan pemasukan barang per
dokumen pabean , laporan pengeluaran barang per dokumen pabean , laporan posisi
barang dalam proses (WIP) dan laporan pertanggungjawaban mutasi barang .
c. Pengusaha Kawasan Berikat dan PDKB harus menyampaikan laporan setiap 12 (dua
belas ) bulan sekali paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada Kepala
Kantor Pelayanan Utama atau Kepala Kantor Pabean berupa , laporan pemasukan
barang per dokumen pabean , laporan pengeluaran barang per dokumen pabean ,
laporan posisi barang dalam proses (WIP) dan laporan pertanggungjawaban mutasi
barang .
d. Pengusaha Kawasan Berikat dan PDKB harus menyampaikan laporan setiap 4 (empat)
bulan sekali paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya kepada Kepala Kantor
Pelayanan Utama atau Kepala Kantor Pabean berupa , laporan pemasukan barang per
dokumen pabean , laporan pengeluaran barang per dokumen pabean , laporan posisi
barang dalam proses (WIP) dan laporan pertanggungjawaban mutasi barang .
45. Pengeluaran Hasil Produksi Kawasan Berikat ke tempat lain dalam daerah pabean, dapat
dilakukan dalam jumlah paling banyak ...
a. 25% (dua puluh lima persen) dari nilai realisasi ekspor tahun sebelumnya dan nilai
realisasi penyerahan ke Kawasan Berikat lainnya tahun sebelumnya.
b. 25% (dua puluh lima persen) dari total hasil produksi selama tahun berjalan .
c. 50 % (lima puluh persen) dari nilai realisasi ekspor tahun sebelumnya dan nilai
realisasi penyerahan ke Kawasan Berikat lainnya tahun sebelumnya.
d. 50% (lima puluh persen) dari total hasil produksi selama tahun berjalan.
a. Barang impor dapat ditimbun dalam Gudang Berikat untuk jangka waktu paling lama 6
(enam) bulan , terhitung sejak tanggal pemberitahuan pabean impor.
b. Barang impor dapat ditimbun dalam Gudang Berikat untuk jangka waktu paling lama 1
(satu) tahun, terhitung sejak tanggal pemberitahuan pabean impor.
c. Barang impor dapat ditimbun dalam Gudang Berikat untuk jangka waktu elama izin
penyelenggaraan atau pengusahaan Gudang Berikat yang bersangkutan masih berlaku.
d. Barang impor dapat ditimbun dalam Gudang Berikat untuk jangka waktu paling lama 30
(tiga puluh) hari , terhitung sejak tanggal pemberitahuan pabean impor.
48. Penetapan tempat sebagai Gudang Berikat dan pemberian izin Penyelenggara Gudang
Berikat sekaligus izin Pengusaha Gudang Berikat untuk jangka waktu tertentu ditetapkan
oleh ...
a. Menteri Keuangan .
b. Direktur Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan.
c. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas nama Menteri Keuangan.
d. Kepala Kantor Pabean atas nama Menteri Keuangan.
49. Penetapan tempat sebagai Gudang Berikat dan izin Penyelenggara Gudang Berikat
diberikan untuk jangka waktu paling lama ...
a. 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan kepada
Direktur Jenderal .
b. 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan kepada
Direktur Jenderal .
c. 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan kepada
Direktur Jenderal .
d. .10 (sepuluh) tahun dan dapat diperpanjang dengan mengajukan permohonan kepada
Direktur Jenderal .
.
50. Penetapan tempat sebagai Gudang Berikat dan izin Penyelenggara Gudang Berikat
sekaligus izin Pengusaha Gudang Berikat dan izin PDGB , diberikan untuk jangka waktu
paling lama ...
51. Barang yang dimasukkan dari luar Daerah Pabean ke Gudang Berikat berupa barang
modal yang digunakan untuk penyelenggaraan dan/atau pengusahaan Gudang Berikat,
barang modal dan/atau peralatan untuk pembangunan dan perluasan gudang dan/atau
peralatan kantor ...
a. diberikan fasilitas penangguhan Bea Masuk, pembebasan Cukai dan PDRI tidak dipungut
.
b. diberikan fasilitas pembebasan Bea Masuk, Cukai dan PDRI.
c. diberikan fasilitas keringanan Bea Masuk dan Cukai serta PDRI tidak dipungut.
d. tidak diberikan fasilitas Kepabeanan dan Perpajakan.
52. Pengusaha Gudang Berikat dan PDGB diwajibkan membuat rekapitulasi atas pemasukan
dan pengeluaran barang dan disampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat
Jenderal Bea dan Cukai dan Kepala Kantor Pabean yang mengawasi ...
a. setiap 3 (tiga) bulan dan disampaikan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan
berikutnya.
b. setiap bulan dan disampaikan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya.
c. setiap 4 (empat) bulan dan disampaikan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan
berikutnya.
d. setiap 6 (enam) bulan dan disampaikan paling lambat tanggal 10 (sepuluh) bulan
berikutnya.
53. Pengusaha Gudang Berikat dan PDGB diwajibkan melakukan pencacahan (stock opname)
terhadap barang-barang yang ditimbun di Gudang Berikat, bersama dengan Pejabat Bea
dan Cukai dari Kantor Pabean yang mengawasi, paling sedikit ...
a. 2 (dua) kali pencacahan (stock opname) dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.
b. 1 (satu) kali pencacahan (stock opname) dalam kurun waktu 6 (enam) bulan .
c. 4 (empat) kali pencacahan (stock opname) dalam kurun waktu 1 (satu) tahun;
d. 1 (satu) kali pencacahan (stock opname) dalam kurun waktu 1 (satu) tahun;
54. Perhitungan Bea Masuk terhadap pengeluaran barang dari Gudang Berikat ke tempat lain
dalam daerah , didasarkan pada ...
a. nilai pabean, klasifikasi dan pembebanan yang berlaku pada saat barang impor
dimasukkan ke Gudang Berikat ..
b. nilai pabean dan klasifikasi yang berlaku pada saat Pemberitahuan Pabean Impor
diserahkan dan pembebanan yang berlaku pada saat barang dimasukkan ke
Gudang Berikat.
c. nilai pabean dan klasifikasi yang berlaku pada saat barang impor dimasukkan ke
Gudang Berikat dan pembebanan pada saat Pemberitahuan Pabean Impor
didaftarkan
d. nilai pabean, klasifikasi dan pembebanan yang berlaku pada saat Pemberitahuan
Pabean Impor didaftarkan
55. Pengusaha Kawasan Berikat atau PDKB dapat memberikan pekerjaan subkontrak dalam
jangka waktu paling lama ...
a. 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal persetujuan subkontrak sampai dengan
barang hasil subkontrak dimasukkan kembali ke Kawasan Berikat, setelah
mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pelayanan Utama atau Kepala Kantor
Pabean yang mengawasi.
b. 60 (enam puluh) hari terhitung sejak pengeluaran barang dari Kawasan Berikat
sampai dengan barang hasil subkontrak dimasukkan kembali ke Kawasan Berikat,
setelah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pelayanan Utama atau Kepala
Kantor Pabean yang mengawasi.
c. 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal persetujuan subkontrak sampai dengan
barang hasil subkontrak dimasukkan kembali ke Kawasan Berikat, setelah
mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pelayanan Utama atau Kepala Kantor
Pabean yang mengawasi.
d. 30 (tiga puluh) hari hari terhitung sejak pengeluaran barang dari Kawasan Berikat
sampai dengan barang hasil subkontrak dimasukkan kembali ke Kawasan Berikat,
setelah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Pelayanan Utama atau Kepala
Kantor Pabean yang mengawasi.
56. Peminjaman mesin produksi dan cetakan (moulding) kepada Pengusaha Kawasan Berikat,
PDKB lain, dan/atau perusahaan industri/badan usaha di tempat lain dalam daerah dapat
diberikan untuk jangka waktu :
a. untuk jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang selama
12 (dua belas) bulan dengan persetujuan Kepala Kantor Pabean.
b. untuk jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan dan dapat diperpanjang selama
12 (dua belas) bulan dengan persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Utama atau
Kepala Kantor Wilayah .
c. untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang selama 6
(enam ) bulan dengan persetujuan Kepala Kantor Pabean.
d. untuk jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang selama 6
(enam ) bulan dengan persetujuan Kepala Kantor Pelayanan Utama atau Kepala
Kantor Wilayah .
57. Barang yang dimasukkan dari tempat lain dalam daerah pabean ke TBB ,,,
a. tidak dipungut PPN dan PPnBM .
b. dipungut PPN dan PPnBM.
c. diberikan fasilitas PPN dan PPnBM ditanggung pemerintah.
d. diberikan fasilitas pembebasan PPN dan PPnBM
a. Turis asing yang akan ke luar daerah pabean tidak dapat membeli barang di TBB
yang berlokasi diterminal keberangkatan.
b. Turis asing yang akan ke luar daerah pabean hanya dapat membeli barang di TBB
yang berlokasi diterminal keberangkatan .
c. Turis asing yang akan ke luar daerah pabean tidak dapat membeli barang di TBB
yang berlokasi didalam kota.
d. Turis asing yang akan ke luar daerah pabean dapat membeli barang di TBB yang
berlokasi didalam kota.
a. diberikan pembebasan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor
b. diberikan keringanan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor
c. diberikan penangguhan Bea Masuk dan tidak dipungut Pajak Dalam Rangka Impor
d. diberikan penangguhan Bea Masuk dan dipungut Pajak Dalam Rangka Impor
60. Dlm hal brg asal impor dikeluarkan ke tempat lain dalam daerah pabean dengan tujuan
diimpor untuk dipakai, pengusaha TPPB ...
62. Barang contoh yang diperuntukkan bagi pengenalan hasil produksi atau untuk
pengembangan produk baru yang diimpor oleh pengusaha kawasan berikat atau PDKB ...
a. diberikan untuk paling banyak 3 (tiga) barang untuk 1 (satu) jenis, merek, model
dan mendapatkan pembebasan bea masuk .
b. diberikan untuk paling banyak 3 (tiga) barang untuk 1 (satu) jenis, merek, model
dan mendapatkan penanguhan bea masuk ..
c. diberikan untuk paling banyak 1 (satu) barang untuk 1 (satu) jenis, merek, model
dan mendapatkan pembebasan bea masuk .
d. diberikan untuk paling banyak 1 (satu) barang untuk 1 (satu) jenis, merek, model
dan mendapatkan penangguhan bea masuk .
63. Barang contoh yang diperuntukkan bagi pengenalan hasil produksi atau untuk
pengembangan produk baru yang diimpor oleh pengusaha kawasan berikat atau PDKB
dapat diberikan pembebasan bea masuk jika ...
a. telah disimpan untuk jangka waktu 2 (dua) tahun sejak tanggal dimasukkan ke
Kawasan Berikat .
b. telah disimpan untuk jangka waktu 4 (empat) tahun sejak tanggal dimasukkan ke
Kawasan Berikat .
c. telah digunakan dalam proses produksi .
d. pada saat impornya telah dibayar bea masuknya .
64. Hasil Produksi Kawasan Berikat yang dikeluarkan ke Tempat Penyelenggaraan Pameran
Berikat (TPPB) harus dimasukkan kembali ke Kawasan Berikat asal dalam jangka waktu
paling lama ...
a. 30 (tiga puluh) hari setelah pameran selesai.
b. 60 (enam puluh) hari setelah pameran selesai.
c. 12 (dua belas) bulan setelah pengeluaran dari Kawasan Berikat .
d. 24 (dua puluh empat) bulan setelah pengeluaran dari Kawasan Berikat.