Aliran Fluida Tak Mampat dalam Pipa
Aliran Fluida Tak Mampat dalam Pipa
BAB 5
ALIRAN FLUIDA TAK MAMPU
MAMPAT
79
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
5.1 PENDAHULUAN
Proses-proses industri acap kali memerlukan pengaliran fluida melalui pipa, konduit
(saluran), dan peralatan proses. Para engineer kimia biasanya berhadapan dengan masalah
aliran di dalam pipa tertutup, fluida yang menuruni permukaan vertikal atau miring, fluida
melalui hamparan zat padat, atau fluida di dalam bejana aduk. Aliran di dalam saluran
berpenampang bundar sangat penting, tidak hanya dalam operasi keteknikan, tetapi juga
sebagai contoh kasus untuk aliran fluida pada umumnya.
p p p
h fs
Atau:
p
h fs (5.1)
2 w L 4 w L
h fs (5.2)
rw D
Dimana:
hfs = rugi gesek kulit (skin friction), J/kg
w = tegangan geser dinding, N/m2
rw = jari-jari pipa, m
L = jarak tempuh fluida, m
D = diameter pipa, m
80
BUKU AJAR Unit Operasi I
2 w
f 2
(5.3)
V
Dimana:
f = faktor gesek Fanning
Korelasi besaran umum yang biasa digunakan untuk mengukur gesekan-kulit pipa,
yaitu hfs, ps rw, dan f, adalah:
2
2 L 2 fLV
ps
h fs w (5.4)
rw D
S
rH (5.5)
Lp
Dimana:
S = luas penampang melintang saluran
Lp = bagian terbasahkan dari saluran
D
rH
4
Untuk anulus:
Do Di
rH (5.6)
4
81
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
Dimana:
Do = diameter luar anulus, m
Di = diameter dalam anulus, m
w (rw2 r 2 )
u (5.7)
2rw
Nilai maksimum kecepatan lokal, umax yang terdapat pada pusat pipa adalah:
w rw
umax (5.8)
2
Bila persamaan (5.7) dibagi dengan persamaan (5.8), diperoleh rasio antara kecepatan lokal
dengan kecepatan maksimum:
2
u r
1 (5.9)
umax rw
CONTOH 5.1
Air pada 20 oC mengalir di dalam pipa horizontal ukuran 8-in (sch 40) dengan kecepatan
horizontal 2 ft/s. Jika tegangan geser di dalam sistem perpipaan adalah 16,5N/m2, hitung
kecepatan fluida pada titik sejauh 10 cm dari pusat pipa!
Solusi:
Dari Lampiran 14 - McCabe dkk (1999), pada 20 oC (68 oF) = 1,012 cP, dan = 62,314
lb/ft3. Periksa kondisi aliran dengan bilangan Reynolds:
kg / m3 m
62,314lb / ft 3 16, 018 8in 0, 0254 2 103 m / s
DV lb / ft 3
in
Re 400,84
3
1, 012 10 kg / ms
Jadi, alirannya laminar, sehingga, persamaan (5.8) dan (5.9) dapat digunakan. Dengan
persamaan (5.8) kecepatan maksimum fluida dapat dihitung:
82
BUKU AJAR Unit Operasi I
8in m
16,5 N / m2 0, 0254
umax 2 in 828, 26m / s
3
2 1, 012 10 kg / ms
Menggunakan persamaan (5.9) kecepatan fluida pada jarak 10 cm dari pusat pipa adalah:
2
u 0,1m
1
828, 26m / s 4 0, 0254m
u 828, 26m / s (1 0,9688) 802,38m / s
V
0,5 (5.10)
umax
Dengan:
V = rerata kecepatan fluida, m/s
umax = kecepatan maksimum flluida, m/s
32 LV
ps (5.11)
D2
Karena pS 4 w / DL , maka:
83
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
8V
w (5.12)
D
Dan:
16
f (5.13)
Re
Sesuai dengan persamaan (14), profil kecepatan untuk fluida non Newton dan fluida
Newton dapat dilihat pada Gambar 5.1.
84
BUKU AJAR Unit Operasi I
Perbedaan tekanan untuk aliran fluida yang mematuhi hukum-pangkat dapat dihitung dengan
persamaan:
n'
3n ' 1 V L
n'
Profil kecepatan fluida non newton di dalam pipa membentuk suatu zona aliran
sumbat, di mana aliran tidak berkembang penuh sebagaimana pada fluida newton. Pada
kasus ini, pada bagian pusat tabung tidak terdapat variasi kecepatan dengan jari-jari, dan
gradien kecepatan terbatas pada ruang anulus antara bagian pusat dan dinding tabung
(Gambar 5.2). Untuk variasi kecepatan dalam ruang anulus antara dinding tabung dan sumbat
itu, berlaku persamaan berikut:
1 r
u rw r w 1 o (5.16)
K 2 rw
Dimana:
K = tetapan
o = tegangan geser ambang untuk fluida plastis
Perbandingan radius daerah sumbat (rc) dengan radius pipa dapat dinyatakan dengan
persamaan:
o
rc r (5.17)
w w
85
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
o
rw rc
2
uc (5.18)
2 Krc
ps ro2 r r
2
1 2
u 1 ln (5.19)
4 L ro ln(1/ ) ro
Dimana:
ro = radius luar anulus
= rasio ri /ro
ri = radius dalam anulus
( Do Di )V
Re (5.20)
16a
f (5.21)
Re
Dimana:
f = faktor gesek
a = fungsi rasio Di /Do dari Gambar 5.3.
86
BUKU AJAR Unit Operasi I
f
u* V w (5.22)
2
87
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
u
u (5.23)
u*
yu* y
y (5.24)
y w
Dimana:
u* = kecepatan gesek
u+ = kuosien kecepatan
y+ = jarak, tanpa-dimensi
y = jarak dari dinding tabung
rw r y (5.25)
88
BUKU AJAR Unit Operasi I
V 1
(5.26)
umax 1 3, 75 f / 2
1
f /2
2,5ln Re f / 8 1, 75 (5.27)
1 3,91 f (5.29)
Faktor koreksi energi-kinetik mungkin tidak dapat diabaikan bila kita menerapkan
teorema Bernoulli antara dua stasion, dimana terdapat stasion aliran itu laminar, dan yang
satu lagi turbulen. Demikian pula di dalam peralatan penukar kalor jenis tertentu, dimana
terdapat banyak perubahan ukuran saluran fluida, dan dimana tabung atau permukaan
penukar-kalor itu pendek. Dalam kebanyakan situasi praktis, kedua faktor koreksi itu dapat
dianggap 1 untuk aliran turbulen.
89
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
V / umax sebagai fungsi angka Reynolds diberikan pada Gambar 5.4 yang berlaku untuk aliran
laminar sampai aliran turbulen.
90
BUKU AJAR Unit Operasi I
ps
Untuk aliran laminar (Re2100): V (5.30)
L
ps 1,8
Untuk aliran turbulen (2500Re106): V (5.31)
L
ps 2
Untuk aliran sangat turbulen (Re>106): V (5.32)
L
Dimana:
L = panjang pipa, m
91
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
92
BUKU AJAR Unit Operasi I
CONTOH 5.2
Air pada 50 oF mengalir di dalam pipa plastik horizontal dengan ukuran diameter dalam 3-in,
pada kecepatan horizontal 8 ft/s. Hitung penurunan tekanan jika diketahui panjang pipa
adalah 100 ft.
Solusi:
Dari Lampiran 14 - McCabe dkk (1999), pada 50 oF = 1,31 cP = 1,31 x 10-3 kg/ms, dan =
62,42 lb/ft3. x 16,018 kg/m3/(lb/ft3) = 999,84 kg/m3. Bilangan Reynolds adalah:
DV
Re
m
999,84kg / m3 3in 0, 0254 8 0,3048m / s
Re in 141814
1,31 103 kg / ms
Dari Gambar 5.6, f = 0,0041, sehingga dengan persamaan (4) dapat dihitung:
2 2
ps2 L 2 fLV 2 f LV
h fs w ps
rw D D
2 0, 0041 999,84kg / m3 100 0,3048m (8 0,3048m / s ) 2
ps
3 0, 0254m
ps 20001N / m 2
2n '1 K '
n'
1
f 3 (5.33)
D n ' V n'
2 n
Korelasi faktor gesek dengan bilangan Reynolds untuk untuk aliran laminar:
16
f (5.34)
Ren
Grafik faktor-gesek terhadap bilangan Reynolds untuk aliran fluida non Newton dan fluida
yang mematuhi hukum-pangkat, di dalam pipa licin ditunjukkan pada Gambar 5.7.
93
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
94
BUKU AJAR Unit Operasi I
1) Angka Reynolds dihitung dengan asumsi bahwa suhu fluida sama dengan suhu lindak
rata-rata (mean bulk temperature), yang didefinisikan sebagai rata-rata aritmetik dari
suhu masuk dan suhu keluar,
2) Faktor gesek untuk suhu lindak rata-rata tersebut harus dibagi dengan faktor , yang
dihitung dari persamaan berikut ini:
0,17
Untuk Re > 2100: (untuk pemanasan) (5.35a)
w
0,11
(untuk pendinginan) (5.35b)
w
0,38
Untuk Re < 2100: (untuk pemanasan) (5.35c)
w
0,23
(untuk pendinginan) (5.35d)
w
Dimana:
= viskositas fluida pada suhu lindak rata-rata, kg/ms
W = viskositas pada suhu dinding konduit.
Q
cv T ps (5.36)
V
Dimana:
Q/V = panas yang dihasilkan per unit volume, J/m3
cv = panas spesifik liquid, J/kgoC
= densitas fluida, kg/m3
T = perubahan temperatur, oC
95
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
Untuk aliran senyawa hidrokarbon dan polimer, kenaikan temperatur adalah antara 0,4-0,6
o
C, untuk penurunan tekanan sebesar 1 Mpa.
Rugi gesek hfe yang diakibatkan oleh perluasan penampang secara tiba-tiba ini
sebanding dengan tinggi-tekan kecepatan fluida di dalam saluran kecil, atau:
2
Va
h fe K e (5.37)
2
96
BUKU AJAR Unit Operasi I
Dimana:
Ke = faktor kesebandingan atau koefisien rugi-ekspansi (expansion-loss coefficient)
Va = kecepatan rata-rata di dalam saluran yang lebih kecil (hulu), m/s
Nilai Ke dapat dihitung secara teoretis dan hasilnya cukup memuaskan. Analisis
matematika menggunakan persamaan kontinuitas, persamaan neraca-momentum aliran tunak,
dan persamaan Bernoulli, menunjukkan bahwa:
2
S
K e 1 a (5.38)
Sb
Dimana:
Sa = luas penampang saluran hulu, m2
Sb = luas penampang saluran hilir, m2
Jika jenis aliran pada kedua bagian saluran tidak sama, untuk aplikasi persamaan Bernoulli
harus dilakukan koreksi terhadap dan . Jika aliran di dalam pipa besar bersifat laminar,
dan di dalam pipa kecil turbulen, maka b 2 dan b 4/3.
Dimana:
Kc = koefisien rugi-kontraksi (contraction-loss coefficient)
Vb = kecepatan rata-rata di dalam saluran yang lebih kecil (hilir), m/s
97
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
Hasil-hasil eksperimen menunjukkan bahwa untuk aliran laminar, Kc < 0,1, dan hfc dapat
diabaikan. Untuk aliran turbulen, Kc dapat dihitung dengan persamaan empirik:
S
Kc 0, 4 1 b (5.40)
Sa
Dimana:
Kf = faktor rugi-sambungan
Va = kecepatan rata-rata dalam pipa yang menuju sambungan pipa, m/s
Faktor Kf didapat dari hasil eksperimen dan berbeda-beda untuk setiap jenis sambungan.
Tabel 5.1 menampilkan nilai Kf untuk berbagai tipe sambungan.
98
BUKU AJAR Unit Operasi I
99
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
2
L V
h f 4 f Kc Ke K f (5.42)
D 2
Dimana:
V = kecepatan rata-rata fluida di dalam pipa kecil, m/s
Untuk aplikasi persamaan Bernoulli dalam sistem, harus dipilih stasion a pada pipa
masuk dan stasion b pada pipa keluar. Oleh karena antara stasion a dan station b tidak ada
pompa, Wp = 0; a dan b dapat dianggap 1,0 dan suku energi-kinetik saling menghapus,
sehingga persamaan Bernoulli menjadi:
2
pa pb L V
g ( Z a Zb ) 4 f Kc Ke K f (5.43)
D 2
CONTOH 5.2
Minyak mentah (gravitasi spesifik = 0,93; = 4 cP), keluar dari dasar suatu tangki akibat
gravitasi. Kedalaman zat cair di dalam tangki itu ialah 6 m di atas sambungan pipa-buang.
Pipa-buang itu terbuat dari pipa 3 in, skedul 40. Panjangnya ialah 45 m, dan pada pipa itu
terdapat satu ellbow (siku) dan dua katup gerbang (gate valve). Minyak itu dibuang ke
atmosfer 9 m di bawah pipa pembuang. Hitung laju alir fluida keluar pipa (m3/jam), jika k
dianggap 0,00015ft !
100
BUKU AJAR Unit Operasi I
Solusi:
Konversi satuan:
0, 004kg / ms
3 ft
D 0,3048m / ft 0, 078m
12
0,93 998kg / m3 928kg / m3
2
Vb
h f g ( Z a Zb ) 9,8m / s 2 (6 9)m 147,1m2 / s 2 (i)
2
Asumsi Sa sangat besar dibanding Sb, sehingga Kc = 0,4 (pers. (40)), dengan pers. (42) di
dapat:
2
L V b
h f 4 f Kc Ke K f
D 2
2 2
4 45mf V b Vb
hf 0, 4 0 1, 09 (2,308 f 1, 49)
0, 078m 2 2
DV
Re
928kg / m3 0, 078mV b
Re 18, 096V b
0, 004kg / ms
k/D adalah:
0, 00015 ft 0,3048m / ft
k/D 0, 00059
0, 078m
101
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
Lakukan iterasi (tebak) nilai Vb , hitung Re, baca nilai f pada Gambar 5.6, dan hitung Vb.
Prosedur diulangi Vb hitung hingga diperoleh nilai Vb yang relatif konstan, sebagaimana yang
dicantumkan pada Tabel berikut:
Dari App. 3 (McCabe, 2005), luas penampang pipa 3in(sch.40) = 0,0513 ft2, sehingga
diperoleh debit:
2
3600s 0,3048m
q V b S 4, 4m / s 0, 0513 ft 2
j ft
q 75, 6m3 / j
102
BUKU AJAR Unit Operasi I
melalui ekspander (pemmbesar) yang berbentuk kerucut pada Gambar 5.11. Karena adanya
pembesaran penampang menurut arah aliran, kecepatan fluida akan berkurang, dan dari
persamaan Bernoulli, tekanan akan bertambah.
Perhatikan sekarang dua filamen arus; yang satu, aa, sangat berdekatan dengan
dinding, dan satu lagi, bb, tidak terlalu jauh dari dinding. Peningkatan tekanan pada panjang
tertentu aliran itu sama untuk kedua filamen, karena tekanan pada setiap penampang tertentu
adalah seragam. Jadi, rugi tinggi-tekan untuk kedua filamen itu adalah sama. Tetapi,
tinggi-tekan awal filamen aa lebih kecil dari filamen bb, karena filamen aa lebih dekat pada
dinding. Akhirnya, pada satu titik pada jarak tertentu di sepanjang aliran itu kecepatan
filamen aa akan menjadi nol, tetapi kecepatan filamen bb, dan filamen lain yang lebih jauh
dari dinding dibandingkan dengan aa, masih positif. Titik yang dimaksud ialah titik s pada
Gambar 5-16. Lebih jauh dari titik s, kecepatan pada dinding bertukar tanda menjadi negatif,
dan terjadilah aliran balik daripada fluida yang berada antara dinding dan filamen aa, dan
bidang batas pun memisah dari dinding.
Vorteks-vorteks yang terbentuk antara dinding dan arus fluida yang memisah, lebih
hilir dari titik pisah, menyebabkan terjadinya rugi gesek-bentuk yang agak berlebihan
besamya. Pemisahan ini terjadi baik pada aliran laminar maupun aliran turbulen. Dalam
aliran turbulen, titik pisah itu terletak lebih hilir dari pada aliran laminar. Pemisahan ini dapat
dicegah jika sudut antara dinding saluran dan sumbunya itu kecil. Sudut maksimum yang
dapat ditoleransi pada ekspander berbentuk kerucut tanpa terjadinya pemisahan ialah 7°.
103
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
SOAL LATIHAN
1. Air pada 50 oC mengalir di dalam pipa baja standar ukuran 3-in, sch. 40 dengan kecepatan
horizontal 12 ft/s. Hitung penurunan tekanan jika diketahui panjang pipa adalah 70 m.
2. Suatu liquid (SG = 0,75; = 3 cP), keluar dari dasar suatu tangki akibat gravitasi.
Kedalaman zat cair di dalam tangki itu ialah 6 m. Pipa-buang adalah pipa 3 in skedul 80.
sepanjang 20 m. Pada pipa tersebut terdapat satu ellbow (siku) dan satu katup bola (globe
valve). Liquid keluar ke atmosfer 20 ft di bawah pipa-buang. Hitung laju alir dan debit
liquid keluar pipa!
RANGKUMAN
1. Untuk aliran fluida cair di dalam pipa horizontal pada kondisi steady state, persamaan
Bernoulli menjadi:
2 w L 4 w L
h fs
rw D
Korelasi besaran umum yang biasa digunakan untuk mengukur gesekan-kulit pipa, yaitu
hfs, ps rw, dan f, adalah:
2
ps2 L 2 fLV
h fs w
rw D
2. Faktor gesek (friction factor) adalah rasio antara tegangan geser dinding dengan velocity
head dan densitas, atau:
2 w
f 2
V
3. Radius hidrolik adalah rasio penampang melintang saluran terhadap bagian terbasahkan
pada saluran, atau:
S
rH
Lp
D
Untuk tabung bundar: rH
4
104
BUKU AJAR Unit Operasi I
Do Di
Untuk anulus: rH
4
V
4. Kecepatan rata-rata fluida ialah setengah kecepatan maksimum, atau: 0,5
umax
(5.10)
5. Faktor koreksi energi-kinetik () untuk aliran laminar adalah 2,0. Untuk aliran laminar, nilai
faktor koreksi momentum () adalah 4/3.
32 LV
6. Persamaan Hagen-Poiseuille adalah: ps
D2
7. Untuk fluida yang mematuhi hukum-pangkat variasi kecepatan di dalam pipa dapat
dihitung dengan rumus berikut:
1/ n '
rw11/ n ' r11/ n '
u w
rw K ' 1 1/ n '
n'
3n ' 1 V L
n'
ps ro2 r r
2
1 2
u 1 ln
4 L ro ln(1/ ) ro
9. Untuk aliran anular, bilangan Reynolds dan faktor gesek (f) adalah:
( Do Di )V 16a
Re , dan f
Re
10. Korelasi kecepatan rata-rata dengan kecepatan maksimum fluida untuk aliran turbulen dapat
dinyatakan dengan persamaan:
V 1
umax 1 3, 75 f / 2
11. Untuk tabung licin, korelasi bilangan Reynolds dengan faktor gesek dapat dituliskan
105
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
1
f /2
2,5ln Re f / 8 1, 75
12. Nilai faktor koreksi energi-kinetik () dan faktor koreksi momentum () untuk aliran
turbulen dapat dihitung dengan persamaan-persamaan empiris:
1 3,91 f
13. Untuk zona aliran yang berbeda di dalam suatu sistem, variasi penurunan tekanan
(pressure drop) adalah sebagai berikut:
ps
Untuk aliran laminar (Re2100): V
L
ps 1,8
Untuk aliran turbulen (2500Re106): V
L
ps 2
Untuk aliran sangat turbulen (Re>106): V
L
14. Faktor gesek untuk fluida non Newton memerlukan beberapa parameter khas yaitu K’, n’,
dapat dihitung dengan persamaan berikut:
2n '1 K '
n'
1
f 3
D n ' V n'
2 n
16
15. Korelasi faktor gesek dengan bilangan Reynolds untuk untuk aliran laminar: f
Ren
16. Untuk aliran inkompresibel pada kondisi adiabatis di dalam saluran dengan penampang
melintang tetap, energi akibat penurunan tekanan (pressure drop) dirubah menjadi energi
menurut persamaan:
106
BUKU AJAR Unit Operasi I
Q
cv T ps
V
17. Rugi gesek hfe yang diakibatkan oleh perluasan penampang secara tiba-tiba ini sebanding
dengan tinggi-tekan kecepatan fluida di dalam saluran kecil, atau:
2
Va
h fe K e
2
2
S
Nilai Ke dapat dihitung secara teoretis dengan persamaan: K e 1 a
Sb
18. Rugi gesek karena kontraksi tiba-tiba itu sebanding dengan tinggi-tekan kecepatan di
dalam saluran yang lebih kecil dan dapat dihitung dengan persamaan:
2
Vb
h fc K c
2
Untuk aliran laminar, Kc < 0,1, dan hfc dapat diabaikan. Untuk aliran turbulen, Kc dapat
dihitung dengan persamaan empirik:
S
Kc 0, 4 1 b
Sa
19. Rugi gesek yang disebabkan oleh sambungan pipa (hff ) dapat dihitung dengan
persamaan:
2
Va
h ff K f
2
Faktor Kf didapat dari hasil eksperimen dan berbeda-beda untuk setiap jenis sambungan,
dan dapat dilihat pada Tabel 5.1.
20. Persamaan Bernoulli untuk aliran fluida dengan faktor gesek kombinasi adalah:
2
pa pb L V
g ( Z a Zb ) 4 f Kc Ke K f
D 2
21. Rugi kontraksi dapat diperkecil hingga hampir habis sama sekali jika pengecilan
penampang itu dilakukan secara berangsur-angsur, dan tidak dengan tiba-tiba. Demikian
107
BAB 5 Aliran Fluida Tak Mampu Mampat
pula, rugi ekspansi dapat dibuat minimum dengan mengganti flens dengan suatu
ekspander berbentuk kerucut, dengan sudut lebih kecil dari 7°.
SOAL REVIEW
1. Suatu zat cair (spesifik gravity = 4,7; = 1,3cP) mengalir melalui pipa licin sehingga
terjadi penurunan tekanan sebesar dengan 0,183 lbf/in2 untuk jarak sepanjang 35 km. Jika
laju alir massa adalah 5900 lb/jam, hitung diameter pipa yang digunakan!
2. Untuk kebutuhan air pendingin, digunakan air danau (suhu 30 oC) yang berjarak 40 m dari
pabrik. Air pendingin tersebut ditampung di dalam penampung besar setinggi 15 m
sebelum dialirkan ke dalam proses. Sistem perpipaan terdiri dari 1 batang pipa horizontal
4in (skedul 40) sepanjang 20 m, serta 3 batang pipa 3in (skedul 40) sepanjang 10m yang
disambung dengan 2 elbow membentuk konfigurasi 2 pipa horizontal dan 1 pipa vertikal.
Pipa buang dilengkapi dengan 1 katup gerbang (gate valve). Jika air masuk sistem
perpipaan dengan laju alir 10 ft/s, hitunglah laju alir dan debit air masuk tangki
penampungan!
108