0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan14 halaman

Teknik Perbanyakan Tumbuhan: Setek dan Cangkok

Dokumen tersebut membahas tentang reproduksi tumbuhan secara aseksual melalui beberapa metode seperti stek, cangkok, dan okulasi. Metode stek melibatkan penggunaan bagian tumbuhan seperti batang, daun, atau akar untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Cangkok melibatkan penanaman cabang pohon ke tanah untuk membentuk akar baru. Okulasi digunakan untuk meningkatkan kualitas tanaman dengan cara menempelkan iris

Diunggah oleh

Adel Weis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan14 halaman

Teknik Perbanyakan Tumbuhan: Setek dan Cangkok

Dokumen tersebut membahas tentang reproduksi tumbuhan secara aseksual melalui beberapa metode seperti stek, cangkok, dan okulasi. Metode stek melibatkan penggunaan bagian tumbuhan seperti batang, daun, atau akar untuk ditumbuhkan menjadi tanaman baru. Cangkok melibatkan penanaman cabang pohon ke tanah untuk membentuk akar baru. Okulasi digunakan untuk meningkatkan kualitas tanaman dengan cara menempelkan iris

Diunggah oleh

Adel Weis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

I.

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Reproduksi tumbuhan adalah proses perkembangbiakan tanaman atau


pembentukan individu baru atau keturunan pada tanaman agar tidak mengalami
kepunahan. Reproduksi bertujuan untuk menurunkan sifat-sifat genetik induk
sekaligus menjaga keberlangsungan spesies di kemudian hari. Proses reproduksi
dapat ditempuh melalui cara seksual (generatif) maupun aseksual (vegetatif).
Reproduksi tumbuhan dapat dilakukan secara aseksual maupun seksual. Reproduksi
secara aseksual menghasilkan individu baru tanpa perpaduan sel-sel kelamin,
sehingga individu baru yang dihasilkan akan mewarisi sifat genetika yang identik
dengan tetuanya (kecuali jika terjadi mutasi).
Reproduksi aseksual merupakan cara reproduksi (perbanyakan diri) tanpa
melewati proses peleburan dua gamet. Artinya, satu induk tumbuhan dapat
memperbanyak diri menghasilkan keturunan yang memiliki sifat identik dengan
induk. Reproduksi secara aseksual/vegetatif dapat terbentuk dari sel jaringan
nucellus, serta terbentuknya tanaman dari bagian bagian khusus seperti umbi,
rhizome, runner dan anakan.
Perkembangbiakan dengan terbentuknya umbi juga terbagi menjadi beberapa
cara yaitu umbi lapis seperti terbentuknya bawang dan bunga tulip, umbi sisik seperti
terbentuknya bunga gladiol, umbi batang seperti terbentuknya kentang dan umbi akar
seperti terbentuknya ubi jalar. Reproduksi vegetatif dapat terjadi secara alami dan
buatan (artifisial). Perkembangbiakan vegetatif tidak memerlukan bunga sehingga
tidak terjadi penyerbukan. Reproduksi ini bisa terjadi secara alami atau buatan.
1.2. Tujuan
a. Memahami tentang sistem setek pada tumbuhan.
b. Memahami tentang sistem cangkokan pada tumbuhan.
c. Memahami tentang sistem okulasi pada tumbuhan.
d. Memahami tentang sistem sambung pucuk dan sambung samping pada tumbuhan
II. PEMBAHASAN

A. SETEK

Setek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan


menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi
tanaman baru. Keberhasilan perbanyakan dengan cara stek ditandai terjadinya
regenerasi akar dan pucuk pada bahan stek sehingga menjadi tanaman baru.
Regenerasi akar dan pucuk dipengaruhi oleh faktor intern yaitu tanaman itu sendiri
dan faktor ekstern atau lingkungan.
Ada banyak keuntungan yang kita dapatkan dari tanaman yang yang di lakukan
stek, diantarany adalah:
1. Tanaman memiliki sifat yang sama dengan indukannya, terutama pada bentuk
buah, warna, rasa dan juga bentuknya.
2. Tanaman stek dapat kita tanam pada tempat dengan permukaan tanahnya yang
dangkal, karena tanaman stek memiliki akar tunggang.
3. Perbanyakan tanaman buah menggunakan metode stek merupakan perbanyakan
yang sangat mudah dan praktis.
4. Stek bisa dikerjakan dengan cepat, mudah, murah dan juga tidak memerlukan
tekhnik khusus seperti halnya dengan metode mencangkok dan juga okulasi.

Kerugian Stek Terhadap Tanaman


1. Akar dangkal dan tidak ada akar tunggang, itu dapat membuat tanaman roboh saat
terjadi angin yang kencang.
2. Tanaman tidak tahan kekeringan saat terjadi musim kemarau yang panjang.

1. Cara Stek Tanaman dengan Daun

 Pilih Daun Dewasa atau Tua


Hal ini sangat penting sekali karena daun tanaman yang telah memasuki fase
dewasa dapat mengurangi resiko organ cepat membusuk. Sebaliknya daun muda
akan menyulitkan pertumbuhan karena perkembangan yang belum sempurna.

 Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah yang sebaiknya dilakukan sebelum pemindahan stek daun.


Pengolahan dapat dilakukan di tanah maupun secara langsung di polybag. Tanah
yang akan digunakan perlu digemburkan. Tanah gembur akan merangsang
pertumbuhan akar lebih cepat untuk tumbuh. Tanah dicampur dengan pupuk
kandang dengan perbandingan 1:1.

 Penyemaian Daun

Bagian daun yang telah menjadi irisan akan dilakukan penyemaian. Hal tersebut
dilakukan dengan cara pemindahan stek daun secara hati hati. Daun-daun tersebut
ditanam secara berjejer rapi dan tidak bertumpuk.

 Menjaga Kelembaban Daun

Daun tanaman yang sudah distek harus dijaga kelembabannya agar tidak
mengalami kekeringan. Cara menjaga kelembaban agar tetap stabil dapat
dibungkus dengan plastik. Hal yang paling mudah dilakukan dengan menjauhkan
stek dari paparan sinar matahari misalnya dimasukan ke green house.

 Perawatan Tanaman

Rawat tanaman sampai akarnya keluar. Media semai harus terus dijaga dengan
baik agar tidak sampai kering. Media juga tidak boleh terlalu terlalu basah.

2. Cara Stek Tanaman dengan Batang

 Pilih Tanaman yang Akan Distek


Perlu diingat bahwa tidak semua tanaman bisa dibiakkan dengan metode stek
batang. Setelah mengetahui bahwa tanaman di rumah bisa dilakukan stek batang,
maka prosesnya bisa Anda mulai segera mungkin.
 Pilih Tunas yang Relatif Baru

Kendati relatif baru, namun tunas harus memenuhi syarat dewasa dari induk
tanaman. Setelah menemukan tunas ideal, tentukan panjang batang stek. Secara
umum, potong sekitar 8-10cm untuk tanaman yang selalu hijau dan 15-30cm
untuk tanaman belukar.

 Buang Daun dari Bagian Bawah Stek

Jangan lupa membuang dua lembar daun dari bagian bawah potongan dan petik
dua lembar daun di bagian pucuk juga. Daun yang dibuang sekitar ½ sampai ⅔.
Buang juga kuncup bunga karena akan menyerap terlalu banyak nutrisi yang
dibutuhkan tanaman untuk menumbuhkan akar baru.

 Proses Stek Batang

Memproses batang stek meningkatkan peluangnya untuk menciptakan akar baru


karena tanaman memiliki nutrisi yang diperlukan.

 Buat Substrat

Anda bisa memulai pembentukan akar di pasir, tanah, atau bahkan air dengan
teknik subtrat. Beberapa stek batang akan membentuk akar lebih cepat di dalam
air dibanding di dalam tanah. Setelah mendapat subtrat, pindahkan stek ke lokasi
penanaman terakhir setelah Anda yakin akar telah terbentuk.

3. Cara Stek Tanaman dengan Akar


Untuk melakukan stek tanaman dengan akar, pertama siapkan media tanam dari
campuran tanah, kompos, dan arang sekam atau sekam kering. Kemudian pilih akar
yang sempurna dan tidak cacat. Akan lebih baik jika memilih yang sudah terlihat
calon akarnya. Tempelkan akar di permukaan media tanam. Biarkan akar tumbuh
bersama dengan sendirinya. Jika akar sudah dapat tumbuh mandiri, Anda dapat
memotong akar selanjutnya dan dipindahkan ke pot yang baru.

B. Cangkokan
Mencangkok adalah proses perkembangbiakan vegetatif buatan yang bertujuan
untuk membantu memperbanyak tanaman yang memiliki sifat sama dengan indukan.
Pada dasarnya mencangkok adalah cara untuk menumbuhkan akar pada tanaman.
Mencangkok dapat dilakukan pada cabang atau ranting pohon yang tidak terlalu
besar.

Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang harus disiapkan sebelum proses cangkok adalah pisau yang
tajam, tali, sabut kelapa, pupuk atau tanah yang gembur, plastik, dan air.

Cara Mencangkok
Hal yang perlu diperhatikan sebelum mencangkok adalah memastikan bahwa
tanaman atau induk yang akan dicangkok memiliki kualitas yang baik. Karena
mencangkok sendiri bertujuan untuk membuat tanaman baru yang memiliki sifat
sama seperti induknya. Berikut ini adalah langkah dalam mencangkok:
1. Memilih tanaman yang akan dicangkok.
2. Memilih cabang atau ranting lurus yang tidak terlalu tua atau muda.
3. Mengupas bagian kulit ranting atau cabang pohon.
4. Membersihkan kambium yang ada pada ranting atau cabang pohon.
5. Tutup kembali bagian yang disayat dengan meletakkan tanah, kemudian bungkus
dengan plastik pembungkus dan sabut kelapa.
6. Ikat pada bagian yang ditutupi oleh plastik pembungkus dan sabut kelapa.
7. Jangan lupa untuk menyiram tanaman secara rutin.
8. Tunggu selama tiga sampai empat bulan atau tunggu sampai tumbuh akar.
9. Setelah akar mulai tumbuh dan keluar dari plastik pembungkus, maka dapat
diartikan bahwa hasil cangkokan bisa dipotong dan disemai.

Keuntungan Mencangkok
Berikut ini adalah beberapa keuntungan mencangkok:
1. Kualitas tanaman sama seperti induknya.
2. Dapat berbuah dengan cepat.
3. Jika tidak memiliki lahan yang luas, bibit cangkok dapat ditanam pada pot.
4. Pohon hasil cangkok tidak terlalu tinggi.
5. Bisa ditanam di pinggir kolam ikan, hal ini karena akar bibit dapat menyebar di
dekat permukaan tanah.
6. Tingkat keberhasilan tinggi.
Kerugian Mencangkok

Berikut ini adalah Kerugian mencangkok:


1. Jika tidak dilakukan dalam jumlah banyak, proses mencangkok dapat merusak
tanaman induk.
2. Tanaman hasil cangkok cepat roboh karena tidak memiliki akar yang kuat.
3. Proses mencangkok dapat merusak tanaman induk karena banyak ranting dan
cabang yang dipotong.
4. Umur tanaman hasil cangkok lebih pendek jika dibanding tanaman induk.
5. Hanya bisa dilakukan pada tanaman berkeping dua.

C. Okulasi
Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara
menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata tunas dari batang atas pada suatu
irisan dari kulit pohon lain, biasa diambil dari batang bawah, sehingga tumbuh
bersatu menjadi tanaman yang baru. Dalam melakukan okulasi pada tanaman
diperlukan ketrampilan khusus supaya tujuan okulasi dapat berhasil. Okulasi disebut
juga sebagai salah satu teknik perbaikan kualitas tanaman secara vegetatif buatan.
Sama seperti jenis perbanyakan vegetatif buatan lainnya, okulasi dilakukan dengan
tujuan untuk memperoleh bibit tanaman yang berkualitas baik.

Proses Okulasi
Adapun untuk mekanisme dalam teknik okulasi ini sendiri, antara lain adalah sebagai
berikut;
 Mengiris batang bawah (membuat jendela okulasi)

Langkah yang pertama dalam tahapan olukasi adalah mengiris batang bawah. Bentuk
irisan batang bawah tergantung pada cara okulasi yang kita pilih. Irisan okulasi tidak
boleh terlalu dalam dan melukai bagian kayunya karena dapat mengakibatkan
kegagalan okulasi. Letak jendela okulasi harus berada disisi yang berlawanan dengan
arah matahari. memperhatiakan arah matahari Hal ini dikarenakan untuk mencegah
tempelan tidak terkena sinar matahari secara langsung. Cara ini berlaku pada bibit
batang bawah yang dibudidayakan dalam bedengan, namun jika batang bawah
ditumbuhkan dalam polybag atau pot maka letak jendela okulasi tidak menjadi
masalah karena letak bibit lebih mudah diatur posisinya.

 Mengambil Mata Tunas atau Tempel

Tahap okulasi yang kedua adalah pengambilan mata tempel yang dapat dilakukan
dengan tiga cara yaitu bentuk pengambilan sehi empat, sayatan dan bulat. Dengan
adanya macam mata tempel dapat diperoleh bentuk mata tempel yang sesuai dengan
cara okulasi yang digunakan.

 Penempelan atau Penyisipan Mata Tunas

Tahapan selanjutnya adalah penempelan mata tunas. Mata tunas yang telah diperoleh
kemudian disisipkan atau ditempelkan pada jendela okulasi yang telah dibuat pada
batang bawah. Penempelan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak sampai
merusak kambium. Hal yang perlu diperhatikan pada saat penempelan mata tunas
adalah menjaga kebersihan pada kambium karena dapat mengganggu menyatunya
penempelan

 Mengikat Tempelan
Pengikatan tempelan dapat menggunakan plastik polianil khlorida dengan ukuran tali
pengikat kira-kira memiliki panjang sekitar 20 cm dan lebar sekitar 1,5 cm serta
tebalnya 0,1 mm. Pengikatan tempelan biasanya dilakukan dengan sistem genteng
yang diikatkan dari bagian bawah ke atas. Hal yang perlu diperhatikan dalam proses
pengikatan adalah mata tunas jangan diikat terlalu erat karena dapat mengakibatkan
kerusakan pada mata tunas.

 Membuka Ikatan
Ikatan okulasi dibuka setelah kurang lebih 1 bulan setelah pelaksanaan untuk
dilihat mata tempelnya. Jika mata temple masih menunjukkan warna hijau segar
dan sudah melekat dengan batang bawah berarti okulasi berhasil dilakukan, namun
jika mata tempel berwarna hijau kemerahan atau hitam maka okulasi yang
dilakukan gagal.

 Memotong Batang Bawah

Pemotongan batang bawah dilakukan jika okulasi tersebut telah berhasil. Pemotongan
batang bawah dapat dilakukan dengan cara memotong sekitar 1 cm di atas mata
tempel dengan bentuk potongan miring kebelakang sehingga air hujan yang jatuh
dan tidak mengenai tempelan tersebut. Untuk mencegah terjadinya infeksi maka luka
bekas potongan segera ditutup.
Penutupan dapat dilakukan dengan menggunakan lilin atau cat untuk menjaga agar
pertumbuhan tunas okulasi dapat tegak lurus. Tunas yang telah tumbuh diikat pada
tiang

berikut ini keuntungan melakukan okulasi:


1. Tanaman memiliki sifat yang baru yang lebih unggul.
2. Penyiapan benih relatif lebih singkat.
3. Proses pembuahan dan perkembangbiakan lebih cepat.
4. Produktivitas yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan perbanyakan
dengan biji.
5. Pertumbuhan tanaman lebih seragam
6. Proses penangganan hama dan penyakit lebih mudah.

Sedangkan kelemahan melakukan okulasi antara lain:


1. Dibutuhkan keahlian dan pengalaman mengenai okulasi.
2. Terkadang tidak ada kecocokan antara mata tunas yang ditempel dengan tanaman
penerima sehingga tidak tumbuh.
3. Peluang kegagalan dalam penempelan cukup besar, dibandingkan dengan
perbanyakan menggunakan biji.
4. Terkadang hasil okulasi tidak normal seperti yang diharapkan.
5. Umur hidup tanaman hasil okulasi relatif lebih sedikit dibandingkan dengan
tumbuhan yang berkembang biak secara generative

D. Sambung Pucuk & Smbung Samping


1. Sambung Pucuk
Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara
perbanyakan secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian
vegetatif (cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain. Kegiatan sambung pucuk
kerap digunakan dengan menggabungkan batang bawah dan batang atas. Teknik
sambung pucuk dilakukan dengan membuat celah pada batang bawah dan
dimasukkan batang atas (entres) yang memiliki paling tidak 3 mata tunas. Entres ini
diambil dari cabang/ranting yang berasal dari tanaman lain yang memiliki
keunggulan genetis. Batang bawah yang siap disambung biasanya berukuran 0,6 cm
atau lebih.

Cara melakukan teknik sambung pucuk yaitu:

1. Siapkan alat dan bahan berupa batang bawah, batang atas, plastik es, tali rafia,
gunting pangkas dan pisau okulasi yang tajam;
2. Pilih batang bawah yang diameternya sama dengan batang atas (entres);
3. Potong batang bawah setinggi ±20-30 cm dari permukaan tanah;
4. Belah batang bawah sepanjang 2-2,5 cm sehingga terbentuk celah;
5. Entres yang sudah disiapkan di potong daunnya dan disayat pada kedua
sisinya menjadi lancip (seperti mata kampak) dan dapat dimasukkan pada celah
batang bawah;
6. Batang atas dimasukkan pada celah batang bawah
7. Tutuplah dengan menggunakan sungkup kantong es dan ikat menggunakan
tali rafia untuk menjaga kelembaban dan mengurangi penguapan di sekitar
sambungan;
8. Letakkan tanaman pada tempat yang teduh dan diberi naungan agar terhindar
dari panas matahari langsung;
9. Bibit dipelihara sampai siap tanam di kebun selama 3 – 6 bulan

Kelebihan Sambung Pucuk

1. Diperoleh individu yang memiliki beberapa sifat unggul


2. Lebih cepat berbuah
3. Sifat-sifat yang diperoleh tidak berbeda jauh dengan sifat induknya
4. Mempunyai perakaran yang kuat
5. Dapat memperbaiki sifat jenis tanaman
6. Relatif mudah dan sederhana untuk dilakukan

Kekurangan Sambung Pucuk


1. Berbuah sedikit
2. Tidak berhasil jika batang atas dan bawah tidak kompatibel atau tidak cocok
3. Pohon mudah patah
4. Sulit memperoleh bahan sambungan dalam jumlah besar
5. Persiapan yang cukup lama
6. Keterampilan seseorang yang melakukan penyambungan harus diperhatikan

2. Sambung Samping

Teknik sambung samping merupakan teknik perbanyakan tanaman secara


vegetatif dengan menggabungkan bagian dari satu tanaman ke tanaman lain yang
sejenis (satu famili) sehingga tumbuh menjadi satu tanaman dan mempunyai sifat
yang sama dengan induknya (entrisnya).

Bahan dan Alat

 Batang bawah
 Entries
 Gunting pangkas
 Pisau okulasi
 Kantong plastic ukuran 18x8.5 cm, tebal 0.01 mm, (kantong gula pasir 0.25
kg)
 Tali rafia yang telah dipotong- potong ± 1.25-1.50 m

Cara Menyambung

1. Penyambungan sebaiknya di lakukan pada awal musim hujan


2. Batang bawah dikerat pada ketinggian ± 50 cm dari permukaan tanah
3. Kulit batang diiris pada dua sisi secara vertikal dengan pisau okulasi, lebar 1-2 cm
dan panjang ± 2-4 cm(sama denga ukuran entries yang akan disambungkan)

a. Batang pokok yang masih utuh


b. Kulit batang yang dikerat
c. Kulit batang yang diiris vertikal

4. Kulit sayatan dibuka dengan hati- hati, entries dimasukkan kedalam lubang sayatan
sampai kedasar sayatan.
5. Sisi entries yang telah disayat miring diletakkan menghadap batang bawah.
6. Tutup kulit sayatan tekan dengan ibu jari tutup dengan plastic kemudian diikat kuat
dengan tali raffia

a. Kulit batang yang dibuka


b. Pemasangan entries
c. Pengikatan dan pengerudungan sambungan
1. Setelah dua sampai tiga minggu sudah dapat dilihat, sambungan berhasil ditandai
entries masih segar sedangkan yang tidak berhasil kulit mengering atau busuk.
2. Plastic dapat dibuka setelah tunas tumbuh sepanjang ± 2 cm dengan cara bagian
atas kantong plastic disobek
3. Lakukan penyiraman secukupnya secara rutin, buang tunas air yang tumbuh
disekitar batang atas terutama dekat tempat penyambungan.

1. Tunas batang atas diikatkan kebatang bawah agar pertumbuhan mengarah keatas
2. Batang atas yang telah berumur 3-4 bulan dan panjangnya ± 60 cm dilakukan
pemangkasan bentuk.
3. Tajuk batang bawah yang menaungi tunas hasil sambungan dipangkas seperdua
bagian diatas sambungan.
4. Pengendalian hama, khususnya heliopeltis sp dan kutu putih
5. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada umur 7-10 hari setelah
penyambungan dengan mengurangi ranting yang terlalu rimbun.
6. Pupuk sesuai dosis anjuran untuk mempercepat pertumbuhan batang atas.
7. Pemotongan batang bawah dilakukan batang atas mulai berbuah yaitu umur 1.5-2
tahun setelah penyambungan, caranya potong miring pada ketinggian ± 50cm
diatas pertautan. Luka bekas potongan dioles dengan TB 192

Keuntungan Sambung Samping

1. Areal pertanaman kakao dapat direhabilitasi dalam waktu singkat


2. Diperoleh tanaman yang kuat terhadap berbagai gangguan iklim
3. Dibit murah, lebih cepat berproduksi dibandingkan dengan okulasi.
4. Sementara batang atas hasil sambung samping belum berproduksi, hasil buah dari
batang bawah dapat dipertahankan
5. Batang bawah berfungsi sebagai penaung sementara bagi batang atas yang sedang
tumbuh
6. Memperbaiki klon- klon tanaman yang telah ditanam apabila klon tanaman
tersebut sudah tidak dikehendaki.

Kekurangan Sambung Samping

Sambung samping merupakan salah satu teknik rehabilitasi tanaman kakao


yang rusak atau produksinya yang rendah. Hanya saja teknologi ini hanya efektif
dilakukan pada saat musimkemarau. Jika dilakukan pada saat curah hujan tinggi
tingkat keberhasilan cukup rendah.
III. PENUTUP

Kesimpulan

A. Setek merupakan cara perbanyakan tanaman secara vegetatif buatan dengan


menggunakan sebagian batang, akar, atau daun tanaman untuk ditumbuhkan menjadi
tanaman baru.
B. Mencangkok adalah proses perkembangbiakan vegetatif buatan yang bertujuan
untuk membantu memperbanyak tanaman yang memiliki sifat sama dengan indukan.
C. Okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara
menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata tunas dari batang atas pada suatu
irisan dari kulit pohon lain, biasa diambil dari batang bawah, sehingga tumbuh
bersatu menjadi tanaman yang baru.
D. Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman gabungan antara perbanyakan
secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu bagian vegetatif
(cabang/ranting) yang berasal dari tanaman lain, sedangkan teknik sambung samping
merupakan teknik perbanyakan tanaman secara vegetatif dengan menggabungkan
bagian dari satu tanaman ke tanaman lain yang sejenis (satu famili) sehingga tumbuh
menjadi satu tanaman dan mempunyai sifat yang sama dengan induknya (entrisnya).
DAFTAR PUSTAKA
Maslina, L. 2018. Kelebihan dan Kekurangan Sambung Pucuk.
[Link]
Nelistya, A. 2009. Mengenal Bagian-Bagian Tumbuhan. Pacu Minat Baca.
Rosidah, A., & Amalia, D. I. R. 2018. perkembangan seksual dan aseksual.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Sastrahidayat, I. R. 2011. Fitopatologi: Ilmu Penyakit Tumbuhan. Universitas
Brawijaya Press.
Wazri, H. 2019. Teknik Sambung Pucuk dan Sambung Samping Pada Tanaman
Kakao. [Link]

Anda mungkin juga menyukai