UNIVERSITAS BANDAR LAMPUNG
PROGRAM STUDY MAGISTER MANAJEMEN
MATA KULIAH : MSDM
HARI/TANGGAL : Sabtu / 2020
PROGRAM STUDY : Magister Manajemen
PENGUJI : DR. M. OKTAVIANNUR, SE, MM.
1) Pemberian kompensasi bagi karyawan secara adil dan layak akan berdampak
pada kepuasan , kinerja dan mengurangi turn over karyawan. Manajemen
kompensasi harus dilakukan dengan baik. Berikan pandangan saudara tentang
manfaat dari manajemen kompensasi dan strategi pemberian kompensasi yang
dapat meningkatkan kinerja karyawan
2) Motivasi merupakan proses psikologis yang membangkitkan dan
mengarahkan perilaku pada pencapaian tujuan ( Kreitner dan Kinicki, 2001).
Terdapat beberapa teori tentang motivasi, berikan ulasan dan komentar
saudara terhadap salah satu teori motivasi yang saudara ketahui dan
hubungkan dengan manajemen kinerja ?
3) Memberdayakan karyawan merupakan upaya pelibatan karyawan dalam
pengambilan keputusan pada aktivitas yang mempengaruhi pekerjaan mereka.
Berikan pandangan saudara tentang upaya yang dapat dilaukan dalam
pelibatan karyawan dalam pengamblan keputusan dan dampaknya bagi
organisasi
4) Salah satu determinan dalam meningkatkan kinerja karyawan adalah
kompetensi. Spencer dan Spencer .(1993) mengemukakan kompetensi seperti
gunung es, ada yang nampak dipermukaan dan ada pula yang tidak nampak.
Peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan. Berikan
pandangan saudara tentang pengaruh kompetensi terhadap kinerja perusahaan
serta strategi untuk meningkatkan kompetensi karyawan secara berkelanjutan
Nama : Nurdin
NPM : 201171014
Jawaban
1. Menurut pandangan saya manfaat dari manajemen kompensasi adalah
pemberian kompensasi yang baik kepada karyawan akan memberikan
dampak positif pada sebuah perusahaan, diantaranya adalah sebagai
berikut ini:
1) Dapat memacu karyawan untuk berprestasi dan bekerja lebih giat
lagi
2) Perusahaan mendapat karyawan yang berkualitas baik.
3) Memudahkan proses administrasi dan aspek hukum dalam
perusahaan.
4) Kompensasi dapat menjadi daya pikat bagi para pencari kerja yang
berkualitas.
5) Perusahaan memiliki kelebihan tersendiri dibanding perusahaan
lain atau competitor
Strategi pemberian kompensasi yang dapat meningkatkan kinerja
karyawan adalah pembayaran kompensasi berdasarkan keterampilan,
sebenarnya dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan kinerja karyawan,
disamping dapat pula membuat karyawan frustasi. Bagi karyawan yang
memang memiliki keterampilan yang dapat diandalkan, maka pemberian
kompensasi berdasarkan keterampilan akan dapat meningkatkan kinerja,
sebaliknya bagi karyawan yang tidak memiliki keterampilan dan tidak
mempunyai kemampuan untuk meningkatkan keterampilannya, maka
sistem pemberian kompensasi ini dapat mengakibatkan frustasi. Menurut
Robbins (2001), kompensasi berdasarkan keterampilan adalah sesuai
dengan teori ERG (Existence, Relatedness and Growth theory) dari
Alderfer, sebab sistem pembayaran ini dapat mendorong karyawan untuk
belajar, meningkatkan keterampilannya dan memelihara keterampilannya.
Hal ini dapat diartikan, bahwa bagi karyawan yang ingin memenuhi
kebutuhannya dengan lebih baik, maka pemberian kompensasi
berdasarkan keterampilan akan menjadi pendorong baginya untuk lebih
meningkatkan keterampilan, agar memperoleh kompensasi yang lebih
tinggi, sehingga kebutuhannya dapat terpenuhi.
2. Motivasi kerja merupakan pemenuhan kebutuhan, mendorong
/merangsang seorang untuk bekerja dengan penuh semangat dan tanggung
jawab, karena merasa akan mendapatkan hasil/imbalan yang sesuai dengan
hasil pekerjaannya, apalagi kalau ada nilai tambah berupa insentif,
penghargaan, promosi dan sebagainya, sehingga dengan nilai tambah
tersebut ia dapat bekerja lebih bersemangat dan bertanggung jawab.
Kondisi yang memungkinkan seorang pegawai mencapai suatu
kebahagiaan dalam melaksanakan rutinitas pekerjaan, merupakan sikap
umum seseorang terhadap kegiatan yang dilakukan dan berhubungan
dengan lingkungan dimana ia berada. Kepuasaan kerja setiap orang relatif
berbeda. Kepuasaan akan terwuijud jika seseorang dalam lingkungan yang
aman dari gangguan-gangguan yang memungkinkan terjadinya halhal
yang tidak diinginkan. Dengan demikian lingkungan kerja yang kondusif
menyebabkan pegawai dapat bertahan untuk bekerja dengan tenang.
Menurut pandangan saya berdasarkan penjelasan tersebut yang telah
dikemukakan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara
motivasi kerja dengan kinerja pegawai, dalam arti bahwa makin tinggi
motivasi kerja seorang pegawai makin bagus kinerjanya.
3. Keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan dalam organisasi
akan sangat membantu pimpinan untuk memilah dan mempertimbangkan
suatu keputusan. Walaupun pada akhirnya, pimpinan yang memutuskan
suatu keputusan. Akan tetapi sebelum keputusan tersebut diambil para
anggota dapat merumuskan gagasan-gagasan untuk membantu mencapai
tujuan organisasi.
Menurut Pride dalam buku Business (2014: 179) Pengambilan keputusan
adalah pemilihan satu alternatif dari serangkaian alternatif. Sedangkan
Perlibatan Karyawan adalah suatu proses mengikutsertakan para karyawan
pada semua level organisasi dalam pembuatan keputusan dan pemecahan
masalah yang dapat berupa ide, saran kritik dan sebagainya (Fandy
Tjiptono 2003;128)
4. Kinerja Karyawan yang baik sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
Kompetensi SDM merupakan faktor yang dapat mempengaruhi Kinerja
Karyawan. Ada lima karakteristik kompetensi yang dapat mempengaruhi
kinerja karyawan yaitu, motives, traits, self-concept, knowledge dan skills.
Bila Karyawan memiliki kompetensi yang tinggi maka kinerja karyawan
yang baik dapat terwujud. Kompetensi SDM yang meliputi motives, traits,
selfconcept, knowledge, dan skills secara parsial mempunyai pengaruh
positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Dan strategi untuk
meningkatkan kompetensi karyawan secara berkelanjutan yaitu karena
saling mempengaruhi satu sama lain, perusahaan harus turut serta
membantu meningkatkan kompetensi karyawan di lingkungan kerja. Cara
perusahaan meningkatkan kompetensi kerja karyawan di lingkungan kerja
bisa dengan berbagai macam kegiatan. Kegiatan meningkatkan
kompetensi kerja oleh perusahaan harus dilakukan secara berkelanjutan
agar dapat mempertahankan konsistensi kinerja, mengevaluasi kinerja
yang dinilai masih kurang, dan mengembangkan kualitas kinerja jauh lebih
baik, Berikut cara – cara meningkatkan kompetensi kerja karyawan
1) Pelatihan Skill Secara Professional
Program pelatihan karyawan merupakan salah satu agenda penting
bagi perusahaan untuk mengembangkan dan meningkatkan
kompetensi karyawan. Selain meningkatkan kompetensi masing-
masing individu, program pelatihan yang dilakukan secara
profesional juga dilakukan untuk meningkatkan dan
mempertahankan produktivitas dan kinerja perusahaan.
2) Job Enrichment
Job enrichment adalah memberikan job desk dan tanggung jawab
yang lebih besar kepada karyawan. Penambahan job desk dan
tanggung jawab bisa berupa kompleksitas system mau pun
kuantitas job desk itu sendiri. Misalkan seorang seorang teknisi
biasanya menangani mesin. Kemudian pihak HRD perusahaan
memberikan tugas baru berupa pengelolaan mesin baru yang lebih
canggih. Karyawan akan tertantang untuk melaksanakan tugas dan
tanggung jawab baru dan tingkat kompetensi mereka pun akan
meningkat.
3) Studi Banding
Studi banding adalah kegiatan yang dilakukan untuk menambah
knowledge untuk penerapan di perusahaan, dengan harapan
penerapan tersebut dapat membuat kompetensi karyawan jauh
lebih baik. Studi banding biasa dilakukan ke perusahaan yang
bergerak dibidang sejenis atau pun kompetitor. Studi banding juga
mendorong karyawan lebih inovatif dan mendapatkan ide yang
jauh lebih kreatif. Dorongan pada karyawan tersebut akan
meningkatkan motivasi untuk jauh lebih berkembang sejalan
dengan meningkatnya kompetensi.
4) Promosi
Promosi Jabatan adalah pemindahan tugas karyawan dari suatu
posisi atau jabatan, ke posisi atau jabatan lain yang lebih tinggi
dengan pendapatan, tunjangan. job desk, tanggung jawab, dan
kesempatan lebih besar untuk mengembangkan karir. Kumpulan
tugas baru secara tidak langsung membuat karyawan terdorong
bekerja jauh lebih rajin.
5) Rotasi Kerja
Rutinitas kerja yang monoton akan membuat karyawan bosan dan
menurunkan tingkat produktivitas. Penurunan tingkat produktivitas
dapat menimbulkan penurunan tingkat kompetensi. Maka dari itu
rotasi kerja dilakukan. Definisi rotasi kerja adalah penempatan
karyawan cabang atau tempat lain dengan scope job desk dan divisi
yang masih serupa dengan sebelumnya. Karyawan pun akan
mempunyai rutinitas baru yang tak membosankan serta
merangsang mereka bekerja efektif dan efisien.
6) Membangun Team Work
Sebuah perusahaan terdiri dari bermacam individu dengan latar
belakang yang berbeda. Walau berbeda, membangun team work
akan mempermudah dan mempercepat realisasi tujuan perusahaan.
SIngergi antar individu dengan masing-masing job desk dalam
team work yang baik turut melahirkan solui yang lebih tepat dan
cermat untuk memecahkan tantangan yang dihadapi perusahaan.
7) Ciptakan Lingkungan Kerja yang Menyenangkan
Lingkungan kerja yang menyenangkan bisa melalui penataan
fasilitas yang cukup dan dibutuhkan karyawan serta membangun
suasana yang harmonis antar karyawan. Fasilitas yang memadahi
menjadikan karyawan lebih fokus dalam bekerja. Sementara
suasana yang harmonis antar karyawan dapat membuat karyawan
merasa betah dan memiliki sense of belonging dalam suatu
perusaan. Dua kombinasi cara tersebut akan membuat lingkungan
kerja lebih menyenangkan bagi karyawan.