I.
PENGERTIAN
Seleksi konsep merupakan proses menilai konsep dengan memperhatikan
kebutuhan pelanggan dan kriteria lain, membandingkan kekuatan dan kelemahan relatif
dari konsep, dan memilih satu atau lebih konsep untuk penyelidikan, pengujian dan
pengembangan selanjutnya.
(Contoh : Pengembangan Alat Suntik)
Tim menetapkan 7 kriteria yang menjadi dasar pemilihan sebuah konsep produk
alat suntik (dengan orang tua sebagai target pasar) :
- Kemudahan penanganan
- Kemudahan penggunaan
- Kemudahan membaca dosis
- Akurasi pengukur dosis
- Daya tahan
- Kemudahan proses manufaktur
- Mudah dibawa
II. Concept Development Process
Gambar diatas menggambarkan keterkaitan kegiatan seleksi konsep dengan
kegiatan lain yang menyusun fase pengembangan konsep dari proses pengembangan
produk. Meskipun bab ini memfokuskan pada seleksi konsep produk secara
keseluruham pada awal proses pengembangan, metode yang ditampilkan juga akan
berguna pada saat tim memilih konsep subsisteme, komponen dan proses produksi.
III. Proses Berulang (Iterative Process)
Seleksi konsep adalah proses penyempitan serangkaian alternatif konsep
yang sedang dipertimbangkan
Seleksi konsep merupakan proses berulang yang berhubungan erat
dengan penyusunan dan pengujian konsep
IV. Seluruh Tim menggunakan Beberapa Metode untuk Memilih sebuah Konsep
Metode pemilihan konsep sangat bervariasi dilihat dari efektifitasnya, antara lain
:
Keputusan Eksternal: Konsep-konsep dikembalikan kepada pelanggan,klien, atau
beberapa lingkup eksternal lainnya untuk diseleksi
Produk juara: Seorang anggota yang berpengaruh dari tim pengembangan produk
memilih sebuah konsep atas dasar pilihan pribadi
V. Seluruh Tim menggunakan Beberapa Metode untuk Memilih sebuah Konsep
Intuisi:
Konsep dipilih berdasarkan perasaan. Kriteria eksplisit atau analisis
pertentangan tidak digunakan.
Multivoting:
Tiap anggota tim memilih beberapa konsep, konsep yang paling banyak
dipilih yang akan digunakan.
VI. Seluruh Tim menggunakan Beberapa Metode untuk Memilih sebuah Konsep
Pro dan Kontra :
Tim mendaftar kekuatan dan kelemahan dari tiap konsep dan membuat
sebuah pilihan berdasarkan pendapat kelompok.
Prototipe dan Pengujian :
Organisasi membuat dan menguji prototipe dari tiap konsep, lalu
menyeleksi berdasarkan data pengujian
Matrik Keputusan :
Tim menilai masing-masing konsep berdasarkan kriteria penyeleksian
yang telah ditetapkan sebelum yang dapat diberi bobot.
VII. Keuntungan Metode seleksi Konsep yang terstruktur :
Produk terfokus pada pelanggan
Rancangan yang kompetitif
Koordinasi antara proses dan produk yang lebih baik
Mengurangi waktu untuk pengenalan produk
Pengambilan keputusan kelompok yang efektif
Dokumentasi proses keputusan
IX. Tahapan Metode Seleksi Konsep
Tahap pertama CONCEPT SCREENING (penyaringan konsep)
Penyaringan Konsep di dasarkan Pada Metode yg dikembangkan oleh
Stuart Pugh pada tahun 1980-an dan sering kali di sebut seleksi Konsep Pugh
Tujuanya tahap ini adalah mempersempit jumlah konsep secara cepat
dan untuk memperbaiki konsep
Contoh Concept Screening Matrix
Tahap ke dua CONCEPT SCORING (penilaian konsep)
Penilaian Konsep digunakan agar peningkatan jumlah alternatif
penyelesaian (resolusi) dapat dibedakan lebih baik diantara konsep yang
bersaing.
Pada tahap ini, tim memberikan bobot kepentingan relatif untuk setiap
kriteria seleksi dan memfokuskan pada hasil perbandingan yang lebih baik
dengan penekanan pada setiap kriteria
Rate The Concepts
Concept Scoring Matrix
Dekomposisi kriteria seleksi yang bertingkat
X. Langkah Seleksi Konsep
1. Menyiapkan matrik seleksi
2. Menilai konsep
3. Mengurut konsep
4. Mengkombinasikan dan memperbaiki konsep
5. Memilih satu atau lebih konsep
6. Merefleksikan hasil dan proses
TUGAS MAKALAH
PENGEMBANGAN PRODUK BARU
PEMILIHAN KONSEP
Oleh :
A Jatmiko S C1B013034
Erza C1B013070
Dhani Riyanto C1B013065
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jendral Soedirman
2016