3.
2 Pembahasan
Fungisida umumnya dibagi menurut cara kerjanya di dalam tubuh tanaman sasaran yang
diaplikasi, yakni fungisida nonsistemik, sistemik, dan sistemik local. Pada fungisida,
terutama fungisida sistemik dan non sistemik, pembagian ini erat hubungannya dengan sifat
dan aktifitas fungisida terhadap jasad sasarannya. Fungisida nonsistemik tidak dapat diserap
dan ditranslokasikan didalam jaringanTanaman. Fungisida nonsistemik hanya membentuk
lapisan penghalang di permukaan tanaman (umumnya daun) tempat fungisida disemprotkan.
Fungisida ini hanya berfungsi mencegah infeksi cendawan dengan cara menghambat
perkecambahan spora atau miselia jamur yang menempel di permukaan tanaman. Karena itu,
fungisida kontak berfungsi sebagai protektan dan hanya efektif bila digunakan sebelum
tanaman terinfeksi oleh penyakit. Akibatnya, fungisida nonsistemik harus sering
diaplikasikan agar tanaman secara terus-menerus terlindungi dari infeksi baru.
Fungisida Sistemik,Fungisida sistemik diabsorbsi oleh organ-organ tanaman dan
ditranslokasikan ke bagian tanaman lainnya melalui pembuluh angkut maupun melalui jalur
simplas (melalui dalam sel). Pada umumnya fungisida sistemik ditranslokasikan ke bagian
atas (akropetal), yakni dari organ akar ke daun. Beberapa fungisida sistemik juga dapat
bergerak ke bawah, yakni dari daun ke akar (basipetal).
Kelebihan fungisida sistemik antara lain : Bahan aktif langsung menuju ke pusat infeksi
didalam jaringan tanaman, sehingga mampu menghambat infeksi cendawan yang sudah
menyerang di dalam jaringan [Link] ini dengan cepat diserap oleh jaringan
tanaman kemudian didistribusikan ke seluruh bagian tanaman sehingga bahan aktif dan
residunya tidak terlalu tergantung pada coverage semprotan, selain itu bahan aktif juga tidak
tercuci oleh hujan. Oleh karena itu, aplikasinya tidak perlu terlalu [Link] sistemik
lokal diabsorbsi oleh jaringan tanaman, tetapi tidak ditranslokasikan ke bagian tanaman
lainnya. Bahan aktif hanya akan terserap ke sel-sel jaringan yang tidak terlalu dalam dan
tidak sampai masuk hingga pembuluh angkut (Djojosoemarto.2000)
Macam-macam fungisida berdasarkan fungsinya yaitu,Protektan (sebagai pelindung),
pemakaiannya sebelum infeksi dan fungisidanya bersifat kontak. Eradikan (menghilangkan),
untuk menghilangkan sumber [Link] (menyembuhkan), fungisida
sistemik dan dapat menyembuhkan tanaman sakit. Beberapa fungisida bersifat bersifat
sebagai protektan dapat di gunakan pada benih atau tumbuhan yang belum terserang
penyakit,dengan tujuan melindungi benih dan menghindarkannya dari cendawan. Hal ini di
sebabkan oleh spora pada permukaan atau di bagian dalamnya terdapat misellium yag berada
pada keadaan dorman.(Hriday,2006).
Fungisida eradikan diaplikasikan apabila organisme penyebab penyakit sudah ada di dalam
tanaman atau pada tanaman di tingkat awal infeksi atau sebelum gejala kerusakan menjadi
irreversible. Bila patogen telah ada di dalam tanaman, maka fungisida ini harus mampu untuk
memgadakan penetrasi guna melancarkan kegiatan peracunan. Khemoterapetan
(Menyembuhkan) dapat menyembuhkan tanaman sakit. mekanisme nya yaitu
ditranslokasikan ke bagian atas (akropetal), yakni dari organ akar ke daun(Mujim,2007)
Pentingnya memahami isi label pestisida, hal tersebut penting bagi keselamatan mereka
sendiri. Pada label banyak informasi yang diperlukan oleh pengguna pestisida. Label pada
kemasan pestisida berisikan informasi teknis dari pestisida tersebut, petunjuk penggunaan
produk serta tindakan [Link] teknis pada label berisikan nama dagang dan
formulasi, nama umum, kadar bahan aktif, jenis formulasi, bobot atau volume pestisida, nama
dan alamat pemegang pendaftaran, nomor dan tahun pembuatan, tipe pestisida, cara kerja
pestisida serta nomor pendaftaran. Sedangkan informasi tentang petunjuk penggunaan produk
berisikan target sasaran, dosis, volume larutan (l/ha), waktu penggunaan terakhir sebelum
panen, peralatan yang digunakan, cara dan waktu penggunaan. Untuk informasi tindakan
pencegahan berisikan peringatan bahaya yang terdapat pada warna yang tertera pada label,
petunjuk keamanan (pakaian pelindung, penyimpanan yang aman, pemusnahan limbah),
gejala dini keracunan, petunjuk pertolongan pertama pada keracunan, peringatan bahaya dan
label warna, serta petunjuk perawatan dokter. (Djojosoemarto.2000).
DAFTAR PUSTAKA
Djojosumarto, Panut. 2000. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian.
[Link].
Hriday Chaube, V.S. Pundhir (2006). Crop Diseases and Their
[Link]-Hall of India [Link]. ISBN 978-81-203-2674-3.
Page.292-3.
Mujim,[Link]-Dasar Ilmu Penyakit Tumbuhan. Universitas
[Link]