KELOMPOK 1
Return on Invested Capital
and Profitability Analysis
Michael Gilang Arief Wirawan
Muhammad Afiq Kurniawan
Rendy Prasetya
Preview
Return on Invested Capital (ROIC) mengacu pada pendapatan
perusahaan relatif terhadap tingkat dan sumber pembiayaan, dan
merupakan ukuran keberhasilan perusahaan dalam menggunakan
pembiayaan untuk menghasilkan keuntungan
Importance of ROIC
⚫ Dalam menganalisis performa perusahaan tidak dapat digunakan
ukuran secara individual (Revenue, Net Income, dsb) karena adanya
interdependensi antara aktivitas bisnis.
⚫ Digunakan joint analysis = ukuran yang dibandingkan relatif terhadap
ukuran lainnya.
⚫ ROIC atau ROI (Return on Investment) adalah joint analysis yang
paling umum digunakan dalam mengukur performa perusahaan.
Importance of ROIC
⚫ ROI menghubungkan pendapatan, atau ukuran kinerja lainnya,
dengan tingkat dan sumber pembiayaan perusahaan
⚫ ROI dapat menjadi ukuran perbandingan dengan peluang investasi
alternatif
⚫ Investasi berisiko umumnya menghasilkan ROI yang lebih tinggi
⚫ ROI berdampak pada kemampuan perusahaan untuk menarik
pembiayaan, membayar kreditur, dan memberikan pengembalian
kepada pemilik.
Importance of ROIC
ROI dapat diaplikasikan untuk analisa:
1) Efektivitas Managerial
2) Profitabilitas Perusahaan
3) Perencanaan dan Kontrol
1. Efektivitas Managerial
⚫ Manajemen bertanggung jawab atas semua kegiatan perusahaan
⚫ ROI adalah ukuran efektivitas manajerial dalam aktivitas bisnis
⚫ ROI tergantung pada keterampilan, intelektualitas, dan motivasi
manajemen
2. Profitabilitas Perusahaan
⚫ ROI adalah indikator profitabilitas perusahaan
⚫ ROI menghubungkan ukuran ringkasan utama: keuntungan dengan
pembiayaan
⚫ ROI menggambarkan ROIC dari perspektif pembiayaan yang berbeda
3. Perencanaan dan Kontrol
ROI membantu manajer dalam:
• Perencanaan
• Penganggaran
• Koordinasikan kegiatan
• Evaluasi peluang
• Kontrol
Components of ROIC
ROIC dapat dihitung melalui formula berikut:
Income
Invested Capital
⚫ Tidak ada ukuran universal dari invested capital (modal yang
diinvestasikan)
⚫ Ukuran yang berbeda dari invested capital mencerminkan perspektif
pengguna yang berbeda
Components of ROIC
Ukuran yang sering digunakan sebagain invested capital:
⚫ Net Operating Assets
⚫ Stockholders’ Equity
Net Operating Assets
⚫ Perspektif perusahaan secara keseluruhan
⚫ Kegiatan operasi merupakan kegiatan inti perusahaan. Aktivitas
operasi sangat penting, dan perusahaan harus menjalankannya
dengan baik dalam jangka panjang jika ingin bertahan.
⚫ Return on Net Operating Asset (RNOA)
➢ Mengukur efisiensi/kinerja operasi
➢ Mencerminkan pengembalian aset operasi bersih (tidak
termasuk aset/kewajiban keuangan)
Net Operating Assets
RNOA dihitung dari:
Net operating profit after tax (NOPAT)
Average net operating asset (NOA)
NOPAT = (Sales - Operating expenses) x (1 x effective tax rate)
NOA = Operating asset – Operating Liabilities
NOA = Net financial obligation + Stockholder’s equity
Stockholder’s Equity
⚫ Perspektif dari pemegang common equity
⚫ Menangkap pengaruh leverage (utang) pada pengembalian
pemegang ekuitas
⚫ Tidak termasuk semua pembiayaan utang dan preferred equity
⚫ Dihitung menggunakan return on common equity (ROCE)
Stockholder’s Equity
ROCE dihitung dari:
Net Income – Preferred Stock
Average Common Sharholders Equity
Penyesuaian Invested Capital dan Income
⚫ Banyak angka pada lapiran keuangan memerlukan penyesuaian
analitis
⚫ Beberapa angka yang tidak dilaporkan dalam laporan keuangan perlu
disertakan
⚫ Penyesuaian diperlukan untuk ROIC secara efektif
Analisis Pengembalian Aset Operasi Bersih (RNOA)
Pengukuran pengembalian mengandung komponen yang berpotensi
untuk menyumbangkan pemahaman atas kinerja perusahaan.
Contohnya:
- Sebagai evaluasi manajemen
- Analisis profitabilitas
- Perencanaan dan pengendalian
Analisis Pengembalian Aset Operasi Bersih (RNOA)
Pemisahan Pengembalian atas Aset Operasi Bersih
Pengembalian aset operasi bersih (RNOA) dapat dihitung dengan cara:
Net operating profit after tax (NOPAT)
Average net operating assets (NOA)
Pemisahan RNOA:
RNOA = Operating Profit Margin X Operating Asset Turnover
NOPAT NOPAT Sales
=
Avg. NOA Sales Avg. NOA
Analisis Pengembalian Aset Operasi Bersih (RNOA)
Effect of Operating Leverage on RNOA
Pada efek ini RNOA dapat dirumuskan sebagai:
Dimana
OA adalah asset operasi kotor
OLLEV adalah rasio leverage kewajiban operasi
Profit Margin and Asset Turnover
Relasi antara Profit Margin dan Asset Turnover
Hubungan antara margin NOPAT dan perputaran NOA diilustrasikan pada table
dibawah ini
Profit Margin and Asset Turnover
Relasi antara Profit Margin, Asset Turnover, dan RNOA
Hubungan antara margin NOPAT, perputaran NOA dan RNOA diilustrasikan pada
grafik dibawah ini
Profit Margin and Asset Turnover
Relasi antara Profit Margin, Asset Turnover (Untuk beberapa industri)
Hubungan antara margin NOPAT, perputaran NOA untuk beberapa industry
diilustrasikan pada grafik dibawah ini
Profit Margin and Asset Turnover
Operating Profit Margin
Margin laba operasi (OPM) adalah fungsi dari harga jual per unit produk atau
layanan dibandingkan dengan biaya per unit untuk membawa produk atau layanan
tersebut ke pasar dan melayani kebutuhan pelanggan setelah penjualan.
OPM dapat dirumuskan sebagai berikut:
NOPAT
Operating profit margin (OPM) =
Sales
Profit Margin and Asset Turnover
Disaggregating Profit Margin
Untuk tujuan analisis, akan berguna untuk memisahkan margin laba sebelum
pajak (PM = profit margin) ke dalam komponen-komponennya:
Profit Margin and Asset Turnover
Hal Penting dalam Analisa Profitabilitas
• Laba kotor (Gross Profit)
Diukur dari pendapatan dikurangi harga pokok penjualan, dan sering dilaporkan dalam
bentuk presentase yang dihitung dari laba kotor dibagi dengan penjualan.
• Beban Penjualan (Selling expenses)
Pentingnya hubungan antara beban penjualan dan pendapatan bervariasi untuk tiap
industry dan perusahaan. Di beberapa perusahaan tertentu, beban penjualan bervariasi,
sementara di perusahaan lain sebagian besar bersifat tetap.
• Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expenses)
Sebagian besar beban umum dan administrasi bersifat tetap, kebanyakan karena beban
ini meliputi pos-pos seperti gaji dan sewa.
Profit Margin and Asset Turnover
Asset Turnover
Perputaran aset mengukur intensitas perusahaan menggunakan aset. Ukuran
yang paling relevan dari pemanfaatan aset adalah penjualan, karena penjualan
sangat penting untuk keuntungan.
Secara umum Asset Turnover dapat dirumuskan sebagai berikut:
Sales
average net operating assets
Profit Margin and Asset Turnover
Disaggregating Asset Turnover
1. Accounts Receivable turnover
Reflects how many times receivables are collected on average.
Accounts receivable turnover = Sales / Average accounts receivable
Alternatif
Average collection period
Average collection period = Accounts receivable/Average daily sales
Profit Margin and Asset Turnover
Disaggregating Asset Turnover
2. Inventories turnover
Reflects how many times inventories are collected on average
Inventory turnover = Cost of goods sold / Average inventory
Alternatif
Average inventory days outstanding
Average inventory days outstanding = Inventory / Average daily cost of goods sold
Profit Margin and Asset Turnover
Disaggregating Asset Turnover
3. Long-term Operating Asset turnover:
Reflects the productivity of long-term operating assets
Long-term operating asset turnover = Sales / Average long-term operating assets
Profit Margin and Asset Turnover
Disaggregating Asset Turnover
4. Accounts Payable turnover:
Reflects how quickly accounts payable are paid, on average
Accounts payable turnover = Cost of goods sold / Average accounts payable
Accompanying ratio:
Average payable days outstanding
Average payable days outstanding = Accounts payable / Average daily cost of
goods sold
Profit Margin and Asset Turnover
Disaggregating Asset Turnover
5. Net Operating Working Capital Turnover
Net operating working capital turnover = Net sales / Average net operating working
capital
ANALYZING RETURN ON COMMON EQUITY
Return on common shareholders equity (ROCE)
Kreditor biasanya menerima pengembalian dalam jumlah tetap atas pendanaannya,
begitu pula pemegang saham preferen yang menerima [Link] pemegang
saham biasa tidak menerima pengembalian tetap, melainkanmemiliki klaim atas laba
residu suatu perusahaan hanya setelah seluruh pendanaanlainnya lunas.
ROCE memegang peranan penting dalam penilaian ekuitas seperti yang digambarkan
dalam rumus berikut
ANALYZING RETURN ON COMMON EQUITY
Disaggregating ROCE
Dalam praktiknya, penghitungan ROCE memakai saldo rata-rata selama periode yang
[Link] pengembalian atas asset operasi bersih.
Untuk tujuan analisis ROCE dipisah menjadi beberapa komponen.
Penghitungan ROCE:
ANALYZING RETURN ON COMMON EQUITY
Alternate view of ROCE disaggregation
ANALYZING RETURN ON COMMON EQUITY
Leverage keuangan akan menaikkan ROCE sepanjang spread positif
Return on common equity (ROCE) terdiri dari komponen operasi (RNOA) dan
komponen non operasi (LEV % Spread). Perbedaan operasi dan nonoperasi ini penting
karena beberapa alasan:
• Banyaknya perusahaan yang memberikan barang dan jasa sebagai usahautamanya
• Aktivitas operasi berdampak jangka panjang dan paling nyata pada nilai perusahaan
• Meskipun kenaikan ROE dapat diperoleh melalui penggunaan leverage
keuangansecara bijaksana, pembayaran utang (pokok dan bunga) adalah
kewajibankontraktual yang harus dipenuhi.
Assesing Growth in Common Equity
Equity Growth Rate
Tingkat pertumbuhan ekuitas dapat dinilai melalui retensi laba yang menekankan
pertumbuhan ekuitas tanpa pendanaan eksternal. Dengan asumsi retensi laba dan
pembayaran dividen yang konstan dari waktu ke waktu.
Equity growth rate dapat dirumuskan sebagai berikut:
Equity growthrate = Net income − Preferreddividends − Dividendpayout
Averagecommon stockholders’ equity
Assesing Growth in Common Equity
Sustainable Equity Growth Rate
Tingkat pertumbuhan ekuitas yang dapat dipertahankan (sustainableequity growth rate)
mengakui bahwa pertumbuhan internal perusahaan tergantung retensi laba dan
pengembalian yang diperoleh dari laba yang ditahan.
Sustainable equitygrowthrate = ROCE (1−Payoutrate)
Untuk mengestimasi tingkat pertumbuhan ekuitas masa depan, sebaiknya merata-
ratakan/mengakui tingkat pertumbuhan yang dapat dipertahankan selama beberapa
tahun terakhir. Selain itu, perlu mengakui potensi perubahan retensi labadan ramalan
ROCE
Contoh Kasus
Matahari
Departement Store
Matahari Department Store tahun 2016
Profil Perusahaan
PT Matahari Department Store Tbk (“Matahari”
atau “Perseroan”) memiliki sejarah yang panjang
dalam dunia ritel Indonesia. Memulai perjalanan
pada tanggal 24 Oktober 1958 dengan membuka
gerai pertamanya berupa toko fashion anak-anak
di daerah Pasar Baru Jakarta, Matahari melangkah
maju dengan membuka department store modern
pertama di Indonesia pada tahun 1972. Sejak itu
Matahari telah menjadikan dirinya sebagai merek
asli nasional.
Perbandingan dengan ROIC lain
Kenapa ROIC matahari bisa tertinggi
Perusahaan retail di bursa paling menguntungkan di
Indonesia
Revenue PT Matahari
THANKS
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik.
Please keep this slide for attribution.