LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Praktikum Kimia Fisika Dasar I dengan Judul “Viskositas zat cair” yang
disusun oleh:
Nama : Reski Amalia
NIM : 60500120030
Kelompok : II (Dua)
telah diperiksa oleh Asisten dan dinyatakan dapat diterima.
Gowa, November 2021
Dosen Penanggung jawab Asisten
Rahmiani Gani, [Link].,[Link] Muliyani, [Link]
NIP.198903062019032013
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Viskositas dari suatu fluida bagian sifat penting dalam analisis perilaku cairan
dan gerakan cairan dengan batas tertentu. Viskositas membahas resistensi cairan
untuk geser atau aliran dan merupakan ukuran dari properti cairan perekat/ kohesif
atau friksional. Resistensi ini disebabkan oleh gesekan antar molekul diberikan ketika
lapisan cairan mencoba untuk saling berpindah dengan satu sama lain sehingga
viskositas ukuran hambatan suatu bahan terhadap aliran terhambat, hal ini terjadi
karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi (Juhantoro, 2012: 272).
Faktor yang mempengaruhi viskositas yaitu suhu, konsentrasi, berat molekul,
dan tekanan. Jadi, viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Jika suhu naik maka
viskositas akan turun dan begitu sebaliknya. Suatu larutan dengan konsentrasi tinggi
akan memiliki viskositas yang tinggi pula, karena konsentrasi menyatakan banyaknya
partikel zat yang terlarut dalam tiap satuan [Link] disebut ukuran
kekentalan fluida yang menyatakan besar kecilnya gesekan dalam [Link]
besar viskositas fluida,maka semakin sulit fluida untuk mengalir dan juga
menunjukkan semakin sulit suatu benda bergerak didalam fluida [Link]
pada jaringan muncul karena adanya tumbukan antara partikel dalam
jaringan,besarnya viskositas pada usatu jaringan di tentukan oleh suatu konstanta
pembanding dan diartikan sebagai koefisien viskositas (Mutmainnah, 2008: 28).
Viskometer ostwald banyak digunakan untuk mengukur viskositas zat cair
dalam bidang ilmu kimia dan fisika. Viskometer ostwald teridiri atas beberapa tabung
10
vertikal berbentuk U, sebelum mengukur viskositas zat cair pertama-pertama harus
diukur waktu pengosongan, t0 untuk zat cait yang sudah diketahui viskositasnya n0,
selanjutnya diukur waktu pengosongannya t untuk zat cair yang dicari viskositasnya
(Jati, 2016: 111-113). Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan percobaan untuk
menentukan nilai viskositas gliserin (C3H8O3) dan metanol (CH3OH) dengan
menggunakan viskometer ostwald.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan adalah sebagai berikut:
1. Berapa nilai viskositas zat cair dengan menggunakan gliserin (C3H8O3)?
2. Berapa nilai viskositas zat cair dengan menggunakan metanol (CH3OH)?
C. Tujuan Percobaan
Tujuan pada percobaan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk menentukan nilai viskositas zat cair dengan menggunakan gliserin
(C3H8O3).
2. Untuk menentukan nilai viskositas zat cair dengan menggunakan metanol
(CH3OH).
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sampel
1. Gliserin (C3H8O3)
Gliserin yaitu suatu cairan jernih seperti sirup, tidak berwarna, rasanya manis
dan netral terhadap lakmus serta memiliki berat molekul 92,09 g/mol dan bobot jenis
tidak kurang dari 1,249 g/cm3. Gliserin dapar bercampur dengan air dan metanol,
tidak larut dalam kloroform, eter minyak lemak dan dalam minyak menguap dan
disimpan dalam wadah yang tertutup rapat (Departemen Kesehatan RI,
1995: 413-414).
2. Metanol (CH3OH)
Metanol memiliki nama lain metanol alkohol dengan berat molekul 32,04
g/mol. Pada keadaan atmosfer methanol berbentuk cairan yang ringan, mudah
menguap, tidak berwarna, mudah terbakar dan beracun dengan bau yang khas.
Kegunaan metanol sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan
sebagai bahan additive bagi etanol indsutri (Departemen Kesehatan RI, 1995: 706).
3. Akuades (H2O)
Akuades merupakan air murni yang tidak berwarna atau cairan jenuh dan
tidak berbau. Air murni adalah air yang dimurnikan yang diperoleh dengan destilasi,
perlakuan menggunakan penukar ion, osmosis balik atau penukar lain yang sesuai.
Air murni dibuat dari air yang memenuhi persyaratan air minum dan tidak
mengandung zat tambahan lain. Akuades memiliki pH 7 atau netral, titik didih 100
10
℃ . dan titik leleh 0℃ dengan densitas 1 g/cm3 dan memiliki berat molekul 18,02
g/mol (Departemen Kesehatan RI, 1995: 112).
B. Viskositas Zat Cair
Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau
fluida. Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan
untuk mengalir. Beberapa cairan ada yang dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya
mengalir secara lambat. Cairan yang mengalir cepat seperti, air, alkohol dan bensin
mempunyai viskositas kecil. Sedangkan cairan yang mengalir lambat seperti gliserin,
minyak castor dan madu mempunyai viskositas yang besar. Jadi viskositas tidak lain
menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan (Yazid, 2005: 101).
Viskositas (kekentalan) dari suatu zat aliran adalah suatu ukuran besarnya
tegangan geser (shear stress) yang diperlukan untuk menhasilkan satu satuan
kepesatan geser (shear rate). Satuannya adalah satuan “tegangan” (stress) per satuan
“kepesatan geser” atau Pa dalam SI. Suatu satuan SI lainnya adalah N. det./m 2 (atau
kg/m. det.), dan disebut Poiseuille (P1): 1 P1 = 1 kg/m. det = Pa. det. Satuan-satuan
lain yang digunakan adalah poise (P), dimana 1.P = 0,1 P1 dan centipoise (cP)
dimana 1 cP = 10-3 PI. Suatu zat cair yang kental, seperti mempunyai viskositas yang
besar (ἠ besar) (Frederick, 1989: 115).
Viskositas cairan naik dengan bertambahnya tekanan. Hal ini disebabkan
jumlah lubang berkurang, sehingga bagi molekul lebih sukar untuk bergerak keliling
satu terhadap yang lain. Kebalikan dari cairan, maka viskositasnya gas bertambah jika
suhu naik. Viskositasnya gas ideal tidak bergantung pada tekanan. Untuk larutan
viskositasnya bergantung pada konsentrasi atau kepekaan larutan. Umumnya larutan
10
yang konsentrasinya tinggi, viskositasnya juga tinggi. Sebaliknya larutan yang
konsentrasinya rendah viskositasnya juga akan rendah (Yazid, 2005: 111).
Viskositas biasanya berhubungan dengan konsistensi dan tendensi.
Konsistensi dapat didefinisikan sebagai ketidakmauan suatu bahan untuk melawan
perubahan bentuk bila suatu bahan mendapat gaya gesekan. Gesekan ini timbul
sebagai hasil perubahan bentuk cairan yang disebabkan karena adanya resistensi yang
berlawanan. Jika tenaga diberikan pada suatu cairan, tenaga ini akan menyebabkan
suatu perubahan bentuk, yang disebut sebagai aliran. Viskositas cairan yang bersifat
Newtonian tidak berubah dengan adanya perubahan gaya gesekan antar permukaan
cairan dengan dinding. Cairan newtonian biasanya merupakan cairan murni secara
kimiawi dan homogen secara fisikawi. Contohnya adalah larutan gula, air, minyak,
sirup, gelatin dan susu. Viskositas (η) berhubungan dengan besarnya gaya gesekan
antarlapis zat cair itu, dan juga antara zat cair dengan dinding pipanya. Fluida cair
yang mengalir di dalam pipa, jenis alirannya dapat berupa aliran laminar atau aliran
turbulen. Kedua jenis aliran itu terkait dengan nilai η, massa jenis (ρ), dan kelajuan
alir ( v ) zat cair, serta diameter pipa ( D ) dimana fluida itu mengalir (Ningrum dan
Muhammad, 2014:57-58).
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Viskositas
Viskositas merupakan ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar
kecilnya gesekan dalam [Link] besar viskositas fluida,maka semakin sulit
fluida untuk mengalir dan juga menunjukkan semakin sulit suatu benda bergerak
didalam fluida tersebut (Mutmainnah, 2008: 28).
10
Menurut Juhantoro, dkk (2012: 272), faktor-faktor yang mempengaruhi fluida
adalah sebagai berikut:
1. Tekanan, yaitu viskositas cairan naik dengan naiknya tekanan sedangkan
viskositas gas tidak dipengaruhi oleh tekanan. Tekanan pada viskositas fluida
akan memberikan pengaruh pada ikatan partikel-partikel pada zat cair.
2. Temperatur, yaitu viskositas akan turun dengan naiknya temperatur,
sedangkan viskositas zat naik dengan naiknya temperatur. Pemanasan zat cair
menyebabkan molekul-molekul cairan bergerak sehingga gaya interaksi antar
molekul melemah. Dengan demikian viskositas cairan akan turun dengan
kenaikan temperatur.
3. Ukuran dan berat molekul, yaitu viskositas naik dengan naiknya berat
molekul. Misalnya laju aliran alcohol cepat, larutan minyak laju alirannya
lambat dan kekentalannya tinggi. Larutan minyak misalnya CPO memiliki
kekentalan tinggi serta laju aliran lambat sehingga viskositas juga tinggi.
4. Kekuatan antar molekul, yaitu semakin besar ikatan antar molekul suatu zat
cair maka nilai viskositas yang dimiliki akan semakin tinggi.
BAB III
METODE PERCOBAAN
A. Waktu dan Tempat
Percobaan ini dilakukan pada Hari Rabu, 17 November 2021 pukul
09.30-11.30 WITA di Laboratorium Kimia Fisik Jurusan Kimia Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
B. Alat dan Bahan
1. Alat
Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah oven, viskometer ostwald,
termometer, gelas kimia 1000 mL, pipet skala 25 mL, stopwatch, corong, bunsen,
kawat kasa, kaki tiga dan bulb.
2. Bahan
Bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah akuades (H2O), es batu,
gliserin (C3H8O3), korek api, metanol (CH3OH) dan tissu.
C. Prosedur kerja
1. Penentuan Viskositas Aquades (H2O)
Prosedur kerja pada percobaan ini yaitu pertama memasukkan akuades (H2O)
ke dalam gelas kimia 500 mL dan memasukkan viskometer Ostwald ke dalam wadah
yang berisi air es melalui pipa sebelah kanan tanpa melewati batas B. Kemudian,
mengukur suhu hingga 20℃ menggunakan termometer. Lalu mengisap akuades
(H2O) dengan menggunakan bulb hingga melewati batas A. Setelah itu lubang kecil
viscometer Ostwald ditutup rapat menggunakan jari dan membiarkan akuades (H2O)
mengalir dari tanda betas A ke tanda B. Lalu mencatat waktu yang ditempuh dengan
10
menggunakan stopwatch. Lalu melakukan hal yang sama pada suhu 40 oC dan 60oC
dengan memasukkan viskometer Oswald ke dalam penangas air.
2. Penentuan Viskositas Gliserin (C3H8O3)
Prosedur kerja pada percobaan ini yaitu pertama memasukkan gliserin
(C3H8O3) ke dalam gelas kimia 500 mL dan memasukkan viskometer Ostwald ke
dalam wadah yang berisi air es melalui pipa sebelah kanan tanpa melewati batas B.
Kemudian mengukur suhu hingga 20℃ menggunakan termometer. Selanjtnya
mengisap gliserin (C3H8O3) dengan menggunakan bulb hingga melewati batas A.
Selanjutnya lubang kecil viscometer Ostwald ditutup rapat menggunakan jari dan
membiarkan gliserin (C3H8O3) mengalir dari tanda betas A ke tanda B. Setelah itu
mencatat waktu yang ditempuh dengan menggunakan stopwatch. Lalu melakukan hal
yang sama pada suhu 40oC dan 60oC dengan memasukkan viskometer Oswald ke
dalam penangas air.
3. Penentuan Viskositas Metanol (CH3OH)
Prosedur kerja pada percobaan ini adalah pertama memasukkan metanol
(CH3OH) ke dalam gelas kimia 500 mL dan memasukkan viskometer Ostwald ke
dalam wadah yang berisi air es melalui pipa sebelah kanan tanpa melewati batas B.
Kemudian mengukur suhu hingga 20℃ menggunakan termometer. Selanjutnya
mengisap metanol (CH3OH) dengan menggunakan bulb hingga melewati batas A.
Lalu lubang kecil viscometer Ostwald ditutup rapat menggunakan jari dan
membiarkan metanol (CH3OH) mengalir dari tanda betas A ke tanda B. Mencatat
waktu yang ditempuh dengan menggunakan stopwatch. Lalu melakukan hal yang
sama pada suhu 40oC dan 60oC dengan memasukkan viskometer Oswald ke dalam
penangas air.
10
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
1. Tabel Pengamatan
Tabel 4.1 Penentuan Viskositas Zat Cair Akuades dan Metanol
No Jenis Zat Cair Waktu Pada Suhu (Sekon)
20°C 40°C 60°C
1. Akuades (H2O) 0,06 0,64 0,68
2. Metanol (CH3OH) 0,70 0,5 0,5
Tabel 4.2 PenentuanViskositas Zat Cair Akuades dan Gliserin
No Jenis Zat Cair Waktu Pada Suhu (Sekon)
20°C 40°C 60°C
1. Akuades (H2O) 0,09 0,31 0,40
2. gliserin (C3H8O3) 0,12 0,08 0,05
B. Pembahasan
Viskositas adalah ukuran yang menyatakan kekentalan suatu cairan atau
fluida. Kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan
untuk mengalir. Beberapa cairan ada yang dapat mengalir cepat, sedangkan lainnya
mengalir secara lambat. Cairan yang mengalir cepat seperti, air, alkohol dan bensin
mempunyai viskositas kecil. Sedangkan cairan yang mengalir lambat seperti gliserin,
minyak castor dan madu mempunyai viskositas yang besar. Jadi viskositas tidak lain
menentukan kecepatan mengalirnya suatu cairan (Yazid, 2005: 101).
10
Bahan yang digunakan yaitu akuades (H2O), metanol (CH3OH) dan gliserin
(C3H8O3) bertujuan untuk mengetahui perbandingan suhu dari percobaan tersebut
selain itu karena akuades telah diketahui viskositas dan massa jenisnya pada tiap
suhu. Akuades juga digunakan sebagai larutan standarisasi karena akuades memiliki
gaya newtonian, dimana gaya newton mensimulasikan zat cair terdiri dari
lapisan-lapisan molekul yang sejajar satu sama lain. Viskositas yang digunakan
dengan suhu yang ditentukan 20°C, 40°C dan 60°C. Digunakan pada suhu bervariasi
untuk mengetahui adanya gerakan partikel-partikel cairan yang semakin cepat apabila
suhu ditingkatkan dan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap viskositas.
Fungsi memasukkan viskometer ostwald dalam penangas yang dilengkapi
dengan termometer yang berfungsi mengukur suhu yang akan ditentukan. Menghisap
zat cair melalui pipa kiri berfungsi memberikan tekanan pada zat cair agar masuk ke
dalam B sampai tanda A, sehingga dapat mempengaruhi koefisen viskositasnya.
Kemudian mencatat waktu yang diperlukan oleh zat cair untuk mengalir dari tanda A
ke tanda B.
Hasil yang diperoleh yaitu nilai viskositas gliserin (C3H8O3) pada suhu 20ºC,
40ºC, dan 60ºC berturut-turut yaitu 3,013poise, 3,22poise,dan 0,074poise. sedangkan
nilai viskositas metanol (CH3OH) pada suhu 20ºC, 40ºC dan 60ºC berturut-turut yaitu
1,65333poise, 0,6226 dan 0,5342poise. Dari data percobaan dapat diperoleh hasil
yang telah dijelaskan diatas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa viskositas
berbanding lurus dengan massa jenis fluida dan berbanding terbalik dengan suhu,
dimana ketika suhu dinaikkan maka nilai viskositasnya akan semakin menurun. Hal
ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa viskositas akan turun dengan naiknya
10
suhu. Dimana semakin tinggi suhu fluidanya maka viskositasnya akan semakin
rendah (Yazid, 2005: 106-108).
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan pada percobaan ini adalah:
1. Hasil yang diperoleh yaitu pada nilai koefisien viskositas gliserin (C3H8O3),
pada suhu 20℃ ,40℃ ,60℃ berturut-turut adalah 3,013 P; 3,22 P dan 0,74 P.
2. Hasil yang diperoleh yaitu pada nilai koefisien viskositas metanol (CH 3OH),
pada suhu 20℃ ,40℃ ,60℃ berturut-turut adalah 1,65333 P; 0,6226 P dan
0,5342 P.
B. Saran
Saran pada percobaan selanjutnya yaitu sebaiknya menggunakan sampel lain
dalam menentukan viskositas zat cair seperti menggunakan minyak jarak untuk
membandingkan kekentalannya.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1979.
Freederick J. Theory And Problem of COLLEGE PHYSICS, 8th edition. Terj.
Darmawan, Fisika edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga. 1989.
Jati, Bambang Murdaka Eka, dkk. “Penyetaraan Nilai Viskositas terhadap Indeks
Bias pada Zat Cair Bening”. Berkala Fisika 13, no. 4. Yogyakarta, UGM.
(2010, hal. 119-124).
Juhantoro, Nanang, dkk. “Penentuan Properties Bahan Bakar Batubara Cair untuk
Bahan Bakar Marine Diesel Engine”. Teknik ITS 1, no. 1 (2012): h.271-275.
Mutmainnah, [Link] Counter Waktu Pada Percobaan Viskositas Berbasis
[Link] malang 2008.
Ningrum, Sinta Kusuma dan Moh. Thoifur. “Penentuan Viskositas Larutan Gula
Menggunakan Metode Vessel Terhubung Viskometer Berbasis Video Based
Laboratory dengan Software Tracker”. Fisika 1, no.2. (2014) h.57-62.
Yazid, Eztein. Kimia Fisika untuk Paramedis. Yogyakarta: Andi Offset, 2005.
LAMPIRAN I
SKEMA KERJA
1. Gliserin
Gliserin
– Dimasukkan aquades ke dalam gelas kimia 250 mL
– Dimasukkan gliserin ke dalam viskometer Ostwald.
– Dipanaskan viskometer Ostwald pada penangas air
– Dihisap aquades dengan menggunakan bulf hingga melewati tanda
batas A.
– Dibiarkan aquades mengalir dari tanda A ke B, Dihitung waktu yang
ditempuh oleh aquades untuk mengalir dengan menggunakan
stopwatch.
– Mengulangi perlakuan yang sama untuk larutan metanol dan gliserin.
Hasil
2. Metanol
Metanol
– Dimasukkan aquades ke dalam gelas kimia 250 mL
– Dimasukkan gliserin ke dalam viskometer Ostwald.
– Dipanaskan viskometer Ostwald pada penangas air
– Dihisap aquades dengan menggunakan bulf hingga melewati tanda
batas A.
– Dibiarkan aquades mengalir dari tanda A ke B, Dihitung waktu yang
ditempuh oleh aquades untuk mengalir dengan menggunakan
stopwatch. .
Hasil
LAMPIRAN II
GAMBAR
1. Penentuan Viskositas Akuades (H2O)
Dimasukkan viskometer Ostwald ke dalam
Diisi akuades (H2O) ke dalam viskometer gelas kimia yang berisi es batu dan diukur
dari pipa sebelah kanan. suhunya hingga 20℃
Diis
Dimasukkan viskometer Ostwald ke dalam ap metanol (CH3OH) melalui pipa kiri agar
penangas air untuk diukur suhunya hingga 40 masuk ke dalam B, hingga tanda A
℃ dan 60℃
Dihitung waktu zat cair yang digunakan
untuk mengalir
2. Penentuan Viskositas Gliserin (C3H8O3)
Dimasukkan viskometer Ostwald ke dalam
Diisi gliserin (C3H8O3) ke dalam viskometer gelas kimia yang berisi es batu dan diukur
dari pipa sebelah kanan. suhunya hingga 20℃
Dimasukkan viskometer Ostwald ke dalam Diisap metanol (CH3OH) melalui pipa kiri
penangas air untuk diukur suhunya hingga 40
℃ dan 60℃ agar masuk ke dalam B, hingga tanda A
Dihitung waktu zat cair yang digunakan
untuk mengalir
3. Penentuan Viskositas Metanol (CH3OH)
Dimasukkan viskometer Ostwald ke dalam
Diisi metanol (CH3OH) ke dalam viskometer gelas kimia yang berisi es batu dan diukur
dari pipa sebelah kanan. suhunya hingga 20℃
Dimasukkan viskometer Ostwald ke dalam
penangas air untuk diukur suhunya hingga 40 Diisap metanol (CH3OH) melalui pipa kiri
℃ dan 60℃ agar masuk ke dalam B, hingga tanda A
Dihitung waktu zat cair yang digunakan
untuk mengalir
LAMPIRAN III
REFERENSI