0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan14 halaman

Laporan Risiko Bunuh Diri dalam Keperawatan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang risiko bunuh diri pada praktik profesi perawatan keperawatan jiwa 2. Bunuh diri didefinisikan sebagai tindakan sadar untuk mengakhiri hidup sendiri 3. Faktor risiko bunuh diri meliputi gangguan mental, lingkungan psikososial, riwayat keluarga, dan diagnosis medis 4. Manifestasi klinis risiko bunuh diri adalah adanya ide,

Diunggah oleh

Saiful Rizky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan14 halaman

Laporan Risiko Bunuh Diri dalam Keperawatan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang risiko bunuh diri pada praktik profesi perawatan keperawatan jiwa 2. Bunuh diri didefinisikan sebagai tindakan sadar untuk mengakhiri hidup sendiri 3. Faktor risiko bunuh diri meliputi gangguan mental, lingkungan psikososial, riwayat keluarga, dan diagnosis medis 4. Manifestasi klinis risiko bunuh diri adalah adanya ide,

Diunggah oleh

Saiful Rizky
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN

RESIKO BUNUH DIRI

PRAKTIK PROFESI NERS KEPERAWATAN JIWA

Tugas ini disusun untuk memenuhi nilai praktik stase keperawatan jiwa

Di Susun Oleh :

Nofia Rischi Handayani

SN202027

PROGRAM STUDI PROFESI NERS PROGRAM PROFESI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA

TAHUN AKADEMIK 2020/2021


LAPORAN PENDAHULUAN

RESIKO BUNUH DIRI

A. Konsep Penyakit
1. Definisi
Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan
oleh pasien untuk mengakhiri kehidupannya (Direja & Ade Herman,
2011).
Bunuh diri adalah suatu keadaan dimana individu mengalami
resiko untuk menyakiti diri sendiri atau melakukan tindakan yang
dapat mengancam nyawa (Fitria, 2018).
Bunuh diri merupakan tindakan agresif yang merusak diri
sendiri dan dapat mengakhiri kehidupan (Wilson dan Kneisl, 1988).
Bunuh diri merupakan kedaruratan psikiatri karena pasien berada
dalam keadaan stres yang tinggi dan menggunakan koping yang
maladaptif. Situasi gawat pada bunuh diri adalah saat ide bunuh diri
timbul secara berulang tanpa rencana yang spesifik atau percobaan
bunuh diri atau rencana yang spesifik untuk bunuh diri. Oleh karena itu,
diperlukan pengetahuan dan keterampilan perawat yang tinggi dalam
merawat pasien dengan tingkah laku bunuh diri, agar pasien tidak
melakukan tindakan bunuh diri (Yusuf, 2015).
2. Klasifikasi Bunuh Diri
Menurut Yusuf, dkk (2015) bunuh diri terdapat jenis-jenisnya yaitu :
a. Bunuh diri egoistik Akibat seseorang yang mempunyai hubungan
sosial yang buruk.
b. Bunuh diri altruistik Akibat kepatuhan pada adat dan kebiasaan.
c. Bunuh diri anomik Akibat lingkungan tidak dapat memberikan
kenyamanan bagi individu
3. Etiologi
Menurut Yusuf, dkk (2015) faktor-faktor yang dapat mencetus
perilaku-perilaku kekerasan adalah :
a Faktor predisposisi
1) Kegagalan atau adaptasi, sehingga tidak dapat menghadapi
stres.
2) Perasaan terisolasi dapat terjadi karena kehilangan hubungan
interpersonal atau gagal melakukan hubungan yang berarti.
3) Perasaan marah atau bermusuhan. Bunuh diri dapat merupakan
hukuman pada diri sendiri.
4) Cara untuk mengakhiri keputusasaan.
5) Tangisan minta tolong.
Lima domain faktor risiko menunjang pada pemahaman perilaku
destruktif diri sepanjang siklus kehidupan, yaitu sebagai berikut.
1) Diagnosis psikiatri Lebih dari 90% orang dewasa yang
mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri mempunyai hubungan
dengan penyakit jiwa. Tiga gangguan jiwa yang dapat
membuat individu berisiko untuk bunuh diri yaitu gangguan
afektif, skizofrenia, dan penyalahgunaan zat.
2) Sifat kepribadian Tiga aspek kepribadian yang berkaitan erat
dengan besarnya risiko bunuh diri adalah rasa bermusuhan,
impulsif, dan depresi.
3) Lingkungan psikososial Baru mengalami kehilangan,
perpisahan atau perceraian, kehilangan yang dini, dan
berkurangnya dukungan sosial merupakan faktor penting yang
berhubungan dengan bunuh diri.
4) Riwayat keluarga Riwayat keluarga yang pernah melakukan
bunuh diri merupakan faktor risiko penting untuk perilaku
destruktif.
5) Faktor biokimia Data menunjukkan bahwa secara serotonegik,
opiatergik, dan dopaminergik menjadi media proses yang dapat
menimbulkan perilaku merusak diri.
Menurut Cook dan Fontaine, 1987, dalam Yusuf dkk (2015)Faktor
penyebab tambahan terjadinya bunuh diri antara lain sebagai
berikut.
1) Penyebab bunuh diri pada anak
a) Pelarian dari penganiayaan dan pemerkosaan.
b) Situasi keluarga yang kacau.
c) Perasaan tidak disayangi atau selalu dikritik.
d) Gagal sekolah.
e) Takut atau dihina di sekolah.
f) Kehilangan orang yang dicintai.
g) Dihukum orang lain.
2) Penyebab bunuh diri pada remaja.
a) Hubungan interpersonal yang tidak bermakna
b) Sulit mempertahankan hubungan interpersonal
c) Pelarian dari penganiayaan fisik atau pemerkosaan
d) Perasaan tidak dimengerti orang lain
e) Kehilangan orang yang dicintai
f) Keadaan fisik
g) Masalah dengan orang tua
h) Masalah seksual
i) Depresi
3) Penyebab bunuh diri pada mahasiswa
a) Self ideal terlalu tinggi
b) Cemas akan tugas akademik yang terlalu banyak
c) Kegagalan akademik berarti kehilangan penghargaan dan
kasih sayang orang tua
d) Kompetisi untuk sukses
4) Penyebab bunuh diri pada usia lanjut
a) Perubahan status dari mandiri ke ketergantungan
b) Penyakit yang menurunkan kemampuan berfungsi
c) Perasaan tidak berarti di masyarakat
d) Kesepian dan isolasi sosial
e) Kehilangan ganda, seperti pekerjaan, kesehatan, pasangan.
f) Sumber hidup bergantung.
b Faktor presipitasi
Menurut Yusuf, dkk (2015) faktor pencetus risiko bunuh diri
berupa
1) Psikososial dan klinik
a) Keputusasaan
b) Ras kulit putih
c) Jenis kelamin laki-laki
d) Usia lebih tua
e) Hidup sendiri
2) Riwayat
a) Pernah mencoba bunuh diri
b) Riwayat keluarga tentang percobaan bunuh diri
c) Riwayat keluarga tentang penyalahgunaan zat
3) Diagnostis
a) Penyakit medis umum
b) Psikosis
c) Penyalahgunaan zat
Faktor pencetus dapat berupa kejadian yang memalukan seperti
masalah intrapersonal, dipermalukan didepan umum, kehilangan
pekerjaan atau ancaman pengurungan kegagalan beradaptasi
sehingga tidak dapat menghadapi stress, dan perasaan
marah/bermusuhan sehingga memberikan hukuman pada
dirisendiri dengan bentuk ancaman bunuh diri (Stuart, 2016).
4. Manifestasi Klinis
Menurut Keliat (2020) tanda gejala dari klien dengan resiko bunuh diri
berupa :
1) Subjektif
Klien mengatakan ingin bunuh diri/ingin mati saja tak guna hidup
2) Objektif
1) Ada isyarat bunuh diri
2) Ada ide bunuh diri
3) Pernah coba bunuh diri
5. Patofisiologi
Menurut Yosep (2019) bunuh diri adalah perilaku merusak diri
yang langsung dan disengaja untuk mengakhiri kehidupan. Individu
secara sadar berkeinginan untuk mati sehingga melakukan tindakan-
tindakan untuk mewujudkan keinginan tersebut.
Perilaku bunuh diri disebabkan karena individu mempunyai
koping tidak adaptif dari gangguan konsep diri : harga diri rendah.
Resiko yang mungkin terjadi pada klien yang mengalami krisis bunuh
diri adalah mencederai diri dengan tujuan mengakhiri hidup.
Perilaku yang muncul meliputi isyarat, percobaan atau ancaman
verbal untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan kematian
perlukaan atau nyeri pada diri sendiri.
6. Rentan Respon
Menurut Yusuf dkk (2015) rentan respon pada klien dengan gangguan
risiko bunuh diri berupa :

Adaptif Maladaptif

Peningkatan Pertumbuhan Perilaku Pencederaan Bunuh Diri


Diri Peningkatan Dekstruktif diri
Beresiko Diri
Secara
Tidak langsung
Keterangan :
a. Peningkatan diri yaitu seorang individu yang mempunyai pengharapan,
yakin, dan kesadaran diri meningkat.
b. Pertumbuhan-peningkatan berisiko, yaitu merupakan posisi pada
rentang yang masih normal dialami individu yang mengalami
perkembangan perilaku.
c. Perilaku destruktif diri tak langsung, yaitu setiap aktivitas yang
merusak kesejahteraan fisik individu dan dapat mengarah kepada
kematian, seperti perilaku merusak, mengebut, berjudi, tindakan
kriminal, terlibat dalam rekreasi yang berisiko tinggi, penyalahgunaan
zat, perilaku yang menyimpang secara sosial, dan perilaku yang
menimbulkan stres.
d. Pencederaan diri, yaitu suatu tindakan yang membahayakan diri
sendiri yang dilakukan dengan sengaja. Pencederaan dilakukan
terhadap diri sendiri, tanpa bantuan orang lain, dan cedera tersebut
cukup parah untuk melukai tubuh. Bentuk umum perilaku pencederaan
diri termasuk melukai dan membakar kulit, membenturkan kepala atau
anggota tubuh, melukai tubuhnya sedikit demi sedikit, dan menggigit
jari.
e. Bunuh diri, yaitu tindakan agresif yang langsung terhadap diri sendiri
untuk mengakhiri kehidupan
7. Proses Terjadinya Masalah

Setiap upaya percobaan bunuh diri selalu diawali dengan adanya


motivasi untuk bunuh diri dengan berbagai alasan, berniat
melaksanakan bunuh diri, mengembangkan gagasan sampai akhirnya
melakukan bunuh diri. Oleh karena itu, adanya percobaan bunuh diri
merupakan masalah keperawatan yang harus mendapatkan perhatian
serius. Sekali pasien berhasil mencoba bunuh diri, maka selesai
riwayat pasien. Untuk itu, perlu diperhatikan beberapa mitos (pendapat
yang salah) tentang bunuh diri.
(Yusuf,dkk. 2015)
8. Pohon Masalah

Resiko Bunuh Diri

Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

(Yusuf, dkk. 2015)


9. Pemeriksaan Penunjang
Menurut Nurhalimah (2016) pemeriksaan penunjang pada klien
dengan risiko bunuh diri berupa :
1. Pemeriksaan darah lengkap
2. Pemeriksaan EKG
3. CT Scan
10. Pengobatan
Menurut Nurhalimah (2016) pengobatan pada klien dengan risiko
bunuh diri berupa :
1. ETC (Terapi Kejut Listrik)
2. Terapi Psikososial
3. Terapi Individu (Terapi Aktivitas Kelomppk Sosialisasi)
B. Asuhan Keperawatan
1. Diagnosa Keperawatan
Menurut Yusuf, dkk (2015) masalah keperawatan yang muncul pada
klien dengan risiko bunuh diri berupa:
a Risiko bunuh diri berhubungan dengan harga diri rendah
2. Rencana Asuhan Keperawatan
a. Tindakan Keperawatan Untuk Pasien Risiko Bunuh Diri
Tujuan Umum
Pasien tetap aman dan selamat
Tindakan Keperawatan
Untuk melindungi pasien yang mengancam atau mencoba bunuh
diri, maka Anda dapat melakukan tindakan berikut
1) Menemani pasien terus-menerus sampai dia dapat dipindahkan
ke tempat yang aman
2) Menjauhkan semua benda yang berbahaya, misalnya pisau,
silet, gelas, tali pinggang
3) Memeriksa apakah pasien benar-benar telah meminum obatnya,
jika pasien mendapatkan obat
4) Menjelaskan dengan lembut pada pasien bahwa Anda akan
melindungi pasien sampai tidak ada keinginan bunuh diri
b. Tindakan Keperawatan Untuk Keluarga
Tujuan
Keluarga berperan serta melindungi anggota keluarga yang
mengancam atau mencoba bunuh diri.
Tindakan
1) Menganjurkan keluarga untuk ikut mengawasi pasien serta
jangan pernah meninggalkan pasien sendirian
2) Menganjurkan keluarga untuk membantu perawat menjauhi
barang-barang berbahaya di sekitar pasien
3) Mendiskusikan dengan keluarga ja untuk tidak sering melamun
sendiri
4) Menjelaskan kepada keluarga pentingnya pasien minum obat
secara teratur
c. Tindakan Keperawatan untuk Pasien Isyarat Bunuh Diri
Tujuan
1) Pasien mendapat perlindungan dari lingkungannya
2) Pasien dapat mengungkapkan perasaanya
3) Pasien dapat meningkatkan harga dirinya
4) Pasien dapat menggunakan cara penyelesaian masalah yang
baik

Tindakan

1) Mendiskusikan tentang cara mengatasi keinginan bunuh diri,


yaitu dengan meminta bantuan dari keluarga atau teman
2) Meningkatkan harga diri pasien dengan cara berikut
• Memberi kesempatan pasien mengungkapkan
perasaannya
• Berikan pujian bila pasien dapat mengatakan perasaan
yang positif
• Meyakinkan pasien bahwa dirinya penting
• Membicarakan tentang keadaan yang sepatutnya
disyukuri oleh pasien
• Merencanakan aktivitas yang dapat pasien lakukan.
3) Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah dengan
cara berikut
• Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan
masalahnya
• Mendiskusikan dengan pasien efektivitas masing-
masing cara penyelesaian masalah
• Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan
masalah yang lebih baik.
d. Tindakan Keperawatan untuk Keluarga dengan Pasien Isyarat
Bunuh Diri
Tujuan
Keluarga mampu merawat pasien dengan risiko bunuh diri
Tindakan
1) Mengajarkan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri.
• Menanyakan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh
diri yang pernah muncul pada pasien
• Mendiskusikan tentang tanda dan gejala yang umumnya
muncul pada pasien berisiko bunuh diri
2) Mengajarkan keluarga cara melindungi pasien dari perilaku
bunuh diri
• Mendiskusikan tentang cara yang dapat dilakukan
keluarga bila pasien memperlihatkan tanda dan gejala
bunuh diri
• Menjelaskan tentang cara-cara melindungi pasien,
antara lain sebagai berikut
✓ Memberikan tempat yang aman. Menempatkan
pasien di tempat yang mudah diawasi. Jangan
biarkan pasien mengunci diri di kamarnya atau
meninggalkan pasien sendirian di rumah
✓ Menjauhkan barang-barang yang bisa digunakan
untuk bunuh diri. Jauhkan pasien dari barang-
barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri,
seperti tali, bahan bakar minyak/bensin, api,
pisau atau benda tajam lainnya, serta zat yang
berbahaya seperti obat nyamuk atau racun
serangga
✓ Selalu mengadakan dan meningkatkan
pengawasan apabila tanda dan gejala bunuh diri
meningkat. Jangan pernah melonggarkan
pengawasan, walaupun pasien tidak
menunjukkan tanda dan gejala untuk bunuh diri
3) Menganjurkan keluarga untuk melaksanakan cara tersebut di
atas
4) Mengajarkan keluarga tentang hal-hal yang dapat dilakukan
apabila pasien melakukan percobaan bunuh diri, antara lain
sebagai berikut
• Mencari bantuan pada tetangga sekitar atau pemuka
masyarakat untuk menghentikan upaya bunuh diri
tersebut
• Segera membawa pasien ke rumah sakit atau puskesmas
mendapatkan bantuan medis
5) Membantu keluarga mencari rujukan fasilitas kesehatan yang
tersedia bagi pasien
• Memberikan informasi tentang nomor telepon darurat
tenaga kesehatan
• Menganjurkan keluarga untuk mengantarkan pasien
berobat/kontrol secara teratur untuk mengatasi masalah
bunuh dirinya
• Menganjurkan keluarga untuk membantu pasien minum
obat sesuai prinsip lima benar yaitu benar orangnya,
benar obatnya, benar dosisnya, benar cara
penggunakannya, dan benar waktu penggunaannya
(Yusuf, dkk. 2015)
3. Evaluasi Keperawatan
a) Untuk pasien yang memberikan ancaman atau melakukan
percobaan bunuh diri, keberhasilan asuhan keperawatan
ditandai dengan keadaan pasien yang tetap aman dan selamat
b) Untuk keluarga pasien yang memberikan ancaman atau
melakukan percobaan bunuh diri, keberhasilan asuhan
keperawatan ditandai dengan kemampuan keluarga berperan
serta dalam melindungi anggota keluarga yang mengancam
atau mencoba bunuh diri.
c) Untuk pasien yang memberikan isyarat bunuh diri,
keberhasilan asuhan keperawatan ditandai dengan hal berikut
1) Pasien mampu mengungkapkan perasaanya
2) Pasien mampu meningkatkan harga dirinya
3) Pasien mampu menggunakan cara penyelesaian masalah
yang baik
d) Untuk keluarga pasien yang memberikan isyarat bunuh diri,
keberhasilan asuhan keperawatan ditandai dengan kemampuan
keluarga dalam merawat pasien dengan risiko bunuh diri,
sehingga keluarga mampu melakukan hal berikut
1) Keluarga mampu menyebutkan kembali tanda dan gejala
bunuh diri
2) Keluarga mampu memperagakan kembali cara-cara
melindungi anggota keluarga yang berisiko bunuh diri
3) Keluarga mampu menggunakan fasilitas kesehatan yang
tersedia dalam merawat anggota keluarga yeng berisiko
bunuh diri
(Yusuf, dkk. 2015)
DAFTAR PUSTAKA

Direja, Ade Herman Surya. 2011. Buku Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta :
Nuha Medika
Keliat. (2020). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa : edisi 2. Jakarta: EGC
Nita Fitria. 2018. Prinsip Dasar dan Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan
dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan untuk 7 Diagnosis
Keperawatan Jiwa Berat. Jakarta: Salemba Medika.
Nurhalimah. 2016. Keperawatan Jiwa. Jakarta:Pusdik SDM Kesehatan
Stuart dan Sundeen. 2016. Buku Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC
Yosep, Iyus.2019. Keperawatan Jiwa. Bandung: Refika Aditama
Yusuf,dkk. 2015. Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta:Salemba
Medika

Anda mungkin juga menyukai