BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1. Kabel SKTM 20 KV
Kabel SKTM 20 KV adalah jenis kabel yang banyak digunakan pada
saluran tegangan menengah yang berfungsi menyalurkan pendistribusian
listrik dari gardu hubung ke gardu induk. Jenis penyaluran listrik disini
disebut saluran distribusi primer dimana merupakan saluran utama sebelum
masuk ke gardu distribusi.
Gambar 3.1 Kabel SKTM 20 KV 3 Fasa N2XSEFGBY
Jenis kabel yang digunakan merupakan jenis kabel kode 2X yang
berartikan terdapat selubung XLPE dimana keunggulannya tidak perlu
pergantian berkala, karena kabel jenis ini merupakan kabel yang andal
disegala medan dan bisa bertahan hinga disuhu 900C. Karena inti terbuat dari
tembaga dengan kode N yang berarti inti terbuat dari tembaga sehingga tahan
terhadap korosi. Perbedaannya jika menggunakan PVC dimana ketika
mengenai suhu 50C kabel tersebut akan kaku dan tidak fleksibel lagi sehingga
perlu pergantian berkala. Selain itu dengan kode SE maka kabel tersebut
memiliki pelindung elektrik, dimana pelindung tersebut terbuat dari pita pelat
tembaga. Pada kode F berartikan pelindung mekanik terbuat dari pita baja
pipih dimana bahan ini merupakan bahan yang kuat terhadap gigitan, goresan,
8
maupun kendala yang terdapat di dalam tanah. Lalu kode Gb dan Y
berartikan pelindung mekasik terbuat dari spiral pelat baja dan isolasi dari
PVC dimana tegangan maksimal 1000v dan titik leleh 700C.
Konstruksi SKTM ini adalah konstruksi yang aman dan andal untuk
mendistribusikan tenaga listrik tegangan menengah, tetapi relatif lebih mahal
untuk penyaluran daya yang sama. Keadaan ini dimungkinkan dengan
konstruksi isolasi penghantar perfase dan pelindung mekanis yang
dipersyaratkan. Pada rentang biaya yang diperlukan, konstruksi ditanam
langsung adalah termurah bila dibandingkan dengan penggunaan konduit atau
bahkan tunneling (terowongan beton).
Penggunaan Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) sebagai
jaringan utama pendistribusian tenaga listrik adalah sebagai upaya utama
peningkatan kualitas pendistribusian. Dibandingkan dengan Saluran Udara
Tegangan Menengah (SUTM), penggunaan SKTM akan memperkecil resiko
kegagalan operasi akibat faktor eksternal / meningkatkan keamanan
ketenagalistrikan. Secara garis besar, termasuk dalam kelompok SKTM
adalah :
1. SKTM bawah tanah – underground MV Cable.
2. SKTM laut – Submarine MV Cable.
Selain lebih aman, namun penggunaan SKTM lebih mahal untuk
penyaluran daya yang sama, sebagai akibat konstruksi isolasi penuh
penghantar per fase dan pelindung mekanis yang dipersyaratkan sesuai
keamanan ketenagalistrikan. Penerapan instalasi SKTM sering kali tidak
dapat lepas dari instalasi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM)
sebagai satu kesatuan sistem distribusi sehingga masalah transisi konstruksi
diantaranya tetap harus dijadikan perhatian.
3.1.1 Penandaan Kabel SKTM
Menggunakan kode pengenal dari masing-masing bahan pada kabel
dimulai dari bagian paling dalam / inti sampai dengan bagian paling luar /
selubung luar. Berikut penjelasan lengkapnya :
1. Conductor merupakan bahan untuk menghantarkan arus listrik.
9
2. Insulator merupakan bahan dielektrik untuk menginsolasi dari penghantar
yang satu dengan yang lain dan juga terhadap lingkungannya yang
merupakan pelindung pertama pada conductor.
3. Pelindung luar (jacket) merupakan bahan pelindung kabel dari kerusakan
mekanis pengaruh bahan-bahan kimia elektrolsis, api atau pengaruh-
pengaruh luar lainnya yang merugikan.
Gambar 3.2 Kontruksi Kabel SKTM
Tabel 3.1 Penandaan Kode Pengenal Kabel
Kode Keterangan
N Inti terbuat dari bahan tembaga
NF Kabel udara dengan inti terbuat dari tembaga
NA Inti terbuat dari bahan alumunium
NFA Kabel udara dengan inti terbuat dari alumunium
Isolasi atau selubung dari PVC (Poly Vynil Chloride) tegangan
Y
kerja maksimal 1000 V titik leleh 700C
Isolasi atau selubung dari XLPE (Cross Link Poly Etheline)
2X
tegangan kerja sampai di atas 20 kV titik leleh 900C
S atau SE Pelindung elektrik, terbuat dari pita pelat tembaga
Pelindung elektrik terbuat dari penghantar tembaga yang di-
C atau CE
pasang konsentris
F Pelindung mekanik terbuat dari pita baja pipih
Gb Pelindung mekanik terbuat dari spiral pelat baja
B Pelindung mekanik terbuat dari lapisan pelat baja
3.1.2 Rol Kabel Penggelaran
10
Berfungsi sebagai penggulung kabel sebelum kabel digelar atau di
pasang pada galian tanah agar tidak berceceran ataupun merusak kontruksi
daripada kabel tersebut. Karena kabel SKTM tidak boleh ditekuk
sembarangan dan memiliki titik lengkung yang minim, selain itu pula agar
mudah diangkut pada truk pengangkut.
Gambar 3.3 Rol Kabel SKTM
3.2. Panel Cubicel 20kV
Lemari PHB terbuat dari logam (Metal Enclosed). Dimana PHB adalah
Perlengkapan Hubung Bagi Lemari tegangan tinggi dengan atau tanpa
kendali. Panel Cubicle 20kV merupakan instalasi sistem penyaluran tenaga
listrik dengan tegangan menengah (20.000 volt) ke pusat-pusat beban.
Cubicle merupakan seperangkat panel hubung yang dipasang dalam gardu
induk dan gardu distribusi berfungsi sebagai pembagi, pemutus, penghubung,
pengontrol dan proteksi sistem penyaluran tenaga listrik ke pusat pusat beban.
Didalamnya terdapat cubicle/panel bagi panel incoming, outgoing, kopel,
panel pengukuran dan panel trafo pemakaian sendiri. Biasanya dalam
penyambungan kabel SKTM pada panel tersebut disebut terminasi indoor.
Terminasi indoor adalah penyambungan yang dilakukan didalam ruangan.
Terdapat dua tipe panel cubicle 20kv, yaitu :
1. Open type
11
Cel kubikel terbuka, konstruksi busbar rel terlihat dan biasa terpasang
di atas. Menggunakan sekat tembok sebagi pembatas cel yang satu dengan cel
lainnya. Cel kubikel terbuka memungkinkan binatang masuk sehingga
menyebabkan gangguan yang mengganggu sistem.[6]
2. Close type
Cel kubikel tertutup plat panel, busbar rel tidak terlihat dan
pemasangannya ada yang di atas dan ada yang dibawah. Sekat plat sebagai
pembatas cel yang satu dengan cel lainnya. Karena semuannya tertutup
sehingga binatang tidak bisa masuk dalam cel kubikel sehingga aman. Namun
tidak menutup kemungkinan binatang dapat masuk dalam cel bila lalai
menutup lobang lobang kabel indoor. [6]
Gambar 3.4 Panel Cubicel 20kV
3.2.1 Komponen Panel Cubicle 20kV
Gardu Induk sisi 20KV merupakan instalasi sistem penyaluran tenaga
listrik dengan tegangan menengah (20.000 Volt) ke pusat - pusat beban. Di
dalamnya terdapat cubicle/panel bagi yaitu panel incomming, outgoing,
kopel, panel pengukuran dan panel trafo pemakaian sendiri. Berikut adalah
pengertian dari beberapa komponen cubicle tersebut :
1. Panel Incoming merupakan induk dari outgoing dimana panel tersebut
disuplai dari output trafo tenaga / sisi sekunder yang berfungsi
mentransformasikan tegangan tinggi menjadi tegangan menengah.
2. Panel Kopel berfungsi untuk memparalel/menghubungkan dua sumber
atau trafo yang berbeda.
12
3. Panel Outgoing yang berfungsi menghubung dan memutus sumber ke
gardu distribusi/pelanggan.
4. Panel Pengukuran berfungsi untuk mengukur energi listrik yang berisi
peralatan ukur serta suplai trafo tegangan.
5. Panel Trafo Pemakaian Sendiri biasanya menggunakan Load Breaker
Swicth (LBS) yang berfungsi untuk menghubung dan memutus sumber
trafo PS.
3.2.2 Bagian-Bagian Panel Cubicle 20kV
Cubicle merupakan seperangkat panel hubung bagi dengan tegangannya
20.000 Volt yang dipasang dalam gardu induk berfungsi sebagai pembagi,
pemutus, penghubung, pengontrol dan proteksi sistem penyaluran tenaga
listrik ke pusat pusat beban. Berikut adalah penjelasan dari bagian-bagian
panel Cubicle 20kV :
1. Compartemen rel, berfungsi sebagai tempat kedudukan busbar/rel.
2. Compartemen lemari kontrol, berfungsi sebagai pusat terminal kontrol,
sumber dc dan peralatan pendukung seperti Ampermeter, Relai Proteksi,
kWH meter tombol close/open dan juga pusat wirring control.
3. Pemisah rel, berfungsi untuk membuka dan menutup aliran listrik tanpa
beban kontak penghubung pemisah rel tidak dilengkapi dengan media
peredam busur api.
4. Pemutus tenaga PMT/CB, berfungsi untuk membuka dan menutup aliran
listrik dalam keadaan berbeban atau tidak berbeban, termasuk memutus
pada saat terjadi gangguan hubung singkat.
5. Pemisah kabel, berfungsi untuk membuka dan menutup aliran listrik tanpa
beban, kontak penghubung
6. Compartemen kabel, berfungsi sebagai ruang tempat kedudukan kabel
indoor.
7. Trafo arus, mentransformasikan besaran arus dari nilai arus yang besar ke
arus yang kecil digunakan untuk pengukuran dan proteksi. Serta sebagai
isolasi antara sisi tegangan yang diukur/diproteksi dengan alat ukurnya
atau alat proteksinya.
13
8. Trafo tegangan, mentranformasikan besaran tegangan dari nilai tegangan
yang besar ke tegangan yang kecil digunakan untuk pengukuran dan
proteksi. Serta sebagai isolasi antara sisi tegangan yang diukur/diproteksi
dengan alat ukurnya atau alat proteksinya.
9. Pemanas (Heater), berfungsi untuk memanaskan ruang terminal kabel
dalam kubikel agar kelembabannya terjaga.
Gambar 3.5 Peralatan dalam Cubicle close type [6]
3.3 Terminasi dan Sambungan Kabel SKTM
Terminasi pada SKTM harus dilakukan dengan sepatu kabel ( kabel
skun, terminal lug). Fungsi terminasi ini sebagai penghubung kabel distribusi
baik penghubungan terminasi indoor maupun outdoor. Terminasi dan
sambungan kabel adalah aksesoris kabel atau lengkapan kabel yang
merupakan jenis material yang sangat diperlukan untuk melengkapi bagian
sisi kabel yang sifatnya harus disesuaikan dengan sisi kabel yang diperlukan,
sehingga tidak mudah untuk memahami dan menentukan objek aksesoris
yang diperlukan, perlu adanya pengenalan terhadap kabel itu sendiri sebagai
dasar untuk menentukan jenis aksesoris yang akan digunakan.
Terminasi memiliki berbagai macam bentuk atau tipe, jenis dan ukuran
mengikuti ukuran yang disesuaikan dengan kabel dan atau keperluan yang
14
akan dipakai seperti Tegangan Rendah (TR), Tegangan Menengah (TM),
Tegangan Tinggi (TT), keterangan ini sangat diperlukan untuk menentukan
jenis aksesoris yang dipakai untuk menghindari kesalahan pemasangan yang
akan mengakibatkan gangguan pada jaringan.
3.3.1 Terminasi Kabel Indoor
Terminasi indoor adalah jenis aksesoris kabel pasangan dalam terdiri
dari beberapa material tertentu yang hasil pemasangannya diperuntukkan
berada didalam ruangan antara lain : kabel 1 inti (single core), kabel 3 inti
(three core), kabel 4 inti (four core), mulai dari 1 kV sampai dengan 36 kV.
Gambar 3.6 Terminasi Kabel Indoor [3]
3.3.2 Terminasi Kabel Outdoor
Terminasi outdoor adalah jenis aksesoris kabel pasangan luar terdiri
dari beberapa material tertentu yang hasil pemasangannya diperuntukkan
berada diluar ruangan antara lain : kabel 1 inti (single core), kabel 3 inti
(three core), kabel 4 inti (four core), mulai dari 1 kV sampai dengan 36 kV.
15
Gambar 3.7 Terminasi Kabel Outdoor [1]
3.3.3 Sambungan Kabel (Jointing)
Sambungan kabel atau yang sering disebut Jointing adalah merupakan
aksesoris jenis sambungan kabel yang berfungsi untuk menyambungkan
kembali kabel yang terputus atau menyambungkan kabel antar rol kabel
(mengembalikan fungsi dan sifat kabel seperti semula dengan material
aksesoris dimaksud), perlu adanya pemahaman jenis kabel yang akan
disambung untuk menyesuaikan jenis/tipe sambungan yang diperlukan
supaya lebih tepat.
Perlu diperhatikan bahwa kegagalan pada jaringan SKTM sering terjadi
akibat :
1. 22% akibat dari kesalahan ketika menentukan jenis material / sambungan.
2. 50% akibat dari ketidaktahuan teknisi (jointer) dan atau tidak bersertifikat.
3. 28% akibat dari kualitas material yang dipakai sering terjadi pada bagian-
bagian seperti : konektor yang diakibatkan adanya pengepressan tidak
sempurna (tidak sesuai dengan standar PLN), pita isolasi yang diakibatkan
adanya lilitan yang tidak sempurna (tingkat ketebalan yang tidak merata),
dan lain sebagainya. [1]
16
Gambar 3.8 Terminasi Sambungan Kabel (Junction Box) [1]
3.3.4 Heatsrink
Heatsrink adalah peralatan pengaman yang digunakan untuk mengisolir
gangguan. Adapun fungsinya adalah sebagai pelindung kabel dari gangguan
luar dimana dalam pemasangannya ia memerlukan pemanasan seperti dibakar
menggunakan api atau gas sehingga ia dapat menutup rapat kabel yang telah
dikelupas dan dilakukan penyambungan jointing. Dimana letak
penyambungan merupakan tempat yang paling besar mengalami gangguan
sehingga heatsrink sangat penting untuk melindungi kabel inti dari gangguan-
gangguan yang tidak diperlukan dari luar.
Gambar 3.9 Heatsrink
3.4. Transformator Distribusi
17
Transformator distribusi adalah peralatan pada tenaga listrik yang
berfungsi untuk memindahkan atau menyalurkan tenaga listrik arus bolak-
balik tegangan rendah ketegangan menengah atau sebaliknya, pada frekuensi
yang sama, sedangkan prinsip kerjanya melalui kopling magnet atau induksi
magnet, dan menghasilkan nilai tegangan dan arus yang berbeda. Trafo
merupakan jantung dari distribusi dan transmisi yang diharapkan beroperasi
maksimal (kerja terus menerus tanpa henti). Agar dapat berfungsi dengan
baik, maka trafo harus dipelihara dan dirawat dengan baik menggunakan
sistem dan peralatan yang tepat. Trafo dapat dibedakan berdasarkan
tenaganya, trafo 500/150 kV dan 150/70 kV biasa disebut trafo Interbus
Transformator (IBT) dan trafo 150/20 kV dan 70/20 kV disebut trafo
distribusi. Trafo pada umumnya ditanahkan pada titik netral sesuai dengan
kebutuhan untuk sistem pengamanan atau proteksi. Sebagai contoh trafo
150/20 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV dan trafo 70/20
kV ditanahkan dengan tahanan rendah atau tahanan tinggi atau langsung di
sisi netral 20 kV. [5]
Kerusakan pada trafo distribusi menyebabkan kontinuitas pelayanan
terhadap konsumen akan terganggu (terjadi pemutusan aliran listrik atau
pemadaman). Pemadaman merupakan suatu kerugian yang menyebabkan
biaya-biaya pembangkitan akan meningkat tergantung harga KWH yang tidak
terjual. Pemilihan rating trafo distribusi yang tidak sesuai dengan kebutuhan
beban akan menyebabkan efisiensi menjadi kecil, begitu juga penempatan
lokasi trafo distribusi yang tidak cocok mempengaruhi drop tegangan ujung
pada konsumen atau jatuhnya/turunnya tegangan ujung saluran/konsumen.
3.4.1 Komponen Transformator Distribusi
Transformator distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan
transmisi menengah 20kV ketegangan distribusi 220/380V sehingga
peralatannya adalah unit trafo (3 phase ). Berikut berapa komponen trafo
distribusi :
1. Kumparan Tersier :
18
Selain primer dan sekunder ada beberapa trafo yang dilengkapi dengan
kumparan ketiga atau tertiary winding. Ini diperlukan untuk memperoleh
tegangan tersier atau untuk kebutuhan lain.
2. Media pendingin :
Minyak trafo harus memenuhi syarat diantaranya. :
a. Ketahanan isolasi ( >10kV/mm )
b. Berat jenis harus kecil
c. Viskositas Rendah
d. Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yg dapat membahayakan
e. Tidak merusak bahan isolasi padat
3. Tap changer ( perubah tap ) :
Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk
mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan
jaringan / primer yang berubah-ubah. Tap changer dapat dioperasikan baik
dalam keadaan berbeban( on-load ) atau dalam keadaan tak berbeban ( off
load ), tergantung jenisnya.
Trafo distribusi dapat dipasang diluar ruangan (pemasangan diluar) dan
dapat dipasang diruangan (pemasangan dalam) tergantung kepada keadaan
lokasi beban. Pemeliharaan merupakan salah satu komponen yang secara
langsung mendukung keandalan, daya mampu serta mutu produksi dari suatu
peralatan. Pemeliharaan tidak saja merupakan pekerjaan fisik yang langsung
terhadap peralatan yang bersangkutan, tetapi diperlukan suatu perencanaan
yang baik dan pengawasan terhadap pelaksanaannya, sehingga dengan
demikian pemeliharaan akan dapat dilakukan dengan teratur dan sesuai
dengan ketentuan-ketentuan, petunjuk-petunjuk yang berlaku terhadap
peralatan yang bersangkutan.
Distribusi yang tepat, rating sesuai dengan kebutuhan beban akan
menjaga tegangan jatuh pada konsumen dan akan menaikkan efisiensi
penggunaan trafo distribusi. Jadi transformator distribusi merupakan salah
satu peralatan yang perlu dipelihara dan dipergunakan sebaik mungkin,
sehingga keandalan /kontinuitas pelayanan terhadap terjamin.
19
Gambar 3.10 Trafo Distribusi
3.5. Stick Tanpa Padam
Tongkat ini berfungsi sebagai pengait kabel tanah untuk dihubungkan
ke SUTM (Outdoor) diamana terdapat tang putar yang dapat mengencangkan
sepatu kabel ke kabel yang berada di saluran distribusi udara tegangan
menengah tersebut, sehingga tidak perlu melakukan pemadaman pada saat
ada proyek penyambungan kabel. Dimana hal tersebut sangat mengganggu
bagi para pemakai ataupun konsumen listrik tersebut.
Gambar 3.11 Stick Tanpa Padam
3.6. Pasir Urug dan Batu Pengaman
20
Pasir pada galian tersebut berfungi untuk mendinginkan kabel karena
jika ada aliran air yang terserap kedalam tanah maka aliran air tersebut akan
mengalir didalam tanah sesuai aliran pasir sepanjang pemasangan kabel
tersebut selain itu fungsi dari pada batu pengaman untuk tanda sekaligus
pengaman galian pertama jika ada penggalian lainnya dan tidak langsung
terkena pada kabel.
Gambar 3.12 Pasir Urug dan Batu Pengaman
3.7. Rambu-Rambu / Papan Peringatan
Ditempatkan pada lokasi penggalian sebagai tanda adanya pelaksanaan
proyek penggelaran kabel agar para pengguna jalan tidak mengalami
kecelakaan ditempat proyek sedang berlangsung dan agar lebih hati-hati.
Gambar 3.13 Rambu-Rambu Peringatan
3.8. Jarak Aman Konstruksi SKTM
21
Karena menyangkut fasilitas PEMDA seperti jalan raya, trotoar atau
instalasi pengguna lainnya (telkom/PAM), dikawasan perkotaan pekerjaan
konstruksi SKTM untuk sistem distribusi harus dilaksanakan dengan
ketentuan atau seijin PEMDA setempat. Sebagaimana ditetapkan dalam SNI
04-0225-2000 tentang Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL).[1]
Jarak aman antara instalasi kabel bawah tanah lain ditetapkan sebagai
berikut :
Tabel 3.2 Jarak Aman SKTM
Jarak aman
No Kondisi
instalasi/perlakuan
1 Persilangan antar SKTM 20 Kv Harus berjarak 30 cm dan diberi
penyekat lempengan plat beton
6cm
2 Persilangan atau sejajar dengan >30 Cm kabel listrik harus di
kabel tanah telekomunikasi bawah kabel telekomunikasi dan
dilindungi pipa beton belah, atau
lempengan minimum tebal 6 cm
dan dilebihkan 0,5 meter pada sisi
kiri kanan persilangan. Bila kabel
telkom sejajar dengan kabel TM
sepanjang selama sejajar harus
dimasukkan dalam pipa beton
belah atau pelat beton atau sejenis.
3 Persilangan dengan Pipa air >30 Cm kabel listrik harus di
PAM/Gas bawah saluran pipa PAM atau Gas
dan dilindungi pipa beton belah,
atau lempengan minimum tebal 6
cm dan dilebihkan 0,5 meter pada
sisi kiri kanan persilangan, bila
saluran pipa PAM atau Gas sejajar
dengan kabel TM sepanjang selama
22
sejajar harus dimasukkan dalam
pipa beton belah atau pelat beton
atau sejenis.
4 Persilangan atau Sejajar dengan rel Kabel harus berjarak minimal 2
kereta api. meter dari rel kereta api. Jika
persilangan, kabel harus
dimasukkan dalam pipa baja
diameter > minimal 4” dan
dilebihkan 2 meter dari rel kereta,
dengan kedalaman 2 meter
dibawah rel kereta api.
5 Persilangan dengan jalan raya atau Kedalaman minimal kabel adalah
jalan lingkungan. 0,80 m, kabel harus di masukkan
kedalam pipa baja atau PVC 4”,
yang dilebihkan minimal 0,5 meter
sisi kiri kanan bahu jalan. Untuk
jalan lingkungan, bilamana saat
konstruksi jalan tersebut dapat
digali sementara, pipa baja/PVC
dapat dipasangkan ½ bilah
6 Persilangan dengan saluran atau Persilangan dibawah; Kabel harus
bangunan air irigasi ditanam dengan Jarak minimal
kabel tanah dari bangunan air ada-
lah 0,3 meter dan harus
dimasukkan kedalam pipa
beton/logam dengan diameter > 4”
dan dilebihkan 0,5 meter pada
kedua sisi [Link] kedua
23
tepi saluran air dimana kabel tanah
ditanam harus diberi tanda. Jika
harus menyeberangi, harus
menggunakan jembatan kabel
berpelindung baja.
7 Persilangan atau Sejajar dengan Kabel SKTM harus diletakan
SKTR. dibawah SKTR dengan jarak
minimal 30 cm baik untuk
persilangan atau sejajar.
Pemilihan jenis konstruksi ini harus sesuai dengan kemampuan
finansial perusahaan dan kebutuhan. Untuk perolehan biaya pengusahaan
lebih murah, penerapan terowongan dapat saja bersama utilitas prasarana lain
dibawah koordinasi PEMDA.
3.9. Standar Konstruksi Galian / Pemasangan SKTM
Pemasangan kabel SKTM tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan dan
tetap harus mengikuti standar konstruksi dari [Link] (Persero). Standar
konstruksi yang telah di buat tersebut untuk dilaksanakan supaya jaringan
SKTM dapat terlaksana dengan baik dan aman. Berikut beberapa standar
konstruksi galian / pemasangan SKTM berikut aksesoris nya :
3.9.1 Konstruksi SKTM Tanam Langsung
Konstruksi lubang galian untuk perletakan kabel harus cukup,
sekurang-kurangnya 0,40 cm yang harus disesuaikan dengan banyak kabel
24
yang akan diletakkan didalam galian tersebut seperti dinyatakan dalam tabel
berikut.
Tabel 3.3 Dimensi Galian Tanam Langsung SKTM
Jumlah Kabel Lebar Galian (cm) Kedalaman Minimal (cm)
1 40 130
2 50 130
3 60 130
4 80 130
5 60 140
6 60 140
7 80 160
Gambar 3.14 Detail Standar Galian SKTM [1]
3.9.2 Konstruksi SKTM Persilangan Jalan Raya
Dalam hal pemotongan jalan tidak dijinkan atau tidak memungkinkan
oleh PEMDA, pelaksanaan crossing harus dilakukan dengan membuat bor
atau terowongan melintang jalan. Pembuatan sistem bor atau terowongan
dapat dengan cara manual atau mesin.
25
Tabel 3.4 Dimensi SKTM Persilangan Jalan Raya
Jumlah Kabel Lebar (cm) Kedalaman Minimal (cm)
1, 2 40 80
3, 5, 6 60 80
4, 7, 8 80 80
9, 10 100 120
Gambar 3.15 Detail Standar Crossing SKTM 1 dan 2 Kabel [1]
26
Gambar 3.16 Detail Standar Crossing SKTM 3, 5, dan 6 Kabel [1]
27
Gambar 3.17 Detail Standar Crossing SKTM 4, 7 dan 8 Kabel [1]
28
Gambar 3.18 Detail Standar Crossing SKTM 9 dan 10 Kabel [1]
3.9.3 Konstruksi SKTM Persilangan Sungai
Untuk bentangan sungai lebih dari 50 meter, crossing sungai lebih
efektif dengan menggunakan penggelaran SUTM diatas sungai. Konstruksi
tiang beton SUTM crossing harus dipastikan berada sekurang-kurangnya 2
meter dari sisi kering sungai dan perhatikan juga kemungkinan siklus banjir
10 tahunan serta kekuatan minimal 500 daN. Ketinggian tiang beton yang
diperlukan disesuaikan dengan jarak aman SUTM terhadap muka sungai.
29
Gambar 3.19 Detail Standar Konstruksi SKTM Crossing Sungai [1]
3.9.4 Konstruksi Patok Kabel SKTM
Patok kabel SKTM sangat diperlukan sebagai tanda dipermukaan tanah
bahwa ada kabel SKTM di bawahnya. Pada tiap jarak sejauh-jauhnya 30
meter jalur kabel harus diberi patok tanda kabel. Khusus untuk trotoar tidak
diperkenankan pemasangan patok kabel tetapi cukup plat beton mendatar
yang dipasang sesuai permukaan trotoar. Selain disepanjang jalur kabel patok
tanda kabel juga harus dipasang diatas titik sambungan kabel SKTM
(Jointing).
30
Gambar 3.20 Detail Standar Konstruksi Patok Tanda Kabel [1]
31