0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan19 halaman

Konstruksi Baja untuk Rumah Tinggal

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis baja struktural dan sifatnya. Terdapat beberapa jenis baja struktural seperti WF, U Channel, C Channel, Rectangular Hollow Section, dan Steel Pipe. Setiap jenis baja memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda dalam pembangunan struktur bangunan. Dokumen juga menjelaskan kelebihan penggunaan baja struktural untuk konstruksi rumah tinggal.

Diunggah oleh

Figo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan19 halaman

Konstruksi Baja untuk Rumah Tinggal

Dokumen tersebut membahas tentang jenis-jenis baja struktural dan sifatnya. Terdapat beberapa jenis baja struktural seperti WF, U Channel, C Channel, Rectangular Hollow Section, dan Steel Pipe. Setiap jenis baja memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda dalam pembangunan struktur bangunan. Dokumen juga menjelaskan kelebihan penggunaan baja struktural untuk konstruksi rumah tinggal.

Diunggah oleh

Figo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAJA

JENIS BAJA STRUKTURAL DAN SIFATNYA

Baja struktural merupakan logam yang dihasilkan dari berbagai perpaduan


logam besi dengan beragam komponen logam lainnya, salah satunya karbon.
Kandungan karbon yang terkandung di dalam baja memiliki kisaran tertentu
dimana berat karbon ditentukan oleh gradenya.
Terdapat bahan material pembentuk baja diantaranya Mangan, Fosfor, Silikon,
Karbon dan sebagian kecil Oksigen, aluminium dan Nitrogen. Selain itu, terdapat
komponen lain yang terkandung didalamnya dan dapat dibedakan karakteristik
bahannya meliputi, Mangan, Nikel, Crom, Uranium dan lain sebagainya.

Kelebihan dan Kekurangan Baja


Sebagai salah satu bahan bangunan yang banyak dipakai, hal ini dikarenakan
bentuknya yang mampu menahan bobot yang cukup berat dan membantu
proses pembangunan. Walaupun begitu, bahan ini tentunya masih memiliki
beberapa kekurangan.
Berikut kelebihan dan kekurangannya secara lebih rinci:
Kelebihan Baja
 Bahan ini sangat cocok untuk menahan beban. Terutama beban tekan dan
tarik aksial.
 Bangunan yang menggunakan rangka baja ini umumnya kuat dan kokoh
karena strukturnya sendiri mampu menahan beban bangunan dari gaya
vertikal dan horizontal yang disebabkan oleh gravitasi bumi.
 Rangka bangunan yang cocok dibangun pada konstruksi tanah yang cukup
labil.
 Fleksibilitas tinggi, sehingga bangunan yang dibuat dari rangka ini menjadi
lebih kuat dan tidak mudah runtuh.
 Bahannya tidak memerlukan biaya dan perbaikan yang tinggi.
 Bahan ini juga memiliki berat kurang dari satu balok persegi dengan ukuran
yang sama, tetapi dapat mendukung beban yang lebih besar, membuatnya
lebih efisien.
 Ekonomis dan mengurangi waktu konstruksi.

Kekurangan Baja
 Bahan dari baja lebih rentan terhadap api, sehingga kekuatannya menurun
saat terkena api dan perlu alat perlindungan khusus.
 Biaya perawatan cukup tinggi karena mudah karat jika terjadi kontak
dengan udara dan perlu dicat secara berkala.
 Pengirimannya cukup memakan biaya
 Proses memasang dan membongkar bahan ini memerlukan tenaga ahli.
 Rentan mengalami buckling atau tekukan jika tekanan yang diterima
terlalu besar.

Kategori Struktur Baja yang Perlu Anda Tahu


Pada umumnya, struktur baja dapat dibedakan menjadi beberapa kategori.
Beberapa diantaranya meliputi, struktur rangka, struktur selaput dan struktur
gantung. Struktur rangka memiliki jenis lemen terdiri atas balok, kolom, batang
tarik akibatnya adanya penggabungan beban aksial dan lenturan. Struktur
selaput memiliki tegangan akasial lebih dominan.

Sedangkan struktur gantung memiliki sistem pendukung primer mengalami


penarikan lebih dominan. Peran baja sangat penting dan penggunaannya dapat
dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan kekuatan dan bahan materialnya.
Selain itu, dapat dibagi didasarkan atas kadar karbon.

Macam-Macam Baja Struktural


Penggunaan baja struktural sangat beragam dalam bidang konstruksi. Namun,
perlu diperhatikan jenis dan fungsi baja sesuai dengan pengaplikasiannya agar
tidak terjadi kesalahan. Maka dari itu, berikut beberapa jenis baja struktural
beserta fungsinya :

1. Baja WF

Apa Itu Baja WF?


Baja WF (wide flange) adalah jenis bahan bangunan yang digunakan untuk
membangun rumah, jembatan, dan struktur lainnya. Bentuknya menyerupai
huruf “I” atau “H.” dan terdiri dari dua sayap ( flange) dan satu badan
utama. Flange adalah potongan baja horizontal di bagian atas dan bawah
komponen badan utama.

Kegunaan Baja WF
Baja WF dapat digunakan di berbagai jenis aplikasi bangunan. Juga bisa
diletakkan sejajar dengan tanah membentuk lantai dan atap. Bahan ini
memainkan peran penting dalam konstruksi jembatan, dan berfungsi sebagai
penyangga struktural untuk jalan raya dan jalan layang. Berikut beberapa
kegunaan umumnya:
 Penyangga sementara
Digunakan untuk menahan tanah saat konstruksi sedang berlangsung
untuk membangun dinding, jembatan, dll.
 Fondasi Struktural
Digunakan sebagai bagian dari struktur akhir yang sedang dibangun untuk
menopang dan menstabilkan struktur. Struktur ini bisa berupa jembatan,
gedung, taman, dll.
 Retensi Dinding
Digunakan sebagai elemen penstabil di dinding untuk retensi tanah,
penghalang suara di sepanjang jalan raya, dinding di dalam ruang bawah
tanah atau struktur bawah tanah.
Spesifikasi Tabel Baja WF
Ukuran bahan ini di standarisasi secara internasional untuk memudahkan
orang yang bekerja di bidang konstruksi agar proses koordinasi berjalan
secara lancar. Berikut tabel yang berisi tentang spesifikasi baja WF, mulai dari
ukuran (panjang, lebar, tinggi) dan berat/12 meter.

Ukuran Kg/12m
600 x 200 x 11.0 x 17 1,272.00
588 x 300 x 12.0 x 20 1,812.00
500 x 200 x 10.0 x 16 1,075.00
450 x 200 x 9.0 x 14 912.00
400 x 200 x 8.0 x 13 792.00
396 x 199 x 7.0 x 11 679.00
350 x 175 x 7.0 x 11 595.00
346 x 174 x 6.0 x 9 497.00
300 x 150 x 6.5 x 9 440.00
298 x 149 x 5.5 x 8 384.00
250 x 125 x 6.0 x 9 355.00
248 x 124 x 5.0 x 8 308.00
200 x 100 x 5.5 x 8 256.00
198 x 99 x 4.5 x 7 218.00
194 x 150 x 6.0 x 9 367.00
150 x 75 x 5.0 x 7 168.00
253.00
148 x 100 x 6.0 x 9

Membangun rumah adalah sebuah kegiatan yang mengeluarkan biaya besar,


untuk membeli bahan bangunan maupun untuk membayar upah tenaga
kerja, belum lagi untuk membayar jasa arsitek yang membuatkan desain
rumah tersebut. Dengan adanya latar belakang tersebut maka banyak orang
berusaha untuk dapat mengefisienkan biaya untuk membangun rumah
tersebut diantaranya adalah dengan memilih system konstruksi yang akan
dipakai dan pemilihan bahan konstruksi yang tepat.
KONSTRUKSI BAJA UNTUK RUMAH TINGGAL

Salah satu system konstruksi yang banyak digunakan untuk pembangunan


rumah tinggal, ruko atau bangunan lainnya adalah sitem konstruksi
menggunakan baja, ini disebabkan karena berbagai pertimbangan dalam
pemilihannya. Pertimbangan pertimbangan mengapa menggunakan
konstruksi baja untuk rumah tinggal adalah sebagai berikut :
 Lebih cepat dalam pekerjaannya sehingga akan menekan cost biaya tukang
karena durasi waktu yang diperlukan jadi lebih cepat, yang seharusnya
perlu 7 bulan mungkin dengan konstruksi baja bisa hanya 5 bulan sudah
selesai.
 Bisa lebih murah untuk style arsitektur industrial yang tanpa
finishing terlihat rangka rangka baja nya yang langsung di cat tanpa di
bungkus beton atau pembungkus lain.
 Struktur baja memiliki nilai INVESTASI jangka panjang, ketika di bongkar
bangunan yang sudah di bangun masih memiliki nilai bukan menjadi puing
seperti konstruksi beton.
 Membangun bangunan komersil seperti ruko, rumah kos 3 lantai, restoran
dll menjadi lebih cepat sehingga bisa cepat beroperasi, sehingga lebih
menguntungkan.

Bagi Anda yang berencana membangun rumah dengan konstruksi rangka


baja, berikut ini ada beberapa informasi yang perlu Anda ketahui, minimum
Anda sudah mengerti tentang dasar dasar konstruksi baja agar Anda bisa lebih
mantap lagi memilih system konstruksi ini dan dapat bertukar informasi
dengan tenaga ahli yang Anda tunjuk untuk melaksanakan proyek Anda.
2. U Channel atau Kanal U/UNP
Penggunaan baja ini memiliki bentuk hampir sama dengan baja WF. Namun,
penggunaan kolom sangat jarang dipakai. Hal ini dikarenakan struktur UNP
mudah mengalami lekukan di tiap sisi.
Tidak hanya itu, baja WF yang memiliki istilah lain. Baja jenis ini juga memiliki
istilah umum atau singkatan seperti, Kanal U, U-Channel, Profil U. Pengaplikasian
jenis baja ini memiliki macam ukuran sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

3. C Channel (Kanal C, CNP)


Penggunaan jenis baja struktural ini biasa dipakai untuk purlin atau balok
dudukan pada penutup atap. Selain itu, digunakan pada girts atau elemen yang
memiliki fungsi pemegang penutup dinding contohnya metal sheet.
Komponen arsitektural juga memanfaatkan jenis baja ini. Istilah lain dari baja ini
adalah balok purlin, profil C, Kanal C dan C-Channel.
4. Rectangular Hollow Section
Pengaplikasian baja ini dalam struktur bangunan biasa dipakai untuk komponen
rangka arsitektural seperti, ceiling dan partisi gipsum. Selain itu, penggunaannya
dapat digunakan pada rangka dan pendukung ornamen non struktural. Nama
lain dari baja ini yaitu, besi hollow, baja CNP dan profil persegi.

5. Steel Pipe
Penggunaan steel pipe bisa sebagai bracing, secondary beam, kolom arsitektural
dan mendukung komponen arsitektural. Bentuk pendukung aristektural
umumnya eksposed. Hal ini dikarenakan bentuknya lebih mirip dengan silinder
dan memiliki nilai seni.

6. Baja Profil T (T-Beam)


T Beam

Baja profil T merupakan balok struktural dengan bentuk penampang seperti


huruf "T". Baja profil T sering digunakan untuk fabrikasi umum. Profil baja T ini
tidak banyak digunakan dalam sebuah sistem struktural baja, biasanya
digunakan sebagai batang pekerjaan rangka batang, kuda-kuda dalam
struktur sambungan las, balok kantilever (kanopi) dan balok lantai.

7. Baja Profil Siku (Angle)

Angle Bar

Profil ini dinyatakan dengan tanda L dengan tiga buah bilangan yang
menunjukkan tinggi, lebar dan tebal profil dalam satuan mm. Baja profil siku
ini dibuat dengan panjang normal 6 meter setiap batang. Terdapat dua jenis
baja profil siku yaitu baja siku sama kaki dan baja siku tidak sama kaki. Baja
profil siku (angle) biasa dipakai untuk bracing, member pada truss, balok,
batang rangka kuda-kuda dan struktur-struk ringan yang lain.
Sifat-Sifat Bahan Baja Struktural
Sifat mekanis pada baja merupakan kemampuan bahan untuk memberikan gaya
secara berlawanan apabila diberikan muatan beban. Selain itu, sifat mekanis
dapat mengindikasikan kekuatan bahan dalam menyokong beban dari luar. Sifat
pada baja struktural paling penting adalah kuat tarik. Apabila beban ditampakan
pada baja maka akan mengalami regangan awal, apabila beban dilepas maka
bentuk baja akan kembali ke bentuk semula.
Regangan ini lebih dikenal sebagai regangan elastis. Hal ini dikarenakan sifat
bahan elastis. Perbandingan tegangan dan regangan dalam kondisi elastis
dikenal sebagai modulus elastisitas.

Dalam dunia konstruksi, ada banyak material yang dibutuhkan. Salah satunya
adalah baja struktural yang memiliki berbagai jenis dimana harga, kualitas dan
penggunaannya juga berbeda. Karena itulah, diperlukan saran ahli dalam
pemilihan jenis baja untuk hasil konstruksi yang terbaik. Untuk membelinya,
pastikan pula bahwa produk yang didapatkan memiliki standar yang sesuai
dengan jenis proyek yang dikerjakan.

KONSTRUKSI BAJA UNTUK RUMAH TINGGAL


Salah satu system konstruksi yang banyak digunakan untuk pembangunan rumah
tinggal, ruko atau bangunan lainnya adalah sitem konstruksi menggunakan baja, ini
disebabkan karena berbagai pertimbangan dalam pemilihannya. Pertimbangan
pertimbangan mengapa menggunakan konstruksi baja untuk rumah tinggal adalah
sebagai berikut :
 Lebih cepat dalam pekerjaannya sehingga akan menekan cost biaya tukang karena
durasi waktu yang diperlukan jadi lebih cepat, yang seharusnya perlu 7 bulan mungkin
dengan konstruksi baja bisa hanya 5 bulan sudah selesai.
 Bisa lebih murah untuk style arsitektur industrial yang tanpa finishing terlihat rangka
rangka baja nya yang langsung di cat tanpa di bungkus beton atau pembungkus lain.
 Struktur baja memiliki nilai INVESTASI jangka panjang, ketika di bongkar bangunan
yang sudah di bangun masih memiliki nilai bukan menjadi puing seperti konstruksi
beton.
 Membangun bangunan komersil seperti ruko, rumah kos 3 lantai, restoran dll menjadi
lebih cepat sehingga bisa cepat beroperasi, sehingga lebih menguntungkan.

Bagi Anda yang berencana membangun rumah dengan konstruksi rangka baja,
berikut ini ada beberapa informasi yang perlu Anda ketahui, minimum Anda sudah
mengerti tentang dasar dasar konstruksi baja agar Anda bisa lebih mantap lagi memilih
system konstruksi ini dan dapat bertukar informasi dengan tenaga ahli yang Anda tunjuk
untuk melaksanakan proyek Anda.

Pondasi Bangunan

Pada pondasi bangunan rumah dengan rangka baja pada dasarnya sama dengan
pondasi bangunan biasa, pondasi ini bertujuan untuk menerima beban bangunan dari
atas dan menyalurkan ke dasar bangunan atau tanah yang padat, sehingga bangunan
dapat berdiri kokoh. Yang membedakan hanya sambungan untuk dudukan kolom baja
yang harus di persiapkan, dudukan rangka baja ini biasa disebut PEDESTAL
Pedestal ini adalah berupa dudukan rangka baja yang terbuat dari beton yang menjadi
satu dengan sloof yang sudah diberi angkur angkur baut yang nantinya akan
mengikatkan kolom baja dengan struktur bagian bawah ( sloof / pondasi ).

Kolom dan Balok Rangka Baja

Kolom dan balok rangka baja adalah struktur pembentuk yang saling berkaitan satu
dengan yang lainnya sehingga menjadi satu kesatuan konstruksi yang saling mengikat
satu dengan yang lainnya, kolom kolom atau tiang akan disatukan oleh balok balok
rangka yang akan membuat kokoh bangunan. Dan hubungan kolom dan balok baja ini
akan disatukan oleh sambungan sambungan yang bisa menggunakan las atau
sambungan baut.

Sambungan rangka kolom dan balok baja diatas adalah contoh sambungan baja yang
menggunakan baut, dimana sudah ada perhitungan kekuatan tertentu untuk konstruksi
sambungan ini, biasanya bagian sipil yang akan menerima tugas perhitungan
sambungan baja ini untuk menghitung kekuatan.
Lantai Untuk Struktur Rangka Baja

Lantai untuk struktur rangka baja biasanya untuk lantai 2 dan lantai berikutnya, banyak
pilihan struktur untuk lantai rangka baja ini yang bisa di terapkan, tinggal kita akan
memilih struktur / system yang mana, secara kekuatan pastinya memiliki standar
kekuatan yang sudah diperhitungkan, dimana setiap M2 luas lantai mampu menahan
250 kg/M2 untuk bangunan rumah tinggal dan bangunan umum seperti masjid, mall dll
setiap M2 mampu menahan 400 kg/M2.

Gambar diatas adalah Foto Balok Baja yang berfungsi sebagai balok
penopang plat lantai yang menggunakan bondek sebagai struktur utama
lantai beton, penggunaan plat bondek saat ini adalah pilihan yang banyak
digunakan untuk struktur rangka baja, disebabkan karena pengerjaannya
yang mudah dan bahan yang tersedia di pasaran juga banyak dan terjangkau,
juga akan menghemat penggunaan kayu2 atau penahan steger yang akan
digunakan.
Untuk penggunaan plat bondek ini masih tetap menggunakan rangka besi
beton satu lapis sebagai struktur pengaku atau tulangan tumpuan yang akan
memperkuat plat lantai dari lendutan. Bisa menggunakan besi beton yang di
anyam manual atau besi wiremesh ukuran 8 mm atau 10 mm tergantung
perhitungan struktur.
Panel Lantai Beton Ringan
Salah satu produk untuk lantai dari bangunan konstruksi baja yang bisa Anda pilih adalah
Panel Beton Ringan. Panel beton ringan ini dibuat berdasarkan ukuran pabrikasi dengan
lebar panel 60 cm dan panjang rata rata 3 meter atau sesuai pesanan, panel beton ringan
ini sangat mudah pemasangannya, hanya tinggal menumpang di balok balok besi
kerangka yang sudah terpasang dan menyambung sambungan dengan adukan atau
perekat lainnya.

Nah demikian ulasan kami untuk Struktur Rangka Baja untuk bangunan yang bisa
diterapkan untuk bangunan rumah tinggal, ruko atau kantor dan bangunan lainnya,
semoga ulasan ini bisa bermanfaat untuk Anda sebagai referensi untuk memilih sistem
konstruksi bangunan yang akan di pakai.

BAJA RINGAN

Ukuran baja ringan memiliki banyak varian, mulai dari 0,75 mm – 1,00 mm
hingga 31 mm – 100 mm. Untuk mengetahui perbedaan dari ukuran-ukuran
ini, ada baiknya mengenal terlebih dahulu mengenai baja ringan. Baja ringan
adalah jenis material yang digunakan sebagai penopang konstruksi atap
sebuah bangunan.
Baja ringan ini populer menjadi pilihan masyarakat sebagai rangka atap
rumah karena keunggulannya. Terbentuk dari bahan baja yang lebih ringan
dan lebih tipis, rangka atap baja ringan ini lebih mudah untuk dipasang
sehingga memudahkan pengerjaan atap Anda. Tidak perlu khawatir
mengenai variasi atap yang Anda pakai, karena meski berbobot ringan
material ini akan tetap kokoh.

Ukuran Baja Ringan


Secara umum ukuran ketebalan baja ringan adalah 0.75 mm hingga 1.00 mm.
Meski demikian, baja ringan ini adalah memiliki ketahanan yang kuat dan
tahan lama dibandingkan jika menggunakan kayu atau bambu. Dengan kata
lain, biaya yang Anda keluarkan untuk memperbaiki rangka atap jika rusak
bisa digunakan untuk aspek pembangunan lainnya.
Tabel Ukuran Baja Ringan

N
Tinggi
o Jenis Ketebalan Panjang
profil
.
Baja 0.60 mm,
ringan 0.65 mm,
1
kaso 0.70 mm, 75 mm 6 meter
.
(kanal 0,75 mm dan
C) 1.00 mm
Baja 28 mm
2
ringan 0.45 mm – 40 6 meter
.
reng mm
0.65 mm,
Baja
3 0.75 mm,
ringan 75 mm 6 meter
. 0.80 mm dan
taso
1.00 mm

Jenis Baja Ringan


1. Baja Ringan Kaso
Baja ringan kaso, atau biasa disebut juga dengan trus, merupakan jenis baja
ringan yang dipakai menjadi kaki utama pada sebuah konstruksi bangunan
sebagai kuda-kuda. Jenis baja ini sendiri terbagi menjadi dua profil, yaitu
profil C dan W. Kedua profil ini dapat dibedakan dari segi ukurannya. Profil
C lebih kecil daripada ukuran profil W.
Penggunaan baja ringan kaso juga bisa menjadi sebagai tiang pada
konstruksi yang tak mempunyai beban yang begitu berat, seperti
menopang kanopi. Baja ringan jenis ini mudah dalam segi penggunaan
dalam proses pembangunan konstruksi sehingga membuat durasi
pengerjaan lebih singkat. Selain itu, pemakaian baja ini mampu
dikondisikan sesuai kebutuhan.
2. Baja Ringan Reng
Baja ringan reng dapat dibedakan secara jelas karena bentuknya yang
persis dengan huruf W dan bentuk trapesium. Baja ringan reng adalah
bagian atap bangunan yang digunakan untuk meletakkan genteng.
Masyarakat sering menyebut baja ringan ini dengan profil B.
Dahulunya, reng ini biasanya terbuat dari bahan bambu. Namun, karena
proses pembuatan yang memakan waktu lama dan harus melalui
serangkaian proses agar tahan lama, maka hadirlah reng yang terbuat dari
baja ringan. Penggunaan baja sebagai bahan dasar pembuatan reng adalah
terobosan yang inovatif karena baja lebih tahan dengan kondisi cuaca di
Indonesia. Keunggulan lain juga adalah memberikan kesan modern pada
tampilan bangunan.
3. Baja Ringan Taso
Memiliki bentuk yang persis dengan huruf A, baja ringan taso adalah jenis
baja ringan yang dari luar tampak seperti balok kecil yang berfungsi guna
mengikat baja ringan reng atau profil B. Semakin tipis tebal ukuran baja
ringan taso, maka semakin bagus pula tampilan bangunan Anda.
Penggunaan baja ringan taso ini wajib jika Anda ingin menyusun rangka
atap bangunan yang kokoh.
Selain mempercantik desain bangunan, baja ringan taso sering digunakan
untuk mengikat tiang utama atau kuda-kuda. Kegunaan lainnya baja ini
dapat menguatkan gording supaya peletakan permukaan atap bangunan
menjadi lebih baik.
Disamping yang berbentuk seperti huruf A, ada pula baja ringan taso
dengan bentuk seperti balok berongga. Baja ringan ini disebut juga baja
ringan hollow. Hollow sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang berarti
berongga. Kegunaan baja ini digunakan untuk memasang [Link] ini
biasanya dilapisi oleh aluminium dan Zinc (Zinc-Alume) sehingga sering
disebut juga dengan istilah Hollow Galvalum, Hollow Gipsun, dan Hollow
Plavond.
Terlepas dari ukuran baja ringan dan jenisnya, penggunaan rangka atap
baja ringan ini memiliki sejumlah keunggulan tersendiri dari material lain,
antara lain:
1. Memiliki tegangan tarik tinggi sekitar 550 Mpa
2. Pemasangan yang mudah dan fleksibel
3. Tidak berkarat dan bisa didaur ulang
4. Memiliki variasi bentuk rangka atap
5. Tahan untuk jangka waktu yang lama
Demikian pembahasan mengenai ukuran dan jenis baja ringan. Kini Anda
mengetahui bahwa ada tiga jenis utama baja ringan, yaitu kaso, reng, dan taso.
Tiap jenis baja ringan masing-masing memiliki fungsi dan ukuran yang
berbeda-beda.
Dengan beragam jenis baja ringan ini, semoga bisa membantu Anda dalam
merealisasikan hunian impian. Baja ringan sudah terbukti karena
kepopulerannya di kalangan masyarakat untuk digunakan sebagai rangka
konstruksi atap rumah. Selain keunggulannya yang tahan lama, harga dari
baja ringan ini lebih terjangkau dari material yang lain.

Anda mungkin juga menyukai