0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
381 tayangan11 halaman

Panduan Asuhan Keperawatan Demam Typhoid

Dokumen tersebut membahas panduan asuhan keperawatan untuk pasien demam thypoid, meliputi pengertian, asesmen, diagnosis, kriteria evaluasi, intervensi keperawatan. Secara ringkas, dokumen tersebut memberikan panduan lengkap untuk perawat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi perawatan pasien demam thypoid.

Diunggah oleh

leny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
381 tayangan11 halaman

Panduan Asuhan Keperawatan Demam Typhoid

Dokumen tersebut membahas panduan asuhan keperawatan untuk pasien demam thypoid, meliputi pengertian, asesmen, diagnosis, kriteria evaluasi, intervensi keperawatan. Secara ringkas, dokumen tersebut memberikan panduan lengkap untuk perawat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi perawatan pasien demam thypoid.

Diunggah oleh

leny
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN (PAK)

DEMAM THYPOID
1. Pengertian (Definisi Asuhan keperawatan pada pasien dengan Demam
Thypoid
2. AsesmenKeperawatan 1. Pengkajian Fisik
2. Pengkajian pola eliminasi,
3. Pengkajian pola seksual/ reproduksi
4. Pengkajian kebutuhan edukasi
5. Pengkajian nutrisi / skrining gizi
6. Pengkajian nyeri
7. Pengkajian aktivitas dan istirahat
8. Pengkajian responemosi dan koghnitif
9. Pengkajian risiko decubitus
10. Pengkajian risiko jatuh
11. Pengkajian fungsional
12. Pengkajian lain (sosio, ekonomi, spiritual, psikologi)
3. Diagnosis Keperawatan 1. Nyeri akut (D.0077)
2. Termoregulasi tidak efektif (D. 0149)
3. Hipertermia (D.0130)
4. Konstipasi (D. 0049)
5. Penurunan kapasitas adaptif intracranial (D.0066)
6. Resiko Hipovolemia (D. 0034)
7. Resiko Defisit Nutrisi (D. 0032)
4. KriteriaEvaluasi/Nursing 1. Nyeri akut (D.0077)
Outcome Tingkat Nyeri (L.08066)
Ekspektasi : Tingkat Nyeri Menurun
Kriteria Hasil :
 Keluhan Nyeri Menurun
 Meringis Menurun
 Gelisah menurun
 Kesulitan tidur menurun
 Frekuensi Nadi Membaik
 Pola nafas membaik
 Tekanan darah membaik
2. Termoregulasi tidak efektif (D. 0149)
Termoregulasi (L.14134)
Ekspektasi : Termoregulasi Membaik
 Menggigil menurun
 Kulit merah menurun
 Pucat menurun
 Suhu Tubuh Membaik
 Suhu Kulit Membaik
3. Hipertermia (D.0130)
Termoregulasi (L14134)
Ekpektasi : Termoregulasi Membaik
Kriteria Hasil :
 Menggigil menurun
 Suhu tubuh membaik
 Suhu kulit membaik
 Pengisian kapiler membaik
4. Konstipasi (D.0049)
Eleminasi fekal (L. 04033)
Ekspektasi : Eliminasi Fekal Membaik
Kriteria Hasil :
 Keluhan defekasi lama dan sulit menurun
 Mengejan saat defekasi menurun
 Distensi Abdomen menurun
 Teraba massa pada rektal menurun
 Nyeri abdomen menurun
 Kram abdomen menurun
 Konsistensi feses membaik
 Frekuensi defekasi membaik
 Peristaltik usus membaik

5. Penurunan Kapasitas Adaptif intracranial (D.0066)


Kapasitas adaptif intracranial (L.06049)
Perfusi serebral meningkat (L.02014)
Status neurologis membaik ( L.06053)
Ekspektasi : Kapasitas Adaptif Intrakranial meningkat
Perfusi serebral meningkat
Status neurologis membaik
 Tingkat Kesadaran meningkat
 Sakit kepala menurun
 Gelisah menurun
 Tekanan darah membaik
 Tekanan Nadi membaik
 Respon pupil membaik
6. Resiko Hipovolemia (D.0034)
Status Cairan
Keseimbangan Cairan
Ekspektasi : Status Cairan Membaik (L.03028)
Keseimbangan cairan meningkat (L. 03020)
Kriteria Hasil :
 Pengisian vena meningkat
 Membran mukosa membaik
 Asupan cairan meningkat
 Haluaran urine meningkat
 Kelembaban membran mukosa meningkat
 Asupan makanan meningkat
 Edema menurun
 Dehidrasi menurun
 Tekanan darah membaik
 Denyut nadi radial membaik
 Mata cekung membaik
 Turgor kulit meningkat/membaik

7. Resiko Defisit Nutrisi (D.0032)


Status nutrisi
Ekspektasi : Status Nutrisi membaik (L. 03030)
Kriteria Hasil :
 Porsi makanan yang dihabiskan meningkat
 Kekuatan otot pengunyah meningkat
 Kekuatan otot menelan meningkat
 Verbalisasi keinginan untuk meningkatkan
nutrisi meningkat.
 Pengetahuan tentang pilihan makanan yang
sehat meningkat
 Pengetahuan tentang piliham minuman yang
sehat meningkat.
 Pengetahuan tentang standar asupan nutrisi
yang tepat meningkat
 Penyiapan dan penyimpanan makanan yang
aman meningkat
 Penyiapan dan penyimpanan minuman yang
aman meningkat
 Sikap terhadap makanan/minuman sesuai
dengan tujuan kesehatan meningkat.
 Perasaan cepat kenyang menurun.
 Nyeri abdomen menurun
 Berat badan membaik
 Indeks massa tubuh (IMT) Membaik
 Frekuensi makan membaik
 Nafsu makan membaik
 Bising usus membaik
 Membran mukosa membaik
5. IntervensiKeperawatan 1. Nyeri Akut (D.0077)
Manajemen nyeri / I.09252
Tindakan
1) Observasi
 Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi,
frekuensi, kualitas, intensitas nyeri.
 Identifikasi skala nyeri
 Identifikasi respon nyeri non verbal
 Identifikasi faktor yang memperberat dan
memperingan nyeri.
 Identifikasi pengetahuan dan keyakinan
tentang nyeri.
 Identifikasi pengaruh budaya terhadap
respon nyeri.
 Identifikasi pengaruh nyeri pada kualitas
hidup.
 Monitor keberhasilan terapi
komplementer yang sudah diberikan.
 Monitor efek samping penggunaan
analgetik.
2) Terapeutik
 Berikan tekhnik nonfarmakologis untuk
mengurangi rasa nyeri ([Link],
hipnosis, akupresur, terapi musik,
biofeedback, terapi pijat, aromaterapi,
teknik imajinasi terbimbing, kompres
hangat/dingin, terapi bermain).
 Kontrol lingkungan yang memperberat
rasa nyeri ([Link] ruangan,
pencahayaan, kebisingan).
 Fasilitasi istirahat dan tidur
 Pertimbangkan jenis dan sumber nyeri
dalam pemilihan strategi meredakan
nyeri.
3) Edukasi
 Jelaskan penyebab, periode dan pemicu
nyeri.
 Jelaskan strategi meredakan nyeri.
 Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri
 Anjurkan menggunakan analgetik secara
tepat.
 Anjurkan tekhnik non farmakologi untuk
mengurangi rasa nyeri.
4) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian analgetik, jika
perlu.
[Link] Tidak Efektif (D.0149)
Regulasi Temperatur / I.15578
Tindakan
1) Observasi
 Monitor suhu tubuh sampai stabil (36,5-
37,5)
 Monitor tekanan darah, frekuensi
pernapasan dan nadi
 Monitor dan catat dan gejala hipotermia
atau hipertermia.
2) Terapeutik
 Tingkatkan asupan cairan dan nutrisi
yang adekuat.
 Sesuaikan suhu lingkungan dengan
kebutuhan pasien
3) Edukasi
 Jelaskan cara pencegahan heat
exhaustion dan heat stroke
4) Kolaborasi
Kolaborasi pemberian antipireutik
[Link] ((D.0130)
Manajemen Hipertermia/ I.15516
Tindakan
1) Observasi
 Identifikasi penyebab Hipertermia
([Link], terpapar lingkungan
panas, penggunaan inkubator)
 Monitor suhu tubuh
 Monitor kadar elektrolit
 Monitor haluaran urine
 Monitor kompilkasi akibat hipertermia
2) Terapeutik
 Sediakan lingkungan yang dingin
 Longgarkan atau lepaskan pakaian
 Basahi dan kipasi permukaan tubuh
 Berikan cairan oral
 Ganti linen setiap hari atau lebih sering
jika mengalami hiperhidrosis (keringat
berlebih)
 Lakukan pendinginan eksternal (selimut
hipotermia atau kompres dingin pada
dahi, leher, dada, abdomen, dan aksila)
 Hindari pemberian antipirieutik atau
aspirin
 Berikan oksigen, jika perlu
3) Edukasi
 Anjurkan tirah baring
4) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit
intravena, jika perlu
[Link] (D.0049)
Manajemen Konstipasi/I.04145
Tindakan
1) Observasi
 Periksa tanda dan gejala konstipasi
 Periksa pergerakan usus, karakteristik
fese (konsistensi, bentuk, volume, dan
warna)
 Identifikasi faktor risiko konstipasi
([Link]-obatan, tirah baring, dan diet
rendah serat)
 Monitor tanda dan gejala ruptur usus
dan/atau peritonitis.
2) Terapeutik
 Anjurkan diet tinggi serat
 Lakukan masase abdomen, jika perlu
 Lakukan evakuasi feses secara manual,
jika perlu
 Berikan enema atau irigasi, jika perlu
3) Edukasi
 Jelaskan etiologi masalah dan alasan
tindakan
 Anjurkan peningkatan asupan cairan,
jika tidak ada kontraindikasi
 Latih buang air besar secara teratur
 Ajarkan cara mengatasi konstipasi
4) Kolaborasi
 Kolaborasi dengan tim medis tentang
penurunan/peningkatan frekuensi suara
usus
 Kolaborasi penggunaan obat pencahar,
jika perlu
[Link] kapasitas adaptif intracranial (D.0066)
Manajemen Peningkatan Tekanan Intrakranial
Tindakan
1) Observasi
 Identifikasi penyebab peningkatan TIK
([Link], gangguan metabolisme, edema
serebral)
 Monitor tanda/gejala peningkatan TIK
([Link] darah meningkat, tekanan
nadi melebar, bradikardia, pola napas
ireguler, kesadaran menurun)
 Monitor MAP (Mean arterial pressure)
 Monitor CVP (Central Venous Pressure),
jika perlu
 Monitor PAWP, jika perlu
 Monitor PAP, jika perlu
 Monitor ICP (Intra Cranial Pressure), jika
tersedia
 Monitor CPP (Cerebral Perfusion
Pressure)
 Monitor gelombang ICP
 Monitor status pernapasan
 Monitor intake dan output cairan
 Monitor cairan serebro-spinalis
([Link], konsistensi)
2) Terapeutik
 Minimalkan stimulus dengan
menyediakan lingkungan yang tenang.
 Berikan posisi semifowler
 Hindari manuver valsava
 Cegah terjadinya kejang
 Hindari penggunaan PEEP
 Hindari pemberian cairan IV Hipotonik
 Atur ventilator agar PaCO2 optimal
 Pertahankan suhu tubuh normal
3) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian sedasi anti
konvulsan, jika perlu
 Kolaborasi pemberian diuretik osmosis.
jika perlu
 Kolaborasi pemberian pelunak tinja, jika
perlu
[Link] Hipovolemia (D.0034)
Manajemen Hipovolemia
Tindakan
1) Observasi
 Periksa tanda dan gejala hipovolemia
([Link] nadi meningkat, nadi
teraba lemah, tekanan darah menurun,
tekanan nadi menyempit, turgor kulit
menurun, membran mukosa kering,
volume urine menurun, hematokrot
meningkat, haus, lemah).
 Monitor intake dan outpute cairan
2) Terapeutik
 Hitung kebutuhan cairan
 Berikan posisi modified trendelenburg
 Berikan asupan cairan oral
3) Edukasi
 Anjurkan memperbanyak asupan cairan
oral
 Anjurkan menghindari perubahan posisi
mendadak
4) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian cairan IV isotonis
([Link], Rl)
 Kolaborasi pemberian cairan IV hipotonis
([Link] 2,5%. NaCl 0,4%)
 Kolaborasi pemberian produk darah
[Link] Defisit Nutrisi
Manajemen Nutrisi
Tindakan
1) Observasi
 Identifikasi status nutrisi
 Identifikasi alergi dan intoleransi makanan
 Identifikasi makanan yang disukai
 Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis
nutrien
 Identifikasi perlunya penggunaan selang
nasogastrik
 Monitor asupan makanan
 Monitor berat badan
 Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
2) Terapeutik
 Lakukan oral hygiene sebelum makan
 Fasilitasi menentukan pedoman diet
([Link] makanan)
 Sajikan makanan secara menarik dan
suhu yang sesuai
 Berikan makanan tinggi serat untuk
mencegah konstipasi
 Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi
protein
 Berikan suplemen makanan, jika perlu
 Hentikan pemberian makan melalui
selang nasogastrik jika asupan oral dapat
ditoleransi.
3) Edukasi
 Anjurkan posisi duduk, jika mampu
 Anjurkan diet yang di programkan
4) Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian medikasi sebelum
makan
 Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
menentukan jumlah kalori dan jenis
nutrien yang dibutuhkan, jika perlu.

6. Informasi dan Edukasi 1. Edukasi program pengobatan (I.13449)


2. Edukasimanajemennyeri (I.13399)
3. Edukasitekhniknapas (I.13460)
4. .Edukasinutrisi (I.13403)
5. Edukasiterapicairan (I. 13463)
6. Edukasiaktifitas dan istirahat (I. 13370)
7. Edukasi proses penyakit(
8. Edukasi Diet (. 13377)
9. Edukasipencegahaninfeksi /I.13414
7. Evaluasi Mengevaluasi respon subyektif dan obyektif setelah
dilaksanakan intervensi dan dibandingkan dengan SLKI
serta analisis terhadap perkembangan diagnosis
keperawatan yang telah ditetapkan.
8. PenelaahKritis Sub Komite Mutu Keperawatan

9. Kepustakaan 1. Nurarif, A.H, Hardhi. Yogyakarta.


AplikasiAsuhanKeperawatanBerdasarkanDiagnosaM
edis dan Nanda, 2015.
2. Tim Pokja SDKI DPP PPNI. Jakarta. Standar
Diagnosis Keperawatan Indonesia (Edisi 1), 2018
3. Tim Pokja SIKI DPP PPNI.
[Link] Indonesia
(Edisi 1), 2018
4. Tim Pokja SLKI DPP
[Link] Indonesia
(Edisi 1), 2018

Anda mungkin juga menyukai