0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan9 halaman

Strategi STP dalam Pemasaran Produk

Dokumen ini membahas konsep Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dalam pemasaran. STP merupakan komponen penting dalam strategi pemasaran untuk menentukan segmen pasar sasaran dan memposisikan produk.

Diunggah oleh

Rini Windi Yuniar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan9 halaman

Strategi STP dalam Pemasaran Produk

Dokumen ini membahas konsep Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dalam pemasaran. STP merupakan komponen penting dalam strategi pemasaran untuk menentukan segmen pasar sasaran dan memposisikan produk.

Diunggah oleh

Rini Windi Yuniar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP)

Perilaku konsumen menjadi masukan pemasaran untuk mengembangkan strategi pemasaran,


maka suatu perusahaan harus mempunyai strategi pemasaran yang mampu mempengaruhi
konsumen yang menjadi target marketnya, sehingga penentuan segmentasi pasar, pemilihan
pasar sasaran, dan kemudian positioning menjadi penting untuk diperhatikan dengan
baik.

Strategi Pemasaran menurut Kotler dan Amstrong (2012: 72) adalah logika pemasaran
dimana unit bisnis berharap untuk menciptakan nilai dan memperoleh keuntungan dari
hubungannya dengan konsumen.

Dalam pemasaran produk, terdapat tiga komponen utama yang harus dijalankan sebagai
rangkaian dari strategi promosi perusahaan. Tiga komponen tersebut adalah segmenting
targeting positioning (STP).

Konsep Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) Pasar merupakan sekumpulan individu
yang dapat dijadikan sebagai konsumen dari produk yang dijual. Konsumen dapat dilihat
dari umur, jenis kelamin, kelas sosial, latar belakang sosial budaya, dan gaya hidup yang
berbeda.

Dengan keadaan yang heterogen tersebut memungkinkan pihak perusahaan untuk memilah
kelompok konsumen berdasarkan consumer behavioral characteristics. Dengan kata lain
perusahaan melakukan suatu kegiatan yang disebut segmentasi (Stanton, 2009).

Segmenting

Kotler (2012) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai tindakan untuk membagi sebuah
pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa segmen,
dimana masing- masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala aspek dan
dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan dengan strategi pemasarannya.

Segmentasi yang berhasil memiliki arti memuaskan kebutuhan pelanggan yang sudah ada
dan pelanggan potensial dalam pasar yang ditetapkan dengan jelas. Ini melibatkan
pemahaman atas sikap pelanggan, dan preferensi pelanggan, dan juga manfaat- manfaat yang
dicari. Definisi pasar sasaran dan permintaannya merupakan langkah pertama yang penting
dalam proses segmentasi.

Kotler (2012) mendefinisikan segmentasi pasar sebagai tindakan untuk membagi sebuah
pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa
segmen, dimana masing- masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala
aspek dan dapat dipilih sebagai target pasar untuk dicapai perusahaan dengan strategi
pemasarannya.

Kotler dan Amstrong menyatakan bahwa segmentasi pasar adalah membagi suatu pasar dalam
kelompok pembeli yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan dasar, karakteristik atau
pembeli yang mungkin memerlukan produk atau bauran pasaran yang berbeda.

Tujuan segmentasi pasar dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Meningkatkan pelayanan konsumen supaya lebih baik

Setiap pembeli atau konsumen niscaya akan memperhatikan empat hal yang krusial ketika
memenuhi kebutuhannya yaitu harga, kualitas, pelayanan, dan ketepatan waktu.
Bahwa pelayanan yang dipercaya baik sebagai keliru satu hal yang paling penting diantara
empat hal yang sudah disebutkan diatas. Dengan adanya market segmentation sebuah
perusahaan mampu lebih gampang pada menaruh suatu pelayanan yang sinkron
segmentasinya.

2. Membuat strategi pemasaran dapat lebih terarah

Dengan adanya market segmentation taktik pemasaran pasar homogen mampu lebih terarah,
termasuk waktu menyusun harga, produk, distribusi, dan promosi. Selain itu, memakai adanya
segmentasi pasar pengelompokkan pasar sebuah perusahaan bisa lebih terarah termasuk
dalam mengarahkan dana & usahanya ke pasar yg lebih menguntungkan.

3. Dapat digunakan buat merencanakan bisnis dan mengevaluasi target

Dengan adanya segmentasi pasar, sebuah perusahaan mampu melakukan evaluasi terhadap
semua aktivitas pemasaran sebelumnya. Hal itu tentunya bisa membantu perusahaan supaya
mampu mengetahui taktik pemasaran yang sinkron menggunakan ciri pasar supaya mampu
sebagai acuan waktu akan menciptakan perencanaan usaha kedepannya.

4. Dapat mengenal lawan perusahaan

Sesudah perusahaan tahu pembeli yang terdapat dalam segmen pasar, selanjutnya perusahaan
jua mampu mengenal siapa saja yang termasuk kompetitor pada sebuah segmen yang sama.
Selain itu, aktivitas kompetitor jua mampu diketahui sang perusahaan. Dengan demikian, maka
perusahaan mampu mencontoh & memeriksa taktik pemasaran yang dilakukan sang
competitor tadi supaya mampu merogoh perhatian konsumen.

Manfaat dan syarat segmentasi pasar :

Manfaat segmentasi pasar :

1. Ide pemasaran suatu perusahaan lebih terarah


2. Membantu perusahaan dalam mengatur produk
3. Membantu perusahaan mendapatkan pasar segmentasi
4. Memudahkan perusahaan buat mengatur budget
5. Meningkatkan daya tarik konsumen
6. Memperoleh posisi yang menguntungkan.

Syarat-syarat segmentasi pasar :

1. Terukur, yakni pengelompokkan pasar wajib mampu diukur baik luasnya, besarnya, dan
daya beli pembeli atau konsumen pada pada segmen.
2. Terjangkau, yakni segmentasi pasar wajib bisa dilaksanakan. Oleh karenanya taktik
pemasaran yang sudah dibentuk mampu dijalankan dan mampu menaruh pelayanan
pada segmen pasar sebaik mungkin.
3. Cukup besar, yaitu relatif akbar atau substantial sebagai akibatnya mampu menaruh
laba saat perusahaan menaruh pelayanan.
4. Mudah dibedakan. Artinya segmentasi pasar dapat dibedakan atau differentiable.
Maksudnya, segmen yang sudah dikelompokkan tadi wajib mampu dibedakan secara
jelas.
5. Bisa Dilaksanakan, yaitu segmentasi pasar mampu dilaksanakan atau actionable.
Artinya, wajib dan mampu dilayani dan dijangkau asal daya perusahaan. Ketika
melakukan sebuah segmentasi pasar, terdapat beberapa dasar pada pelaksanaannya
antara lain: demografis dimana dasar berdasarkan pengelompokkan pasar mencakup
usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, ras, agama, dan sebagainya.

Targeting
Solomon dan Stuart (2002), target adalah kelompok yang dipilih oleh perusahaan untuk
dijadikan sebagai pelanggan sebagai hasil dari segmentasi dan penargetan.

Empat kriteria untuk memperoleh target pasar yang optimal, yaitu:


1. Responsif, artinya target pasar yang dipilih harus memiliki respons yang tinggi terhadap
produk perusahaan yang akan dipasarkan.
2. Potensi penjualan, artinya target pasar yang dipilih harus memiliki harapan untuk mau
dan mampu membeli produk-produk perusahaan yang akan dibuat, sebagai bentuk
potensi penjualan perusahaan.
3. Pertumbuhan memadai, artinya target pasar yang dipilih harus bisa tumbuh dan
berkembang sehingga pertumbuhan produk perusahaan bisa mengalami kematangan
sehingga produk memiliki siklus hidup yang panjang.
4. Jangkauan media, artinya target pasar yang dipilih harus bisa dijangkau oleh media
komunikasi sehinga promosi perusahan bisa berjalan sesuai dengan siklus hidup produk.

Langkah-langkah memilih target pasar :


1. Single Segmen Concetration, artinya perusahaan memilih satu target pasar disertai
dengan sejumlah pertimbangan. Misalnya, keterbatasan dana yang dimiliki perusahaan,
peluang pada segmen yang bersangkutan masih besar, dan sebagainya.
2. Selective specialization, artinya perusahaan memilih beberapa target pasar yang atraktif
dan sesuai dengan tujuan serta sumber daya yang dimiliki perusahaan.
3. Market specialization, artinya perusahaan melakukan spesialisasi demi melayani
berbagai kebutuhan dari suatu target pasar tertentu.
4. Product specialization, artinya perusahaan berusaha memusatkan diri pada produk atau
jasa tertentu yang akan dijual kepada berbagai target pasar.
5. Full market coverage, artinya perusahaan berusaha melayani semua kelompok target
pasar dengan semua produk yang mungkin mereka butuhkan. Metode ini biasanya
dilakukan oleh perusahaan besar karena membutuhkan sumber daya yang sangat besar.

Positioning
Positioning menurut Solomon dan Stuart (2002), adalah mengembangkan strategi
pemasaran yang bertujuan untuk mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar
tertentu memandang sebuah barang atau jasa dibandingkan dengan kompetisi.

Positioning merupakan tindakan perusahaan untuk merancang produk dan bauran pemasaran
agar dapat tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Sehingga, konsumen memahami dan
menghargai apa yang dilakukan perusahaan dalam kaitannya dengan para pesaingnya.

Positioning produk yang baik adalah jika produk tersebut lebih unggul daripada produk lain
yang sejenis. Sebuah bisnis dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan atas
produk yang ditawarkan dan produk pesaing yang akan menghasilkan peta persepsi.

Strategi penentuan positioning produk dapat dilakukan berdasarkan:

1. Atribut produk

Contohnya, saat ini telah banyak ditemukan produk minuman teh dalam kemasan, namun
diposisikan sebagai minuman ringan seperti minuman soda. Sehingga minuman teh dalam
kemasan (gelas, botol, atau karton) bukanlah minuman yang diminum pada sore hari, namun
pada saat melakukan perjalanan.

2. Manfaat Produk
Produk dikaitkan dengan kegunaan tertentu, meskipun pada dasarnya memiliki fungsi yang
sama. Contoh, produk obat sakit maag X mengklaim bahwa obatnya dapat menyembuhkan
maag dengan lebih cepat dan aman. Sedangkan produk Y juga mengklaim hal serupa, namun
dengan penambahan manfaat tertentu. Padahal terdapat kesamaan kandungan obat yang
mereka gunakan.

3. Harga dengan Kualitas Terbaik

Strategi positioning melalui harga tidak selalu identik dengan harga yang lebih murah saja, tapi
juga dengan memberi harga yang pantas sesuai dengan kualitas barang yang dihasilkan.
Memposisikan produk dengan harga yang lebih terjangkau daripada produk sejenis milik
kompetitor ditambah dengan kualitas yang lebih baik akan membuat positioning produk akan
lebih kuat tertancap di hati para konsumen.

4. Menurut Pemakai

Strategi ini biasanya membutuhkan pencitraan dari brand ambassador atau model yang
ditunjuk untuk mewakili iklan perusahaan. Contohnya produk minuman berenergi yang
memposisikan diri bahwa produknya dikonsumsi oleh atlet dan tokoh terkenal. Produk lain
yang biasanya menggunakan strategi ini adalah produk kecantikan, obat tradisional, atau
makanan. Setiap tokoh atau public figure yang dipilih biasanya akan membawa citra tersendiri
untuk produk yang dipasarkan.

5. Menurut Pesaing

Strategi ini menggunakan pesaing bisnisnya untuk memposisikan diri sebagai yang lebih baik
daripada pesaing utamanya. Contohnya iklan obat herbal yang memposisikan dirinya hanya
dikonsumsi oleh orang yang pintar. Kemudian, muncul pesaing yang mengklaim jika orang bejo
(beruntung) akan mengonsumsi herbal tersebut. Konsumen tinggal pilih, mau menjadi pintar
atau bejo?

6. Kategori Produk

Produk diposisikan sebagai leader dalam suatu kategori produk. Biasanya bisnis yang
menggunakan strategi ini hanya mengkhususkan pada satu produk walaupun memiliki
beberapa varian atau tipe produk. Contohnya sebuah kebun binatang yang mengklaim sebagai
tempat edukasi selain wisata. Kebun binatang tersebut mencoba menjadi pembeda dari tempat
wisata serupa dan memberi strategi positioning yang akan membuat konsumen akan selalu
ingat, kalau mau belajar sambil berekreasi, maka kebun binatang tersebut adalah tempat
rujukan yang tepat.

Positioning produk begitu penting karena merupakan titik awal untuk menentukan strategi
pengembangan merek. Setelah menentukan positioning produk, tahap selanjutnya adalah
menentukan diferensiasi untuk menciptakan kredibilitas. Dengan kredibilitas ini akan semakin
memperkuat merek yang dimiliki.

Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan
untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran yang sesuai pada segmentasi target
audiens tertentu. Model pemasaran ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dan
populer digunakan hingga saat ini.

Segmenting Targeting Position salah satu model pemasaran yang penerapannya melibatkan
tiga tahapan yaitu melakukan segmentasi pasar, menargetkan segmen yang diyakini paling
menguntungkan dan memposisikan produk yang dijual dengan cara yang paling bernilai.
Fokus utama dalam model pemasaran Segmenting Taregting Positioning adalah pada
pendekatan audiens, bukan produk. Model ini berfokus pada pemilihan segmen yang paling
bernilai bagi bisnis pada saat merancang strategi pemasaran produk agar penyampaian pesan
lebih relevan di setiap segmen audiens tersebut. STP marketing sendiri merupakan pendekatan
atau model yang populer diterapkan banyak perusahaan dalam merancang strategi pemasaran.

Kelebihan dari model Segmentation Targeting Positioning

• Mengarahkan dan memberi fokus pada strategi pemasaran seperti dalam penerapan targeted
advertising, pengembangan produk baru atau diferensiasi brand dengan mengalokasikan
sumber daya untuk segmentasi target.

• Mengidentifikasi peluang pertumbuhan pasar dengan melihat pelanggan baru dan


penggunaan produk.

• Mencocokan sumber daya perusahaan yang efektif dan efisien untuk menargetkan segmen
pasar yang menjanjikan return on marketing investment yang lebih besar.

• Meningkatkan posisi perusahaan menjadi lebih kompetitif.

Cara menerapkan model Segmenting Targeting Positioning

Seperti yang dijelaskan sebelumnya untuk menerapkan model STP marketing ini kamu harus
melakukan 3 langkah, yaitu:

1. Segmentasi pasar (Segmenting / Segmentation)

Tahapan segmenting atau segmentation dilakukan dengan membagi pelanggan menjadi


sekelompok orang dengan karakteristik dan kebutuhan yang sama. Langkah ini dilakukan agar
dapat menyesuaikan pendekatan untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok
dengan cara yang lebih efektif dibanding hanya menggunakan satu pendekatan untuk semua
pelanggan.

Untuk melakukan segmentasi pasar dapat menggunakan pendekatan, seperti:

• Demografis. Mendasarkan pada atribut pribadi audiens seperti usia, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan atau status perkawinan.

• Geografis. Mendasarkan segmentasi pelanggan berdasar negara, wilayah, kota atau


lingkungan tertentu.

• Psikografis. Segmentasi yang didasarkan pada kepribadian, nilai-nilai, atau gaya hidup
tertentu.

• Perilaku. Mendasarkan segmen pasar dengan mengelompokkan orang berdasarkan cara


mereka menggunakan produk, loyalitas akan produk atau manfaat yang mereka cari.

2. Menentukan target atau sasaran (Targeting)

Tahapan kedua dalam model Segmenting Targeting Positioning adalah menentukan segmen
mana yang akan menjadi target pemasaran.

Untuk melakukan langkah ini harus mampu berpikir secara realistis, mengevaluasi potensi dan
daya tarik dari segi komersial pada masing-masing segmen yang telah dikelompokkan tadi.
Dengan begitu bisa melihat kesesuaian antara sumber daya yang dimiliki dengan target segmen
yang dinilai paling potensial membawa keuntungan bagi brand dan perusahaan.

Untuk mengevaluasi dan memilih target, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan,
seperti:
• Ukuran. Seberapa besar segmentasi pasar tersebut dan potensinya untuk bertumbuh di masa
depan

• Profitabilitas. Segmen mana yang memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan lebih
tinggi bagi produk atau layanan? Bagaimana dengan Lifetime Value Customer di segmen
tersebut?

• Aksesibilitas. Seberapa mudah atau sulit dalam mencapai segmen target market tersebut
dengan pesan pemasaran yang dilakukan? Pertimbangkan segala hambatan yang ada ketika
harus mengomunikasikan pesan pemasaran ke segmen pasar yang ditargetkan.

• Fokus pada manfaat. Masing-masing segmen membutuhkan manfaat yang berbeda.

• Perbedaan. Harus ada perbedaan terukur antar segmen.

3. Memposisikan produk (Positioning)

Tahapan positioning dapat diartikan menentukan bagaimana produk atau brand


direpresentasikan dalam benak pelanggan potensial. Tujuannya tentu agar produk atau brand
dapat dilihat lebih unggul dari kompetitor.

Pada langkah terakhir dalam model STP marketing ini harus mengetahui bagaimana caranya
agar dapat memposisikan produk untuk target segmen pasar yang paling menarik dan memiliki
potensi keuntungan yang lebih besar tadi.

Untuk merumuskan positioning, perhatikan beberapa tips berikut:

• Tawarkan solusi. Periksa kembali kebutuhan dan potensi masalah atau hambatan dari masing-
masing segmentasi target pasar. Dengan mengetahui hambatan atau potensi masalah yang
dihadapi bisa merancang pesan yang tepat tentang bagaimana produk atau layanan dapat
menyelesaikan masalah mereka secara lebih efektif.

• Identifikasi Unique Selling Proposition (USP). Temukan jawaban yang tepat dari pertanyaan
mengapa pelanggan harus membeli dan menggunakan produk atau layanan tersebut? Pikirkan
penawaran yang bisa di berikan dan tidak dapat ditemukan pada kompetitor lain.

• Kembangkan kampanye pemasaran yang spesifik pada segmentasi target pasar. Pastikan
dapat memberi penawaran menarik yang sulit untuk mereka tolak.

Pertimbangkanlah untuk memanfaatkan model ini ketika hendak menyusun strategi pemasaran
produk atau layanan demi mengembangkan brand dan bisnis perusahaan. Sebab, model STP
marketing ini bisa membantu mengenal target pasar dan pendekatan pemasaran yang lebih
tepat dan efektif.

Strategi pemasaran Segmenting Targeting Positioning (STP) merupakan 3 rangkaian proses yang
harus dilalui pada penetapan sebuah strategi bisnis. Hal ini berlaku untuk berbagai jenis produk
baik dari industri barang maupun jasa, dan juga cara pemasarannya baik offline maupun online.

Semua bisnis hampir sama dalam menjalankan pengelolaannya, salah satunya membutuhkan
perencanaan strategis agar lebih terarah dalam mencapai tujuan.

Strategi pemasaran Segmenting Targeting Positioning atau STP adalah sangat berpengaruh
terhadap citra, brand image, hingga pemasaran secara keseluruhan.

Strategi pemasaran merupakan suatu cara agar pemasaran berjalan sesuai dengan arah yang
telah ditentukan. Sasaran yang tepat, pengelolaan yang benar, memenangkan persaingan,
meraih keuntungan, menguasai pasar, merupakan sebagian dari sekian banyak manfaat yang
akan didapatkan dengan menyusun dan menerapkan strategi pemasaran.
Sebelum melakukan strategi pemasaran, setiap pebisnis harus melakukan analisis perusahaan
terlebih dahulu. Analisis SWOT dapat menunjukkan gambaran secara umum mengenai bisnis
dan perusahaan, kemudian langkah selanjutnya adalah menyusun dan merumuskan strategi
pemasaran STP.

Strategi pemasaran STP ini berarti proses mengkategorikan, membidik pasar yang diinginkan,
lalu memposisikan pemasaran bisnis dibandingkan pesaing.

Strategi pemasaran Segmenting Targeting Positioning STP meliputi :

Segmenting merupakan proses mengkategorikan, mengklasifikasikan, menggolongkan semua


target potensial produk yang akan dipasarkan, kemudian membagi pasar menjadi bagian-
bagian berdasarkan pembeli dan kebutuhan, karakteristik atau perilakunya, dan lain
sebagainya.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa proses ini memiliki peran
yang cukup penting dalam sebuah bisnis karena beberapa alasan, seperti:

1. Memungkin perusahaan lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan


membagi pasar menjadi segmen-segmen, maka dapat memberikan gambaran bagi
perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani dan dijadikan target.
Selain itu, segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas
mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar bisnis perusahaan.
2. Segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi yang
disertai dengan pemilihan target market. Sehingga proses ini akan memberikan acuan
dalam penentuan tahap selanjutnya.
3. Segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang
pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan oleh pesaing.

Dalam melakukan tahapan ini, perusahaan harus memperhatikan efektivitas segmentasi


tersebut karena menyangkut ketepatan langkah rumusan pada strategi selanjutnya yaitu
targeting dan positioning.

Syarat segmentasi yang efektif pada STP adalah :

 measurable (terukur)
 substansial (banyak)
 accessible (dapat diakses)
 differentiable (dapat dibedakan)
 actionable (dapat dilayani).

Analisis STP Pada Penentuan Pasar Sasaran (Targeting)

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmentasi pasar dan analisis stp, langkah
selanjutnya adalah mengevaluasi berbagai segmen tersebut untuk memutuskan segmen
mana yang akan menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda,
perusahaan harus melihat beberapa faktor yaitu tujuan, daya tarik pasar secara keseluruhan,
dan resource perusahaan.

Dalam menentukan targeting, maka perlu dilakukan beberapa survey agar dapat mengetahui
keadaan pasar nantinya sehingga proses pemasaran tidak salah sasaran.

Ada 3 kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan
segmen pasar mana yang akan dijadikan target, yaitu:

1. Perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik cukup besar dan
menguntungkan bagi perusahaan. Atau perusahaan dapat saja memilih segmen yang
kecil, namun segmen itu harus mempunyai prospek menguntungkan dimasa yang akan
datang. Sehubungan dengan hal ini, perusahaan harus melihat secara mendalam
terhadap kompetisi yang ada di sektor tersebut serta potensinya untuk tumbuh karena
akan berkaitan dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen perusahaan.
2. Strategi targeting ini harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang
bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah
perusahaan memiliki kekuatan dan keahlian yang cukup memadai untuk menguasai
segmen pasar yang dipilih atau tidak. Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat
apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang
perusahaan atau tidak.
3. Segmentasi pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi persaingan yang ada.
Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang dapat mempengaruhi
daya tarik targeting perusahaan.

Penentuan Produk (Positioning) Pada Strategi Pemasaran STP

Positioning merupakan proses mengembangkan strategi pemasaran yang bertujuan untuk


mempengaruhi bagaimana sebuah segmen pasar tertentu memandang sebuah barang atau
jasa dibandingkan dengan kompetisi atau pesaing.

Penentuan posisi pasar menunjukkan bagaimana suatu produk dapat dibedakan dari para
pesaingnya. Ada beberapa positioning yang dapat dilakukan:

1. Positioning berdasarkan perbedaan produk.


Pendekatan ini dapat dilakukan jika produk suatu perusahaan mempunyai kekuatan yang
lebih dibandingkan dengan pesaing dan konsumen harus merasakan benar adanya
perbedaan dan manfaatnya.
2. Positioning berdasarkan atribut produk atau keuntungan dari produk tersebut.
Pendekatan ini berusaha mengidentifikasikan atribut apa yang dimiliki suatu produk
dan manfaat yang dirasakan oleh kosumen atas produk tersebut.
3. Positioning berdasarkan pengguna produk.
Pendekatan ini hampir sama dengan targeting dimana lebih menekankan pada siapa
pengguna produk.
4. Positioning berdasarkan pemakaian produk.
Pendekatan ini digunakan dengan membedakan pada saat apa produk tersebut
dikonsumsi.
5. Positioning berdasarkan pesaing.
Pendekatan ini digunakan dengan membandingkan keunggulan-keunggulan yang
dimiliki oleh pesaing sehingga konsumen dapat memilih produk mana yang lebih baik.
6. Positioning berdasarkan kategori produk.
Pendekatan ini digunakan untuk bersaing secara langsung dalam kategori produk,
terutama ditujukan untuk pemecahan masalah yang sering dihadapi oleh pelanggan.
7. Positioning berdasarkan asosiasi.
Pendekatan ini mengasosiasikan produk yang dihasilkan dengan asosiasi yang dimiliki
oleh produk lain. Harapannya adalah sebagian asosiasi tersebut dapat memberikan kesan
positif terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
8. Positioning berdasarkan masalah.
Pendekatan ini digunakan untuk menunjukkan kepada konsumen bahwa produk yang
ditawarkan memiliki positioning untuk dapat memecahkan masalah.

Contoh : Penerapannnya pada Bisnis Online

Sejatinya penerapan strategi pemasaran STP (Segmenting, Targeting, and Positioning) baik
bisnis konvensional maupun bisnis online tidak memiliki perbedaan yang siginifikan, hanya
saja bisnis online biasanya memiliki strategi pemasaran STP yang lebih kompleks dan lebih
dinamis sehingga efektivitas strategi dapat dikontrol. Pada penerapannya, implementasi dari
strategi pemasaran Segmenting Targeting Positioning (STP) sebenarnya cukup sederhana, hal
ini menyangkut pada perencanaan, tindakan dan pengaplikasian pemasaran dari produk yang
akan dipasarkan dengan terlebih dahulu menganalisis keadaan umum perusahaan baik
internal maupun eksternal. Dengan menyusun dan menerapkan strategi bisnis yang tepat,
maka kesuksesan akan mudah meraih.

Anda mungkin juga menyukai