0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan29 halaman

Daftar Tilik Perawatan Payudara

Dokumen tersebut berisi daftar tilik tilik mengenai perawatan payudara dan menyusui yang benar. Dokumen tersebut memberikan penjelasan langkah-langkah dan penilaian dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan payudara, cara menyusui yang benar, dan manfaat ASI eksklusif.

Diunggah oleh

Pius Kosmas Fau
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan29 halaman

Daftar Tilik Perawatan Payudara

Dokumen tersebut berisi daftar tilik tilik mengenai perawatan payudara dan menyusui yang benar. Dokumen tersebut memberikan penjelasan langkah-langkah dan penilaian dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai perawatan payudara, cara menyusui yang benar, dan manfaat ASI eksklusif.

Diunggah oleh

Pius Kosmas Fau
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAFTAR TILIK TILIK

PERAWATAN PAYUDARA (BREASTCARE)

STIKes NAULI HUSADA SIBOLGA

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Siapkan Alat dan Bahan
2. Lakukan informed consent pada pasien
3. Cuci Tangan
4. Berdiri dibelakang ibu
SIKAP
1. Menyambut klien dengan sopan & ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon terhadap reaksi klien
4. Percaya diri
5. Menjaga privasi klien
CONTENT
1. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
2. Meyiapkan dan mendekatkan alat
3. Mencuci tangan sebelum & sesudah melakukan tindakan
4. Memberitahu ibu untuk membuka baju dan bra
5. Memasang handuk besar dipunggung dan memasang peniti
didepan
6. Memasang handuk satunya dengan menutupi perut dan paha ibu
7. Mengompres putting susu dengan kapas yang telah dibasahi
dengan baby oil selama kurang lebih 3 menit
8. Melepas kapas dengan gerakan memutar searah jarum jam
9. Jika putting susu masuk, lakukan perasat Hoffman
10. Membasahi kedua telapak tangan dengan baby oil
11. Melakukan pengurutan pertama : kedua telapak tangan
diletakkan diantara payudara, diurut keatas, kesamping, kebawah
menyangga payudara, dilakukan 15-20 kali

1
12. Melakukan pengurutan kedua : tangan kiri menyangga payudara
kiri, 4 jari tangan kanan membuat gerakan memutar sambil
menekan mulai dari pangkal ke putting, bergantian dengan
payudara kanan, lakukan 15-20 kali
13. Melakukan pengurutan ketiga : tangan kiri payudara kiri,
kelingking tangan kanan mengurut payudara dari atas kearah
putting, bergantian dengan satunya, masing-masing dilakukan
15-20 kali
14. Mengompres payudara dengan waslap yang telah dibasahi air
hangat selama 2 menit, lalu diganti dengan waslap yang telah
dibasahi air dingin selama 1 menit dilakukan bergantian dan
diakhiri dengan waslap air hangat
15. Membersihkan payudara dengan handuk kering
16. Mengecek pengeluaran kolostrum/ASI, kemudian membersihkan
putting susu dan aerola dengan kapas/kasa bersih
TEKNIK
1. Teruji melaksanakan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Memperhatikan keamanan saat pelaksanaan
4. Memberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan
umpan balik
5. Mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

2
PENUNTUN BELAJAR
CARA MENYUSUI YANG BENAR

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Sediakan alat dan bahan
2. Menyiapkan informed consent
PELAKSANAAN
1. Memberikan informed consent
2. Siapkan alat sesuai dengan urutan penggunanya
- Letakkan didekat ibu
3. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
4. Memberitahu klien untuk mengenakan pakaian dan bra yang
memudahkan dalam menyusui
5. Mencuci tangan sebelum melakukan tindakan
6. Mengajari klien untuk cuci tangan
7. Mempersilahkan klien duduk dengan santai dan nyaman
8. Mempersilahkan klien membuka pakaian bagian atas
9. Bersihkan payudara dengan handuk kecil yang telah dibasahi
dengan air matang (hangat)
10. Mengajarkan pada klien untuk mengoleskan sedikit ASI pada
putting susu dan aerola
11. Mengajarkan pada klien untuk memegang bayi dengan satu
tangan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu dan bokong
bayi terletak pada lengan
- Posisi tangan bayi memeluk ibu. Kepala bayi tidak boleh
mengadah
12. Mengajarkan pada klien untuk menempelkan perut bayi pada
perut ibu dengan meletakkan satu tangan bayi di belakang badan
ibu dan yang satu didepan, kepala bayi menghadap payudara
13. Mengajarkan pada klien untuk memposisikan bayi dengan

3
telinga dan lengan pada garis lurus
14. Mengajarkan pada klien untuk memegang payudara dengan ibu
jari diatas dan jari yang lain menopang dibawah serta jangan
menekan putting susu atau aerolanya saja
15. Mengajarkan kepada klien untuk merangsang membuka mulut
bayi : Menyentuh pipi dengan putting susu atau menyentuh
sudut mulut bayi
16. Setelah bayi membuka mulut, mengajarkan pada klien untuk
mendekatkan dengan cepat kepala bayi ke payudara ibu,
kemudian memasukkan putting susu serta sebagian besar aerola
ke mulut bayi
17. Setelah bayi mulai menghisap, menganjurkan ibu untuk tidak
memegang atau menyangga payudara lagi.
18. Menganjurkan pada klien untuk memperhatikan bayi selama
menyusui
19. Mengajarkan pada klien cara melepas isapan bayi :
- Jari kelingking dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut
mulut ATAU
- Dagu bayi ditekan kebawah
20. Setelah selesai menyusui, mengajarkan pada klien untuk
mengoleskan sedikit ASI pada putting susu dan aerola. Biarkan
kering dengan sendirinya.
21. Mengajarkan pada klien untuk menyendawakan bayi
- Bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu
kemudian punggung ditepuk perlahan-lahan sampai bayi
bersendawa(bila bayi tidak bersendawa tunggu 10-15 menit)
- Bayi ditengkurapkan dipangkuan ibu, kemudian punggung
atas ditepuk perlahan-lahan smapai bayi bersendawa (bila
tidak bersendawa tunggu dalam 10-15 menit)
22. Mengajarkan pada klien untuk selalu menyusukan kedua
payudara secara bergantian
23. Menganjurkan untuk menyusui bayi setiap saat bayi
menginginkan (on demand)
24. Menanyakan kembali apa yang sudah diajarkan dan dijelaskan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

4
PENUNTUN BELAJAR
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG ASI EKSKLUSIF

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
SIKAP
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien
4. Teruji percaya diri
5. Menjaga privasi klien
CONTENT
1. Menanyakan keluhan klien dengan sopan
2. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
3. Teruji melakukan apersepsi mengenai ASI eksklusif
4. Menjelaskan pengertian ASI Eksklusif
5. Menjelaskan Manfaat ASI sebagai
- Nutrisi
- Daya tahan tubuh
- Meningkatkan kecerdasan
- Meningkatkan jalinan kasih sayang
- Penhematan biaya obat-obatan, tenaga, sarana kesehatan
- Menciptakan generasi penerus bangsa yang tangguh dan
berkualitas
6. Menjelaskan zat kekebalan dalam ASI
- Factor bifidus : Mendukung proses perkembangan bakteri
yang “menguntungkan” dalam usus bayi, untuk mencegah
pertumbuhan bakteri yang merugikan
- Laktoferin : Mengikat zat besi dalam ASI sehingga zat besi
tidak digunakan oleh bakteri pathogen untuk pertumbuhannya
- Anti alergi
- Mengandung zat anti virus polio

5
- Membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai perisai
untuk menghindari zat-zat merugikan yang masuk kedalam
perdarahan darah.
7. Menjelaskan komposisi ASI
- Kolostrum
 Merupakan cairan yang pertama kali cairan kental
dengan warna kekuning-kuningan dibanding susu
matur
 Disekresi hari ke-1 sampai ke 3, bila dipanaskan akan
menggumpal, sedangkan ASI matur tidak
 Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan
mekonium dari usus bayi yang baru lahir dan
mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi
bagi makanan yang akan datang
 Lebih banyak mengandung, karbohidrat, protein,
mineral, antibody memberikan perlindungan bagi bayi
sampai umur 6 bulan dibandingkan dengan ASI
matur
- Air Susu Masa Peralihan
 Merupakan ASI peralihan dari kolostrum sampai
menjadi ASI yang matur
 Disekresi dari hari ke-4 sampai ke-10
 Kadar protein makin rendah sedangkan kadar
karbohidrat dan lemak semakin meninggi dan volume
juga semakin meningkat.
- Air Susu Matur
 Merupakan ASI yang disekresi pada hari ke-10 dan
seterusnya, komposisi relative konstan
 Merupakan cairan berwarna putih kekuningan yang
diakibatkan warna dari Ca-casein, riboflafin dan
karoten yang terdapat didalamnya
 Tidak menggumpal jika dipanaskan
 Terdapat antimicrobial factor anatara lain: antibody
(kekebalan terhadap infeksi), protein, hormon-homon
8. Menjelaskan cara penyimpanan dan pemberian ASI perah
- Di udara terbuka/bebas selama 6-8 jam
- Di lemari Es (4°C) selama 24 jam
- Di lemari pendinginan/beku (-18°C) selama 6 bulan
- ASI yang telah didinginkan bila akan dipakai tidak boleh
direbus, karena kualitasnya akan menurun yaitu unsur
kekebalannya. ASI tersebut cukup didiamkan beberapa saat di
dalam suhu kamar, agar tidak terlalu dingin atau dapat pula
direndam di dalam wadah yang telah berisi air panas
9. Menjelaskan cara penerapan ASI Eksklusif pada ibu bekerja
- Selama cuti hanya memberikan ASI saja
- Sebelum masa cuti habis ubah pola minum bayi dengan ASI
perah
- Sebelum berangkat bekerja susui bayi
- Selama dikantor perah ASI setiap 3-4 jam

6
- Simpan dilemari Es dan dibawa pulang
- Setelah dihangatkan diberikan dengan sendok
10. Teruji melakukan evaluasi dengan menanyakan kembali apa yang
sudah dijelaskan
TEKNIK
1. Teruji menjelaskan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Penggunaan media
4. Teruji memberikan kesempatan kepada klien untuk bertanya
5. Melakukan pendokumentasian
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

7
PENUNTUN BELAJAR
MELAKUKAN SENAM NIFAS

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Siapkan bahan dan alat
2. Jelaskan pada pasien tentang manfaat dari senam nifas
3. Pastikan ibu telah mengosongkan kandung kemih
4. Lakukan pemanasan dengan gerakan-gerakan ringan
PELAKSANAAN
1. Persiapan kebutuhan senam nifas
- Menyiapkan matras/tempat tidur, bantal, baju olahraga, tipe dan
kaset
2. Pemanasan untuk senam nifas
- Gerakan memutar kedua telapak kaki
3. Pernapasan abdomen
- Berbaring dengan lutut ditekuk
- Lakukan pernapasan perut dengan cara menarik nafas dari
hidung lalu keluarkan dari mulut secara perlahan-lahan selama
3-5 detik
4. Sentuh lutut
- Berbaring dengan lutut ditekuk dengan menarik nafas dalam
- Kemudian sentuhkan bagian dagu menyentuh dada sambil
mengeluarkan nafas
- Angkat kepala dan bahu secara perlahan, kemudian tangan
menyentuh lutut, pinggang tetap dilantai
- Perlahan-lahan turunkan kepala dan bahu ke posisi semula
5. Memutar kedua lutut
- Berbaring dengan lutut ditekuk
- Putar kedua lutut kekiri ke samping menyentuh matras,

8
kemudian kekanan
- Bahu tetap datar
6. Putar tungkai
- Berbaring terlentang
- Satu kaki mutar ke samping menyentuh matras
- Bahu tetap datar
7. Angkat bokong
- Berbaring dengan bantuan lengan
- Naikkan bokong
- Kedua kaki tetap ditekuk
8. Memutar satu lutut
- Berbaring terlentang
- Salah satu kaki ditekuk pada lutut
- Putar lutut kesamping menyentuh matras
9. Angkat tangan
- Berbaring terlentang
- Angkat tangan dengan sudut 90° terhadap tubuh
- Turunkan perlahan-lahan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

9
PENUNTUN BELAJAR
PERAWATAN PUTTING SUSU

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harusberurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Persiapakan peralatan dan bahan
PELAKSANAAN
Sikap
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien dengan tepat
4. Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu
5. Menjaga privasi klien
CONTENT
1. Melakukan konseling pada ibu
- Menjelaskan pada ibu tentang tujuan dilakukannya
perawatan putting susu ibu dan langkah-langkah yang akan
dilakukan
2. Menyiapkan peralatan, meliputi : minyak kelapa/baby oil,
kapas, washlap/sapu tangan dari handuk, handuk bersih,
Waskom berisi air hangat dan Bengkok
3. Mengatur posisi ibu , posisi duduk dengan rileks
4. Mencuci tangan sebelum pelaksanaan
5. Memproses kedua putting susu dengan menggunakan kapas
yang telah dibasahi minyak/baby oil jangan dengan sabun atau
alcohol selama lima menit agar kotoran sekitar putting terangkat
6. Jika putting susu normal, letakkan ibu jari dan telunjuk pada
putting. Melakukan gerakan memutar sebanyak 30 kali putaran
- Gerakan dilakukan kearah dalam kedua putting dengan ibu
jari dan telunjuk yang telah dibasahi minyak kelapa, gerakan

10
seperti memutar radio
7. Jika putting susu datar atau masuk ke dalam, lakukan tahap
berikut.
- Memijat putting susu kearah samping dengan kedua ibu jari
 Kedua ibu jari diletakkan pada samping kiri dan
samping kanan putting susu kemudian tekan dan
hentakkan kearah luar. Gerakkan dilakukan perlahan
dan lembut agar putting tidak lecet
- Memijat putting susu kearah atas dan bawah dengan kedua
ibu jari
 Kedua ibu jari diletakan pada bagian atas dan bawah
putting susu lalu tekan dan hentakkan kearah luar
8. Membersihkan putting dengan menggunakan washlap yang
dibasahi dengan air hangat untuk mengangkat sisa-sisa minyak
9. Mengeringkan payudara ibu dengan handuk dengan menekan-
nekannya saja, jangan dengan menggosok
10. Mempersilahkan dan membantu pasien memakai bajunya
kembali
11. Merapikan pasien, peralatan dan cuci tangan kembali sesudah
pelaksanaan
TEKNIK
1. Teruji melakukan tindakan secara sistematis
2. Teruji meminimalkan intervensi tangan dalam melakukan
tindakan
3. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
4. Teruji memberikan kesempatan klien untuk bertanya
5. Teruji mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….
Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

11
PENUNTUN BELAJAR
PENDIDIKAN KESEHATAN GIZI IBU MENYUSUI

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Persiapkan peralatan
- Buku KIA
- Model-model makanan yang mengandung gizi
- Tablet Feros
PROSEDUR PELAKSANAAN
Sikap dan Perilaku
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien dengan tepat
4. Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu
5. Menjaga privasi klien
CONTENT
1. Teruji melakukan apersepsi mengenai kebutuhan gizi pada ibu
menyusui
- “Apakah ibu pernah mendapatkan informasi mengenai
kebutuhan zat gizi pada ibu menyusui sebelumnya, jika
sudah, informasi apa saja yang sudah ibu dapatkan “
2. Menjelaskan pentingnya gizi bagi ibu menyusui : “bahwa
pemenuhan zat gizi yang seimbang sangat penting untuk
pemulihan tubuh pasca persalinan, cadangan tenaga, kesehatan
yang optimal, mempersiapkan untuk dapat menyusui sehingga
ASI untuk bayi berkecukupan”
- Gizi ibu menyusui penting untuk pemulihan kesehatannya
dan pembentukan ASI

12
3. Menjelaskan permasalahan yang mungkin muncul akibat
kekurangan nutrisi pada ibu menyusui yaitu : dapat menghambat
pemulihan tubuh pasca persalinan, kelelahan, gangguan
kesehatan & kurangnya produksi ASI
4. Menjelaskan tentang kebutuhan kalori ibu menyusui untuk 6
bulan pertama dan selanjutnya
- Nutrisi yang dibutuhkan : 800 kalori/hari pada 6 bulan
pertama, dan 500 kalori/hari pada 6 bulan selanjutnya
- Asupan cairan 3 liter/hari, 2 liter berasal dari air minum dan 1
liter dari kuah sayuran dan makanan lain
5. Menjelaskan makanan sumber energy selama menyusui
- Kebutuhan energy dalam masa menyusui : 60-70 % dari
seluruh kebutuhan kaloritotal
- Zat gizi sebagai sumber energy berasal dari karbohidrat dan
lemak
- Karbohidrat terdiri dari : beras, sagu, jagung, tepung terigu
dan ubi
- Lemak diperoleh dari hewani (lemak, mentega, keju) dan
nabati (minyak sayur, minyak kelapa dan margarine)
6. Teruji menjelaskan fungsi dan jenis makanan sumber protein
- Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, penggantian sel-sel
yang rusak, dan pembentukan ASI
- Jenis makanan sumber protein diantaranya protein hewani
(ikan, udang, kerang, kepiting, daging ayam, hati, telur, susu
dan keju), dan protein nabati (jenis kacang-kacangan, kedelai,
tahu dan tempe)
7. Teruji menjelaskan fungsi dan jenis makanan sumber mineral
- Mineral digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan
penyakit dan pengatur kelancaran metabolisme dalam tubuh
- Sumber mineral yang penting zat kapur (susu, keju dan
kacang-kacangan), fosfor (susu, keju dan daging), zat besi
(kuning telur, hati, daging, kerang, ikan, kacang-kacangan
dan sayuran hijau), yodium (minyak ikan, ikan laut, dan
garam beryodium), dan kalsium (susu dan keju)
8. Teruji menjelaskan fungsi dan jenis makanan sumber vitamin A
- Vitamin A digunakan untuk pertumbuhan sel, jaringan, gigi
dan tulang, perkembangan syaraf penglihatan, meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap infeksi.
- Sumber vitamin A : kuning telur, hati, mentega, sayuran
berwarna hijau, buah berwarna kuning, dan kapsul vitamin A
(200.000 IU)
9. Teruji menjelaskan fungsi & kebutuhan cairan selama menyusui
- Fungsi cairan untuk memperlancar pengaturan metabolism
dalam tubuh
- Asupan cairan 3 liter/hari, 2 liter berasal dari air minum dan 1
liter dari kuah sayuran dan makanan lain
10. Teruji menjelaskan fungsi dan sumber tablet zat besi
- Zat besi dibutuhkan untuk kenaikan sirkulasi darah dan sel,
serta menambah sel darah merah (HB), sehingga daya angkut
oxygen mencukupi kebutuhan

13
-Sumber zat besi adalah : kuning telur, hati, daging, kerang,
ikan, kacang-kacangan dan sayuran hijau
11. Teruji menjelaskan porsi makan ibu menyusui
- Porsi makan ibu menyusui bayi 0-6 bulan : nasi 5 piring, ikan
3 potong, tempe 5 potong, sayuran 5 mangkok, buah 2
potong, susu 1 gelas, air 8 gelas
- Porsi makan ibu menyusui bayi > 6 bulan : nasi 4 piring, ikan
2 potong, tempe 4 potong, sayuran 3 mangkok, buah 2
potong, susu 1 gelas, air 8 gelas
12. Teruji menjelaskan akibat pantang makan selama menyusui
- Akibat pantang makan adalah : memperlambat penyembuhan
ibu, produksi ASI terhambat yang mengakibatkan kenaikan
BB bayi terhambat, terhambatnya kenaikan HB pasca
melahirkan
13. Teruji menjelaskan cara mengolah & menyajikan makanan serta
memberikan contoh menu untuk ibu menyusui
- Cara mengolah sayur dimasukkan sesudah air mendidih, dan
jangan terlalu lama agar tidak kehilangan kandungan
vitaminnya
- Menyajikan makanan dengan berbagai variasi, rasa dan
warna makan yang dapat menimbulkan selera makan
14. Melaksanakan evaluasi dengan menanyakan kembali hal-hal
yang sudah dijelaskan dan memberikan umpan balik
- Menanyakan yang belum jelas dan menerangkan kembali
TEHNIK
1. Teruji melakukan tindakan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Teruji memberikan kesempatan klien untuk bertanya
4. Setiap jawaban di follow up dengan baik
5. Teruji mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

14
PENUNTUN BELAJAR
PENDIDIKAN KESEHATAN TANDA BAHAYA NIFAS

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

NILAI
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Buku KIA
2. Model-model/gambar-gambar kelainan ibu nifas
3. Tablet Feros
PELAKSANAAN
A. Sikap dan Perilaku
1. Menyapa klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri pada klien
3. Merespon terhadap reaksi klien
4. Percaya diri
5. Menjaga privasi klien
B. Content
1. Menanyakan keluhan klien dengan sopan
2. Menjelaskan maksud dan tujuan
3. Teruji melakukan apersepsi tentang tanda bahaya masa nifas
4. Menjelaskan tentang tanda infeksi masa nifas (peningkatan suhu
> 38⁰C, lochea berbau)
5. Menjelaskan tentang tanda perdarahan per vagina dalam masa
nifas
6. Menjelaskan tentang sakit kepala, nyeri epigastrik, penglihatan
kabur
7. Menjelaskan tentang pembengkakan diwajah & ekstremitas
8. Menjelaskan tentang demam, muntah, rasa sakit waktu berkemih
9. Menjelaskan tentang payudara yang berubah menjadi merah,

15
panas, dan terasa sakit
10. Menjelaskan tentang rasa sakit, merah, lunak, pembenngkakan
dikaki
11. Menjelaskan tentang kehilangan nafsu makan dalam waktu yang
lama
12. Menjelaskan tentang perasaan sedih atau tidak mampu
mengasuh sendiri bayinya dan diri sendiri.
13. Menjelaskan untuk segera datang ke klinik jika mengalami tanda
bahaya masa nifas
14. Menanyakan kembali tanda bahaya masa nifas yang telah
diterangkan
C. Teknik
1. Teruji menjelaskan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang dapat dimengerti
3. Penggunaan media
4. Memberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan
umpan balik
5. Teruji mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

16
PENUNTUN BELAJAR
PERAWATAN BBLR DENGAN METODE KANGURU

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
PERSIAPAN
1. Siapkan alat-alat dan bahan
2. Beri informasi kepada ibu, jelaskan maksud dan tujuan
perawatan metode kangguru
3. Mencuci tangan sebelum & sesudah melakukan tindakan
PELAKSANAAN
Sikap
1. Menyambut klien dengan sopan & ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon terhadap reaksi klien
4. Percaya diri
5. Menjaga privasi klien
Content
1. Menjelaskan maksud dan tujuan pendidikan kesehatan
2. Mencuci tangan sebelum & sesudah melakukan tindakan
3. Menjelaskan manfaat metode kanguru :
- Denyut jantung (nadi), pernafasan bayi lebih teratur dan suhu
lebih hangat sehingga mencegah hipotermi
- Memudahkan pemberian ASI
- Tidur bayi lebih nyenyak dan lama karena didekap ibu
- Kenaikan BB bayi lebih cepat
- Ibu lebih percaya diri, puas dan senang
- Meningkatkan hubungan emosi ibu dan anak

17
4. Menjelaskan resiko pemakaian baju kanguru yang kurang tepat
5. Mempersilahkan dan membantu ibu melepas baju dan BH
6. Mengajarkan ibu membersihkan daerah dada dan perut ibu
dengan menggunakan air hangat dilanjutkan dengan
mengeringkan
7. Mengajarkan ibu menyiapkan bayi dengan pemakaian tutup
kepala,diapers/popok dan kaos kaki
8. Mengajarkan ibu untuk memasukan bayi kedalam kantong
kanguru dengan hati-hati
9. Mengajarkan ibu memakai baju kanguru sesuai prinsip “skin to
skin kontak”
10. Mengajarkan ibu untuk memposisikan bayi dengan posisi tegak,
ditengah payudara dan kepala miring pada salah satu sisi dengan
kepala sedikit ekstensi
11. Mengajarkan ibu untuk memposisikan kaki bayi seperti posisi
“katak” dan tangan fleksi
12. Kancingkan baju, ikat bagian bawah baju
13. Mengajarkan ibu memonitor bayi (pernafasan, suhu & gerakan)
14. Menganjurkan ibu tetap menyusui secara on demand
15. Mengajarkan ibu mengecek ketepatan pemakaian baju kanguru
& memastikan bayi dalam kondisi aman dan nyaman
16. Melakukan evaluasi terhadap penjelasan yang tellah diberikan
Teknik
1. Teruji melaksanakan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Memperhatikan keamanan saat pelaksanaan
4. Memberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan
umpan balik
5. Mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

18
PENUNTUN BELAJAR
ANAMNESA IBU NIFAS

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
A. SIKAP DAN PERILAKU
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien dengan tepat
4. Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu
5. Menjaga privasi klien
B. PENILAIAN CONTENT
1. Menanyakan identitas klien
2. Menanyakan keluhan ibu
3. Menanyakan tanggal persalinan
4. Menanyakan siapa yang menolong persalinan
5. Menanyakan jenis persalinan (spontan, vacum, SC, dll)
6. Menanyakan apakah ada episiotomy
7. Menanyakan komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan
setelah persalinan
8. Menanyakan apakah ada keluhan dengan perineumnya
9. Menanyakan tentang pengeluaran pervaginam
10. Menanyakan ibu kapan dan bagaimana cara membersihkan vulva
11. Menanyakan tentang pola istirahat, BAK/BAB, dll
12. Menanyakan tentang pola aktivitas dan latihan fisik (mobilisasi,
senam nifas)
13. Menanyakan riwayat diet, apa yang ibu makan, berapa kali ibu
makan
14. Menanyakan apakah ibu mengkonsumsi zat besi
15. Menanyakan apakah ibu mengkonsumsi vitamin A

19
16. Menanyakan apakah ibu mengkonsumsi obat-obat lain
17. Menanyakan apakah sudah memberikan ASI pada bayinya
18. Menanyakan apakah ASI nya keluar lancer
19. Menanyakan apakah ada pembengkaan payudara
C. TEHNIK
1. Teruji menanyakan dengan jelas secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Teruji memberikan kesempatan klien untuk bertanya
&memberikan umpan balik
4. Memfollow up setiap jawaban dengan baik
5. Teruji mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

20
PENUNTUN BELAJAR
PEMERIKSAAN FISIK IBU NIFAS

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
A. SIKAP DAN PERILAKU
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien dengan tepat
4. Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu
5. Menjaga privasi klien
B. PENILAIAN/CONTENT
1. Menjelaskan maksud dan tujuan
2. Menanyakan identitas pasien
3. Menanyakan keluhan ibu
4. Menanyakan tanggal persalinan
5. Mengatur posisi pasien
6. Mencuci tangan sebelum tindakan dan mengeringkan dengan
handuk
7. Memeriksa tanda-tanda vital
8. Pemeriksaan Payudara
- Meletakkan tangan kiri pasien diatas kepala dan melakukan
palpasi payudara kiri dan melakukan palapasi payudara kiri
dan pangkal menuju putting dilanjutkan meraba ketiak kiri.
- Meletakkan tangan kananpasien diatas kepala dan
melakukan palpasi payudara kanan dari pangkal menuju
putting dilanjutkan meraba ketiak pasien
- Memijat daerah aerola mamae untuk mengeluarkan ASI
9. Pemeriksaan Abdomen
- Memeriksa TFU dan kontraksi uterus

21
- Palpasi kandung kemih
- Palpasi untuk mendeteksi massa
10. Pemeriksaan Ekstremitas
- Memeriksa oedema tangan dan kaki
- Memeriksa varises pada kaki
- Memeriksa adanya thrombo phlebitis
11. Pemeriksaan Perineum
- Memasang perlak dan pengalas
- Membantu memposisikan pasien untuk pemeriksaan
perineum
- Menggunakan sarung tangan steril
- Membersihkan vulva dan perineum dengan kapas DTT
- Memeriksa perineum
12. Memeriksa PPV
13. Mencuci tangan dilanjutkan melepas sarung tangan terbalik
masukan kelarutan klorin
14. Mencuci tangan dengan sabun sesudah tindakan dan
mengeringkan dengan handuk
15. Menginformasikan semua hasil pemeriksaan pada ibu
C. TEHNIK
1. Teruji melaksanakan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Memperhatikan keamanan dengan sempurna
4. Memberikan kesempatan untuk bertanya dan memberikan
umpan balik
5. Mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

22
PENUNTUN BELAJAR
PERAWATAN PERINEUM DAN VULVA

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
A. SIKAP DAN PERILAKU
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon terhadap reaksi klien
4. Percaya diri
5. Menjaga privasi klien
B. PENILAIAN/CONTENT
1. Menjelaskan maksud dan tujuan
2. Menanyakan identitas pasien
3. Menanyakan keluhan ibu
4. Memberitahu prosedur yang akan dilakukan
5. Mendekatkan alat-alat
6. Mencuci tangan dengan sabun sebelum tindakan dan
mengeringkan dengan handuk
7. Memposisikan klien, sikap dorsal recumbent
8. Memasang alas bokong
9. Melepaskan celana dalam klien, dan membuang pembalut
10. Menggunakan sarung tangan steril
11. Mengambil kapas DTT membersihkan labia kanan
12. Mengambil kapas DTT membersihkan labia kiri
13. Mengambil kapas DTT membersihkan vestibulum
14. Mengambil kapas DTT membersihkan perineum
15. Mengambil kapas DTT membersihkan anus
16. Mengeringkan dengan kapas bersih dan kering
17. Memperhatikan tanda-tanda infeksi

23
18. Memberikan obat pada luka perineum
19. Memasang celana dalam dan pembalut yang bersih
20. Mengambil alas bokong
21. Membereskan alat dan merendamnya dalam larutan klorin 0,5%
22. Melepas sarung tangan secara terbalik dalam larutan klorin 0,5%
23. Mencuci tangan dengan sabun sesudah tindakan dan
mengeringkan dengan handuk
24. Menginformasikan semua hasil perawatan pada ibu
C. TEHNIK
1. Teruji melaksanakan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Memperhatikan keamanan saat pelaksanaan
4. Teruji melaksanakan teknik aseptic antiseptic
5. Mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

24
PENUNTUN BELAJAR
PENDIDIKAN KESEHATAN KEBUTUHAN ZAT BESI IBU NIFAS

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini
PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
A. SIKAP DAN PERILAKU
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien dengan tepat
4. Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu
5. Teruji memberikan rasa empati
B. CONTENT/ISI
1. Menanyakan & mendengarkan keluhan klien
2. Menanyakan riwayat kehamilan dan persalinan yang dapat
menyebabkan permasalahan ibu saat ini (anemia pada waktu
kehamilan, persalinan yang lama atau perdarahan saat
persalinan)
3. Menjelaskan kondisi/permasalahan klien yang kekurangan zat
besi (berdasarkan keluhan yang ibu rasakan ibu mengalami
anemia)
4. Menjelaskan pengertian zat besi
- Zat besi adalah suatu suplemen penambah darah yang sangat
dibutuhkan oleh ibu nifas guna mencegah terjadinya anemia
selama nifas
5. Menjelaskan kegunaan zat besi
- Kegunaan zat besi adalah merupakan suplemen penambah
darah dan selama nafas nifas ibu wajib mengkonsumsi tablet
zat besi guna mencegah timbulnya anemia
6. Menjelaskan tablet yang mengandung zat besi
7. Menjelaskan kebutuhan/dosis perhari

25
- Dosis perhari dalam mengkonsumsi tablet zat besi 1x/hari
atau jika keadaannya memungkinkan bisa menambah dosis
menjadi 2x/hari, bila kondisi HB jauh dibawah normal.
8. Menjelaskan kebutuhan/dosis selama nifas :
- Yaitu : 1x/hari dan minimal 40 tab selama nifas (ibu selama
nifas/ 40 hari ibu harus minum semua tablet tambah darah
yang sudah diberikan oleh bidan)
9. Menjelaskan waktu minum tablet zat besi :
- Bu, sebaiknya minum tablet zat besi ini pada waktu malam
hari menjelang tidur karena untuk mengurangi efek mual
yang akan timbul setelah ibu meminumnya. Jika ibu minum
pada waktu pagi hari, maka ibu akan mual dan muntah
karena salah satu efek akan menimbulkan rasa eneg dan
mual.
10. Menjelaskan cara minum tablet zat besi dan cara
penyimpanannya :
- Zat besi diminum dengan menggunakan air jeruk/air putih
karena akan membantu proses penyerapan zat besi. Jangan
diminum dengan air susu, kopi dan teh karena akan
menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh.
- Penyimpanan ditempat tertutup dan kering.
11. Menjelaskan efek samping tablet zat besi kepada klien :
- Efek yang akan timbul adalah rasa eneg/mual,
konstipasi/susah buang air bersih dan warna tinja akan
berubah menjadi hitam kecoklatan
12. Menjelaskan bahan makanan yang mengandung zat besi :
- Yaitu sayuran yang berwarna hijau (mis bayam, kangkung,
daun singkong, pete) dan hati, kuning telur, dan daging yang
berwarna merah
13. Menejlaskan bahan makanan yang membantu penyerapan zat
besi :
- Yaitu makanan yang mengandung Vit C mis : jeruk, sayuran
hijau, kentang dan makanan yang mengandung Vit B 12 :
hati, ginjal, telur, susu, ikan, keju dan daging
14. Menjelaskan bahan makanan yang menghambat penyerapan zat
besi :
- Yaitu the, kopi, susu menghambat penyerapan zat besi
dalam tumbuh, disarankan untuk tidak meminumnya stelah
makan, minum teh, kopi dan susu setelah makan dapat
menyebabkan hambatan penyerapan zat besi dalam tubuh
hingga 80%. Padahal zat besi sangat dibutuhkan dalam
upaya pertumbuhan kulaitas tubuh manusia
15. Menejelaskan cara mengolah makanan sehingga zat bei yang
terkandung di dalamnya tidak banyak yang hilang :
- Yaitu sebelum dimasak sayuran dicuci baru dipotong sesuai
ukuran yang diinginkan. Jangan merendam sayuran yang
telah dipotong karena vitamin C mudah larut didalam air.
Hindari memotong sayuran terlalu kecil karena ukuran kecil
juga menyebabkan mudah terjadi proses pengoksidasian
vitamin terutama vitamin C. jangan memasak sayuran terlalu

26
masak
16. Melakukan evaluasi
C. TEHNIK
1. Teruji melakukan tindakan secara sistematis
2. Teruji menggunakan media
3. Teruji memberikan kesempatan klien untuk bertanya
4. Menjaga privasi klien
5. Teruji mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….

Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

27
PENUNTUN BELAJAR
PENDIDIKAN KESEHATAN VIT. A IBU NIFAS

Nilailah setiap kinerja yang diamati menggunakan skala sbb :


1 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan
2 : Langkah kerja atau kegiatan tidak dilakukan dengan benar atau tidak sesuai
urutan
(apabila harus berurutan)
3 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar tetapi ragu-ragu
4 : Langkah kerja atau kegiatan dilakukan dengan benar dan percaya diri
N/A : Langkah kerja atau kegiatan tidak diperlukan dalam observasi ini

PENILAIAN
LANGKAH/TUGAS
1 2 3 4 N/A
A. SIKAP DAN PERILAKU
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Merespon reaksi klien dengan tepat
4. Teruji percaya diri dan tidak ragu-ragu
5. Menjaga privasi klien
B. CONTENT/ISI
1. Teruji melakukan apersepsi menegenai vitamin A pada masa
nifas
2. Menjelaskan pengertian vitamin A pada masa nifas
- Vitamin A merupakan suplemen vitamin A yang diberikan
pada ibu menyusui selama masa nifas yang memiliki
manfaat penting bagi ibu dan bayi yang disusuinya
3. Menyebutkan manfaat vitamin A pada masa nifas untuk bayi
- Untuk bayi : vitamin A berguna untuk meningkatkan
kualitas ASI, meningkatkan kelangsungan hidup anak,
meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah komplikasi dari
penyakit campak & diare, melindungi mata dari xeroptalmia
& buta senja
4. Menyebutkan manfaat vitamin A pada mas nifas
- Untuk ibu : memelihara kesehatan ibu selama menyusui,
mencegah buta senja karena kekurangan Vit A, meningkatan
fungi penglihatan, diferensiase, kekebalan tubuh ibu nifas,

28
pertumbuhan dan perkembangan reproduksi, pencegahan
penyakit jantung
5. Menyebutkan dosis pemberian vit A untuk ibu nifas
- Dosis pemberian vit A untuk ibu nifas : 2 x 200.000 SI
6. Menyebutkan pemberian vitamin A pada masa nifas
- Pemberian pertama : segera setelah melahirkan dan
- Pemberian kedia : dengan jarak 24 jam setelah yang pertama
dan tidak lebih dari 6 minggu
C. TEHNIK
1. Teruji menanyakan & menjelaskan secara sistematis
2. Teruji menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
3. Teruji memberikan kesempatan klien untuk bertanya &
memberikan umpan balik
4. Teruji menggunakan media
5. Teruji mendokumentasikan hasil tindakan
JUMLAH SKOR

jumlah nilai perolehan


Nilai = x 100
total skor
= ….
Sibolga,
DOSEN PENGUJI

(………………………….)

29

Anda mungkin juga menyukai