Dampak Covid-19 pada Pariwisata Sumbar
Dampak Covid-19 pada Pariwisata Sumbar
ABSTRACT
This study aims to obtain a brief description of the initial impact of the Covid-19 pandemic on West
Sumatra tourism at macro and micro levels by using primary and secondary data. Primary data were
obtained from the results of a survey of 31 tourist destinations using online surveys, secondary data came
from publications of BPS and West Sumatra Provincial Government Agencies, an official government,
non-government websites, other institutions. By using quantitative methods and descriptive analysis, it is
found that the Covid-19 pandemic has a significant impact on reducing the number of tourist visits and
the income of the transportation and warehousing sectors as well as the provision of accommodation and
food and drink, labor, losses and a decrease in business income. The recommendation proposed is a
collaborative policy involving related stakeholders at two stages, namely the pandemic and post-
pandemic stages in the context of restoring the tourism sector and mitigating future tourism crises.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dampak awal pandemi covid-19 terhadap
pariwisata Sumatera Barat secara makro maupun mikro dengan menggunakan data primer dan
sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survei terhadap 31 destinasi wisata dengan menggunakan
survei online dan data sekunder berasal dari publikasi BPS dan Instansi Pemerintah Provinsi Sumatera
Barat, web resmi pemerintah dan non pemerintah serta lembaga lainnya. Dengan menggunakan metode
kuantitatif dan analisis deskriptif diperoleh hasil temuan bahwa pandemi covid-19 berdampak signifikan
terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan sektor transportasi dan pergudangan
serta penyediaan akomodasi dan makan minum, tenaga kerja, kerugian dan penurunan pendapatan
usaha. Rekomendasi yang diusulkan adalah kebijakan kolaborasi yang melibatkan stake holder terkait
pada dua tahap yaitu tahap masa pandemi dan pasca pandemi dalam rangka pemulihan sektor
pariwisata dan mitigasi krisis pariwisata kedepannya.
PENDAHULUAN
Pandemi covid-19 secara nyata yang paling terpengaruh pertama
telah berdampak terhadap kehidupan kalinya oleh pandemi covid-19.
sosial dan perekonomian global. Kebijakan travel restrictions serta
Pariwisata menjadi salah satu sektor pembatalan dan pengurangan frekuensi
148 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
penerbangan, penutupan hotel telah Sektor pariwisata yang
mengurangi supply dan demand mempunyai kedudukan strategis untuk
pariwisata dalam negeri maupun penerimaan devisa negara dan memiliki
internasional (Christian & Hidayat, kontribusi penting pada penyerapan
2020). Berdasarkan laporan UNWTO tenaga kerja (Bank Indonesia, 2018)
sampai periode juni 2020, diestimasi diprediksi Kemenko Perekonomian
kedatangan wisatawan mancanegara akan mengalami penurunan pada masa
(wisman) menurun 93% atau pandemi hingga 90% dibanding tahun
kehilangan 440 juta kunjungan 2019 yang mencapai USD17,4 miliar
dibandingkan tahun 2019 dan USD460 ([Link], 2020). Selain itu
juta pendapatan ekspor dari sektor pada pandemi ini diestimasi
pariwisata dan menjadi periode terburuk pengurangan tenaga kerja sekitar 75,9
dalam perkembangan pariwisata global ribu sampai 106,8 ribu pada sektor
semenjak tahun 1950 (UNWTO, 2020). akomodasi dan makan minum dan
Demikian juga pada skala transportasi pergudangan sekitar 43,5
nasional, pandemi telah memukul ribu orang sampai 61,2 ribu orang pada
perekonomian Indonesia. Kelesuan periode maret 2020 (Rahman et al.,
terjadi hampir diseluruh sektor ekonomi 2020). Kunjungan wisman ke Indonesia
yang menyebabkan kontraksi pun turun secara kumulatif pada
pertumbuhan ekonomi pada triwulan II periode januari sampai juni 2020
sebesar 5,32% (y-o-y) dan 4,19% (q-to- sebesar 59,96% (3,09 juta orang)
q) (Badan Pusat Statistik, 2020b). dibandingkan dengan jumlah kunjungan
Seperti juga krisis yang dialami global, wisman tahun 2019 (7,72 juta
lapangan usaha yang dilaporkan kunjungan) (BPS, 2020b).
mengalami kontraksi terbesar pada Sejarah pandemi dan epidemi di
masa pandemi ini adalah sektor periode lampau seperti MERS dan
pariwisata yang representasikan oleh SARS juga telah menyebabkan negara-
penurunan lapangan usaha transportasi negara seperti korea, china, hongkong
dan pergudangan serta penyediaan dan jepang kehilangan banyak
akomodasi dan makan minum sebesar - wisatawan asing dan kerugian
30,84% dan - 22,02% (Badan Pusat signifikan disektor akomodasi, makan
Statistik, 2020b). dan minum, jasa dan transportasi,
150 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
(Pembatasan Sosial Berskala Besar) menggunakan data primer dan
telah membuat banyak aktivitas stagnan sekunder. Data primer digunakan untuk
termasuk kegiatan pariwisata Provinsi mengetahui variabel-variabel terkait
Sumatera Barat. PSBB diberlakukan dampak dalam skala mikro dan data
pada tiga tahap mulai tanggal 22 april sekunder digunakan untuk
sampai dengan 7 Juni 2020 akibat menggambarkan dampak dalam skala
peningkatan kasus covid-19 semenjak makro.
ditemukan kasus pertama kali di Data primer diperoleh dari hasil
Sumatera Barat (26 Maret 2020). survei online melalui media sosial
Dampak berantai diestimasi terjadi pada seperti whats app dan facebook dengan
sektor-sektor penunjang pariwisata menggunakan aplikasi google form
akibat pembatasan aktivitas, perjalanan pada tanggal 22 mei sampai 30 mei
dan physical distancing. tahun 2020. Kriteria responden adalah
Berkaitan dengan dampak yang pengelola maupun pekerja yang
telah ditimbulkan pandemi di dunia kompeten untuk mengisi kusioner dan
global, dan juga nasional di Indonesia, disebarkan melalui bantuan Dinas
sehingga perlu dilakukan penelitian Pariwisata Provinsi Sumbar dan
skala lokal khususnya di Sumatera kabupaten/kota dan asosiasi GIPI
Barat untuk melihat apakah ditemukan (Gabungan Industri Pariwisata
hasil yang sama atau berbeda. Indonesia). Responden yang bersedia
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian mengisi kusioner sebanyak 31 orang
ini dilakukan dengan tujuan untuk dari 31 destinasi yang tersebar di 19
mendiskripsikan dampak awal pandemi Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.
covid-19 terhadap sektor pariwisata di Data yang dikumpulkan melalui survei
Sumatera Barat secara umum dan yaitu kondisi destinasi pada awal
mencoba memberikan rekomendasi pandemi khususnya terkait pendapatan
untuk membantu pengambil kebijakan dan kerugian usaha destinasi,
agar bisa merumuskan kebijakan dan ketersediaan anggaran operasional
perencanaan pariwisata kedepannya. usaha, kebijakan destinasi terhadap
tenaga kerja dan kemampuan finansial
METODOLOGI
Metode yang digunakan adalah usaha dalam membayarkan tunjangan
kuantitatif deskriptif dengan yang tersedia dan tingkat kunjungan
152 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
mengalami kerugian dengan jumlah operasional usaha selama pandemi
hingga ratusan juta (16,1% responden). ((BPS, 2020a) dan dari sampel daerah
Budget pemeliharaan destinasi selama lain seperti di Sulawesi Utara
penutupan destinasi juga dirasakan menunjukkan bahwa pengusaha
kurang dan tidak memadai akibat tidak kesulitan menutup biaya operasional
adanya pemasukan (71 dan 23% pada saat destinasi ditutup (Jennifer et
responden) (gambar 2). al., 2020). Kondisi faktual ini terjadi
Permasalahan spesifik yang akibat Kebijakan pemerintah untuk
dialami destinasi masa pandemi adalah menutup destinasi wisata dan
biaya operasional dan pemeliharaan pembatasan aktifitas di fasilitas umum,
yang kurang dan bahkan tidak memadai penutupan serta pembatasan
masa pandemi dan hal ini juga sama penerbangan yang mengakibatkan
seperti yang terjadi di skala global penurunan kunjungan wisman dan
(Rwigema, 2020)(Gössling et al., 2020). wisnus yang berdampak terhadap
Hal yang sama juga terjadi di skala menurunnya pendapatan usaha
nasional bahwa 62,1% usaha kecil pariwisata baik swasta maupun
mengalami kesulitan membiayai pemerintah.
Tenaga Kerja
Perlambatan sektor ekonomi pengalami pemutusan hubungan kerja
akibat pandemi covid-19 juga (PHK) dan 2.442 orang dirumahkan
berdampak kepada kondisi tanpa digaji (Disnakertrans
ketenagakerjaan Sumatera Barat. Pada [Link], 2020). Pekerja yang
masa pandemi ini tercatat 3.720 orang dirumahkan ini sebagian berasal dari
pekerja yang terdampak yang sudah sektor pariwisata seperti perhotelan
diverifikasi dengan 720 orang ([Link], n.d.)
154 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
nasional ini agak berbeda dengan serupa juga terjadi di dunia
Sumatera Barat. internasional, bahwa pandemi telah
Hasil survei ini menunjukkan menciptakan krisis tenaga kerja
bahwa resiliansi usaha pariwisata pariwisata, dimana karyawan
Sumatera Barat sangat rentan dirumahkan tanpa digaji dan harus
khususnya secara finansial. Dunia usaha kehilangan pekerjaan seperti temuan di
tidak sanggup bertahan lama sehingga berbagai negara yang telah
memilih untuk merumahkan karyawan dikemukakan sebelumnya. UNWTO
dan bahkan melakukan PHK. Namun juga sepakat bahwa bahwa 100-120 juta
demikian, dengan proposi karyawan tenaga kerja pariwisata di dunia
yang dirumahkan lebih banyak dari terancam kehilangan pekerjaannya
yang di PHK mengindikasikan bahwa akibat pandemi covid-19 (UNWTO,
pengusaha masih optimis meyakini 2020a).
pandemi akan cepat berakhir. Kondisi
156 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
Kabupaten Solok Selatan yang umumnya tutup pada saat PSBB, masih
melonggarkan PSBB-nya dengan terdapat beberapa hotel berbintang yang
membuka perlahan-lahan objek wisata tetap buka dan menawarkan paket self
dengan protokol kesehatan untuk isolation, bahkan terdapat hotel yang
merespon aspirasi dari pengusaha disewa pemerintah untuk tim kesehatan
pariwisata karena kesulitan untuk rumah sakit rujukan covid-19 dan hotel
membiayai operasional usaha saat non bintang di beberapa daerah yang
destinasinya ditutup. Hal ini mulai menerima kunjungan (Dispar
ditunjukkan dengan adanya jumlah [Link], 2020b), sehingga juga
kunjungan dari objek wisata yang memberikan sumbangan kunjungan dari
berasal dari daerah tersebut. Selain itu sub akomodasi.
walaupun hotel berbintang pada
158 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
nilai yang signifikan dalam periode bahkan merupakan salah satu lapangan
pertumbuhan tujuh tahun terakhir usaha unggulan Sumatera Barat yang
(gambar 10). Kondisi ini juga tergambar mendukung sektor pariwisata
pada sektor penerbangan domestik yang berdasarkan indeks LQ-tahun 2019
biasanya mengangkut wisnus ke (LQ=2,54) dan bahkan paling tinggi
Sumatera Barat turun bebas hingga - diantara lapangan usaha lain selaras
17.887% pada bulan mei dibanding oleh tingginya permintaan kendaraan di
tahun 2019 dan -3.001% dibandingkan Sumatera Barat (Rosa, 2019).
bulan april tahun 2020 sebelum Fenomena dampak krisis
konfirmasi kasus pertama covid di kesehatan akibat pandemi covid-19 di
Sumatera Barat. Sementara untuk Sumatera Barat terhadap sektor ini juga
penerbangan internasional terhitung merepresentasikan kondisi yang sama
april sampai dengan bulan juni tidak dengan yang terjadi pada Nasional dan
ada penerbangan sama sekali sehingga dunia internasional. Pada tingkat global,
dikatakan menurun -100% (Badan Pusat rata-rata seluruh negara dunia
Statistik, 2020a). mengalami penurunan sektor
Pada periode awal pandemi, transportasinya hingga separuhnya dan
sektor akomodasi dan makan dan bahkan lebih, terutama untuk daerah-
minum serta transportasi ini tumbang daerah yang kasus covid-19-nya sangat
karena adanya penutupan destinasi besar dan terekspose secara dramatis
wisata, pembatalan event dan penutupan oleh media internasional maupun
penerbangan komersial seperti yang nasional. Negara-negara seperti
sudah dikemukakan sebelumnya dan Norwegia, UEA, Arab Saudi, Israel,
turunnya permintaan sarana transportasi Inggris, Spanyol, Rusia, Italia, Yunani,
umum karena pembatasan aktivitas Jerman, Prancis, Singapura, New
masyarakat untuk melakukan aktivitas Zealand, Malaysia, Korea Selatan,
kerja (work from home) dan sekolah Jepang, China, Australia, Maldives,
dirumah (school from home) selain juga Kenya, Mesir ditemukan mengalami
ketakutan masyarakat dengan penurunan hunian dan rerata menjadi
penyebaran virus covid-19. Lapangan minus tertanggal 21 Maret 2020
usaha transportasi dan pergudangan (Gössling et al., 2020)
160 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
social). Media sosial dan media masa usahanya, mengalami penurunan
memainkan peranan penting dalam pendapatan serta kerugian akibat tidak
menyampaikan berita positif terkait ada pemasukan usaha. Dampak yang
kondisi pandemi sebagai motivasi untuk ditimbulkan akibat pandemi covid-19
berwisata, perlunya fleksibilitas menunjukkan bahwa pariwisata yang
pemesanan akomodasi dan transportasi memiliki keterkaitan dengan banyak
serta tingkat hygienitas akomodasi dan sektor penunjangnya merupakan sektor
fasilitas wisata dan focus perencanaan yang sangat rentan dengan bencana
pada destinasi lokal (Ghosh, seperti wabah penyakit atau pandemi.
2020)(Ranasinghe et al., 2020). REKOMENDASI
Pandemi SARS di masa lalu Berdasarkan beberapa literature
juga memberikan pelajaran tentang terkait rekomendasi pemulihan dampak
pentingnya membangun kepercayaan pandemi terdahulu dan covid-19
publik oleh pemerintah untuk terhadap sektor pariwisata, dapat
menghasilkan kolaborasi yang lebih disampaikan rekomendasi sebagai
efektif dalam mitigasi dan pemulihan berikut :
pasca krisis serta manajemen krisis dari 1. Kebijakan masa pandemi yang
tingkat local hingga nasional (Yeh, dapat diambil yaitu pengelolaan
2020) (Tew et al., 2008). krisis dan mitigasi dampak
KESIMPULAN pandemi terhadap pariwisata
Berdasarkan hasil dan Sumatera Barat dengan ; (i)
pembahasan dapat disimpulkan bahwa menyiapkan destinasi, akomodasi,
dampak covid-19 terhadap pariwisata transportasi dan penunjang wisata
Sumatera Barat telah menyebabkan lainnya yang bersih, sehat dan
terjadinya penurunan kunjungan aman dan memberikan segala
wisman dan wisnus, menurunnya sektor kemudahan dan fleksibilitas untuk
transportasi dan penyediaan akomodasi membangun kepercayaan calon
dan makan minum. Hal ini selanjutnya wisatawan dalam rangka menarik
juga berdampak pada buruknya kondisi kembali kunjungan,(ii) memberikan
ketenagakerjaan sektor pariwisata di bantuan likuiditas tunai, relaksasi
Sumatera Barat. Pengusaha umumnya kredit serta keringanan pajak dari
kesulitan membiayai operasional pemerintah dan lembaga keuangan
162 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
parekraf terdampak covid 19 Sumbar A., & Ritchie, B. W. (2018). ‘No
(1).pdf. Ebola…still doomed’ – The Ebola-
Dispar [Link]. (2020b). Notulen induced tourism crisis. Annals of
Bidang Pariwisata. Dinas Pariwisata Tourism Research, 70(March), 76–87.
[Link]. [Link]
Ghosh, D. A. (2020). Tourism Survival 03.006
Strategy: Indian Perspective during Purwanto, E. A., & Sulistyastuti, D. R.
COVID-19 Pandemic. SSRN (2017). Metode Penelitian Kuantitatif
Electronic Journal, July. Untuk Administrasi Publik dan
[Link] Masalah-Masalah Sosial. Gava
Gössling, S., Scott, D., & Hall, C. M. Media.
(2020). Pandemics, tourism and global Rahman, M. A., Kusuma, A. Z. D., Fatah,
change: a rapid assessment of A. R., & Arfyanto, H. (2020).
COVID-19. Journal of Sustainable Mengantisipasi Potensi Dampak
Tourism, 0(0), 1–20. Krisis Akibat Pandemi COVID-19.
[Link] Smeru Research Institute,
0.1758708 No.4/juli/2020.
Jennifer, M., Tilaar, I., Jennifer, M., & [Link]
Tilaar, I. (2020). The Tourism sipasi-potensi-dampak-krisis-akibat-
Industry in A Developing Destination pandemi-covid-19-terhadap-sektor-
in Time of Crisis The Impact of ketenagakerjaan
COVID-19 Pandemic on The Tourism Ranasinghe, R., Damunupola, A.,
Industry in North Sulawesi , Indonesia Wijesundara, S., Karunarathna, C.,
Time of Crisis. Nawarathna, D., Gamage, S.,
Joo, H., Maskery, B. A., Berro, A. D., Rotz, Ranaweera, A., & Idroos, A. A.
L. D., Lee, Y. K., & Brown, C. M. (2020). Tourism after Corona:
(2019). Economic Impact of the 2015 Impacts of Covid 19 Pandemic and
MERS Outbreak on the Republic of Way Forward for Tourism, Hotel and
Korea’s Tourism-Related Industries. Mice Industry in Sri Lanka. In SSRN
Health Security, 17(2), 100–108. Electronic Journal (Issue April).
[Link] [Link]
Kemenko Perekonomian RI. (2020). Kartu Rosa, Y. Del. (2019). Pariwisata Sebagai
Prakerja - Tentang Kami. Sektor Unggulan Provinsi Sumatera
[Link] Barat ( Pendekatan Analisis Location
kami Quotient ). Ekonomis: Journal of
Kemenparekraf RI. (2020). Rencana Economics and Business,
mitigasi. In Rencana Mitigasi Sektor 3(September), 208–217.
Parekraf dalam Menangani Dampak [Link]
Covid 19. 2.83
Kumar, P., & Rou, H. (2020). Impact Rubin, H. (2011). Future Global Shocks:
Assessment of Covid-19: In Tourism Pandemics. In OCED Publishing
Perspectıve. Dogo Rangsang (Vol. 33, Issue Jan).
Research Journal, 10(6), 291–295. [Link]
[Link] [Link]?ptiID=767847%5Cnhttp:
V10I06N01.29 //[Link]-
[Link]. (2020). Akibat [Link]/do
Pandemi, Pendapatan Devisa Sektor cserver/download/fulltext/4211091e.p
Pariwisata Turun hingga 90 Persen. df?expires=1351087982&id=id&accn
[Link] ame=ocid177396&checksum=6DFD
09/25/135500926/akibat-pandemi- DDE0B397F8814410CAF3C057C19
pendapatan-devisa-sektor-pariwisata- B
turun-hingga-90-persen Rutynskyi, M., & Kushniruk, H. (2020).
Novelli, M., Gussing Burgess, L., Jones, The impact of quarantine due to
164 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164