0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan17 halaman

Dampak Covid-19 pada Pariwisata Sumbar

Tiga kalimat: Dokumen ini membahas dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Sumatera Barat, di mana industri pariwisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan dan pendapatan akibat pembatasan perjalanan dan kebijakan PSBB. Pandemi juga menyebabkan penurunan tenaga kerja dan pendapatan usaha di sektor pariwisata serta sarana transportasi dan akomodasi. Rekomendasi yang diajukan adalah kebijakan kolab

Diunggah oleh

Putri Fajarani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan17 halaman

Dampak Covid-19 pada Pariwisata Sumbar

Tiga kalimat: Dokumen ini membahas dampak pandemi Covid-19 terhadap pariwisata di Sumatera Barat, di mana industri pariwisata mengalami penurunan kunjungan wisatawan dan pendapatan akibat pembatasan perjalanan dan kebijakan PSBB. Pandemi juga menyebabkan penurunan tenaga kerja dan pendapatan usaha di sektor pariwisata serta sarana transportasi dan akomodasi. Rekomendasi yang diajukan adalah kebijakan kolab

Diunggah oleh

Putri Fajarani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DAMPAK PANDEMI COVID-19

TERHADAP PARIWISATA SUMATERA BARAT


IMPACT OF THE COVID-19 PANDEMIC
ON WEST SUMATERA TOURISM
Vivi Ukhwatul K Masbiran

Badan Penelitian dan Pengembangan Prov. Sumbar


Jln. [Link] No.51 Padang, Hp.081363063883
Email: ukhwatul@[Link]

Naskah Masuk: 17-10-2020 Naskah Diterima: 27-10-2020 Naskah Disetujui: 23-11-2020

ABSTRACT

This study aims to obtain a brief description of the initial impact of the Covid-19 pandemic on West
Sumatra tourism at macro and micro levels by using primary and secondary data. Primary data were
obtained from the results of a survey of 31 tourist destinations using online surveys, secondary data came
from publications of BPS and West Sumatra Provincial Government Agencies, an official government,
non-government websites, other institutions. By using quantitative methods and descriptive analysis, it is
found that the Covid-19 pandemic has a significant impact on reducing the number of tourist visits and
the income of the transportation and warehousing sectors as well as the provision of accommodation and
food and drink, labor, losses and a decrease in business income. The recommendation proposed is a
collaborative policy involving related stakeholders at two stages, namely the pandemic and post-
pandemic stages in the context of restoring the tourism sector and mitigating future tourism crises.

Keyword: Pandemic, Covid-19, Impact, Tourism, West Sumatra

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran dampak awal pandemi covid-19 terhadap
pariwisata Sumatera Barat secara makro maupun mikro dengan menggunakan data primer dan
sekunder. Data primer diperoleh dari hasil survei terhadap 31 destinasi wisata dengan menggunakan
survei online dan data sekunder berasal dari publikasi BPS dan Instansi Pemerintah Provinsi Sumatera
Barat, web resmi pemerintah dan non pemerintah serta lembaga lainnya. Dengan menggunakan metode
kuantitatif dan analisis deskriptif diperoleh hasil temuan bahwa pandemi covid-19 berdampak signifikan
terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan dan pendapatan sektor transportasi dan pergudangan
serta penyediaan akomodasi dan makan minum, tenaga kerja, kerugian dan penurunan pendapatan
usaha. Rekomendasi yang diusulkan adalah kebijakan kolaborasi yang melibatkan stake holder terkait
pada dua tahap yaitu tahap masa pandemi dan pasca pandemi dalam rangka pemulihan sektor
pariwisata dan mitigasi krisis pariwisata kedepannya.

Kata Kunci: Pandemi, Covid-19, Dampak, Pariwisata, Sumatera Barat

PENDAHULUAN
Pandemi covid-19 secara nyata yang paling terpengaruh pertama
telah berdampak terhadap kehidupan kalinya oleh pandemi covid-19.
sosial dan perekonomian global. Kebijakan travel restrictions serta
Pariwisata menjadi salah satu sektor pembatalan dan pengurangan frekuensi

148 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
penerbangan, penutupan hotel telah Sektor pariwisata yang
mengurangi supply dan demand mempunyai kedudukan strategis untuk
pariwisata dalam negeri maupun penerimaan devisa negara dan memiliki
internasional (Christian & Hidayat, kontribusi penting pada penyerapan
2020). Berdasarkan laporan UNWTO tenaga kerja (Bank Indonesia, 2018)
sampai periode juni 2020, diestimasi diprediksi Kemenko Perekonomian
kedatangan wisatawan mancanegara akan mengalami penurunan pada masa
(wisman) menurun 93% atau pandemi hingga 90% dibanding tahun
kehilangan 440 juta kunjungan 2019 yang mencapai USD17,4 miliar
dibandingkan tahun 2019 dan USD460 ([Link], 2020). Selain itu
juta pendapatan ekspor dari sektor pada pandemi ini diestimasi
pariwisata dan menjadi periode terburuk pengurangan tenaga kerja sekitar 75,9
dalam perkembangan pariwisata global ribu sampai 106,8 ribu pada sektor
semenjak tahun 1950 (UNWTO, 2020). akomodasi dan makan minum dan
Demikian juga pada skala transportasi pergudangan sekitar 43,5
nasional, pandemi telah memukul ribu orang sampai 61,2 ribu orang pada
perekonomian Indonesia. Kelesuan periode maret 2020 (Rahman et al.,
terjadi hampir diseluruh sektor ekonomi 2020). Kunjungan wisman ke Indonesia
yang menyebabkan kontraksi pun turun secara kumulatif pada
pertumbuhan ekonomi pada triwulan II periode januari sampai juni 2020
sebesar 5,32% (y-o-y) dan 4,19% (q-to- sebesar 59,96% (3,09 juta orang)
q) (Badan Pusat Statistik, 2020b). dibandingkan dengan jumlah kunjungan
Seperti juga krisis yang dialami global, wisman tahun 2019 (7,72 juta
lapangan usaha yang dilaporkan kunjungan) (BPS, 2020b).
mengalami kontraksi terbesar pada Sejarah pandemi dan epidemi di
masa pandemi ini adalah sektor periode lampau seperti MERS dan
pariwisata yang representasikan oleh SARS juga telah menyebabkan negara-
penurunan lapangan usaha transportasi negara seperti korea, china, hongkong
dan pergudangan serta penyediaan dan jepang kehilangan banyak
akomodasi dan makan minum sebesar - wisatawan asing dan kerugian
30,84% dan - 22,02% (Badan Pusat signifikan disektor akomodasi, makan
Statistik, 2020b). dan minum, jasa dan transportasi,

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 149


Vivi Ukhwatul K Masbiran
investasi dan sektor lain yang terkait kerja sektor pariwisata (Soehardi et al.,
dengan pariwisata yang bermuara pada 2020) (Wulung et al., 2020). Selain itu,
penurunan PDB pada sektor pariwisata dunia usaha pariwisata mengalami
(Rubin, 2011)(Joo et al., 2019)(Cooper, kesulitan dalam membiayai
2013). Epidemi ebola di benua afrika operasionalnya karena tidak ada
bahkan juga telah telah menyebabkan pemasukan (Jennifer et al., 2020).
krisis pariwisata, di mana penerimaan Sektor pariwisata diharapkan
sektor pariwisata menurun 50% dari menjadi unggulan penopang
tahun sebelumnya (Novelli et al., 2018). pertumbuhan ekonomi daerah dengan
Pada masa pandemi covid-19, menjadikannya salah satu prioritas
beberapa penelitian tentang dampak dalam pembangunan dan menjadi salah
covid-19 terhadap pariwisata dalam satu indikator kinerja utama pemerintah
skala internasional telah banyak daerah (Dispanhorbun Sumbar, 2018).
dilakukan, namun masih sedikit yang Kinerja sektor pariwisata juga
membahas dalam skala nasional dan menunjukkan hasil yang cukup baik
lokal. Pandemi covid-19 telah dari tahun ke tahun seperti peningkatan
menyebabkan berkurangnya pendapatan devisa sebesar 6% dari USD 44 juta
sektor pariwisata dan sektor lainnya (2017) menjadi USD 47 juta (2018).
yang terkait serta krisis tenaga kerja Peningkatan investasi secara signifikan
sektor pariwisata di Bangladesh, India, terjadi pada sektor hotel, makan dan
Brazil, Rwanda, Romania, Afrika minum mencapai 513%, dari 3,6 juta
Selatan dan Korea Selatan dan Srilanka USD menjadi 22,1 juta USD untuk
(Chowdhury, 2020)(Kumar & Rou, PMA (Penanaman Modal Asing).
2020)(Rwigema, 2020)(Rutynskyi & PMDN (Penanaman Modal Dalam
Kushniruk, 2020). Begitu juga halnya Negeri) juga tercatat meningkat
dengan Indonesia, perlambatan kondisi siginifikan sebesar 63% dari Rp53,8
makro ekonomi yang telah diuraikan Milyar menjadi Rp88,2 Milyar (Dispar
sebelumnya juga tergambar pada sektor [Link], 2019) .
pariwisata. Pandemi berdampak Semenjak pemerintah pusat
terhadap penurunan jumlah kunjungan memberikan arahan untuk menutup
wisatawan, kerugian perusahaan destinasi wisata di seluruh Indonesia
penerbangan dan pengurangan tenaga dan diberlakukannya PSBB

150 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
(Pembatasan Sosial Berskala Besar) menggunakan data primer dan
telah membuat banyak aktivitas stagnan sekunder. Data primer digunakan untuk
termasuk kegiatan pariwisata Provinsi mengetahui variabel-variabel terkait
Sumatera Barat. PSBB diberlakukan dampak dalam skala mikro dan data
pada tiga tahap mulai tanggal 22 april sekunder digunakan untuk
sampai dengan 7 Juni 2020 akibat menggambarkan dampak dalam skala
peningkatan kasus covid-19 semenjak makro.
ditemukan kasus pertama kali di Data primer diperoleh dari hasil
Sumatera Barat (26 Maret 2020). survei online melalui media sosial
Dampak berantai diestimasi terjadi pada seperti whats app dan facebook dengan
sektor-sektor penunjang pariwisata menggunakan aplikasi google form
akibat pembatasan aktivitas, perjalanan pada tanggal 22 mei sampai 30 mei
dan physical distancing. tahun 2020. Kriteria responden adalah
Berkaitan dengan dampak yang pengelola maupun pekerja yang
telah ditimbulkan pandemi di dunia kompeten untuk mengisi kusioner dan
global, dan juga nasional di Indonesia, disebarkan melalui bantuan Dinas
sehingga perlu dilakukan penelitian Pariwisata Provinsi Sumbar dan
skala lokal khususnya di Sumatera kabupaten/kota dan asosiasi GIPI
Barat untuk melihat apakah ditemukan (Gabungan Industri Pariwisata
hasil yang sama atau berbeda. Indonesia). Responden yang bersedia
Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian mengisi kusioner sebanyak 31 orang
ini dilakukan dengan tujuan untuk dari 31 destinasi yang tersebar di 19
mendiskripsikan dampak awal pandemi Kabupaten/Kota di Sumatera Barat.
covid-19 terhadap sektor pariwisata di Data yang dikumpulkan melalui survei
Sumatera Barat secara umum dan yaitu kondisi destinasi pada awal
mencoba memberikan rekomendasi pandemi khususnya terkait pendapatan
untuk membantu pengambil kebijakan dan kerugian usaha destinasi,
agar bisa merumuskan kebijakan dan ketersediaan anggaran operasional
perencanaan pariwisata kedepannya. usaha, kebijakan destinasi terhadap
tenaga kerja dan kemampuan finansial
METODOLOGI
Metode yang digunakan adalah usaha dalam membayarkan tunjangan
kuantitatif deskriptif dengan yang tersedia dan tingkat kunjungan

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 151


Vivi Ukhwatul K Masbiran
wisatawan akibat adanya pandemi kerugian dan pendapatan usaha yang
covid-19. Penelitian survei dapat dialami destinasi, kondisi tenaga kerja
digunakan untuk informasi kuantitatif sektor pariwisata. Gambaran secara
tentang opini public maupun fenomena makro kemudian digambarkan melalui
sosial (Purwanto & Sulistyastuti, 2017) variabel kunjungan wisatawan dan
dan mengingat keterbatasan akibat pendapatan berdasarkan lapangan usaha
pandemi covid-19. penyumbang sektor pariwisata.
Sementara data sekunder berasal Pendapatan dan Kerugian Usaha
Destinasi
dari BPS, Dinas Pariwisata, Dinas
Untuk melihat dampak langsung
Tenaga Kerja dan Transmigrasi
pandemi covid-19 terhadap destinasi
Provinsi Sumbar, web site resmi
wisata yang ada di 19 Kabupaten/Kota
pemerintah dan non pemerintah dan
di Sumatera Barat dilakukan survei
dokumen resmi serta penelaahan
untuk melihat kondisi finansialnya.
literature yang digunakan untuk
Sebagian besar destinasi wisata (31
menggambarkan jumlah kunjungan
destinasi) yang disurvei menyatakan
wisatawan, perkembangan lapangan
telah mengalami 100% penurunan
usaha penyumbang sektor pariwisata
pendapatan dibandingkan sebelum
dari PDRB (Produk Domestik Regional
pandemi (74% responden) dan 26%
Bruto) kategori penyediaan akomodasi,
destinasi mengalami penurunan
makanan dan minuman serta
pendapatan dibawah 100% (gambar 1).
transportasi dan pergudangan serta
Destinasi yang masih memiliki
jumlah tenaga kerja terdampak secara
pendapatan merupakan destinasi yang
umum. Pengolahan data primer dan
mulai membuka usahanya saat PSBB
sekunder selanjutnya dilakukan secara
mulai dilonggarkan. Sementara itu
kuantitatif dalam bentuk tabulasi
seluruh responden (100%) juga sepakat
distribusi persentase dan kemudian
mengalami kerugian akibat pandemi
disajikan dalam bentuk diagram atau
karena pembatalan event dan biaya
grafik dan dianalisis secara deskriptif.
operasional yang tetap harus ditanggung
HASIL DAN PEMBAHASAN walaupun tidak ada pendapatan usaha
Dampak awal pandemi covid-19 pada permulaan pandemi berkisar
terhadap pariwisata di Sumatera Barat, kurang dari Rp 40 juta (83,9%
secara mikro dideskripsikan melalui responden) dan terdapat beberapa yang

152 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
mengalami kerugian dengan jumlah operasional usaha selama pandemi
hingga ratusan juta (16,1% responden). ((BPS, 2020a) dan dari sampel daerah
Budget pemeliharaan destinasi selama lain seperti di Sulawesi Utara
penutupan destinasi juga dirasakan menunjukkan bahwa pengusaha
kurang dan tidak memadai akibat tidak kesulitan menutup biaya operasional
adanya pemasukan (71 dan 23% pada saat destinasi ditutup (Jennifer et
responden) (gambar 2). al., 2020). Kondisi faktual ini terjadi
Permasalahan spesifik yang akibat Kebijakan pemerintah untuk
dialami destinasi masa pandemi adalah menutup destinasi wisata dan
biaya operasional dan pemeliharaan pembatasan aktifitas di fasilitas umum,
yang kurang dan bahkan tidak memadai penutupan serta pembatasan
masa pandemi dan hal ini juga sama penerbangan yang mengakibatkan
seperti yang terjadi di skala global penurunan kunjungan wisman dan
(Rwigema, 2020)(Gössling et al., 2020). wisnus yang berdampak terhadap
Hal yang sama juga terjadi di skala menurunnya pendapatan usaha
nasional bahwa 62,1% usaha kecil pariwisata baik swasta maupun
mengalami kesulitan membiayai pemerintah.

. Gambar 1. Pendapatan Usaha Destinasi Gambar 2. Kapasitas anggaran operasional


Akibat Pandemi destinasi
Sumber : Hasil Survei, 2020, data diolah Sumber : Hasil Survei, 2020, data diolah

Tenaga Kerja
Perlambatan sektor ekonomi pengalami pemutusan hubungan kerja
akibat pandemi covid-19 juga (PHK) dan 2.442 orang dirumahkan
berdampak kepada kondisi tanpa digaji (Disnakertrans
ketenagakerjaan Sumatera Barat. Pada [Link], 2020). Pekerja yang
masa pandemi ini tercatat 3.720 orang dirumahkan ini sebagian berasal dari
pekerja yang terdampak yang sudah sektor pariwisata seperti perhotelan
diverifikasi dengan 720 orang ([Link], n.d.)

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 153


Vivi Ukhwatul K Masbiran
Ditinjau dari penyerapan tenaga besar karyawan telah dirumahkan tanpa
kerja berdasarkan laporan BPS kondisi digaji (77%), terdapat destinasi yang
februari tahun 2020, pekerja di sektor terpaksa memberhentikan karyawannya
pariwisata khususnya lapangan usaha (11%) dan tidak ada ada satupun
transportasi, pergudangan menyerap destinasi yang mempekerjakan seluruh
3,31% (88.100 orang) tenaga kerja dan karyawannya seperti sebelum pandemi
penyediaan akomodasi dan makan (gambar 3). Secara finansial, juga
minum menyerap 7,25% (192.930 tergambar bahwa sebagian besar
orang) tenaga kerja Sumatera Barat. destinasi tidak mampu memberikan
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata THR kepada karyawannya (74,2%),
[Link] pada bulan april tahun walaupun terdapat juga destinasi yang
2020, terdapat 4.396 potensi tenaga memberikan THR namun tidak penuh
kerja kepariwisataan dan 1.200 pelaku atau melakukan penundaan pemberian
ekraf terdampak, namun yang terdata THR sampai kondisi usaha membaik
secara resmi mendaftar untuk (gambar 4).
mendapatkan insentif kartu pra kerja Sementara itu hasil yang
hanya 1.257 orang dengan komposisi berbeda ditemukan pada skala nasional,
348 pelaku ekraf dan 909 tenaga kerja survei BPS terkait dampak covid-19
pariwisata (Dispar [Link], terhadap pelaku usaha menunjukkan
2020a). Kartu pra kerja menjadi salah bahwa salah satu sektor tertinggi yang
satu upaya yang dilakukan pemerintah memberhentikan pekerjanya pada awal
untuk meningkatkan kompetensi pandemi adalah sektor pariwisata
pekerja/buruh yang dirumahkan (17,06%) dan secara umum pada semua
maupun pelaku usaha mikro dan kecil lapangan usaha, perusahaan mengambil
yang terdampak penghidupannya akibat kebijakan untuk pekerjanya dengan
pandemi covid-19 (Kemenko 3,69% dirumahkan dan dibayar penuh,
Perekonomian RI, 2020). 6,46% dirumahkan dan dibayar
Hasil survei daring yang sebagian dan 12,83% memberhentikan
dilakukan terhadap 31 destinasi wisata pekerja dalam waktu singkat dan
di Sumatera Barat terkait kebijakan 17,06% dirumahkan dan tidak dibayar
terhadap tenaga kerjanya akibat serta 32,06% mengalami pengurangan
pandemi menunjukkan bahwa sebagian tenaga kerja (BPS, 2020a) dan kondisi

154 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
nasional ini agak berbeda dengan serupa juga terjadi di dunia
Sumatera Barat. internasional, bahwa pandemi telah
Hasil survei ini menunjukkan menciptakan krisis tenaga kerja
bahwa resiliansi usaha pariwisata pariwisata, dimana karyawan
Sumatera Barat sangat rentan dirumahkan tanpa digaji dan harus
khususnya secara finansial. Dunia usaha kehilangan pekerjaan seperti temuan di
tidak sanggup bertahan lama sehingga berbagai negara yang telah
memilih untuk merumahkan karyawan dikemukakan sebelumnya. UNWTO
dan bahkan melakukan PHK. Namun juga sepakat bahwa bahwa 100-120 juta
demikian, dengan proposi karyawan tenaga kerja pariwisata di dunia
yang dirumahkan lebih banyak dari terancam kehilangan pekerjaannya
yang di PHK mengindikasikan bahwa akibat pandemi covid-19 (UNWTO,
pengusaha masih optimis meyakini 2020a).
pandemi akan cepat berakhir. Kondisi

Gambar 3. Kebijakan destinasi Gambar 4. Kemampuan destinasi membayarkan


terhadap pekerja tunjangan untuk pekerja
Sumber : Hasil Survei, 2020, data diolah Sumber : Hasil Survei, 2020, data diolah

Kunjungan Wisatawan tahun 2019 dari penurunan jumlah


Indikator yang selalu dijadikan wisman pada tahun 2018 dibandingkan
keberhasilan kinerja sektor pariwisata dengan tahun 2017. Berdasarkan
secara makro diantaranya adalah tingkat laporan BPS tercatat masih ada
kunjungan wisatawan. Secara umum, kunjungan wisman pada bulan januari
kunjungan wisatawan ke Provinsi sampai maret sebelum ditemukan kasus
Sumatera Barat terus meningkat setiap covid-19 di Sumatera Barat.
tahunnya. Jumlah kunjungan wisatawan Dalam rangka mengendalikan
mancanegara (wisman) meningkat 12% penularan kasus covid-19, terhitung
atau sebanyak 61.131 kunjungan pada tanggal 23 Maret fasilitas umum terkait

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 155


Vivi Ukhwatul K Masbiran
pariwisata seperti objek wisata yang Dengan kondisi pandemi yang masih
berbayar dan tempat hiburan lainnya terjadi dan tidak adanya kepastian
seperti bioskop, game centre, cafe, terkait akhir pandemi, maka dengan
taman bermain Kabupaten/Kota sudah akumulasi kunjungan wisman sampai
mulai ditutup di Sumatera Barat periode maret menjadi representasi
(Kemenparekraf RI, 2020) dan Kota kunjungan tahun 2020 dan dengan
Padang serta Bukittinggi bahkan telah jumlah ini kunjungan wisman tahun
dulu menutup objek wisatanya. 2020 signifikan menurun dibandingkan
Penegasan juga dilakukan setelah tahun 2019 sebesar -82% dan menjadi
diberlakukan PSBB, pemerintah kondisi terburuk dalam sepuluh tahun
menutup tempat dan melarang seluruh terakhir. Kunjungan wisnus sebelum
kegiatan yang mengakibatkan pandemi tercatat tidak mengalami
kerumunan orang termasuk destinasi penurunan dari tahun ke tahun pada
wisata dan segala fasilitas umum yang lima tahun terakhir (gambar 6).
merupakan unsur penunjang pariwisata. Ditinjau dari perkembangan
Hal ini berdampak pada nihilnya bulanan pada tahun 2020, pandemi
kunjungan wisman ke Provinsi covid-19 menyebabkan penurunan
Sumatera Barat terhitung april 2020 kunjungan wisnus pada bulan maret
yang juga sejalan dengan pembatasan sebesar 39% dibandingkan bulan
perjalanan dan lock down yang sebelumnya seiring dengan penutupan
diberlakukan di berbagai negara dunia destinasi pada minggu ketiga maret dan
untuk menghentikan penyebaran covid - ketika PSBB mulai diberlakukan pada
19 (gambar 5). Seluruh penerbangan bulan april penurunan kunjungan
komersil domestik ditutup (24 april melonjak tajam sebesar -97%. Pada
sampai 1 juni 2020) dan setelah bulan mei, terlihat kunjungan kembali
memasuki fase new normal (adaptasi meningkat walaupun telah diberlakukan
kebiasaan baru), penerbangan komersil PSBB dan pada bulan ini pula terjadi
domestik mulai dibuka dengan lonjakan kasus konfirmasi positif yang
prasyarat tertentu. Sementara cukup besar sebanyak 419 kasus
penerbangan internasional diperkirakan (gambar 7).
masih tetap ditutup hingga akhir tahun Beberapa daerah seperti Kota
2020 (wawancara PT Angkasa Pura). Payakumbuh, Bukittinggi, Solok dan

156 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
Kabupaten Solok Selatan yang umumnya tutup pada saat PSBB, masih
melonggarkan PSBB-nya dengan terdapat beberapa hotel berbintang yang
membuka perlahan-lahan objek wisata tetap buka dan menawarkan paket self
dengan protokol kesehatan untuk isolation, bahkan terdapat hotel yang
merespon aspirasi dari pengusaha disewa pemerintah untuk tim kesehatan
pariwisata karena kesulitan untuk rumah sakit rujukan covid-19 dan hotel
membiayai operasional usaha saat non bintang di beberapa daerah yang
destinasinya ditutup. Hal ini mulai menerima kunjungan (Dispar
ditunjukkan dengan adanya jumlah [Link], 2020b), sehingga juga
kunjungan dari objek wisata yang memberikan sumbangan kunjungan dari
berasal dari daerah tersebut. Selain itu sub akomodasi.
walaupun hotel berbintang pada

Gambar 5. Kunjungan Wisman Gambar 6. Jumlah Kunjungan Gambar 7. Kunjungan Wisnus


Prov. Sumbar Tahun 2020 Wisman dan Wisnus Tahun Prov. Sumbar Tahun 2020
Sumber : BPS [Link], 2014 –2020 (Juni) Sumber : Dispar [Link],
2020,data diolah
2020,data diolah Sumber : Dinas Pariwisata &
BPS [Link], 2020,data
diolah

Setelah berakhirnya PSBB tahap kunjungan ini menunjukkan demand


III pada tanggal 7 juni tahun 2020, atau animo masyarakat terhadap
hampir seluruh kabupaten/kota pariwisata masih tetap tinggi walaupun
memasuki fase new normal kecuali pada masa pandemi dan bahkan terjadi
Kota Padang dan Kabupaten Kepulauan lonjakan kunjungan yang sangat
Mentawai yang mengalami masa signifikan, meningkat sebesar 3.255%
transisi dan memulai fase new kunjungan dibandingkan bulan april dan
normalnya pada tanggal 13 juni. mei. Hal ini diperkirakan karena
Setelahnya destinasi wisata mulai kejenuhan masyarakat akibat
dibuka, kunjungan wisnus melonjak pembatasan aktivitas untuk lebih
tajam pada bulan juni 2020 . Lonjakan

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 157


Vivi Ukhwatul K Masbiran
banyak beraktifitas dirumah (stay at menyatakan diawal pandemi tidak ada
home). kunjungan sama sekali. Namun
Sejalan dengan data penurunan demikian, ternyata masih ada yang
kunjungan wisnus ini, juga terungkap menyatakan terdapat kunjungan (10%)
melalui survei online yang dilakukan khususnya bagi destinasi wisata
terhadap 31 destinasi wisata yang berbasis penginapan seperti cottage dan
tersebar di 19 Kabupaten/Kota di wisata kesehatan seperti pemandian air
Sumatera Barat pada awal pandemi panas, yang dikelola masyarakat dan
ketika masih diberlakukan PSBB. Hasil pada saat survei dilakukan daerah
survei menunjukkan 90% destinasi tersebut berada di zona hijau yang
melakukan penutupan sementara usaha belum ada konfirmasi positif covid-19
wisatanya dan hampir seluruh destinasi (gambar 8).

Gambar 8. Kunjungan wisatawan ke destinasi pada


awal pandemi (akhir april-mei tahun 2020)
Sumber : Hasil survei,data diolah, 2020

Pendapatan Berdasar Lapangan yang signifikan. Penurunan terbesar


Usaha Penyumbang Sektor
terjadi pada sektor penyediaan
Pariwisata
akomodasi, makan dan minum yaitu
PDRB sektor penyediaan
mencapai -32,97% pada triwulan II (q-
akomodasi dan makan minum,
to-q) dan -14,35 triwulan II (c-to-c)
transportasi dan pergudangan
(gambar 9).
merupakan sektor yang kerap menjadi
Sektor transportasi yang sangat
representasi sektor pariwisata yang
erat kaitannya dengan perjalanan
dinilai dari nilai tambah yang diciptakan
wisatawan, pada triwulan II turun
oleh tingkat hunian hotel dan
sebesar -23,95 % dibandingkan triwulan
penginapan, restoran, café dan
I dan -15,69% dibandingkan triwulan
sejenisnya serta transportasi umum.
yang sama tahun sebelumnya. Pada
Pada masa pandemi covid-19 tergambar
masa pandemi ini berkontraksi dalam
bahwa sektor ini mengalami penurunan

158 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
nilai yang signifikan dalam periode bahkan merupakan salah satu lapangan
pertumbuhan tujuh tahun terakhir usaha unggulan Sumatera Barat yang
(gambar 10). Kondisi ini juga tergambar mendukung sektor pariwisata
pada sektor penerbangan domestik yang berdasarkan indeks LQ-tahun 2019
biasanya mengangkut wisnus ke (LQ=2,54) dan bahkan paling tinggi
Sumatera Barat turun bebas hingga - diantara lapangan usaha lain selaras
17.887% pada bulan mei dibanding oleh tingginya permintaan kendaraan di
tahun 2019 dan -3.001% dibandingkan Sumatera Barat (Rosa, 2019).
bulan april tahun 2020 sebelum Fenomena dampak krisis
konfirmasi kasus pertama covid di kesehatan akibat pandemi covid-19 di
Sumatera Barat. Sementara untuk Sumatera Barat terhadap sektor ini juga
penerbangan internasional terhitung merepresentasikan kondisi yang sama
april sampai dengan bulan juni tidak dengan yang terjadi pada Nasional dan
ada penerbangan sama sekali sehingga dunia internasional. Pada tingkat global,
dikatakan menurun -100% (Badan Pusat rata-rata seluruh negara dunia
Statistik, 2020a). mengalami penurunan sektor
Pada periode awal pandemi, transportasinya hingga separuhnya dan
sektor akomodasi dan makan dan bahkan lebih, terutama untuk daerah-
minum serta transportasi ini tumbang daerah yang kasus covid-19-nya sangat
karena adanya penutupan destinasi besar dan terekspose secara dramatis
wisata, pembatalan event dan penutupan oleh media internasional maupun
penerbangan komersial seperti yang nasional. Negara-negara seperti
sudah dikemukakan sebelumnya dan Norwegia, UEA, Arab Saudi, Israel,
turunnya permintaan sarana transportasi Inggris, Spanyol, Rusia, Italia, Yunani,
umum karena pembatasan aktivitas Jerman, Prancis, Singapura, New
masyarakat untuk melakukan aktivitas Zealand, Malaysia, Korea Selatan,
kerja (work from home) dan sekolah Jepang, China, Australia, Maldives,
dirumah (school from home) selain juga Kenya, Mesir ditemukan mengalami
ketakutan masyarakat dengan penurunan hunian dan rerata menjadi
penyebaran virus covid-19. Lapangan minus tertanggal 21 Maret 2020
usaha transportasi dan pergudangan (Gössling et al., 2020)

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 159


Vivi Ukhwatul K Masbiran
Gambar 9. Pertumbuhan sektor akomodasi, Gambar 10. Pertumbuhan sektor transportasi
makan dan minum tahun 2014-2020 (juni)* dan pergudangan tahun 2014-2020(juni)*
Sumber : BPS Prov. Sumbar, 2020, data diolah Sumber : BPS Prov. Sumbar, 2020, data diolah

Beberapa variabel yang tepat pada masa pandemi dan pasca


diuraikan, sangat memiliki keterkaitan pandemi agar dampak negatif yang
satu sama lainnya, pandemi berakibat lebih besar bisa diminimalisir baik
menurunnya tingkat kunjungan dampak kesehatan dan keselamatan
wisatawan yang mengakibatkan serta sosial dan ekonomi.
turunnya tingkat hunian dan Pada awal pandemi april 2020,
penggunaan transportasi yang UNWTO merekomendasikan beberapa
berdampak juga terhadap penurunan kebijakan dalam rangka mendorong
pendapatan dan berimbas pada tenaga sektor ekonomi dan mempercepat
kerja sektor pariwisata. Dengan kondisi pemulihan akibat covid-19 melalui
ketidakpastian kapan berakhirnya sektor pariwisata yaitu (i) mengelola
pandemi mengingat kasus covid-19 krisis dan mitigasi dampak, (ii)
yang masih terus meningkat dan vaksin rangsangan dan percepatan pemulihan
yang teruji belum ditemukan hingga serta (iii) persiapan kedepannya
saat penelitian ini dilakukan, maka (UNWTO, 2020b). Namun demikian,
diestimasi sektor pariwisata akan belum suatu studi menunjukkan bahwa dari
akan cepat pulih seperti sebelum tujuh negara yang dilakukan observasi,
pandemi. Pola perjalanan wisata akan hanya 8% yang mengadopsi kebijakan
berubah sesuai dengan tuntutan secara penuh (Kreiner). Kolaborasi
keselamatan dan kesehatan akibat dengan seluruh stake holder terkait
pandemi. Apabila pandemi masih menjadi hal yang penting untuk
berlangsung lama dan masih sulit untuk merumuskan kebijakan yang
dikendalikan, maka dampak yang lebih komprehensif mulai dari pemerintah,
parah akan terjadi. Oleh karena itu pendidikan, dunia usaha, organisasi,
diperlukannya kebijakan mitigasi yang masyarakat dan media (masa dan

160 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
social). Media sosial dan media masa usahanya, mengalami penurunan
memainkan peranan penting dalam pendapatan serta kerugian akibat tidak
menyampaikan berita positif terkait ada pemasukan usaha. Dampak yang
kondisi pandemi sebagai motivasi untuk ditimbulkan akibat pandemi covid-19
berwisata, perlunya fleksibilitas menunjukkan bahwa pariwisata yang
pemesanan akomodasi dan transportasi memiliki keterkaitan dengan banyak
serta tingkat hygienitas akomodasi dan sektor penunjangnya merupakan sektor
fasilitas wisata dan focus perencanaan yang sangat rentan dengan bencana
pada destinasi lokal (Ghosh, seperti wabah penyakit atau pandemi.
2020)(Ranasinghe et al., 2020). REKOMENDASI
Pandemi SARS di masa lalu Berdasarkan beberapa literature
juga memberikan pelajaran tentang terkait rekomendasi pemulihan dampak
pentingnya membangun kepercayaan pandemi terdahulu dan covid-19
publik oleh pemerintah untuk terhadap sektor pariwisata, dapat
menghasilkan kolaborasi yang lebih disampaikan rekomendasi sebagai
efektif dalam mitigasi dan pemulihan berikut :
pasca krisis serta manajemen krisis dari 1. Kebijakan masa pandemi yang
tingkat local hingga nasional (Yeh, dapat diambil yaitu pengelolaan
2020) (Tew et al., 2008). krisis dan mitigasi dampak
KESIMPULAN pandemi terhadap pariwisata
Berdasarkan hasil dan Sumatera Barat dengan ; (i)
pembahasan dapat disimpulkan bahwa menyiapkan destinasi, akomodasi,
dampak covid-19 terhadap pariwisata transportasi dan penunjang wisata
Sumatera Barat telah menyebabkan lainnya yang bersih, sehat dan
terjadinya penurunan kunjungan aman dan memberikan segala
wisman dan wisnus, menurunnya sektor kemudahan dan fleksibilitas untuk
transportasi dan penyediaan akomodasi membangun kepercayaan calon
dan makan minum. Hal ini selanjutnya wisatawan dalam rangka menarik
juga berdampak pada buruknya kondisi kembali kunjungan,(ii) memberikan
ketenagakerjaan sektor pariwisata di bantuan likuiditas tunai, relaksasi
Sumatera Barat. Pengusaha umumnya kredit serta keringanan pajak dari
kesulitan membiayai operasional pemerintah dan lembaga keuangan

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 161


Vivi Ukhwatul K Masbiran
untuk tenaga kerja dan usaha triwulan-ii-2020-turun-5-32-
[Link]
terdampak, (iii) peningkatan Badan Pusat Statistik. (2020b).
kompetensi tenaga kerja pariwisata Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Triwulan IV-2019. In [Link]
sesuai dengan perubahan masa (Issue 17/02/Th. XXIV).
[Link]
pandemi (digital dan kepedulian 20/02/05/1755/ekonomi-indonesia-
protokol kesehatan) melalui [Link]
Bank Indonesia. (2018). Mendulang Devisa
bantuan perguruan tinggi, (iv) Melalui Pariwisata. In Mendulang
Devisa Melalui Pariwisata (pp. 8–9).
meningkatkan promosi untuk Bank Indonesia.
membangkitkan pariwisata melalui BPS. (2020a). Analisis Hasil Survei
Dampak Covid-19 terhadap Pelaku
sarana media sebagai penyampai Usaha.
BPS. (2020b). Perkembangan Pariwisata
pesan positif dan, (v) mengaktifkan
dan Transportasi Nasional Juni 2020.
tourism crisis center (TCC). Berita Resmi Statistik, 61, 1–16.
Chowdhury, E. K. (2020). Catastrophic
2. Kebijakan pasca pandemi yang Impact of Covid-19 on Tourism
direkomendasikan adalah dengan Sector in Bangladesh Catastrophic
Impact of Covid-19 on Tourism
melakukan penataan arah kebijakan Sector in Bangladesh : An Event
Study Approach. The Cost and
pengembangan pariwisata dari Management, September.
pariwisata massal (mass tourism) Christian, M., & Hidayat, F. (2020).
Dampak Coronavirus Terhadap
menuju pariwisata yang berkualitas Ekonomi Global. In Perkembangan
Ekonomi Keuangan dan Kerja Sama
(sustainable tourism) dan Internasional (Edisi I 20, pp. 87–89).
perencanaan manajemen krisis [Link] tourism/Dampak covid
laporan [Link]
pariwisata kedepannya oleh Cooper, M. (2013). Japanese tourism and
pemerintah maupun dunia usaha. the SARS epidemic of 2003. Tourism
Crises: Management Responses and
UCAPAN TERIMAKASIH Theoretical Insight, August 2014,
117–132.
Penulis mengucapkan terima [Link]
kasih kepada Badan Penelitian dan 0
Disnakertrans [Link]. (2020). data
Pengembangan Provinsi Sumatera Barat naker terdampak covid-19.
Disnakertrans [Link].
yang telah memberikan dukungan dan Dispanhorbun Sumbar. (2018). Peraturan
semua pihak yang telah membantu Daerah Provinsi Sumatera Barat
Nomor 1 Tahun 2018 Tentang
terlaksananya penelitian ini. Perubahan Atas Perda Nomor 6
Tahun 2016 Tentang RPJMD Provinsi
DAFTAR PUSTAKA Sumatera Barat tahun 2016-2021.
Badan Pusat Statistik. (2020a). Berita resmi Dispar [Link]. (2019). STATISTIK
statistik. In [Link] (Issue 27). KEPARIWISATAAN SUMATERA
[Link] BARAT 2018.
20/08/05/1737/-ekonomi-indonesia- Dispar [Link]. (2020a). data

162 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164
parekraf terdampak covid 19 Sumbar A., & Ritchie, B. W. (2018). ‘No
(1).pdf. Ebola…still doomed’ – The Ebola-
Dispar [Link]. (2020b). Notulen induced tourism crisis. Annals of
Bidang Pariwisata. Dinas Pariwisata Tourism Research, 70(March), 76–87.
[Link]. [Link]
Ghosh, D. A. (2020). Tourism Survival 03.006
Strategy: Indian Perspective during Purwanto, E. A., & Sulistyastuti, D. R.
COVID-19 Pandemic. SSRN (2017). Metode Penelitian Kuantitatif
Electronic Journal, July. Untuk Administrasi Publik dan
[Link] Masalah-Masalah Sosial. Gava
Gössling, S., Scott, D., & Hall, C. M. Media.
(2020). Pandemics, tourism and global Rahman, M. A., Kusuma, A. Z. D., Fatah,
change: a rapid assessment of A. R., & Arfyanto, H. (2020).
COVID-19. Journal of Sustainable Mengantisipasi Potensi Dampak
Tourism, 0(0), 1–20. Krisis Akibat Pandemi COVID-19.
[Link] Smeru Research Institute,
0.1758708 No.4/juli/2020.
Jennifer, M., Tilaar, I., Jennifer, M., & [Link]
Tilaar, I. (2020). The Tourism sipasi-potensi-dampak-krisis-akibat-
Industry in A Developing Destination pandemi-covid-19-terhadap-sektor-
in Time of Crisis The Impact of ketenagakerjaan
COVID-19 Pandemic on The Tourism Ranasinghe, R., Damunupola, A.,
Industry in North Sulawesi , Indonesia Wijesundara, S., Karunarathna, C.,
Time of Crisis. Nawarathna, D., Gamage, S.,
Joo, H., Maskery, B. A., Berro, A. D., Rotz, Ranaweera, A., & Idroos, A. A.
L. D., Lee, Y. K., & Brown, C. M. (2020). Tourism after Corona:
(2019). Economic Impact of the 2015 Impacts of Covid 19 Pandemic and
MERS Outbreak on the Republic of Way Forward for Tourism, Hotel and
Korea’s Tourism-Related Industries. Mice Industry in Sri Lanka. In SSRN
Health Security, 17(2), 100–108. Electronic Journal (Issue April).
[Link] [Link]
Kemenko Perekonomian RI. (2020). Kartu Rosa, Y. Del. (2019). Pariwisata Sebagai
Prakerja - Tentang Kami. Sektor Unggulan Provinsi Sumatera
[Link] Barat ( Pendekatan Analisis Location
kami Quotient ). Ekonomis: Journal of
Kemenparekraf RI. (2020). Rencana Economics and Business,
mitigasi. In Rencana Mitigasi Sektor 3(September), 208–217.
Parekraf dalam Menangani Dampak [Link]
Covid 19. 2.83
Kumar, P., & Rou, H. (2020). Impact Rubin, H. (2011). Future Global Shocks:
Assessment of Covid-19: In Tourism Pandemics. In OCED Publishing
Perspectıve. Dogo Rangsang (Vol. 33, Issue Jan).
Research Journal, 10(6), 291–295. [Link]
[Link] [Link]?ptiID=767847%5Cnhttp:
V10I06N01.29 //[Link]-
[Link]. (2020). Akibat [Link]/do
Pandemi, Pendapatan Devisa Sektor cserver/download/fulltext/4211091e.p
Pariwisata Turun hingga 90 Persen. df?expires=1351087982&id=id&accn
[Link] ame=ocid177396&checksum=6DFD
09/25/135500926/akibat-pandemi- DDE0B397F8814410CAF3C057C19
pendapatan-devisa-sektor-pariwisata- B
turun-hingga-90-persen Rutynskyi, M., & Kushniruk, H. (2020).
Novelli, M., Gussing Burgess, L., Jones, The impact of quarantine due to

DAMPAK PANDEMI COVID–19 TERHADAP PARIWISATA DI SUMATERA BARAT – | 163


Vivi Ukhwatul K Masbiran
COVID-19 pandemic on the tourism first-half-of-2020-unwto-reports
industry in Lviv (Ukraine). Problems UNWTO. (2020b). Supporting Jobs and
and Perspectives in Management, Economies through Travel and
18(2), 194–205. Tourism – A Call for Action to
[Link] Mitigate the Socio-Economic Impact
20.17 of COVID-19 and Accelerate
Rwigema, P. C. (2020). Impact of Covid-19 Recovery. In Supporting Jobs and
pandemic to Meetings, Incentives, Economies through Travel and
Conferences and Exhibitions (MICE) Tourism – A Call for Action to
tourism in Rwanda. The Srategic Mitigate the Socio-Economic Impact
Journal of Business & Change of COVID-19 and Accelerate
Management, 7(3), 395–409. Recovery.
Soehardi, S., Permatasari, D. A., & Sihite, [Link]
J. (2020). Pengaruh Pandemik Covid- 33
19 Terhadap Pendapatan Tempat Wulung, S. R. P., Puspasari, A. H., Zahira,
Wisata dan Kinerja Karyawan A., & ... (2020). Destinasi Super
Pariwisata di Jakarta. Jurnal Kajian Prioritas Mandalika dan Covid-19.
Ilmiah, 1(1), 1–14. Khasanah Ilmu-Jurnal …,
[Link] 11(September), 83–91.
Tew, P. J., Lu, Z., Tolomiczenko, G., & [Link]
Gellatly, J. (2008). SARS: Lessons in php/khasanah/article/view/8552
strategic planning for hoteliers and [Link]. (n.d.). Lebih dari
destination marketers. International 10 Ribu Pekerja di Sumbar
Journal of Contemporary Hospitality Dirumahkan dan Kena PHK. 2020.
Management, 20(3), 332–346. Retrieved September 7, 2020, from
[Link] [Link]
66145 mi/20200522122612-92-
UNWTO. (2020a). International Tourist 505856/lebih-dari-10-ribu-pekerja-di-
Numbers Down 65% in First Half of sumbar-dirumahkan-dan-kena-phk
2020, Unwto Reports. Internas Yeh, S. S. (2020). Tourism recovery
TOURIST NUMBERS DOWN 65% strategy against COVID-19 pandemic.
IN FIRST HALF OF 2020, UNWTO Tourism Recreation Research, 0(0),
REPORTS. 1–7.
[Link] [Link]
onal-tourist-numbers-down-65-in- 0.1805933

164 | – Jurnal Pembangunan Nagari |Volume 5 Nomor 2 Edisi Desember 2020 : 148 - 164

Anda mungkin juga menyukai