0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan28 halaman

Analisis Laporan Keuangan 2018

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Laporan laba rugi PT. Rotary Gemilang Indonesia tahun 2018 menunjukkan penjualan Rp. 19,9 miliar dengan laba bersih Rp. 1,3 miliar. 2. Biaya operasional sebesar Rp. 8 miliar terdiri dari beberapa akun seperti biaya tenaga kerja, transportasi, dan pemeliharaan. 3. Neraca tahun 2018 menunjukkan total aktiva dan pasiva Rp. 24

Diunggah oleh

Putri Fajarani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
126 tayangan28 halaman

Analisis Laporan Keuangan 2018

Ringkasan dokumen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Laporan laba rugi PT. Rotary Gemilang Indonesia tahun 2018 menunjukkan penjualan Rp. 19,9 miliar dengan laba bersih Rp. 1,3 miliar. 2. Biaya operasional sebesar Rp. 8 miliar terdiri dari beberapa akun seperti biaya tenaga kerja, transportasi, dan pemeliharaan. 3. Neraca tahun 2018 menunjukkan total aktiva dan pasiva Rp. 24

Diunggah oleh

Putri Fajarani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS LAPORAN LABA RUGI

DAN NERACA

PT. Rotary Gemilang Indonesia


LAPORAN LABA RUGI
PERIODE 2018

Penjualan [Link]
HPP [Link]

Total Pendapatan [Link]

Biaya Operasional :
Biaya Marketing 101.355.623
Biaya Tenaga Kerja [Link]
Biaya Bonus/Komisi 345.529.042
Biaya Seragam dan Pelatihan Karyawan 38.441.584
Biaya Pemeliharaan /Perbaikan 479.864.271
Biaya Transport 239.200.936
Biaya Perjalanan Dinas 89.714.516
Biaya Alat Tulis Kantor 23.045.034
Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga 28.223.007
Biaya Keperluan Fotocopy /Cetak 16.852.700
Biaya Listrik / Telpon 224.210.974
Biaya Keamanan 5.763.000
Biaya Jasa Profesi 161.577.627
Biaya Retribusi /Perizinan 11.000.000
Biaya Keperluan Kantor 15.776.107
Biaya Acara Kantor 19.363.400
Biaya Bingkisan 15.338.000
Biaya Entertaiment 35.807.790
Biaya Sumbangan 14.181.000
Biaya Sewa 366.066.673
Biaya Premi Asuransi 26.820.485
Biaya Penyusutan [Link]
Biaya Keperluan Bengkel 61.680.450
Biaya Inventaris Underlimit 158.793.899

TotaL Biaya Operasional [Link]

Laba Kotor [Link]

Pendapatan Lain 123.000.791

EBIT [Link]
Bunga 822.082.825
EBT [Link]
Pajak 63.885.473

Laba Bersih [Link]


ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Bagi suatu perusahaan membuat analisis laporan laba rugi itu penting dikarenakan untuk

melihat atau mengukur biaya dan pendapatan yang dihasilkan. Selain itu analisis laporan laba rugi

ini juga salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan perusahaan. Di mana tujuan

melakukan pembuatan dan analisis laporan laba rugi ini agar perusahaan bisa mengetahui seberapa

besar laba dan pengeluarannya.

Laporan Laba Rugi Pada tahun 2018 PT. Rotary Gemilang Indonesia memiliki nilai

penjualan sebesar Rp. [Link] dengan Harga Pokok Penjualan Rp. [Link] sehingga

total pendapatan PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar Rp.

[Link]. Pendapatan yang dimiliki perusahaan pada tahun tersebut dikurangi oleh aktivitas

perusahaan berupa biaya operasional yang jika dijumlahkan sebesar Rp. [Link].
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari

di dalam sebuah perusahaan. Biaya oprasional dibagi menjadi beberapa akun, sebesar Rp.

101.355.623 untuk biaya oprasional marketing diantaranya yaitu pembiayaan untuk pembuatan

spanduk, biaya pembuatan flayer, biaya domain hosting, biaya pembuatan compro, biaya untuk

transport marketing, biaya iklan, biaya digital marketing, biaya jamuan makan, biaya untuk

souvenir dan biaya untuk iuran hbba. Selanjutnya biaya oprasional lainnya untuk biaya Tenaga

kerja sebesar Rp. [Link] diantara lain digunakan untuk biaya gaji, biaya lembur, biaya

tunjangan makan, biaya tunjangan transport, biaya tunjangan kontrakan, biaya tunjangan

kehadiran, biaya tunjangan kendaraan/sewa, biaya tunjangan pulsa, biaya insentif/bonus, biaya

admin bank, biaya THR dan biaya untuk BPJS. Dimana biaya tenaga kerja ini merupakan biaya

yang rutin perusahaan keluarkan setiap bulannya dalam setiap satu periode.

Biaya oprasional lainnya meliputi biaya Bonus/Komisi sebesar Rp. 345.529.042

digunakan untuk biaya bonus target/prestasi, biaya bonus tahunan, biaya komisi dan biaya insentif.

Lalu ada Biaya Seragam dan Pelatihan Karyawan sebesar Rp. 38.441.584 yang dirincikan untuk

biaya iklan / lowongan, biaya psikotest, biaya pelatihan, biaya seminar dan biaya untuk seragam.

Biaya operasional lainnya yaitu Biaya Pemeliharaan/Perbaikan sebesar Rp. 479.864.271 yang

digunakan untuk biaya pemeliharaan gedung, biaya renovasi gedung, biaya pemeliharaan

kendaraan, biaya pemeliharaan software, biaya pemeliharaan inventaris, biaya pemeliharaan

perlengkapan gedung, biaya pemeliharaan fingger spot, dan biaya service peralatan bengkel.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Biaya operasional selanjutnya ada Biaya Transport sebesar Rp.239.200.936 digunakan

untuk biaya antar jemput barang, biaya isi e-toll card, biaya BBM, biaya tol, biaya parkir, biaya

ongkos kirim, biaya tips, biaya tilang, biaya derek, biaya kunjungan fingerspot dan biaya

transportasi online. Biaya perjalanan dinas sebesar Rp. 89.714.516 diantara lain digunakan untuk

biaya penginapan, biaya tiket (kereta, bus, pes terbang), biaya uang saku, biaya visa dan biaya

transport. Kemudian ada biaya alat tulis kantor sebesar Rp. 23.045.034 digunakan untuk biaya alat

tulis, biaya materai dan biaya tinta refill/catridge.

Biaya oprasional juga mencangkup Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga sebesar

Rp.28.223.007 digunakan untuk biaya air minum/gas, biaya beli sapu, karbol, super pel, dll, biaya

kopi/gula/susu/t e h, biaya makan (tamu dll), biaya obat2an untuk karyawan dan biaya keperluan

rapat. Lalu ada Biaya untuk Keperluan Fotocopy /Cetak sebesar Rp.16.852.700 yang digunakan

untuk biaya laminating ktp/pasport/surat2, biaya foto copy dokumen, biaya cetak brosur/bon dll,

biaya cetak kartu nama dan untuk biaya jilid. Biaya Listrik / Telpon sebesar Rp. 224.210.974 untuk

biaya listrik, biaya telp / fax dan biaya untuk internet / jaringan. Ada Biaya untuk Keamanan

sebesar Rp. 5.763.000 yang diuraikan digunakan untuk biaya iuran sampah dan biaya iuran

keamanan / lingkungan. Biaya Jasa Profes sebesar Rp.161.577.627 dugunakan untuk biaya

konsultan pajak, biaya appraisal, biaya notaris, biaya freelance dan biaya akad kredit. Selanjutnya

ada Biaya Retribusi /Perizinan sebesar Rp.11.000.000 digunakan untuk biaya hak merk. biaya

Keperluan Kantor sebesar Rp.15.776.107 digunakan untuk biaya buang sampah, biaya packing

dan biaya keperluan kantor lain,


ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Biaya untuk Acara Kantor juga termasuk kedalam biaya oprasional yaitu sebesar

Rp.19.363.400 untuk biaya acara ulang tahun, biaya acara buka bersama, biaya acara kebersamaan

karyawan, biaya acara peresmian cabang baru dan biaya futsal. Kemudian Biaya Bingkisan sebesar

Rp.15.338.000 digunakan untuk biaya parcel lebaran/natal, biaya hadiah untuk pelanggan dan

biaya bingkisan lain. Lalu adanya Biaya Entertaiment sebesar Rp. 35.807.790 digunakan untuk

biaya entertaiment pelanggan. Biaya oprasional selanjutnya yaitu Biaya Sumbangan sebesar

14.181.000 untuk biaya sumbangan lingkungan dll, biaya sumbangan RT/RW, biaya sumbangan

nikah dan biaya sumbangan dukacita. Lalu Biaya Sewa sebesar Rp.366.066.673 unuk biaya sewa

gedung, dan biaya sewa lahan parkir. Selanjutnya Biaya Premi Asuransi sebesar Rp. 26.820.485

digunakan untuk biaya premi gedung, biaya premi as kendaraan dan biaya klaim asuransi. Biaya

Penyusutan sebesar Rp.[Link] digunakan untuk biaya penyusutan gedung, biaya -

penyusutan kendaraan, biaya penyusutan inventaris dan biaya penyusutan perabot bengkel. Biaya

Keperluan Bengkel sebesar Rp.61.680.450 digunakan untuk biaya keperluan bengkel, biaya -

subcont ke luar, dan biaya keperluan bengkel lain. Dan biaya operasional yang terakhir yaitu Biaya

Inventaris Underlimit sebesar 158.793.899 untuk biaya IU alat tulis kantor, biaya IU inventaris

kantor dan biaya IU perabot bengkel.

Hasil dari pengurangan biaya operasional terhadap pendapatan perusahaan didapatkan laba

kotor perusahaan PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2018 sebesar Rp. Rp.[Link],

yang ditambahkan oleh pendapatan lain sebesar Rp. 123.000.791, dimana pendapatan tersebut

termasuk dari pendapatan sewa dan jasa giro, hingga didapatan hasil laba sebelum bunga dan pajak
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

sebesar Rp. [Link], dikurangi oleh bunga sebesar Rp. 822.082.825 dan dikurangi pajak

sebesar Rp. 63.885.473 sehingga didapatkan hasil akhir sebagai laba bersih PT. Rotary Gemilang

pada tahun 2018 sebesar Rp. [Link] pada laporan laba rugi perusahaan.

Pada tahun 2018 PT. Rotary Gemilang Indonesia juga mencerminkan laporan keuangan

berupa neraca dimana total aktiva dan pasiva memiliki nilai sebesar Rp. [Link], pada sisi

aktiva kas yang diperoleh oleh perusahaan adalah sebesar Rp. [Link] dengan piutang

usaha sebesar Rp. [Link], diikuti oleh nilai persediaan barang sebesar Rp. [Link],

kemudian premi asuransi sebesar Rp.26.820.485 dan nilai sewa dibayar dimuka sebesar

Rp.366.066.673. Aktiva tetap dan inventaris yang terdiri dari gedung sebesar Rp. [Link],

kendaraan sebesar Rp. [Link], inventaris sebesar Rp.[Link] dan perabotan bengkel

sebesar Rp.[Link]. Biaya tersebut dikurangi dengan adanya akumulasi penyusutan,

diantaranya penyusutan gedung sebesar Rp.808.563.675, penyusutan kendaraan sebesar

Rp.233.550.294 dan penyusutan perabotan bengkel sebesar Rp.95.031.267. Dan aktiva lain-lain

yang mencakup alat tulis kantor, keperluan dapur/rumah tangga, dan inventris under limit dan giro

sebesar Rp.213.062.731. Pada sisi Pasiva perusahaan memiliki nilai tertinggi pada hutang dagang

sebesar Rp. [Link] dan gaji yang harus dibayarkan sebesar Rp. [Link]. Berikut

adalah laporan laba rugi dan neraca PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2019:
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

PT. Rotary Gemilang Indonesia


LAPORAN LABA RUGI
PERIODE 2019

Penjualan [Link]
HPP [Link]

Total Pendapatan [Link]

Biaya Operasional :
Biaya Marketing 39.191.842
Biaya Tenaga Kerja [Link]
Biaya Bonus/Komisi 192.557.550
Biaya Kep Karyawan selain Gaji 44.237.300
Biaya Pemeliharaan /Perbaikan 323.811.631
Biaya Transport 274.257.200
Biaya Perjalanan Dinas 377.972.900
Biaya Alat Tulis Kantor 20.180.139
Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga 48.184.300
Biaya Keperluan Fotocopy /Cetak 14.502.000
Biaya Listrik / Telpon 288.573.185
Biaya Keamanan 16.330.000
Biaya Jasa Profesi 413.228.933
Biaya Retribusi /Perizinan 2.050.000
Biaya Keperluan Kantor 30.600.500
Biaya Acara Kantor 36.560.600
Biaya Bingkisan 11.953.600
Biaya Entertaiment 12.004.900
Biaya Sumbangan 19.564.500
Biaya Sewa 570.985.083
Biaya Premi Asuransi 24.849.685
Biaya Penyusutan [Link]
Biaya Keperluan Bengkel 119.216.815
Biaya Inventaris Underlimit 91.276.688

TotaL Biaya Operasional [Link]

Laba Kotor [Link]

Pendapatan Lain 121.821.703

EBIT [Link]
Bunga 650.033.988
EBT [Link]
Pajak 166.652.380

Laba Bersih [Link]


ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

PT. Rotary Gemilang Indonesia memiliki laporan Keuangan setiap tahunnya dimana

laporan keuangan ini menjadi acuan manajemen perusahaan sebagai salah satu pengambilan

keputusan. Dalam laporan ini perusahaan memberikan laporan keuangan dalam bentuk laporan

laba rugi dan laporan neraca pada tahun 2019.

Laporan laba rugi pada tahun 2019 memiliki nilai penjualan sebesar Rp. [Link]

denga Harga Pokok Penjualan ditahun tersebut sebesar Rp. [Link] , sehingga pendapatan

yang di dapatkan oleh perusahaan pada tahun tersebut adalah sebesar Rp. [Link].
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Pendapatan yang dimiliki perusahaan pada tahun tersebut dikurangi oleh aktivitas

perusahaan berupa biaya operasional dimana biaya – biaya tersebut mencakup biaya marketing

sebesar Rp. 39.191.842 dimana biaya marketing ini digunakan sebagai pembuatan spanduk,

voucher, pembuatan iklan, talent, souvenir, domain hosting, dan digital marketing dalam biaya

marketing penggunaan biaya yang paling besar digunakan pada biaya pembuatan iklan sebesar Rp.

12.046.183,- dalam 1 periode berjalan.

Biaya tenaga kerja termasuk ke dalam biaya operasional perusahaan guna mendukung

sumber daya manusia yang berkontribusi dalam aktivitas perusahaan, dalam biaya tenaga kerja ini

ada beberapa cakupan biaya diantaranya yaitu biaya gaji, biaya lembur, biaya tunjangan, biaya

BPJS, dan biaya insentif dalam biaya tenaga kerja ini biaya yang paling banyak dikeluarkan adakah

biaya gaji sebesar Rp. [Link] dimana biaya gaji ini merupakan biaya yang rutin perusahaan

keluarkan setiap bulannya dalam setiap satu periode.

Adapun biaya operasional lainnya meliputi biaya bonus yang tercantum sebesar

Rp.192.557.550, biaya karyawan selain gaji sebesar Rp. 44.237.300, biaya pemeliharaan sebesar

Rp. 323.811.631, biaya transaport sebesar Rp. 274.257.200 , biaya perjalanan dinas tercantum

sebesar Rp. 377.972.900, biaya alat tulis kantor sebesar Rp. 20.180.139, biaya keperluan dapur

sebesar Rp. 48.184.300, biaya keperluan cetak tercantum sebesar Rp. 14.502.000 , biaya listrik

tercantum sebesar Rp. 288.573.185, biaya keamanan tercantum sebesar Rp. 16.330.000, biaya jasa

profesi tercantum sebesar Rp, 413.228.933, biaya retribusi tercantum sebesar Rp.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

2.050.000, biaya keperluan kantor tercantum sebesar Rp, 30.600.500, biaya acara kantor tercantum

sebesar Rp, 36.560.600, biaya bingkisan tercantum sebesar Rp. 11.953.600, biaya entertainment

tercantum sebesar Rp. 12.004.900, biaya sumbangan tercantum sebesar Rp. 19.564.500, biaya

sewa tercantum sebesar Rp. 570.985.083, biaya premi asuransi tercantum sebesar Rp. 24.849.685,

biaya penyusutan tercantum sebesar Rp, [Link], biaya keperluan bengkel tercantum

sebesar Rp. 119.216.815, dan biaya inventaris underlimit sebesar Rp. 91.276.688.

Biaya operasional kedua yang paling besar nilainya setelah biaya tenaga kerja yang banyak

digunakan ada pada biaya operasional penyusutan sebesar Rp. [Link], dimana biaya

operasional ini digunakan yakni pada biaya penyusutan gedung, biaya penyusutan kendaraan,

biaya penyusutan inventaris, dan biaya penyusutan perabot bengkel.

Hasil dari pengurangan biaya operasional terhadap pendapatan perusahaan didapatkan laba

kotor perusahaan sebesar Rp. [Link], yang ditambahkan oleh pendapatan lain sebesar Rp.

121.821.703, dimana pendapatan tersebut termasuk dari pendapatan sewa dan jasa giro, hingga

didapatan hasil laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp. [Link], dikurangi oleh bunga

sebesar Rp. 650.033.988 dan pajak sebesar Rp.166.652.380 sehingga didapatkan hasil akhir

sebagai laba bersih perusahaan sebesar Rp. [Link] pada laporan laba rugi perusahaan pada

tahun 2019.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Pada tahun yang sama PT. Rotary Gemilang Indonesia mencerminkan laporan keuangan

berupa neraca dimana total aktiva dan pasiva memiliki nilai sebesar Rp. [Link], pada sisi

aktiva kas yang diperoleh oleh perusahaan adalah sebesar Rp. [Link] dengan piutang

usaha sebesar Rp. [Link], diikuti oleh nilai persediaan barang sebesar Rp. [Link],

kemudian ada premi asuransi sebesar Rp. 24.849.685 dan sewa dibatar dimuka sebesar

Rp.570.985.083. Aktiva tetap dan inventaris yang dimiliki perusahaan terdiri dari gedung sebesar

Rp. [Link], kendaraan sebesar Rp. [Link], inventaris sebesar Rp.[Link]

dan perabotan bengkel termasuk juga dengan peralatan bengkel lainnya sebesar Rp.[Link].

Asset tersebut dikurangi dengan adanya biaya akumulasi penyusutan, diantaranya penyusutan

gedung sebesar Rp.834.285.503, penyusutan kendaraan sebesar Rp.347.341.104 dan penyusutan

perabotan bengkel sebesar Rp.225.012.660. Dan aktiva lain-lain yang mencakup alat tulis kantor,

keperluan dapur/rumah tangga, dan inventris under limit dan giro sebesar Rp.161.462.830. Pada

sisi Pasiva perusahaan memiliki nilai tertinggi pada laba ditahan sebesar Rp. [Link] dan

gaji yang harus dibayarkan sebesar Rp. [Link]. Berikut adalah laporan laba rugi dan neraca

PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2020:


ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

PT. Rotary Gemilang Indonesia


LAPORAN LABA RUGI
PERIODE 2020

Penjualan [Link]
HPP [Link]

Total Pendapatan [Link]

Biaya Operasional :
Biaya Marketing 236.890.310
Biaya Tenaga Kerja [Link]
Biaya Bonus/Komisi 380.251.085
Biaya Kep Karyawan Lain 309.750.519
Biaya Pemeliharaan /Perbaikan 494.112.602
Biaya Transport 215.807.750
Biaya Perjalanan Dinas 117.497.077
Biaya Alat Tulis Kantor 17.541.300
Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga 59.867.925
Biaya Keperluan Fotocopy /Cetak 7.488.750
Biaya Listrik / Telpon 332.356.176
Biaya Keamanan 22.385.000
Biaya Jasa Profesi 235.308.793
Biaya Retribusi /Perizinan 98.010.273
Biaya Keperluan Kantor [Link]
Biaya Acara Kantor 18.261.000
Biaya Bingkisan 8.583.000
Biaya Entertaiment 3.933.900
Biaya Sumbangan 26.200.000
Biaya Sewa 544.879.001
Biaya Premi Asuransi 36.153.702
Biaya Penyusutan [Link]
Biaya Keperluan Bengkel 68.079.793
Biaya Inventaris Underlimit 128.989.500

TotaL Biaya Operasional [Link]

Laba Kotor [Link]

Pendapatan Lain [Link]

EBIT [Link]
Bunga 566.155.060
EBT [Link]
Pajak 176.362.888

Laba Bersih [Link]


ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha

perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan

dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Maka dapat disimpulkan bahwa laporan laba rugi

adalah laporan yang dapat menentukan pendapatan beban dalam jangka waktu tertentu.

Laporan laba rugi PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2020 memiliki nilai

penjualan sebesar Rp. [Link] denga Harga Pokok Penjualan ditahun tersebut sebesar Rp.

[Link] , sehingga pendapatan yang di dapatkan oleh perusahaan pada tahun tersebut adalah

sebesar Rp. [Link]. Pendapatan yang dimiliki perusahaan pada tahun tersebut dikurangi

oleh aktivitas perusahaan berupa biaya operasional dimana biaya – biaya tersebut mencakup biaya

marketing sebesar Rp. 236.890.310 dimana biaya marketing ini digunakan sebagai pembuatan
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

spanduk, biaya untuk event, biaya pembuatan voucher, biaya digital marketing biaya domain

hosting, biaya pembuatan iklan, biaya pembuatan merchandise, biaya untuk keperluan shooting,

biaya program booster dan untuk biaya presentasi dan training. Biaya marketing ini dilakukan

dalam 1 periode berjalan, biaya terbesar nya yaitu untuk biaya pembuatan iklan.

Biaya tenaga kerja termasuk ke dalam biaya operasional perusahaan guna mendukung

sumber daya manusia yang berkontribusi dalam aktivitas perusahaan, dalam biaya tenaga kerja ini

ada beberapa cakupan biaya diantaranya yaitu biaya gaji, biaya lembur, biaya tunjangan, biaya

BPJS, dan biaya insentif dalam biaya tenaga kerja ini biaya yang paling banyak dikeluarkan adakah

biaya gaji sebesar Rp. [Link] dimana biaya gaji ini merupakan biaya yang rutin perusahaan

keluarkan setiap bulannya dalam setiap satu periode sebesar Rp.[Link].

Adapun biaya operasional lainnya meliputi biaya bonus yang digunakan untuk biaya

komisi atau target dan prestasi yang dicapai oleh karyawan yang tercantum sebesar

Rp.380.251.085, biaya keperluan karyawan diluar biaya untuk gaji seperti biaya pelatihan dan

seminar, biaya keperluan kaeyawan untuk melakukan magang dan lainnya sebesar Rp.

309.750.519, biaya pemeliharaan atau biaya perbaikan sebesar Rp. 494.112.602 biaya ini cukup

besar karena digunakan antara lain untuk biaya pemeliharaan gedung, renovasi gedung,

pemeliharan kendaraan, pemeliharaan software, pemeliharaan inventaris sampai biaya untuk

service peralatan bengkel.


ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Biaya terbesar dalam biaya pemeliharaan atau perbaikan yaitu untuk biaya renovasi

gedung sebesar Rp.260.884.700, biaya transport sebesar Rp. 215.807.750 , biaya perjalanan dinas

dan keperluan pemegang saham tercantum sebesar Rp. 117.497.077, biaya alat tulis kantor sebesar

Rp. 17.541.300 yang mencangkup untuk biata materai dan untuk tinda refil, biaya keperluan dapur

antara lain untuk biaya keperluan membeli air minum dan gas, membeli alat-alat kebersihan,

membeli obat-obatan untuk karyawan dan membeli untuk keperluan jika ada rapat sebesar Rp.

59.867.925, biaya keperluan cetak tercantum sebesar Rp. 7.488.750 , biaya listrik tercantum

sebesar Rp. 332.356.176, biaya keamanan seperti bayar untuk iuran sampan dan keamanan

lingkungan tercantum sebesar Rp. 22.385.000, biaya jasa profesi tercantum sebesar Rp,

235.308.793, biaya retribusi atau perizinan seperti biaya untuk surat-surat girik dan hak merk

tercantum sebesar Rp.98.010,273, biaya keperluan kantor tercantum sebesar Rp, [Link],

biaya acara kantor tercantum sebesar Rp.18.261.000, biaya bingkisan tercantum sebesar Rp.

8.583.000, biaya entertainment tercantum sebesar Rp. 3.933.900, biaya sumbangan tercantum

sebesar Rp. 26.200.000, biaya sewa tercantum sebesar Rp. 544.879.001, biaya premi asuransi

tercantum sebesar Rp. 36.153.702, biaya penyusutan tercantum sebesar Rp, [Link], biaya

keperluan bengkel tercantum sebesar Rp. 68.079.793, dan biaya inventaris underlimit sebesar Rp.

128.989.500.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Biaya operasional yang paling besar nilainya yaitu biaya tenaga kerja yang banyak

digunakan ada pada biaya operasional penyusutan sebesar Rp. [Link], dimana biaya

operasional ini digunakan untuk membayar gaji karyawan dalam saru periode. Total keseluruhan

biaya oprasional terlampir sebesar Rp.[Link].

Hasil dari pengurangan biaya operasional terhadap pendapatan perusahaan didapatkan laba

kotor perusahaan sebesar Rp. [Link], yang ditambahkan oleh pendapatan lain sebesar

Rp.[Link], dimana pendapatan tersebut termasuk dari pendapatan sewa dan jasa giro,

hingga didapatan hasil laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp. [Link], dikurangi oleh

bunga sebesar Rp. 566.155.060 dan pajak sebesar Rp.176.362.888 sehingga didapatkan hasil akhir

sebagai laba bersih perusahaan sebesar Rp. [Link] pada laporan laba rugi perusahaan pada

tahun 2020.

Pada tahun 2020 PT. Rotary Gemilang Indonesia mencerminkan laporan keuangan berupa

neraca, neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini

menggambarkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada saat tertentu dimana total aktiva dan

pasiva memiliki nilai sebesar Rp. [Link], pada sisi aktiva kas yang diperoleh oleh

perusahaan adalah sebesar Rp. [Link] dengan piutang usaha sebesar Rp. [Link],

diikuti oleh nilai persediaan barang sebesar Rp [Link], kemudian ada premi asuransi

sebesar Rp. 36.153.702 dan sewa dibayar dimuka sebesar Rp. 544.879.001.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA

Aktiva tetap dan inventaris yang dimiliki perusahaan terdiri dari gedung sebesar Rp.

[Link], kendaraan sebesar Rp. [Link], inventaris sebesar Rp. [Link] dan

perabotan bengkel termasuk juga dengan peralatan bengkel lainnya sebesar Rp. [Link].

Asset tersebut dikurangi dengan adanya biaya akumulasi penyusutan, diantaranya penyusutan

gedung sebesar Rp.[Link], penyusutan kendaraan sebesar Rp. 288.815.160 dan

penyusutan perabotan bengkel sebesar Rp.284.818.205. Dan aktiva lain-lain yang mencakup alat

tulis kantor, keperluan dapur/rumah tangga, dan inventris under limit dan giro sebesar Rp.

207.028.695. Pada sisi Pasiva perusahaan memiliki nilai tertinggi pada laba ditahan sebesar Rp

[Link] dan gaji yang harus dibayarkan sebesar Rp. [Link].


GRAFIK KONDISI KEUANGAN

Berdasarkan laporan rugi laba dibuat grafik untuk penjualan PT. Rotary Gemilang
Indonesia, tercatat penjualan tahun 2018 tercapai Rp.[Link], pada tahun 2019 penjualan
PT. Rotary Gemilang Indonesia mengalami peningkatan sebesar 21,6% menjadi
Rp.[Link]. Pada tahun 2020 penjualan PT. Rotary Gemilang Indonesia hanya mengalami
peningkatan sebesar 0,09% dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 penjualan perusahaan tidak
meningkat dengan pesat. Pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini, memberikan
dampak yang begitu signifikan terhadap berbagai industri di Indonesia, tak terkecuali dibidang
pengadaan import. PT. Rotary Gemilang Indonesia pada penjualan 2018-2020 tidak mengalami
penurunan walaupun ditahun tersebut Pandemi Covid-19 sedang meningkat karena PT. Rotary
Gemilang Indonesia menganalisis penjualan lebih jauh, untuk mendapatkan informasi untuk tetap
meningkatkan penjualan dimasa pandemi dengan mempunyai suatu produk yaitu “cairan
atomizer”. Keampuhan cairan ini dikarenakan Quarternary Ammonium Compounds generasi ke 4
yang sudah diakui WHO (World Health Organization),disebutkan bahwa komponen ini terbukti
ampuh membunuh lapisan virus Covid-19 yang memiliki karakteristik yang sama dengan virus
SARS dan MERS.
GRAFIK KONDISI KEUANGAN

Pada grafik selanjutnya yaitu grafik untuk menjalaskan Beban Usaha pada PT. Rotary

Gemilang Indonesia, pada tahun 2018 sebesar Rp.[Link] pda tahun 2019 mengalami

peningkatan sebesar 17,3% lalu pada tahun 2020 kembali mengalami kenaikan 36,6% menjadi

Rp.[Link]. Beban usaha perusahaan meliputi biaya tenaga kerja dan yang banyak

digunakan ada pada biaya operasional penyusutan. Peningkatan beban operasional yang tidak

efisien akan memberikan dampak bagi laba yang akan diperoleh perusahaan. Hal inilah yang

menjadi tanggung jawab manajemen dalam menajemen dalam mengendalikan beban-beban yang

dikeluarkan oleh perusahan selama kegiatan operasional perusahaanberlangsung.

Beban usaha merupakan beban yang dipengaruhi aktivitas perusahaan. Oleh sebab itu

semakin meningkat aktivias perusahaannya. Maka beban juga pasti akan meningkat. Karena beban

usaha merupakan beban yang terlibat langsung dalam kegiatan perusahaan. Maka dalam

menentukan beban usaha tidaklah dapat dilakukan secara berpisah dengan serangka aktivitas-

aktivitas perusahaan.
GRAFIK KONDISI KEUANGAN

Pada grafik terakhir yaitu grafik untuk menjelaskan Laba Bersih pada PT. Rotary Gemilang

Indonesia, pada tahun 2018 sebesar Rp.[Link] pada tahun 2019 mengalami peningkatan

sebesar 82% lalu pada tahun 2020 kembali mengalami kenaikan 36,41% menjadi

Rp.[Link]. Menurunnya nilai laba atau naiknya kerugian perusahaan ini akan berdampak

terhadap kegiatan operasional perusahaan dan keberlangsungan hidup perusahaan. Dilihat dari

pendapatan yang dihasilkan perusahaan perusahaan dapat mengoptimalkan dan menjaga

kestabilan pendapatannya yang mana untuk memperoleh laba perusahaan harus mampu

mengopimalkan pendapatannya dan mengefesiensikan beban-bebannya.


ANALISIS RASIO

Rasio Liquiditas 2018 2019 2020


Current Ratio 205,37% 223,61% 246,89%
Quick Ratio 186,13% 203,52% 226,27%
Cash Ratio 136,24% 149,61% 168,29%

Menurut Kasmir (2017:110), definisi likuiditas merupakan rasio yang

menggambarkan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban (hutang) jangka pendek.

Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas, menurut Subramanyam (2012:185) definisi

likuiditas yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang

harus segera dipenuhi (jangka pendek).

1. Current Ratio

Current ratio atau rasio lancar merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk

mengetahui kesanggupan memenuhi kewajiban jangka pendek. Berdasarkan table,

current ratio perusahaan yang dihasilkan tergolong sehat dan tinggi yaitu dari tahun

2018 sampai tahun 2020 dapat dilihat bahwa nilai yang dihasilkan adalah melebihi

standarnya yaitu 2 kali atau 200%. Maka dapat dikatakan kemampuan PT. Rotary

Gemilang Indonesia dalam menutupi kewajiban utang lancarnya sangat baik.

2. Quick Ratio

Quick Ratio merupakan rasio uji cepat yang menunjukkan kemampuan perusahaan

membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan

nilai persediaan. Berdasarkan table perusahaan menghasilkan quick ratio yang

menunjukkan bahwa perusahaan sangat sehat karena angka pada rasio ini mencapai
ANALISIS RASIO

angka di atas 1 kali atau 100% bahkan pada tahun 2018 sampai tahun 2020 mencapai

angka di atas 2 atau 200%. Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki

kemampuan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan menggunakan aktiva

lancar atau tanpa memperhitungkan persediaan.

3. Cash Ratio

Rasio kas adalah perbandingan antara aktiva lancar yang benar-benar likuid (yaitu dana

kas) dengan kawajiban jangka pendek. Berdasarkan table dapat dilihat data dari seitap

tahun menunjukkan cash ratio yang mencapai angka standar yaitu 1 kali atau 100%.

Perusahaan dapat dikatakan sebagai kategori yang sehat jika dinilai dengan

menggunakan cash ratio, artinya uang kas yang tersedia pada tahun 2018-2020

memenuhi standar menunjukkan PT. Rotary Gemilang Indonesia dalam melunasi

kewajiban jangka pendek dengan menggunakan uang kas dapat dinilai baik.

Hal ini berarti semakin baik nilai likuiditas, maka diindikasikan kinerja keuangan

akan semakin meningkat. Tingkat likuiditas yang semakin tinggi dapat meningkatkan

kredibilitas perusahaan yang menimbulkan reaksi positif dari investor untuk memberikan

modalnya yang dapat digunakan perusahaan untuk investasi dalam upaya meningkatkan

kinerja keuangannya.
ANALISIS RASIO

Rasio Leverage 2018 2019 2020


Total Debt to Total Asset ratio 35,42% 32,58% 29,34%
Total Debt to Total Equity Ratio 178,25% 312,94% 266,86%

Menurut Kasmir, 2017, 113; rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk

mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya besarnya jumlah

utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya jika dibandingkan

dengan menggunakan modal sendiri.

1. Total Debt to Total Asset Ratio


Total Debt to Total Asset Ratio (DAR) merupakan rasio utang yang digunakan untuk

mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Berdasarkan hasil

perhitungan PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2019 dan tahun 2020 masih

digolongkan sehat, hal ini dikarenakan angka yang dihasilkan pada rasio DAR ini

masih berada di bawah 35% yaitu 32.58% dan 29,34%, pada tahun 2019 rasio DAR

mengalami sedikit kelebihan rasio DAR yaitu 35,42%. Hal ini mengindikasikan

bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada hutang untuk membiayai asset yang

dimilikinya.
ANALISIS RASIO

2. Total Debt to Total Equity Ratio

Total Debt to Total Equity Ratio (DER) adalah sebuah rasio keuangan yang

membandingkan jumlah hutang dengan ekuitas. Berdasarkan hasil perhitungan pada

tahun 2018 sampai tahun 2020 PT. Rotary Gemilang Indonesia dapat digolongkan

tidak sehat, hal ini dikarenakan perusahaan menghasilkan angka DER yang berada di

atas nilai standar 90%. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan ekuitas perusahaan

dipenuhi dari hutang. Atau besaran dari hutang perusahaan melebihi modal sendiri

atau ekuitas perusahaan.

Rasio Aktivitas 2018 2019 2020


Total Assets Turnover 40,77% 46,57% 45,27%
Fixed Asset Turnover 160,69% 180,51% 170,52%

Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam

memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio aktivitas ini melibatkan

perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva.

1. Total Assets Turnover

Total perputaran aktiva atau total assets turnover merupakan rasio yang digunakan

untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur

berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Berdasarkan hasil

perhitungan perusahaan PT. Rotary Gemilang Indonesia menghasilkan angka yang

sangat kecil pada rasio ini, sehingga menunjukkan bahwa bahwa manajemen tidak

memanfaatkan asset secara baik dan efektif dalam menghasilkan penjualan


ANALISIS RASIO

perusahaan, maka dapat disarankan oleh perusahaan untuk melakukan evaluasi

mengenai pengeluaran investasi atau modalnya. Karena semakin tinggi tingkat

perputarannya maka semakin efektif perusahaan dalam memanfaatkan aktivanya.

Kondisi perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan yang baik bila berada pada

angka 2 kali.

2. Fixed Assets Turnover

Perputaran aktiva tetap atau fixed assets turnover merupakan rasio yang digunakan

untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar

dalam satu periode. Berdasarkan hasil perhitunganh hasil menunjukkan bahwa

perusahaan menghasilkan angka yang rendah yaitu pada tahun 2018 sebesar

160,69% pada tahun 2019 sebesar 180,51% dan tahun 2020 menurun menjadi

170,52%. Standar industri yang menunjukkan bahwa kondisi perusahaan dalam

keadaan baik yaitu bila berada di angka lima kali. Artinya perusahaan tidak efektif

dalam penggunaan aktiva tetap dalam memperoleh pendapatan atau

penghasilannya. Semakin rendah tingkat perputarannya maka semakin tidak efektif

penggunaan aktiva tetap yang dilakukan perusahaan.


ANALISIS RASIO

Rasio Profabilitas 2018 2019 2020


Net Profit Margin 13,14% 19,33% 22,81%
Return On Asset 8,94% 12,04% 12,65%
Return On Equity 26,97% 38,67% 38,04%

Menurut Kasmir, 2017, 196; rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai

kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan.

1. Net Profit Margin

NPM adalah tingkat keuntungan suatu perusahaan dari penjualan atau pendapatan

yang diperoleh. Berdasarkan hasil perhitungan dapat dilihat hasil rasio NPM pada

PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2018 sebesar 13,14% lalu pada tahun

2019 meningkat menjadi 19,33% dan pada tahun 2020 angka rasio NPM 22,81%.

Perusahaan dikatakan baik pada tahun 2020 karena pada tahun 2018 dan 2019 angka

yang dihasilkan tidak berada pada angka standar yaitu 20%. Hal ini yang

menunjukkan bahwa perusahaan tidak mendapatkan keuntungan dengan kata lain

perusahaan mengalami kerugian pada tahun ini. Angka yang dihasilkan pada rasio

NPM ini dapat diartikan bahwa perusahaan tidak memiliki kemampuan yang tinggi

dalam menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Hal ini dikarenakan

jika perusahaan mempu menghasilkan angka semakin tinggi maka semakin baik

kondisi perusahan.
ANALISIS RASIO

2. Return on Asset

ROA adalah indikator untuk menunjukkan seberapa untuk sebuah perusahaan

dibandingkan dengan total asetnya. Berdasarkan perhitungan dapat dilihat hasil pada

tahun 2018 sampai tahun 2020 nilai ROA yang dihasilkan berada di atas standar

industry 5,98%. PT Rotary Gemilang Indonesia pada rasio ROA dapat dikatakan

baik. Maka dari angka yang dihasilkan, daapt disimpulkan bahwa perusahaan dapat

memaksimalkan asset yang dimilikinya untuk meningkatan EBIT dari perusahaan.

3. Return on Equity

Return on equity (ROE) adalah jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas

dan dinyatakan dalam bentuk persen. Berdasarkan perhitungan dapat disimpulan

bahwa rasio ROE pada PT. Rotary Gemilang Indonesia sangat baik karena pada

tahun 2018 sampai tahun 2020 hasilnya melebihi standar industri bagi perusahaan

yaitu angka rasionya sebesar 8,32%. Artinya perusahaan dalam memiliki

kemampuan yang bagus dalam menghasilkan return atau tingkat pengembalian atas

modal yang disetor oleh pemegang saham atau ekuitas.


ANALISIS RASIO

Semakin tinggi rasio ini, maka semakin baik produktifitas asset dalam

memperoleh keuntungan bersih. Dengan kata lain, semakin besar ROA suatu

perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai dan semakin baik

pula posisi perusahaan dari segi penggunaan asset. Selain itu ROA dapat memberikan

pengukuran yang memadai atas efektifitas keseluruhan perusahaan karena ROA

memperhitungkan penggunaan aktiva dan profitabilitas dalam penjualan.

Anda mungkin juga menyukai