Analisis Laporan Keuangan 2018
Analisis Laporan Keuangan 2018
DAN NERACA
Penjualan [Link]
HPP [Link]
Biaya Operasional :
Biaya Marketing 101.355.623
Biaya Tenaga Kerja [Link]
Biaya Bonus/Komisi 345.529.042
Biaya Seragam dan Pelatihan Karyawan 38.441.584
Biaya Pemeliharaan /Perbaikan 479.864.271
Biaya Transport 239.200.936
Biaya Perjalanan Dinas 89.714.516
Biaya Alat Tulis Kantor 23.045.034
Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga 28.223.007
Biaya Keperluan Fotocopy /Cetak 16.852.700
Biaya Listrik / Telpon 224.210.974
Biaya Keamanan 5.763.000
Biaya Jasa Profesi 161.577.627
Biaya Retribusi /Perizinan 11.000.000
Biaya Keperluan Kantor 15.776.107
Biaya Acara Kantor 19.363.400
Biaya Bingkisan 15.338.000
Biaya Entertaiment 35.807.790
Biaya Sumbangan 14.181.000
Biaya Sewa 366.066.673
Biaya Premi Asuransi 26.820.485
Biaya Penyusutan [Link]
Biaya Keperluan Bengkel 61.680.450
Biaya Inventaris Underlimit 158.793.899
EBIT [Link]
Bunga 822.082.825
EBT [Link]
Pajak 63.885.473
Bagi suatu perusahaan membuat analisis laporan laba rugi itu penting dikarenakan untuk
melihat atau mengukur biaya dan pendapatan yang dihasilkan. Selain itu analisis laporan laba rugi
ini juga salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan perusahaan. Di mana tujuan
melakukan pembuatan dan analisis laporan laba rugi ini agar perusahaan bisa mengetahui seberapa
Laporan Laba Rugi Pada tahun 2018 PT. Rotary Gemilang Indonesia memiliki nilai
penjualan sebesar Rp. [Link] dengan Harga Pokok Penjualan Rp. [Link] sehingga
total pendapatan PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2018 adalah sebesar Rp.
[Link]. Pendapatan yang dimiliki perusahaan pada tahun tersebut dikurangi oleh aktivitas
perusahaan berupa biaya operasional yang jika dijumlahkan sebesar Rp. [Link].
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari
di dalam sebuah perusahaan. Biaya oprasional dibagi menjadi beberapa akun, sebesar Rp.
101.355.623 untuk biaya oprasional marketing diantaranya yaitu pembiayaan untuk pembuatan
spanduk, biaya pembuatan flayer, biaya domain hosting, biaya pembuatan compro, biaya untuk
transport marketing, biaya iklan, biaya digital marketing, biaya jamuan makan, biaya untuk
souvenir dan biaya untuk iuran hbba. Selanjutnya biaya oprasional lainnya untuk biaya Tenaga
kerja sebesar Rp. [Link] diantara lain digunakan untuk biaya gaji, biaya lembur, biaya
tunjangan makan, biaya tunjangan transport, biaya tunjangan kontrakan, biaya tunjangan
kehadiran, biaya tunjangan kendaraan/sewa, biaya tunjangan pulsa, biaya insentif/bonus, biaya
admin bank, biaya THR dan biaya untuk BPJS. Dimana biaya tenaga kerja ini merupakan biaya
yang rutin perusahaan keluarkan setiap bulannya dalam setiap satu periode.
digunakan untuk biaya bonus target/prestasi, biaya bonus tahunan, biaya komisi dan biaya insentif.
Lalu ada Biaya Seragam dan Pelatihan Karyawan sebesar Rp. 38.441.584 yang dirincikan untuk
biaya iklan / lowongan, biaya psikotest, biaya pelatihan, biaya seminar dan biaya untuk seragam.
Biaya operasional lainnya yaitu Biaya Pemeliharaan/Perbaikan sebesar Rp. 479.864.271 yang
digunakan untuk biaya pemeliharaan gedung, biaya renovasi gedung, biaya pemeliharaan
perlengkapan gedung, biaya pemeliharaan fingger spot, dan biaya service peralatan bengkel.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
untuk biaya antar jemput barang, biaya isi e-toll card, biaya BBM, biaya tol, biaya parkir, biaya
ongkos kirim, biaya tips, biaya tilang, biaya derek, biaya kunjungan fingerspot dan biaya
transportasi online. Biaya perjalanan dinas sebesar Rp. 89.714.516 diantara lain digunakan untuk
biaya penginapan, biaya tiket (kereta, bus, pes terbang), biaya uang saku, biaya visa dan biaya
transport. Kemudian ada biaya alat tulis kantor sebesar Rp. 23.045.034 digunakan untuk biaya alat
Rp.28.223.007 digunakan untuk biaya air minum/gas, biaya beli sapu, karbol, super pel, dll, biaya
kopi/gula/susu/t e h, biaya makan (tamu dll), biaya obat2an untuk karyawan dan biaya keperluan
rapat. Lalu ada Biaya untuk Keperluan Fotocopy /Cetak sebesar Rp.16.852.700 yang digunakan
untuk biaya laminating ktp/pasport/surat2, biaya foto copy dokumen, biaya cetak brosur/bon dll,
biaya cetak kartu nama dan untuk biaya jilid. Biaya Listrik / Telpon sebesar Rp. 224.210.974 untuk
biaya listrik, biaya telp / fax dan biaya untuk internet / jaringan. Ada Biaya untuk Keamanan
sebesar Rp. 5.763.000 yang diuraikan digunakan untuk biaya iuran sampah dan biaya iuran
keamanan / lingkungan. Biaya Jasa Profes sebesar Rp.161.577.627 dugunakan untuk biaya
konsultan pajak, biaya appraisal, biaya notaris, biaya freelance dan biaya akad kredit. Selanjutnya
ada Biaya Retribusi /Perizinan sebesar Rp.11.000.000 digunakan untuk biaya hak merk. biaya
Keperluan Kantor sebesar Rp.15.776.107 digunakan untuk biaya buang sampah, biaya packing
Biaya untuk Acara Kantor juga termasuk kedalam biaya oprasional yaitu sebesar
Rp.19.363.400 untuk biaya acara ulang tahun, biaya acara buka bersama, biaya acara kebersamaan
karyawan, biaya acara peresmian cabang baru dan biaya futsal. Kemudian Biaya Bingkisan sebesar
Rp.15.338.000 digunakan untuk biaya parcel lebaran/natal, biaya hadiah untuk pelanggan dan
biaya bingkisan lain. Lalu adanya Biaya Entertaiment sebesar Rp. 35.807.790 digunakan untuk
biaya entertaiment pelanggan. Biaya oprasional selanjutnya yaitu Biaya Sumbangan sebesar
14.181.000 untuk biaya sumbangan lingkungan dll, biaya sumbangan RT/RW, biaya sumbangan
nikah dan biaya sumbangan dukacita. Lalu Biaya Sewa sebesar Rp.366.066.673 unuk biaya sewa
gedung, dan biaya sewa lahan parkir. Selanjutnya Biaya Premi Asuransi sebesar Rp. 26.820.485
digunakan untuk biaya premi gedung, biaya premi as kendaraan dan biaya klaim asuransi. Biaya
penyusutan kendaraan, biaya penyusutan inventaris dan biaya penyusutan perabot bengkel. Biaya
Keperluan Bengkel sebesar Rp.61.680.450 digunakan untuk biaya keperluan bengkel, biaya -
subcont ke luar, dan biaya keperluan bengkel lain. Dan biaya operasional yang terakhir yaitu Biaya
Inventaris Underlimit sebesar 158.793.899 untuk biaya IU alat tulis kantor, biaya IU inventaris
Hasil dari pengurangan biaya operasional terhadap pendapatan perusahaan didapatkan laba
kotor perusahaan PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2018 sebesar Rp. Rp.[Link],
yang ditambahkan oleh pendapatan lain sebesar Rp. 123.000.791, dimana pendapatan tersebut
termasuk dari pendapatan sewa dan jasa giro, hingga didapatan hasil laba sebelum bunga dan pajak
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
sebesar Rp. [Link], dikurangi oleh bunga sebesar Rp. 822.082.825 dan dikurangi pajak
sebesar Rp. 63.885.473 sehingga didapatkan hasil akhir sebagai laba bersih PT. Rotary Gemilang
pada tahun 2018 sebesar Rp. [Link] pada laporan laba rugi perusahaan.
Pada tahun 2018 PT. Rotary Gemilang Indonesia juga mencerminkan laporan keuangan
berupa neraca dimana total aktiva dan pasiva memiliki nilai sebesar Rp. [Link], pada sisi
aktiva kas yang diperoleh oleh perusahaan adalah sebesar Rp. [Link] dengan piutang
usaha sebesar Rp. [Link], diikuti oleh nilai persediaan barang sebesar Rp. [Link],
kemudian premi asuransi sebesar Rp.26.820.485 dan nilai sewa dibayar dimuka sebesar
Rp.366.066.673. Aktiva tetap dan inventaris yang terdiri dari gedung sebesar Rp. [Link],
kendaraan sebesar Rp. [Link], inventaris sebesar Rp.[Link] dan perabotan bengkel
Rp.233.550.294 dan penyusutan perabotan bengkel sebesar Rp.95.031.267. Dan aktiva lain-lain
yang mencakup alat tulis kantor, keperluan dapur/rumah tangga, dan inventris under limit dan giro
sebesar Rp.213.062.731. Pada sisi Pasiva perusahaan memiliki nilai tertinggi pada hutang dagang
sebesar Rp. [Link] dan gaji yang harus dibayarkan sebesar Rp. [Link]. Berikut
adalah laporan laba rugi dan neraca PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2019:
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
Penjualan [Link]
HPP [Link]
Biaya Operasional :
Biaya Marketing 39.191.842
Biaya Tenaga Kerja [Link]
Biaya Bonus/Komisi 192.557.550
Biaya Kep Karyawan selain Gaji 44.237.300
Biaya Pemeliharaan /Perbaikan 323.811.631
Biaya Transport 274.257.200
Biaya Perjalanan Dinas 377.972.900
Biaya Alat Tulis Kantor 20.180.139
Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga 48.184.300
Biaya Keperluan Fotocopy /Cetak 14.502.000
Biaya Listrik / Telpon 288.573.185
Biaya Keamanan 16.330.000
Biaya Jasa Profesi 413.228.933
Biaya Retribusi /Perizinan 2.050.000
Biaya Keperluan Kantor 30.600.500
Biaya Acara Kantor 36.560.600
Biaya Bingkisan 11.953.600
Biaya Entertaiment 12.004.900
Biaya Sumbangan 19.564.500
Biaya Sewa 570.985.083
Biaya Premi Asuransi 24.849.685
Biaya Penyusutan [Link]
Biaya Keperluan Bengkel 119.216.815
Biaya Inventaris Underlimit 91.276.688
EBIT [Link]
Bunga 650.033.988
EBT [Link]
Pajak 166.652.380
PT. Rotary Gemilang Indonesia memiliki laporan Keuangan setiap tahunnya dimana
laporan keuangan ini menjadi acuan manajemen perusahaan sebagai salah satu pengambilan
keputusan. Dalam laporan ini perusahaan memberikan laporan keuangan dalam bentuk laporan
Laporan laba rugi pada tahun 2019 memiliki nilai penjualan sebesar Rp. [Link]
denga Harga Pokok Penjualan ditahun tersebut sebesar Rp. [Link] , sehingga pendapatan
yang di dapatkan oleh perusahaan pada tahun tersebut adalah sebesar Rp. [Link].
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
Pendapatan yang dimiliki perusahaan pada tahun tersebut dikurangi oleh aktivitas
perusahaan berupa biaya operasional dimana biaya – biaya tersebut mencakup biaya marketing
sebesar Rp. 39.191.842 dimana biaya marketing ini digunakan sebagai pembuatan spanduk,
voucher, pembuatan iklan, talent, souvenir, domain hosting, dan digital marketing dalam biaya
marketing penggunaan biaya yang paling besar digunakan pada biaya pembuatan iklan sebesar Rp.
Biaya tenaga kerja termasuk ke dalam biaya operasional perusahaan guna mendukung
sumber daya manusia yang berkontribusi dalam aktivitas perusahaan, dalam biaya tenaga kerja ini
ada beberapa cakupan biaya diantaranya yaitu biaya gaji, biaya lembur, biaya tunjangan, biaya
BPJS, dan biaya insentif dalam biaya tenaga kerja ini biaya yang paling banyak dikeluarkan adakah
biaya gaji sebesar Rp. [Link] dimana biaya gaji ini merupakan biaya yang rutin perusahaan
Adapun biaya operasional lainnya meliputi biaya bonus yang tercantum sebesar
Rp.192.557.550, biaya karyawan selain gaji sebesar Rp. 44.237.300, biaya pemeliharaan sebesar
Rp. 323.811.631, biaya transaport sebesar Rp. 274.257.200 , biaya perjalanan dinas tercantum
sebesar Rp. 377.972.900, biaya alat tulis kantor sebesar Rp. 20.180.139, biaya keperluan dapur
sebesar Rp. 48.184.300, biaya keperluan cetak tercantum sebesar Rp. 14.502.000 , biaya listrik
tercantum sebesar Rp. 288.573.185, biaya keamanan tercantum sebesar Rp. 16.330.000, biaya jasa
profesi tercantum sebesar Rp, 413.228.933, biaya retribusi tercantum sebesar Rp.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
2.050.000, biaya keperluan kantor tercantum sebesar Rp, 30.600.500, biaya acara kantor tercantum
sebesar Rp, 36.560.600, biaya bingkisan tercantum sebesar Rp. 11.953.600, biaya entertainment
tercantum sebesar Rp. 12.004.900, biaya sumbangan tercantum sebesar Rp. 19.564.500, biaya
sewa tercantum sebesar Rp. 570.985.083, biaya premi asuransi tercantum sebesar Rp. 24.849.685,
biaya penyusutan tercantum sebesar Rp, [Link], biaya keperluan bengkel tercantum
sebesar Rp. 119.216.815, dan biaya inventaris underlimit sebesar Rp. 91.276.688.
Biaya operasional kedua yang paling besar nilainya setelah biaya tenaga kerja yang banyak
digunakan ada pada biaya operasional penyusutan sebesar Rp. [Link], dimana biaya
operasional ini digunakan yakni pada biaya penyusutan gedung, biaya penyusutan kendaraan,
Hasil dari pengurangan biaya operasional terhadap pendapatan perusahaan didapatkan laba
kotor perusahaan sebesar Rp. [Link], yang ditambahkan oleh pendapatan lain sebesar Rp.
121.821.703, dimana pendapatan tersebut termasuk dari pendapatan sewa dan jasa giro, hingga
didapatan hasil laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp. [Link], dikurangi oleh bunga
sebesar Rp. 650.033.988 dan pajak sebesar Rp.166.652.380 sehingga didapatkan hasil akhir
sebagai laba bersih perusahaan sebesar Rp. [Link] pada laporan laba rugi perusahaan pada
tahun 2019.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
Pada tahun yang sama PT. Rotary Gemilang Indonesia mencerminkan laporan keuangan
berupa neraca dimana total aktiva dan pasiva memiliki nilai sebesar Rp. [Link], pada sisi
aktiva kas yang diperoleh oleh perusahaan adalah sebesar Rp. [Link] dengan piutang
usaha sebesar Rp. [Link], diikuti oleh nilai persediaan barang sebesar Rp. [Link],
kemudian ada premi asuransi sebesar Rp. 24.849.685 dan sewa dibatar dimuka sebesar
Rp.570.985.083. Aktiva tetap dan inventaris yang dimiliki perusahaan terdiri dari gedung sebesar
dan perabotan bengkel termasuk juga dengan peralatan bengkel lainnya sebesar Rp.[Link].
Asset tersebut dikurangi dengan adanya biaya akumulasi penyusutan, diantaranya penyusutan
perabotan bengkel sebesar Rp.225.012.660. Dan aktiva lain-lain yang mencakup alat tulis kantor,
keperluan dapur/rumah tangga, dan inventris under limit dan giro sebesar Rp.161.462.830. Pada
sisi Pasiva perusahaan memiliki nilai tertinggi pada laba ditahan sebesar Rp. [Link] dan
gaji yang harus dibayarkan sebesar Rp. [Link]. Berikut adalah laporan laba rugi dan neraca
Penjualan [Link]
HPP [Link]
Biaya Operasional :
Biaya Marketing 236.890.310
Biaya Tenaga Kerja [Link]
Biaya Bonus/Komisi 380.251.085
Biaya Kep Karyawan Lain 309.750.519
Biaya Pemeliharaan /Perbaikan 494.112.602
Biaya Transport 215.807.750
Biaya Perjalanan Dinas 117.497.077
Biaya Alat Tulis Kantor 17.541.300
Biaya Keperluan Dapur/Rumah Tangga 59.867.925
Biaya Keperluan Fotocopy /Cetak 7.488.750
Biaya Listrik / Telpon 332.356.176
Biaya Keamanan 22.385.000
Biaya Jasa Profesi 235.308.793
Biaya Retribusi /Perizinan 98.010.273
Biaya Keperluan Kantor [Link]
Biaya Acara Kantor 18.261.000
Biaya Bingkisan 8.583.000
Biaya Entertaiment 3.933.900
Biaya Sumbangan 26.200.000
Biaya Sewa 544.879.001
Biaya Premi Asuransi 36.153.702
Biaya Penyusutan [Link]
Biaya Keperluan Bengkel 68.079.793
Biaya Inventaris Underlimit 128.989.500
EBIT [Link]
Bunga 566.155.060
EBT [Link]
Pajak 176.362.888
Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan yang menggambarkan hasil usaha
perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan laba rugi ini tergambar jumlah pendapatan
dan sumber-sumber pendapatan yang diperoleh. Maka dapat disimpulkan bahwa laporan laba rugi
adalah laporan yang dapat menentukan pendapatan beban dalam jangka waktu tertentu.
Laporan laba rugi PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2020 memiliki nilai
penjualan sebesar Rp. [Link] denga Harga Pokok Penjualan ditahun tersebut sebesar Rp.
[Link] , sehingga pendapatan yang di dapatkan oleh perusahaan pada tahun tersebut adalah
sebesar Rp. [Link]. Pendapatan yang dimiliki perusahaan pada tahun tersebut dikurangi
oleh aktivitas perusahaan berupa biaya operasional dimana biaya – biaya tersebut mencakup biaya
marketing sebesar Rp. 236.890.310 dimana biaya marketing ini digunakan sebagai pembuatan
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
spanduk, biaya untuk event, biaya pembuatan voucher, biaya digital marketing biaya domain
hosting, biaya pembuatan iklan, biaya pembuatan merchandise, biaya untuk keperluan shooting,
biaya program booster dan untuk biaya presentasi dan training. Biaya marketing ini dilakukan
dalam 1 periode berjalan, biaya terbesar nya yaitu untuk biaya pembuatan iklan.
Biaya tenaga kerja termasuk ke dalam biaya operasional perusahaan guna mendukung
sumber daya manusia yang berkontribusi dalam aktivitas perusahaan, dalam biaya tenaga kerja ini
ada beberapa cakupan biaya diantaranya yaitu biaya gaji, biaya lembur, biaya tunjangan, biaya
BPJS, dan biaya insentif dalam biaya tenaga kerja ini biaya yang paling banyak dikeluarkan adakah
biaya gaji sebesar Rp. [Link] dimana biaya gaji ini merupakan biaya yang rutin perusahaan
Adapun biaya operasional lainnya meliputi biaya bonus yang digunakan untuk biaya
komisi atau target dan prestasi yang dicapai oleh karyawan yang tercantum sebesar
Rp.380.251.085, biaya keperluan karyawan diluar biaya untuk gaji seperti biaya pelatihan dan
seminar, biaya keperluan kaeyawan untuk melakukan magang dan lainnya sebesar Rp.
309.750.519, biaya pemeliharaan atau biaya perbaikan sebesar Rp. 494.112.602 biaya ini cukup
besar karena digunakan antara lain untuk biaya pemeliharaan gedung, renovasi gedung,
Biaya terbesar dalam biaya pemeliharaan atau perbaikan yaitu untuk biaya renovasi
gedung sebesar Rp.260.884.700, biaya transport sebesar Rp. 215.807.750 , biaya perjalanan dinas
dan keperluan pemegang saham tercantum sebesar Rp. 117.497.077, biaya alat tulis kantor sebesar
Rp. 17.541.300 yang mencangkup untuk biata materai dan untuk tinda refil, biaya keperluan dapur
antara lain untuk biaya keperluan membeli air minum dan gas, membeli alat-alat kebersihan,
membeli obat-obatan untuk karyawan dan membeli untuk keperluan jika ada rapat sebesar Rp.
59.867.925, biaya keperluan cetak tercantum sebesar Rp. 7.488.750 , biaya listrik tercantum
sebesar Rp. 332.356.176, biaya keamanan seperti bayar untuk iuran sampan dan keamanan
lingkungan tercantum sebesar Rp. 22.385.000, biaya jasa profesi tercantum sebesar Rp,
235.308.793, biaya retribusi atau perizinan seperti biaya untuk surat-surat girik dan hak merk
tercantum sebesar Rp.98.010,273, biaya keperluan kantor tercantum sebesar Rp, [Link],
biaya acara kantor tercantum sebesar Rp.18.261.000, biaya bingkisan tercantum sebesar Rp.
8.583.000, biaya entertainment tercantum sebesar Rp. 3.933.900, biaya sumbangan tercantum
sebesar Rp. 26.200.000, biaya sewa tercantum sebesar Rp. 544.879.001, biaya premi asuransi
tercantum sebesar Rp. 36.153.702, biaya penyusutan tercantum sebesar Rp, [Link], biaya
keperluan bengkel tercantum sebesar Rp. 68.079.793, dan biaya inventaris underlimit sebesar Rp.
128.989.500.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
Biaya operasional yang paling besar nilainya yaitu biaya tenaga kerja yang banyak
digunakan ada pada biaya operasional penyusutan sebesar Rp. [Link], dimana biaya
operasional ini digunakan untuk membayar gaji karyawan dalam saru periode. Total keseluruhan
Hasil dari pengurangan biaya operasional terhadap pendapatan perusahaan didapatkan laba
kotor perusahaan sebesar Rp. [Link], yang ditambahkan oleh pendapatan lain sebesar
Rp.[Link], dimana pendapatan tersebut termasuk dari pendapatan sewa dan jasa giro,
hingga didapatan hasil laba sebelum bunga dan pajak sebesar Rp. [Link], dikurangi oleh
bunga sebesar Rp. 566.155.060 dan pajak sebesar Rp.176.362.888 sehingga didapatkan hasil akhir
sebagai laba bersih perusahaan sebesar Rp. [Link] pada laporan laba rugi perusahaan pada
tahun 2020.
Pada tahun 2020 PT. Rotary Gemilang Indonesia mencerminkan laporan keuangan berupa
neraca, neraca atau daftar neraca disebut juga laporan posisi keuangan perusahaan. Laporan ini
menggambarkan posisi aset, kewajiban dan ekuitas pada saat tertentu dimana total aktiva dan
pasiva memiliki nilai sebesar Rp. [Link], pada sisi aktiva kas yang diperoleh oleh
perusahaan adalah sebesar Rp. [Link] dengan piutang usaha sebesar Rp. [Link],
diikuti oleh nilai persediaan barang sebesar Rp [Link], kemudian ada premi asuransi
sebesar Rp. 36.153.702 dan sewa dibayar dimuka sebesar Rp. 544.879.001.
ANALISIS LAPORAN LABA RUGI
DAN NERACA
Aktiva tetap dan inventaris yang dimiliki perusahaan terdiri dari gedung sebesar Rp.
[Link], kendaraan sebesar Rp. [Link], inventaris sebesar Rp. [Link] dan
perabotan bengkel termasuk juga dengan peralatan bengkel lainnya sebesar Rp. [Link].
Asset tersebut dikurangi dengan adanya biaya akumulasi penyusutan, diantaranya penyusutan
penyusutan perabotan bengkel sebesar Rp.284.818.205. Dan aktiva lain-lain yang mencakup alat
tulis kantor, keperluan dapur/rumah tangga, dan inventris under limit dan giro sebesar Rp.
207.028.695. Pada sisi Pasiva perusahaan memiliki nilai tertinggi pada laba ditahan sebesar Rp
Berdasarkan laporan rugi laba dibuat grafik untuk penjualan PT. Rotary Gemilang
Indonesia, tercatat penjualan tahun 2018 tercapai Rp.[Link], pada tahun 2019 penjualan
PT. Rotary Gemilang Indonesia mengalami peningkatan sebesar 21,6% menjadi
Rp.[Link]. Pada tahun 2020 penjualan PT. Rotary Gemilang Indonesia hanya mengalami
peningkatan sebesar 0,09% dikarenakan adanya Pandemi Covid-19 penjualan perusahaan tidak
meningkat dengan pesat. Pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga saat ini, memberikan
dampak yang begitu signifikan terhadap berbagai industri di Indonesia, tak terkecuali dibidang
pengadaan import. PT. Rotary Gemilang Indonesia pada penjualan 2018-2020 tidak mengalami
penurunan walaupun ditahun tersebut Pandemi Covid-19 sedang meningkat karena PT. Rotary
Gemilang Indonesia menganalisis penjualan lebih jauh, untuk mendapatkan informasi untuk tetap
meningkatkan penjualan dimasa pandemi dengan mempunyai suatu produk yaitu “cairan
atomizer”. Keampuhan cairan ini dikarenakan Quarternary Ammonium Compounds generasi ke 4
yang sudah diakui WHO (World Health Organization),disebutkan bahwa komponen ini terbukti
ampuh membunuh lapisan virus Covid-19 yang memiliki karakteristik yang sama dengan virus
SARS dan MERS.
GRAFIK KONDISI KEUANGAN
Pada grafik selanjutnya yaitu grafik untuk menjalaskan Beban Usaha pada PT. Rotary
Gemilang Indonesia, pada tahun 2018 sebesar Rp.[Link] pda tahun 2019 mengalami
peningkatan sebesar 17,3% lalu pada tahun 2020 kembali mengalami kenaikan 36,6% menjadi
Rp.[Link]. Beban usaha perusahaan meliputi biaya tenaga kerja dan yang banyak
digunakan ada pada biaya operasional penyusutan. Peningkatan beban operasional yang tidak
efisien akan memberikan dampak bagi laba yang akan diperoleh perusahaan. Hal inilah yang
menjadi tanggung jawab manajemen dalam menajemen dalam mengendalikan beban-beban yang
Beban usaha merupakan beban yang dipengaruhi aktivitas perusahaan. Oleh sebab itu
semakin meningkat aktivias perusahaannya. Maka beban juga pasti akan meningkat. Karena beban
usaha merupakan beban yang terlibat langsung dalam kegiatan perusahaan. Maka dalam
menentukan beban usaha tidaklah dapat dilakukan secara berpisah dengan serangka aktivitas-
aktivitas perusahaan.
GRAFIK KONDISI KEUANGAN
Pada grafik terakhir yaitu grafik untuk menjelaskan Laba Bersih pada PT. Rotary Gemilang
Indonesia, pada tahun 2018 sebesar Rp.[Link] pada tahun 2019 mengalami peningkatan
sebesar 82% lalu pada tahun 2020 kembali mengalami kenaikan 36,41% menjadi
Rp.[Link]. Menurunnya nilai laba atau naiknya kerugian perusahaan ini akan berdampak
terhadap kegiatan operasional perusahaan dan keberlangsungan hidup perusahaan. Dilihat dari
kestabilan pendapatannya yang mana untuk memperoleh laba perusahaan harus mampu
Tidak jauh berbeda dengan pendapat di atas, menurut Subramanyam (2012:185) definisi
1. Current Ratio
Current ratio atau rasio lancar merupakan ukuran yang paling umum digunakan untuk
current ratio perusahaan yang dihasilkan tergolong sehat dan tinggi yaitu dari tahun
2018 sampai tahun 2020 dapat dilihat bahwa nilai yang dihasilkan adalah melebihi
standarnya yaitu 2 kali atau 200%. Maka dapat dikatakan kemampuan PT. Rotary
2. Quick Ratio
Quick Ratio merupakan rasio uji cepat yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menunjukkan bahwa perusahaan sangat sehat karena angka pada rasio ini mencapai
ANALISIS RASIO
angka di atas 1 kali atau 100% bahkan pada tahun 2018 sampai tahun 2020 mencapai
angka di atas 2 atau 200%. Maka dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki
3. Cash Ratio
Rasio kas adalah perbandingan antara aktiva lancar yang benar-benar likuid (yaitu dana
kas) dengan kawajiban jangka pendek. Berdasarkan table dapat dilihat data dari seitap
tahun menunjukkan cash ratio yang mencapai angka standar yaitu 1 kali atau 100%.
Perusahaan dapat dikatakan sebagai kategori yang sehat jika dinilai dengan
menggunakan cash ratio, artinya uang kas yang tersedia pada tahun 2018-2020
kewajiban jangka pendek dengan menggunakan uang kas dapat dinilai baik.
Hal ini berarti semakin baik nilai likuiditas, maka diindikasikan kinerja keuangan
akan semakin meningkat. Tingkat likuiditas yang semakin tinggi dapat meningkatkan
kredibilitas perusahaan yang menimbulkan reaksi positif dari investor untuk memberikan
modalnya yang dapat digunakan perusahaan untuk investasi dalam upaya meningkatkan
kinerja keuangannya.
ANALISIS RASIO
Menurut Kasmir, 2017, 113; rasio leverage merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur sejauh mana aktiva perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya besarnya jumlah
utang yang digunakan perusahaan untuk membiayai kegiatan usahanya jika dibandingkan
mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Berdasarkan hasil
perhitungan PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2019 dan tahun 2020 masih
digolongkan sehat, hal ini dikarenakan angka yang dihasilkan pada rasio DAR ini
masih berada di bawah 35% yaitu 32.58% dan 29,34%, pada tahun 2019 rasio DAR
mengalami sedikit kelebihan rasio DAR yaitu 35,42%. Hal ini mengindikasikan
bahwa perusahaan tidak terlalu bergantung pada hutang untuk membiayai asset yang
dimilikinya.
ANALISIS RASIO
Total Debt to Total Equity Ratio (DER) adalah sebuah rasio keuangan yang
tahun 2018 sampai tahun 2020 PT. Rotary Gemilang Indonesia dapat digolongkan
tidak sehat, hal ini dikarenakan perusahaan menghasilkan angka DER yang berada di
atas nilai standar 90%. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan ekuitas perusahaan
dipenuhi dari hutang. Atau besaran dari hutang perusahaan melebihi modal sendiri
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam
memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio aktivitas ini melibatkan
perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada berbagai jenis aktiva.
Total perputaran aktiva atau total assets turnover merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur
berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap rupiah aktiva. Berdasarkan hasil
sangat kecil pada rasio ini, sehingga menunjukkan bahwa bahwa manajemen tidak
Kondisi perusahaan dapat dikatakan dalam keadaan yang baik bila berada pada
angka 2 kali.
Perputaran aktiva tetap atau fixed assets turnover merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar
perusahaan menghasilkan angka yang rendah yaitu pada tahun 2018 sebesar
160,69% pada tahun 2019 sebesar 180,51% dan tahun 2020 menurun menjadi
keadaan baik yaitu bila berada di angka lima kali. Artinya perusahaan tidak efektif
Menurut Kasmir, 2017, 196; rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai
NPM adalah tingkat keuntungan suatu perusahaan dari penjualan atau pendapatan
yang diperoleh. Berdasarkan hasil perhitungan dapat dilihat hasil rasio NPM pada
PT. Rotary Gemilang Indonesia pada tahun 2018 sebesar 13,14% lalu pada tahun
2019 meningkat menjadi 19,33% dan pada tahun 2020 angka rasio NPM 22,81%.
Perusahaan dikatakan baik pada tahun 2020 karena pada tahun 2018 dan 2019 angka
yang dihasilkan tidak berada pada angka standar yaitu 20%. Hal ini yang
perusahaan mengalami kerugian pada tahun ini. Angka yang dihasilkan pada rasio
NPM ini dapat diartikan bahwa perusahaan tidak memiliki kemampuan yang tinggi
dalam menghasilkan laba bersih pada tingkat penjualan tertentu. Hal ini dikarenakan
jika perusahaan mempu menghasilkan angka semakin tinggi maka semakin baik
kondisi perusahan.
ANALISIS RASIO
2. Return on Asset
dibandingkan dengan total asetnya. Berdasarkan perhitungan dapat dilihat hasil pada
tahun 2018 sampai tahun 2020 nilai ROA yang dihasilkan berada di atas standar
industry 5,98%. PT Rotary Gemilang Indonesia pada rasio ROA dapat dikatakan
baik. Maka dari angka yang dihasilkan, daapt disimpulkan bahwa perusahaan dapat
3. Return on Equity
Return on equity (ROE) adalah jumlah imbal hasil dari laba bersih terhadap ekuitas
bahwa rasio ROE pada PT. Rotary Gemilang Indonesia sangat baik karena pada
tahun 2018 sampai tahun 2020 hasilnya melebihi standar industri bagi perusahaan
kemampuan yang bagus dalam menghasilkan return atau tingkat pengembalian atas
Semakin tinggi rasio ini, maka semakin baik produktifitas asset dalam
memperoleh keuntungan bersih. Dengan kata lain, semakin besar ROA suatu
perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai dan semakin baik
pula posisi perusahaan dari segi penggunaan asset. Selain itu ROA dapat memberikan