Rencana Pemantauan Lingkungan Hotel Lombok
Rencana Pemantauan Lingkungan Hotel Lombok
BAB 3
RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
Pemantauan merupakan bagian yang amat penting dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dokumen
ANDAL tanpa diikuti oleh pemantauan tidak akan banyak berarti, tidak akan ada yang dapat mengetahui
apakah pendugaan dampak yang tercantum dalam dokumen ANDAL dapat berjalan sesuai yang
diharapkan. Pemantauan mengandung arti :
a. Pengukuran berdasarkan waktu atau suatu pengulangan pengukuran atau suatu pengukuran
yang berulang-ulang pada waktu tertentu
b. Pemantauan dampak lingkungan: pengulangan pengukuran pada komponen atau parameter
lingkungan untuk mengetahui adanya perubahan lingkungan karena adanya pengaruh dari luar,
yaitu aktivitas proyek
Manfaat pemantauan lingkungan yang dilakukan adalah menguji pendugaan dampak; untuk
mendapatkan efektivitas dari aktivitas atau teknologi yang digunakan untuk mengendalikan dampak
negatif; mendapatkan early warning sedini mungkin mengenai perubahan lingkungan; sebagai bukti-
bukti yang menunjang tuntutan ganti rugi atau komplain masyarakat.
Berdasarkan hasil prakiraan dampak penting, maka terdapat kegiatan yang memerlukan pemantauan
terhadap pengelolaan lingkungan yang direncanakan dan dilakukan sebagai berikut :
3-1
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
3-2
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Proses pandangan dan sikap positif masyarakat yang mendukung rencana pembangunan Prime
Park Hotel & Convention Lombok
Sumber dampak :
Kegiatan penyampaian informasi pada masyarakat
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan dialog/wawancara dengan masyarakat sekitar proyek yang terkena dampak langsung
maupun yang tidak terkena dampak langsung, tokoh masyarakat, aparat Kelurahan Monjok Barat,
serta Muspika Kecamatan Selaparang, kegiatan lain sekitar proyek dan instansi terkait untuk
melihat adanya masukan dan aspirasi masyarakat terkait dengan rencana pembangunan proyek.
Metode analisis dilakukan dengan analisa deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Lokasi Pantau :
Pada area tapak proyek, pada area permukiman masyarakat di wilayah Kelurahan Monjok Barat
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan 1 kali setiap dilakukan kegiatan penyampaian informasi berlangsung.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dibantu Aparat Kelurahan Monjok Barat
b. Instansi Pengawas
Leading Sektor : Aparat Kelurahan Monjok Barat
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Satpol PP
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-3
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
dengan cara penyebaran kuisioner atau wawancara secara mendalam. Metode analisis yang
digunakan adalah analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Lokasi Pantau :
Lokasi pemantauan pada manajerial kontraktor dan sub kontraktor, wilayah Kelurahan Monjok Barat
wilayah Kecamatan Selaparang.
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu kali selama masa rekruitmen tenaga kerja berlangsung sampai masa
konstruksi proyek berlangsung dan dievaluasi setiap 3 – 6 bulan sekali.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Kontraktor
b. Instasi Pengawas
Leading Sector : Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram dibantu Aparat Kelurahan
Monjok Barat
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-4
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Pada tapak lokasi proyek Pembangunan Prime Park Hotel & Convention Lombok dan pada ruas Jl.
Udayana yang menjadi akses menuju lokasi proyek dan permukiman penduduk yang mewakili
wilayah RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana
Kelurahan Monjok Barat sebagai kontrol
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu kali setiap 6 bulan sekali selama masa konstruksi
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Instansi Pengawas
Leading Sector : DLH Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Perhubungan Kota
Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-5
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
4. Penyiapan Lahan
a. Peningkatan Limpasan Air Permukaan
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang timbul :
Peningkatan limpasan air permukaan
Indikator/Parameter :
3-6
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Limpasan air hujan yang terjadi dan air limbah yang terbuang ke saluran dibandingkan kapasitas
saluran areal tapak proyek
Sumber Dampak :
Penyiapan lahan
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Pengamatan langsung di lapangan terhadap sistem saluran didalam dan diluar kawasan hotel,
wawancara dengan tokoh masyarakat di kawasan Kelurahan Monjok Barat. Metode analisis dilakukan
dengan analisa deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengevaluasi ketercukupan sistem saluran
di dalam kawasan dan di luar kawasan.
Lokasi Pantau :
Pada saluran didalam lokasi dan saluran pembuang di luar kawasan Prime Park Hotel & Convention
Lombok
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu bulan sekali selama pekerjaan penyiapan lahan berlangsung.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Instansi Pengawas
Leading sector : Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi pendukung : DLH Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
5. Pembangunan Pondasi
a. Peningkatan Kebisingan
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul :
Peningkatan kebisingan
Indikator / Parameter:
Tingkat kebisingan yang terjadi selama kegiatan pembangunan pondasi masih memenuhi persyaratan
dengan tingkat kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996
tentang Baku Tingkat Kebisingan yaitu 55 dBA
Sumber Dampak:
Pembangunan pondasi
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengukuran kebisingan saat konstruksi pondasi
berlangsung. Metode yang digunakan untuk menganalisa kebisingan pada penerima atau reseptor
kebisingan adalah sesuai dengan standar pengambilan sampel dengan peralatan sound level meter
3-7
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
dan dinilai hasilnya dengan membandingkan dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 48
Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.
Lokasi Pantau :
Pada titik titik pemancangan bor pile di tapak proyek Pembangunan Prime Park Hotel & Convention
Lombok dan permukiman wilayah RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT
02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat pada jarak 50 meter dari area pemancangan terluar.
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan kebisingan dilakukan satu kali setiap 3 bulan sekali selama kegiatan pembangunan
pondasi/konstruksi berlangsung.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Instansi Pengawas
Leading Sector : DLH Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram, Dinas Kesehatan
Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
b. Keretakan Bangunan
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak yang Timbul :
Keretakan bangunan
Indikator/Parameter:
Jenis dan banyaknya bangunan yang mengalami keretakan/kerusakan akibat pemancangan pondasi
Sumber Dampak :
Pembangunan pondasi
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Dilakukan pengamatan secara langsung di lapangan pada saat kegiatan pembangunan pondasi
berlangsung dan wawancara dengan kontraktor pondasi, dengan masyarakat di sekitar lokasi, pelaku
usaha/kegiatan lain disekitar proyek di wilayah RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan
RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat Metode analisis dampak dilakukan
secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Lokasi Pantau :
Pada tapak area pemancangan pile dan pada gedung/bangunan, pada bangunan bangunan disekitar
proyek pada jarak hingga 50 meter dari pemancangan terluar.
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu kali setiap pemancangan dilakukan dan pendokumentasian dilakukan
satu kali sebelum proses pemancangan, dan 1 kali sesudah pemancangan berlangsung.
3-8
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
c. Keresahan Masyarakat
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang timbul :
Keresahan masyarakat
Indikator/Parameter :
Ada tidaknya pengaduan masyarakat terhadap kegiatan pemancangan pondasi Pembangunan
Pembangunan Prime Park Hotel & Convention Lombok
Sumber Dampak :
Pembangunan pondasi
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan warga sekitar RT 03 dan RT 05
Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat ,
tamu hotel, maupun terhadap Muspika Selaparang, aparat Kelurahan Monjok Barat. Metode analisis
dilakukan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif
Lokasi Pantau :
Lokasi pantau dilakukan pada pada area/tapak pemancangan, dan bangunan milik warga di wilayah
RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan
Monjok Barat pada radius hingga 50 meter dari titik pancang terluar
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu bulan sekali selama pemasangan berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Kelurahan Monjok Barat, Muspika Selaparang
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
6. Pembangunan Basement
a. Gangguan Stabilitas tanah
Dampak Lingkungan yang Dipantau
3-9
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
3-10
3-11
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Sumber Dampak :
Pembangunan struktur atas gedung
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan terhadap kondisi kualitas udara di areal proyek
dan melakukan pengukuran (pengambilan sampel) kualitas udara di lapangan dengan metode :
- SO2 = Pararosalin
- CO = NDIR
- NOx = Saltzmant
- Pb = Flame Fotometer
- Debu = Gravimetri
- Kebisingan = Sound Level
Selanjutnya hasil pengujian dianalisis dengan membandingkan hasil pengukuran konsentrasi partikel
pencemar dengan ketentuan dalam Baku Mutu Kualitas Udara Ambient berdasar Peraturan
Pemerintah No. 41 Tahun 1999
Lokasi Pantau :
Pada tapak kerja konstruksi struktur atas proyek, area permukiman/kegiatan usaha yang mewakili RT
03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan
Monjok Barat dengan radius 50 meter dari area proyek
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan lingkungan dilakukan setiap 6 bulan sekali sampai konstruksi berakhir
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
3-12
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
b. Instansi Pengawas
Leading Sector : DLH Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
c. InstansiPenerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
c. Keresahan Masyarakat
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang timbul :
Keresahan masyarakat
Indikator/Parameter :
Ada tidaknya pengaduan masyarakat terhadap kegiatan pembangunan struktur atas gedung Prime
Park Hotel & Convention Lombok
Sumber Dampak :
Pembangunan struktur atas gedung
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara dengan warga sekitar RT 03 dan RT 05
Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat ,
Muspika Selaparang, dan aparat Kelurahan Monjok Barat. Metode analisis dilakukan melalui analisa
deskriptif kuantitatif dan kualitatif
Lokasi Pantau :
Lokasi pantau dilakukan pada pada area/tapak pemancangan, dan bangunan milik warga di wilayah
RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan
Monjok Barat pada radius hingga 50 meter dari titik pancang terluar
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu bulan sekali selama pemasangan berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Kelurahan Monjok Barat, Muspika Selaparang
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
8. Penataan Landscape
a. Peningkatan Kualitas Udara
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak yang Timbul :
Peningkatan Kualitas Udara
3-13
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Indikator/Parameter :
Kualitas udara di lokasi proyek berdasarkan parameter dan baku mutu berdasar Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 sebagai berikut:
Nilai Waktu
No Parameter Satuan
BM Pengukuran
1. Debu µg/Nm3 230* 1 Jam
2. NO2 µg/Nm3 400* 1 Jam
3. SO2 µg/Nm3 900* 1 Jam
4 CO g/m3 30.000* 2 Jam
Sumber Dampak :
Penataan Landscape
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan terhadap kondisi kualitas udara di areal proyek
dan melakukan pengukuran (pengambilan sampel) kualitas udara di lapangan. Analisis kondisi
kualitas udara dilakukan dengan metode sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun
1999:
- SO2 = Pararosalin
- CO = NDIR
- NOx = Saltzmant
- Pb = Flame Fotometer
- Debu = Gravimetri
- Kebisingan = Sound Level
Selanjutnya hasil pengujian dianalisis dengan membandingkan hasil pengukuran konsentrasi partikel
pencemar dengan ketentuan dalam Baku Mutu Kualitas Udara Ambient berdasar Peraturan
Pemerintah No. 41 Tahun 1999
Lokasi Pantau :
Pada area landscape pengembangan hotel
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan 1 kali saat kegiatan penataan landscape berlangsung dan selanjutnya setiap 6
bulan sekali selama pembangunan Prime Park Hotel & Convention Lombok
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Kontraktor
b. Instansi Pengawas
Leading Sector : Dinas Kebersihan Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-14
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
3-15
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Kualitas udara ambient di lokasi proyek berdasarkan parameter dan baku mutu berdasar Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No.41 Tahun 1999 sebagai berikut:
Nilai Waktu
No Parameter Satuan
BM Pengukuran
1. Debu µg/Nm3 230* 1 Jam
2. NO2 µg/Nm3 400* 1 Jam
3
3. SO2 µg/Nm 900* 1 Jam
4 CO g/m3 30.000* 2 Jam
Udara di dalam kamar/ruang harus memenuhi persyaratan sesuai Permenkes 80 Tahun 1990 adalah
sebagai berikut :
a) Tidak berbau (terutama untuk H2S dan amoniak ).
b) Tidak berdebu atau berasap / berasap (kadar debu kurang dari 0,26 mg / m 3).
c) Mempunyai suhu 18 – 28 derajat Celcius.
d) Mempunyai kelembaban 40 – 70 %.
e) Tidak terdapat kuman alpha streptococcous haemoliticus dan kuman pathogen.
f) Kadar gas beracun tidak melebihi nilai ambang batas.
Sumber Dampak:
Kegiatan operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan terhadap ada tidaknya penurunan kualitas udara
yang dihasilkan selama kegiatan operasional Prime Park Hotel & Convention Lombok berlangsung,
dilakukan pengukuran kualitas udara ambient dan ruang secara langsung di lapangan. Metode analisis
dilakukan dengan analisa deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan membandingkan hasil
pengukuran konsentrasi partikel pencemar udara dengan ketentuan dalam baku mutu kualitas udara
Lokasi Pantau :
Lokasi pemantauan lingkungan untuk komponen kualitas udara dilakukan pada area proyek dan
permukiman penduduk pada radius 50 meter dari lokasi hotel yang mewakili RT 03 dan RT 05
Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan kualitas udara dilakukan setiap 6 bulan sekali
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota Mataram,
Laboratorium yang terakreditasi KAN
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
b. Peningkatan Kebisingan
3-16
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Sumber Dampak:
Kegiatan Operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengukuran kebisingan pada tapak kegiatan
operasional Prime Park Hotel & Convention Lombok berlangsung. Metode yang digunakan untuk
menganalisa kebisingan pada penerima atau reseptor kebisingan adalah sesuai Keputusan Menteri
Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996, dimana dalam analisa laboratorium menggunakan peralatan
sound level meter.
Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan lingkungan untuk komponen kebisingan dilakukan pada area proyek, dan
permukiman penduduk pada radius 50 meter dari lokasi hotel yang mewakili RT 03 dan RT 05
Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat
Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Pemantauan kebisingan dilakukan setiap 3 bulan kali selama kegiatan operasional Prime Park Hotel &
Convention Lombok berlangsung.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota Mataram,
Laboratorium yang terakreditasi KAN
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota S Mataram
3-17
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
d. Dihasilkannya Limbah B3
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak yang Timbul :
Dihasilkannya limbah B3
Indikator/Parameter Yang Dipantau
Volume dan karakteristik limbah B3 yang dihasilkan
Sumber Dampak :
Kegiatan operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
3-18
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Dilakukan dengan cara melakukan pengamatan di lapangan secara langsung terhadap sumber
penghasil, volume dan jenis limbah B3 yang dihasilkan, pengamatan terhadap kinerja TPS LB3.
Metode analisis dilakukan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Lokasi pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada TPS LB3 Hotel & Convention
Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Pemantauan dilakukan setiap 1 bulan sekali selama masa operasional berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota Mataram
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
e. Dihasilkannya Sampah
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak penting yang Timbul :
Dihasilkannya sampah
Indikator/Parameter :
Volume timbulan sampah yang dihasilkan dan jenis sampah yang dihasilkan dari kegiatan operasional
hotel
Sumber Dampak :
Kegiatan operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terhadap sumber penghasil sampah setiap
unit kamar hotel, sarana sampah yang tersedia dan sistem penanganan sampah dari pewadahan
sampai keluar lokasi gedung. Metode analisis dilakukan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan
kualitatif.
Lokasi Pantau :
Pada area sumber timbulan sampah, area TPS sampah sejenis smpah RT yang menjadi satu dengan
TPS kawasan
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu kali setiap bulan selama operasional Hotel & Convention berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Pengelola
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Kebersihan Kota Mataram
3-19
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Mataram
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-20
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
b. Kerusakan Jalan
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul :
Kerusakan jalan
Indikator/Parameter :
Tidak adanya kerusakan jalan yang terjadi atau presentase luas permukaan jalan yang rusak terhadap
keseluruhan bagian jalan yang ditinjau dengan nilai Np sebagai berikut
Nilai Np = 2 jika kerusakan 0% - 5% : sedikit sekali
3-21
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
3-22
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Pada wilayah ruas Jl. Udayana dan area penempatan material di dalam proyek
Waktu dan Frekuensi :
Satu kali setiap kali dilakukan kegiatan mobilisasi peralatan dan material dan secara periodik setiap 1
bulan sekali
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Kebersihan Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-23
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
c. Gangguan Kamtibmas
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul :
Gangguan kamtibmas
Indikator/Parameter :
Jumlah dan jenis gangguan keamanan/kriminalitas yang terjadi selama proyek berlangsung
Sumber Dampak :
Pembangunan dan pengoperasian direksi keet
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
3-24
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Melakukan pengamatan di areal kerja proyek base camp dan wawancara dengan masyarakat dan
pembina wilayah di wilayah RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02
Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat, dan Muspika Selaparang, tamu hotel, dan pengelola
kegiatan usaha di sekitar proyek. Metode analisis dilakukan dengan analisa deskriptif kualitatif dan
kuantitatif
Lokasi Pantau:
Lokasi direksi keet pembangunan Prime Park Hotel & Convention Lombok dan wilayah RT 03 dan RT
05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat
yang berbatasan langsung dengan proyek.
Waktu dan Frekuensi:
Pemantauan area direksi keet dilakukan satu bulan sekali selama kegiatan proyek berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Kontraktor
b. Instansi Pengawas
Leading Sector : Aparat Kelurahan Monjok Barat, Muspika Selaparang
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-25
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
b. Instansi Pengawas
Leading sector : Dinas Kesehatan Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota
Mataram
3. Penyiapan Lahan
a. Peningkatan Kebisingan
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul :
Peningkatan kebisingan
Indikator / Parameter:
Tingkat kebisingan yang terjadi selama kegiatan Penyiapan Lahan dibandingkan dengan tingkat
kebisingan berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 48 Tahun 1996 tentang Baku
Tingkat Kebisingan untuk permukiman maksimal 55 dBA.
Sumber Dampak:
Penyiapan Lahan
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengukuran kebisingan saat penyiapan lahan
berlangsung. Metode yang digunakan untuk menganalisa kebisingan pada penerima atau reseptor
kebisingan adalah sesuai dengan standar pengambilan sampel dengan peralatan sound level meter
dan dinilai hasilnya dengan membandingkan dengan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 48
Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan.
Lokasi Pantau :
Pada tapak lokasi proyek pembangunan Prime Park Hotel & Convention Lombok dan pemukiman
penduduk RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana
Kelurahan Monjok Barat
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan kebisingan dilakukan satu kali selama kegiatan penyiapan lahan berlangsung.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Laboratorium Terakreditasi KAN
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
4. Pembangunan Pondasi
3-26
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
a. Peningkatan Lumpur
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul
Peningkatan lumpur
Indikator / Parameter:
Volume dan penanganan terhadap lumpur yang dihasilkan dari kegiatan pembangunan pondasi
Sumber Dampak:
Pembangunan pondasi
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan dan wawancara dengan kontraktor saat
penanganan lumpur/tanah di areal pemancangan. Metode analisis dilakukan dengan analisa deskriptif
kualitatif dan kuantitatif.
Lokasi Pantau :
Pada area pembangunan basement, pada areal penempatan lumpur/tanah serta jalan yang dilalui
hingga radius 100 meter
Waktu dan Frekuensi :
Dilakukan satu kali setiap hari selama proses pemancangan berlangsung dan secara periodik 1 bulan
sekali
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Lurah Monjok Barat dan Muspika Selaparang
c. Penerima Laporan: Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-27
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan dan wawancara dengan kontraktor, terhadap
metode pelaksanaan pembangunan pondasi. Dari hasil pengamatan maka dilakukan analisis dengan
metode analisa deskriptif kualitatif kuantitatif.
Lokasi Pantau :
Lokasi pantau dilakukan pada pada area/tapak pemancangan, dan bangunan milik warga di wilayah
RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan
Monjok Barat pada radius hingga 50 meter dari titik pancang terluar
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan setiap satu kali setiap bulan selama kegiatan pemancangan berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Lurah Monjok Barat dan
Muspika Selaparang
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
c. Potensi Getaran
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul :
Potensi Getaran
Indikator / Parameter:
Frekuensi getaran yang timbul akibat dari pembangunan pondasi dibandingkan Baku Tingkat Getaran
berdasarkan KepMen LH No. 49 tahun 1996 sebagai berikut:
Keterangan:
Kategori A : Tidak menimbulkan kerusakan
Kategori B : Kemungkinan keretakan plesteran (retak/terlepas plesteran pada dinding pemikul
beban (pada kasus khusus)
Kategori C : Kemungkinan rusak komponen struktur dinding pemikul beban
Kategori D : Rusak dinding pemikul beban
3-28
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Serta kecepatan getaran yang terjadi dan dampak yang dihasilkan atas kecepatan getaran yang
terjadi.
Sumber Dampak:
Pembangunan pondasi
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan di lapangan terhadap keberadaan kondisi bangunan sekitar proyek dan telaah
ada tidaknya getaran yang diakibatkan dari kegiatan pembangunan pondasi. Metode analisis
dilakukan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan getaran yang
diprakirakan terjadi dengan Baku Tingkat Getaran berdasarkan KepMen LH No. 49 tahun 1996
Lokasi Pantau :
Lokasi pemantauan lingkungan dilakukan pada areal pembangunan pondasi serta permukiman
penduduk pada radius 50 meter di wilayah RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT
01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat, dari pemancangan terluar.
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan 1 bulan sekali selama pemancangan tiang pancang berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Kelurahan Monjok Barat dan Muspika Selaparang
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
5. Pembangunan Basement
a. Peningkatan lumpur/galian tanah
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul :
Peningkatan lumpur/galian tanah
Indikator/Parameter :
Jumlah volume galian tanah yang dihasilkan dari kegiatan pembangunan basement
Sumber Dampak :
Pembangunan basement
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan secara langsung di lapangan dan wawancara dengan kontraktor terhadap
jumlah dan penanganan lumpur/tanah diareal penggalian basement dan penempatan lumpur/galian
tanah yang dihasilkan dari galian basement. Metode analisis dilakukan dengan analisa deskriptif
kualitatif dan kuantitatif
3-29
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Lokasi Pantau :
Lokasi pemantauan lingkungan dilakukan pada area penggalian basement, pada areal penempatan
lumpur/tanah dari galian basement
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan 1 bulan sekali selama masa kegiatan pembangunan basement berlangsung.
Institusi Pemantaun Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Penerima Laporan: Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
3-30
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
b. Potensi Kebakaran
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang Timbul:
Potensi kebakaran
Indikator/Parameter:
Frekuensi kebakaran dan penyebab kebakaran di area lokasi proyek saat kegiatan konstruksi
berlangsung
Sumber Dampak:
Pembangunan struktur atas gedung
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan lapangan terhadap peralatan kebakaran untuk
sistem keamanan proyek, melakukan wawancara dengan pekerja dan kontraktor pelaksana proyek
Lokasi Pantau:
Pada area pembangunan struktur atas dan pada area penempatan sarana pemadam kebakaran untuk
kebutuhan proyek
Waktu dan Frekuensi:
Pemantauan dilakukan setiap 1 bulan sekali selama kegiatan pembangunan struktur atas gedung
berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram.
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
c. Gangguan K3
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak Penting yang timbul :
Gangguan K3
Indikator/Parameter :
Jumlah dan jenis kecelakaan kerja yang terjadi selama proyek berlangsung
Sumber Dampak :
Pembangunan Struktur Atas Gedung
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
3-31
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Dilakukan dialog/ wawancara dengan kontraktor, tenaga kerja proyek secara langsung dan dilakukan
pengamatan di lapangan secara langsung pada saat jam kerja, terutama pada saat kegiatan
pembangunan struktur atas berlangsung. Metode analisis dampak dilakukan secara deskriptif
kualitatif kuantitatif.
Lokasi Pantau :
Pada tenaga kerja proyek dan manajerial K3 proyek
Waktu dan Frekuensi :
Satu kali setiap bulan selama kegiatan pembangunan struktur atas gedung berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Instansi Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Kontraktor
b. Instansi Pengawas
Leading Sektor : Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram
c. Instansi Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
d. Dihasilkannya Limbah B3
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis Dampak yang Timbul :
Dihasilkannya limbah B3
Indikator/Parameter :
Volume dan karakteristik limbah B3 yang dihasilkan proyek
Sumber Dampak :
Pembangunan Struktur Atas Gedung
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Dilakukan dengan cara melakukan pengamatan di lapangan secara langsung terhadap sumber, jumlah
dan jenis limbah B3 yang dihasilkan kegiatan proyek. Metode analisis dilakukan melalui analisa
deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Lokasi Pantau :
Lokasi pemantauan dilakukan pada tapak proyek dan area penyimpanan sementara limbah B3
kegiatan proyek
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan setiap 1 bulan sekali.
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan Kontraktor
a. Pengawas
Leading Sector : DLH Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram
3-32
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Arah aliran saluran drainase menuju ke luar kawasan tidak bercampur dengan air limbah dan
kecukupan daya tampung saluran drainase
Sumber Dampak :
Pembangunan fasilitas penunjang
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Dilakukan pengamatan secara langsung di lapangan, wawancara dengan masyarakat sekitar proyek,
dan kontraktor pelaksana terhadap letak sistem pengendalian genangan di dalam kawasan Prime Park
Hotel & Convention Lombok. Metode analisis dilakukan melalui analisa deskriptif kuantitatif dan
kualitatif.
Lokasi Pantau :
Pada seluruh jaringan sistem drainase di dalam kawasan proyek, kolam tampung/long storage dan
saluran saluran penghubung menuju saluran sekunder di luar kawasan.
Waktu dan Frekuensi :
Pemantauan dilakukan satu kali pada masa kegiatan pembangunan fasilitas penunjang dan secara
periodik dilakukan pemantauan setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui efektivitas sistem drainase
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
3-33
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Sumber Dampak:
Demobilisasi Perlatan dan Material
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data:
Dilakukan pengamatan langsung di lapangan dan pendataan truk yang keluar masuk proyek pada
periode tertentu. Metode analisis dilakukan dengan analisa deskriptif kualitatif dan kuantitatif
Lokasi Pantau:
Lokasi pemantauan lingkungan adalah pada pintu keluar masuk proyek
Waktu dan Frekuensi:
Pemantauan dilakukan 1 minggu sekali selama demobilisasi perlatan dan material proyek
berlangsung.
Insitusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk dan kontraktor
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Perhubungan Kota Mataram
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Polsek Selaparang
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
Sumber Dampak :
Kegiatan operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
3-34
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan pengamatan di lapangan terhadap
proses pengolahan air limbah dan pengukuran kualitas effluent air limbah yang dihasilkan oleh
STP/IPAL, maupun petugas ME Hotel Analisis hasil dilakukan dengan membandingkan dengan baku
mutu air limbah domestik berdasarkan Permenlhk No 68 Tahun 2016
Lokasi Pemantauan :
Lokasi pemantauan dilakukan pada outlet IPAL, dan badan air penerima
Waktu dan Frekuensi Pemantauan:
Pemantauan dilakukan setiap 1 bulan sekali
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota Mataram,
Laboratorium terakreditasi KAN
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
3-35
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
3-36
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Kondisi kamtibmas /keamanan lingkungan sekitar lokasi operasional khususnya warga pada wilayah
RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan
Monjok Barat
Sumber Dampak :
Kegiatan Operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Melakukan pengamatan di areal operasional dan wawancara dengan masyarakat sekitar yang terkena
dampak langsung maupun yang tidak terkena dampak langsung dan tokoh masyarakat di wilayah
khususnya RT 03 dan RT 05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan
Udayana Kelurahan Monjok Barat, serta Muspika Selaparang. Metode analisis dilakukan melalui
analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Lokasi Pantau:
pada masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi proyek yaitu masyarakat di wilayah RT 03 dan RT
05 Lingkungan Karang Kelok Baru dan RT 01 dan RT 02 Lingkungan Udayana Kelurahan Monjok Barat
Waktu dan Frekuensi:
Pemantauan gangguan kamtibmas dilakukan satu kali setiap hari selama kegiatan operasional
berlangsung dan secara perodik setiap 1 bulan sekali
Insitusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Aparat Kelurahan Monjok Barat dan Muspika Selaparang
Instansi Pendukung : Muspika Kecamatan Selaparang, DLH Kota Mataram
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, DLH Kota Mataram
e. Potensi Kebakaran
Dampak Lingkungan yang Dipantau
Jenis dampak penting yang dipantau
Potensi kebakaran
Indikator/Parameter Yang Dipantau
Jumlah kejadian kebakaran yang terjadi dalam 1 tahun terakhir
Sumber Dampak:
Kegiatan operasional Hotel & Convention
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan lapangan terhadap peralatan pemadam kebakaran
yang terpasang serta melakukan wawancara dengan petugas lapangan (bagian engineering Prime
3-37
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Park Hotel & Convention Lombok). Metode analisis dilakukan dengan analisa deskriptif kualitatif dan
kuantitatif
Lokasi Pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada lokasi penempatan peralatan pemadam kebakaran (APAR, IHB,
OHB), panel listrik, pompa, area genset dan area penempatan bahan bakar
Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Pemantauan dilakukan setiap 1 bulan sekali selama operasional hotel berlangsung
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota Kota
Mataram
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Kota Mataram
3-38
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
3-39
DOKUMEN RKL RPL
RENCANA PEMBANGUNAN PRIME PARK HOTEL & CONVENTION LOMBOK
PT. PP PROPERTI TBK
Instansi Pendukung : DLH Kota Mataram, Dinas PU Kota Mataram, Dinas Tenaga Kerja Kota
Mataram, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota Mataram,
Laboratorium Terakreditasi KAN
c. Penerima Laporan : Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
b. Dihasilkannya limbah b3
Jenis Dampak yang Timbul :
Dihasilkannya limbah B3
Indikator/Parameter Yang Dipantau
Volume dan karakteristik limbah B3 yang dihasilkan
Sumber Dampak :
Pemeliharaan bangunan dan lingkungan
Bentuk Pemantauan Lingkungan Hidup
Metode Pengumpulan dan Analisis Data :
Dilakukan dengan cara melakukan pengamatan di lapangan secara langsung terhadap sumber
penghasil, volume dan jenis limbah B3 yang dihasilkan dari kegiatan pemeliharaan bangunan dan
lingkungan, pengamatan terhadap kinerja TPS LB3. Metode analisis dilakukan melalui analisa
deskriptif kuantitatif dan kualitatif.
Lokasi pemantauan
Lokasi pemantauan dilakukan pada TPS LB3
Waktu dan Frekuensi Pemantauan
Pemantauan dilakukan setiap 3 bulan sekali
Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
a. Pelaksana : PT. PP Properti Tbk
b. Pengawas
Leading Sector : Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
Instansi Pendukung : Dinas Kesehatan Kota Mataram, Dinas Pariwisata Kota
Mataram
c. Penerima Laporan: Walikota Mataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram
3-40