NAMA : SRI ERTINA BR BARUS
NPM : 20140012
MATKUL : AKUNTANSI PERBANKAN
AKUNTANSI KLIRING
1.1 Latar belakang
Dewasa ini, peradapan manusia mengalami kemajuan dalam berbagai bidang,
khususnya informasi dan teknologi. Kemajuan ini membuka sebuah wacana baru yang
mendapatkan perhatian luas dari warga dunia, ada pro dan juga kontra [Link]
kemajuan informasi dan teknologo, membangkitkan kemajuan di bidang lain, contohnya
perdagamngan antar [Link], kemajuan dalam bidang perdagangan tersebut membuat
kebutuhan manusia meningkat, yang kecepatannya lebih cepat dari waktu yang tersedia.
Point penting yang harus diperhatikan adalah kebutuhan kebutuhan yang semakin cepat dan
meningkat. Tidak dapat dihindari bahwa pada dewasa ini, kegiatan manusia tidak hanya
terpaku dalam satu jenis saja, seorang manusia saja dapat melakukan beberapa hal sekaligus.
Dalam bidang perdagangan, permasalahan transaksi keuangan menjadi permasalahan
yang cukup krusial dan mendasar. Apabila jika pihak yang dilibatkan memiliki lokasi yang
jauh. Namun, saat kita tidak perlu bersusah payah untuk menagih atau membayar. Telah
tersedia transaksi yang mudah yang disediakan oleh bank bank umum yang dapat
memfasilitasi transaksi antar bank, fasilitas tersebut disebut kliring.
1.2 Pengertian Kliring
Ada beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian kliring, diantaranya yaitu:
Menurut Bahasa Indonesia, kata kliring berasal dari bahasa Inggris to clear (clearing) yang
berarti membersihkan hutang-piutang antar bank yang terjadi pada hari itu juga. Jadi kliring
adalah tatacara hutang-piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat surat berharga
antara bank bank peserta kliring dengan maksud agar perhitungan hutang piutang itu
terselengara secara mudah, cepat dan aman.
Menurut Ir. Ade Arthesa (2006:97) Kliring adalah sarana perhitungan warkat antar
bank yang dilaksanakan oleh bank Indonesia (BI) dengan tujuan memperluas dan
memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
Menururt Dr. Taswan,SE,[Link] kliring adalah sarana atau cara perhitungan hutang piutang
dalam bentuk surat surat berharga atau surat dagang dari suatu bank peserta yang
diselenggarakan oleh Bank Indonesia atau pihak lain yang ditunjuk.
1.3 Tujuan dan Manfaat SKNBI
1. Bagi Bank Indonesia
a. Efisiensi waktu dan biaya, khususnya dalam hal operasional kliring dengan
ditiadakannya fisik warkat kredit maintenance aplikasi kliring dengan
digunakannya sistem yang terintegrasi diseluruh wilayah kliring.
b. Tersediannya jangkauan transfer antar bank melalui kliring yang lebih luas
dengan diakomodirnya kliring antar wilayah untuk transfer kredit.
c. memenuhi prinsip manajemen resiko dalam penyelenggaraan kliring yang
bersifat multilateral netting sesuai dengan core principles yang dikeluarkan
oleh bank for internasional settlement
2. Bagi Bank
Efisiensi bagi operasional bank dalam pencetakan dan proses administrasi
warkat kredit
semakin luasnya jangkauan layanan bank kepada nasabah
3. Bagi masyarakat
a. Mendapatkan pelayanan dengan cepat, rasa aman dalam bertransaksi dan
biaya relatif murah
1.4. Waktu Kliring
Kliring diselenggarakan setiap hari kerja sepanjang kantor penyelenggaraan dibuka
untuk umum. Pertemuan kliring diadakan dua kali sehari dan jadwal nya ditetapkan oleh
penyelenggara. Jika salah satu peserta kliring karena suatu hal tidak dapat ikut serta dalam
kliring, peserta kliring tersebut diwajibkan untuk mengajukan permohonsn pada
penyelenggara kliring sepuluh hari sebelumnya.
1.5 Jenis-jenis Kliring
1. Kliring umum, yaitu sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang pelaksanaan
nya diatur Bank Indonesia.
2. Kliring lokal, yaitu sarana perhitungan warkat antar bank yang berada dalam suatu
wilayah kliring (telah ditentukan)
3. Kliring antar cabanh ( interbanch clearing) yaitu sarana perhitungan warkat antar
kantor cabang sutu bank peserta yang biasanya berada dalam suatu wilayah kota.
Kliring ini dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh perhitungan dari suatu
kantor cabang untuk kantor cabang lainnya yang bersangkutan pada kantor induk
yang bersangkutan.
1.6. Warkat Kliring
Yang dimaksud dengan warkat kliring adalah lalu lintas pembayaran giral yang
diperhitunglkan dalam kliring. Warkat kliring terdiri dari cek biliyet giro, surat bukti
penerimaan transfer dari luar kota, wesel bank untuk transfer kredit dan nota debet.
Semuanya dinyatakan dalam mata uang rupiah dan nilai nominal penuh. warkat-warkat yang
dikliringkan tidak selamanya tertagih bahkan setiap kali transaksi kliring terdapat beberapa
warkat yang ditolak pembayarannya.
1. Cek, adalah surat atau dokumen yang berisis perintah tanpa syarat dari nasabah
kepada bank penyimpanan dana untuk membayar suatsaat dibawa atau ditunjukkan
kepada bank
bukuan sejumlah dana ke rekening yang bersangkutan.
2. Nota Debet, adalah warkat yang digunakan untuk menagih dana pada bank lain untuk
utang bank atau nasabah nbank yang menyampaikan warkat tersebut
3. Nota kredit, adalah warkat yang digunalkan untuk menyampaikandana pada bank lain
untuk bank atau nasabah bank yang menerima warkat tersebut.
Alasan penolakan kliring terutama cek dari biliet giro pada saat peneriman warkat
warkat kliring disebabkan
1. asal cek bukan dari bank yang bersangkutan
2. Tanggal cek belum jatuh tempo
3. Materai tidak ada atau tidak cukup
4. jumlah yang tertulis diangka dan dihuruf berbeda
5. tanda tangan tidak sma atau tidak lengkap
6. cek sudah kadaluarsa
7. dibatalkan penarik
1.7. Peserta Kliring
1. Peserta kliring langsung
Peserta langsung adalah peserta yang turut serta dalam pelaksanaan kliring secara
langsung dengan menggunakan identitas sendiri.
2. Peserta tidak langsung
Peserta tidak langsung adalah peserta yang turut dalam pelaksanaan kliring melalui
dan menggunakan identitas peserta langsung yang menjadi induknya yang merupakan
bank yang sama.
1.8 Mekanisme Klirig
Dalam Gambar mekanisme diatas dapat dijelaskan Bhwa rino adalah nasabah bank A, dan
Jaka adalah nasabah pada bank B.
Jaka memiliki transaksi kepada Rino oleh sebab itu Jaka menerbitkan sebuah cek kepada
Rino,karena Bank jaka dan rino berbeda maka Bank A meminta dicairkan kepada BI disinilah
proses kliring terjadi,Kemudian BI meminta surat surat dan persetujuan dari Bank B untuk
mencairkan cek tersebut, setelah disetujui oleh Bank B , maka secara otomatis sald Jaka akan
berkurang dan bertambah pada Saldo bank Rino,