0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan6 halaman

Aspek Esensial Pembelajaran IPS Anak Berbakat

Teks tersebut membahas aspek-aspek penting dalam pembelajaran ilmu sosial bagi anak berbakat, yang mencakup karakteristik anak berbakat, peran guru sebagai fasilitator, serta saran untuk pembelajaran ilmu sosial yang efektif. Prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran anak berbakat juga dijelaskan, seperti berpusat pada siswa, belajar dengan melakukan, serta mengembangkan kreat

Diunggah oleh

Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
76 tayangan6 halaman

Aspek Esensial Pembelajaran IPS Anak Berbakat

Teks tersebut membahas aspek-aspek penting dalam pembelajaran ilmu sosial bagi anak berbakat, yang mencakup karakteristik anak berbakat, peran guru sebagai fasilitator, serta saran untuk pembelajaran ilmu sosial yang efektif. Prinsip-prinsip pengembangan pembelajaran anak berbakat juga dijelaskan, seperti berpusat pada siswa, belajar dengan melakukan, serta mengembangkan kreat

Diunggah oleh

Dewi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

Aspek Esensial Pembelajaran Ilmu Sosial bagi Anak Berbakat


1. Konsep Pembelajaran Ilmu Sosial
Pembelajaran atau pengajaran Ilmu Sosial merupakan kegiatan guru menciptakan
situasi agar siswa belajar. Pendidikan IPS mempunyai arti bahwa merupakan seleksi dan
rekonstruksi dari disiplin ilmu pendidikan dan disiplin ilmu sosial, humaniora, yang
diorganisir dan disajikan secara psikologis dan ilmiah untuk tujuan pendidikan
(Somantri.2001:191). Melalui proses belajar tersebut terjadi perubahan, perkembangan,
kemajuan, baik dalam aspek fisik-motorik, intelek, sosial-emosi maupun sikap dan nilai.
Makin besar atau tinggi perubahan-perkembangan itu dicapai siswa, makin baik pula
proses belajar.
Ilmu pengetahuan sosial (IPS) memberi banyak kemungkinan pengayaan bagi
siswa berbakat. IPS lebih dari subyek lainnya, memberi siswa berbakat kesempatan untuk
menangani dunia nyata, masalah yang berakar dimasa lalu, dapat di tetapkan langsung
pada masa kini, dan mengandung implikasi untuk masa depan.
a. Karakteristik Anak Berbakat dalam Ilmu Sosial
1) Konseptual lebih maju untuk umurnya
2) Memiliki gudang pengetahuan yang lebih maju atau sangat spesifik
3) Menyukai tugas yang sulit atau majemuk
4) Menentu standar yang tinggi untuk proyek mandiri
5) Menceritakan atau menulis cerita intuitif
6) Melihat hubungan yang tidak dilihat orang lain
7) Menyerap Pengetahuan Dengan Mudah Dan Cepat
8) Oleh teman kelas di lihat sebagai sumber pengetahuan dan gagasan baru.
9) Oleh teman kelas di lihat sebagai pengelola kelompok.
b. Guru sebagai fasilitator dalam Ilmu Sosial
Sebagi fasilitator, guru hendaknya mendorong belajar mandiri sebanyak
mungkin. Menurut Gold (1982) bagi guru anak berbakat dalam ips penting untuk
memiliki kemampuan menangani masalah atau materi yang sensitif dan
kontroversial.
c. Saran untuk Pembelajaran Ilmu Sosial
Gold ( 1972 ) mendapat tema dasar untuk IPS sebagai berikut :
1) Menggunakan sumber daya alam secara bijak
2) Memahami dan mengakui saling ketergantungan global
3) Mengakui harkat dan martabat individu
4) Menggunakan kecerdasan untuk memperbaiki kehidupan manusia
5) Menggunakan kesempatan pendidikan secara demokrasi dan intelegen
6) Meningkatkan keaktifan keluarga sebagai lembaga sosial dasar
7) Mengembangkan nilai moral dan spiritual secara efektif
8) Membagi kekuasaan secara intelegen dan bertanggung jawab untuk
mencapai keadilan
9) Bekerja sama untuk mencapai kedamain dan kesejahtraan.
10) Mencapai keseimbangan antara stabilitas dan perubahan sosial.
2. Pendekatan Pembelajaran llmu Sosial
Pembelajaran juga berarti meningkatkan kemampuan-kemampuan
kognitif, afektif, dan keterampilan siswa. Kemampuan-kemampuan tersebut
diperkembangkan bersama dengan pemerolehan pengalaman-pengalaman belajar
sesuatu. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:161-170) mengatakan bahwa
pembelajaran itu dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
a. Pembelajaran Secara Individual
Merupakan kegiatan mengajar guru menitikberatkan pada bantuan dan
bimbingan belajar kepada masing-masing individu. Guru berperan sebagai
fasilitator, pembimbing, pendiagnosis kesukaran belajar, dan rekan diskusi.
b. Pembelajaran Secara Kelompok
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, guru membentuk kelompok kecil
yang terdiri dari 3-4 orang. Pada pembelajaran kelompok, orientasi dan
tekanan utama pelaksanaannya untuk meningkatkan kemampuan kerjasama
dan belajar kepemimpinan dan keterpimpinan.
c. Pembelajaran Secara Klasikal
Merupakan kemampuan guru yang utama, kegiatan mengajar yang
efisien,secara ekonomis, pembiayaan kelas yang lebih murah karena
dilakukan dan dilaksanakan dalam pembelajaran kelas. Pembelajaran kelas
dapat dilakukan dengan tindakan : (1) penciptaan tertib belajar di kelas, (2)
penciptaan suasana senang dalam belajar,(3) pemusatan perhatian pada bahan
ajar, (4) mengikutsertakan siswa belajar aktif, (5) pengorganisasian belajar
sesuai dengan kondisi siswa.
3. Strategi Pembelajaran Ilmu Sosial dan Kemampuan Kreativitas Anak
Berbakat
Kreativitas diartikan sebagai penemuan atau penciptaan suatu ide yang
baru atau ide yang belum pernah ada sebelumnya. “Kreativitas diartikan pula
semua usaha produktif yang unik dari individu”. Maka dalam dunia pendidikan
kreativitas merupakan hal yang sangat penting dalam memahami suatu pelajaran
atau memaknai dari semua kegiatan yang akan dilakukan. Keberhasilan
kreativitas menurut Amabile (Munandar, 2004: 77) adalah persimpangan
(intersection) antara keterampilan anak dalam bidang tertentu (domain skills),
keterampilan berpikir dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsik. Persimpangan
kreativitas tersebut - yang disebut dengan teori persimpangan kreativitas
(creativity intersection).
Kemampuan menilai sesuatu dari berbagai sudut yang berbeda terhadap
suatu objek atau situasi, hal ini mencerminkan kreativitas. Ciri-ciri kreativitas
yang berhubungan dengan kemampuan berfikir seseorang, dengan kemampuan
berfikir kreatif seperti kelancaran, fleksibilitas, orisinalitas, elaborasi. Ciri-ciri lain
yang berkaitan dengan afektif seperti sikap, perasaan, motivasi, rasa ingin tahu,
tertarik terhadap tugas, berani mengambil resiko, tidak mudah putus asa,
menghargai dan rasa humor. Adapun beberapa faktor pendorong yang dapat
meningkatkan kreativitas, yaitu: (1) waktu, (2) kesempatan menyendiri, (3)
dorongan, (4) sarana, (5) lingkungan yang merangsang, (6) hubungan anak-
orangtua yang tidak posesif, (7) cara mendidik anak, (8) kesempatan untuk
memperoleh pengetahuan. Selain itu beberapa strategi-strategi pembelajaran IPS
baik individual atau Group learning, yang dapat digunakan untuk
mengembangkan kretifitas siswa yaitu:
a. Strategy Exposition, bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam
bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut.
Misalkan untuk mencapai kompetensi agar siswa mampu
menyebutkan hari dan tanggal kemerdekaan Indonesia, maka strategi
exposition akan lebih tepat, karena materi yang harus dikuasai adalah
materi yang jadi dan pasti.
b. Strategy Discovery, bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh
siswa melalui berbagai aktivitas. Manakala kompetensi yang
diharapkan agar siswa mampu mendeskripsikan peristiwa yang
melatarbelakangi munculnya proklamasi kemerdekaan, maka strategy
discovery yang cocok karena untuk mencapai kemampuan tersebut
diperlukan upaya siswa untuk menyerap berbagai informasi.

B. Prinsip Pengembangan Pembelajaran Anak Berbakat


Dalam mengajar seorang guru dihadapkan kepada keragaman karakteristik,
kemampuan dan dinamika perkembangan siswa. Secara psikologik, tidak ada dua
individu siswa yang tepat sama, yang ada adalah keragaman. Oleh karena itu, mengajar
itu adalah ilmu dan segaligus seni. Ada ilmu mengajar, tetapi itu saja belum cukup,
diperlukan juga seni mengajar. Seni mengajar merupakan kreativitas guru menemukan
pendekatan atau modal mengajar yang memungkinkan setiap siswa atau mahasiswa
mengembangkan potensi, kecakapan dan karakteristiknya secara optimal (Sukmadinata,
2004:150-151). Sesuai dengan konsep pembelajaran diatas, ada sejumlah prinsip yang
harus diperhatikan serta dilakukan pada anak, agar dapat berkembang sesuai dengan
minat, bakat dan kemampuannya, diantaranya :
1. Berpusat Kepada Siswa
Prinsip ini mengandung makna, bahwa dalam proses pembelajaran siswa
menempati posisi sentral sebagai subjek belajar. Keberhasilan proses pembelajaran
tidak diukur dari sejauh mana materi pelajaran telah disampaikan guru akan tetapi
sejauh mana siswa telah beraktivitas mencari dan menemukan materi pelajaran
sendiri. Inilah makna pembelajaran yang menekankan kepada proses (process
oriented).
2. Belajar Dengan Melakukan
Prinsip ini mengandung makna, bahwa belajar bukan hanya sekadar mendengarkan,
mencatat sambil duduk dibangku, akan tetapi belajar adalah proses beraktivitas,
belajar adalah berbuat (learning by doing).
3. Mengembangkan Keingintahuan, Imajinasi, dan Fitrah
Proses pembelajaran yang dimulai dan didorong oleh rasa ingin tahu, akan lebih
bermakna dan bertenaga, dibandingkan dengan proses pembelajaran yang berangkat
dari keterpaksaan.
4. Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
Pembelajaran adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah. Sekecil apa pun
kehidupan manusia tidak akan terlepas permasalahan yang harus diselesaikan. Oleh
sebab itu, pengetahuan yang diperoleh mestinya dapat dijadikan sebagai alat untuk
mengembangkan kemampuan memecahkan masalah.
5. Mengembangkan dan Mendorong Kreativitas Siswa
Membentuk manusia yang kreatif dan inovatif merupakan salah satu tujuan
pendidikan. Selama ini kurikulum yang berlaku dianggap kurang mengembangkan
aspek kreativitas siswa. Kurikulum cenderung hanya mengembangkan kemampuan
sisi akademik, melalui proses pembelajaran yang mendorong agar siswa menguasai
pengetahuan yang diajarkan.
6. Mengembangkan Kemampuan Menggunakan Ilmu dan Teknologi
Dalam kehidupan globalisasi sekarang ini teknologi sudah menjadi bagian yang
tidak terpisahkan dalam kehidupan [Link] karena itu, pendidikan dituntut
untuk membekali setiap individu agar mampu memanfaatkan hasil-hasil teknologi
7. Menumbuhkan Kesadaran sebagai Warga Negara yang Baik
Selama ini salah satu kelemahan pendidikan seperti dikemukakan oleh para ahli
adalah kelemahan dalam menciptakan para lulusan yang memiliki kesadaran
terhadap aturan dan norma kemasyarakatan. Setiap guru mata pelajaran memiliki
tanggung jawab dalam mengembangkan manusia yang sadar dan penuh tanggung
jawab sebagai seorang warga Negara.
8. Belajar Sepanjang Hayat
Belajar dilakukan sepanjang hayat agar tercipta meaningfull learning. Artinya
dalam proses belajar bermakna tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta
belaka tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk
menghasilkan pengalaman yang utuh sehingga konsep yang dipelajari akan
dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan.

Daftar Pustaka

Budiarti, Y. (2015). PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KREATIVITAS DALAM


PEMBELAJARAN IPS. Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, [Link].1 61-72.

Churnia, E., Ifdil, & Erwinda, L. (2017). Guidance and Counseling Service for Gifted Children.
International Counseling and Education Seminar, 292-299.

Firosad, A. M. (2019). POLA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT. Jurnal


Al-Taujih, 133-146.

Anda mungkin juga menyukai