VARIABEL PERANCU
1. Definisi
Variabel perancu merupakan jenis variabel yang berhubungan dengan variabel bebas
dan variabel tergantung, tetapi bukan merupakan variabel antara. Keberadaan variabel
perancu dapat memengaruhi validitas penelitian. Contoh variabel perancu yaitu jika suatu
penelitian ingin mencari hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan kejadian penyakit
jantung korener (PJK) pada lelaki dewasa. Jika diantara lelaki tersebut ada yang merokok
maka merokok dapat memengaruhi hasil penelitian. Hal ini dikarenakan biasanya terdapat
hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan merokok, selain itu merokok juga diketahui
berhubungan dengan PJK, Oleh karena itu merokok dalam hal ini disebut variabel perancu.
(Sastroasmoro, Asril, Yusuf, & Zakiudin, 2011)
2. Cara Mengontrol Perancu
Variabel perancu dapat menimbulkan bias yang serius, maka seorang peneliti harus
berupaya untuk mengidentifikasi setiap variabel perancu dan menyingkirkan variabel
perancu.
3. Mengidentifikasi variabel perancu
Cara mengidentifikasi variabel perancu yaitu dengan studi literature komprehensif
selain faktor pengalaman dan logika. Identifikasi semua variabel baik yang diteliti maupun
yang tidak, menggolongkannya, kemudian membuat diagram hubungan antar-variabel dalam
diagram yang jelas. (Sastroasmoro, Asril, Yusuf, & Zakiudin, 2011)
4. Menyingkirkan perancu
Terdapat dua cara untuk menyingkirkan variabel perancu yaitu menyingkirkan
perancu dalam desain (yaitu dengan cara restriksi, matching, dan randomisasi), dan
menyingkirkan perancu dalam analisis hasil penelitian (yaitu dengan cara stratifikasi, dan
metode analisis multivariat). (Sastroasmoro, Asril, Yusuf, & Zakiudin, 2011)
a. Menyingkirkan perancu dalam desain
Restriksi
Restriksi adalah menyingkirkan variabel perancu dari setiap subyek
penelitian. Contoh, pada penelitian hubungan antara kebiasaan minum kopi dengan
kejadian PJK, dimana merokok merupakan faktor perancu, maka subyek yang dipilih
baik kasus maupun kontrol adalah mereka yang bukan perokok. (Sastroasmoro, Asril,
Yusuf, & Zakiudin, 2011)
Matching
Matching adalah menyamakan variabel perancu pada kedua kelompok.
Terdapat dua jenis matching yaitu frequency matching, dan individual matching.
Contoh frequency matching yaitu penelitian yang ingin mengetahui pengaruh pil KB
terhadap agregasi trombosit, pemilihan subyek dapat dibatasi kelompok umur, status
reproduksi, dan jumlah anak. Contoh individual matching yaitu bila subyek dalam
kelompok yang ingin diteliti (peminum kopi) adalah perokok, maka untuk kontrol
dicari pasangan subyek yang tidak minum kopi tetapi merokok, demikian pula bila
subtek bukan perokok, dicari pasangan yang bukan perokok. (Sastroasmoro, Asril,
Yusuf, & Zakiudin, 2011)
Randomisasi
Randomisasi merupakan cara menyingkirkan pengaruh variabel perancu
dengan membagi seimbang variabel perancu di antara dua kelompok. Contoh
randomisasi yaitu dalam uji klinis untuk menilai manfaat obat tradisional tertentu
dalam menurunkan kadar kolesterol total dilakukan randomisasi, sebagian subtek
diberikan obat tradisional, sebagian diberi plasebo. Jika kebiasaan makan mentimun
di kemudian hari ternyata mempunyai hubungan dengan kebiasaan minum obat
tradisional dan juga dengan kadar kolesterol, maka hal tersebut tidak akan
memengaruhi hasil penelitian, oleh karena dengan randomisasi ia sudah terbagi
seimbang pada kedua kelompok. (Sastroasmoro, Asril, Yusuf, & Zakiudin, 2011)
b. Menyingkirkan faktor perancu dalam analisis
Stratifikasi Cara ini digunaka bila hanya ada satu variabel perancu. Teknik yang
lazim digunakan adalah statistika Mantel-Haenszel, baik untuk studi cross sectional,
kasus-kontrol, kohort, atau uji klinis. (Sastroasmoro, Asril, Yusuf, & Zakiudin, 2011)
Analisis multivariat Analisis multivariat digunakan untuk set data dengan variabel
bebas yang lebih dari satu. Terdapat banyak jenis analisis multivariat diantaranya
yaitu regresi multipel, regresi logistik, analisis diskriminan, analisis faktor, analisis
klaster, dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
Sastroasmoro, S., Asril, A., Yusuf, R., & Zakiudin, M. (2011). Dasar-dasar Metodologi
Penelitianan Klinis edisi 4. Jakarta: Sagung Seto.