0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan47 halaman

OSS-RBA Webinar - 211027 (Compressed)

Diunggah oleh

Fadjar Eko Novanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
56 tayangan47 halaman

OSS-RBA Webinar - 211027 (Compressed)

Diunggah oleh

Fadjar Eko Novanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

OSS

BERBASIS RISIKO
Penyederhanaan Regulasi: UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta
Kerja*
disederhanakan menjadi
Dengan metode Omnibus
Law, 79 Undang-Undang
UU
Cipta 186 Pasal
dan 15 BAB
direvisi sekaligus hanya Kerja
dengan satu UU Cipta Kerja
dalam UU CK
yang mengatur 18 sektor
*47 PP dan 4 Perpres
sebagai Peraturan
Pelaksana
[Link]
11 Klaster
Peningkatan Ekosistem Investasi Pemerintah Pusat
Dukungan Riset dan Inovasi
Investasi dan Kegiatan Usaha dan Percepatan PSN

Perizinan Berusaha Pengadaan Lahan Administrasi Pemerintahan

Ketenagakerjaan Kawasan Ekonomi Pengenaan Sanksi

Dukungan Koperasi dan UMKM Kemudahan Berusaha

*UUCK berlaku pada tanggal diundangkan, atau 2 NOVEMBER 2020 (Ps. 186, UUCK No. 11/2020). 5
Amanat UU Cipta Kerja: Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Pasal 6 UU Cipta Kerja:


Peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha meliputi:
a. penerapan Perizinan Berusaha berbasis risiko;
b. penyederhanaan persyaratan dasar Perizinan Berusaha;
c. penyederhanaan Perizinan Berusaha sektor; dan
d. penyederhanaan persyaratan investasi.
Pengaruh terhadap
Dunia Investasi

Pasal 7 ayat (1) dan ayat (7) UU Cipta Kerja:


• Perizinan Berusaha berbasis risiko dilakukan berdasarkan penetapan tingkat risiko dan peringkat
skala usaha kegiatan usaha.

• Tingkat risiko dan peringkat skala usaha kegiatan usaha ditetapkan menjadi:
a. kegiatan usaha berisiko rendah;
b. kegiatan usaha berisiko menengah; atau
Pengembangan
c. kegiatan usaha berisiko tinggi.
Sistem OSS

6
PP NO. 5 TAHUN 2021
SUBSTANSI PP
PENYELENGGARAN PERIZINAN BERUSAHA
BERBASIS RISIKO (P2B2R)
BATANG TUBUH LAMPIRAN
• Bab I : Ketentuan Umum
• Bab II : Kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko
• Bab III : Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria Perizinan I. Tabel Perizinan Berusaha Berdasarkan Tingkat
Berusaha Berbasis Risiko dan Tata Cara Pengawasan
Sektor Risiko dan Tabel Perizinan Berusaha Untuk
• Bab IV : Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Dan Menunjang Kegiatan Usaha (per Sektor, per KBLI
Pengawasan Melalui Layanan Sistem Terintegrasi atau KBLI Terkait).
Secara Elektronik II. Tabel Persyaratan dan/ atau Kewajiban Perizinan
• Bab V : Tata Cara Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Berusaha dan Perizinan Berusaha untuk
• Bab VI : Evaluasi dan Pengembangan Kebijakan Perizinan Menunjang Kegiatan Usaha (per Sektor, per KBLI
Berusaha Berbasis Risiko atau KBLI Terkait)
• Bab VII : Pendanaan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko III. Pedoman Perizinan Berusaha Berbasis Resiko
• Bab VIII : Penyelesaian Permasalahan Dan Hambatan IV. Pedoman Penyusuan batang Tubuh & Lampiran
Perizinan Berusaha Berbasis Resiko
Peraturan Menteri/Kepala Lembaga tentang
• Bab IX : Sanksi
• Bab X : Ketentuan Lain-Lain Standar Kegiatan Usaha dan Produk
• Bab XI : Ketentuan Peralihan
• Bab XII : Ketentuan Penutup
7
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko (PP 5/2021)
Perizinan Berusaha
Proses perizinan kegiatan berusaha
diubah dari berbasis izin ke risiko Risiko Rendah
ü Cukup Nomor Induk
Berusaha (NIB)
ü UMK Risiko Rendah,
NIB sebagai perizinan
tunggal (identitas dan
legalitas, SNI, serta
sertifikasi produk halal)

Risiko Menengah
Rendah
NIB + Sertifikat Standar (SS)
(*Self Declare)

Risiko Menengah Tinggi


NIB + SS
(*Self Declare & Verifikasi)

Risiko Tinggi
NIB + Izin (+SS)
Perizinan Berusaha (Berbasis Risiko)
Risiko: RENDAH Risiko: MENENGAH TINGGI
Perizinan Berusaha: Nomor Induk Berusaha (NIB) Perizinan Berusaha: NIB + SERTIFIKAT STANDAR (SS)

PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL

NIB sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk melakukan kegiatan usaha [Link] + SS 4. SS*
• NIB + SS sebagai legalitas selama NIB + SS sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk

3. VERIFIKASI
NIB tahap persiapan
• SS dalam bentuk PERNYATAAN
melakukan kegiatan usaha
PERSETUJUAN LINGKUNGAN MANDIRI dari pelaku usaha
SPPL by OSS
• VERIFIKASI pemenuhan standar usaha + persetujuan lingkungan
2. PERSETUJUAN LINGKUNGAN • SS* setelah dilakukan verifikasi pemenuhan standar Usaha oleh Pemerintah
Pengesahan PKPLH –UKL/UPL

Risiko: MENENGAH RENDAH Risiko: TINGGI


Perizinan Berusaha: NIB + SERTIFIKAT STANDAR (SS) Perizinan Berusaha: NIB + IZIN

PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL PERSIAPAN OPERASIONAL KOMERSIAL

NIB + SS sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku untuk melakukan kegiatan usaha [Link] 4. IZIN
NIB sebagai legalitas selama tahap NIB + IZIN sebagai PERIZINAN BERUSAHA berlaku

3. VERIFIKASI
NIB + SS persiapan untuk melakukan kegiatan usaha
PERSETUJUAN LINGKUNGAN
Pengesahan PKPLH – UKL/UPL by system OSS 2. PERSETUJUAN LINGKUNGAN
Pengesahan PKPLH –UKL/UPL • VERIFIKASI pemenuhan standar usaha + persetujuan lingkungan
SS: Sertifikat Standar dalam bentuk pernyataan mandiri dari pelaku usaha atau
Amdal -SKKL
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Usaha

1. TAHAP PERSIAPAN 2. TAHAP OPERASIONAL/KOMERSIAL

1. Pengadaan tanah/tempat usaha


1. Produksi barang/jasa;
2. Pembangunan/Sewa Gedung/Kantor/Pabrik

3. Pengadaan Peralatan atau sarana 2. logistik dan distribusi barang/jasa

4. Pengadaan sumber daya manusia

3. pemasaran barang/jasa; dan/atau


5. Pemenuhan standar usaha

4. Kegiatan lain dalam rangka operasional


6. Kegiatan lain sebelum dan/atau komersial.
dilakukannya operasional dan/atau
komersial

Pelaku usaha dengan kegiatan usaha risiko menengah tinggi / risiko tinggi wajib melakukan tahap persiapan. Bila dalam jangka
waktu 1 tahun sejak NIB terbit, tidak melakukan persiapan, Lembaga OSS mencabut NIB.
Persyaratan Dasar Perizinan Berusaha
Menyederhanakan dan mengintegrasikan perizinan dasar dari sejumlah UU

Persetujuan Bangunan
Kesesuaian Kegiatan 4 UU Persetujuan 2 UU Gedung (PBG) dan 2 UU
Pemanfaatan Ruang (KKPR) Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
51 Pasal Lingkungan (PL) 36 Pasal 48 Pasal

• Daerah yang memiliki Rencana Detail Tata • Setiap rencana usaha dan/atau kegiatan yang
Ruang (RDTR) otomatis mendapatkan berdampak (penting/tidak penting) terhadap
konfirmasi KKPR lingkungan hidup wajib memiliki: Amdal, UKL-
• Daerah yang memiliki Rencana Tata Ruang UPL atau SPPL. • PBG untuk membangun baru, mengubah,
Wilayah (RTRW) perlu persetujuan KKPR di • PL merupakan persetujuan terhadap: KKLH memperluas, mengurangi, dan/atau merawat
Kementerian ATR/BPN. (Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup)- BG sesuai standar teknis BG.
• Persetujuan KKPR tanpa peniliaian dalam Amdal, atau PKPLH (Pernyataan Kesanggupan • Bangunan tak berisiko tinggi boleh mengacu
sistem OSS diterapkan berdasarkan kondisi Pengelolaan Lingkungan Hidup)-UKL-UPL. prototipe/purwarupa.
pasal 181 PP5/2021 • Detail mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021 • Bangunan berisiko tinggi wajib disetujui
• Untuk Pelaku usaha UMK, sesuai PP 21/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan pemerintah.
tidak diterbitkan PKKPR, hanya cukup Pengelolaan Lingkungan Hidup. • SLF diterbitkan manajemen pengawas
pernytaaan mandiri. konstruksi.
• Detail mengacu pada PP No. 16 Tahun 2021
tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28
Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.

11
Validasi KKPR dalam OSS Berbasis Risiko
1 2
Pelaku Usaha memperoleh Akun dan
Kategori UMK?
mengisi data usaha di Sistem OSS

• KBLI 3a
• Jenis produk/jasa 3 UMK
Validasi sistem Pernyataan Mandiri
• Modal Usaha
• Lokasi usaha
• Nama Usaha/Kegiatan 3b Non UMK
• dan lainnya
RDTR
4a 10
5
4
Validasi sistem KKKPR otomatis Status KKKPR “OK” PERIZINAN BERUSAHA

4b
KONDISI Pasal 181 PP 5/2021, pasal 107 PP 9
21/2021 (Berlokasi di KI/KEK?KP) PKKPR
6a
6
Validasi sistem PKKPR otomatis
Fiktif positif (> 20 Hari)
6b 7 8 8a
PROSES PERTEK di 8c
RTRW Validasi
KANTAH VERIFIKASI BERDASARKAN
KAJIAN, PERTEK, FORUM
8b
sesuai Kewenangan (ATR/BPN
atau DPMPTSP)
Notifikasi Penolakan
Copyright © 2021 Kementerian Investasi/BKPM. All rights reserved.
Perbedaan OSS 1.1 dan OSS RBA
Tahapan OSS 1.1 OSS RBA
Produk Perizinan • NIB • Risiko Rendah: NIB
• Izin Usaha • Risiko Menengah: NIB + Sertifikat Standar Usaha
• Izin komersial/Operasional • Risiko Tinggi: NIB + Izin dan apabila diperlukan Sertifikat
Standar Produk
Risk Based • Belum berbasis risiko • Kegiatan usaha diperhitungkan tingkat risikonya
Semua kegiatan usaha diperlakukan sama • Setiap tingkat resiko memiliki ketentuan standar atau
perizinan masing - masing

UMKM • Perizinan bagi UKM terbit otomatis (IUMK) • NIB bagi UKM dengan resiko rendah merupakan perizinan
• NIB bagi UKM belum termasuk SNI dan JPH tunggal
• Sudah ada jalur khusus bagi UKM • NIB sudah termasuk SNI dan JPH
• UKM hanya untuk perseorangan • Klasifikasi mikro kecil dapat juga diperoleh oleh non
perseorangan

Insentif / Fasilitas • Tax Holiday, Tax Allowance, Investment Allowance, Vokasi, • Tax Holiday, Tax Allowance, Investment Allowance, Vokasi,
Masterlist Litbang dan Masterlist
• Belum ada skema khusus bagi pengelola ataupun • Sudah ada skema khusus bagi pengelola dan perusahaan
perusahaan dalam KEK dalam KEK

Pengawasan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 1. Pengawasan rutin:


a) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM)
b) Inspeksi lapangan
2. Pengawasan insidental: Inspeksi Lapangan

Teknologi Menggunakan design monolithic • Menggunakan design microservices


• Terhubung dengan sistem layanan informasi

14
Pengaturan Bidang Usaha Penanaman Modal
Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan penanaman modal diatur dalam
Perpres 10/2021 jo. 49/2021.

Perpres 44/2016 Perpres 10/2021 sebagaimana telah


“Daftar Negatif Inventasi” diubah dengan Perpres 49/2021
“Bidang Usaha Penanaman Modal”

Lebih Berdaya
515 Saing
Bidang Usaha

Orientasi pembatasan Mendorong pengembangan


bidang usaha bidang usaha prioritas
15 15
Perbandingan Pengaturan Bidang Usaha Penanaman Modal
Perpres 10/2021 sebagaimana telah diubah dengan Perpres
Perpres 44/2016
49/2021
“Daftar Negatif Inventasi”
“Bidang Usaha Penanaman Modal”

LAMPIRAN I
Daftar Bidang Usaha Tertutup untuk Penanaman Daftar Bidang Usaha Prioritas
Modal 246 Bidang Usaha
20 Bidang Usaha Berfasilitas Tax Holiday, Tax Allowance, dan
Investment Allowance
LAMPIRAN II
Daftar Bidang Usaha yang Dicadangkan atau Daftar Bidang Usaha yang Dialokasikan atau
Kemitraan dengan K-UMKM Kemitraan dengan K-UMKM
145 Bidang Usaha/KBLI 182 Bidang Usaha/KBLI dalam 106 Kelompok Bidang
Usaha

LAMPIRAN III
Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan Daftar Bidang Usaha yang Terbuka dengan
Persyaratan Tertentu Persyaratan Tertentu
350 Bidang Usaha 37 Bidang Usaha

16
Kategori Pelaku Usaha

Orang - Persyarikatan atau Persekutuan


Perseorangan - Yayasan
UMK - Perseroan Terbatas (PT)
- Persekutuan Komanditer
Badan - Badan Hukum Lainnya
- Persekutuan Firma
Usaha - Persekutuan Perdata
Orang
- Koperasi
OSS Perseorangan - Perusahaan UmuM

Badan
Usaha - KPPA
Non- - KPPA (Jasa Penunjang Tenaga Listrik Asing)
Kantor
Non Perwakilan
- KP3A
UMK Perwakilan - KP3A - PMSE
UMK - BUJKA

Badan Usaha
Online Single Submission (OSS) Badan Usaha
Luar Negeri - Pemberi Waralaba dari Luar Negeri
berbasis risiko memberikan Luar Negeri - Pedagang Berjangka Asing
layanan bagi pelaku usaha yang terbagi ke - PSE Asing
dalam kedua kelompok besar, yaitu Usaha - Bentuk Usaha Tetap

Mikro Kecil (UMK) dan Non Usaha Mikro


Kecil (Non UMK)
Skala Usaha – UMK
Usaha Mikro dan Kecil (UMK) adalah usaha milik Warga Negara Indonesia (WNI), baik orang perseorangan maupun badan usaha,
dengan modal usaha maksimal Rp 5 miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat perubahan kriteria modal usaha UMK sebagai berikut:

< Rp 1 Miliar Rp 1 Miliar < KECIL < Rp 5 Miliar

MIKRO KECIL

Sebelum UU CK: Sebelum UU CK:


< Rp 50 juta Rp 50 juta < KECIL < 500 juta
Skala Usaha – Non UMK

Usaha milik Warga


Negara Indonesia, Orang Perorangan, Orang
baik orang Badan usaha milik perseorangan
warga negara Badan usaha asing
perseorangan Penanaman Modal
Indonesia atau asing, yang didirikan di
maupun badan Asing (PMA) atau
atau badan usaha luar wilayah
usaha, dengan Penanaman Modal
yang merupakan Indonesia dan
modal usaha lebih Dalam Negeri
perwakilan pelaku melakukan usaha
dari Rp5 miliar (PMDN) dengan
usaha dari luar dan/atau kegiatan
sampai dengan modal usaha lebih
negeri dengan pada bidang
paling banyak Rp10 dari Rp10 miliar
persetujuan tertentu.
miliar tidak tidak termasuk
termasuk tanah dan tanah dan pendirian kantor di
bangunan tempat bangunan tempat wilayah Indonesia.
usaha. usaha.

KANTOR
MENENGAH BESAR BULN
PERWAKILAN
Tingkat Risiko
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan tingkat risiko tersebut
menentukan jenis perizinan berusaha. Pemerintah telah memetakan tingkat risiko sesuai dengan bidang usaha atau KBLI
(Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang dapat dicek di tautan ini. KBLI yang berlaku saat ini adalah KBLI tahun 2020
dengan angka 5 digit sebagai kode bidang usaha. Berikut adalah pembagian tingkat risiko usaha dan jenis perizinan berusahanya :

TINGKAT Risiko Risiko


Risiko Rendah
RISIKO Menengah Menengah Risiko Tinggi (T)
(R)
Rendah (MR) Tinggi (MT)
Nomor Induk Berusaha Nomor Induk Nomor Induk Nomor Induk
PERIZINA (NIB)
§
Berusaha (NIB) dan
§
Berusaha (NIB) dan
§
Berusaha (NIB),
N § Sertifikat Standar § Sertifikat Standar (SS) § Izin yang harus
(SS) berupa yang harus disetujui oleh
BERUSAH Pernyataan Mandiri diverifikasi oleh Kementerian/Lemba
A Kementerian/ ga/ Pemerintah
Lembaga/ Daerah, dan/atau
Pemerintah Daerah Sertifikat Standar (SS)
jika dibutuhkan
Arsitektur Sistem OSS Berbasis Risiko

Amdalnet
(persetujuan
Lingkungan)

5
Copyright © 2021 Kementerian Investasi/BKPM. All rights reserved.
Gambaran Umum Sistem OSS Berbasis Risiko

Penapisan
Bidang Usaha
Pertukaran data terkait
Skala Usaha*, sertifikasi halal dan SNI
Lokasi*, KBLI,
BUPM, dsb

Sistem Perizinan UMK


Risiko Rendah
UMK
• Kewenangan Pusat
(Sistem OSS)

Validasi Proses
Registrasi dan Isi Data Isi Data Validasi Pesetuju Penerbita Sistem Perizinan UMK
Tata
Produk
Hak Akses Pelaku Kegiata Smart Engine an n Risiko Menengah
RUang Lingkung Perizinan
Cetak
Pelaku Usaha Usaha n Usaha Rendah/Tinggi, Tinggi
an Berusaha
Validasi
NON- Sistem Perizinan Non-
UMK UMK Risiko Rendah,
Database
KBLI berikut Menengah, Tinggi
risiko dan
Ketentuannya
Sub-Sistem
Pengawasan

Verifkasi K/L/D

Proses verifikasi Tata Ruang,


Persetujuan Lingkungan,
Pemenuhan Standa SS,
Pemenuhan Persyaratan Izin
ALUR PROSES SISTEM OSS
BERBASIS RISIKO

1 REGISTRASI TATA RUANG DAN 7


q Pendaftaran hak akses
3 DATA USAHA 5 PERSETUJUAN LINGKUNGAN
FASILITAS
dengan NIK e-KTP atau q Pengisian detil data Validasi [Link]
q
§ Pengajuan fasilitas berupa
Passport dan nomor proyek permohonan Kesesuaian Tax Holiday, Tax Allowance,
pengesahan badan usaha q Pengisian meliputi: KBLI 5 Tata Ruang (KKPR) Pembebasan Bea Masuk dan
dan dasar hukum digit, rencana lokasi Validasi dan/atau
q
fasilitas lainnya kepada
pembentukan usaha, jenis API, Akses permohonan Persetujuan pelaku usaha yang eligible
Kepabeanan, BPJS, WLKP, Lingkungan mendapatkan fasilitas
produk/jasa, kapasitas,
jumlah tenaga kerja,
rencana nilai investasi,
SNI atau Sertifikat Halal

PENGAWASAN
q Pengawasan meliputi tata
PENERBITAN ruang, standar K3L, standar
pelaksanaan kegiatan usaha,
q Penerbitan perizinan
berusaha : atau persyaratan lain
ANALISIS RISIKO
4 q NIB untuk risiko rendah berdasarkan NSPK K/L dan
kewajiban atas penyampaian
DATA PELAKU USAHA Sistem menganalisis NIB dan Sertifikat Standar
2
q q
laporan dan/atau
tingkat risiko dari kegiatan untuk risiko menengah
§ Untuk non pemanfaatan fasilitas
usaha rendah dan menengah tinggi
perseorangan berupa
data profil perusahaan
q Mengacu Lampiran IA dan
Lampiran IIA PP 5/2021
6 q NIB, Sertifikat Standar dan
Izin untuk risiko tinggi 8 q
penanaman modal.
Pengawas dapat melakukan
dan legalitas pembinaan, perbaikan dan
perusahaan. pemberhentian pelanggaran
§ Untuk perseorangan
berisi data profil pelaku
usaha sesuai NIK
Penerima Hak Akses

Amanah PP 5/2021

K / L terkait Subsistem Perizinan Berusaha diakses


menggunakan hak akses oleh:
• Pelaku Usaha;
• Lembaga OSS;
Badan Pengusahaan
KPBPB
Pelaku Usaha • kementerian/l embaga;
• DPMPTSP provinsi;
• DPMPTSPkabupaten/kota;
• Administrator KEK; dan
• Badan Pengusahaan KPBPB.
A dm inistrator KEK DPMPTSP Provinsi

DPMPTSP
K a b u p a te n /K o ta Pengelola hak akses dapat
memberikan hak akses turunan sesuai
kewenangan dan kebutuhan yang
diperlukan. (Penjelasan Pasal 171 PP
Pasal 11 ayat 2 (perBKPM no. 3/2021) 5/2021)

Copyright © 2021 Kementerian Investasi/BKPM. All rights reserved.


Informasi risiko dalam portal [Link]

Copyright © 2021 Kementerian Investasi/BKPM. All rights reserved.


Informasi risiko dalam portal [Link]

Copyright © 2021 Kementerian Investasi/BKPM. All rights reserved.


Indonesia FDI in OSS RBA
Era
A brief comparison with previous OSS system

YOUR
GATEWAY
TO ASIA
AND BEYOND
By:

PT Cekindo Business International


Investment Statistics In Indonesia
Based on data from Ministry of Investment/ Investment Coordinating Board of the Republic of Indonesia:

INVESTMENT VALUE THE MANPOWER


1. From January – June year 2021, 2. Indonesian manpower employed for 2nd
Indonesian investment value is up quarter year 2021 is 311.922 person
to Rp 442, 8 trillion or 49.2% of Rp. cumulative for local and foreign
900 trillion target for year 2021. investments in Indonesia.

LOCAL INVESTMENT
FOREIGN INVESTMENT
3. YOY for 2020-2021, Local
4. YOY for 2020-2021, foreign investment
investment value increased up to
value increased up to 19,6% from 97,6
12,7% from 94,3 trillion into Rp.
trillion into Rp. 116,8 trillion.
106,2 trillion.

Source: [Link]
Investment Statistics In Indonesia

Source: [Link]
Why Invest In Indonesia
Cekindo’s macro economic market research of Indonesia’s
situation are as follows
P-Political

Indonesia’s political situation rates among the best


in South East Asia, if not in East Asia Region without
any prolonged political turmoil (Malaysia, Philippines,
Japan) or lockdown (Singapore, Australia, Thailand,
Vietnam).

E-Economic
Economic opportunities are inevitably related to
populations. Indonesian citizens is 270 million with
74 million being young generation.

S- Social
- Largest Muslim population in the world
- Fastest country to open border and apply
tourism policy in SEA region. Foreigner from
19 countries can visit Bali directly. Source: [Link]
Why Invest In Indonesia (Cont’d)
T-Technological
● Telecom industry and its supporting industry enjoys boom
during this pandemic.
● Opportunity for foreign investors to expand their business
operations in Indonesia.

Data Ministry of Tourism and Creative Economy of Republic of


Indonesia, year 2021
E-Environmental
● As of June 2021, Indonesia’s mining sector continues to
grow on 92.8% and coal export increases up to 148.94%
on annual basis.
● Data from Ministry of Tourism showed only a 10% gap
between for tourism visit into Indonesia on April-July year
2020-21.

L-Legal
● Law Number 11 Year 2020
● E-license system & empower company data
centralization to break out from the effect of COVID-19 by
end of 2021. Kapten Tendean Street, South Jakarta, 5 April 2021 during height of
● Indonesia allowed foreigner with investor KITAS to be COVID-19 pandemic in Indonesia. Source
exempted from obligation to provide Guarantor.
The Legal Aspects of FDI in Indonesia based on the
new OSS RBA
List Of Changes
CRITERION ONLINE SINGLE SYSTEM (OSS) v OSS RISK BASED APPROACH (OSS RBA)
1.1

1 Access Rights & i. Account is bound to local ID or i. Account is bound to individual company email
Single Business passport number of the caretaker/ ii. Adds detail of business risk and risk classification
Identification director of company; according to Indonesian standard classification of
Number (Nomor ii. Stating company business number business fields (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Induk Berusaha/NIB) and identifications Indonesia or KBLI);
iii. Existing companies will be required to migrate from OSS v
1.1 to OSS RBA

2 License Processing Requires manual follow up to Business license application submitted to OSS RBA shall be
Timeline respective institution in order to have subject to a timeline. In the event that OSS RBA failed to
business license issued. Some provide any feedback/ rejection past such timeline, then
approvals have unspecified timeline or such license is considered to be automatically approved.
may exceed it which often tampers
with investor’ business development
plans.
New NIB features Based on OSS RBA

Company NIB
Number

The NIB All existing


integrates all and ongoing
licenses permits will
necessary for be mentioned
company here.
operations,
including
customs
license and Company Risk classification from low-high.
social Higher risk requires more licenses.
insurance.
Company address, may use either virtual or
service office, depending on risk categories.
Government shall now visit/ correspond to
company address on impromptu basis.

Company NIB details. This company engages


in food and beverages trading from
miscellaneous farm produce.
List Of Changes
CRITERION ONLINE SINGLE OSS RISK BASED APPROACH (OSS RBA)
SYSTEM (OSS) v 1.1

3 License i. Acts only for general i. OSS RBA allows integration for 17 business sectors based on Article 6 of BKPM
Processing licensing purposes regulation 4/2021 concerning Guidelines and Procedures on services of risk-
Flow ii. Specific licenses based business licenses and investment facilities as follows:
must be applied to a. Marine and Fisheries; i. Transportation
relevant ministries b. Agriculture; j. Healthcare, Medicine, and Food;

and/ or regional c. Environmental and forestry; k. Education and culture;


d. Energy and Mineral Resources; l. Tourist;
province level e. Nuclear power; m. Religious institution;
f. Industry; n. Post, Telecommunications, Broadcasting,
g. Trading; and Electronic Systems and Transactions;
h. Public Works and Public o. Defense and security; and
Housing; p. Employment.
q. Finance

4 Supervision Business license Uniform supervision system via online communication, verification and physical
standard differs based visit to company domicile if necessary.
on each Ministry of
State institute.
List Of Changes
CRITERION ONLINE SINGLE OSS RISK BASED APPROACH (OSS RBA)
SYSTEM (OSS) v
1.1

Tax Incentives i. Import duty Tax facility in OSS V 1.1 such as import duty exemption facility, tax holiday and tax
5 exemption facility allowance still exist, and OSS RBA adds new facilities as mentioned below:
ii. Exemption or i. Reduction of gross income for certain research and development activities
reduction facility on carried out in Indonesia
corporate income ii. Reduction of corporate income tax and income tax facilities for investment in
tax (“tax holiday”) certain business fields and/or certain areas within the Special Economic Zone
iii. Corporate income (SEZ);
tax for investment iii. Reduction of gross income in order to implement work practices, apprenticeship,
in certain and/or learning activities, in the context of fostering and developing certain
business fields competency-based human resources;
and/or in certain iv. Reduction of net income on new investment and business expansion in certain
areas (“tax business fields which involved labor-intensive industries
allowance”)
General Requirements for Foreign Capital Establishment based on OSS RBA

Criteria Existing Company New Company

Capital increase 1. Minimum authorized capital is Rp. 10 billion; 1. Minimum paid up capital is Rp. 10 billion;
2. Paid up capital is Rp. 2,5 billion; 2. Currently can be accommodated with statement
3. Currently can still access OSS accounts. letter of capital injection from shareholders

Shareholders 1. Minimum hold by 2 individual/legal entity


2. Share ownership shall refer to KBLI 2020 and Indonesian Positive Investment List (President Regulation
No. 20 of 2021 “Daftar Positif Investasi”)
Foreign shareholders can apply for Investor Work and Stay Permit/KITAS (Index 313- 1 year KITAS, Index
314-2 year KITAS)
● This KITAS is only applicable once the company is established with business registration number (NIB),
trading licenses (Ijin Usaha), submit LKPM reporting (every 3 months)
● Passport validity minimum more than 20 months for 1 year KITAS and more than 34 months for 2 year
KITAS
1. Investor KITAS can be applied offshore and onshore
2. Investor KITAS does not need to pay DPKK fee (est. USD 1200/year) and exempted from providing
Guarantor (

Manpower employment To employ locals acting as HR (foreigners are prohibited to manage matters pertaining to human resources)
Sample Of PMA Company Establishment
KBLI Code: 70209: Other Management Consulting Activity
(such as farming consulting or business management)

KBLI 68111-Property Rental

Business License/ Izin Usaha


/Standard Certificate
Company deed
establishment 04 (depending on domicile in
industrial activity or beyond)

2 weeks Estimated 7 working days

The
01 Process 03
NPWP creation, original
card sent in parallel
OSS license registration
1 working day
02 2-3 working days

Total: 2 weeks,
Condition: 4 working days
● Client is located in Indonesia, available for signing before notary and all necessary documents are accepted properly
● Capital injection to be done within 60 days after establishment of company
● Business licenses vary upon the KBLI
Sample of PMA company establishment
KBLI Code: 70209: Other Management Risk Required Licensing
Consulting Activity (such as farming
Low NIB
consulting or business management) ●
● Standard Certificate (Environmental Health,
KBLI 68111-Property Rental ●
Safety and Security Standard Certificate)*
SINAS Account*
Procedure:
Low-Medium ● NIB
1. Company deed establishment (2 weeks) ● Standard Certificate (Environmental Health,
Safety and Security Standard Certificate)*
2. NPWP creation, original card sent in ● Health Worthiness certificate*
parallel (1 working days) ●

SPPL/AMDAL certificate*
SINAS Account*
3. OSS license registration (2-3 working
Medium-High ● NIB
days) ● Standard Certificate (Environmental Health,
Safety and Security Standard Certificate)
Total: 2 weeks, 4 working days High
● Health Worthiness certificate*
● UKL-UPL/AMDAL*
● SINAS account*
1. * Business License/ Izin Usaha ● Industrial Data*
Condition:
● Client/Standard Certificate
is located in Indonesia, (depending
available for signing before notary andon
all necessary documents are accepted properly
Capital injection to be done within 60 days after establishment of company
domicile
licenses varyin industrial activity or beyond)-

● Business upon the KBLI
estimated 7 working days.
How Can Cekindo Serve You?

1. 2. 3. 4.
Company Additional business Product registration (medical Trademark
establishment until licenses device, cosmetic, food, and registration
registration in OSS food supplement)
2-3 weeks By call 1-6 months 1-2 years

5. 6. 7. 8.

Local office Accounting and Tax Manpower Work permit and


provider reporting for monthly recruitment visa application
and annual basis
Disclaimer
1. This presentation is based on our initial interaction
with OSS RBA and future changes may apply.
2. The information contained in this presentation is
provided for informational purposes only, and should
not be construed as legal advice on any matter.
3. Please seek private consultation with us for your
business inquiries.
Thank You
Name: Pandu Biasramadhan

Title: Head of Consulting

Email: [Link]@[Link]
UPCOMING EVENT

Anda mungkin juga menyukai