BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berkembang pesatnya dunia kuliner di Indonesia ditandai dengan
banyak bermunculan Food Truck di pinggir jalan protokol kota. Food truck
atau truk makanan menjadi peluang bisnis dan telah menjamur dalam
beberapa tahun terakhir. Pada awalnya food truk berasal dari gerobak kayu
yang biasa digunakan oleh pedagang pedagang makanan seperti mie ayam dan
bakso namun sekarang ini telah berkembang food truck atau berjualan di atas
mobil atau truk sebagai pengganti gerobak. (Supeno, Haryatiningsih, &
Sebayang, n.d.) Truk yang seperti restoran ini menawarkan berbagai macam
design sperti pada truck nya, kemasanya dan makanannya. Usaha food truck
banyak diminati karena mempunyai keuggulann seperti memiliki konsep
menjemput bola yang mempunyai mobilitas yang tinggi yang dapat
memperluas pangsa pasar.
Dalam penggunaanya Food Truck mempunyai banyak keunggulan
diantaranya adalah (1) dapat berpindah-pindah tempat walaupun tempat yang
dituju sangat jauh karena memang food truck menggunakan mobil sebagai
tempat berjualan. (2) Terkesan modern (3) Praktis karena tidak perlu
mendorong seperti mendorong gerobak. (4) Tidak membutuhkan tempat yang
luas sebagai toko penjualan. Dari banyaknya manfaat tersebut juga terdapat
kelemahan pada food truck yaitu membutuhkan biaya perawatan mesin dan
1
biaya transportasi untuk mengisi bahan bakar. Dikutip dari (Wiley, 2016)
food truck juga harus mempertimbangkan beberapa hal yaitu :
1. menentukan kendaraan (mobil, bus, truk) yang tepat yang akan
digunakan untuk food truck
2. Peraturan daerah yang mengatur tentang food truck
3. Mngetahui kebutuhan pasar
4. Menentukan lokasi berjualan yang tepat
5. Penggunaan media sosial untuk promosi
6. Menjaga kebersihan lingkungan di dapur food truck
7. Menjaga kebersihan dan kesehatan makanan yang dijual
8. Design food truck yang menarik dari kendaraan yang digunakan
9. Truk makanan menawarkan cara yang bagus untuk memperluas bisnis
2
Seperti pada gambar di bawah ini adalah contoh food truck :
Gambar 1. 1 Contoh Food Truck
Pada gambar di atas terdapat berbagai macam barang yang dipajang
sebagi barang dagangan yang dijual. Tidak hanya makanan yang dapat dijual
di dalam truck namun semua barang dapat dijual menggunakan truck
tergantung bagaimana konsep truck-nya disesuaikan dengan barang yang
dijual. Apakah untuk berjualan makanan atau untuk berjualan barang yang
lain.
Biasanya food truk hanya digunakan untuk pembeli yang memilih
membawa pulang makanan yang mereka beli tetapi ada beberapa food truck
yang memerlukan tempat untuk meletakkan meja makan untuk konsumen
yang ingin menikmati makanan yang mereka beli dari food truck tersebut.
3
Banyak pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan trotoar sebagai
tempat usaha mereka. Namun ada juga pedagang kaki lima (PKL) yang telah
mendapat izin dari pemerintah daerah (Legal), ada juga yang hanya sekedar
langsung pakai lahan saja tanpa izin (liar). Peraturan perizinan dan pembinaan
itu tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 11 kota Semarang tentang
PERATURAN DAN PEMBINAAN PEDAGANG KAKI LIMA.
Pemerintah kota Semarang (Satpol PP) melakukan beberapa langkah untuk
menerapkan Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2000 tentang pedagang kaki
lima diantaranya melalui upaya preventif dan represif, juga melalui upaya
pendekatan secara personal. Pada Perda No. 11 tahun 2000 di pasal 1F
disebutkan bahwa pedagang kaki lima adalah pedagang yang dalam
menjalankan usaha dagangnya menggunakan lahan yang dikuasai oleh
Pemerintah daerah dan atau pihak lain dengan menggunakan sarana atau
perlengkapan yang mudah dibongkar pasang (“Peraturan Daerah Kota
Semarang No 11 Tahun 2000,” 2008).
Dalam hal ini food truck juga merupakan pedagang kaki lima (PKL)
karena menggunakan bahu jalan sebagai tempat menjalankan kegiatan usaha.
Namun dengan melakukan pembuatan izin dari pemerintah maka nantinya
tidak akan menjadi masalah yang serius di kemudian hari.
Di kota Semarang terdapat banyak pusat keramaian seperti di dekat
rumah sakit Telogorejo, di jl. Kranggan, di jl. Thamrin, dan tersebar di seluruh
kota Semarang. Jalan jalan tersebut merupakan target sasaran King Reptile 86
4
yang ingin berkembang namun terbentur masalah dana yang tidak mencukupi
untuk membeli tempat / toko untuk melakukan kegiatan usaha. Food Truck
adalah solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan yang dialami oleh
King Reptile 86.
1. Konsep Dasar Bisnis King reptile 86
King Reptile 86 adalah sebuah perusahaan kaki lima yang berdiri sejak
tahun 2005. Beralamatkan di Jl. Wologito Setapak tepatnya dibawah SPBU
Manyaran, Kecamatan Semarang Barat. Kota Semarang, Menyediakan menu
kuliner ekstrem seperti daging Biawak, Ular, Menthok (bebek putih), Swike
(Katak). Daging Biawak, Ular, dan Menthok diolah menjadi masakan ungkep
lalu dengan penyajian digoreng. Sedangkan daging Katak atau biasa disebut
Swike diolah menjadi masakan Swike goreng crispy dan Swike kuah bumbu
tauco. Daging Biawak dan daging Ular biasa dimanfaatkan masyarakat untuk
obat kulit. Seporsi daging Biawak dan daging Menthok dijual dengan harga
Rp. 40.000,- . Untuk daging Menthok dan daging Katak (Swike) dijual
dengan harga Rp.35.000,-
5
Gambar 1. 2 Layar King Reptile 86
King Reptile 86 memakai bahu jalan (trotoar) sebagai tempat
melakukan kegiatan usahanya. Dalam kurun waktu tertentu yang hanya
pemerintah yang mengetahui jalan raya yang ada di depan warung King
reptile 86 itu akan dibangun untuk dijadikan jalan tembus menuju Jl. Krapyak.
Sedangkan modal yang dimiliki oleh pemilik warung tidak mencukupi untuk
membeli tempat pengganti untuk melakukan kegiatan bisnis King Reptile 86.
2. Konsep Bisnis Plan King Reptile 86 on Food Truck
Konsep bisnis yang digunakan adalah berbentuk tempat nongkrong
anak muda karena mayoritas pelanggan King Reptile 86 adalah masyarakat
yang berusia 16 – 40 tahun dengan tempat makan yang menggunakan lesehan
dengan tikar sebagai alasnya. Sebagai tempat untuk transaksinya
6
menggunakan truk / bus yang sudah dimodifikasi menjadi sebuah restoran
berjalan seperti pada gambar gambar di bawah ini :
Gambar 1. 3 Martabak yang dijual di atas mobil Box
Pada gambar 1.3 adalah penjualan martabak di atas mobil box sebagai
tempat berjualannya. Martabak Boeng Zein ini biasa berjualan di depan
Thamrin Square kota semarang. Semua kegiatan berjualan berlansung di atas
mobil seperti memasak, menerima pesanan, membungkus dadn lain
sebagainya. Dalam penilaian penulis berjualan martabak di dalam mobil box
adalah sebuah ide yang bagus karena efisienisitas dalam hal penggunaan
7
ruangan. Namun dalam hal kesehatan juga memiliki dampak buruk yaitu akan
terkena gangguan otot pada kaki yang harus ditekuk terus menerus selama jam
kerja berlangsung.
Gambar 1. 4 Menjual pulsa di dalam mobil Carry.
Gambar 1.4 menunjukan penjual pulsa dan data internet pada
handphone yang menggunakan mobil carry sebagai tempat berjualannya. Di
dalam mobil terdapat etalase, aki untuk menghidupkan lampu. Design layout
nya juga sangat sederhana tidak membutuhkan banyak peralatan. Sedangkan
untuk menarik minat pembeli menggunakan X-banner yang diletakkan di luar
mobil dan juga spanduk yang di tempel di mobil.
8
Gambar 1. 5 Menjual gorengan di atas motor roda tiga
Pada gambar 1.5 ini adalah penjual gorengan yang menggunakan motor
roda 3 sebagai tempat untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Dalam hal ini si
penjual menggoreng langsung gorengan di luar bak motornya, menggunakan
trotoar sebagai tempat produksinya.
9
Dari 3 contoh di atas dapat disimpulkan menggunakan mobil yang
berkapasitas sedikit sebagai tempat untuk melakukan kegiatan bisnis juga
memerlukan ruang tambahan di luar ruangan mobil. Namun tidak semua food
truck mememerlukan tempat extra untuk melakukan kegiatan produksi.
Semua itu tergantung tata letak ruangan pada mobil yang digunakan.
Tempat yang dipilih adalah di jl. Sriwijaya. Tempat ini dipilih karena
dianggap sangat strategis. Dan mempunyai trotoar yang dapat digunakan
sebagai tempat lesehan untuk tempat konsumen menikmati menu makanan
yang dipesannya.
Pada era yang sudah canggih seperti sekarang ini muncul berbagai
macam aplikasi pada telepon genggam yang berbasis sistem operasi Android
atau biasa disebut smartphone. Aplikasi pada smartphone dapat
mempermudah dalam hal berbelanja salah satunya adalah “Go-Jek” atau biasa
disebut Ojek Online. Aplikasi ini berfungsi untuk mengantarkan semua benda
dari benda hidup sampai ke benda mati, dari berbelanja sampai bepergian.
Salah satu contoh pengguaan aplikasi Go-Jek adalah memesan makanan dapat
dari Warteg, warung makan pinggir jalan, restoran, food truck, dsb. sehingga
semua makanan dapat diperoleh dengan layanan pesan antar tanpa harus
menghubungi penjual makanan. Aplikasi Go-Jek juga menguntungkan bagi
pihak penjual makanan karena tidak perlu menyediakan jasa layanan pesan
antar. Cukup bekerja sama pihak Go-jek kemudian semua menu makanan
yang dijual dapat tampil pada aplikasi Go-Jek yang kemudian dapat dipilih
10
oleh pengguna aplikasi ini. Aplikasi ini juga merupakan salah strategi
pemasaran yang bagus untuk bisnis food truck karena disamping tidak
memerlukan banyak biaya promosi dengan cara meminta memilih menu
Go-Ride kemudian meminta driver Go-Jek untuk membelikan pesanan dari
King Reptile 86 untuk diantarkan kepada pemesan dengan biaya antar seperti
biasa. Namun cara tersebut tidaklah baik kaena menu masakan King Reptile
86 tidak muncul di dalam menu Go-Food. Dengan adanya aplikasi ini pebisnis
food truck pun tdak perlu berpindah-pindah lokasi berjualanya.
Gambar 1. 6 Aplikasi Go-Jek
Salah satu strategi bisnis pada food truck adalah berpindah pindah
lokasi berjualannya. Perpindahan lokasi pada bisnis food truck dibutuhkan
saat adanya event tertentu yang dianggap menguntungkan untuk menjual
produk. Menjual produk dengan cara berpindah pindah dari tempat satu ke
tempat yang lainnya atau biasa disebut berjualan keliling terkadang membuat
11
konsumen kesulitan dalam menemukan penjual produk yang sedang
dicarinya. Jadi lebih baik food truck menetap pada suatu lokasi apabila tidak
sedang ada event yang berlangsung karena biasanya konsumen mencari pada
titik lokasi yang sama.
Berbagai jenis armada dapat digunakan sebagai food truck dari mobil
classic sampai mobil yang modern. Terkadang tidak hanya mobil yang dapat
digunakan sebagai food truck armada seperti bus, mini bus, mini truck dll juga
dapat digunakan sebagai food truck. Mobil Daihatsu Gran Max yang
berbentuk pick-up atau yang memiliki bak belakang sering dipilih menjadi
armada untuk food truck karena memiliki interior yang lebih luas
dibandingkan dengan mobil merk lainnya sehingga memungkinkan memuat
banyak barang yang diperlukan untuk keperluan berjualan. Harga bekas mobil
Daihatsu Gran Max ini tergolong relatif murah sekitar 80 juta-an sehingga
cocok untuk dijadikan armada food truck. Berikut adalah ukuran dari bak
mobil Gran Max :
12
Gambar 1. 7 Spesifikasi Bak Mobil Daihatsu Gran Max
Ukuran di atas dapat dijadikan acuan untuk seberapa banyak barang
yang dapat dimuat. Sebelum menentukan armada apa yang akan digunakan
maka lebih baik menentukan ukuran barang barang yang akan dimuat terlebih
dahulu agar semua barang dapat tertata dengan rapi dan dapat digunakan
dengan nyaman. Untuk menyimpan persediaan makanan yang dijual
menggunakan portable freezer dengan kapasitas 80 liter dengan ukuran
panjang 686 mm * lebar 485 mm * 575 mm seperti gambar di bawah ini:
13
Gambar 1. 8 Portable Car Freezer
Portable car freezer ini dapat dimasukkan ke dalam bak mobil Gran
Max dan masih terdapat sisa ruang untuk barang-barang yang lain sesuai
desgn layout yang sudah digunakan. Berikut adalah spesifikasi lengkap dari
portable car freezer ini :
Gambar 1. 9 Spesifikasi lengkap dari portable car freezer
Sering juga Mini Truk digunakan untuk armada food truck disamping
ukurannya yang lebih besar dan bak belakangnya juga lebih luas sehingga
dapat memuat lebih banyak barang. Jika membadingkan Mini Truk dengan
14
mobil Gran Max memang lebih luas tetapi disamping itu biaya perawatan dan
biaya transportasi lebih besar dibandingkan dengan mobil Daihatsu Grand
Max.
Untuk seporsi daging Biawak dan Menthok berisi 8 potong daging.
Untuk seporsi daging Ular berisi 13 potong daging. Untuk Swike kuah atau
Swike goreng berisi 10 ekor Katak. Berikut adalah tabel daftar menu King
reptile 86 :
Tabel 1. 1 Daftar Menu King Reptile 86
Menu Harga Menu Harga
Biawak porsi besar Rp. 40.000,- Es Teh / Teh Rp. 3.000,-
Hangat
Biawak porsi kecil RP. 20.000,- Es Jeruk / Rp. 4.000,-
Jeruk Hangat
Ular porsi besar Rp. 35.000,- Air Es Rp. 2.000,-
Ular porsi kecil Rp. 20.000,- Adem Sari Rp. 5.000,-
Menthok porsi besar Rp. 40.000,- White Kofee Rp. 5.000,-
Menthok porsi kecil Rp. 20.000,-
Swike Goreng / Kuah porsi besar Rp. 35.000,-
Swike Goreng / Kuah poris kecil Rp. 25.000,-
Nasi Putih Rp. 3.000,-
Sumber : Data primer yang diolah (2017).
15
Sebelum proses penjualan berlangsung semua bahan bahan yang akan
dijual dipersiapkan dan di olah di rumah produksi terlebih dahulu. Konsep
yang digunakan adalah membuat barang jadi dan menjualnya di tempat
penjualan menggunakan Food Truck.
Berdasarkan pada uraian tersebut, maka peneliti tertarik melakukan
penelitian dengan judul: PERENCANAAN BISINIS KING REPTILE 86
On FOOD TRUCK.
B. Rumusan masalah yang akan dibahas pada penelitin ini:
a. Bagaimakah perencanaan bisnis pada KING REPTILE 86 ditinjau dari
aspek pemasaran?
b. Bagaimanakah perencaaan bisnis KING REPTILE 86 ditinjau dari aspek
operasi?
c. Bagaimanakah perencaaan bisnis KING REPTILE 86 ditinjau dari aspek
sumber daya manusia ?
d. Bagaimanakah perencaaan bisnis KING REPTILE 86 ditinjau dari aspek
keuangan ?
16
C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Penelitian rencana bisnis King reptile on Food Truck ini dilakukan
berdasarkan beberapa tujuan yang ditinjau dari beberapa aspek seperti aspek
sumber daya manusia, aspek keuangan, aspek pemasaran dan aspek operasi.
Sedangkan manfaat yang akan dihasilkan dari penelitian ini adalah :
a. Untuk Perusahaan
Dapat memberikan masukan berupa hasil analisa untuk mngetahui
apakah usaha ini dapat ijalankan lebih lanjut menggunakan strategi saat
ini yang akan diterapkan atau membutuhkan strategi-strategi baru di
masa yang akan datang.
b. Untuk pihak akademis.
Dapat menambahakan wawasan dan pengetahuan serta dapat menjadi
referensi khususnya dalam hal kelayakan sebuah bisnis.
17