5.1.
Kualitas Batubara
Analisa kualitas batubara pada daerah penelitian dilakukan dengan
menginterpretasi hasil dari crossplot nilai parameter geofisika Well Logging yakni,
vShale dan real density terhadap nilai parameter kualitas yang didapatkan dari hasil
uji di laboratorium.
5.1.1. Grafik Crossplot Nilai vShale Terhadap Nilai Ash Contain
vShale vs Ash Contain
10 8,96
9 8,11
8
Ash Contain
6,42
7 6,11
6 4,7 4,8 5
4,6 3 4,68 y = 8, 8627x + 1814 4,
5 4,36 ,134,02 864,13 3, 23
3,87 4 3,8
1 R² = 0,0123
4 3,46 3 ,2
2,32 2,4 32,,0828 2,97 2,5 2,46
3 93,1 2,57
1,9 1,731,5
2 1,54 3
1,11
1
0
0,020,030,040,050,06 0,07 0,080,090,10,110,12
vShale
Gambar 5.9. Crossplot nilai vShale terhadap Ash Contain
Gambar diatas merupakan hasil dari crossplot nilai vshale
terhadap nilai Ash Contain. Nilai vshale yang didapatkan dari hasil konversi
dari nilai log gamma ray menunjukkan persen jumlah material clay yang
mengisi lapisan batubara. Sedangkan nilai Ash Contain menunjukkan nilai
kandungan abu atau pengotor yang terdapat pada lapisan batubara. Asosiasi
kedua variabel tersebut menghasilkan nilai koefisien korelasi R² = 0,0123 atau
1,23 % bergerak kearah yang positif. Garis berat yang bergerak kearah positif
menunjukkan bahwa semakin besar nilai vshale maka akan semakin besar
juga nilai Ash Contain-nya, hasil ini sangat masuk akal mengingat material
clay adalah salah satu pengotor yang banyak mengisi lapisan batubara pada
saat proses pembatubaraan sehingga keberadaannya diharapkan hanya sedikit
saja agar tidak membuat kualitas batubara menjadi buruk.