0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan24 halaman

Rencana Bisnis Ternak Ayam Kampung

Usaha ini bergerak di bidang peternakan ayam kampung sebagai penghasil daging. Usaha ini akan mengembangkan ternak ayam kampung untuk memenuhi permintaan daging di masyarakat dan mensejahterakan keluarga pemilik usaha. Beberapa faktor kunci keberhasilan usaha antara lain memiliki izin usaha, memahami perilaku konsumen, dan menyediakan modal yang memadai.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
238 tayangan24 halaman

Rencana Bisnis Ternak Ayam Kampung

Usaha ini bergerak di bidang peternakan ayam kampung sebagai penghasil daging. Usaha ini akan mengembangkan ternak ayam kampung untuk memenuhi permintaan daging di masyarakat dan mensejahterakan keluarga pemilik usaha. Beberapa faktor kunci keberhasilan usaha antara lain memiliki izin usaha, memahami perilaku konsumen, dan menyediakan modal yang memadai.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUSINESS PLAN PETERNAKAN AYAM KAMPUNG

Nama Usaha : Ejayya Chicken Farm

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Peternakan Ayam kampung atau ayam buras sudah banyak dikenal oleh masyarakat
dan banyak dibudidayakan di pedesaan. Karena perawatannya tergolong mudah, daya tahan
hidupnya cukup tinggi, adaptasi dengan lingkungan dan makanan mudah serta banyak
digemari oleh masyarakat karena baik dagingnya maupun telurnya memiliki cita rasa yang
lebih disukai dibandingkan ayam ras petelur atau broiler.
Secara umum, ayam kampung masih banyak dipelihara secara ekstensif tradisional
atau umbaran walaupun sudah ada beberapa peternak yang membudidayakannya secara
intensif, namun jumlahnya masih sedikit. Sementara Permintaan daging ayam kampung
cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Menurut Dirjen Bina Produksi
Peternakan saat ini pasokan daging ayam kampung baru bisa memenuhi 5,5% dari total
kebutuhan daging ayam nasional. Pada 10 tahun mendatang diharapkan pasokan ayam
kampung akan mencapai 25% dari kebutuhan total daging ayam nasional. Kenyataan
dilapangan tersebut tentunya sangat mendukung untuk memulai usaha Perternakan ayam
kampung tersebut, karna bisnis tersebut sangat menjanjikan untuk mendapatkan
pendapatan yang cukup besar sehingga mampu menggerakkan ekonomi yang notabenenya
merupakan usaha skala mikro. Selain itu Pengembangan bisnis ternak ayam kampung
sendiri tidak hanya bermanfaat bagi peternak tetapi juga sektor usaha lainnya, misalnya
nilai perdagangan dari pakan dan pengolahan daging ayam kampung serta limbah kotoran
yang bisa ikut dijual kepada petani untuk memberi nutrisi pada tanamannya. Rendahnya
tingkat produksi ayam kampung disebabkan oleh beberapa faktor seperti tingkat
pertumbuhannya yang relatif lebih lambat bila dibandingkan dengan ayam ras lainnya, serta
terbatasnya manajemen pemeliharaan dan tingginya variasi genetik secara umum pada
ayam kampung itu sendiri sehingga masih banyak peternak yang kurang
membudidayakannya terutama untuk penghasildagingdantelur.
Padahal, bila ayam kampung ini dibudidayakan secara intensif dengan pemberian pakan
yang baik dan teratur, maka pertumbuhan ayam jauh lebih cepat dibandingkan
dengan pola pemeliharaan ala kadarnya atau umbaran ( Krista dan Bagus, 2010). Oleh
karena itu, dengan pemeliharaan yang intensif, pemberian pakan dan vaksinisasi secara
teratur serta menjaga kebersihan kandang maupun lingkungan sekitarnya, pertumbuhan
ayam kampung pedaging akan lebih cepat.

BUSINESS PLAN Pemilik : Akbar RK, Nama Usaha : EJAYYA CHICKEN Farm, Alamat
lengkap dan kode pos : Ujung Pangi, Kel, gantarangkeke [Link] Kabupaten
Bantaeng. Kode Pos 92461 Telephone : 082394981185 WA :082188007454. Fax – 
 E-Mail :akbar.10031994@[Link]/akbarrk92@[Link]
DAFTAR ISI

I. Ringkasan Eksekutif
II. Deskripsi Perusahaan secara Umum
III. Produk dan Jasa
IV. Rancangan Pemasaran
V. Rancangan Operasional
VI. Manajemen dan Organisasi
VII. Deklarasi Finansial Personal
VIII. Biaya dan Kapitalisasi Perusahaan Rintisan
IX. Rancangan Keuangan Penutup
 
I. RINGKASAN EKSEKUTIF

Usaha ini bergerak di bidang peternakan ayam kampung sebagai penghasil daging.
Usaha ini dikelola oleh satu orang sebagai pemilik usaha dan untuk jangka pendek dibantu
oleh
satu orang. Sementara,untuk jangka panjangnya diharapkan mampu menyerap lebih banyak
lagi tenaga kerja seiring dengan perkembangan usaha yang dijalankan. Hal-hal yang harus
diperhatikan adalah;

1. Mendapatkan izin usaha di masyarakat sekitar.


2. Seberapa besar pemetaan pesaing.
3. Perilaku konsumen.
4. Strategi yang dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar yang
ada.
5. Kapasitas kandang.
6. Tata letak kandang.
7. Analisis dampak lingkungan
8. Persediaaan modal.
9. Persediaan jumlah pakan, vaksin, dan obat-obatan.
10. Persediaan aliran listrik dan sumber air.
11. Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan, baik jumlah dan
kualitasnya.
12. Kemudahan untuk memperluas lokasi usaha karena biayanya sudah bisa
diperhitungkan untuk usaha perluasan lokasi sewaktu-waktu.
13. Kemudahan akses transportasi.
14. Keamanan lingkungan pertumbuhan penduduk di indonesia semakin meningkat,
dengan pertumbuhan tersebut kebutuhan daging juga semakin meningkat dikarenka
n masyarakat indonesia mayoritas mengkonsumsi daging ayam.

Peluang usaha ternak ayam kampung merupakan sebuah usaha yang menjanjikan
dengan keuntungan yang berlimpah. Hal itu terjadi karena pola konsumsi masyarakat
yang semakin berubah dan meningkat . seiring dengan perkembangan pengetahuan
masyarakat. Meskipun ayam kampung memiliki harga yang lebih mahal, namun tetap
banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena masyarakat beranggapan
bahwa mengkonsumsi ayam kampung lebih sehat dan aman dibanding dengan ayam
pedaging broiler. Secara pemeliharaan usaha ternak ayam ini merupakan suatu usaha
yang bisa dilakukan oleh semua orang. Hal ini terjadi karena perawatan ayam kampung
lebih mudah dibandingkan dengan peternakan ayam broiler. Ayam kampung sendiri
memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan tidak mudah terserang oleh penyakit.
Namun, untuk mengantisipasi adanya suatu ancaman penyakit datang peternak ayam ka
mpung juga harus memberikan vaksin kepada ayam-ayam tersebut agar daya tahan
tubuhnya semakin kuat walaupun pemberian vaksin tidak sesering pada peternakan
ayam broiler. Melihat pada usaha rumah makan saat ini, pasokan ayam kampung pun
juga semakin tinggi. Banyaknya rumah makan yang menyediakan menu dari ayam
kampung sehingga konsumen banyak yang menggemari ayam kampung walaupun harus
membayar lebih mahal namun konsumen memiliki kepuasan tersendiri dibandingkan
dengan mengkonsumsi ayam broiler. Hal ini tentunya menjadi sebuah peluang besar
untuk peternak ayam kampung, sehingga bisa melakukan kerjasama agar dapat
memberikan pasokan ayam kepada rumah makan sekitar. Keunggulan dan peluang
usaha ayam kampung ini adalah:

1. Ayam kampung memiliki cita rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan ayam
pedaging broiler.
2. Ayam kampung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam
pedaging. Hal ini terjadi karena masa pemeliharaan ayam kampung lebih lama,
namun karena pemeliharannya yang lama menyebabkan cita rasanya semakin gurih.
3. Ayam kampung lebih tahan penyakit, sehingga angka kematian relatif rendah dan
peternak bisa memanen hasil yang lebih besar.
4. Ayam kampung lebih sehat aman dikomsumsi dibandingkan dengan ayam broiler.

faktor-faktor yang yang bisa mempengaruhi usaha tersebut, yaitu:

1. Luas lahan.
2. Pemilihan bibit ayam.
3. Persaingan antar peternak.
4. Kebersihan dan keamanan peternakan.
5. Kesehatan ayam

II. DESKRIPSI PERUSAHAAN SECARA UMUM

 
Bidang Usaha

Rendahnya jumlah populasi ayam kampung secara umum. Permintaan daging ayam
kampung cenderung mengalami peningkatan dari waktu ke waktu serta keinginan
pemerintah agar pasokan ayam kampung mencapai 25% dari kebutuhan total daging ayam
nasional Pada 10 tahun mendatang. Sehingga sangat mendukung untuk membuka usaha
Perternakan Ayam Kampung Pedaging dengan peluang usaha yang cukup besar dan
menjanjikan untuk dikembangkan. Usaha ini sementara bergerak di bidang peternakan
ayam kampung sebagai penghasil daging namun kedepan sebagai peningkatan dari hasil
usaha ini sebagai peternak akan bergerak sebagai penghasil telur ataupun DOC. Usaha ini
dikelola oleh satu orang sebagai pemilik usaha dan untuk jangka pendek
dibantu oleh 1 orang keluarga. Sementara untuk jangka panjangnya diharapkan mampu
menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja, seiring dengan perkembangan usaha yang
dijalankan. Peternakan ayam kampung pedaging ini dimulai dari pemeliharaan DOC ( day old
chick) sampai waktu panen
sekitar2,5 bulan dengan perawatan yang intensif. Untuk tempat atau kandang beserta perle
ngkapan lainnya seperti tempat pakan dan minum sudah tersedia. Jadi, sebagai pemilik
usaha ternak ayam kampung hanya perlu menyediakan kandang dan perlengkapan tersebut,
Untuk sementara waktu DOC dibeli dari peternak lain yang menyediakan bibit DOC.
Melihat realita dan kenyataanya, Prospek bisnis ayam kampung sangat cerah dan
terbuka lebar. Permintaan pasar cukup besar, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun
rumah makan yang belum bisa dipenuhi oleh produsen atau peternak Serta didukung
dengan keadaan di pasar, Ayam kampung pedaging memiliki harga jual yang cukup tinggi
dibandingkan ayam jenis pedaging lainnya seperti ayam broiler, dengan harga yang relatif
stabil dan mengikuti bobotnya. Semakin bertambah bobotnya, semakin tinggi harga jualnya.
Kondisi ini cukup menguntungkan, karena sebagai peternak bisa menentukan waktu panen
kapan saja dan lebih fleksibel. Pemanenan bisa ditunda beberapa hari atau minggu untuk
menaikkan bobot dan dengan memperhatikan kondisi harga jual di pasar. Sehingga usaha
Perternakan Ayam kampung Pedaging layak untuk dikembangkan dan dapat menghasilkan
pendapatan (income) yang cukup besar yang pada akhirnya dapat meningkatkan
kesejahteraan hidup dengan daya saing yang masih sedikit.

Visi dan Misi

 Visi:
1. Untuk Mengembangkan Ternak ayam kampung pedaging,
2. Untuk memenuhi kebutuhan daging di masyarakat
3. Dan selanjutnya untuk mensejahterakan keluarga.

Misinya adalah;

1. Memberikan kemudahan bagi yang membutuhan Daging


2. Menciptakan lapangan pekerjaan.
3. Membangun semangat usaha.
4. Membangun kemandirian dalam menghadapi tantangan global.

Hal-hal yang harus diperhatikan adalah;

1. Mendapatkan izin usaha di masyarakat sekitar.


2. Seberapa besar pemetaan pesaing.
3. Perilaku konsumen.
4. Strategi yang dijalankan untuk memenangkan persaingan dan merebut pasar yang
ada.
5. Kapasitas kandang.
6. Tata letak kandang.
7. Analisis dampak lingkungan.
8. Persediaaan modal.
9. Persediaan jumlah pakan, vaksin, dan obat-obatan.
10. Persediaan aliran listrik dan sumber air.
11. Kemudahan dalam memperoleh tenaga kerja yang diinginkan, baik jumlah dan
kualitasnya.
12. Kemudahan untuk memperluas lokasi usaha karena biasanya sudah diperhitungkan
untuk usaha perluasan lokasi sewaktu-waktu.
Tujuan usaha

 Tujuan dari usaha ini adalah untuk mengembangkan potensi peternakan ayam
kampung pedaging sehingga mampu membuka peluang kerja baru yang pada akhirnya akan
meningkatkan pendapatan (income) dan kesejahteraan hidup.
Manfaat Kegiatan

1. Mengembangkan potensi peternakan ayam kampung pedaging.


2. Menambah pengalaman dan meningkatkan kerja sama (team work)
dalammanajemen usaha.
3. Membuka peluang kerja baru.
4. Memanfaatkan aspek-aspek peternakan ayam kampung didunia peternakanguna
menopang perekonomian masyarakat.
5. Dapat mengetahui perencanaan usaha ayam kampung dalam kewirausahaan.
6. Dapat meningkatkan skala wirausaha peternakan ayam kampung

Filosofi Bisnis

  Ayam kampung merupakan salah satu jenis ternak unggas yang telah memasyarakat
dan tersebar di seluruh pelosok nusantara. Bagi masyarakat indonesia, ayam kampung
sudah bukan hal asing lagi. Istilah “Ayam kampung” semula adalah kebalikan dari istilah
“ayam ras”, dan sebutan ini mengacu pada ayam yang ditemukan berkeliaran bebas di
sekitar perumahan. Namun demikian, semenjak dilakukan program pengembangan,
pemurnian, dan pemuliaan beberapa ayam lokal unggul, saat ini dikenal pula beberapa ras
unggul ayam kampung. Untuk membedakannya kini dikenal istilah ayam buras (singkatan
dari “ayam bukan ras”) bagi ayam kampung yang telah diseleksi dan dipelihara
dengan perbaikan teknik budidaya (tidak sekadar diumbar dan dibiarkan mencari makan
sendiri). Peternakan ayam buras mempunyai peranan yang cukup besar dalam mendukung
ekonomi masyarakat pedesaan karena memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap
lingkungan dan pemeliharaannya relatif lebih mudah. Ayam kampung adalah sebutan di
Indonesia bagi ayam peliharaan yang tidak ditangani dengan cara budidaya massal
komersial serta tidak berasal-usul dari galur atau ras yang dihasilkan untuk kepentingan
komersial tersebut. Ayam kampung tidak memiliki istilah ayam kampung petelur ataupun
pedaging. Hal ini disebabkan ayam kampung bertelur sebagaimana halnya bangsa unggas
dan mempunyai daging selayaknya hewan pada umumnya.

Sejarah ayam kampung dimulai dari generasi pertama ayam kampung yaitu dari
keturunan ayam hutan merah (Gallus gallus). Jenis ayam kampung ini sudah dikenal sejak
zaman Kerajaan Kutai. Pada saat itu, ayam kampung merupakan salah satu jenis
persembahan untuk kerajaan sebagai upeti dari masyarakat [Link]
menyerahkan upeti menyebabkan ayam kampung selalu diternakan oleh warga kampung
dan menyebabkan ayam kampung tetap terjaga kelestariannya hingga saat ini. Indonesia
dianggap sebagai negara produsen yang aman karena product ernak yang masih murni
alami, dan bebas penyakit mulut dan kuku. Sampai saat ini ekspor hasil peternakan
Indonesia relatif kecil dibandingkan nilai impor, tetapi tetap menggembirakan karena ekspor
terus mengalami pertumbuhan 17 persen per tahun.

Iklim Usaha

Pertumbuhan penduduk di indonesia semakin meningkat, dengan pertumbuhan


tersebut kebutuhan daging juga semakin meningkat dikarenakan masyarakat indonesia
mayoritas mengkonsumsi daging ayam. Peluang usaha ternak ayam kampung merupakan
sebuah usaha yang menjanjikan dengan keuntungan yang cukup memuaskan. Hal itu terjadi
karena pola konsumsi masyarakat yang semakin berubah dan meningkat seiring
perkembangan pengetahuan masyarakat. Meskipun ayam kampung memiliki harga yang
lebih mahal, namun tetap banyak diminati oleh masyarakat. Hal ini terjadi karena
masyarakat beranggapan bahwa mengkonsumsi ayam kampung lebih sehat dan aman
dibanding dengan ayam pedaging broiler. Secara pemeliharaan usaha ternak ayam ini
merupakan suatu usaha yang bisa dilakukan oleh semua orang. Hal ini terjadi karena
perawatan ayam kampung lebih mudah dibandingkan dengan peternakan ayam broiler.
Ayam kampung sendiri memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan tidak mudah terserang
oleh penyakit. Namun, untuk mengantisipasi adanya suatu ancaman penyakit yang datang
maka peternak ayam kampung juga harus memberikan vaksin kepada ayam-ayam tersebut
agar daya tahan tubuhnya semakin kuat, walaupun pemberian vaksin tidak sesering pada
peternakan ayam broiler. Melihat pada usaha rumah makan saat ini, pasokan ayam
kampung pun juga semakin tinggi. 
Banyaknya rumah makan yang menyediakan menu dari ayam kampung sehingga
konsumen banyak yang menggemari ayam kampung walaupun harus membayar lebih
mahal namun konsumen memiliki kepuasan tersendiri dibandingkan dengan mengkonsumsi
ayam broiler. Hal ini tentunya menjadi sebuah peluang besar untuk peternak ayam
kampung, sehingga bisa melakukan sebuah kerjasama agar dapat memberikan pasokan
ayam kepada rumah makan sekitar.

Keunggulan peluang usaha ayam kampung ini adalah:

1. Ayam kampung memiliki cita rasa yang lebih gurih dibandingkan dengan
ayam pedaging broiler.
2. Ayam kampung memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan ayam
broiler. Hal ini terjadi karena masa pemeliharaan ayam kampung lebih lama,
namun karena pemeliharannya yang lama menyebabkan citarasanya semakin
gurih.
3. Ayam kampung lebih tahan penyakit, sehingga angka kematian relatif rendah
dan peternah bisa memanen hasil yang lebih besar.
4. Ayam kampung lebih sehat dibandingkan dengan ayam broiler..

faktor-faktor yang yang bisa mempengaruhi usaha tersebut, yaitu:

1. Luas lahan
2. Pemilihan bibit ayam
3. Persaingan antar peternak.
4. Kebersihan dan keamanan peternakan.
5. Kesehatan ayam

Badan Hukum
Badan hukum usaha ternak ayam ini belum berbadan hukum karena usaha ini masih
milik perorangan dan baru beroperasional tahun lalu

III. PRODUK DAN JASA


A. Rumusan Masalah
Dalam usaha ternak ayam kampung ini yang menjadi suatu rumusan
permasalahannya adalah bagaimana menciptakan suatu produk yang dapat
menghasilkan protein hewani yang tinggi, dengan cita rasa yang gurih, dan sehat
sehingga mampu untuk memberikan suatu kepuasan bagi konsumen?

B. Produk Sebagai Solusi


Dengan rumusan masalah seperti diatas maka muncullah produk sebagai solusinya
yaitu produk ayam kampung. Caranya dengan menternak atau membudidayakan ayam
kampung. Ayam kampung atau biasa di panggil dengan sebutan pitik jawa memang
memiliki berbagai keistimewaan. Hal ini di khususkan dan di sebabkan karena
pemeliharaanya yang masih benar benar alami sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.
istimewanya ayam kampung adalah memiliki rasa yang lebih gurih dan lezat. Jika
badannya gemuk dan besar, maka ia secara normal akan gemuk dan kaya daging. Dari
teksturnya yang alot menandakan betapa padatnya lemak bertumpuk ditubuh para
ayam ayam kampung. Hal ini sangat berbeda jika yang anda temui adalah ayam potong.
Tampilan besarnya hanya air, sehingga teksturnya lebih lembut dan sedikit.

C. Kelebihan Produk 
pecinta ayam kampung, ternyata banyak memiliki manfaat bagi tubuh. Berikut
inidiantaranya :
1. Kandungan toksin yang sedikit Memang hanya sedikit orang saja yang sangat
perduli akan mengkonsumsi ayam yang mengandung sedikit toksin atau tidak.
Sebab efek samping yang akan mengenai juga tidak terlalu terasa pada jangka
dekatnya. Padahal produk unggas mungkin juga berbahaya. Misalnya kandungan
hormon, antibiotik dan jejak pestisida yang sudah mereka konsumsi saat di
pekarangan. Berbeda dengan ayam kampung yang besar dengan sendirinya
tanpa campur tangan bahan kimia. Salah satu bentuk pengaruh antibiotik yang
mengenai manusia adalah resistensikuman pada beberapa orang. Sedangkan
hormonal dari luar yang di berikan kepada ayam potong adalah menyebabkan
resiko kanker meningkat, pubertas pada anak lebih cepat. Bahkan anda juga
tidak bisa menjamin ayam potong yang anda konsumsi tidak mengandung logam
berat.
2. Mutu gizi lebih tinggi Ayam kampung memiliki kandungan gizi lebih tinggi dari
sekedar ayam
potong biasa. Sebab mereka mendapatkan makan secara alami dari daun dedau
nan, serangga kecil, dan sebagainya. Tidak mendapatkan suntikan hormonal,
antibiotic dan pestisida. Sehingga tubuhnya tidak terkontaminasi langsung
dengan zat kimia. Untuk itulah mengapa hasil daging ayam kampung lebih
lembut dan lebih gurih.
3. Lemak lebih sedikit Ayam kampung hanya memiliki kandungan lemak lebih
sedikit dari ayam potong. Itulah mengapa bentuk tubuh ayam kampung lebih
kecil dibandingkan dengan ayam potong. Dagingnya pun juga lebih tipis,
sehingga untuk proses pemotongannya tidak memerlukan waktu yang banyak.
4. Protein tinggi kualitas terbaik Daging ayam merupakan salah satu penghasil
protein terbanyak setelah daging sapi. Manfaat protein berjenis hewani ini lebih
banyak dan mutu kesehatannya lebih tinggi jika anda menggunakan ayam
kampung. Alasan inilah yang di pakai oleh para binaragawan. Tingginya
kandungan protein yang berjumlah 19 jenis serta asam amino yang sangat baik
untuk tubuh. Bahkan protein protein inilah yang membantu pembentukan tubuh
agar terlihat sispact.
5. Kaldu yang lebih nikmat anda bisa mengetahui kelezatan daging ayam kampung
meski hanya lewat kaldunya saja. Karena kandungan pestisida dan obat obatan
dari ayam organic lebih sedikit, bahkan tidak ada, maka kaldunya juga lebih
sehat. Selain lebih sehat, rasanya juga lebih nikmat dan lezat dari pada kaldu
yang di hasilkan dari ayam potong biasa.
6. Aroma ayam kampung yang nikmat aroma yang di hasilkan oleh ayam organik
akan lebih dibandingkan dengan ayam potong. Hal ini juga di sebabkan
karena ayam kampung tidak di campurkan oleh obat obatan dan bahan kimia
dalam pertumbuhannya. Semua berdasarkan dari alam. Rasa daging ayam
kampung akan lebih gurih, lebih nikmat dan lebih leza Jika anda mencicipinya,
saya yakin akan ketagihan.
7. Dagingnya kenyal. Salah satu alasan mengapa orang menyukai daging ayam
kampung adalah daging yang di hasilkan oleh ayam kampung lebih kenyal dari
ayam potong. Jika anda sentuh dan pegang, daging tersebut berisi dan tidak
lembek. Meskipun di olah dalam masakan, daging ayam organik cenderung tidak
hancur. Sedangkan jika ayam potong biasa akan hancur ketika di olah.
8. Kotoran menjadi pupuk tanaman, Daging ayam kampung, semua bagian
tubuhnya seperti daging bisa dimanfaatkan. Bahkan hingga kotorannya
sekalipun. Biasanya
digunakansebagai pupuk tanaman. Karena kesehariannya tidak memakan obat o
batan, jadicukup aman jika di jadikan pupuk tanaman.
9. Kotoran adalah pakan ikan Bukan hanya di manfaatkan sebagai pupuk saja,
namun kotoran
ayamkampung juga mampu di gunakan sebagai pakan ikan. Hal ini di nilai cukup 
aman, sebab ayam kampung tidak mengonsumsi obat obatan dan pestisida yang
berbahaya.
10. Baik untuk penderita anemia Bagi anda yang menderita anemia, memakan ayam
kampung di nilai cukup membantu. Sebab kandungan dalam ayam kampung
terdapat zat besi yang cukup tinggi. Salah satu mineral inilah yang akan
meningkatkan produksi sel darahmerah atau biasa di kenal eritrosit. Jika hasil
produksinya tersebut sudah mencapai batas normal, maka anda akan sembuh
dari anemia.
11. Mengurangi rasa stress, Mengapa wanita haid di anjurkan memakan ayam? Ini
sangat berkaitan dengan keadaan dan kondisi psikologis wanita tersebut.
Biasanya orang haid akan mengalami stress yang cukup mengganggu pikirannya.
Oleh sebab itulah disarankan memakan ayam kampung yang mengandung
cukup vitamin B5. Kandungan ini sangat membantu untuk membuat otak
menjadi tenang danmemberikan efek relaksasi.
12. Meningkatkan sistem imunnitas tubuh Siapa sangka ternyata mengonsumsi ikan
mampu meningkatkan sistem pertahanan tubuh manusia. Hal ini di sebabkan
karena adanya kandungan mineral pada ayam yang membantu untuk
meningkatkan imunnitas tersebut. Itulah mengapa orang yang sedang flu sangat
di anjurkan untuk mengonsumsi soup ayam hangat untuk membantu proses
penyembuhan.
13. Mengatur kolesterol Ayam kampung memiliki kandungan lemak yang lebih
sedikit. Untuk itulah mengapa daging ini di nilai cukup aman di konsumsi bagi
para pasien yangmemiliki kolestrol tubuh tinggi. Bahkan terdapat nutrisi yang
membantu menurunkan kolestrol di taraf normal. Zat tersebut adalah niasin.
14. Memperkokoh tulang, Tulang yang kuat juga di sebabkan karena kandungan
protein di dalam tubuhnya yang cukup tinggi. Mengkonsumsi protein hewani
mampu menambah berat badananda.
15. Baik untuk meningkatkan pertumbuhan anak, Di dalam ayam kampung terdapat
kandungan fosfor dan manfaat kalsium yang tinggi dan lebih sehat. Kedua zat
itulah yang paling berperan dalam pertumbuhan anak di masa
perkembangannya. Hal ini sekaligus di gunakan untuk menjaga tulang anak
menjadi kuat dan tidak mudah patah.
16. Meningkatkan nafsu makan, Masakan menggunakan ayam akan terlihat sangat
menggoda bagi siapa saja. Entah ayam goreng, ayam bakar, ayam ulang lunak,
sup ayam, rending ayam, kari ayam, semua makanannya menjadi
sangat menggoda liur. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa menu makan
ayam cenderung lebih di sukai. Selain pengolahannya mudah, rasa yang akan di
hasilkan juga tidak mengecewakan.

D. Harga/Tarif 
Ayam kampung memiliki harga yang cukup mahal dibadingkan dengan ayam broiler.
Hal ini terjadi karena pemeliharaan ayam kampung lebih lama dibandingkan dengan
ayam broiler. Namun walaupun dengan harga yang mahal ayam kampung ini tetap
diminati banyak masyarakat karena ayam kampung terkenal lebih sehat. Harga ayam
kampung sendiri selalu berada di kisaran Rp35.000-Rp40.000 /ekor keatas. Namun
ketika menjelang hari-hari raya seperti bulan ramadhan dan hari raya idul fitri harga dan
permintaanpun bisa melonjak.

IV. RANCANGAN PEMASARAN

a) Riset Pasar primer.


Seorang peternak yang melakukan suatu usaha ternak tanpa melihat riset pasar
terlebih dahulu, sama artinya dengan seseorang yang berjalan dihutan belantara tanpa
kompas.
1. Riset pasar. Toko unggas. Riset yang telah dilakukan bahwa lokasi peternakan sangat
dekat dengan toko unggas sehingga mudah untuk mendapatkan kebutuhan
ternaknya yang ada di BANTAENG, SULAWESI SELATAN, Dan untuk melakukan
penjualannya pun cukup mudah dilakukan.
2. Pedagang besar sebagai pengecer dipasar. jadi, seorang peternak dapat datang pada
fajar pagi hari untuk memasok kebutuhan ayam oleh para pedagang ayam dipasar.
3. Rumah makan tradisonal yang menyediakan ayam kampung. Biasanya ayam
kampung bisa dijadikan menu ayam goreng, ayam bakar, gudeg dll. Seperti rumah
makan WARUNG KAMPUNG TUA, REST AREA SASSYA, WARUNG BIRU,RUMAH
MAKAN SEMARANG, DAN RUMAh MAKAN SEDERHANA, Juga menyediakan ayam
kampung bakar utuh , dll.
4. Para pedagang pengumpul. Riset dilakukan adalah untuk memperoleh informasi
kemampuan mereka dan menetukan kemungkinan harga yang ditawarkan.
5. Menghubungi peternak ayam kampung lain (data ini diperoleh dari dinas
peternakan setempat). Hal ini dilakukan untuk mengetahui masalah teknis dan
nonteknis yang dialami oleh seorang peternak.
6. Menghubungi pakar yang memang menangani masalah ayam kampung, baik dari
kalangan akademisi, penelitian, orang yang berpengalaman, dan dinas peternakan.

b) Riset pasar sekundera.


1. Data statistik pertanian yang dikeluarkan oleh Biro Pusat Stastistik setiap tahun atau
dari Departemen pertanian yang juga mengeluarkan buku saku peternakan
2. Majalah peternakan yang juga mengemukakan masalah-masalah peternakan.
3. Kecenderungan pakan yang dapat dikonsumsi. Keadaan bisnis diindonesia pun kini
semakin kompleks dan saling terkait satu sama lain. bisnis yang hanya
mengandalkan keberuntungan dan nasib kini sudah lewat. Bisnis “benda hidup”
yang tidak berawal dari riset pasar maka akan menyebabkan kerugian dikemudian
hari. Pada tingkat sederhana pun perlu dilakukan, sekalipun yang dirancang itu
peternakan ayam kampung skala kecil.

c) Pangsa Pasar
Untuk pemasarannya, pada tahap awal hasil ternak akan dipasarkan langsung
ke pasar pasar tradisional yang ada disekitar peternakan maupun pasar lain yang ada di
bantaeng dengan terlebih dahulu melakukan survei pasar untuk mengetahui berapa
kebutuhan ayam kampung pedaging ini dipasaran. Selain itu, hasil ternak juga dapat
dipasarkan langsung kepada konsumen seperti masyarakat sekitar dan warung-warung
yang menyediakan menu ayam kampung.

Untuk tahap-tahap selanjutnya akan lebih mudah karena diharapkan usaha


peternakan ini sudah mempunyai pelanggan tetap atau pengepul yang menampung
hasil ternak. TARGET ( Sasaran ) :
1) pedangang daging
2) restoran
3) warung-warung makan kecil
4) warga sekitar

FAKTOR– FAKTOR YANG BISA DI KENDALIKAN PADA USAHA PETERNAKAN AYAM :


1) jumlah bibit atau jumlah pemeliharaan ayam.
2) Jumlah pakan(makanan)
3) Jenis bibit ayam

PENGHALANG:
1) Suhu ruangan yang dibutuhkan ayam
2) Keadaan iklim
3) Kebijakan pemerintah
4) Banyak nya jenis penyakit pada ayam

Cara untuk mengendalikan faktor-faktor tersebut adalah seorang peternak harus


memiliki keuletan dan mampu mengontrol dan menganalisis setiap kejadian yang
dialami oleh ayam. Kemudian seorang peternak juga harus rajin memberikan vaksin
kepada ayam peliharaannya. Namun, jika adanya kebijakan pemerintah biasanya
terkait dengan harga seorang peternak boleh menjual ayam ketika harga mahal
walaupun dengan pemeliharaan yang lebih lama namun ayam kampung semakin
dipelihara lama dagingnya semakin gurih. 

C. Model Bisnis
  Model bisnis yang dijalankan adalah dengan model B2B dan B2C. Jadi, Model B2B
peternak ayam kampung bekerjasama dengan pembisnis lain seperti pengepul dipasar,
rumah makan tradisional, dan pedagang besar. Selanjutnya dengan model B2C ayam bisa
langsung dipasarkan kekonsumen, biasanya konsumen sebagai penggemar ayam kampung
langsung datang ke kandang dan bisa menghubungi via telepon. Namun, permintaan
konsumen akan selalu meningkat diwaktu hari raya.

D. Produk 
Produk ayam kampung dimata konsumen adalah seuatu produk yang sangat spesial.
Semua kalangan masyarakat yang ada diindonesia sangat menggemari ayam kampung.
Selain terkenal rasanya yang gurih daging ayam kampung juga terkenal sehat. Meskipun
dengan harga yang mahal namun konsumen tetap menggemarinya. Selain itu, ayam
kampung menjadi menu favorite di berbagai rumah makan tradisional.
d) Fitur atau manfaat

1. Sedikit mengandung toksin Hanya sedikit orang yang peduli dengan kandungan toksin
yang terkandung dalam produk makanan mereka. Hal ini mungkin karena kurang
diketahui dampaksecara langsung makan daging yang diproduksi nonorganik. Produk
unggas seperti ayam seringkali mengandung hormon, antibiotik, dan bahkan jejak
pestisida, semuanya bisa potensial membahayakan kesehatan, walaupun dampaknya
mungkin akan terasa dalam jangka panjang. Antibiotik yang biasanya digunakan untuk
pembesaran ayam komersial, kemungkinan adalah salah satu faktor yang menyebabkan
resistensi kuman pada beberapa orang. Bahkan sejumlah kecil hormon saja bisa
memiliki efek yang besar, seperti meningkatkan risiko kanker dan pubertas lebih awal
pada anak-anak. Ayam potong biasanya juga terkena kontaminan, seperti logam berat
yang biasanya terdapat dalam beberapa makanan ayam pabrikan.
2. Lebih tinggi Gizi, Ayam kampung yang dipelihara tanpa dikandangkan lebih banyak
memperoleh pakan alami seperti serangga, daun-daunan, dsb. Selain itu, ayam
kampung yang dipelihara seperti ini lebih banyak menerima cahaya matahari langsung
dan lebih banyak bergerak. Dengan demikian, selain dagingnya lebih lembut, gurih, juga
lebih tinggi mengandung nutrisi daripada ayam potong komersial.
3. Mengandung sedikit Lemak, Ayam kampung cenderung lebih sedikit mengandung
lemak dari pada teman mereka yang dipelihara secara komersial. Jadi Anda bisa
menambahkan sedikit lemak ke dalam panci jika Anda memasak ayam kampung.
Memotong daging ayam lebih tipis akan mempercepat waktu memasak, serta
mendapatkan protein yang lebih berkualitas sehat.
4. Kaldu lebih sehat Kaldu tulang dari daging hewan yang diproduksi secara organik,
termasuk ayam lebih tinggi dalam hal manfaat gizi. Selain itu, kaldu ayam organik juga
aman bebas dari hormon, obat-obatan, dan residu insektisida. Jadi, kaldu ayam
kampung organik adalah tambahan untuk kuah sup yang sehat dan lebih lezat.
5. Rasa dan aroma Lebih nikmat, Manfaat lain dari daging ayam kampung adalah dalam
hal rasa. Ayam yang tidak diternakkan secara alami cenderung memiliki daging yang
lebih lembut dan rasa yang lebih lengkap.

F. Konsumen
  Target yang akan hendak dituju adalah;
1). Pedangang daging Baik yang ada dipasar raman utara maupun di daerah lain.
sehingga penyalurannnya ke konsumen lebih mudah.
2). Restoran-Restoran dan rumah makan tradisonal yang menyediakan menu ayam
kampung mulai dari ayam goreng, ayam bakar, dll. Sehingga peternak tidak kebingungan
untuk memasarkan produknya ke konsumen.
3). Warung-warung makan kecil Secara umum warung-warung makan kecil dipinggir jalan
menyediakan menu ayam kampung. Karena konsumen dimanapun tempatnya selalu
mencari menu ayam tersebut. Jadi peternak dapat bekerja sama dengan warung-warung
kecil sebagai pemasok ayam yang dibutukhan warung-warung kecil.
4) Warga sekitar Konsumen juga langsung dapat datang ke kandang untuk memenuhi
keinginanya biasanya hal ini dilakukan oleh warga sekitar.

Segmentasi demografis yang mencakup:


1. Usia, Bisa dikonsumsi semua jenis usia karena mengandung protein hewani yang
baikuntuk kesehatan tubuh
2. Jenis kelamin dan gender Baik laki-laki maupun perempuan semuanya dapat
mengkonsumsi
3. Lokasi, Bisa diperoleh digantarangkeke, bantaeng, Sulawesi selatan,. Namun selanjutnya
dapat mencapai taraf seluruh kabupaten disulsel.
4. Kelas sosial, Bisa dinikmati semua kalangan baik menengah kebawah maupun
menengahkeatas

Segmentasi demografis (dalam model bisnis B2B) bisa mencakup:


1. Industri peternakan
2. Lokasi gantarangkeke, bantaeng, dan sesulsel.
3. Ukuran perusahaan yang disasar adalah rumah makan tradisional dan restoran.
G. Ceruk Pasar
  Usaha peternakan ini akan menjadi sebuah pemasok daging ayam kampung
bagi para pedagang daging, restoran, rumah makan tradisonal. Yang dapat dikonsumsi oleh
semua kalangan. Secara kompetensi ayam kampung ini lebih unggul dibandingkan dengan
ayam broiler dan ayam ras. Karena ayam kampung ini tekstur dagingnya yang lebih gurih,
kandungan vitaminnya juga lebih banyak, selain itu lebih sehat.

H. Strategi
  Strategi pemasaran yang dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan
para pedagang daging, restoran, dan rumah makan tradisional sehingga peternak dapat
menjadi pemasok ayam kampung. Selanjutnya dengan menjual ayam ke kosumenatau
warga sekitar dengan harga yang lebih murah sama dengan harga ketikamenjual kepada
pengepul ayam.
I. Promosi
  Promosi yang dilakukan adalah dengan mengenalkan produk ayam kampung lewat
media social seperti facebook dan Instagram ataupun story whasapp dan personal saling
dengan harga yang lebih murah karena langsung dari kandang ayam sendiri.
J. Harga
Karena ini merupakan bisnis pemula harganya tetap mengikuti harga pasaran yang
ada. Karena walaupun peternak ayam mematok harga yang mahal, namun konsumen tetap
banyak yang meminatinya.
K. Lokasi
  Lokasi yang direncanakan adalah dipesawahan yang ada dibelakang [Link]
tersebut dipilih karena jauh dari permukiman masyarakat, kemudian dekatdengan saluran
listrik dan sumber mata air.
 
L. Saluran Distribusi
Penjualan produk ayam kampung ini dilakukan dengan cara;
1. Distributor
2. Penjualan langsung di tempat
3. Agen atau reseller
4. Sesuai pesanan/kontrak

V. RANCANGAN OPERASIONAL
a. Model Bisnis
Model bisnis yang digubakan adalah B2B dengan struktur kerjasama
dengan pembisnis lain. jadi seorang peternak sebagai pemasok barang baku yang
dibutuhkan oleh pembisnis lain seperti restoran, rumah makan tradisional yang
menyediakan menu ayam kampung. Selanjutnya bisnis ini dijalankan dengan
model B2C, jadi peternak dapat menyalurkan ayam kampungnya langsung
kekosumen. Konsumen akan dapat memperoleh produk tersebut dengan datang
langsung ke kandang ternak ayam kampung.

b. Produksi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses produksi adalah sebagi berikut;
1. Kriteria Bibit Ayam Kampung
Bibit mempunyai kontribusi sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha
peternakan. Bibit ayam kampung (DOC) dapat diperoleh dengan
cara : dengan membeli DOC ayam kampung langsung dari pembibit, membeli
telur tetas danmenetaskannya sendiri, atau membeli indukan untuk
menghasilkan telur tetaskemudian ditetaskan sendiri baik secara alami atau
dengan bantuan mesin [Link] singkat DOC ayam kampung yang
sehat dan baik mempunyai kriteriasebagai berikut :
a. Dapat berdiri tegap,
b. Sehat dan tidak cacat,
c. Mata bersinar,
d. Pusar terserap sempurna,
e. Bulu bersih dan mengkilap,
f. Tanggal menetas tidak lebih lambat atau cepat.
g. PakanKita ketahui bersama bahwa pakan mempunyai kontribusi
sebesar 30% dalam keberhasilan suatu usaha.
Pakan untuk ayam kampung pedaging sebenarnya sangat fleksibel
dan tidak serumit kalau kita beternak ayam pedaging, petelur atau puyuh
sekalipun.

Bahan pakan yang bisa diberikan antara lain :

a. Konsentrat, 

b. Dedak,

c. Jagung, Pakan alternatif seperti sisa dapur/warung, roti BS, mie


instant remuk, bihun BS,dan lain sebagainya.

Yang terpenting dalam menyusun atau memberikan ransum adalah


kita tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi ayam kampung yaitu protein
kasar (PK) sebesar 21-23% dan energi metabolis (EM) sebesar 2500
Kkal/kg.
Jumlah pakan yang diberikan sesuai tingkatan umur adalah sebagai
berikut :
1) 7 gram/per hari sampai umur 1 minggu2) 19 gram/per hari sampai umur
2 minggu3) 34 gram/per hari sampai umur 3 minggu4) 47 gram/per hari
sampai umur 4 minggu5) 58 gram/per hari sampai umur 5 minggu6) 66
gram/per hari sampai umur 6 minggu7) 72 gram/per hari sampai umur 7
minggu8) 74 gram/per hari sampai umur 8 minggu.
2) air diberikan secara ad libitum (tak terbatas) dan pada tahap-tahap awal
pemeliharaan perlu dicampur dengan vitamin+antibiotika.
3) Kontruksi Kandang Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam
budidaya ternak ayam kampung salah satunya di dukung dari kelayakan
kandang yang baik.

berikut adalah tatacara pengolahan kandang ayam :

Syarat kandang yang baik :

a. Jarak kandang dengan permukiman minimal 5 m, 


b. Tidak lembab,
c. Sinar matahari pagi dapat masuk dan sirkulasi udara cukup baik.
d. Sebaiknya memilih lokasi yang agak rindang dan terhalangi
oleh bangunan atau tembok lain agar angin tidak berhembus langsung
ke dalam kandang. Penyuci hamaan kandang dan peralatannya
dilakukan secara teratur sebagai usaha biosecurity dengan
menggunakan desinfektan yang tepat dan tidak membahayakan bagi
ternak itu sendiri. Banyak pilihan jenis desinfektan yang ditawarkan
oleh berbagai produsen pembuatan obat.

Ukuran kandang :

1) Tidak ada ukuran standar kandang yang ideal, akan tetapi ada anjuran
sebaiknya lebar kandang antara 4-8 m dan panjang kandang tidak lebih
dari 70 m. Yang perlu mendapat perhatian adalah daya tampung atau
kapasitas kandang.

2) Tiap meter persegi sebaiknya diisi antara 45-55 ekor DOC ayam
kampung sampai umur 2 minggu, kemudian jumlahnya dikurangi sesuai
dengan bertambahnya umur ayam.

3) Bentuk kandang yang dianjurkan adalah bentuk postal dengan lantai


yang dilapisi litter yang terdiri dari campuran sekam, serbuk gergaji dan
kapur setebal ±15 cm.

4) Model atap monitor yang terdiri dari dua sisi dengan bagian puncaknya
adalubang sebagai ventilasi dan bahan atap menggunakan genteng atau
asbes.

5) Pemeliharaan ayam kampung di bagi dalam dua fase yaitu fase starter
(umur 1-4 minggu) dan fase finisher (umur 5-8 minggu). Pada fase starter
biasanya digunakan kandang bok (dengan pemanas) bisa bok khusus atau
juga kandang postal yang diberi pagar.
6) Suhu dalam kandang bok biasanya berkisar antara 30-32°C. Pada fase
finisherdigunakan kandang ren atau postal seperti model pemeliharaan
ayam broiler.

4. Manajemen Pemeliharaan

Manajemen atau tatalaksana pemeliharaan memegang peranan tertinggi


dalamkeberhasilan suatu usaha peternakan yaitu sekitar 40%. Bibit berkualitas
serta pakan yang berkualitas belum tentu memberikan jaminan keberhasilan suatuus
aha apabila manajemen pemeliharaan yang diterapkan tidak tepat.

Sistem pemeliharaan pada ayam kampung bisa dilakukan dengan 3 cara


yaitu:

a. Ekstensif /tradisional (diumbar), tanpa ada kontrol pakan dan kesehatan 

b. Semi intensif (disediakan kandang dengan halaman berpagar), ada kontrol 
pakan dan kesehatan ternak akan tetapi tidak ketat

c. Intensif (dikandangkan seperti ayam ras), ada kontrol pakan dan kesehatan
dengan ketat, Model pemeliharaan ayam kampung secara intensif lebih
disarankan dari yangl ainnya terutama dalam hal kontrol penyakit.
Sebenarnya masih banyak lagi manfaat dari cara beternak secara intensif,
akan tetapi kami tidak dapat menguraikannya di sini.

5. Pengendalian Penyakit Hal yang tak kalah pentingnya adalah pengendalian


penyakit. Kita semua akan setuju dengan statement “mencegah lebih baik
daripada mengobati”.

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan tindakan antara lain :

a. Menjaga sanitasi lingkungan kandang, peralatan kandang dan manusianya 

b. Pemberian pakan yang fresh dan sesuai kebutuhan ternak

c. Melakukan vaksinasi secara teratur. Pemilihan lokasi peternakan di daerah


yang bebas penyakit. Manajemen pemeliharaan yang baik. Kontrol terhadap
binatang lain

6. Memberikan perlakuan khsusus seperti membedakan ayam jantan dan ayam


betina dengan alasan agar terjadi persaingan yang seimbang dalam makan dan
lainnya.

Teknik Pemeliharaan Ayam Kampung Pedaging Pemeliharaan ayam kampung


pedaging terdiri dari beberapa aktivitas, yaitu :
1. Menyiapkan kandang dan peralatannya. Cara menyiapkan kandang dan
peralatannya sebagai berikut :

a. Menghitung kebutuhan kandang dan peralatannya. Apabila menggunakan


tempat pakan tempat minum kecil (kapasitas 5 kg pakan 5 liter air), maka tempat
pakan tempat minum yang diperlukan masing-masing 2 buah/100 ekor ayam.
Sedangkan apabila menggunakan tempat pakan tempat minum besar (kapasitas 7
kg pakan 7 liter air) diperlukan masing-masing 30 buah/1.000 ekor. Untuk populasi
1.000-1.500 ekor pemanas gas yang diperlukan 2 buah, tabung 2 buah. Selama
sekitar 10 hari dengan kandang indukan, gas yang dihabiskan 4 tabung. Sekam yang
diperlukan 50-60 karung.

b. Melakukan sanitasi kandang, peralatan dan lingkungannya. Sebelum DOC


datang (2 minggu), kandang dan peralatannya dibersihkan, disikat dengan air
sabun, kemudian disemprot menggunakan larutan desinfektan. Seminggu sebelum
DOC datang kandang dilabur menggunakan kapur gamping, kemudian sehari
sebelum DOC datang penyemprotan diulang lagi dengan larutan desinfektan. Selain
kandang dan peralatan kandang yang digunakan, juga dibersihkan dengan jalan
mencuci tempat makan.

c. Membuat kandang indukan (brooding)

1) Buat lingkaran, bahan yang digunakan bisa seng atau terpal. Hitung
diameter lingkaran dengan kepadatan DOC 50 ekor/m2 Sebagai patokan, lingkaran
yang dibuat dengan jari-jari 2,5 m atau diameter 5 m untuk 1.000 ekor/1.200
[Link] pembatas (chick guard) sekitar 45– 60 cm. Brooding dapat berbentuk
lingkaran, dapat pula berbentuk persegi.

2) Pasang sekam Setelah brooding ring siap, taburkan sekam di atas lantai
dengan ketebalan sekitar3 cm, pemberiannya secara bertahap.

3) Pasang pemanas, Beberapa pemanas yang dapat digunakan antara lain


gas, batu bara, serbuk gergaji.

2. Menerima kedatangan DOC (Day Old Chick)Beberapa aktivitas yang dilakukan


pada saat DOC ayam kampung datang :

a. Menurunkan box DOC dari kendaraan untuk dibawa masuk ke dalam


[Link] DOC diturunkan, pastikan bahwa box DOC dalam kondisi utuh
danterjamin keasliannya. Hitung jumlah box DOC sesuai dengan pesanan,
barukemudian dibawa masuk ke dalam kandang dengan cara hati-hati sehingga
DOCaman, nyaman dan selamat. 

b. Menimbang DOC Untuk mengetahui rata-rata bobot badan DOC, dapat


dilakukan dengan cara menimbang sampel DOC dalam box.
c. Menyeleksi dan menghitung jumlah DOC-DOC ayam kampung diturunkan
dari dalam box sambil diseleksi atau dipilih dan dihitung (102 ekor/ box). Biasanya
DOC yang dipasarkan, sebelumnya sudah dilakukan seleksi terlebih dahulu,
sehingga jarang sekali ditemui DOC yang tidak baik. Namun demikian tak ada
salahnya jika mengetahui ciri-ciri DOC yang baik, yaitu sehat, tidak cacat, berdiri
tegak, gerakan aktif dan lincah, ukuran tubuh normal, mata bersinar cerah, paruh
baik, pusar kering, bersih, kloakan terbuka,kering bersih.

d. Menghitung rata-rata bobot badan DOC ayam kampung

Untuk mengetahui rata-rata bobot badan DOC ayam kampung dilakukan


dengancara:

1) Timbang Box berisi DOC, catat hasilnya.

2) Timbang box kosong, catat hasilnya.

3) Hitung rata-rata berat badan DOC dengan cara menghitung selisih berat
box berisi DOC dengan box kosong dibagi dengan jumlah DOC.

4) Rata-rata berat badan DOC (g/ekor) = Berat box berisi DOC – Berat box
Jumlah DOC

e. Memberi air minum dan pakan DOC ayam kampung yang baru datang
Setelah DOC dimasukkan ke dalam kandang indukan (brooding),
kemudian diberi air minum dan pakan. Air minum yang diberikan
dicampur/ ditambah dengan air gula sebanyak 5 gram/liter atau vitamin
sebanyak 5 gram/10 liter atau 20 gram/ 40liter air (1:2). Hal ini
dimaksudkan untuk mengurangi stress DOC yang diakibatkan dalam
perjalanan. Pakan yang diberikan adalah pakan prestarter broiler.

f. Menyalakan pemanas (brooder)Apabila menggunakan pemanas gas,


nyalakan dengan cara menyulut dengan kertas.

g. Mengontrol kondisi DOCAnak ayam memerlukan suhu yang ideal untuk


pertumbuhannya.

h. Untuk mengetahui DOC dalam keadaan nyaman atau tidak nyaman


dapat dilakukan dengan cara mengamati atau memperhatikan kondisi
DOC.

1) Panas cukup, anak ayam akan menyebar ke dalam kandang.

2) Terlalu panas, anak ayam akan menjauh dari pemanas.

3) Kurang panas, anak ayam akan mendekat ke pemanas.


4) Ada gangguan, anak ayam akan berada pada satu tempat secara
berkelompok.

3. Memberi pakan dan air minum Cara pemberian pakan ayam kampung
pedaging sebagai berikut :

a. Pakan yang diberikan adalah pakan prestarter broiler berbentuk fine


crumble ( <2 minggu) dan starter broiler berbentuk crumble (> 2
minggu– panen). 

b. Pemberian pakan secara ad libitum artinya ransum selalu tersedia sepan
jang hari. Pengisian tempat pakan sebaiknya 1/3– 2/3.
c. Tempat pakan harus selalu dalam keadaan bersih, minimal satu hari
sekali dibersihkan.
d. Cara pemberian air minum ayam kampung pedaging sebagai berikut :
1) Air minum yang diberikan hendaklah memenuhi persyaratan
kesehatan, yaitu bersih, tidak berwarna, tidak mengandung racun.
2) Air minum selalu tersedia sepanjang hari, pengisian tempat air
minumsebaiknya 2/3.
3) Tempat air minum harus selalu dalam keadaan bersih, minimal
satu hari sekalidibersihkan.
C. Lokasi PemeliharaanUsaha peternakan Firma ayam Makmur
berada di desa Suko Rejo RT24 RW 007Kelurahan Rukti Sediyo
Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur.
D. Pengelolalaan Usaha ini bergerak di bidang peternakan ayam kampung
sebagai penghasil daging. Usaha ini dikelola oleh tiga orang sebagai pemilik
usaha dan satu karyawan. Selanjutnya untuk jangka panjangnya diharapkan
mampu menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja seiring dengan perkembangan
usaha yang dijalankan.

Peternakan ayam kampung pedaging ini dimulai dari pemeliharaan DOC (day
old chick) yang dibeli dari peternak lain yang menyediakan bibit DOC hingga
sampai waktu panen sekitar 3,5 bulan dengan perawatan yang intensif. Untuk
tempat atau kandang beserta perlengkapan yang lainnya seperti tempat pakan
dan minum belum tersedia. Jadi, pemilik modal atau usaha harus memenuhi
semuanya sendiri. Untuk pemasarannya nanti akan dijual ke tempat
penampungan ayam dan ke rumah makan yang mengelola masakan ayam
kampung atau orang yang membeli langsung ke tempat perternakan.

E. Personel

1. Tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 1 karyawan.


2. Jenis pekerjaannya adalah ikut memelihara ayam kampung dengan
menjagakebersihan kandang dan mampu mengamati dan menganalisa hal-hal
yangdibutuhkan oleh ayam kampung.

3. Karena usaha ini adalah usaha pemula. Cara perekrutan karyawan


denganmelihat kegigihan dan kejujuran sesorang dalam bekerja.

4. Struktur penggajian dilakukan setiap bulan dengan nominal


Rp500.000,00/bulan

5. Metode pelatihan yang diberikan dengan karyawan adalah dengan


caramemberi arahan-arahan pada permulaan ia bekerja

6. Jadwal yang harus disiapkan adalah jadwal pemberian pakan, minum,


sanitasi, pengaturan suhu, dan pembersihan kandang.

VI. MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Yang akan mengelola bisnis ternak ayam kampung ini adalah 2 orang
sebagai pemilik usaha dan satu karyawan. Orang pertama adalah seorang yang
sementara penyelesaian program studi MANAJEMEN, orang kedua adalah
seorang petani yang sangat tangguh dan ulet, Menjalankan usaha dengan
kerjasama seperti diatas adalah dengan cara meringankan modal yang ada, dan
dapat mengelola bersama-sama dengan kompetensi kemampuan yang berbeda-
beda. Rencanya jika usaha ini sudah besar, sukses dan lancar, saya sudah
memiliki ada pengalaman maka akan menjalankan usaha ini sendiri. Dukungan
sebagai sarana profesional adalah penasihat usaha dari dinas peternakan
yang mampu memberikan arahan-arahan dalam menjalankan kegiatan
operasional dan produksi ternak ayam kampung pedaging

VII. DEKLARASI FINANSIAL PERSONAL.

Ketiga pemilik usaha ini iuran modal usaha dengan jumlah yang sama. Lokasi
peternakannya pun itu walaupun milik saya pribadi, tetapi tetap adanya biaya
sewa sehingga kegiatan bisnis benar-benar terpisah modalnya dengan modal
pribadi Usaha ini dijalankan dengan menggunakan akad bersama diawal dengan
pembagian modal dan keuntungan sesuai dengan kesepakatan diawal. Semua
pihak sama-sama berkonstributsi terhadap jalannya suatu usaha bisnis ini
dengan nama bersama. Ketika terjadi sebuah kerugian, itupun harus ditanggung
bersama karena sama-sama mengelola.

VIII. Biaya dan Kapitalisasi Perusahaan Rintisan.

Biaya-biaya yang dibutuhkan diantarnya adalah

1. Modal kandangPeralatan :
a. CFT
b. Feeder tube
c. Galon minum
d. Selang air
e. Pemanas kandang
f. Penutup dinding (terpal)

2. Modal Kerja
a. DOC 
b. Pakan ayam
c. Obat-obatan dan vaksin
d. Biaya penyusutan
e. Biaya tenaga kerja
f. Biaya listrik
g. Biaya LGP
h. Biaya kapur
i. Biaya sekam

IX. RANCANGAN KEUANGAN


Analisa Usaha Ternak Ayam Asumsi ;
a. Jenis = ayam kampung 
b. Luas kandang = 500m2
c. Populasi = 1500 ekor
d. Masa panen = 60-75 hari atau 2,5 bulan
e. Bobot panen = 700 gram-1kg up
f. Tingkat kematian = 5%

Investasi Usaha Ternak Ayam kampung

• pembuatan kandang untuk jangka waktu pakai kandang 7 tahun Rp 5.500.000,00

• Peralatan makan dan minum ternak Rp 600.000,00

• Pemanas suhu Rp 1.050.000,00 

• Terpal Rp 300.000,00

 Total Rp 7.450.000,00

Biaya Operasional

• DOC 500 ekor x Rp 8.500,00 =Rp 4.250.000,00


 • Pakan starter 750 kgxRp 8.600,00 Rp 6.450.000,00
• Pakan prestarter 250 kg x Rp 8.700,00 Rp 2.175.000,00
• Obat serta vitamin Rp 110.000,00
• Vaksin Rp 150.000,00
• Penyusutan biaya pembuatan kandang Rp 130.000,00
• Penyusutan peralatan makan dan minum Rp 30.000,00
• Penyusutan pemanas Rp 58.300,00
• Penyusutan terpal Rp 33.300,00
• Listrik Rp 50.000,00
• Tenaga kerja Rp 500.000,00
 Total Biaya Operasional Rp 13.936.800,00
 
Pendapatan
1.1. 480 ekor x Rp 45.000,00 = 21.600.000,00 Jumlah harga Jual
penjualan Pendapatan Ayam Pedaging
[Link] Ayam 480 ekor x 1.5 kg 20 karung Rp 45,000 / KgRp 9.000
/karung Rp 21.600.000,00+Rp 180.000,00
Total RP 21.780.000,00
Keterangan: Tingkat kematiannya 4%.jadi kemungkinan ayam mati ialah 4
ekor.
Laba untung = Rp 21.780.000-Rp 13.936.800,00 =Rp 7.843.800,00 (1x
panen)
Laba 12 bulan atau 6 kali panen x Rp 7.843.800,00 =Rp 47.059.200,00 (1
tahun)
Dengan 1 pemilik usaha Rp 45.755.004,00
X. PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Studi kelayakan usaha adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu usaha
dilaksanakan dengan berhasil. Kalau seseorang atau pihak melihat suatu kesempatan usaha,
maka timbul pertanyaan, apakah kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan secara ekonomis?
Apakah bisa mendapatkan suatu tingkat keuntungan yang cukup layak dari usaha tersebut?
Pertanyaan pertanyaan tersebut yang sebenarnya mendasari dijalankannya studi kelayakan

2. Pembangunan peternakan merupakan rangkaian kegiatan yang


berkesinambungan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat petani khususnya
masyarakat petani ternak, agar mampu melaksanakan usaha produktif dibidang peternakan
secara mandiri

3. Pemeliharaan ayam kampung secara intensif dapat meningkatkan produksi,


mencegah wabah penyakit, memudahkan dalam tatalaksana pemeliharaan dan kontrol
produksi. Pada saat ini ayam kampung dapat dipelihara seperti ayam ras pedaging, baik
pengelolaan kandangnya, pemberian pakan dan air minumnya, penanganan kesehatan-nya,
pencatatannya maupun pemanenannya.

4. Peluang Usaha Ayam kampung ini sangat menjanjikan dengan melihat prospek
usaha dimasa yang akan datang. Karena kebutuhan daging yang semakin meningkat dan
pemasok ayam yang sedikit. Selain itu, ayam kampung banyak digemari oleh masyarakat
dengan cita rasanya yang gurih dan sehat.

B. Kritik Dan Saran Penulis menyadari proposal bisnis plan ini mungkin masih jauh
dengan kata sempurna. Akan tetapi bukan berarti ini tidak berguna. Besar harapan yang
terpendam dalam hati semoga proposal bussinis plan ini dapat memberikan sumbangsi
pada suatu saat terhadap bissniss plan tema yang sama. Dan dapat menjadi referensi bagi
pembaca serta menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Anda mungkin juga menyukai