Topik IV
Pemrograman Timer Dan Counter
A. Konsep Timer dan Counter
Fasilitas Timer dan Counter pada pemrograman PLC merupakan instruksi internal
yang berfungsi untuk melakukan penundaan suatu proses otomasi. Penundaan yang
dimaksud adalah selang waktu antara event (kejadian) dengan event berikutnya.
(Rusdi, 2012)
Timer atau pewaktu berfungsi memberikan selang waktu tertentu pada perubahan
sinyal keluaran terhadap suatu perubahan sinyal di masukan. Sedangkan counter atau
penghitung, juga berfungsi untuk memberi selang waktu tertentu setelah suatu
perhitungan event dalam sistem. Keduanya menyangkut istilah berapa banyak dan
berapa lama. Pewaktu mengacu ke penundaan yang mendasarkan pada berapa lama,
sedangkan counter mendasarkan penundaan pada berapa banyak. Namun keduanya
mempunyai kesamaan fungsi yakni penyisipan tunda (delay) dari suatu kejadian ke
kejadian berikutnya. (Rusdi, 2012)
Timer dan counter mengaktifkan atau menonaktifkan perankat setelah interval waktu
berakhir dan penghitungan telah mencapai nilai yang telah ditentukan. (Bryan &
Bryan, 1997)
B. Timer
Timer PLC adalah instruksi yang menyediakan fungsi yang sama dengan on-delay dan
off-delay relay timer mekanik. Timer PLC menyediakan waktu tunda yang ditetapkan
untuk tindakan kontrol.
Secara umum, ada tiga jenis PLC timer delay yaitu: Timer ON-delay, Timer OFF-
delay dan Timer retentive.
Timer memulai penghitungan pada interval berbasis waktu dan berlanjut sampai nilai
akumulasi sama dengan nilai preset. Ketika nilai akumulasi sama dengan waktu yang
ditentukan, output akan diberi energi. Kemudian timer mengatur output.
1. Time Base
Penulisan instruksi timer harus memperhartikan basis waktu time-base. Basis
waktu merupakan resolusi atau akurasi dari timer. Jika didinginkan proses
tertunda selama 100 detik, maka pemrogram PLC harus memulih suatu aka basis
waktu, sehingga perkaian antara basis waktu dengan angka preset time
menghasilkan nilai 100 detik.
Kalau misal basis waktunya adalah 1 detik dan preset time 10, maka timer itu
akan menunda suatu proses 1 kali 10 detik yaitu 10 detik. Preset time disebut juga
tick. Tabel dibawah ini menunjukkan contoh pemberian ticks atau preset time
pada timer.
Tabel 4.1 Perhitungan waktu pada timer
Sumber : (Rusdi, 2012)
2. Instruksi On-Delay Timer (TON)
Timer jenis ini akan menghitung waktu ketika sinyal masukan di Timer berlogika
“1”. Jika akumulasi waktu dari timer sama dengan atau lebih besar dari nilai
preset (preset value), maka output timer akan berubah dari logika “0” ke logika
1. Keluaran timer akan otomatis berubah kembali kelogika “0”, jika sinyal
masukan berubah dari logika “1” ke logika “0”.
Gambar 4.1 Prinsip operasi On-delay
Sumber: (Petruzella, 2011)
Gambar 4.2 Instruksi On Delay
Sumber: (Petruzella, 2011)
Penjelasan gambar diatas sebagai berikut:
Timer number : Nama file timer
Time base : Time base
Preset value : Nilai penundaan yang diset
Accumalated value : Akumulasi waktu yang ditunjukkan dimulai dari 0. Nilai
akan berubah menjadi 0 ketika timer di reset
3. Instruksi Off-Delay Timer (TOF)
Pengertian Off-Delay sebetulnya sederhana. Setiap kali kejadian berlogika 0,
maka proses tidak segera berhenti. Namun menunggu selang waktu tertentu baru
proses berhenti.
Gambar 4.3 Prinsip operasi Off-delay
Sumber: (Petruzella, 2011)
Gambar 4.4 Instruksi Off Delay
Sumber: (Petruzella, 2011)
Penjelasan gambar diatas sebagai berikut:
Timer number : Nama file timer
Time base : Time base
Preset value : Nilai penundaan yang diset
Accumalated value : Akumulasi waktu yang ditunjukkan dimulai dari 0. Nilai
akan berubah menjadi 0 ketika timer di reset
C. Counter
Counter adalah instruksi PLC yang menambah (menghitung maju) atau mengurangi
(menghitung mundur) nilai angka integer disebabkan oleh transisi bit dari 0 ke 1
("false" ke "true"). Instruksi Counter pada tersedia dalam dua tipe dasar: Count-up
counter, count-down counter
1. Count up Counter (CTU)
Count-up adalah menambah (menghitung maju) akan mengakibatkan jumlah
akumulasi bertambah 1 setiap kali ada transisi FALSE to TRUE ke input “CU”.
Setiap kali ada nilai TRUE yang masuk ke dalam input “CU”maka Counter akan
bekerja dan Current Value (CV) akan menunjukkan nilai. Output Counter akan
aktif ketika nilai CV lebih besar atau sama dengan nilai PV ( Q aktif jika CV≥PV)
Gambar 4.4 D. Tangga Count-up Counter
Sumber: (Petruzella, 2011)
2. Count down Counter
Count-down Counter beroperasi dengan cara yang berlawanan dengan count-up
CTU. Counter CTD akan menyebabkan akumulasi jumlah menurun bukannya
bertambah satu setiap kali ada transisi FALSE-to-TRUE ke input.
Gambar 4.5 D. Tangga Count-down Counter
Sumber: (Petruzella, 2011)
Referensi
Bolton, W. (2006). Programmable Logic Controllers. Burlington: Elsevier.
Bryan, L. A., & Bryan, E. A. (1997). Programmable Controllers, Theory and Implementation. Marietta,
Georgia: Industrial Text Company.
Petruzella, F. D. (2011). Programmable Logic Controllers. New York: McGraw-Hill.
Rauh, B., & Kaltwasser, S. (1990). Programmable Logic Controllers. Teacher Edition. Stillwater, Oklahom:
id-America Vocational Curriculum Consortium, Inc.
Rusdi, M. (2012). Pengantar Analisa dan Desain Programmable Logic Controller. Malang: Universitas
Brawijaya Press.