0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Optimalisasi Biaya Penambangan Nikel

Dokumen tersebut merupakan bagian dari skripsi yang membahas perencanaan biaya dan optimalisasi unit alat pada kegiatan penambangan nikel di PT. Arga Morindi Indah. Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan alat berat penambangan nikel, teori antrian dalam pertambangan, model antrian, dan program Talpac untuk simulasi pengangkutan.

Diunggah oleh

Riskia Arifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan12 halaman

Optimalisasi Biaya Penambangan Nikel

Dokumen tersebut merupakan bagian dari skripsi yang membahas perencanaan biaya dan optimalisasi unit alat pada kegiatan penambangan nikel di PT. Arga Morindi Indah. Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan alat berat penambangan nikel, teori antrian dalam pertambangan, model antrian, dan program Talpac untuk simulasi pengangkutan.

Diunggah oleh

Riskia Arifa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN BIAYA PENAMBANGAN DAN OPTIMALISASI

UNIT DI PIT SF PADA PT. ARGA MORINDI INDAH

SKRIPSI

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SEBAGIAN PERSYARATAN


MENCAPAI DERAJAT SARJANA (S1)

DI AJUKAN OLEH :

WA ODE RISKIA ARIFA


21917003
DAFTAR ISI
Halaman SAMPUL ........................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iii
ABSTRAK ....................................................................................................... vii
ABSTRACT .................................................................................................... viii
DAFTAR ISI ..................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL .......................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xiii
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ......................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian ............................................................................. 3
D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 3

II. TINJAUAN PUSTAKA


A. Perencanaan Penambangan Nikel ................................................................ 5
B. Perencanaan alat berat Penambangan nikel .................. 5
1. Alat Gali-Muat .............................................................................. 5
2. Alat Angkut ................................................................................... 7
3. Keserasian Kerja Alat Mekanis ( Match Factor ) ......................... 13
C. Teori Antrian dalam Pertambangan .................................................... 14
D. Model Antrian ..................................................................................... 17
1. Penentuan Tingkat Pelayanan ....................................................... 18
2. Probabilitas Keadaan Antrian ........................................................ 20
3. Rata-rata Jumlah Alat Angkut Menunggu Dalam Antrian ............ 20
4. Rata-Rata Waktu Tunggu Alat Angkut Dalam Antrian ................ 21
5. Waktu Edar Alat Angkut ............................................................... 23
E. Program Talpac ................................................................................... 23

III. METODE PENELITIAN


A. Waktu dan Lokasi Penelitian ............................................................... 27
B. Alat dan Bahan Penelitian ................................................................... 29
C. Tahapan Kegiatan Penelitian ............................................................... 29
1. Tahap Persiapan ............................................................................ 29
2. Tahap Pengumpulan Data ............................................................. 30
3. Tahap Pengolahan Data dan Analisis Data ................................... 31
D. Diagram Alir Penelitian ...................................................................... 32

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Alat Gali-Muat dan Alat Angkut Yang Digunakan............................. 36
B. Kondisi Jalan Angkut Dari ETO Ke EFO ........................................... 36
1. Total Resistansi Jalan angkut dari ETO ke EFO ........................... 40
2. Waktu Angkut Dump Truck .......................................................... 42
3. Rimpull .......................................................................................... 44
4. Tenaga Yang Tersedia Pada DT Per Segmen ............................... 45
5. Simulasi Pengangkutan Dengan Teori Antrian ............................. 48
6. Simulasi Pengangkutan Dengan Talpac ........................................ 54

V. PENUTUP
C. Kesimpulan .......................................................................................... 57
D. Saran-Saran ......................................................................................... 58

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN


I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Mengingat dalam mengelola pertambangan tidaklah sama dengan mengelola
usaha-usaha sumber daya lainnya, dapat dikatakan mengelolah pertambangan
adalah padat modal, berisiko tinggi dan materialnya tidak dapat diperbaharui
sehingga dalam pengelolaannya membutuhkan keprofesionalan dan konsep-
konsep yang sesuai dengan kondisi tertentu. Salah satu konsep dalam mengelola
industri pertambangan tersebut adalah memperoleh keuntungan. Kita tahu bahwa
prinsip dasar suatu perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang secara sehat
adalah harus menjaga kelangsungan hidupnya dari waktu ke waktu. Untuk
mempertahankan hal tersebut perusahaan harus dapat menghasilkan laba setiap
saatnya dan mampu melaksanakan perencanaan, koordinasi dan pengendalian
biaya. ( Sudjana,1996 )

B. Rumusan Masalah
1. biaya dan optimalisasi unit alat pada land clearing
2. . biaya dan optimalisasi unit alat pada striping overburden
3. . biaya dan optimalisasi unit alat pada ore getting
4. . biaya dan optimalisasi unit alat pada pengepalan

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui biaya dan optimalisasi unit alat pada land clearing
2. . Untuk mengetahui biaya dan optimalisasi unit alat pada striping overburden
3. . Untuk mengetahui biaya dan optimalisasi unit alat pada ore getting
4. . Untuk mengetahui biaya dan optimalisasi unit alat pada pengepalan

D. Manfaat Penelitian ............................................................................. 3


Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan
penggunaan alat gali-muat dan alat angkut di PT. Baula Petra Buana pada
kegiatan penambangan blok-blok tambang lainnya disamping itu juga dapat
digunakan sebagai bahan referensi dalam analisis produktivitas kegiatan
penambangan di perusahaan tambang lainnya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Jadwal Kerja Alat Gali Muat Dan Alat Angkut Perhari di Area 242,3 Ha Bukit
Karang Putih. Pada Jadwal kerja alat gali-muat dan alat angkut perhari di Quarry
Bukit Karang Putih area 242,3Ha PT. Semen Padang (Persero) dibagi menjadi
dua shift kerja, sebagai berikut : Jadwal kerja shift I di Loading Area 242,3Ha,
Efisiensi kerja shift I = 73,8 % dan jadwal kerja shift II di Loading Area 242,3Ha
= 67,8 %. Shift Jumlah jam kerja Waktu produktif Waktu non produktif 1 420 310
110 2 420 285 135

Efisiensi Kerja shift I = Wem x100% Wtm = 310 x100% = 73,8% 420 Efisiensi
Kerja shift I = Wem x100% Wtm = 285 x100% = 67,8% 420

B. Kemampuan Produksi Peralatan Mekanis Total produksi Dump Truck untuk


kedua shift ini jika kondisi kerja seperti yang diperhitungkan adalah 33214,654
ton/hari, produksi ini masih melebihi target produksi sebesar 30.000 ton/ hari. Ini
terlihat bahwa jika kondisi kerja seperti saat sekarang ini target produksi sebesar
30.000 ton/hari akan tercapai. Produksi Excavator perjam kedua shift sama karena
karena Excavator waktu daur nya tidak tergantung dimana Dumping, sedangkan
yang membedakan pembagian antar shift ini adalah lokasi Dumping yang
dilakukan.

C. Kebutuhan alat angkut pada area 242,3 Ha Pada area 242.3Ha pemuatan alat
angkut dilakukan oleh Excavator, pengangkutan dilakukan oleh Dump Truck
sampai ke Dumping Point yang berjumlah 2 buah yaitu Dumping Point II
dan Dumping Point VII. Yang membedakan Dumping Point ini adalah jarak dari
front penambangan yang akan dilakukan. Jarak area 242.3Ha ke Dumping Point II
adalah 1204 m sedangkan jarak dari area 242.3Ha ke Dumping Point VII adalah
1300 m. Dapat dilihat pada tabel 8.

Teknik pengolahan data setelah semua data primer terkumpul. dimana data hasil
di lapangan berupa data c y c l e t i m e
dan data fi ll factor dengan menggunakan micro s o f t e x c e l diinput kemudian
diolah dengan cara statistik untuk mendapatkan nilai rata-ratanya yang dapat
mewakili jumlah data yang ada. Setelah semua data di input ke
komputer
dan
di olah ke
micros o f t e x c e l, Selanjutnya melakukan perhitungan berdasarkan rumus atau
persamaan yang ada yang digunakan dalam pengolahan data untuk perhitungan
biaya produksi. ( Partanto Prodjosumarto, 1987)

1. Kemampaum Produksi Alat Muat


Kegiatan penggalian dan pemuatan overburden dan ore digunakan alat muat
excavator . Untuk mengetahui produksi alat gali tersebut digunakan persamaan
sebagai berikut :

Dimana :
P = Produksi alat gali (bcm/jam)
Kb = Kapasitas bucket (m3)
Sf = Swell factor (%)
Ff = Fill factor (%)
Eff = Efisiensi Kerja (%)
Ct = C ycle time (menit)

2. Kemampuan Puduksi Alat Angkut. Alat angkut yang digunakan adalah


dumptruck . Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung produksi alat
angkut dumptruck dapat diketahui dengan persamaan sebagai berikut:

Dimana: P = Produksi alat angkut (bcm / jam) Kb = Kapasitas bucket (m3)


SF = Swell factor (%) Eff = Efisiensi Kerja (%) CT = Cycle time (menit) KB
= Kapasitas Bak n = Jumlah Pengisian
Dalam perhitungan efisiensi kerja ada dua komponen waktu yang harus
diperhatikan: 1. Waktu produktif: yaitu waktu yang digunakan alat untuk
berproduksi sampai akhir operasi. Dalam waktu produktif terdapat beberapa
variabel waktu meliputi: a. Waktu efektif yaitu waktu yang benar-benar
digunakan alat untuk berproduksi. b. Waktu delay (waktu hambatan) yaitu waktu
yang digunakan untuk keperluan melumasi kendaraan, mereparasi yang aus,
membersihkan bagian-bagian terpenting setelah sekian lama beroperasi,
memindahkan ke tempat lain, tidak sinkronnya alat angkut dan alat muat,
menunggu perbaikan jalan produksi. c. Waktu repairs yaitu waktu perbaikan pada
saat jam operasi berlangsung. d. Waktu standby yaitu waktu tunggu alat yang
tidak dioperasikan pada saat kegiatan operasional penambangan berlangsung.
2. Waktu non produktif yaitu waktu yang tersedia dalam satu shift tetapi tidak
digunakan untuk berproduksi. Waktu non produktif meliputi: waktu istirahat,
waktu persiapan gilir awal/akhir shift . Untuk mengetahui besarnya efisiensi kerja
dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :

4. Effektivitas Alat Mekanis Effektivitas alat mekanis merupakan tingkat


keberhasilan suatu alat dalam menggunakan waktu kerja yang tersedia.
Effektivitas alat mekanis akan dipengaruhi oleh kondisi mekanis peralatan,
kondisi fisik dan efisiensi operatornya. Untuk menentukan efektifitas kerja
digunakan pendekatan sebagai berikut :
a. Mechanichal Availability Merupakan cara untuk mengetahui tingkat
kemampuan alat untuk beroperasi yang dipengaruhi oleh faktor mekanis, seperti
ban kempes dan kebocoran oli hidrolik. Persamaan yang digunakan adalah
sebagai berikut :

Dimana : W = waktu yang dibebankan untuk seorang operator pada suatu alat
yang ada dalam kondisi dapat dioperasikan.
R = waktu yang dipakai untuk perbaikan, perawatan dan waktu menunggu
untuk perbaikan dalam menunggu suku cadang.
b. Physical Availibility Merupakan kemampuan kerja dari suatu alat yang
dipengaruhi oleh, misalnya cuaca dan kemampuan operator. Persamaan yang
digunakan adalah sebagai berikut :

Dimana : S =
standby hours (jam bersiap) jumlah waktu dari suatu alat tidak dipakai sedang
alat tersebut dipakai untuk tambang dalam keadaan operasi. T = W+R+S
jam yang tersedia.

c. Use of Availability Merupakan faktor yang menunjukkan tingkat pemakaian


dari suatu alat dalam kondisi siap pakai. Persamaan yang digunakan adalah
sebagai berikut:

d. Effective Utilization Menunjukan berapa persen waktu yamg digunakan oleh


suatu alat untuk beroperasi dalam suatu kegiatan kerja atau produksi. Persamaan
yang digunakan adalah sebagai berikut :

Waktu edar atau (cycle time) Waktu edar atau cycle time adalah waktu yang
diperlukan oleh suatu alat untuk menyelesaikan satu kali putaran kerja (1 trip).
Semakin besar waktu edar dari alat mekanis, maka semakin rendah produksi dari
alat tersebut. (Yanto, 2016)

Cycle time alat muat

CTm = Tm1 + Tm2 + Tm3 + Tm4 ……..………….(1)


Keterangan:
CTm = Waktu edar alat muat (detik)
Tm1 = Waktu menggali material (detik)
Tm2 = Waktu swing isi (detik)
Tm3 = Waktu menumpahkan material (detik)
Tm4 = Waktu edar swing kosong (detik)

Cycle time alat angkut

CTa = Ta1 + Ta2 + Ta3 + Ta4


Keterangan:
CTa = Waktu edar alat angkut (detik)
Ta1 = Waktu dimuati material (detik)
Ta2 = Waktu jalan bermuatan (detik)
Ta3 = Waktu penumpahan material (detik)
Ta4 = Waktu kembali tidak bermuatan (detik)

Faktor Keserasian (Match Factor) Untuk mendapatkan hubungan kerja yang serasi
alat muat dan alat angkut, maka produksi alat muat harus sesuai dengan produksi
alat angkut. Faktor keserasian alat muat dan alat angkut ini berdasarkan pada
produksi alat muat dan alat angkut yang dinyatakan dalam faktor keserasian.
Secara teoritis produksi alat muat haruslah sama dengan produksi alat angkut,
sehingga perbandingan antara produksi alat muat dan alat angkut mempunyai nilai
satu.
a. MF < 1, artinya alat muat bekerja kurang dari 100%, sedangkan alat angkut
bekerja 100% sehingga waktu tunggu bagi alat muat.
b. MF > 1, artinya alat muat bekerja 100%, sedangkan alat angkut bekerja kurang
dari 100% sehingga terdapat waktu tunggu bagi alat angkut.
c. MF = 1, artinya alat muat dan alat angkut bekerja 100%, dengan demikian tidak
terdapat waktu tunggu bagi alat muat maupun alat angkut.

Keterangan :
CTm = Cycle Time alat muat
n = Jumlah swing
Na = Jumlah unit alat angkut
Nm = Jumlah unit alat muat
CTa = Cycle Time alat angkut
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Lokasi Penelitian


a. Waktu Penelitian

Minggu Ke-
Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7
Persiapan
Kajian pustaka
Kegiatan lapangan
Pengolahan data
Penyusunan laporan
Seminar

b. Lokasi Penelitian
Lokasi Penelitian direncanakan pada PT. Arga Morini Indah. Desa Wulu, Kec.
Talaga Raya, Kab. Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penempatannya
Engineering.

B. Alat dan Bahan Penelitian Alat dan bahan yang akan digunakan dalam
penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3 berikut
Tabel 3. Alat dan bahan yang akan digunakan dalam penelitian beserta fungsinya

Alat Fungsi
Alat tulis menulis Mencatat hasil penelitian
Laptop Untuk mengolah data
Kamera Dokumentasi hasil penelitian
Stopwatch Sebagai alat untuk menghitung waktu
Meter Sebagai alat untuk mengukur lintasan
GPS Sebagai alat untuk mengukur posisi
Software Microsoft Exel 2016 Untuk mengolah data Software
Arcgis Untuk membuat peta

C. Tahapan Kegiatan Penelitian Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan,


dalam melaksanakan penelitian

di PT. Baula Petra Buana adalah sebagai berikut:


1. Tahap Persiapan Dalam tahap persiapan ada beberapa bagian yang harus
dilaksanakan diantaranya:

a. Perizinan, pembuatan surat izin penelitian

b. Studi Literatur. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dan pengkajian dari
berbagai referensi/pustaka yang berkaitan dengan topik penelitian yang akan
dijadikan sebagai dasar teori guna mempertajam analisis data.

c. Orientasi Lapangan. Pada tahap ini dilakukan peninjauan langsung ke lapangan


yaitu daerah operasi penambangan. Tujuan dari orientasi lapangan ini adalah
sebagai media perkenalan terhadap lingkungan kerja dan lokasi operasi
penambangan PT. Arga Morini Indah dan juga untuk memahami situasi dan
kondisi daerah penelitian.

2. Tahap Pengumpulan Data Pada tahap pengumpulan data didasarkan pada


pedoman yang sudah dipersiapkan dalam rancangan penelitian. Data yang
dikumpulkan berupa data primer dan data sekuder.

a. Data primer. Data primer yaitu data yang secara langsung diperoleh dilapangan
dan masih harus diteliti serta perlu pengolahan lebih lanjut lagi. Data yang
dibutuhkan dari penelitian ini adalah

2) Kondisi jalan meliputi: Panjang jalan setiap segmen, jenis perlapisan jalan,
kemiringan jalan (tanjakan/penurunan).

3) Waktu edar alat gali-muat dan waktu dumping alat angkut yang digunakan
dalam proses penambangan PT. Arga Morini Indah

b. Data sekunder. Pengumpulan data sekunder yang merupakan pengumpulan data


yang diperoleh dari PT. Arga Morini Indah. Data yang dibutuhkan dari penelitian
ini adalah peta lokasi, biaya alat gali-muat dan angkut,biaya pengupasan
penambangan, target produksi perbulan, jumlah shift perhari, jumlah jam per shift,
spesifikasi dan jumlah alat gali muat dan alat angkut.

3. Tahap Pengolahan Data dan Analisis Data

Teknik pengolahan data setelah semua data primer terkumpul. dimana data hasil
di lapangan berupa data cycle time dan data fill factor dengan menggunakan
microsoft excel diinput kemudian diolah dengan cara statistik untuk mendapatkan
nilai rata-ratanya yang dapat mewakili jumlah data yang ada. Setelah semua data
di input ke komputer dan di olah ke microsoft excel, Selanjutnya melakukan
perhitungan berdasarkan rumus atau persamaan yang ada yang digunakan dalam
pengolahan data untuk perhitungan biaya produksi. ( Partanto Prodjosumarto,
1987).

Anda mungkin juga menyukai