BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Jaringan Komputer
(Weldy Aryo Destia Rangga, 2019)Jaringan Komputer merupakan seluruh
sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja sama
untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Tujuan menggunakan jaringan komputer
diantaranya yaitu :
1. Penggunaan bersama peralatan, data, program, dan informasi.
2. Sebagai salah satu media komunikasi.
3. Sistem informasi yang terintegrasi.
Berdasarkan jangkauan area atau lokal, jaringan dibedakan menjadi 5 tipe
yaitu:
a. Personal Area Network (PAN)
(Guntur & Dahlan, 2020)Personal Area Network adalah perangkat-perangkat
yang terhubung secara harfiah. Seperti monitor komputer yang terhubung dengan
CPU, Keyboard, & Mouse yang terhubung melalui USB, dan lainnya ini termasuk
dalam kategori Wired ( dengan kabel ). Contoh umum yang paling dikenal dari
Wireless ( tanpa kabel ) Personal Area Network adalah Bluetooth.
Sumber :
[Link]/How-To-Guide/personal-area-network s
Gambar II.1. Personal Area Network (PAN)
b. Local Area Network (LAN)
([Link] & Khairina, 2019)LAN terdiri dari beberapa komputer yang
terhubung dalam suatu jaringan. Pada jaringan ini, setiap komputer dapat mengakses
data dari komputer lain. Selain itu, komputer yang terhubung dalam LAN juga dapat
menjalankan hardware seperti printer dari komputer lain, chating dengan pemilik
komputer lain, atau main game bersama. Jumlah komputer yang terhubung pada
LAN relatif kecil, misal komputer- komputer di rumah, warnet, tempat kos, dan
beberapa tempat lain yang komputernya termasuk di dalam LAN, yang berada dalam
satu bangunan. Setiap komputer yang terhubung pada LAN mempunyai IP Address
yang berbeda.
Dari dua referensi ini dapat diambil garis besar bahwa Local Area Network
adalah jaringan komputer yang bersifat pribadi atau privasi yang menghubungkan
tiap tiap komputer dalah area atau jarak terbatas seperti perumahan, sekolah,
laboratorium, gedung, dan lainnya. Contoh sederhana dari LAN adalah Access Point
yang dipasang sebagai salah satu fasilitas pada kantor.
Sumber : www.k
[Link]
Gambar II.2. Local Area Network (LAN)
c. Metropolitan Area Network (MAN)
(Saputra, 2020)Metropolitan Area Network (MAN) adalah jaringan komputer
yang memiliki area yang lebih besar dari Local Area Network (LAN), biasanya antar
wilayah dalam satu provinsi. Jaringan Metropolitan Area Network (MAN)
menghubungkan beberapa buah jaringan kecil ke dalam lingkungan area yang lebih
besar. Jika suatu 7 instansi atau perusahaan memiliki cabang dalam kota atau
provinsi dengan jarak antara 10-50 km, dan setiap cabang saling berhubungan untuk
bertukar data dan informasi, maka jaringan ini disebut Metropolitan Area Network
(MAN).
Sumber : [Link] [Link]
Gambar II.3. Metropolitan Area Network (MAN)
d. Wide Area Network (WAN)
“Wide Area Netwotk (WAN) adalah jaringan yang mencangkup wilayah
yang luas (seperti kota, daerah atau negara) menggunakan saluran telekomunikasi
(Communication Channel) yang menggabungkan berbagai macam media seperti
jalur telepon, kabel dan gelombang radio. WAN dapat menjadi jaringan yang besar
atau dapat terdiri atas dua atau beberapa LAN yang terhubung bersamaan. Internet
merupakan WAN terbesar di dunia”.
Sumber : www.k [Link]
Gambar II.4. Wide Area Network (WAN)
e. Storage Area Network (SAN)
Storage Area Network (SAN) merupakan solusi konfigurasi masa depan
dalam media penyimpanan data dalam jumlah besar (TeraByte) dalam berbagai
servis yang berbasis online di Internet maupun IntraNet. Storage Area Network
(SAN) adalah sebuah jaringan berkecepatan sangat tinggi yang khusus, terdiri
dari server dan penyimpan (storage). Terpisah & berbeda dengan LAN/WAN
perusahaan, tujuan utama SAN adalah untuk menangani trafik data dalam
jumlah besar antara server dan peralatan penyimpan, tanpa mengurangi
bandwidth yang ada di LAN/WAN.
Sumber : [Link] [Link]
Gambar II.5. Storage Area Network (SAN)
2.2. Topologi Jaringan
(Suri, 2019) Topologi jaringan komputer dapat diartikan sebagai arsitektur
jaringan komputer. Topologi juga merupakan suatu aturan /rules bagaimana
menghubungkan komputer secara fisik. Topologi berkaitan dengan cara komponen-
komponan jaringan (seperti :server, workstation, router, switch) saling
berkomunikasi melalui media transmisi data. Ketika kita memutuskan untuk memilih
suatu topologi maka kita perlu mengikuti spesifikasi yang diberlakukan atas topologi
tersebut.
Ada beberapa macam jenis topologi, yaitu topologi Bus, topologi Ring,
topologi Star, topologi Mesh, topologi Tree
2.2.1. Topologi Fisik
Yang dimaksud dengan Topologi Fisik adalah gambaran topologi jaringan
berdasarkan penempatan dari berbagai variasa komponen dari sebuah jaringan,
termasuk lokasi perangkat atau tempat meletakan perangkat dan instalasi kabel.
Topologi digambarkan secara fisik dan biasa digunakan ada 5 (lima), yaitu :
1. Topologi Bus
Pada tipe jaringan topologi bus, masing-masing server dan workstation
dihubungkan pada sebuah kabel yang disebut bus. Kabel untuk menghubungkan
jaringan ini biasanya menggunakan kabel coaxial.
Ciri – Ciri :
1. Teknologi lama, dihubungkan dengan satu kabel dalam satu baris.
2. Tidak membutuhkan peralatan aktif untuk menghubungkan terminal /
komputer.
3. Sangat berpengaruh pada unjuk kerja komunikasi antar komputer, karena
hanya bisa digunakan oleh satu komputer.
4. Kabel “cut” dan digunakan konetor BNC tipe T
5. Diujung kabel dipasang 50 ohm konektor.
Kelebihan jaringan bertopologi bus adalah :
a. Penggunaan kabel sedikit sehingga terlihat sederhana.
b. Pengembangan jaringannya mudah.
Kekurangan jaringan bertopologi bus adalah :
a. Membutuhkan repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh.
b. Deteksi kesalahan sangat kecil, sehingga apabila terjadi gangguan maka
sulit sekali mencari kesalahan tersebut.
c. Jaringan akan terganggu apabila salah satu komputer mengalami
kerusakan.
Gambar II.6 Topologi Bus
Sumber [Link]
2. Topologi Cincin (Ring)
Adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing
terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian rupa hingga membentuk lingkatan atau
cincin.
Pada topologi cincin, sebuah kabel menghubungkan komputer yang pertama
dengan komputer kedua, kemudian sebuah kabel lain menghubungkan komputer
kedua dengan komputer ketiga, dan begitu seterusnya hingga komputer terakhir
dihubungkan lagi dengan komputer pertama. Masing-masing titik/node berfungsi
sebagai repeater yang akan memperkuat sinyal disepanjang sirkulasinya, artinya
masing-masing perangkat saling bekerjasama untuk menerima sinyal dari perangkat
sebelumnya kemudian meneruskannya pada perangkat sesudahnya, proses menerima
dan meneruskan sinyal data ini dibantu oleh token. Pada topologi cincin, komunikasi
data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI
mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan
berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan
dalam jaringan bahkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang
banyak.
Ciri-Ciri :
1. Node-node dihubungkan secara serial di sepanjang kabel dengan bentuk
jaringan seperti lingkaran.
2. Sangat sederhana dalam layout seperti sejenis topologi bus.
3. Paket-paket data dapat mengalir dalam satu arah (krkiri atau kekanan)
sehinggan collision dapat dihindarkan
4. Masalah yang dihadapi sama dengan topologi bus, yaitu jika salah satu node
rusak maka seluruh node tidak bisa berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Keunggulan :
1. Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan.
2. Memiliki performa yang lebih baik dari topologi bus, bahkan untuk aliran
data yang berat sekalipun.
3. Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
4. Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam
jaringan karena menggunakan konfigurasi point to point.
5. Hemat kabel.
Kelemahan :
1. Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node
mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat
diantisipasi dengan menggunakan cincin ganda (dual ring).
2. Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan
mengubah perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
Gambar II.7. Topologi Cincin
Sumber : [Link]
m=0
3. Topologi Bintang (star)
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan berupa konvergensi dari
node tengah ke setiap node atau pengguna. Tiap node atau komputer terhubung ke
hub dengan koneksi point to point. Jadi, bisa dibilang topologi bintang tidak
langsung terhubung satu sama lain secara langsung, tetapi melalui hub.
Hub berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data. Sehingga tiap
pengiriman data harus melalui hub. Kemudian diteruskan hingga ke komputer tujuan.
Ciri-Ciri :
1. Menambahkan komputer baru ke dalam jaringan cukup mudah tanpa
mengganggu jaringan yang sedang berlangsung.
2. Tingkat keamanan termasuk tinggi.
3. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
4. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kelemahan :
1. Boros dalam pemakaian kabel
2. Hub/Switch menjadi elemen kritis dalam kontrol terpusat.
3. Peran hub sangat sensitive sehingga ketika terdapat masalah dengan hub
jaringan tersebut akan down.
4. Jaringan tergantung pada pusat.
Gambar II.8 Topologi Bintang (star)
Sumber: [Link]
4. Topologi Tree
Topologi Tree atau topologi “pohon” bisa dikatakan sebagai kombinasi
karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan
topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone”.
Sumber :[Link]
Gambar II.9 Topologi Pohon (tree)
a. Kelebihan
1. Dapat membuat kelompok komputer dalam jaringan sesuai keinginan.
2. Mudah untuk menelusuri jika terjadi masalah pada koneksi.
b. Kekurangan
1. Apabila simpul yang lebih tinggi tidak berfungsi, maka akan
mempengaruhi kinerja simpul-simpul dibawahnya.
2. Perlu pengaturan khusus untuk mengatur jalur lalu lintas koneksi
karena adanya percabangan.
5. Topologi Extended Start
(WENGIM, 2019)Merupakan pengembangan dari topologi start. Beberapa
topologi start digabung menjadi satu kesatuan. Alat yang digunakan untuk
menghubungkan masing-masing topologi start adalah hub atau switch.
2.3. Perangkat Keras Jaringan
Dalam Membentuk suatu jaringan komputer, maka diperlukan perlengkapan
perangkat keras sebagai berikut:
1. PC (Personal Computer)
Pc atau personal komputer adalah seperangkat komputer yang akan
dihubungkan kejaringan komputer, komputer yang digunakan dalam jaringan tidak
boleh sembarangan karena akan menentukan kerja dari jaringan tersebut, komputer
dengan spesifikasi tinggi akan mampu mengirim dan mengakses data dengan cepat
2. Modem
Modem berasal dari singaktan Modulator dan Demodulator, Modulator
merupakan bagian yang bengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa
(carrier) dan siap untuk dikirimkan. Sedangkan demodulator merupakan bagian
yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau persan) dari sinyal
pembawa yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik.
Modem merupakan penggabungan dari keduanya, artinya modem adalah alat
komunikasi jarak jauh dua-arah menggunakan bagian yang disebut “modem”. Data
dari komputer yang berbentuk sinyal ddigital diberikan kepada modem untuk diubah
menjadi sinyal analog. Sinyal analog tersebut dapat dikirimkan melalui beberapa
media paket telekomusikasi seperti telepon atau radio.
Ada dua jenis modem yang sering digunakan, yaitu modem eksternal dan
modem internal. Modem eksternal adalah modem yang secara fisik terpisah dari
kompter (CPU), sedangkan modem internal adalah modem yang secara fisik
digabung dalam komputer.
Gambar II.10. dua model Modem Internal dan Modem Internal
[Link]
3. Switch
Switch adalah device yang berfungsi menghubungkan multiple komputer pada
layer protocal jaringan level dasar. Switch umumnya lebih cerdas dibandingkan
dengan hub, karena memiliki performa yang lebih tinggi. Kelebihan dari switch
adalah:
a. Mampu menginspeksi paket-paket data yang diterima.
b. Mampu menentukan sumber dan tujuan paket-paket data yang diterima.
c. Mampu mentransmisikan paket-paket data ke tujuan dengan cepat.
Switch dapat mentransmisikan paket-paket data ke device tujuan dengan
tepat. Switch juga mendukung penggunaan ethernet dengan kecepatan 10 Mbps, 100
Mbps, atau keduanya. Switch dapat menangani lebih dari dua port untuk melakukan
komunikasi secara bersamaan. Ketika sebuah paket data datang pada salah satu port,
maka switch akan mencari MAC address untuk menentukan port mana yang akan
dikirim.
Gambar II.11. Switch
[Link]
[Link]
4. Printer
Printer adalah perangkat yang mengubah teks dan dokumen grafis dari bentuk
elektronik (digital) ke bentuk fisik. Orinter merupakan perangkat tambahan eksternal
yang terhubung dengan komputer atau laptop melalui kabel atau nirkabel untuk
menerima input data dan mencetaknya pada kertas.
5. Router
Router merupakan perangkat jaringan yang lebih kompleks dibandingkan
dengan perangkat yang lain. Dengan menggunakan masing-masing paket data,
router dapat melakukan routing dari satu LAN ke LAN yang lain. Dan router dapat
menghubungkan network interface yang berbeda.
Router sering digunakan untuk menghubungkan pengguna-pengguna LAN-
WAN dengan koneksi internet. Router adalah device physical yang menghubungkan
antar network-network, seperti gateway. Router akan mem-filtertraffic keluar masuk
dalam suatu jaringan berdasarkan alamat IP si pengirim dan penerima.
Gambar II.12 Router
Sumber [Link]
6. Kabel Jaringan
Jaringan komputer lokal (LAN) dapat dipadukan membentuk jaringan yang
jauh lebih luas, sehingga terbentuk sekumpulan LAN yang saling terhubung. LAN
sendiri terbentuk dari sekumpulan komputer dalam area tertentu yang saling
terhubung melalui media komunikasi kabel atau nirkabel. ada beberapa media kabel
yang digunakan untuk membangun sebuah jaringan komputer yaitu:
1. UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP paling sering digunakan pada jaringan Ethernet dan telepon. Untuk
jaringan Ethernet, kabel ini memiliki ciri khas, yaitu terdiri 4 pasang kabel yang
berwarna biru, biru-putih, orange-putih, hijau, hijau-putih, coklat dan coklat-putih.
Gambar II.13. Kabel UTP
[Link]
2. Fiber optic
Kabel ini merupakan teknologi kabel terbaru yang terbuat dari glas optic dan
ditengah-tengah kabel ini terdapat filamen glas yang dibungkus oleh pelindung dan
material penguat. Ciri-ciri kabel fiber optic adalah mempunyai pelindung
interferensi, kapasitas bandwidth-nya besar dan jarak transmisinya jauh bisa
mencapai lebih dari 60 kilometer
Gambar II 14. Coaxial Cable
Sumber: [Link]
Pada sebuah jaringan komputer yang menggunakan kabel terdapat 2 jenis
dalam pemasangannya, yaitu Straight Cable dan Crossover Cable.
a. Straight Cable
Straight Cable adalah system pengkabelan antara ujung yang sastu
dengan ujung yang lainnya adalah sama. Straight cable digunakan untuk
menghubungkan antara router ke switch, router ke hub, PC ke switch, dan PC
ke hub
Tabel II.1 Urutan Kabel Straight
Konektor 1 Konektor 2
Putih Orange Putih Orange
Orange Orange
Putih Hijau Putih Hijau
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Hijau
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat
Sumber: : [Link]
b. Crossed Over Cable
Crossed Over Cable merupakan system pengkabelan antara ujung yang
satu dan yang lainnya saling disilangkan antara pengiriman data dan
penerima data. Kabel silang ini digunakan untuk menghubungkan PC ke PC,
router ke router, switch ke switch, switch ke hub, hub ke hub.
Tabel II.2 Urutan Kabel Crossed Over
Konektor 1 Konektor 2
Putih Orange Putih Hijau
Orange Hijau
Putih Hijau Putih Orange
Biru Biru
Putih Biru Putih Biru
Hijau Orange
Putih Coklat Putih Coklat
Coklat Coklat
Sumber: : [Link]
2.4. Perangkat Lunak Jaringan
Perangkat lunak merupakan program-progran yang ada dalam komputer yang
berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan yang di kehendaki. Salah
satunya yaitu Operating System (OS)
Operating System atau Sistem Operasi ialah software pada lapisan pertama
yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan
software-software lainnya dijalankan setelah sistem operasi berjalan, kemudian
sistem operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu.
Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, dan
antarmuka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-
tugas inti umum tersebut karena dapat dilayani dan dilakukan oleh sistem operasi.
2.5. TCP/IP dan Subneting
IP Address adalah salah satu alamat khusus yang mengidentifikasi sebuah
komputer pada jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP Publik. Jumlah IP
Address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 miliyar
lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia,
karena jumlahnya yang banyak itulah maka di perlukan pembagian kelas untuk
mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host atau jaringan dan untuk
keperluan tertentu.
IP Address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat
kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh titik, seperti [Link].
Tabel II.3. Contoh IP Address
Network ID Host ID
192 168 0 1
Sumber: [Link]
IP Address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID. Network ID
menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host
(komputer,router,switch). Jika kita mempunyai 2 atau 3 komputer, maka pada host
ID dapat dituliskan [Link] kemudian [Link] dan [Link]. Oleh sebab
itu, IP Address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di
mana host itu berada.
Untuk mempermudah pemakaian maka IP Address di bagi dalam tiga kelas.
Namun untuk jaringan LAN, protokol yang digunakan biasanya adalah kelas C.
Berikut adalah tabel pembagian kelas IP Address.
Tabel II.4. Pembagian Kelas IP Address
Kelas Dari Sampai
A [Link] [Link]
B [Link] [Link]
C [Link] [Link]
D [Link] [Link]
E 240.0.0 [Link]
Sumber: [Link]
IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat
besar. Range IP-nya [Link]. – [Link], terdapat 16.777.214 (16 juta)
IP Address pada tiap kelas A. Pada IP Address kelas A, network ID ialah 8 bit
pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya, Dengan demikian, cara
membaca IP Address kelas A, misalnya [Link] ialah:
Network ID = 111
Host ID = 77.7.8
Sehingga IP address di atas berarti Host ID-nya adalah 77.7.8 sedangkan
111 merupakan Network ID-nya.
IP Address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang
dan besar. Pada IP Address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host
ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP Address kelas B,
misalnya [Link]
Network ID = 135.92
Host ID = 127.1
Sehingga IP Address di atas berarti Host ID-nya 127.1 sedangkan Network
ID-nya adalah 135.92. Network dengan IP Address kelas B dapat menampung sekitar
65.000 host. Range IP [Link] – [Link]
IP Address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil
(LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2
juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP Address. Range IP
[Link] – 223.255.255.x. Pengalokasian IP Address pada dasarnya ialah proses
memilih network ID dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau
tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu
mengalokasikan IP
Address seefisien mungkin.
2.6. Sistem Keamanan Jaringan
Masalah keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sebuah sistem
informasi. Sering kali masalah keamanan berada di urutan kedua, atau bahkan di
urutan terakhir dalam daftar hal-hal yang dianggap penting. Apabila mengganggu
performa sistem, sering kali keamanan dikurangi atau bahkan ditiadakan. Informasi
pada era ini sudah menjadi sebuah komoditas yang sangat penting. Bahkan ada yang
mengatakan bahwa kita sudah berada di sebuah “information-based society”.
Kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara cepat dan akurat
menjadi sangat esensial bagi sebuah organisasi, baik yang berupa organisasi
komersial (perusahaan), perguruan tinggi, lembaga pemerintahan, maupun
individual. Hal ini dimungkinkan dengan perkembangan pesat di bidang teknologi
komputer dan telekomunikasi.
Terhubungnya LAN atau komputer ke internet membuka potensi adanya lubang
keamanan (security hole) yang tadinya bisa ditutup dengan mekanisme keamanan
secara fisik. Ini sesuai dengan pendapat bahwa keamanan mengakses informasi
berbanding terbalik dengan tingkat keamanan sistem informasi itu sendiri. Semakin
tinggi tingkat keamanan, semakin sulit untuk mengaksses informasi.
Antivirus atau biasa dikenal dengan anti-malware software adalah perangkat
lunak komputer yang digunakan untuk mencegah mendeteksi dan menghapus
malicious software (perangkat lunak atau software yang mencurigakan yang
mungkin menyebabkan kerusakan). Antivirus merupakan hal yang biasa digunakan
dalam jaringan. Dari skala kecil maupun besar, antivirus diperlukan sebagai
keamanan jaringan saat client ataupun server memiliki hubungan langsung dengan
internet.
Penggunaan firewall juga menjadi pilihan bagi para pengguna jaringan dan
internet karena firewall akan merekam semua aktivitas paket data yang keluar dan
juga masuk dari internet. Firewall tersedia dalam bentuk software maupun
hardware. Untuk versi hardware biasanya harga relatif mahal namun kinerjanya
lebih optimal dan keamanan lebih terjamin. Sedangkan untuk versi software tersedia
yang free ataupun berbayar akan tetapi kinerja belum tentu optimal seperti versi
hardware.