0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan2 halaman

Perhitungan Harga Obat dan Diskon Farmasi

Teks tersebut berisi 3 contoh soal manajemen farmasi tentang perhitungan harga obat dengan mempertimbangkan faktor seperti jumlah pembelian, harga dasar, diskon volume, dan pajak PPN. Dijelaskan cara menghitung harga dasar obat, besaran diskon, dan total yang harus dibayar dengan menggunakan rumus-rumus terkait.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
60 tayangan2 halaman

Perhitungan Harga Obat dan Diskon Farmasi

Teks tersebut berisi 3 contoh soal manajemen farmasi tentang perhitungan harga obat dengan mempertimbangkan faktor seperti jumlah pembelian, harga dasar, diskon volume, dan pajak PPN. Dijelaskan cara menghitung harga dasar obat, besaran diskon, dan total yang harus dibayar dengan menggunakan rumus-rumus terkait.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Rahma Belinda

NPM : 260112210043
Kelas : A

MANAJEMEN FARMASI

1. Apotek Adam membeli Paracetamol kaplet dari PBF PT. Nuh Farma sebanyak 1200 kaplet
dengan harga yang tertulis di Faktur Rp. 165.000,-. Berapa harga dasar obat tersebut per
box?
Diket : Banyak kaplet yang dibeli 1200
Harga di Faktur Rp 165.000
Dit : Harga dasar obat per box?
Jawab :
Rp 165.000 merupakan total pembelian 1.200 kaplet
100
Harga dasar : 110 x 165.000 = Rp 150.000
10
PPN : 110 𝑥 165.000 = 𝑅𝑝 15.000
150.000
Harga 1 kaplet sebelum pajak = = 𝑅𝑝 125
12.000

Harga 1 kaplet setelah pajak = Harga dasar + PPN 10 % = Rp 125 + 12,5 = Rp 137,5
1 box PCT terdiri dari 100 kaplet PCT : 100 x Rp 137,5
Harga dasar untuk 1 box kaplet adalah sebesar Rp 13.750

2. PBF PT. Eka Farma membeli obat Antasida Syrup sebanyak 15.000 botol ke Industri
Farmasi PT. Triman dengan HNA (include PPN) Rp 3.300,- per botol. Karena pembelian
diatas 10 Karton @ 50 botol mendapatkan discount 20%. Berapa jumlah yang harus
dibayarkan PBF tersebut ke Industri Farmasi?
Diket : Pembelian 15.000 botol dengan harga Rp 3.300 (include PPN)
Pembelian diatas 10 karton 50 botol mendapatkan discount 20%
Transaksi pembelian PBF ke Industri Farmasi (PPH 22 : 0,3% total transaksi)
Dit : Berapa jumlah yang harus dibayarkan PBF ke Industri Farmasi ?
Jawab :
100
Harga dasar per botol : 110 𝑥 3.300 = 𝑅𝑝 3.000

Diskon untuk 50 botol


Rp 3.000 x 50 botol x 20 % = Rp 30.000
Harga yang harus dibayarkan
Harga dasar = Rp 15.000 x 3.000 = Rp 45.000.000
Diskon 50 botol = Rp 30.000 –
Harga jual = Rp 44.970.000
PPN 10 % = Rp 4.497.000 +
Harga jual + PPN = Rp 49.467.000
PPH 22 (0,3%) = 0,3 % x 44.970.000 = Rp 134.910+
Total Harga yang harus dibayar = Rp 49.601.910

3. Klinik PT. Biofarma membeli 18.000 kapsul Vitamin C untuk karyawannya, dari PBF
PT. Dis Farma dengan harga 1 box @ 30 kapsul Rp 70.000,- (blm PPN). Mendapat
discount sebesar 15% karena pembelian diatas 1 karton @100 box. Berapa rupiah uang
yang diterima oleh PBF PT Dis Farma hasil penjualan dari klinik PT. Biofarma?
Diket : Pembelian 18.000 kapsul Vitamin C (600 box)
Harga 1 box @ 30 kapsul Rp 70.000 (tidak termasuk PPN)
Pembelian diatas 1karton 100 box mendapatkan discount 15%
Dit : Berapa rupiah uang yang diterima oleh PBF PT Dis Farma ?
Jawab :
Harga yang diterima
Harga dasar = Rp 70.000 x 600 = Rp 42.000.000
Diskon 100 box = Rp 70.000 x 100 x 15% = Rp 1.050.000 –
Harga jual = Rp 40.950.000
PPN 10 % = Rp 4.095.000 +
Harga jual + PPN = Rp 45.045.000
Total Rupiah yang diterima = Rp 45.045.000

Anda mungkin juga menyukai