KERANGKA ACUAN KERJA
(KAK)
REVIEW RENCANA INDUK PENGEMBANGAN SISTEMPENYEDIAAN AIR MINUM
(RISPAM) KABUPATEN CIANJUR
PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN CIANJUR
TAHUN ANGGARAN 2021
I. LATAR BELAKANG
Air merupakan sumber kehidupan yang sangat diperlukan bagi setiap umat manusia dan
seluruh makhluk hidup di dunia. Ketika jumlah penduduk masih terbatas dan alam masih
belum banyak tereksploitasi, air terasa berlimpah sepanjang waktu dengan kualitas yang
cukup baik, dan ketika itu pula air belum memiliki nilai yang sangat berarti. Namun pada
saat ini keberadaan air dirasakan semakin terbatas, baik dari segi kuanlitas maupun
kuantitasnya, dan kebutuhan manusia akan sumberdaya air semakin meningkat pula untuk
memenuhi berbagai aktivitas kegiatan manusia yang semakin bertambah dari tahun
ketahun, selain juga terjadi penurunan ekosistem lingkungan yang menyebabkan pasokan
sumberdaya air terganggu, pada saat inilah nilai air mulai diperhitungkan secara seksama.
Air tidak hanya berfungsi sosial dan lingkungan tetapi untuk saat ini juga memiliki nilai
ekonomis dimana ketiga fungsi tersebut tidaklah berdiri sendiri-sendiri namun merupakan
satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu air
harus dikelola oleh Pemerintah Daerah secara arif dan diselenggarakan serta diwujudkan
selaras dan konsisten dengan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan.
Penyediaan air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar dan hak sosial ekonomi
masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah, baik Pemerintah Daerah maupun
Pemerintah Pusat. Ketersediaan air minum merupakan salah satu penentu peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Diharapkan dengan ketersediaan air minum yang mencukupi dapat meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat, dan dapat mendorong peningkatan produktivitas masyarakat,
sehingga dapat terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu,
penyediaan sarana dan prasarana air minum menjadi salah satu kunci dalam
pengembangan ekonomi.
Dalam rangka memberikan gambaran dan lebih terarahnya pembangunan prasarana dan
saranapenyediaan air minum Kota Banjarmasin, maka perlu disusun suatu Rencana Induk
Sistem Penyediaan Air Minum (RI-SPAM) Kabupaten Cianjur, sehingga kebutuhan dan
pelayanan kepada masyarakat akan air minum dapat terpenuhi wilayah.
Review Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan air Minum (RISPAM) dapat
menjadi dasar terencananya suatu programpelaksanaan Sistem Penyediaan Air Minum
yang menyeluruh(comprehensive ), berkelanjutan (sustainable) dan terarah (focus).
Rivew Rencana Induk Pengembangan Sistem Penyediaan air Minum (RI-SPAM), sesuai
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan
SistemPenyediaan Air Minum merupakan tanggung jawab PemerintahDaerah.(pemerintah
kabupaten/kota). Namun terbatasnya sumber dayamanusia di daerah menyebabkan
Pemerintah Daerah masihmembutuhkan pendampingan dari Pemerintah Pusat dalam
prosespenyusunannya.
Kewajiban menyusun Rivew Rencana Induk Pengembangan SistemPenyediaan Air Minum
(RI-SPAM), sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan AirMinum adalah merupakan tanggung jawab
Pemerintah Daerah (pemerintah kabupaten/kota) . Namun terbatasnya sumber daya
manusia di daerah menyebabkan Pemerintah Daerah masihmembutuhkan bantuan teknis
dari Pemerintah guna menyusun rencanainduk sistem penyediaan air minum di wilayah
administratifnya.
II. MAKSUD DAN TUJUAN
Menyediakan dasar dan pedoman bagi pemerintah kota Depok dan penyelenggara air
minum dalam merencanakan pengembangan sistem penyediaan air minum di kota
Depok baik dengan sistem jaringan perpipaan maupun bukan jaringan perpipaandalam
rangka meningkatkan cakupan pelayanan air minum dan mendorong penghematan
pemakaian air.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan air
baku, kelembagaan, pengembangan prasarana dan sarana, pembiayaan, serta kebutuhan
perlindungan air baku untuk jangka menengah dan panjang.
III. OTORISASI
Penyusunan RISPAM di Kabupaten Cianjur dimaksudkan untuk merencanakan
pengembangan sistem penyediaan air minum secara umum sebagai petunjuk, arahan
dan pedoman bagi Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam pengembangan sistem
penyediaan air minum. Pada tahun 2016 Kabupaten Cianjur pada dasarnya sudah
membuat rencana induk sistem penyediaan air minum, namun hal ini belum cukup
memadai untuk memenuhi target Universal Review Rencana Induk Sistem Penyediaan
Air Minum (RI SPAM) Kota Depok 1-4 Access 100-0-100, sebagaimana diamatkan dalam
RPJMN 2020-2025. Selain itu, kewajiban menyusun Rencana Induk Sistem Penyediaan
Air Minum adalah merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah (pemerintah
kabupaten/kota), sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2016 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum . Pemerintah Kavupaten Cianjur
menyusun Review Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kabupaten
Cianjur demi mendapatkan suatu rumusan kebijakan, rencana dan program
pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum di wilayah Kabupaten Cianjur yang
berkelanjutan (sustainable) dan terarah, baik secara teknis,
IV. LANDASAN HUKUM PENYUSUNAN RI SPAM
Landasan hukum yang dijadikan acuan dalam penyusunan RISPAM Kabupaten Cianjur
terdiri dari berbagai undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan lainnya, baik
yang bersifat nasional maupun lokal, antara lain:
a. Undang – Undang
1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1974 tentang pengairan
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Pembangunan Nasional.
4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
6. Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana
8. Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025.
9. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang.
10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
11. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
12. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan
dan Kawasan Permukiman.
b. Peraturan Pemerintah
1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1982 tentang
Pengaturan Air.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 tentang
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang
Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
7. Peraturan Pemerintah No. 121 tahun 2015 tentang Pengusahaan Sumber Daya Air
8. Peraturan Pemerintah No. 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah.
10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Standar Pelayanan
Minimum.
11. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah daerah Provinsi, dan Pemerintah
Daerah Kabupaten /Kota.
12. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana
13. Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-
2019.
c. Keputusan Presiden
1. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2000 tentang Badan
Pengendalian Dampak Lingkungan.
2. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001 tentang Tim
Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air.
3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2002 tentang
Perubahan atas Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 123 Tahun 2001
tentang Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air.
4. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2016 tentang Badang
Peningkatan PenyelenggaraanSistem Penyediaan Air Minum
d. Peraturan Menteri Republik Indonesia
1. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 27/2016 tentang Penyelenggaraan
Sistem Penyediaan Air Minum.
2. PermenPU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (KSNP-SPAM)
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 492/2010 tentang
Persyaratan Kualitas Air.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2/2010 tentang Kualitas Air
Minum.
5. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 36/2016 tentang
Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Badan Peningkatan
Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sekretarian Badan
Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum.
6. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 69/1995 tentang Pedoman Teknis
Mengenai Dampak Lingkungan Proyek Bidang Pekerjaan Umum.
7. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 14/2010 tentang Standar Pelayanan
Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
8. Permen PU Nomor 1 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang
Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.
V. RUANG LINGKUP WILAYAH PERENCANAAN
Wilayah kajian berada dalam wilayah administratif Kabupaten Cianjur, dengan batas
wilayah sebagai berikut:
sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta;
sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung,
Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Garut;
sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia;
sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.
Kabupaten Cianjur berada di Provinsi Jawa Barat yang meliputi 32 kecamatan dengan
luas wilayah sekitar 361.435,000 Ha atau sekitar 10,85 % dari luas wilayah Provinsi
Jawa Barat. Jarak antara Ibu Kota Kabupaten Cianjur dan Ibu Kota Provinsi Jawa
Barat (Kota Bandung) sekitar 65 km. Peta Kabupaten Cianjur ditampilkan pada
Gambar 1, dibawah ini.
VI. RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Penyusunan rencana induk ini didasarkan pada evaluasi terhadap kondisi eksisting
SPAM di Kabupaten Cianjur baik perpipaan maupun BJP, dan evaluasi terhadap
rencana induk SPAM yang telah disusun sebelumnya, memperhatikan rencana
pengembangan tata kota dan tata guna lahan yang terdapat dalam RTRW Kota
Depok 2012 – 2032, kondisi sosial ekonomi dan demografi, data kesehatan dan
infrastruktur, serta memadukan data primer dan sekunder yang diperoleh dari hasil
studi pustaka, wawancara, survey dan pengujian yang dilakukan.
Gambar 1
Ruang Lingkup Wilayah Kajian
Pengembangan SPAM direncanakan untuk meningkatkan cakupan pelayanan SPAM
perpipaan, meningkatkan SPAM BJP terlindungi menjadi SPAM perpipaan, dan
meningkatkan SPAM BJP tak terlindungi menjadi BJP terlindungi atau perpipaan,
sehingga dapat tercapai 100% akses aman air minum. Dengan demikian, rencana
induk harus memuat tingkat dan cakupan layanan hingga 20 tahun ke depan, jenis
pelayanan yang akan disediakan, kebutuhan kapasitas air baku, rencana alokasi air
baku dan prioritas penggunaan sumber air baku, serta menghitung perkiraan
kebutuhan biaya, sumber dan pola pembiayaannya Penyusunan rencana induk
pengembangan SPAM ini harus memperhatikan keterkaitan dengan prasarana dan
sarana sanitasi. Hal ini dalam rangka upaya perlindungan terhadap sumber air baku.
Untuk itu perlu dilakukan identifikasi potensi pencemar air baku, area perlindungan
air baku, serta karakteristik buangan IPA agar dapat diketahui upaya penanganan
yang diperlukan.
Secara garis besar rencana induk diharapkan memuat:
1. Evaluasi kondisi eksisting SPAM dan kinerja badan pengelola SPAM
2. Identifikasi potensi pengembangan pelayanan, rencana sumber air dan alokasi
air baku
3. Proyeksi kebutuhan air minum berdasarkan survey kebutuhan nyata (real
demand survey)
4. Rencana jaringan pada SPAM baru ataupun pengembangan, yang meliputi unit
produksi dan unit distribusi, serta efisiensi sistem dan penanganan kebocoran air
5. Program dan kegiatan pengembangan
6. Kriteria dan standar pelayanan
7. Rencana keterpaduan pengembangan SPAM dengan sarana dan prasarana
sanitasi
8. Analisa aspek keuangan, rencana pembiayaan dan pola investasi
9. Rencana pengembangan kelembagaan
VII. KELUARAN
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:- Buku laporan Perencanaan Sistem
Pengembangan AirMinum yang siap ditindak lanjuti oleh pemerintah KabupatenBungo
untuk menjadi dokumen legal “ Rencana IndukPengembangan SPAM Kabupaten Canjur
Untuk Periode Perencanaan 2012-2032”. Dan dokumen ini merupakan hasil kesepakatan
dengan Bappeda.
VIII. LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA
Penyusunan laporan berdasarkan hasil kerja konsultan dan ditindak-lanjuti dengan rapat-
rapat pembahasan dengan instansi terkaitdilanjutkan dengan penyusunan laporan-
laporan berupa laporanpendahuluan, laporan antara, laporan konsep laporan akhir dan
laporan akhir termasuk laporan ringkasan dan semua
IX. KEBUTUHAN PERSONIL PELAKSANA PEKERJAAN
Pelaksana dan Penanggungjawab Kegiatana. Pelaksana KegiatanUntuk pelaksanaan
kegiatan ini diperlukan tenaga ahlidengan uraian garis besar penugasan sebagai berikut :
1. Ketua Tim sebanyak 1 (satu) orang Lulusan Sarjana Teknik Lingkungan merangkap
ahli lingkungan dan air bersih dengan pengalaman kerja profesional sedikitnya 5
(Sembilan) tahun dalam perencanaan sistem penyediaan air bersih. Pemimpin tim
harus mengkoordinir pekerjaan dari tim dan menentukan standar yang seragam
untuk pekerjaan yang dilakukan oleh anggota tim.
2. Tenaga Ahli Sipil sebanyak 1 (satu) orang Lulusan Sarjana Teknik Sipil dengan
pengalaman kerja minimal 3 (tiga) tahun dalam perencanaan air bersih,
perumahan dan perencanaan jalan serta perhitungan volume dan biaya konstruksi.
3. Tenaga Ahli Planologi sebanyak 1 (satu) orang Lulusan Sarjana Planologi dengan
pengalaman kerja minimal 5 (lima) tahun dalam perencanaan air bersih untuk
pengembangan kota dan atau kawasan.
4. Tenaga Pendukung :
a. Surveyor sebanyak 2 (dua) orang Lulusan dari Sekolah Teknik Menengah
dengan pengalaman kerja sedikitnya 5 (lima) tahun dalam mengatur survey
untuk pekerjaan air bersih, perumahan dan jalan.
b. Operator sebanyak 2 (dua) orang Drafman adalah minimal lulusan STM dengan
pengalaman kerja sedikitnya 5 (lima) tahundalam menyiapkan gambar desain
untuk pekerjaan air bersih, perumahan dan perencanaan jalan
X. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan yang disediakan untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah 90
(Sembilan Puluh) hari Kalender,
XI. PEMBIAYAAN BIAYA
Pelaksanaan pekerjaan ini dbebankan pada Anggaran Pembangunan dan Belanja
Daerah (APBD) Kabupaten Canjur Tahun Anggaran 2021 melalui Organisasi
Perangkat Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Cianjur.
XII. PENUTUP
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat sebagai pedoman untukpelaksanaan
pekerjaan dilapangan. Hal hal yang belum tercantum dalamKerangka Acuan Kerja ini
akan disampaikan pada saat Penjelasan Pekerjaandan atau Instruksi dari Pemilik
Pekerjaan
Cianjur , ........................2021
PEJABAT PELAKSANA TEKNIS KEGIATAN
..................................................................
NIP :