100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan12 halaman

STP Pemasaran Kopi Kenangan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Kewirausahaan 1 tentang penerapan STP pada perusahaan kopi bernama Kenangan. 2. Terdapat penjelasan mengenai pengertian STP yang terdiri dari tiga tahapan yaitu segmenting, targeting, dan positioning. 3. Contoh penerapan STP pada perusahaan kopi Kenangan dengan membagi pasar menjadi beber

Diunggah oleh

Rahmanda Dabay
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
2K tayangan12 halaman

STP Pemasaran Kopi Kenangan

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut merupakan tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran dan Kewirausahaan 1 tentang penerapan STP pada perusahaan kopi bernama Kenangan. 2. Terdapat penjelasan mengenai pengertian STP yang terdiri dari tiga tahapan yaitu segmenting, targeting, dan positioning. 3. Contoh penerapan STP pada perusahaan kopi Kenangan dengan membagi pasar menjadi beber

Diunggah oleh

Rahmanda Dabay
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MATA KULIAH

MANAJEMEN PEMASARAN DAN KEWIRAUSAHAAN 1

“ PENERAPAN SPT PADA PERUSAHAAN KOPI KENANGAN “

DOSEN PENGAMPU :

FITRI AYU

KELOMPOK 4 :

BUDI WIRATAMA 200304212

MAYANG PRATAMA IRWANDI 200304196

MUTIARA SYAKILLAH 200304199

M. ZULFIKRI 200304213

NETA TRIANA 200304214

UNNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

MANAJEMEN

2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas


rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah
terkait pengambangan sumber daya manusia.

Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan


persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah
Kemuhammadiyahan di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah
Riau.

Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak


kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan
kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari
semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan
makalah ini.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga, dosen


mata kuliah, beserta teman-teman yang telah banyak membantu penulis
dalam menyelesaikan makalah yang sederhana ini.

Kritik dan saran sangat penulis harapkan guna kesempurnaan


makalah ini, dan juga menjadi faktor koreksi bagi penulis guna
menyusun makalah-makalah yang akan datang. Akhir kata penulis
ucapkan syukur dan terima kasih, semoga bermanfaat. Amin.

Pekanbaru, November 2021

Penulis

2
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI..................................................................................................................................3
BAB 1..............................................................................................................................................4
PENDAHULUAN..........................................................................................................................4
BAB 2..............................................................................................................................................6
PENGERTIAN TENTANG STP....................................................................................................6
A. Pengertian STP...........................................................................................................................6
B. Manfaat STP Marketing
C. Tahapan STP

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................................12

3
BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Sejarah merupakan realitas masa lalu, keseluruhan fakta,


dan merupakan peristiwa yang unik dan berlaku hanya sekali dan
tidak akan terulang kedua kalinya persoalan peradaban jauh lebih
penting dari aspek-aspek yang menjadi pendorong munculnya
kejayan Islam dalam sejarah terletak pada tingginya peradaban
yang di upayakan melalui ilmu pengetahuan. Adanya dukungan
dari kebijakan politik dan ekonomi dalam memberikan simulasi
bagi kegiatan-kegiatan keilmuan, dapat mendorong
berkembangnya tradisi keilmuan bagi siapa saja yang
menghendakinya.

Pembahasan sejarah perkembangan peradaban Islam yang


sangat panjang dan luas itu tidak bisa dilepaskan dari
pembahasan sejarah perkembangan politiknya. Tidak hanya
politik yang menentukan perkembangan aspek-aspek peradaban
tertentu melainkan karena sistem politik dan pemerintah itu
sendiri merupakan salah satu aspek penting dari peradaban.

2. Rumusan,Tujuan, dan Manfaat

Adapun tujuan makalah ini yaitu agar dapat diketahui


bagaimana pembaharuan dalam islam, siapa saja yang berperan
dalam pembaharuan tersebut. Dan di antara manfaatnya yaitu kita
dapat mengetahui pembaharuan Islam dan tokoh-tokohnya.
Rumusan masalah :
1. Apa itu pengertian tentang STP ?
2. Apa itu segmenting ?

4
3. Apa itu targenting ?
4. Apa itu positioning ?

BAB 2

PENGERTIAN TENTANG STP

A. Pengertian STP
STP adalah singkatan dari Segmenting, Targeting, dan Positioning. STP adalah sebuah
strategi marketing yang digunakan oleh perusahaan ataupun brand untuk dapat menjangkau
konsumen yang tepat untuk produk mereka. Sebuah produk tidak mungkin menjadi produk
yang dapat diterima oleh semua orang. Agar dapat menghasilkan penjualan yang tinggi
dengan biaya rendah, perusahaan harus dapat memprioritaskan kelompok yang menjadi
prioritas mereka. STP adalah jawabannya, karena output dari STP Marketing ini adalah
bauran pemasaran yang disesuaikan dengan kelompok yang paling potensial.

1. Manfaat STP Marketing

Kenapa sebuah perusahaan perlu melakukan STP Marketing ? kenapa perusahaan


tidak menjual barang ke semua orang ? pasti keuntungan sangat besar.

STP adalah strategi agar perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya yang terbatas
untuk mendapatkan keuntungan sebesar besarnya dengan memfokuskan penjualan pada
kelompok paling potensial.

A. Tahapan STP

Seperti namanya, dalam strategi STP Marketing terdapat 3 tahapan utama,


Segmenting, Targeting, dan Positioning. Pada bagian ini kita tidak hanya menjelaskan
secara konsep tapi juga menggunakan contoh pada kondisi online di Indonesia. Pada
kasus ini kita akan menggunakan contoh “ Kopi Kenangan “ perusahaan kopi yang
mendapatkan investasi puluhan juta dollar.

1. Segmenting

Segmenting adalah proses dimana kita membagi sebuah pasar menjadi segmen
(kelompok) berdasarkan suatu variabel / karakteristik. Pengelompokan ini adalah
dasar kita memilih segmen yang akan jadi prioritas kita.

Dalam melakukan segmentasi,biasanya digunakkan kriteria-kriteria seperti :

 Demografi : demografi ini membagi kelompok berdasarkan “ siapa (who)”

5
misalkan gender,usia,edukasi,domisili,pekerjaan,dan sebagianya.

 Psikografi : psikografi membagi kelompok berdasaekan “ mengapa (why)”


misalkan preferensi kualitas,persepri,value,prioritas.

 Perilaku : psikografi membagi kelompok berdasarkan “apa (what)”.


Misalkan tingkat loyalitas,rutinitas,aktivitas akhir pekan.

Contoh segmenting pada kopi kenangan :

Kopi kenangan adalah brand kopi lokal yang menyediakan berbagai macam
kopi dan minuman jenis lainnya denga harga yang cukup terjangkau.

Untuk melakukan segmenting, kita akan menggunakan beberapa kriteria dasar


yaitu :

Generasi ( demografi )

Kelas ekonomi ( demografi )

Domisili ( demografi )

Penggunaan teknologi ( psikografi )

Preferensi hala ( psikografi )

Kebiasaan mengkomsumsi kopi ( perilaku)

Dari 6 kriteria dasar tersebut kita akan membagi masing – masing kriteria menjadi
beberapa segmen :

 Generasi : Gen X, milenial dan gen Z

 Kelas ekonomi : menengah bawqah, menengah, menengah atas

 Domisili: Desa, Pinggiran Kota, Kota, Ibukota Provinsi, Ibukota Negara

 Penggunaan Teknologi : Tidak menggunakan smartphone, Pengguna


smartphone hanya untuk chat/youtube/facebook, Pengguna smartphone untuk
transaksi online, Tech Enthusiast.

 Preferensi Halal : Tidak concern, Cukup concern, Sangat concern

6
 Kebiasaan Mengonsumsi Kopi : jarang, Sesekali, Setiap minggu, setiap hari
Dari keseluruhan penduduk indonesia yang berjumlah 250 juta lebih, kita
selanjutnya akan mengelompokan berdasarkan kriteria sebelumnya untuk menjadi
segmen-segmen. Setelah membuat segmen berdasarkan kriteria dan mencari data dari
berbagai sumber, kita menemukan segmen dari masing masing kriteria sebagai
berikut :

2. Targeting

Dari berbagai macam kelompok berdasarkan karakteristik sebelumnya, kita


perlu menentukan kelompok-kelompok utama. Untuk menentukan kelompok mana
yang kita pilih, kita bisa menggunakan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

a)Kelompok mana yang memiliki jumlah yang cukup banyak untuk menjadi segmen
potensial yang bisa ditarget

b)Apakah segmen tersebut dapat menghasilkan keuntungan untuk perusahaan ?

c)Apakah perusahaan memiliki resource untuk menjangkau segmen tersebut ?

d)Apakah ada batasan untuk menjangkau segmen tersebut ? misal regulasi

e)Segmen mana yang akan cendrung menjadi pembeli loyal ?

7
Setelah menjawab pertanyaan diatas, kita sekarang bisa mengambil penilaian dari masing
masing kriteria tentang segmen mana yang perlu kita fokuskan.

Contoh STP : Targeting Kopi Kenangan

Dengan adanya segmen dari macam macam karakteristik + pertanyaan sebelumnya, kita
bisa memilih segmen mana yang akan menjadi prioritas kita.

Sekarang kita tentukan terlebih dahulu segmen dari masing masing karakteristik mana yang
akan menjadi prioritas. Dari hasi analisis berdasarkan pertanyaan sebelumnya maka kita bisa
menentukan seperti ini :

1) Generasi : Milenial dan Gen Z

2) Kelas Ekonomi : Menengah

3) Domisili : Ibukota Provinsi, Ibukota Negara

4) Penyerapan Teknologi : Pengguna smartphone untuk transaksi online, Tech


Enthusiast

5) Preferensi Halal : Tidak concern, Cukup concern, Sangat concern

6) Kebiasaan Mengonsumsi Kopi :Sesekali, Setiap minggu, Setiap hari.

Pada saat melakukan targeting kita memang perlu menspesifikasikan target market kita, akan
tetapi kita juga harus memastikan target market kita tidak terlalu spesifik. Untuk produk dengan
margin yang tidak besar, kopi kenangan butuh memiliki volume penjualan yang besar sehingga
dapat memperoleh keuntungan yang besar pula.

8
Setelah kita mengetahui target market kita, selanjutnya adalah tahapan untuk menentukan
strategi yang digunakan untuk menjangkau mereka.

3. Positioning

Positioning adalah proses dimana kita menentukan posisi kita di antara kompetitor
pada industri/pasar yang sama. Positioning ini bertujuan untuk membedakan antara satu
brand dengan brand lainnya. Untuk menentukan Positioning kita tidak hanya melihat
aspek eksternal seperti target market, ataupun kompetitor tetapi juga melihat kondisi
internal seperti brand ataupun produk itu sendiri. Beberapa pertanyaan yang dapat
menentukan positioning sebuah produk ataupun brand :

a) Siapa saja kompetitor yang menarget target market yang sama ?

b) Apa saja yang kompetitor tawarkan ?

c) Apa yang menjadi keunggulan dari produk yang ditawarkan ?

d) Posisi mana yang belum di isi oleh kompetitor lainnya ?

e) Bagaimana caranya agar brand dapat berbeda dengan brand brand lainnya

Setelah kamu mendapatkan jawaban jawaban dari pertanyaan tersebut, kamu


dapat mengembangkan sebuah positioning statement. Positioning statement ini akan
digunakan untuk menentukan strategi marketing mix (bauran pemasaran) setelahnya. Ayo
kembali ke kopi kenangan.

Contoh STP : Positioning Kopi Kenangan

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan perusahaan, perusahaan mendapatkan


bahwa kondisi market cukup kompetitif karena industri “kopi kekinian” ini memang
sedang naik daun. Terdapat beberapa brand “kopi kekinian” lainnya seperti JanjiJiwa,
Fore, Kedai Kopi Kulo, Lain Hati ataupun KopiSoe. Selain kopi kekinian seperti ini, ada
juga brand-brand yang lebih dahulu ada seperti Starbucks, [Link], Excelso, CoffeeBean dll.

Dari banyaknya karakteristik yang kita miliki pada bagian segmentasi, kita bisa
memilih 2 karakteristik yang paling membedakan antara kopi kenangan dan
kompetitornya. Berdasarkan hasil analisis, perusahaan mendapatkan ada dua aspek yang
paling membedakan kopi kenangan dengan kopi kopi lainnya yaitu, Preferensi Halal dan
Penggunaan Teknologi. Mungkin kamu berdatanya, kok preferensi halal ? karena kopi
kenangan adalah satu-satunya “kopi kekinian” yang sudah terdaftar Halal MUI diseluruh
Indonesia.

Selain itu, Kopi Kenangan adalah sebuah perusahaan yang sangat fokus pada
teknologi. Hal ini bisa dilihat bahwa mereka salah satu brand yang memiliki aplikasi

9
pemesanan kopinya sendiri. Tidak hanya itu, mereka juga menjual produknya di Go-food
ataupun Go-mart, hal ini menunjukan bahwa mereka sangat mendorong pembelian yang
tidak hanya di store akan tetapi juga via aplikasi. Dari dua karakteristik tersebut kita
dapat menggambarkan posisi dari Kopi Kenangan dalam sebuah grafik sebagai berikut:

Dari sini kita bisa melihat dengan jelas bahwa Kopi Kenangan adalah brand yang
menonjolkan kehalalan produk mereka, hal ini karena produk lain belum memiliki
sertifikat Halal MUI sehingga untuk saat ini mereka dapat menggunakan positioning
sebagai Kopi kekinian yang Halal. Selain itu karena mereka adalah perusahaan yang
dikembangkan ala-ala “startup” sehingga mereka fokus pada teknologi dibanding kopi
lain yang dulu ada seperti starbucks. Sejatinya, kamu dapat melihat positioning mereka
saat ini dari dua aspek ini berdasarkan konten yang mereka post di Instagram mereka.

10
Dari gambar diatas kamu bisa melihat contohya secara langsung. Demikian
penjelasan tentang konsep strategi STP Marketing dan juga contoh nyatanya pada sebuah
brand yang mungkun sering kamu konsumsi.

11
DAFTAR PUSTAKA

[Link]

12

Common questions

Didukung oleh AI

Strategi positioning mempengaruhi bauran pemasaran dengan menentukan bagaimana brand ingin dilihat oleh konsumennya di antara kompetitor. Positioning yang baik memungkinkan perusahaan menciptakan strategi promosi, harga, produk, dan distribusi yang selaras dengan citra yang diinginkan, membuat bauran pemasaran lebih relevan dan efektif. Dengan menempatkan brand dengan cara tertentu, misalnya sebagai brand "halal" dan "teknologi-savvy" seperti Kopi Kenangan, perusahaan dapat menarik konsumen yang sesuai, membedakan diri dari kompetitor, dan meningkatkan daya tarik penawaran produk atau layanan .

Keuntungan utama dari strategi STP bagi perusahaan dengan sumber daya terbatas adalah kemampuan untuk memaksimalkan efisiensi sumber daya yang dimiliki dengan fokus pada segmen pasar yang paling potensial. Dengan menetapkan prioritas pada kelompok konsumen yang paling menguntungkan, perusahaan dapat meningkatkan penjualan sambil menjaga biaya pemasaran tetap rendah, mengoptimalkan alokasi sumber daya .

STP Marketing membantu perusahaan mencapai penjualan tinggi dengan biaya rendah dengan cara mengalokasikan sumber daya terbatas ke kelompok konsumen yang paling potensial. Dengan menargetkan kelompok tertentu, perusahaan dapat fokus pada segmen pasar yang memberikan keuntungan terbesar, dengan demikian memaksimalkan penjualan dan meminimalkan biaya. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menciptakan bauran pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi segmen yang dipilih, yang berujung pada efisiensi dan efektivitas pemasaran .

Preferensi halal menjadi faktor pembeda utama dalam strategi pemasaran Kopi Kenangan karena mereka adalah satu-satunya brand "kopi kekinian" yang memiliki sertifikasi Halal MUI di seluruh Indonesia. Hal ini memberikan kepercayaan lebih kepada konsumen Muslim dan dapat menjadi keunggulan kompetitif, karena masih ada banyak kompetitor yang belum mengantongi sertifikasi tersebut, sehingga menciptakan niche market yang belum tergarap secara maksimal oleh pesaing lainnya .

Perbedaan utama dalam karakteristik segmen konsumen yang ditarget oleh Kopi Kenangan dibandingkan dengan brand kopi lainnya terletak pada preferensi halal dan penggunaan teknologi. Kopi Kenangan adalah satu-satunya brand "kopi kekinian" dengan sertifikasi Halal MUI di Indonesia, dan mereka sangat fokus pada teknologi, seperti penggunaan aplikasi pemesanan dan penjualan melalui Go-food atau Go-mart. Sementara kompetitor lain, seperti Starbucks dan lainnya tidak menonjolkan kehalalan produk mereka atau penggunaan teknologi sebagai keunggulan kompetitif .

Kopi Kenangan menggunakan analisis kompetitor untuk menentukan posisi pasar mereka dengan mengevaluasi apa yang kompetitor tawarkan dan membandingkannya dengan keunggulan produk mereka. Mereka menyoroti keunikan seperti kehalalan produk dan fokus pada teknologi, yang belum banyak digarap oleh kompetitor lain dalam kategori "kopi kekinian". Posisi ini memungkinkan Kopi Kenangan memanfaatkan celah pasar yang belum diisi oleh brand lain, membedakan diri mereka dalam industri yang kompetitif .

Tahap dalam STP Marketing meliputi: Segmenting, Targeting, dan Positioning. Dalam penerapannya di Kopi Kenangan, segmentasi dilakukan dengan memecah pasar berdasarkan demografi, psikografi, dan perilaku. Targeting kemudian menentukan kelompok utama yang memiliki potensi penjualan tinggi dan kesesuaian dengan resource perusahaan. Akhirnya, positioning menempatkan merek di antara kompetitor dengan menonjolkan aspek unik seperti sertifikasi halal dan teknologi sebagai keunggulan .

Menetapkan target market yang terlalu spesifik dapat membatasi potensi penjualan dan skala pasar. Bagi produk dengan margin kecil seperti Kopi Kenangan, volume penjualan yang besar adalah kunci untuk mengoptimalkan keuntungan. Jika pasar terlalu spesifik, perusahaan berisiko membatasi pertumbuhan dengan mengunci diri ke basis pelanggan yang terlalu kecil, yang dapat menghambat potensi pendapatan dibandingkan dengan menargetkan segmen yang cukup luas yang tetap dapat dikelola .

Segmentasi pasar penting dalam strategi pemasaran karena memungkinkan perusahaan untuk membagi pasar luas menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil sehingga produk atau layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari setiap segmen, meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemasaran. Kopi Kenangan menggunakan beberapa faktor untuk melakukan segmentasi, termasuk demografi (generasi, kelas ekonomi, domisili), psikografi (penggunaan teknologi, preferensi halal), dan perilaku (kebiasaan mengonsumsi kopi).

Pertanyaan kunci yang perlu dijawab perusahaan untuk menentukan targeting yang tepat meliputi: kelompok mana yang memiliki jumlah yang cukup untuk menjadi segmen potensial, apakah segmen tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang memadai, apakah perusahaan memiliki resource untuk menjangkau segmen tersebut, apakah ada batasan atau regulasi yang mempengaruhi, dan segmen mana yang akan cenderung menjadi pembeli loyal. Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini membantu perusahaan menilai potensi dan kelayakan setiap segmen .

Anda mungkin juga menyukai