0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
75 tayangan3 halaman

Prosesus Akromion dan Sendi Bahu

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai tulang, sendi, dan otot-otot yang terlibat dalam kompleks bahu, termasuk deskripsi anatomi dan fungsi masing-masing struktur tersebut."

Diunggah oleh

bilal ahmad Rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
75 tayangan3 halaman

Prosesus Akromion dan Sendi Bahu

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai tulang, sendi, dan otot-otot yang terlibat dalam kompleks bahu, termasuk deskripsi anatomi dan fungsi masing-masing struktur tersebut."

Diunggah oleh

bilal ahmad Rizki
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Shoulder complex

Tulang:

 Humerus
 Scapula

1. Cari prosesus akromion di ujung lateral bahu dan palpasi medial dan sedikit inferior.

2. ikuti tulang belakang skapula yang menonjol ke belakang yang tajam saat melintasi lebar
skapula.

3. Palpasi batas medial yang berorientasi vertikal saat tulang belakang mengembang secara
superior dan interior

 Klavikula
Palpasi dilakukan pada corpus scapula dari arah medial ke lateral atau dari sternum ke
acromion.

Sendi:

 Sendi yang sebenernya

1. Glenohumeral joint

2. Acromiclavicular joint

3. Sternoclavicular joint

4. Scapulothorakal joint

 Sendi yang bukan sebenarnya itu

1. Intervertebral joint

2. Costovertebral joint

3. Costosernal joint

4. Suprahumeral joint

Scapulohumeral rhythm:

 Awal gerak abduction 30° terjadi gerak humerus 300 sementara scapula pada posisi tetap atau
bahkan sedikit adduction.

 Pada 30° – 60° terjadi gerak proporsional abduction humerus : scapula sebesar 2 : 1.

 Selanjutnya pada abduction 60°– 120° terjadi humerus external rotation secara bertahap 90°
menghindari benturan acromion dengan head of humerus.

 Sementara gerak proposional humerus scapula 2 : 1 tetap berlanjut.

 Pada abduction 120° – 180° gerak proposional tersebut tetap berlanjut.


 Pada range ini mulai terjadi gerakan intervertebral dan costae yang bermakna pada akhir ROM.

Arthrokinematik

 Spin: fleksi (spin ke posterior), ekstensi (spin ke anterior)


 Roll: permukaan yang melekat jadi berbeda.
 Inferior glide (abduksi)
 Superior glide (adduksi)
 Anterior roll, posterior glide (internal rotasi)
 Posterior roll, anterior glide (eksternal rotasi)

Otot

Pivot/poros scapula

- m. Trapezius

- m. Serratus anterior

- m. Levator scapula

- m. Rhomboid mayor

- m. Rhomboid minor

Baling baling humerus

- m. Lattisimus dorsi
- m. Pectoralis mayor

Origo: ½ sternal dan anterior clavicular, permukaan anterior costae 6 dan cartilage costae 2-7

Insersio: Lateral lip dari intertubercular groove humerus

Palpasi: pasien Posisi terlentang, lokasi inferior klavikula, pasien internal rotasi secara bersamaan
dengan terapis memberi resistensi

- m. Pectoralis minor

Penentu posisi

- m. Deltoid

Origo: sepertiga lateral os. Clavicula, Acromion proc, spina scapula

Insersio: Deltoid tuberosity

Palpasi: 1. Posisi pasien duduk

2. Lokasi di area acromion proc

3. Palpasi ke arah bawah sesuai arah muscle belly

4. Pasien bergerak abduksi secara bersamaan ada tahanan dari terapis ke arah medial

Penyangga bahu

- m. Rotator cuff: supraspinatus, subscapularis, infraspinatus, teres minor

- m. Biceps brachii

Anda mungkin juga menyukai