0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan4 halaman

Efektivitas Ketorolac vs Deksketoprofen dan Parasetamol

This study compared the effectiveness of ketorolac, dexketoprofen, and paracetamol in reducing pain in 15 patients after lower extremity orthopedic surgery at Nganjuk Hospital in East Java, Indonesia. Pain was assessed using a Visual Analog Scale (VAS). The results found that ketorolac injection 30 mg/ml was the most effective at reducing the mean VAS score (the parameter for pain) within 24 hours compared to dexketoprofen 50 mg/2 ml and paracetamol 1000 mg/100 ml. The study concluded that ketorolac was the most effective analgesic for postoperative pain management based on VAS assessment in these patients.

Diunggah oleh

Yuni IH
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
125 tayangan4 halaman

Efektivitas Ketorolac vs Deksketoprofen dan Parasetamol

This study compared the effectiveness of ketorolac, dexketoprofen, and paracetamol in reducing pain in 15 patients after lower extremity orthopedic surgery at Nganjuk Hospital in East Java, Indonesia. Pain was assessed using a Visual Analog Scale (VAS). The results found that ketorolac injection 30 mg/ml was the most effective at reducing the mean VAS score (the parameter for pain) within 24 hours compared to dexketoprofen 50 mg/2 ml and paracetamol 1000 mg/100 ml. The study concluded that ketorolac was the most effective analgesic for postoperative pain management based on VAS assessment in these patients.

Diunggah oleh

Yuni IH
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ORIGINAL ARTICLE

Intisari Sains Medis 2021, Volume 12, Number 1: 370-373


P-ISSN: 2503-3638, E-ISSN: 2089-9084

Perbandingan efektivitas ketorolac,


deksketoprofen, dan parasetamol dalam
mengurangi rasa nyeri dengan menggunakan
penilaian visual analogue scale (VAS) pada
Published by Intisari Sains Medis
pasien pasca pembedahan ortopedi ekstremitas
inferior di RSUD Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia

Andini Febriana1*, I Putu Indra Ade Janiartha1, Kiki Megasari1,


Bambang Priyatno2, Christanto Nugroho2

ABSTRACT
Background: Pain is an unpleasant emotional and and paracetamol in reducing pain through VAS
subjective sensory experience which is associated with assessment were analyzed by SPSS version 20 for
real tissue damage, potentially damaging, or describing Windows.
the conditions in which the damage occurred. The use Results: Most of the men in this study (66.70%).
of non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) as There was a decrease in the mean VAS value between
an analgesic to treat postoperative pain is one of the examination II (24 hours) and I (8 hours) both in the
standard therapies. This study aims to examine various group that received ketorolac injection 30 mg/ml
types of analgesics in pain management in patients (3.80±0.44), dexketoprofen 50 mg/2 ml (3.00±1.00),
after orthopedic surgery of the inferior extremities at and paracetamol 1000 mg/100 ml (2.40±5.40).
Nganjuk Hospital, East Java. Conclusion: The results of this study indicate that the
Methods: This cross-sectional experimental study was decrease in the mean VAS value as a parameter of pain
conducted on 15 patients after inferior limb surgery at was found to be greatest in the group with 30 mg / ml
Nganjuk Hospital in the period May 2015 - June 2015. ketorolac injection within 24 hours.
Data on the effectiveness of ketorolac, dexketoprofen,

Keywords: Deksketoprofen, Effectiveness, Inferior Extremities, Ketorolac, Paracetamol, VAS.


Cite This Article: Febriana, A., Janiartha, I.P.I.A., Megasari, K., Priyatno, B., Nugroho, C. 2021. Perbandingan
efektivitas ketorolac, deksketoprofen, dan parasetamol dalam mengurangi rasa nyeri dengan menggunakan
penilaian visual analogue scale (VAS) pada pasien pasca pembedahan ortopedi ekstremitas inferior di RSUD
1
Program Pendidikan Dokter Muda, Fakultas Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia. Intisari Sains Medis 12(1): 370-373. DOI: 10.15562/ism.v12i1.957
Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD
Nganjuk, Surabaya, Indonesia.
2
Dokter Spesialis Anestesi, Fakultas Kedokteran, ABSTRAK
Universitas Wijaya Kusuma, RSUD Nganjuk,
Surabaya, Indonesia. Latar Belakang: Nyeri adalah pengalaman sensoris ini dilakukan terhadap 15 pasien pasca bedah
subjektif dan emosional yang tidak menyenangkan ekstremitas inferior di RSUD Nganjuk pada periode Mei
*Korespondensi: dimana terkait dengan kerusakan jaringan yang 2015 – Juni 2015. Data tentang efektivitas ketorolac,
Andini Febriana; nyata, berpotensi merusak, atau menggambarkan deksketoprofen, dan parasetamol dalam mengurangi
Program Pendidikan Dokter Muda, Fakultas kondisi terjadinya kerusakan. Penggunaan obat rasa nyeri melalui penilaian VAS dianalisis dengan SPSS
Kedokteran, Universitas Wijaya Kusuma, RSUD golongan Non-Steroid Anti Inflammatory Drugs (NSAID) versi 20 untuk Windows.
Nganjuk, Surabaya, Indonesia; sebagai analgesik untuk mengatasi nyeri pasca Hasil: Sebagian besar pada penelitian ini berjenis
[Link]@[Link] pembedahan merupakan salah satu standar terapi. kelamin laki-laki (66,70%). Terdapat penurunan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai jenis rerata nilai VAS antara pemeriksaan II (24 jam) dan I
Diterima: 13-02-2021 analgesik dalam manajemen nyeri pada pasien pasca (8 jam) baik pada kelompok yang mendapatkan injeksi
Disetujui: 20-04-2021 pembedahan ortopedi ekstremitas inferior di RSUD ketorolac 30 mg/ml (3,80±0,44), deksketoprofen 50
Diterbitkan: 30-04-2021 Nganjuk, Jawa Timur. mg/2 ml (3,00±1,00), dan parasetamol 1000 mg/100
Metode: Penelitian eksperimental potong-lintang ml (2,40±5,40).

370 Published by Intisari Sains Medis | Intisari Sains Medis 2021; 12(1): 370-373
Open |access:
doi: 10.15562/ism.v12i1.957
[Link]
ORIGINAL ARTICLE

Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan kelompok dengan injeksi ketorolac dosis 30 mg/ml
bahwa pemberian penurunan nilai rerata VAS sebagai dalam waktu 24 jam.
parameter terhadap nyeri ditemukan paling besar pada

Kata kunci: Deksketoprofen, Efektivitas, Ekstremitas Inferior, Ketorolac, Parasetamol, VAS.


Sitasi Artikel ini: Febriana, A., Janiartha, I.P.I.A., Megasari, K., Priyatno, B., Nugroho, C. 2021. Perbandingan
efektivitas ketorolac, deksketoprofen, dan parasetamol dalam mengurangi rasa nyeri dengan menggunakan
penilaian visual analogue scale (VAS) pada pasien pasca pembedahan ortopedi ekstremitas inferior di RSUD
Nganjuk, Jawa Timur, Indonesia. Intisari Sains Medis 12(1): 370-373. DOI: 10.15562/ism.v12i1.957

PENDAHULUAN efikasi adalah suatu hal yang perlu pasien yang batal mengikuti operasi, tidak
dipertimbangkan dalam setiap pemberian kooperatif saat dilakukan penelitian, dan
Nyeri, menurut  International Association analgetik pada pengelolaan nyeri pasca obat yang masuk tidak sesuai dengan yang
for Study of Pain (IASP), adalah bedah.4 Salah satu aspek penilaian efikasi prosedur diinstruksikan peneliti.
merupakan pengalaman sensoris subjektif adalah dengan menilai derajat nyeri Obat injeksi ketorolac dikemas
dan emosional yang tidak menyenangkan, yang dirasakan oleh pasien yang dapat dalam bentuk ampul, tiap ampul (1 ml)
yang didapat terkait dengan kerusakan diukur dengan skor visual analogue mengandung  ketorolac tromethamine  30
jaringan yang nyata, berpotensi rusak, scale (VAS). VAS merupakan penilaian mg. Injeksi bolus intravena diberikan
atau menggambarkan kondisi terjadinya nyeri yang paling banyak digunakan dalam waktu minimal 15 detik tanpa
kerusakan.1 Nyeri adalah konsekuensi karena mudah dipahami dan cepat untuk pengenceran dalam spuit 3 cc. Diberikan
yang dapat diperkirakan dari adanya penggunaannya.5 setiap 8 jam dalam penelitian ini pada
trauma maupun tindakan pembedahan RSUD Nganjuk yang merupakan salah pasien pasca pembedahan tulang kruris/
Nyeri disepakati oleh American Pain satu rumah sakit besar di kabupaten femur. Dalam pemberian injeksi ini
Society sebagai tanda vital kelima Nganjuk yang aktif melaksanakan dibantu oleh perawat ruangan yang sedang
atau “the fifth vital sign”.1 Hal tersebut tindakan pembedahan dengan banyak bertugas.
bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat golongan NSAIDs Obat Injeksi Deksketoprofen dikemas
penanganan nyeri di antara petugas untuk mengatasi nyeri pasca pembedahan, dalam bentuk ampul, tiap ampul (2 ml)
kesehatan professional.1,2 Dengan beberapa diantaranya adalah Ketorolac, dalam 1 ml mengandung dexketoprofen
penanganan sesuai kebutuhan terhadap Deksketoprofen, dan Parasetamol. trometamol 25 mg. Pemberian dengan
nyeri yang ditunjukkan oleh pasien, Oleh karena itu penelitian ini mencoba cara bolus intravena tanpa pengenceran
pasien akan merasa nyaman dan dapat untuk mengkaji efektifvitas Ketorolac, dalam spuit 3 cc. Diberikan setiap 8 jam
mempercepat penyembuhan. Dengan Deksketoprofen, dan Parasetamol sebagai dalam penelitian ini. Dalam pemberian
demikian, diperlukan suatu pengelolaan analgesic dalam manajemen nyeri pasca injeksi ini dibantu oleh perawat ruangan
nyeri yang optimal, salah satunya adalah pembedahan ortopedi ekstremitas inferior yang sedang bertugas.
dengan pemakaian obat-obat analgetik di RSUD Nganjuk. Sedangkan bentuk kemasan infus
dari golongan Non-Steroidal Anti- parasetamol adalah larutan infus di
Inflammatory Drugs (NSAIDs).3 METODE dalam vial 100 mL. Cara pemberian
NSAIDs adalah suatu golongan obat langsung disambungkan dengan infus
yang memiliki khasiat analgesik (pereda Jenis penelitian yang digunakan dalam
set. Infus diberikan secara intravena
nyeri), antipiretik (penurun panas), dan penelitian ini adalah eksperimental
dengan dihubungkan menggunakan
antiinflamasi (anti radang). Istilah “non dimana populasi pada penelitian ini
kanul intravena. Diberikan setiap 8 jam
steroid” digunakan untuk membedakan adalah pasien pasca bedah ekstremitas
dalam penelitian ini pada pasien pasca
jenis obat-obatan ini dengan steroid, inferior yang dirawat di ruang Bougenville,
pembedahan tulang kruris/femur. pada
yang juga memiliki khasiat  serupa.4 Puspa Indah, Wijaya Kusuma, Sedudo
pasien pasca pembedahan tulang kruris/
NSAIDs  bukan tergolong obat-obatan RSUD Nganjuk pada periode Mei 2015 –
femur.
jenis narkotika. NSAIDs memiliki Juni 2015. Adapun kriteria inklusi pada
Penilaian VAS I (pertama) dilakukan
efek perifer dengan menghambat kerja penelitian ini adalah: usia dewasa 16 - 80
pada jam ke 8 pasca pembedahan
enzim siklooksigenase sehingga konversi tahun, pasien dengan fraktur ekstremitas
dimana pengaruh anestesi spinal sudah
asam arakidonat menjadi prostaglandin bawah tanpa multiple fractures, lokasi
mulai menghilang, dan penilaian VAS
terganggu, yang pada akhirnya juga akan pembedahan pada regio femur/kruris
II (kedua) dilakukan pada jam ke 24
menghambat aktivasi nosiseptor perifer (tibia-fibula), dan pasien dengan status
dimana nyeri pasca pembedahan perlahan
yang penting pada proses patofisiologi rencana pembedahan elektif. Sedangkan
mulai menghilang. Pada penelitian ini
nyeri, untuk mengkaji nyeri itu sendiri kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah
peneliti menggunakan skala VAS yang

Published by Intisari Sains Medis | Intisari Sains Medis 2021; 12(1): 370-373 | doi: 10.15562/ism.v12i1.957 371
ORIGINAL ARTICLE

Tabel 1. Karakteristik dasar responden penelitian besar bila dibandingkan dengan kelompok
deksketoprofen dengan penilaian VAS
Persentase
Variabel n Rerata±SB yang dilakukan selama 48 jam.6 Akan
(%)
tetapi hasil penelitian tersebut memiliki
Usia (Tahun) 43,06±14,89
hasil yang sama dengan penelitian yang
Ketorolac 30 mg/ml (IV) 5 41,00±8,36
Deksketoprofen 25 mg/2 ml (IV) 5 33,80±16,49
dilakukan oleh Rodriguez MJ et al.,
Parasetamol 1000 mg/100 ml 5 54,40±12,70 yang juga mendapatkan hasil skor VAS
Jenis Kelamin untuk kelompok Deksketoprofen lebih
Laki-Laki 10 66,70 kecil dibandingkan dengan kelompok
Perempuan 5 33,30 ketorolac, di mana skor VAS ini diukur
VAS I (8 Jam) pada hari ketujuh pasca bedah.7
Ketorolac 30 mg/ml (IV) 5 6,40±1,14 Penelitian lainnya yang dilakukan
Deksketoprofen 25 mg/2 ml (IV) 5 8,00±0,70 oleh Pranowo DA dan Witjaksono yang
Parasetamol 1000 mg/100 ml 5 9,80±0,44
melaporkan Deksketoprofen secara poten
VAS II (24 Jam)
Ketorolac 30 mg/ml (IV) 5 2,60±0,89
menghambat COX -1 dan COX-2 yang
Deksketoprofen 25 mg/2 ml (IV) 5 5,00±0,70 membuat obat ini menjadi lebih baik
Parasetamol 1000 mg/100 ml 5 7,40±0,54 dalam menurunkan waktu perdarahan.8
Delta VAS Kelarutan dan absorbsi dalam saluran
Ketorolac 30 mg/ml (IV) 5 3,80±0,44 cerna yang lebih cepat membuat efek
Deksketoprofen 25 mg/2 ml (IV) 5 3,00±1,00 samping pada saluran cerna menjadi
Parasetamol 1000 mg/100 ml 5 2,40±5,40 lebih minimal sehingga kadar maksimal
dari obat ini juga akan lebih cepat
bekerja dibanding ketorolac.8 Mekanisme
telah di modifikasi agar memudahkan jam pertama menunjukkan bahwa injeksi
penghambatan COX-1 dan COX-2 pada
pemeriksaan bilamana terjadi kesulitan Ketorolac 30 mg/ml menunjukkan nilai
Deksketoprofen akan menurunkan efek
dalam pemahaman bahasa atau penjelasan. paling rendah (2,60±0,89), diikuti dengan
samping berupa pemanjangan waktu
Adapun pembagian kelompok kelompok yang mendapatkan injeksi
perdarahan, dimana pada ketorolac efek
perlakuan dibagi berdasarkan periode deksketoprofen 25 mg/2 ml (5,00±0,70),
samping tersebut masih ada dikarenakan
waktu meliputi: 1) Minggu I, Injeksi dan injeksi Parasetamol 1000 mg/100 ml
Ketorolac hanya menghambat COX-
ketorolac 30 mg/1 ml; 2) Minggu II, Injeksi (7,40±0,54) (Tabel 1). Penurunan nilai
1 dan COX-2 yang tidak dihambat
deksketoprofen 50 mg/2 ml; 3) Minggu III, VAS berdasarkan evaluasi delta VAS
menyebabkan terhambatnya agregasi
Infus parasetamol 1000 mg/100 ml; dan 4) menunjukkan bahwa injeksi Ketorolac 30
trombosit, vasodilatasi pembuluh darah,
Minggu IV, menyesuaikan dengan sampel mg/ml memberikan nilai paling tinggi
dan antiproliferatif pembuluh darah
yang belum terpenuhi. (3,80±0,44) (Tabel 1).
sehingga waktu perdarahan akan jauh
lebih lama dibandingkan penggunaan
HASIL PEMBAHASAN
deksketoprofen.9 Hal ini sesuai dengan
Berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi Dari hasil yang didapatkan ternyata penelitian terdahulu dimana menunjukkan
yang ditentukan oleh peneliti, didapatkan Ketorolac adalah salah satu obat analgetik rasa nyeri pada pasien pasca pembedahan
sebanyak 15 orang selama 4 minggu per golongan NSAID yang memiliki efek dengan menggunakan ketorolac menjadi
tanggal 18 Mei 2015 – 14 juni 2015 dengan paling baik dibandingkan Deksketoprofen lebih lama dibandingkan Deksketoprofen
tempat observasi di ruang Bougenville, dan Parasetamol di RSUD Nganjuk dalam akibat waktu perdarahan yang
Puspa Indah, Wijaya Kusuma, dan Sedudo. meringankan nyeri pada pasien pasca memanjang.10,11
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bedah ortopedi dalam waktu 24 jam. Sementara itu pada penelitian
rerata usia responden secara keseluruhan Hasil penelitian ini ternyata tidak yang dilakukan oleh Kesimci E et al.,
adalah 43,06±14,89 tahun dan berjenis sesuai dengan penelitian yang telah menunjukkan bahwa penggunaan
kelamin laki-laki (66,70%) (Tabel 1). dilakukan oleh Pritaningrum F di Deksketoprofen memiliki hasil yang
Hasil penelitian ini menunjukkan Instalasi Bedah Sentral RSUP Dr. Kariadi signifikan menurunkan penggunaan obat
bahwa penilaian VAS I untuk 8 jam Semarang pada bulan Maret-Juni 2010 golongan opioid sebagai pengelolaan nyeri
pertama menunjukkan nilai paling tinggi yang melakukan penelitian mengenai yang tidak teratasi.12 Hal ini didukung
pada kelompok yang mendapatkan perbedaan VAS antara Ketorolac dan oleh penelitian yang dilakukan oleh
injeksi Parasetamol 1000 mg/100 ml Deksketoprofen, dimana hasil yang Zippel H dan Wagenitz A yang melakukan
(9,80±0,44), diikuti dengan kelompok didapat pada penelitiannya, skor VAS penelitian serupa, yang mendapatkan
yang mendapatkan injeksi deksketoprofen antara kelompok ketorolac dan kelompok manfaat analgesik dan penurunan morfin
25 mg/2 ml (8,00±0,70), dan injeksi Deksketoprofen memperlihatkan dengan penggunaan Dexketoprofen 50 mg
Ketorolac 30 mg/ml (6,40±1,14) (Tabel perbedaan yang bermakna, dengan skor intravena, pada saat 1 jam sebelum operasi
1). Sedangkan penilaian VAS II untuk 24 VAS pada kelompok ketorolac selalu lebih dan 2 jam setelah operasi pada pasien

372 Published by Intisari Sains Medis | Intisari Sains Medis 2021; 12(1): 370-373 | doi: 10.15562/ism.v12i1.957
ORIGINAL ARTICLE

histerektomi abdominal.13 nyeri.6 Di lain pihak, penggunaan 5. Villanueva MR, Smith TL, Erickson JS, Lee AC,
Sedangkan pada penggunaan parasetamol memiliki hasil yang sama Singer CM. Pain Assessment for the Dementing
Elderly (PADE): reliability and validity of a new
Parasetamol dengan mekanisme kerja dua dengan penelitian terdahulu yang tidak measure. J Am Med Dir Assoc. 2003;4(1):1-8.
aksi inhibitor di pusat cyclooxygenases mendapatkan hasil yang diharapkan 6. Pritaningrum F. Perbedaan Skor Visual
dan interaksi dengan sistem serotonergik, dalam pengelolaan nyeri pada pasien Analogue Scale antara Ketorolac dan
ternyata tidak terbukti dapat menurunkan pasca pembedahan.6 Deksketoprofen pada Pasien Pasca Bedah
[Skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran
penggunaan obat golongan opioid pada Universitas Diponegoro. 2010.
penelitian ini. Hasil penelitian serupa SIMPULAN 7. Rodríguez MJ, Contreras D, Gálvez R, Castro
juga diungkapkan oleh Remy C et al., A, Camba MA, Busquets C, et al. Double-blind
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
melaporkan bahwa parasetamol yang evaluation of short-term analgesic efficacy of
penilaian VAS baik pada kelompok 1, 2, orally administered dexketoprofen trometamol
diberikan 1 gram setiap 6 jam memiliki
dan 3 menunjukkan bahwa pemberian and ketorolac in bone cancer pain. Pain.
efek opioid-sparing kurang dari 10% dalam
injeksi ketorolac dengan dosis 30 mg/ 2003;104(1-2):103-10.
24 jam.14 Dalam literatur tersebut diketahui 8. Pranowo DA, Witjaksono. Pengaruh
ml secara intravena pada pasien pasca
bahwa 1 gram parasetamol telah diberikan Deksketoprofen dengan Ketorolac terhadap
pembedahan tulang menunjukkan Kadar Kortisol Plasma pada Tikus Wistar yang
terlebih dahulu pada operasi lumbal.
penurunan nilai VAS yang lebih tinggi mengalami insisi. Jurnal Media Medika Muda.
Dalam salah satu studi ini, parasetamol
daripada injeksi deksketoprofen dan infus 2014;1(1):1-9
1 gram secara intravena diberikan 9. Laudanno OM, Piombo G, Cesolari JA, Godoy
parasetamol.
sebagai analgesik tambahan untuk PCA A, Rocaspana A, Aramberry L. Dexketoprofene,
morfin pada periode pasca operasi dan selective cox-1 inhibitor nsaids, without
KONFLIK KEPENTINGAN gastrointestinal injury in rats.  Acta
memberikan hasil yang efektif analgesia
Gastroenterol Latinoam. 2002;32(1):17-20.
setara dengan metamizol 1 gram.14 Dalam Tidak terdapat konflik kepentingan dalam 10. Sulistyowati R. Perbedaan Pengaruh Pemberian
studi lain yang dilakukan oleh Cakan T penulisan artikel penelitian ini. Ketorolac dan Deksketoprofen sebagai
et al., menunjukkan bahwa pemberian Analgesia Pasca Bedah terhadap Agregasi
parasetamol 1 gram secara intravena pada ETIKA PENELITIAN Trombosit [Skripsi]. Semarang: Fakultas
Kedokteran Universitas Diponegoro. 2009.
akhir operasi dan pada 6 jam interval lebih
Penelitian ini telah mendapatkan 11. Setyono CK. Pengaruh Ketorolac Intravena dan
dari 24 jam diketahui tidak menurunkan Deksketoprofen Intravena sebagai Analgesia
persetujuan etik dari Komisi Etik, Fakultas
penggunaan obat golongan Opioid, tetapi Pasca Bedah Terhadap Waktu Perdarahan.
Fakultas, Universitas Wijaya Kusuma, Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas
tetap terjadi peningkatan kualitas nyeri
RSUD Nganjuk, Surabaya, Indonesia Diponegoro. 2009
pada periode pasca operasi dini.15
sebelum penelitian berjalan. 12. Kesimci E, Gümüş T, Izdeş S, Sen P, Kanbak
Evaluasi dari hasil keseluruhan yang O. Comparison of efficacy of dexketoprofen
diperoleh dalam penelitian ini adalah versus paracetamol on postoperative pain
PENDANAAN
penulis tidak dapat menemukan efek yang and morphine consumption in laminectomy
menguntungkan dengan penggunaan Tidak ada. patients. Agri. 2011;23(4):153-159.
13. Zippel H, Wagenitz A. Comparison of
parasetamol sebelum operasi. Namun, the efficacy and safety of intravenously
studi yang dilakukan oleh Seymour KONTRIBUSI PENULIS administered dexketoprofen trometamol and
RA et al., mendapati hasil Parasetamol Seluruh penulis memiliki kontribusi ketoprofen in the management of pain after
adalah obat NSAID yang paling ramah orthopaedic surgery: A multicentre, double-
yang sama dalam penyusunan laporan blind, randomised, parallel-group clinical
dan aman terhadap tubuh, dan memiliki penelitian ini baik dari tahap penyusunan trial. Clin Drug Investig. 2006;26(9):517-528.
onset antipiretik yang cepat dan bisa kerangka konsep, pencarian data, analisis 14. Remy C, Marret E, Bonnet F. State of the art of
digunakan sebagai penanganan nyeri data penelitian, hingga interpretasi hasil paracetamol in acute pain therapy.  Curr Opin
yang disertai dengan demam.16 Sedangkan dalam bentuk publikasi ilmiah.
Anaesthesiol. 2006;19(5):562-565.
pada penelitian yang dilakukan oleh 15. Cakan T, Inan N, Culhaoglu S, Bakkal K, Başar
H. Intravenous paracetamol improves the
Sulistyowati R juga memperoleh hasil DAFTAR PUSTAKA quality of postoperative analgesia but does not
ketorolac memiliki resiko tinggi dalam decrease narcotic requirements.  J Neurosurg
1. Raffaeli W, Arnaudo E. Pain as a disease: an
meningkatkan sekresi asam lambung.10 Anesthesiol. 2008;20(3):169-173.
overview. J Pain Res. 2017;10:2003-2008. 16. Seymour RA, Kelly PJ, Hawkesford JE. The
Dari hasil penelitian yang kami 2. Polomano RC, Dunwoody CJ, Krenzischek DA, efficacy of ketoprofen and paracetamol
lakukan kelompok ketorolac memiliki Rathmell JP. Perspective on pain management (acetaminophen) in postoperative pain after
nilai VAS terkecil dibandingkan dengan in the 21st century. Pain Manag Nurs. 2008;9(1 third molar surgery.  Br J Clin Pharmacol.
kelompok deksketoprofen dan kelompok Suppl):S3-S10. 1996;41(6):581-585.
3. Gupta A, Bah M. NSAIDs in the Treatment of
parasetamol dalam penilaian VAS 24 jam. Postoperative Pain.  Curr Pain Headache Rep.
Sedangkan penelitian yang dilakukan 2016;20(11):62.
oleh Pritaningrum F didapatkan hasil 4. Day RO, Graham GG. Non-steroidal
yang signifikan dalam 48 jam kelompok anti-inflammatory drugs (NSAIDs) BMJ.
2013;346:f3195. 
deksketoprofen menjadi salah satu obat
yang efektif digunakan dalam mengelola

Published by Intisari Sains Medis | Intisari Sains Medis 2021; 12(1): 370-373 | doi: 10.15562/ism.v12i1.957 373

Anda mungkin juga menyukai