0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
379 tayangan18 halaman

Analisis Biaya Produksi Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang kompetensi dasar menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa, pengertian biaya produksi, jenis-jenis biaya produksi, cara melakukan perhitungan biaya produksi, serta soal-soal objektif terkait materi tersebut.

Diunggah oleh

Susi Umaroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
379 tayangan18 halaman

Analisis Biaya Produksi Efektif

Dokumen tersebut membahas tentang kompetensi dasar menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa, pengertian biaya produksi, jenis-jenis biaya produksi, cara melakukan perhitungan biaya produksi, serta soal-soal objektif terkait materi tersebut.

Diunggah oleh

Susi Umaroh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

        KOMPETENSI DASAR
KD 3.7 Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa

B.           INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


Menjelaskan Pengertian Biaya Produksi

C.           MATERI POKOK
Dalam dunia bisnis, banyak hal yang perlu untuk diperhatikan dan dipertimbangkan.
Antara lain mengenai kemampuan melihat peluang, kemampuan untuk menghadapi resiko,
mengetahui bagaimana cara menghadapi dan menyelesaikan kendala / masalah dalam bisnis,
serta bagaimana cara agar mampu menciptakan inovasi-inovasi baru untuk menyelesaikan
permasalahan konsumen. Untuk memulai usaha, modal awal untuk memulai usaha memang
merupakan hal utama yang harus dipikirkan. Namun selain itu, tentu masih banyak hal lain
yang tidak dapat terlepas dari bagian memiliki usaha.
Tujuan utama memiliki bisnis tentu untuk mendapatkan keuntungan. Namun untuk
mencapainya, tidak harus menggunakan cara yang salah demi memenuhi target keuntungan
perusahaan. Banyak pelaku bisnis yang menerapkan prinsip mengutamakan kualitas produk
maupun pelayanan kepada konsumen dengan baik sehingga mendapatkan profit bisnis yang
[Link] mendapatkan keuntungan, tentu setidaknya jenis usaha tersebut tidak
mengalami kerugian atau paling tidak minimal balik modal.
Sebelum menjalankan bisnis, memang diperlukan business plann yang baik, terutama
strategi dalam menjalankan usaha, serta menghadapi resiko untuk meningkatkan skala
perusahaan menjadi cakupan yang lebih besar (scale up).Untuk mendapatkan keuntungan
bisnis yang diharapkan, pelaku bisnis tentu sudah mengetahui bagaimana cara untuk
mencapainya berdasarkanbusiness plan yang telah dibuat sebelumnya. Salah satu hal yang
perlu dilakukan adalah memperhitungkan mengenai biaya produksi. Tidak sedikit yang
beranggapan bahwa biaya produksi adalah hal yang sepele sehingga menganggap remeh dan
tidak menyertakannya dalam perhitungan untung rugi sebuah usaha. Namun sebaliknya, biaya
produksi sangat penting dalam dunia bisnis. Perlu perhitungan yang tepat dan kalkulasi yang
akurat ditambah dengan perhitungan biaya produksi demi tercapainya keuntungan bisnis yang
diharapkan.
Berikut ini akan dibahas secara mendalam mengenai biaya produksi. Hal-hal apa saja yang
perlu diperhatikan dalam perhitungan biaya produksi, jenis-jenis biaya produksi, cara
melakukan perhitungan biaya produksi, serta ulasan-ulasan lainnya mengenai biaya produksi
yang disertai contoh.  

Pengertian Biaya

Biaya adalah pengeluaran ekonomisyang diperlukan untuk perhitunganproses produksi.


Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan pada saat proses ini sudah terjadi
maupun belum terjadi. Menurut ilmu ekonomi, biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya eksplisit
dan biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisik seperti uang.
Sedangkan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung yaitu
misalnya penyusutan barang modal.

Pengertian Biaya Produksi

Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses


produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang. Biaya-biaya ini
meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain
sebagainya. Biaya produksi ini harus diakumulasi secara cermat untuk kemudian dihitung dan
dibandingkan dengan laba kotor perusahaan. Selisih pendapatan dikurangi dengan biaya
produksi akan menjadi laba bersih perusahaan atau total keuntungan yang diperoleh. Biaya
produksi ini diperlukan untuk mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi
yang siap dipasarkan kepada konsumen.
Biaya produksi adalah keseluruhanbiaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam
kegiatan produksi suatu barang. Biaya produksi ini memiliki definisi yang berbeda dengan
biaya operasional. Bedanya dengan biaya operasional adalah biaya operasional merupakan
biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang
dilakukan oleh perusahaan tersebut.
Yang termasuk kedalam biaya operasional adalah seperti biaya perlengkapan toko,
biaya asuransi, biaya tagihan telepon / listrik / air untuk perusahaan, biaya iklan, biaya pajak,
biaya pengiriman, biaya perlengkapan kantor, biaya perawatan alat-alat kantor / perusahaan
atau biaya perawatan mesin, dan lain sebagainya. Dalam memproduksi suatu barang tentunya
diperlukan sebuahproses produksi yang panjang dan terencana dengan baik demi untuk
menciptakan suatu produk yang benar-benar berkualitas.

Biaya Produksi dan Biaya non Produksi

Biaya produksi berbeda dengan biaya non produksi. Perbedaannya adalah biaya non
produksi merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi pengembangan, pemasaran /
distribusi, layanan pelanggan, desain maupun administrasi pada umumnya. Menurut ilmu
ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam dua kategori yakni biaya penjualan yang
melingkupi tentang biaya pemasaran / distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan. Serta yang
kedua adalah mengenai administrasi yang melingkupi biaya pengembangan, adminitrasi umum
dan pengembangan.

LAKUKAN PERHITUNGAN DAN KONTROL BIAYA PRODUKSI.


Berikut akan diberikan contoh-contoh perhitungan dalam menghitung biaya produksi.
Diantaranya adalah analisa biaya produksi serta laporan biaya produksi.

1. Analisa Biaya Produksi

Untuk menghitung Biaya Tetap Total / Total Fixed Cost  (TFC) adalah dengan cara
menambah Biaya Tetap / Fixed Cost (FC) dengan Biaya Variable / Variable Cost (VC).
Biaya total (TFC) adalah keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan
untuk membeli semua keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses
produksidemi menghasilkan / produksi suatu barang. Total fixed cost dihitung untuk
memperoleh faktor produksi yang tidak dapat berubah jumlahnya.
1.             Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC) adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan
untuk memperoleh faktor produksi variabel.
2.             Cara menghitung Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Cost (AFC) adalah dengan cara
biaya total dibagi dengan jumlah produksi.
3.             Cara menghitung Variabel Rata-Rata / Average Variable Cost  (AVC) adalah dengan cara
membagi Biaya Variabel Total (TVC) dengan jumlah produksi.
4.             Cara menghitung Biaya Total Rata-Rata / Average Total Cost (AC) adalah dengan cara Biaya
Total dibagi dengan jumlah produksi.
5.             Biaya Marginal / Marginal Cost (MC) diperoleh melalui hasil penambahan Biaya Produksi
yang digunakan untuk menambah produksi satu unit barang / produk.

2. Buat Laporan Biaya Produksi

Laporan biaya produksi disebut pula sebagai laporan harga pokok produksi.
Perhitungan laporan biaya produksi ini mengutamakan perhitungan 3 hal yaitu :
1.             Data produksi. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian jumlah produk yang melalui
proses pembuatan, jumlah produk yang telah selesai diproduksi, serta keseluruhan jumlah
produk yang dihasilkan dari awal sampai akhir dalam satu periode.
2.             Biaya yang dibebankan. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga satuan per
produk / per barang yang didalamnya telah meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan
overhead pabrik.

3.             Perhitungan harga pokok. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
pokok ketika produk telah selesai diproduksi, dan memasuki departemen produksi,
hingga memasuki gudang penempatan produk yang telah selesai diproduksi.
D.         SOAL OBJEKTIF
1.             Dalam dunia bisnis, banyak hal yang perlu untuk diperhatikan dan
dipertimbangkan. Yaitu.. (kecuali)
a.               kemampuan melihat peluang
b.             kemampuan untuk menghadapi resiko
c.               mengetahui bagaimana cara menghadapi
d.              menyelesaikan kendala / masalah dalam bisnis
e.               Kemampuan untuk memperbesar resiko
2.             Pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses
produksi merupakan pengertian dari
a.             Biaya
b.             Biaya Produksi
c.               Keuntungan
d.             Kerugian
e.               Keberuntungan
3.             Menurut ilmu ekonomi, biaya terbagi menjadi berapa macam?
a.               1
b.             2
c.               3
d.             4
e.               5
4.             Biaya produksi adalah
a.               Pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan proses produksi
b.             biaya atau pengeluaran oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan
yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
c.               akumulasi dari semua biaya-biaya yang dibutuhkan dalam  proses
produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk atau barang
d.             biaya-biaya yang terlihat secara fisik seperti uang.
e.               biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung yaitu misalnya penyusutan barang
modal.
5.             Biaya produksi diperlukan untuk
a.               Melengkapi produksi
b.             Membantu kelengkapan
c.               Membantu kelancaran produksi
d.             mendukung proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang siap
dipasarkan kepada konsumen.
e.               Mendukung para konsumen
6.             Menurut ilmu ekonomi, biaya non produksi dapat dibagi kedalam berapa kategori
a.               5
b.             4
c.               3
d.             2
e.               1
7.             Keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli semua
keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses produksidemi
menghasilkan / produksi suatu barang. Merupakan pengertian dari
a.               Biaya
b.             Biaya produksi
c.               Biaya non produksi
d.             Biaya keseluruhan
e.               Biaya total/TFC
8.             Dengan cara membagi Biaya Variabel Total (TVC) dengan jumlah
produksi. Merupakan cara menghitung
a.             Cara menghitung Variabel Rata-Rata / Average Variable Cost  (AVC)
b.             Cara menghitung Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Cost (AFC)
c.               Cara menghitung Biaya Total Rata-Rata / Average Total Cost (AC)
d.             Biaya Marginal / Marginal Cost (MC)
e.               Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC)
9.             Perhitungan laporan biaya produksi ini mengutamakan berapa perhitungan?
a.               1
b.             2
c.               3
d.             4
e.               5
10.     Dengan cara Biaya Total dibagi dengan jumlah produksi. Merupakan pengertian
dari
a.               Cara menghitung Variabel Rata-Rata / Average Variable Cost  (AVC)
b.             Cara menghitung Biaya Tetap Rata-rata / Average Fixed Cost (AFC)
c.               Cara menghitung Biaya Total Rata-Rata /  Average Total Cost (AC)
d.             Biaya Marginal / Marginal Cost (MC)
e.               Biaya Variabel Total / Total Variable Cost (TVC)

E.           SOAL ESSAY
1.             Apa perbedaan antara biaya produksi dan biaya operasional?
Biaya produksi adalah keseluruhanbiaya produksi ekonomi yang dibutuhkan dalam
kegiatan produksi suatu barang.
Biaya operasional adalah biaya operasional merupakan biaya atau pengeluaran oleh
suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan
tersebut.

2.             Menurut ilmu ekonomi, biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya eksplisit dan biaya
[Link]!
Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisik seperti uang. Sedangkan
biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara langsung yaitu misalnya
penyusutan barang modal.
3.             Apa yang dimaksud dengan Biaya total (TFC) ?
keseluruhan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk membeli semua
keperluan baik barang dan jasa yang akan digunakan dalam proses produksidemi
menghasilkan / produksi suatu barang
4.             Biaya Marginal / Marginal Cost (MC) diperoleh melalui hasil?
Biaya Marginal / Marginal Cost (MC) diperoleh melalui hasil penambahan Biaya
Produksi yang digunakan untuk menambah produksi satu unit barang / produk.
5.             Perhitungan laporan biaya produksi ini mengutamakan perhitungan 3 hal yaitu?
SE=ebut dan jelaskan!
a.               Data produksi. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian jumlah produk
yang melalui proses pembuatan, jumlah produk yang telah selesai diproduksi, serta
keseluruhan jumlah produk yang dihasilkan dari awal sampai akhir dalam satu
periode.
b.               Biaya yang dibebankan. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
satuan per produk / per barang yang didalamnya telah meliputi biaya bahan baku,
biaya tenaga kerja, dan overhead pabrik.
c.               Perhitungan harga pokok. Dimana harus dibuat pelaporan mengenai rincian harga
pokok ketika produk telah selesai diproduksi, dan memasuki departemen produksi,
hingga memasuki gudang penempatan produk yang telah selesai diproduksi.
PENGERTIAN BIAYA
Untuk memahami arti biaya, seseorang harus memahami proses yang digunakan dalam menentukan
biaya. Memperbaiki penentuan biaya akan merupakan faktor kunci dalam pengembangan dalam bidang
manajemen biaya.

Biaya
Biaya adalah kas atau nilai yang setara kas yang dikorbankan untuk produk yang diharapkan dapat
membawa keuntungan masa kini dan masa yang akan datang bagi organisasi. Disebut “setara dengan
kas” karena asset non-kas dapat ditukar dengan produk yang diinginkan. Biaya dikeluarkan untuk
menghasilkan manfaat dalam bentuk pendapatan di masa kini maupun di masa datang.  Dengan
demikian biaya digunakan untuk menghasilkan manfaat pendapatan disebut beban. Oleh karenanya
Setiap periode, beban tersebut dikurangkan dari pendapatan pada laporan Laba Rugi. Kerugian adalah
biaya yang kedaluarsa tanpa menghasilkan manfaat pendapatan pada satu periode. Misalnya Persediaan
yang rusak akibat kebakaran dan tidak diasuransikan dapat diklasifikasikan sebagai kerugian dalam
Laporan Laba Rugi. Sementara Biaya yang tidak kedaluarsa dalam suatu periode tertentu dikelompokkan
sebagai aktiva dan muncul pada Neraca.  Misalnya Mesin dan komputer adalah contoh aktiva yang
berumur lebih dari satu periode. Prinsip utama dalam pembedaan antara biaya sebagai beban atau
sebagai aktiva adalah soal penentuan waktu, yakni apakah biaya tersebut digunakan dalam satu periode
atau lebih dari satu periode.

Obyek Biaya
Obyek biaya adalah segala hal seperti produk, pelanggan, departemen, proyek, kegiatan dan yang lain
dimana biaya-biaya diukur dan dibebankan. Misalnya, bila ingin menentukan berapa biaya untuk
membuat pisang goreng, maka obyek biaya adalah pisang goreng. Bila ingin menentukan biaya operasi
sebuah program studi dalam sebuah Universitas maka obyek biaya adalah program studi. Bila tujuannya
adalah menentukan biaya proyek pengembangan produk maka obyek biaya adalah  proyek
pengembangan produk baru.

Kegiatan
Kegiatan adalah suatu unit dasar dari kerja yang dilakukan dalam suatu organisasi. Definisi lain dari
kegiatan adalah keseluruhan tindakan dalam organisasi yang berguna bagi manajer untuk maksud
perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan. Pada masa sekarang, kegiatan telah menjadi
isu utama sebagai obyek biaya yang penting.. Kegiatan memainkan peran penting dalam proses
pembebanan biaya pada obyek biaya yang lain. Contoh kegiatan yang semacam itu antara lain
memelihara peralatan, merancang produk, menagih pelanggan dll. Kegiatan dijelaskan oleh kata kerja
tindakan dan obyek yang menerima tindakan. Misal kegiatan merancang produk maka kata kerja
tindakannya adalah ”merancang” dan obyek yang menerima adalah ”produk”.

BIAYA PRODUK BERWUJUD DAN JASA


Keluaran organisasi setidaknya ada satu dari dua jenis yang mewakili obyek biaya, yakni produk
berwujud dan jasa. Produk berwujud adalah barang yang diproduksi dengan mengubah bahan baku
melalui penggunaan bahan, tenaga kerja dan masukan lain. Organisasi yang memproduksi produk
berwujud disebut organisasi pemanufakturan. Jasa adalah tugas atau kegiatan yang dilakukan untuk
pelanggan atau kegiatan yang dilakukan pelanggan dengan menggunakan produk atau fasilitas
organisasi. Jasa juga diproduksi dengan menggunakan bahan baku, tenaga kerja dan masukan lain.
Organisasi yang memproduksi barang tak berwujud disebut organisasi jasa.

Ada tiga dimensi perbedaan antara produk berwujud dan jasa, yakni:

 Tidak berwujud artinya bahwa pembeli jasa tidak dapat melihat, merasakan, mendengar, atau
mencicipi jasa sebelum dibeli. Hal sebaliknya adalah produk berwujud.
 Tidak tahan lama. Tidak tahan lama berarti bahwa jasa tidak dapat disimpan.
 Tidak terpisahkan. Artinya, produsen jasa dan pembeli jasa biasanya harus berada dalam
hubungan langsung agar terjadi pertukaran. Akibatnya jasa sering kali tidak dapat dipisahkan dari
produsennya.
 

Berikut aspek Barang dan Jasa dalam kaitannya dengan manajemen biaya.

Aspek Sifat Tujuan Dampak Pada Akuntansi Manajemen


Ketidakberwujudan Jasa tidak dapat disimpan Tidak ada persediaan
Tidak ada perlindungan hak Tuntutan terhadap pembebanan biaya
paten yang akurat
Tidak dapat menampilkan Kode etik yang ketat
atau mengkomunikasikan jasa
Harga sulit ditetapkan
Perishability Manfaat jasa cepat  
kedaluarsa Memerlukan standard dan konsistensi mutu
Jasa sering kali berulang yang tinggi
untuk satu pelanggan
Inseparibility Pelanggan terlibat langsung Biaya ditentukan sesuai dengan jenis
pada produksi jasa pelanggan
Produksi massal jasa yang Menuntut pengukuran dan
tersentralisasi sulit dilakukan pengendalian mutu untuk mempertahankan
konsistensi
Heterogenitas Dimungkinkan variasi yang luas Pengukuran produktivitas dan mutu
pada produk jasa serta pengendalian harus dilakukan terus
menerus
Manajemen mutu total adalah penting
Baik organisasi yang memproduksi produk berwujud maupun yang tidak berwujud berkepentingan untuk
mengetahui berapa biaya produk per unit untuk sejumlah kepentingan misalnya penetapan harga, desain
produk dll.

Biaya Produk
Biaya produk adalah pembebanan biaya yang memenuhi tujuan manajerial yang telah ditetapkan.
Dengan demikian biaya produk bergantung pada tujuan manajerial yang hendak dicapai. Artinya biaya
yang berbeda untuk tujuan yang berbeda. Misalnya metode pembebanan biaya alokasi untuk tujuan
pelaporan keuangan, sedang metode penelusuran langsung dan penelusuran pendorong/ penggerak
ditujukan untuk menyediakan pembebanan biaya produk individu yang akurat yang diperlukan untuk
perencanaan manajerial dan pengambilan keputusan. Yang perlu diingat adalah bahwa penggunaan
perhitungan harga pokok yang lebih banyak dari yang diperlukan akan dapat menimbulkan kebingungan
terutama bagi manajer non-keuangan dan dapat mengurangi kredibilitas sistem informasi manajemen
biaya.

BIAYA PRODUKSI DAN BIAYA NON PRODUKSI


Salah satu tujuan utama sistem manajemen biaya adalah perhitungan harga pokok produk untuk
kepentingan pelaporan keuangan eksternal. Oleh karenanya, kesepakatan eksternal mengharuskan
biaya diklasifikasikan berdasarkan funsionalnya yakni biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya
produksi adalah biaya yang berhubungan dengan produksi barang atau penyediaan jasa. Biaya non
produksi adalah biaya yang berhubungan dengan fungsi penjualan dan administrasi. Untuk produksi
barang berwujud, biaya produksi dan biaya non produksi sering mengacu pada istilah biaya manufaktur
dan biaya non manufaktur.

Biaya Produksi
Biaya produksi selanjutnya diklasifikasikan menjadi tiga elemen yakni biaya bahan baku langsung, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Tiga elemen biaya tersebut lah yang dapat dibebankan pada
produk untuk kepentingan laporan keuangan eksternal.

Biaya Bahan Baku Langsung


Biaya Bahan Baku Langsung adalah biaya bahan baku yang dapat ditelusuri pada barang dan jasa yang
dihasilkan. Biaya dari bahan-bahan kategori ini dapat secara langsung dikenakan pada produk karena
pengamatan secara fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah yang dikonsumsi oleh tiap produk..
Contoh Bahan baku langsung antara lain. Tepung terigu pada roti, pisang pada pisang goreng. Kain
kafan untuk jasa penguburan, kawat untuk koreksi gigi, dll.

Biaya Tenaga Kerja Langsung


Biaya  tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri pada barang atau
penyediaan jasa yang dihasilkan. Pengamatan fisik dapat digunakan untuk mengukur jumlah tenaga kerja
yang digunakan untuk memproduksi barang berwujud atau penyediaan jasa.. Contoh dari tenaga kerja
langsung ini misalnya, juru masak pada rumah makan, juru parkir pada pelayanan parkir, teller pada
bank, sopir pada transjogja dll.

 
Biaya Overhead
Biaya Overhead adalah semua biaya produksi selain bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.
Banyak masukan yang diperlukan untuk memproduksi barang atau penyediaan jasa selain bahan baku
langsung dan tenaga kerja langsung. Perlu diingat dari komponen biaya tenaga kerja langsung, hanya
biaya lembur yang dikategorikan dalam biaya overhead.

Biaya Non Produksi


Biaya Penjualan dan Administrasi
Biaya Penjualan adalah biaya-biaya yang diperlukan untuk memasarkan dan mendistribusikan barang
atau ajasa. Biaya tersebut sering mengacu pada biaya mendapatkan pesanan/ pelanggan dan memenuhi
pesanan/ pelanggan. Misalnya gaji tenaga penjual, iklan, pergudangan, pelayanan, pengiriman dll. Biaya
Administrasi adalah semua biaya yang berhubungan dengan administrasi umum organisasi yang tidak
dapat diestimasi secara tepat baik untuk pemasaran ataupun produksi.  Contoh biaya administrasi adalah
gaji manajemen puncak, biaya administrasi, pencetakan laporan tahunan, akuntansi umum, penelitian
dan pengembangan dll. Biaya Penjualan/ pemasaran dan Administrasi adalah biaya yang tidak dapat
disimpan atau disebut biaya periode. Biaya periode yang tidak dapat disimpan dibebankan pada periode
dimana biaya tersebut terjadi. Oleh karena itu tidak satupun dari biaya ini tampak sebagai persediaan
yang dilaporkan pada nareca.

BIAYA UTAMA DAN KONVERSI


Biaya utama adalah penjumlahan biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Sedang
biaya konversi adalah penjumlahan biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead. Untuk perusahaan
manufaktur biaya konversi diartikan sebagai biaya mengubah bahan baku menjadi produk akhir. (Hendra
Poerwanto G)

ANALISA BIAYA PRODUKSI


Sebagai seorang Enterpleneur haruslah tau cara menghitung biaya produksi untuk mengetahui laba/ rugi
suatu perusahaan (usaha yang dilakukan), roda produksi perusahaan setiap harinya memproduksi
barang dan jasa yang dinikmati konsumen. Semua perusahaan mulai dari perusahaan raksasa
multinasional hingga kepedagang kaki lima mengeluarkan biaya agar bisa menyediakan barang dan jasa
yang dapat dimanfaatkan konsumen. Biaya peluang (opportunity cost) adalah pengorbanan yang
dilakukan seseorang karena mengambil sebuah pilihan.

Biaya tetap (FC)


Biaya yang jumlahnya tidak berubah ketika kuantitas output berubah. Biaya ini akan tetap ada walaupun
perusahaan tidak melakukan produksi. Yang termasuk biaya ini Sewa ruangan took, gaji pegawai, dan
penyusutan mesin-mesin.

Biaya Variable (VC)


Merupakan biaya yang jumlahnya berubah ketika jumlah barang yang diproduksi berubah. Yang
tergolong biaya variable adalah biaya pembelian bahan mentah atau bahan dasar yang digunakan untuk
prosuksi.

Biaya Total (TC)


Merupakan seluruh biaya atau pengeluaran yang dibayar perusahaan untuk membeli berbagai input
(barang atau jasa) untuk keperluan produksi.

RUMUS :
BIAYA TOTAL = BIAYA TETAP + BIAYA VARIABLE
TC  = FC + VC
NB :

Biaya tetap : Berapapun jumlah barang yang diproduksi, jumlah biaya tetap sama.

Biaya Variable : Jumlah biaya berubah-ubah besarnya tergantung pada kualitas produksi.

Contoh Kasus Menghitung Harga Pokok Produksi:

CV GM memproduksi 2 (dua) macam barang yakni barang A dan B. Dari Budget Produksi, diperoleh data
tentang rencana produksi sebagai berikut:

Terdapat 2 (dua) bagian produksi, yakni bagian produksi I, dan II, serta I (satu) bagian jasa /pembantu,
yakni bagian Reparasi. Bagian Produksi I hanya dilalui oleh barang A, sedangkan bagian Produksi II
dilalui oleh kedua macam barang (A dan B). Satuan kegiatan masing-masing bagian adalah sebagai
berikut:
Angka standar pada bagian Reparasi:

Biaya overhead yang akan timbul pada masing-masing bagian diperkirakan sebagai berikut:

Dari anggaran bahan mentah diperoleh data tentang rencana biaya bahan mentah untuk masing-masing
jenis barang sebagai berikut:

Sedangkan dari Anggaran biaya tenaga kerja diperoleh data tertentu rencana biaya tenaga kerja
langsung untuk masing-masing jenis barang sebagai berikut:

Dengan data-data yang tersedia di atas hitunglah harga pokok produksi (cost of goods manufactured)
masing-masing barang!

JAWAB!

Langkah 1. Menghitung Tingkat Kegiatan


Terlebih dahulu dihitung tingkat kegiatan masing-masing bagian (baik bagian produksi maupun bagian
jasa/pembantu) sebagai berikut:

tingkat kegiatan masing-masing bagian adalah:

Bagian Produksi I    = 7.000 unit barang A

Bagian Produksi II    = 40.000 DMH

Bagian Reparasi    = 4.200 DRH

Dengan demikian dapat ditabulasikan sbb:

Langkah 2: Menghitung Tarif BOP


Setelah itu kemudian diadakan perhitungan tarif biaya overhead (overhead rate) bagi masing-masing
bagian produksi sebagai berikut:

Keterangan:

1)      Rp 28.000,00 / 7.000 unit = Rp 4,00 per unit

2)      Rp20.000,00 / 40.000 DMH = Rp 0,50 per DMH


 

Tingkat kegiatan dalam suatu perusahaan harus dinyatakan dalam satuan kegiatan (activity base),
misalnya :

 Jam mesin langsung (Direct machine hour/ DMH)


 Jam Kerja Langsung (Direct labor hour/ DLH)
 Jam Reparasi Langsung (Direct Repair Hour/ DRH)
 Kilo Watt per Jam (Kilo Watt per hour)
 

PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN


Ali Basyah

Materi 7 : Menganalisis Biaya Produksi Prototype


Produk Barang/Jasa

A.    Tujuan Kegiatan Pembelajaran


Setelah selesai mempelajari modul ini siswa diharapkan mampu memahami:
1.  Pengertian Biaya Produksi
2.  Asumsi Dasar Perhitungan
3.  Struktur Biaya Produksi
4.  Proyeksi Laba Produksi
B.    Uraian Materi
1.  Pengertian Biaya Produksi
Pengertian Biaya
Biaya adalah pengeluaran ekonomis yang diperlukan untuk perhitungan
proses produksi. Biaya ini didasarkan pada harga pasar yang berlaku dan
pada saat proses ini sudah terjadi maupun belum terjadi. Menurut ilmu
ekonomi, biaya terbagi menjadi dua yaitu biaya eksplisit dan biaya implisit.
Biaya eksplisit adalah biaya-biaya yang terlihat secara fisik seperti uang.
Sedangkan biaya implisit adalah biaya-biaya yang tidak terlihat secara
langsung yaitu misalnya penyusutan barang modal.
Pengertian Biaya Produksi
Biaya produksi adalah akumulasi dari semua biaya-biaya yang
dibutuhkan dalam proses produksi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu
produk atau barang. Biaya-biaya ini meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga
kerja, biaya operasional barang / pabrik, dan lain sebagainya. Biaya produksi
ini harus diakumulasi secara cermat untuk kemudian dihitung dan
dibandingkan dengan laba kotor perusahaan. Selisih pendapatan dikurangi
dengan biaya produksi akan menjadi laba bersih perusahaan atau total
keuntungan yang diperoleh. Biaya produksi ini diperlukan untuk mendukung
proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi yang siap dipasarkan
kepada konsumen.
Biaya produksi adalah keseluruhan biaya produksi ekonomi yang
dibutuhkan dalam kegiatan produksi suatu barang. Biaya produksi ini
memiliki definisi yang berbeda dengan biaya operasional. Bedanya dengan
biaya operasional adalah biaya operasional merupakan biaya atau pengeluaran
oleh suatu perusahaan untuk mendukung sistem kegiatan yang dilakukan
oleh perusahaan tersebut.
Yang termasuk kedalam biaya operasional adalah seperti biaya
perlengkapan toko, biaya asuransi, biaya tagihan telepon / listrik / air untuk
perusahaan, biaya iklan, biaya pajak, biaya pengiriman, biaya perlengkapan
kantor, biaya perawatan alat-alat kantor / perusahaan atau biaya perawatan
mesin, dan lain sebagainya. Dalam memproduksi suatu barang tentunya
diperlukan sebuah proses produksi yang panjang dan terencana dengan baik
demi untuk menciptakan suatu produk yang benar-benar berkualitas.
Biaya Produksi dan Biaya non Produksi
Biaya produksi berbeda dengan biaya non produksi. Perbedaannya adalah
biaya non produksi merupakan biaya yang erat kaitannya dengan fungsi
pengembangan, pemasaran / distribusi, layanan pelanggan, desain maupun
administrasi pada umumnya. Menurut ilmu ekonomi, biaya non produksi
dapat dibagi kedalam dua kategori yakni biaya penjualan yang melingkupi
tentang biaya pemasaran / distribusi, dan pelayanan kepada pelanggan. Serta
yang kedua adalah mengenai administrasi yang melingkupi biaya
pengembangan, adminitrasi umum dan pengembangan.
Langkah menghitung biaya produksi
Untuk menghitung biaya produksi prototype, melalui beberapa tahapan
seperti berikut:
a.     Tentukan Asumsi dasar perhitungan
b.     Tentukan Skala produksi dan siklus produksi
c.      Tentukan Struktur biaya produksi
d.     Tentukan Perhitungan proyeksi laba produksi
e.      Tentukan Proyeksi Arus Kas
f.       Uji dengan beberapa indicator finansial
2.  Asumsi Dasar Perhitungan
Asumsi dasar perhitungan adalah semua komponen yang menjadi acuan
perhitungan suatu produk. Misal ingin memproduksi makanan bakso, maka
tentukan harga dengan mengacu pada skala tertentu. Biasanya untuk bakso
yang diambil sebagai acuan skala adalah daging. Contoh : untuk membuat
bakso dengan skala daging satu kilogram diperlukan beberapa bahan lain
yang ukurannya cukup untuk satu kilogram daging tersebut. Berapa kilo
tepung tapioca, berapa gram bumbu, berabapa kebutuhan bahan bakar dan
sebagainya. Semua komponen jangan sampai ada yang terlewati, termasuk
ongkos kerja dari pembuatan bakso tersebut. Semakin lengkap semua
komponen yang didapat akan semakin realistis simulasi pembiayaan yang
akan dibuat.
Sedangkan untuk siklus perhitungan biasanya berkaitan dengan waktu,
seperti untuk produk ternak lele. Di samping skala (misal : 1000 ekor bibit),
juga perlu dihitung siklus pembesarannya misalnya untuk dua bulan.
ASUMSI PERHITUNGAN
A SKALA USAHA   2.000  EKOR
B SIKLUS USAHA       2  BULAN
C HARGA BIBIT      150  PER EKOR
D KEBUTUHAN PAKAN       500  KG
      5.00
E HARGA PAKAN 0  RP PER KG
  100.00
F SEWA LAHAN 0  PERTAHUN
BUNGA BANK 13%  PA
Tabel 1. Asumsi Dasar Perhitungan Biaya Produksi
3.  Struktur Biaya Produksi
Struktur biaya produksi yang dimaksud adalah kumpulan dari biaya
produksi dan biasa investasi untuk membuat produk tersebut. Biaya produksi
adalah biaya yang dibutuhkan dalam siklus dan skala tertentu. Misal untuk
membuat bakso, maka komponen daging, tepung, bumbu dan sebagainya
adalah komponen biaya produksi. Sedangkan mesin giling daging itu tidak
habis dalam satu skala dan siklus produksi untuk daging 1 kg. Maka mesin
giling daging disebut biaya investasi. Biaya investasi lain seperti Gerobak
dagang, sewa kios dan sebagainya.
Biasanya untuk keperluan perhitungan biaya produksi yang
keuangannya berkaitan dengan pihak lain, maka perlu dibuat stuktur modal
usaha. Untuk membedakan modal pinjaman dan modal sendiri (equity).
Contoh struktur biaya produksi seperti berikut.
2 KEBUTUHAN MODAL USAHA

N
O MODAL TETAP  EQUITY  BANK TOTAL
1 SEWA LAHAN 100.000  100.000
2 TERPAL PLASTIK  300.000    300.000
2.500.00
3 POMPA AIR 0 2.500.000
       -  
2.900.00  2.900.00
TOTAL           -   0 0
PERSENTASE 0% 100%

N
O MODAL KERJA  EQUITY  BANK TOTAL
1 KEBUTUHAN BIBIT  300.000   300.000
1.800.00  1.800.00
2 KEBUTUHAN PAKAN 0 0
3 OBAT OBATAN
    150.00
BIAYA TRASNPORTASI   150.000 0
2.200.00  2.200.00
GAJI PEGAWAI 0 0
LISTRIK   140.000  140.000
4.590.00  4.590.00
TOTAL - 0 0
PERSENTASE 0% 100%
Tabel 2. Struktur Kebutuhan Modal Usaha
Untuk biaya investasi, dihitung untuk mencari besarnya penyusutan
investasi dalam siklus yang sudah direncanakan. Misalnya sebuah pompa air
yang harga belinya sebesar Rp 2,5 juta dan diperkirakan berusia teknis selama
5 tahun atau (60 bulan), maka perbulan setara dengan Rp 41.667,- atau
persiklus (2 bulan) sebesar Rp. 83.333,-
Contoh berikut menggambarkan nilai penyusutan investasi.
PENYUSUTAN INVESTASI
Umur Eknomis Nilai Penyusutan
No Uraian Nilai (bln) (Siklus)
1 SEWA LAHAN 100.000              12  16.666,67
2 TERPAL PLASTIK 200.000              24  16.666,67
3 POMPA AIR 2.500.000 60 83.333,33
  116.666,67
Tabel 3. Nilai Penyusutan Investasi
4.  Proyeksi Laba Produksi
Setelah perhitungan biaya produksi dihitung, maka dapat menentukan
harga pokok produksi (HPP). Untuk mendapatkan keuntungan yang
diinginkan tinggal menaikkan harga jual produk sebesar keuntungan yang
diinginkan. Misalnya akan mengambil keuntungan 50% maka harga jual
produk dinaikkan sebesar 50% dari harga pokok produksi.
Tetapi apabila harga jual sudah ditentukan pasar, misalnya harga lele
perkilo dipasaran sudah memiliki patokan, maka diusahakan harga pokok
produksi berada dibawah harga jual produk.
ASUMSI PRODUKSI DAN PENJUALAN (PENDAPATAN)
JUMLAH LELE 2000  EKOR
MORTALITAS 25%
LELE HIDUP 1.500 KG
PANEN 1 25% 375 0,8 300
PANEN 1 25% 375 0,7 263
PANEN 3 50% 750 0,6 450
1.013
HARGA PER KILO 6.000
TOTAL PENJUALAN 6.075.000
Tabel 4. Asumsi Produksi dan Penjualan Produk
No Uraian Siklus 1 Siklus 2 Siklus 3 Siklus 4
PENJUALAN 6.075.000
BIAYA USAHA 4.590.000
PENYUSUTAN 116.667
KEWAJIBAN BANK 35.265
LABA KOTOR 1.333.068
BAYAR PAJAK 33.327
LABA BERSIH 1.299.741
PINJAMAN BANK 7.490.000
BUNGA BANK 162.283
ANGSURAN POKOK 1.248.333
KEWAJIBAN BANK 1.410.617
Tabel 5. Proyeksi Arus Kas (Cash Flow) Usaha
C.    Petunjuk Praktikum
1.   Judul : Menganalisa Biaya Produksi Prototype Produk Barang Dan Jasa
2.   Tugas Masalah
a.     Menghitung biaya produksi dan menentukan harga jual produk.
b.     Menghitung proyeksi keuntungan dalam skala produksi tertentu.
c.     Menghitung kelayakan usaha dengan berbagai indikator finansial.
3.   Prinsip Teori
a.     Bahwa perhitungan biaya produksi suatu prototype barang atau jasa dimulai
dari menghimpun informasi berupa asumsi dasar perhitungan seperti harga
bahan, harga jual, aspek teknis dan sebagainya.
b.     Bahwa perhitungan biaya produksi tidak bisa lepas dari biaya operasinal dan
biaya investasi, dimana dalam investasi akan menimbulkan nilai penyusutan
investasi yang merupakan beban biaya produksi.
c.     Bahwa untuk melakukan perhitungan perlu didasari suatu skala usaha dan
atau siklus usaha.
4.   Kegiatan Praktikum
a.     Himpun sedetail mungkin informasi tentang harga bahan produksi prototype,
ongkos ongkos, dan aspek teknis lainnya kemudian disusun dalam worksheet
pengolah angka sebagai asumsi dasar perhitungan.
b.     Susun struktur pembiayaan produksi prototype baik sebagai biaya operasional
dan biaya investasi dalam rangka memproduksi prototype produk barang atau
jasa.
c.     Buatkan arus kas (cash flow) apabila prototype produk tersebut benar benar
dijadikan suatu usaha.
5.   Diskusikan dan kumpulkan hasil analisa biaya produksi prototype.
6.   Diakhir praktikum dilakukan test

3.1 Memahami sikap dan perilaku wirausahawan


4.1 Memresentasikan sikap dan perilaku wirausahawan
3.2 Menganalisis peluang usaha produk barang/jasa
4.2 Menentukan peluang usaha produk barang/jasa
3.3 Memahami hak atas kekayaan intelektual
4.3 Memresentasikan hak atas kekayaan intelektual
3.4 Menganalisis konsep desain/prototype dan kemasan produk barang/ jasa
4.4 Membuat desain/prototype dan kemasan produk barang/jasa
3.5 Menganalisis proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa
4.5 Membuat alur dan proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa
3.6 Menganalisis lembar kerja/ gambar kerja untuk pembuatan prototype produk
barang/jasa
4.6 Membuat lembar kerja/ gambar kerja untuk pembuatan prototype produk
barang/jasa
3.7 Menganalisis biaya produksi prototype produk barang/jasa
4.7 Menghitung biaya produksi prototype produk barang/jasa
3.8 Menerapkan proses kerja pembuatan prototype produk barang/jasa
4.8 Membuat prototype produk barang/jasa
3.9 Menentukan pengujian kesesuaian fungsi prototype produk barang/jasa
4.9 Menguji prototype produk barang/jasa

3.10 Menganalisis perencanaan produksi massal


4.10 Membuat perencanaan produksi massal
3.11 Menentukan indikator keberhasilan tahapan produksi massal
4.11 Membuat indikator keberhasilan tahapan produksi missal
3.12 Menerapkan proses produksi massal
4.12 Melakukan produksi massal
3.13 Menerapkan metoda perakitan produk barang/jasa
4.13 Melakukan perakitan produk barang/jasa
3.14 Menganalisis prosedur pengujian kesesuaian fungsi produk barang/jasa
4.14 Melakukan pengujian produk barang/jasa
3.15 Mengevaluasi kesesuaian hasil produk dengan rancangan
4.15 Melakukan pemeriksaan produk sesuai dengan kriteria kelayakan produk/standar
operasional
3.16 Memahami paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
4.16 Menyusun paparan deskriptif, naratif, argumentatif, atau persuasif tentang produk/jasa
3.17 Menentukan media promosi
4.17 Membuat media promosi berdasarkan segmentasi pasar
3.18 Menyeleksi strategi pemasaran
4.18 Melakukan pemasaran
3.19 Menilai perkembangan usaha
4.19 Membuat bagan perkembangan usaha
3.20 Menentukan standard laporan keuangan
4.20 Membuat laporan keuangan

Anda mungkin juga menyukai