0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan27 halaman

Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas pada Nilai Perusahaan

Dokumen tersebut membahas pengaruh likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan data perusahaan-perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan dividen dan ukuran

Diunggah oleh

staf HRD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan27 halaman

Pengaruh Likuiditas dan Profitabilitas pada Nilai Perusahaan

Dokumen tersebut membahas pengaruh likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan data perusahaan-perusahaan yang terdaftar di indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan, sedangkan kebijakan dividen dan ukuran

Diunggah oleh

staf HRD
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

ISSN: 2302-8556

E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana


[Link] (2019): 1263-1289
DOI: [Link]

Pengaruh Likuiditas, Kebijakan Dividen, Profitabilitas, dan Ukuran


Perusahaan pada Nilai Perusahaan

Gusti Ayu Putri Cahyani1


Ni Gusti Putu Wirawati2
1,2
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia
e-mail: putricahyani96@[Link]

ABSTRAK
Teori sinyal menekankan bahwa informasi perusahaan dapat direspon berbeda oleh investor.
Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis nilai perusahaan adalah
menggunakan pendekatan Price to Book Value (PBV). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan
pada nilai perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang terdaftar dalam indeks
LQ 45 di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 10
perusahaan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive
sampling, sehingga jumlah sampel selama 4 tahun pengamatan menjadi 40 perusahaan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil analisis
menunjukkan bahwa likuiditas dan profitabilitas berpengaruh positif pada nilai perusahaan,
sedangkan kebijakan dividen dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada nilai
perusahaan.
Kata Kunci: Likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan nilai
perusahaan

ABSTRACT
Signal theory emphasizes that company information can be responded differently by
investors. One method used to analyze company value is using the Price to Book Value
(PBV) approach. This study aims to analyze the effect of liquidity, dividend policy,
profitability, and firm size on firm value. This research was conducted on companies listed
in the LQ 45 index on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2016. The number of samples
taken as many as 10 companies used the nonprobability sampling method with a purposive
sampling technique, so that the number of samples during the 4 years of observation
became 40 companies. The data analysis technique used is multiple linear regression
analysis. The results of the analysis show that liquidity and profitability have a positive
effect on firm value, while dividend policy and company size have no effect on firm value.
Keywords: Liquidity, dividend policy, profitability, company size, and company value

PENDAHULUAN

Tujuan utama perusahaan yaitu untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Perusahaan yang go public umumnya akan meningkatkan kemakmuran

pemegang saham yaitu dengan cara meningkatkan nilai perusahaannya

tersebut. Karena nilai perusahaan akan memberi gambaran investor pada

1263
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

tingkat keberhasilan perusahaan agar dapat memberikan kemakmuran

pemegang saham yang tercermin dari harga sahamnya (Wirasedana 2018).

Menurut Surya Lestari (2018) adapun faktor-faktor yang mampu

mempengaruhi nilai perusahaan yaitu profitabilitas, leverage, ukuran

perusahaan, likuiditas, struktur modal, kebijakan dividen, solvabilitas,

pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan penerapan Good

Corporate Governance (GCG).

Pencapaian dari suatu perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya

yang menjelaskan informasi keuangan yang dapat dihitung melalui rasio

tertentu (Badera and Dewantari 2015). Setiap manajemen harus membuat

laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak internal

dan eksternal perusahaan. Laporan keuangan merupakan instrumen yang

sangat penting karena menyediakan informasi mengenai sumber daya yang

dimiliki perusahaan, meliputi posisi keuangan serta kinerja suatu perusahaan.

Informasi ini sangat diperlukan oleh investor, kreditur, pemerintah serta pihak

lain yang memiliki kepentingan (Attari, 2012).

Perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia umumnya

meningkatkan kemakmuran investor melalui peningkatan nilai perusahaan.

Nilai perusahaan dibentuk melalui indikator nilai pasar saham yang

dipengaruhi oleh investasi. Adanya peluang investasi dapat memberikan sinyal

positif tentang pertumbuhan perusahaan di masa depan yang dapat

meningkatkan nilai perusahaan (Budi and Putri 2018). Ada tiga jenis nilai

saham yang terdiri dari atas nilai buku yang merupakan nilai saham terhadap

1264
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

pembukuan emiten, nilai pasar yang merupakan pembukuan nilai dipasar

perusahaan dan nilai instristik yang merupakan nilai yang sebenarnya dari

saham (Hartono, 2010:76). Investor wajib memahami ketiga nilai tersebut

untuk mengetahui saham mana yang mahal dan saham mana yang murah.

Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengukur nilai

instristik adalah menggunakan Price to Book Value (PBV) yaitu perbandingan

harga saham dengan nilai buku per saham (Brigham dan Gapensi, 2006).

Apabila rasio PBV harga pernilai buku terlalu mahal, maka saham tidak akan

menarik investor untuk membelinya Harga saham harus dibuat secara optimal

yakni harga saham tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah. Harga

saham yang terlalu rendah tidak akan menarik dimata investor itu memberi

gambaran bahwa citra perusahaan tersebut buruk. Harga saham yang optimal,

dapat dilihat dari pengalaman perusahaan dalam menjual saham di bursa efek.

Bila pasar tertarik membeli saham yang diperdagangkan, maka perusahaan bisa

meningkatkan harga saham (Dwipayana and Suaryana 2016).

Rasio price to book value menggambarkan seberapa besar pasar

menghargai nilai buku perusahaan, sehingga perubahan harga saham ikut

mempengaruhi perubahan nilai price to book value. Keberadaan price to book

value dapat dijadikan penentuan strategi investasi di pasar modal karena

melalui price to book value, investor dapat memprediksi saham-saham yang

overvalued atau undervalued (Wirasedana 2018). Nilai pasar dan nilai buku

adalah identik, rasio price to book value lebih dari satu mengindikasikan

perusahaan memiliki nilai tambah (Agrawal, 1996). Nilai buku perlembar

1265
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

saham menunjukkan aktiva bersih yang dimiliki oleh pemegang saham dengan

memiliki satu lembar saham. Harga saham yang meningkat membuat investor

tertarik berinvestasi dalam satu perusahaan dengan melihat kenaikan book

value pershare artinya kinerja perusahaan juga baik (Malik, et al., 2012).

Penelitian yang berkaitan dengan nilai perusahaan telah dilakukan oleh

beberapa peneliti. Penelitian tersebut berusaha menemukan faktor yang

mempengaruhi nilai perusahaan. Dimana penelitian ini menggunakan faktor

likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan. Faktor

pertama yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah likuiditas. Rasio

likuiditas adalah salah satu rasio untuk mengukur kinerja perusahaan.

Likuiditas dapat mengukur bagaimana kemampuan suatu perusahaan dalam

memenuhi kewajiban jangka pendek dengan cara melihat jumlah aset lancar

dengan kewajiban lancarnya. Perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang

tinggi mengindikasikan perusahaan tersebut mampu memenuhi kewajiban

jangka pendeknya dengan baik, sebaliknya jika perusahaan memiliki tingkat

likuiditas yang rendah mengindikasikan perusahaan tidak mampu memenuhi

kewajiban jangka pendeknya dengan baik (Yasa 2016).

Menurut penelitian (Topaloǧlu et al. 2010) likuiditas berpengaruh positif

terhadap nilai perusahaan pada perusahaan publik di Bursa Efek New York

(NYSE). Penelitian ini juga dilakukan di Indonesia diantaranya oleh Yasa

(2016) didukung oleh Rompas (2013) menunjukkan bahwa likuiditas

berpengaruh postif pada nilai perusahaan, manajer perusahaan perlu menjaga

tingkat likuiditas, karena apabila likuiditas baik maka perusahaan akan efektif

1266
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

dalam menghasilkan laba yang nantinya akan berdampak pada nilai

perusahaan. Penemuan tersebut berlawanan dengan penelitian Astutik (2017)

dan Nurhayati dan Buana (2018) yang menemukan bahwa likuiditas tidak

berpengaruh pada nilai perusahaan. Brealey dan Myres dalam (Uremadu,

2012) mengatakan bahwa investor akan lebih tertarik terhadap perusahaan

yang menghasilkan uang untuk membayar hutang atau kewajibannya.

Faktor kedua yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah kebijakan

dividen. Dividen merupakan pembagian laba perusahaan kepada para

pemegang saham yang besarnya sama dengan jumlah lembar saham yang

dimiliki. Pembayaran dividen penting bagi investor karena dividen

memberikan kepastian tentang kesejahteraan keuangan perusahaan, dividen

menarik bagi investor untuk mengamankan penghasilan saat ini dan dividen

mampu menjaga dari harga pasar saham. Adanya dividen akan menambah

kekayaan pemegang saham (Adesola and Okwong 2009). Michaely dan

Michael (2011) dalam penelitiannya menyebutkan kebijakan dividen adalah

segalanya namun tidak relevan terhadap manajer dan pasar.

Penelitian yang berhubungan dengan kebijakan dividen pada nilai

perusahaan diantaranya dilakukan oleh Uwuigbe, et al., (2018) mengenai

pengaruh dividend payout ratio terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan

yang listed di Nigeria hasilnya adalah dividend payout ratio berpengaruh

positif pada kinerja perusahaan. Penelitian juga dilakukan oleh peneliti di

Indonesia diantaranya oleh (Dwipayana and Suaryana 2016), Senata (2016)

serta Wirasedana (2018) mengatakan kebijakan dividen berpengaruh positif

1267
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian berbeda ditemukan oleh Nurhayati

dan Buana (2018), serta Dewi dan Putri (2017) yang menyatakan kebijakan

dividen tidak berpengaruh pada nilai perusahaan.

Faktor ketiga yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah profitabilitas.

Profitabilitas sangat penting untuk perusahaan apabila akan membagikan

dividen karena profitabilitas diartikan sebagai kemampuan perusahaan untuk

menghasilkan laba atau profit dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan

(Gryglewicz 2011). Profitabilitas mempengaruhi kebijakan dividen karena

profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dan

dividen akan dibagi apabila perusahaan tersebut meperoleh laba. Profitabilitas

adalah keuntungan bersih setelah bunga dan pajak, keuntungan tersebut yang

layak dibagi kepada pemegang saham (Octaviani and Astika 2016).

Profitabilitas diproksikkan dengan Return on Assets (ROA) yang mengukur

kemampuan dari modal yang diivestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk

menghasilkan neto. Nilai ROA yang tinggi akan memberi sinyal positif bagi

investor untuk dapat memprediksi bahwa prospek perusahaan dalam masa

depan sangat menguntungkan (Izah and Ahmad 2011). Hal ini dapat

meningkatkan daya tarik perusahaan kepada investor.

Penelitian dilakukan oleh Dewi dan Wirawati 2018)) menyatakan bahwa

profitabilitas berpengaruh positif pada nilai perusahaan diperkuat dengan

penelitian Sudiyatno (2012). Namun hasil lain ditemukan oleh (Susianti dan

Yasa 2013) mendapatkan hasil ROA tidak berpengaruh terhadap nilai

perusahaan.

1268
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

Faktor keempat yang mempengaruhi nilai perusahaan adalah ukuran

perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Gill and Obradovich (2012)

menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan

terhadap nilai perusahaan. Ukuran perusahaan dapat memberi gambaran

kemampuan finansial perusahaan dalam suatu periode tertentu. Ukuran

perusahaan mencerminkan aset yang dimiliki oleh perusahaan. Umunya

perusahaan yang besar akan memiliki nilai aset yang lebih tinggi dibandingkan

dengan perusahaan yang kecil sehingga perusahaan besar lebih mudah masuk

pasar modal. Perusahaan besar memiliki banyak banyak unit usaha serta

memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan tujuan jangka panjang

perusahaan yaitu meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan besar juga akan

mendapat perhatian dari stakeholders yang berkepentingan. Stakeholders akan

memberi perhatian lebih terhadap aktivitas perusahaan (Suniari dan Suaryana

2017).

Penelitian tentang ukuran perusahaan dilakukan oleh Pratama dan

Wiksuana (2016) menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif

signifikan pada nilai perusahaan. Ukuran perusahaan menggambarkan besar

kecilnya suatu perusahaan, semakin besar ukuran suatu perusahaan

menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mengalami perkembangan. Hal

tersebut akan meningkatkan nilai perusahaan dan kelak direspon positif oleh

para investor terhadap nilai perusahaan selaras dengan Prasetyorini (2013).

Namun hasil penelitian berbeda yang dilakukan oleh Andiani (2018)

menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada volatilitas harga

1269
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

saham, karena semakin besar ukuran perusahaan menunjukkan kondisi

keuangan yang mampu mengurangi tingkat volatilitas harga saham selaras

dengan Sorin (2016) serta Gill and Obradovich (2012).

Dari fenomena, teori, dan research gap oleh peneliti sebelumnya, maka

peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang nilai perusahaan.

Penelitian ini membatasi penelitian terhadap faktor yang mempengaruhi nilai

perusahaan, yaitu: likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran

perusahaan. Lebih lanjut, penelitian ini akan menggunakan saham-saham yang

aktif sebagai sampel penelitian yaitu mengambil sampel dari perusahaan yang

terdaftar dalam Indeks LQ 45 tahun 2013-2016. Tandelilin (2010) mengatakan

indeks LQ 45 merupakan gabungan saham-saham dengan kategori unggulan

dan terdiri dari 45 perusahaan dengan pendapatan stabil yang dipilih

berdasarkan kriteria tertentu sehingga perusahaan dalam indeks LQ 45 dapat

menjadi estimator yang baik. Selain itu, saham perusahaan yang masuk

perhitungan indeks LQ 45 merupakan saham-saham dengan kapitalisasi besar

yang mencakup 75% kapitalisasi pasar sehingga dapat mewakili saham-saham

yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Tabel 1 Nilai Perusahaan Indeks Saham LQ 45 di BEI periode 2013-

2016 diukur dengan PBV.

1270
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

Tabel 1.
Nilai Perusahaan Indeks Saham LQ 45 di BEI periode 2013-2016 diukur
dengan PBV
NO Kode PBV
Emiten
2013 2014 2015 2016
1 ADRO 0.89 0.81 0.36 1.18
2 AKRA 3.17 2.84 3.89 3.06
3 ASII 2.59 2.60 1.92 2.54
4 GGRM 2.75 3.66 2.78 3.27
5 ICBP 4.48 5.26 4.79 5.61
6 INDF 1.51 1.45 1.05 1.55
7 KLBF 6.89 9.30 5.66 6.01
8 LSIP 1.99 1.84 1.23 1.61
9 UNTR 1.99 1.68 1.61 1.97
10 UNVR 46.63 45.03 58.48 46.67
Sumber : Data diolah, 2018

Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa adanya permasalahan yaitu terjadinya

fluktuasi nilai perusahaan pada indeks saham LQ 45 periode 2013-2016.

Fluktuasinya nilai perusahaan membuat ketidakpastian keuntungan yang dapat

diperoleh pemegang saham. Hal inilah yang menjadi isu pokok dalam

pelaksanaan penelitian.

Indeks LQ 45 diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia pada tanggal 24

Pebruari 2007 dengan nilai dasar awal adalah 100. Adapun perhitungan

nilainya dimulai pada 1 Juli 1994 dengan nilai dasar awal adalah 100 dan

menggunakan data saham pada periode juli 1993 sampai juni 1994. Adapun

saham- saham yang masuk dalam Indeks LQ 45 akan di-review setiap 3 bulan

sekali dimana akan dilihat apakah saham tersebut masih memenuhi kriteria

yang diterapkan. Apabila saham tersebut tidak memenuhi kriteria seleksi yang

dilakukan secara periodik maka saham itu akan digantikan oleh saham yang

lain. Adapun pergantian saham dalam indeks LQ 45 tersebut dilakukan setiap 6

bulan sekali yaitu dilakukan pada bulan Pebruari dan bulan Agustus.

1271
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban

finansialnya dalam jangka pendek dengan dana yang tersedia. Seperti

membayar gaji, membayar biaya operasional, membayar utang jangka pendek

dan yang lain yang membutuhkan pembayaran segera. Posisi dana lancar harus

selalu lebih besar dari pada utang lancar, agar perusahaan dikatakan likuid

yang menandakan perusahaan itu sehat. Perlu pengaturan untuk memelihara

likuiditas yang sehat agar kredibilitas perusahaan juga tetap baik pada investor

(Wiagustini, 2010:97).

Menurut Putra dan Lestari (2016) mengatakan tingkat likuiditas

perusahaan diukur dengan posisi modal kerja perusahaan yang berjalan dari

laba yang didapat dalam periode tertentu dimana modal tersebut dapat

menunjukkan tingkat keamanan kewajiban jangka pendek. Kewajiban jangka

pendek sering dibayar menggunakan aset lancar yang mudah dikonversi

menjadi kas yang meliputi kas, piutang, surat berharga, piutang dan persediaan.

Perusahaan yang memiliki aset lancar yang banyak akan lebih mudah untuk

mendanai kegiatan operasionalnya. Menurut Menawati (2017) dengan hal

tersebut tentu saja investor akan memberikan penilaian yang baik terkait

dengan nilai perusahaan.

Kebijakan dividen berpengaruh terhadap likuiditas perusahaan, maka hal

ini sangat penting karena berkaitan dengan cara untuk memaksimumkan nilai

perusahaan. Untuk perusahaan yang mempunyai laba ditahan yang cukup,

tetapi manajemen akan melakukan investasi-investasi pada proyek yang

1272
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

menguntungkan untuk prospek masa depan, maka perusahaan tidak bisa

membagikan dividen tersebut dalam bentuk kas (Wiagustini, 2010:257).

Kenaikan pembagian dividen yang dilihat oleh investor akan dilihat

sebagai sinyal bahwa prospek perusahaan dimasa mendatang itu baik (Iqbal

Khan, 2012) . Perusahaan go public mempunyai dampak penting bagi investor

maupun perusahaan itu sendiri. Manajemen perusahaan harus bisa membuat

kebijakan untuk memenuhi kebutuhan dana, investor bisa mendapatkan

keuntungan agar tidak mengalihkan investasi ke perusahaan lain. Kebijakan

dividen suatu perusahaan dapat dilihat dari nilai dividend payout ratio yaitu

presentase laba yang dibagikan dalam bentuk dividen tunai.

Semakin tinggi nilai perusahaan, maka semakin tinggi kesejahteraan

shareholdernya. Perusahaan dengan harga saham tinggi akan menunjukkan

kinerja perusahaan itu baik, salah satunya adalah pandangan nilai perusahaan

bagi pihak kreditur (Dewi dan Putri, 2017). Harga saham yang tinggi membuat

nilai perusahaan juga tinggi. Nilai perusahaan lazim diindikasikan dengan price

to book value (PBV). PBV yang tinggi akan membuat pasar percaya atas

prospek perusahaan kedepan. Hal itu juga yang menjadi keinginan para pemilik

perusahaan, sebab nilai perusahaan yang tinggi mengindikasikan kemakmuran

pemegang saham juga tinggi (Dewi dan Wirawati, 2018)

Menurut Brigham dan Houston (2011) sinyal merupakan suatu tindakan

yang diambil manajemen perusahaan yang dapat memberi petunjuk bagi investor

tentang bagaimna manajemen memandang prospek perusahaan. Apabila rasio

likuiditas meningkat maka mengindikasikan perusahaan mampu mengatasi

1273
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

kewajiban jangka pendek dengan baik, hal ini digunakan sebagai sinyal oleh

manajemen untuk menarik investor untuk berinvestasi. Rasio likuiditas yang

tinggi, image perusahaan akan semakin baik yang akan mengakibatkan harga

saham meningkat dan membuat nilai perusahaan meningkat.

Rasio likuiditas berpengaruh pada nilai perusahaan, karena rasio likuiditas

yang tinggi artinya, semakin besar utang jangka pendek bisa dilunasi. Sehingga

investor tertarik pada perusahaan untuk melakukan investasi, sehingga permintaan

saham perusahaan akan meningkat sehingga harga saham akan naik. Penelitian

dilakukan oleh Menawati (2017) menunukkan likuiditas berpengaruh positif pada

nilai perusahaan.

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian sebelumnya, dapat dirumuskan

hipotesis pertama sebagai berikut:

H1: Likuiditas berpengaruh positif pada nilai perusahaan perusahaan

Dividen merupakan indikator yang sangat penting yang diharapkan oleh

investor atas investasi yang dilakukan disuatu perusahaan. Dividen menjadi

cerminan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba, bila dividen yang diberikan

tidak sesuai dengan harapan investor, maka akan muncul kecendrungan para

pemilik saham menjual saham di perusahaan tersebut. Investor dapat menilai

kebijakan dividen perusahaan melalui dividend payout ratio yang menunjukkan

seberapa besar porsi keuntungan yang dibagikan oleh perusahaan untuk dijadikan

dividen. Sehingga jika pembagian dividen besar, maka harga saham dan nilai

perusahaan akan meningkat (Hanarista, 2016).

1274
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

Teori sinyal menekankan bahwa perusahaan dapat mengirimkan sinyal

kepada pihak eksternal melalui pelaporan informasi terkait kinerja perusahaan,

pasar akan merespon atas pengumuman pembagian dividen sehingga dapat

memandang prospek perusahaan untuk masa mendatang (Devi dan Suardikha

2014). Berdasarkan teori Bird in the Hand adalah besarnya dividen yang

dibagikan kepada pemegang saham karena sebagi investor lebih menyukai

dividen ketimbang capital gain karena dividen lebih pasti. Akibatnya akan

meningkatkan harga saham yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian

yang dilakukan oleh (Sorin 2016).

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian sebelumnya, dapat dirumuskan

hipotesis kedua sebagai berikut:

H2: Kebijakan Dividen berpengaruh positif pada nilai perusahaan

Teori sinyal menjelaskan bagaimana perusahaan mengeluarkan sinyal

berupa informasi yang menjelaskan keadaan perusahaan lebih baik dari

perusahaaan lainnya. Salah satu informasi keuangan yang dikeluarkan adalah

informasi keuangan yang menjelaskan kinerja keuangan yang diukur dengan

rasio profitabilitas yang diproksikkan melalui Return on Assets (ROA). ROA

Semakin baik kinerja suatu perusahaan maka akan semakin baik pula prospek

perusahaan di masa mendatang yang artinya semakin baik juga nilai suatu

perusahaan. Profitabilitas menunjukkan tingkat keuntungan bersih yang mampu

diraih perusaan pada saat menjalankan operasinya (Dewi dan Putri 2017).

Apabila ROA meningkat akan menunjukkan kinerja keuangan yang

semakin baik, karena tingkat pengembalian (return) semakin besar. Dampaknya

1275
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

adalah profitabilitas yang dinikmati pemegang saham akan meningkat. Penelitian

dilakukan oleh Dewi dan Wirawati (2018) mengatakan profitabilitas berpengaruh

positif pada nilai perusahaan selaras dengan penelitian Malino (2017), (Bertinetti

(2013) dan Hoyt and Liebenberg (2011).

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian sebelumnya, dapat dirumuskan

hipotesis ketiga sebagai berikut:

H3: Profitabilitas berpengaruh positif pada nilai perusahaan

Ukuran perusahaan merupakan salah satu acuan dalam menilai kinerja

perusahaan (Lischewski and Voronkova 2012). Ukuran perusahaan yang besar

menunjukkan bahwa perusahaan mengalami perkembangan, sehingga investor

akan merespon secara positif dan nilai perusahaan akan meningkat (Sujoko and

Soebiantaro 2007). Sehingga ukuran perusahaan yang besar akan memiliki daya

tarik untuk memikat investor.

Perusahaan yang besar akan memiliki kondisi yang lebih stabil sehingga

investor akan tertarik untuk membeli saham perusahaan tersebut. Maka, harga

saham perusahaan dipasar modal akan meningkat. Hasil penelitian yang dilakukan

oleh Lestari (2018) menyatakan ukuran perusahaan berpengaruh positif pada nilai

perusahaan didukung pula oleh hasil penelitian (Rudangga and Sudiarta 2016).

Berdasarkan uraian diatas dan penelitian sebelumnya, dapat dirumuskan

hipotesis keempat sebagai berikut:

H4: Ukuran perusahaan berpengaruh positif pada nilai perusahaan.

1276
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

METODE PENELITIAN

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif

dan bersifat asosiatif. Sugiyono (2016) menyatakan bahwa penelitian asosiatif

adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau

lebih. Penelitian ini bertujuan untuk menguji likuiditas, kebijakan dividen,

profitabilitas dan ukuran perusahaan pada nilai perusahaan. Penelitian ini

menggunakan seluruh perusahaan indeks saham LQ 45 yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia sebagai populasi dalam penelitian ini. Waktu penelitian ini

yaitu periode 2013-2016.

Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Elemen

populasi yang sebagai sampel dibatasi dengan pada elemen-elemen yang

sahamnya masuk berturut-turut dalam Indeks LQ 45 di BEI secara berturut-

turut periode 2013-2016 dan perusahaan yang melaporkan laporan keuangan

dalam satuan rupiah secara lengkap. Data yang digunakan adalah data

sekunder, yaitu data yang tidak langsung diberikan kepada peneliti, karena

harus melalui orang lain atau melalui dokumen. Data ini diperoleh melalui

publikasi laporan keuangan tahunan yang telah diaudit perusahaan indeks LQ

45 tahun 2013-2016. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan alat

statistic SPSS untuk mengetahui apakah hipotesis diterima atau ditolak. Teknik

analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Persamaan regresi

tersebut adalah sebagai berikut:

1277
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

……..........................(1)

Keterangan:

: Nilai Perusahaan
: Konstanta
: Koefisien regresi dari setiap variabel independen
X1 : Likuiditas
X2 : Kebijakan Dividen
X3 : Profitabilitas
X4 : Ukuran perusahaan
: Standar eror

HASIL PENELITIAN

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh

Likuiditas (X1), Kebijakan Dividen (X2), Profitabilitas (X3), dan Ukuran

Perusahaan (X4) pada Nilai Perusahaan (Y) di perusahaan dalam indeks LQ 45

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2013-2016. Hasil olahan data

dengan SPSS menggunakan model analisis regresi linier berganda dapat dilihat

sebagai berikut:

Tabel 2.
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Unstandardized Standardized
Model Coefficients Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,871 7,168 0,261 0,796
X1 0,013 0,006 0,351 2,269 0,030
X2 0,022 0,028 0,130 0,784 0,438
X3 0,102 0,040 0,433 2,550 0,015
X4 -0,167 0,363 -0,072 -0,459 0,649
Adjusted R2 0,614
F Hitung 5,303
Sig. F 0,002
Sumber: Data diolah, 2018

Dari hasil analisis regresi linier berganda pada Tabel 2 dapat dibuat

persamaan sebagai berikut:

Y = 1,871 + 0,013X1 + 0,022X2 + 0,102X3 - 0,167X4 + ε

1278
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat dijelaskan bahwa nilai

konstanta (α) sebesar 1,871 berarti apabila variabel bebas yaitu likuiditas,

kebijakan dividen, profitabilitas dan ukuran perusahaan sama dengan nol, maka

nilai perusahaan meningkat sebesar 1,871 satuan.

Nilai koefisien regresi likuiditas (β1) sebesar 0,013 berarti apabila likuitas

meningkat sebesar 1 satuan dengan anggapan variabel lainnya konstan, maka nilai

perusahaan akan meningkat sebesar 0,013 satuan.

Nilai koefisien regresi kebijakan dividen (β2) sebesar 0,022 berarti apabila

kebijakan dividen meningkat sebesar 1 satuan dengan anggapan variabel lainnya

konstan, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,022 satuan.

Nilai koefisien regresi profitabilitas (β3) sebesar 0,102 berarti apabila

profitabilitas meningkat sebesar 1 satuan dengan anggapan variabel lainnya

konstan, maka nilai perusahaan akan meningkat sebesar 0,102 satuan.

Nilai koefisien regresi ukuran perusahaan (β4) sebesar (-0,167) berarti

apabila ukuran perusahaan meningkat sebesar 1 satuan dengan anggapan variabel

lainnya konstan, maka nilai perusahaan akan menurun sebesar 0,167 satuan.

Uji statistik t bertujuan untuk mengetahui variabel bebas yang digunakan

dalam persamaan regresi yaitu likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan

ukuran perusahaan secara individual (parsial) mampu menjelaskan variabel

terikatnya yaitu nilai perusahaan.

Berdasarkan Tabel 2 pada persamaan diperoleh nilai signifikansi Uji t

untuk variabel likuiditas sebesar 0,030 lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien

1279
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

regresi sebesar 0,013. Menunjukkan variabel likuiditas berpengaruh positif pada

nilai perusahaan. Sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima.

Berdasarkan Tabel 2 pada persamaan diperoleh nilai signifikansi Uji t

untuk variabel kebijakan dividen sebesar 0,438 lebih besar dari 0,05 dan nilai

koefisien regresi sebesar 0,022. Menunjukkan variabel kebijakan dividen tidak

berpengaruh pada nilai perusahaan. Sehingga hipotesis kedua dalam penelitian ini

ditolak.

Berdasarkan Tabel 2 pada persamaan diperoleh nilai signifikansi Uji t

untuk variabel profitabilitas sebesar 0,015 lebih kecil dari 0,05 dan nilai koefisien

regresi sebesar 0,102. Menunjukkan variabel profitabilitas berpengaruh positif

pada nilai perusahaan. Sehingga hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima.

Berdasarkan Tabel 2 pada persamaan diperoleh nilai signifikansi Uji t

untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 0,649 lebih besar dari 0,05 dan nilai

koefisien regresi (-0,167). Menunjukkan variabel ukuran perusahaan tidak

berpengaruh pada nilai perusahaan. Sehingga hipotesis keempat dalam penelitian

ini ditolak.

Berdasarkan hasil yang disajikan pada Tabel 2 pada persamaan diperoleh

nilai signifikansi Uji t untuk variabel likuiditas sebesar 0,030 lebih kecil dari nilai

taraf nyata 0,05 atau nilai 0,030 < 0,05 maka H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan

bahwa variabel likuiditas berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Hasil

penelitian ini sesuai dengan logika teori sinyal yang menekankan bahwa segala

tindakan yang diambil manajemen untuk memberi informasi sinyal kepada

investor mengenai rasio likuiditas. Ini berarti rasio likuiditas yang tinggi

1280
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

mengindikasikan perusahaan mampu melunasi kewajiban jangka pendek yang

akan membuat image perusahaan menjadi baik. Maka harga saham akan naik

yang akan membuat nilai perusahaan meningkat. Naik turunnya nilai perusahaan

yang terdaftar dalam Indeks LQ 45 di BEI tahun 2013-2016 dipengaruhi oleh

likuiditas. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Menawati (2016), Rompas

(2013) dan Mahendra dkk. (2012) yang menyatakan likuiditas berpengaruh positif

pada nilai perusahaan.

Berdasarkan hasil yang disajikan pada Tabel 2 pada persamaan diperoleh

nilai signifikansi Uji t untuk variabel kebijakan dividen sebesar 0,438 lebih besar

dari nilai taraf nyata 0,05 atau nilai 0,438 > 0,05 maka H1 ditolak. Jadi dapat

disumpulkan bahwa variabel kebijakan dividen tidak berpengaruh pada nilai

perusahaan. Penelitian ini tidak sesuai dengan logika teori sinyal tentang

bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal dimana melalui

pelaporan informasi terkait kinerja perusahaan, pasar akan merespon atas

pengumuman pembagian dividen sehingga dapat memandang prospek perusahaan

untuk masa mendatang dan juga tidak sesuai dengan bird in the hand theory.

Menurut teori yang dividen adalah tidak relevan yang dikemukakan oleh Miller

dan Modigliani yang mengemukakan bahwa kebijakan tidak berpengaruh pada

nilai perusahaan karena rasio pembayaran dividen hanyalah rincian dan tidak

mempengaruhi kesejahteraan pemegang saham. Meningkatnya nilai dividen tidak

selalu diikuti dengan meningkatnya nilai perusahaan karena nilai perusahaan

hanya ditentukan oleh kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset-aset

perusahaan (Mardiyanti, dkk. 2012). Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan

1281
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

Nurhayati (2013) dan Sukirini (2012) yang menyatakan kebijakan dividen tidak

berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan hasil yang disajikan pada Tabel 1 pada persamaan diperoleh

nilai signifikansi Uji t untuk variabel profitabilitas sebesar 0,015 lebih kecil dari

nilai taraf nyata 0,05 atau nilai 0,015 < 0,05 maka H1 diterima. Jadi dapat

disimpulkan bahwa variabel profitabilitas berpengaruh positif pada nilai

perusahaan. Penelitian ini dapat membuktikan teori sinyal yang menyatakan

bahwa informasi yang dikeluarkan perusahaan dapat berupa informasi keuangan

yang menunjukkan kinerja keuangan yang diukur dengan rasio profitabilitas yang

diproksikkan melalui return on assets (ROA). Profitabilitas menunjukkan tingkat

keuntungan bersih yang mampu diraih perusahaan pada saat menjalankan

operasinya (Dewi, 2017). Apabila ROA meningkat return yang diterima

pemegang saham akan meningkat. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian

yang dilakukan oleh Indasari (2017), Irma (2014) dan Ismail (2015).

Berdasarkan hasil yang disajikan pada Tabel 1 pada persamaan diperoleh

nilai signifikansi Uji t untuk variabel ukuran perusahaan sebesar 0,649 lebih besar

dari nilai taraf nyata 0,05 atau nilai 0,649 > 0,05. Maka H1 ditolak. Jadi dapat

disimpulkan variabel ukuran perusahaan tidak berpengaruh pada nilai perusahaan.

Ukuran perusahaan yang besar dapat menyebabkan ketidakefisienan operasi

perusahaan dalam berproduksi dan berdampak pada tidak optimalnya dalam

menghasilkan laba. Investor yang melihat hal tersebut tidak akan tertarik untuk

menanamkan sahamnya dan harga saham akan menurun berdampak pada nilai

1282
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

perusahaan yang rendah. Hasil penelitian ini sesuai dengan Wijanti dan Sedana

(2013).

Penelitian ini menghasilkan simpulan mengenai bagaimana pengaruh

likuiditas, kebijakan dividen, profitabilitas, dan ukuran perusahaan pada nilai

perusahaan. Hasil dari penelitian ini dapat memberikan referensi sebagai acuan di

dalam melakukan investasi di pasar modal, dengan memerhatikan faktor-faktor

yang dapat mempengaruhi nilai perusahaan. Penelitian ini dapat membuktikan

teori sinyal dimana informasi-informasi yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat

menjadi sinyal bagi pihak di luar perusahaan, informasi tersebut dapat berupa

informasi keuangan yang dibutuhkan bagi investor yaitu laporan keuangan

tahunan perusahaan yang dapat memberikan petunjuk bagi investor tentang

bagaimana manajemen memandang prospek perusahaan agar investor dapat

mengambil keputusan berinvestasi yang selanjutnya berdampak pada nilai

perusahaan. Penelitian ini juga membuktikan tidak semua variabel yang secara

teori memengaruhi nilai perusahaan ketika dilakukan penelitian berpengaruh

secara nyata, hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan obyek penelitian,

periode penelitian, dan kondisi yang berbeda.

Penelitian ini diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi semua

pihak khususnya pihak perusahaan dan investor. Bagi pihak perusahaan

hendaknya memperhatikan pencapaian investasi saham yang optimum bagi

perusahaan melalui kenaikan laba yang konsisten dan asset perusahaan yang

mampu meningkatkan harga saham. Bagi pihak investor dalam berinvestasi di

pasar modal tetap memperhatikan tingkat likuiditas, kebijakan dividen,

1283
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

profitabilitas dan ukuran perusahaan yang akan diinvestasikan, karena dilihat dari

koefisien determinasi sebesar 30,6% dapat menjelaskan tingkat nilai perusahaan.

Untuk meminimalisir kesalahan dalam berinvestasi di pasar modal.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan maka

didapatkan simpulan bahwa likuiditas berpengaruh positif pada nilai perusahaan.

Kebijakan dividen tidak berpengaruh pada nilai perusahaan. Profitabilitas

berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Ukuran perusahaan tidak berpengaruh

terhadap nilai perusahaan.

Berdasarkan simpulan di atas, saran-saran yang dapat diberikan berkaitan

dengan hasil penelitian serta untuk kesempurnaan penelitian selanjutnya yaitu

penelitian ini hanya menggunakan faktor internal yaitu likuditas, kebijakan

dividen, profitabilitas dan ukuran perusahaan dalam menentukan nilai perusahaan.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahkan faktor eksternal sebagai

variabel di dalam menentukan nilai perusahaan seperti tingkat inflasi dan tingkat

suku bunga. Selain itu peneliti selanjutkan juga dapat melakukan penelitian yang

serupa dengan mengambil sektor perusahaan yang berbeda agar hasil yang

diperoleh nantinya memiliki cakupan lebih luas dan melibatkan faktor internal dan

eksternal dalam menentukan nilai perusahaan.

Bagi perusahaan di Indonesia selalu mempertimbangkan pengaruh

likuiditas dan profitabilitas agar dapat mengevaluasi faktor-faktor tersebut untuk

1284
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

menjadi pertimbangan dalam meningkatkan nilai perusahaan karena investor lebih

berminat untuk berinvestasi diperusahaan dengan nilai perusahaan yang tinggi.

Bagi investor dalam berinvestasi di pasar modal tetap memperhatikan

laporan keuangan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan investasi. Investor

merupakan bagian dari masyarakat hendaknya lebih berhati-hati dan teliti dalam

membaca informasi keuangan sehingga investor dapat mengambil keputusan

dengan tepat.

Penelitian ini hanya menggunakan faktor internal yaitu likuditas,

kebijakan dividen, profitabilitas dan ukuran perusahaan dalam menentukan nilai

perusahaan. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat membahkan faktor eksternal

sebagai variabel di dalam menentukan nilai perusahaan seperti tingkat inflasi dan

tingkat suku bunga. Selain itu peneliti selanjutkan juga dapat melakukan

penelitian yang serupa dengan mengambil sektor perusahaan yang berbeda agar

hasil yang diperoleh nantinya memiliki cakupan lebih luas dan melibatkan faktor

internal dan eksternal dalam menentukan nilai perusahaan.

REFERENSI

Adesola, WA, and AE Okwong. 2009. An Imperical Study of Divident Policy of


Quoted Companies in Nigeria. Global Journal of Social Sciences, 8(1).
pp:85-101. [Link]

Agrawal, Surendra., Reza M. Monem, and Mohamed Ariff. 1996. Price to Book
Ratio as a Valuation Model: An Empirical [Link] India,
10(2): 333–344.
[Link]
1&type=pdf.

Ahmad Attari, Muneeb, and Kashif Raza. 2012. The Optimal Relationship of
Cash Conversion Cycle with Firm Size and [Link]

1285
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

Journal of Academic Research in Business and Social Sciences 2(4): 2222–


6990. [Link]/journals.

Andiani, Sekar 2018. Pengaruh Volume Perdagangan Saham, Volatilitas Laba,


Dividend Yield, dan Ukuran Perusahaan Pada Volatilitas Harga Saham (Studi
Empiris Pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Indeks LQ 45 Tahun 2012-
2016). E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 24(1)h : 2148–2175.

Astutik, Dwi. 2017. Pengaruh Aktivitas Rasio Keuangan Terhadap Nilai


Perusahaan (Studi Pada Industri Manufaktur).STIE Semarang, 9(1): 32–49.

Badera, I Dewa Nyoman, and Ni Putu Santi Dewantari. 2015. Good Corporate
Governance, Ukuran Perusahaan, Dan Financial Leverage Sebagai Prediktor
Perataan Laba. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 10(2): 538–53.

Brigham, Eugene F. dan Houston, Joel F. 2011. Dasar-dasar Manajemen


Keuangan. Terjemahan. Edisi 10. Jakarta: Salemba Empat.

Bursa Efek, 2000. JSX Fact Book 2000. Jakarta.

Bertinetti, Giorgio Stefano, Elisa Cavezzali, and Gloria Gardenal. 2013. The
Effect of the Enterprise Risk Management Implementation on the Firm
Value of European Companies. Working Paper Series No. 10. ISSN:
2239-2734

Budi, I Wayan, and I G A M Asri Dwija Putri. 2018. Pengaruh Struktur


Kepemilikan , Ukuran Perusahaan Dan Kebijakan Dividen Pada Manajemen
Laba Riil. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 25(1) h: 109–134.

Dewi, dan I G A M Asri Dwija Putri. 2017. Pengaruh Kebijakan dividen Pada
Nilai Perusahaan dengan Pengungkapan CSR dan GCG sebagai Pemoderasi.
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 21(1) h: 173–99.

Devi, dan I Made Sadha Suardikha. 2014. Pengaruh Profitabilitas Pada Kebijakan
Dividen Dengan Likuiditas Dan Kepemilikan Manajerial Sebagai Variabel
Pemoderasi. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Unud ,12(3): 702–17.

Dewi, Anak Agung Ayu Tisna Wulan, and Ni Gst. Putu Wirawati. 2018.
Pengaruh Profitabilitas Pada Nilai Perusahaan Dengan Corporate Social
Responsibility Sebagai Variabel Intervening.” E-Journal Akuntansi
Universitas Udayana 22(2): 1557–83.

Dwipayana, Made Agus Teja, and I. Gst. Ngr. Agung Suaryana. 2016. Pengaruh
Debt to Assets Ratio, Devidend Payout Ratio, Dan Return on Assets
Terhadap Nilai Perusahaan.” E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 17(3):
2008–2035. [Link]

1286
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

Gill, Amarjit, and John D Obradovich. 2012. The Impact of Corporate


Governance and Financial Leverage on the Value of American Firms.
International Research Journal of Finance and Economics 9: 1–14.

Gryglewicz, Sebastian. 2011. A Theory of Corporate Financial Decisions with


Liquidity and Solvency Concerns. Journal of Financial Economics 99(2):
365–84. [Link]

Hartono, Jogiyanto. 2010. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Tujuh.
Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta.

Hoyt, Robert E., and Andre P. Liebenberg. 2011. The Value of Enterprise Risk
Management: Evidence from the US Insurance Industry.” Unpublished
Paper: 1–2.

Hugida, Lydianita. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volatilitas


Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Indeks LQ45
Periode 2006-2009). Universitas Diponegoro.

Iqbal Khan, Kanwal. 2012. Effect of Dividends on Stock Prices– A Case of


Chemical and Pharmaceutical Industry of Pakistan. Management 2(5): 141–
48. [Link]

Izah, Mohd Tahir, and Rizal Razali Ahmad. 2011. The Relationship between
ERM and Firm Value: Evidence from Malaysian Public Listed Companies.”
International Journals Economics and Management Science 1(2): 32–41.

Kartika, Andi, Elen Puspitasari, and Bambang Sudiyatno. 2012. The Company’s
Policy, Firm Performance, and Firm Value: An Empirical Research on
Indonesia Stock Exchange.” American International Journal of
Contemporary Research 2(12): 30–40.
[Link]

Lischewski, Judith, and Svitlana Voronkova. 2012. Size, Value and Liquidity. Do
They Really Matter on an Emerging Stock Market? Emerging Markets
Review 13(1): 8–25.

Malik, Muhammad Farhan, Muhammad Usman Qureshi, and Muhammad Azeem.


2012. Determination of Share Price : Evidence from Karachi Stock
[Link] Romanian Economic Journal, XV(43): 97–114.

Malino, Muhammad Ryan Yanuar Daeng. 2017. Pengaruh Profitabilitas Dan


Kepemilikan Manajerial Pada Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Csr
Sebagai Variabel Pemoderasi.” E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
21(3): 2052–80.

1287
Gusti Ayu Putri Cahyani dan Ni Gusti Ayu Putu Wirawati. Pengaruh …

Menawati dan Putra Astika. 2017. Pengaruh Rentabilitas dan Likuiditas Pada
Jumlah Opsi Saham dan Dampaknya Pada Nilai Perusahaan. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana 18(3) h: 1915–42.

Octaviani, Ni Kadek Dewi, and Ida Bagus Putra Astika. 2016. Profitabilitas Dan
Leverage Sebagai Pemoderasi Pengaruh Kebijakan Dividen Pada Nilai
Perusahaan.”E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana , 3(2) h: 2192–2219.

Prasetyorini, Bhekti Fitri. 2013. Pengaruh Ukuran Perusahaan , Leverage, Price


Earning Ratio dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan. Jurnal Ilmu
Manajemen, 1(1): 183–96.

Pratama, I.G.B dan I Gusti Bagus Wiksuana. 2016. Pengaruh Ukuran Perusahaan
dan Leverage terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai
Variabel Mediasi. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana , 5 (2), h:
1338-1367. Brigham, E. F. dan Gapensi, L. C. 2006. Intermediate
Financial Management, 7th edition. Sea Harbor Drive: The Dryden Press.

Putra, AA Ngurah Dharma Adi, and Putu Vivi Lestari. 2016. Pengaruh Kebijakan
Dividen, Likuiditas, Profitabilitas Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai
Perusaan. E-Jurnal Manajemen Universitas Udayana, 5(7): 4044–4070.

Rudangga, I Gusti Ngurah Gede, dan Gede Merta Sudiarta. 2016. Pengaruh
Ukuran Perusahaan, Leverage dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan.”
E-Jurnal Manajemen Unud, 5(7): 4394–4422.

Sari, Indah Kusuma dan Yasa, Gerianta Wirawan. 2016. Pengaruh Peneapan
Good Corporate Governance, Profitabilitas, dan Likuiditas terhadap
Peringkat Obligasi (Bond Ratings). E-Jurnal Akuntansi Universitas
Udayana, 17(3):h:2198-2224.

Senata, Maggee. 2016. Pengaruh Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan


Yang Tercatat Pada Indeks Lq-45. Jurnal Wira Ekonomi Mikrosil, 6(01): 73–
84.

Sorin, Gabriel ANTON. 2016. The Impact of Dividend Policy On Firm Value. A
Panel Data Analysis of Romanian Listed Firms. Journal of Public
Administration, Finance and Law THE 1(10): 107–12.
[Link]
n_Firm_Value_A_Panel_Data_Analysis_Of_Romanian_Listed_Firms.Pdf.

Sujoko, and U. Soebiantaro. 2007. Shareholding Structure Influence Leverage


Factor Internal And External Factors Against Value Company (Empirical
Study on the Manufacturing and Non-Manufacturing Companies in Jakarta
Stock Exchange).”Journal of Management and Entrepreneurship, 9(1976):

1288
ISSN: 2302-8556
E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana
[Link] (2019): 1263-1289

pp.41-48.

Surya Lestari, Nita. 2018. Pengaruh Ukuran Perusahaan Dan Pengungkapan CSR
Terhadap Nilai Perusahaan Dengan GCG Sebagai Variabel Pemoderasi.” E-
Journal Akuntansi Universitas Udayana, 23 (2) h:1386–1414.
[Link]

Susianti, Maria dan Gerianta Wirawan Yasa. 2013. Pengaruh Kinerja Keuangan
Terhadap Nilai Perusahaan dengan Pemoderasi Good Corporate Governance
dan Corporate Social Responsibility. E-Jurnal Akuntansi Universitas
Udayana, 3(1), h:73-91.

Suniari, Melina dan I G N Agung Suaryana. 2017. Pengaruh Umur dan Ukuran
Perusahaan Pada Pengungkapan Modal Intelektual dan Dampaknya terhadap
Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana , 21(2), h:1549-
1574.

Tandelilin, Eduardus. 2010. Analisis Investasi Dan Manajemen Portofolio. Edisi


7. Yogyakarta: Kanisius.

Topaloǧlu, Rezan et al. 2010. Neuroendocrine Immune System in Familial


Mediterranean Fever. Turkish Journal of Pediatrics, 52(6): 588–93.
[Link]

Uremadu, Sebastian Ofumbia, Ben-Caleb Egbide, and Patrick E. Enyi. 2012.


Working Capital Management, Liquidity and Corporate Profitability Among
Quoted Firms in Nigeria Evidence from the Productive Sector. International
Journal of Academic Research in Accounting, Finance and Management
Sciences 2(1): 80–97. [Link]
[Link].

Uwigbe, Uwalomwa, Jimoh JAFARU, and Anijesushola AJAYI. 2018. Dividend


Policy and Firm Performance: A Study of Listed Firms in Nigeria.
International Journal of Advanced Educational Research, 286(1): 286–
289.

Wiagustini, Ni Luh Putu. 2010. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Denpasar:


Udayana University Press.

Wirasedana, I Wayan Pradnyantha. 2018. Pengaruh Keputusan Investasi ,


Keputusan Pendanaan , Kebijakan Dividen Dan Tingkat Inflasi Terhadap
Nilai Perusahaan. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 23(1) h: 813–
841.

1289

Anda mungkin juga menyukai