Starting System
Fungsi Starter :
- membantu memutarkan compressor atau engine pertama kali,sehingga
mendapatkan udara yang cukup untuk pembakaran pada saat start.
Starter berputar terus menerus (continue) sampai Engine berada pada putaran
mandiri (self sustaining speed).
Apabila starter berhenti sebelum mencapai putaran mandiri, akan terjadi hot
start/hung start dengan EGT peak tinggi.
Persyaratan Starter :
1. Ability Power tinggi (kemampuan tenaga): torque yang dihasilkan tinggi.
2. Length of starting tinggi : mempunyai kemampuan beroperasi yg relatif lama.
3. Lain-lain seperti :
a. Specific Weight yang tinggi, artinya dengan berat starter yang ringan
dapat menghasilkan power yang tinggi.
b. Reliable / diandalkan
c. Valid
d. Murah
e. simple
d. Perawatannya murah
Starter akan berhenti (off) setelah engine mencapai self sustain speed.
Macam-macam starter :
[Link] Electric Motor
[Link] Generator : digunakan pd engine yang kecil seperti:PFG,Allison,Giver.
[Link]/turbine starter :Digunakan pada engine yang besar
[Link] solid propellant :Digunakan pada Engine pesawat fighter.
[Link] & air combustion starter
[Link] Turbine Starter
[Link] Motor Starter
[Link] Mono Propellant Starter
[Link] Impingment starter : menggunakan air pressure yang besar untuk memutar
turbine. Jarang digunakan pada Engine
[Link] Crank starter
DC ELECTRIC MOTOR
Ciri-cirinya :
1. Merupakan series motor.
2. Torque produce yang tinggi karena unit starter yang besar/berat.
3. Dapat dibuat secara automatic seperti :
- Over Running Clutch
- Yaw Clutch
Biasanya dilengkapi dengan Reduction Gear dan mechanism clutch yaw
interval time brush inspection.
Starter Generator
Digunakan dengan tujuan untuk menyederhanakan system dan mengurangi
berat starter rotor (tidak dilengkapi dengan reduction gear dan mechanism
clutch yaw interval time brush inspection.
- Motor yang digunakan adalah series motor
Pada saat generator model pool yang bekerja adalah C dan E.
- Generator yang digunakan adalah generator shunt /paralel
Pada saat generator model pool yang bekerja adalah
A dan E.
Pneumatic / Air Turbine Starter
Pneumatic/air turbine starter mempunyai keuntungan :
1. Unitnya ringan yaitu sekitar 20-25 lbs dan menghasilkan torque yg tinggi.
2. Reable (andal)
3. Simple
Sedangkan kerugiannya adalah :
- Memerlukan udara yang bertekanan antara 40-45 psi,dan kapasitas
yang ringan(ground supply )
Pada saat starting cukup di start hanya satu engine,dan untuk starting engine
lainnya, tekanan udara yang diperlukan akan di supply oleh engine yang telah
running atau dengan istilah cross bleed
Catridge Solid Propellant Starter
Termasuk dalam Pneumatic/Air Turbine starter hanya air pressure supply
diperoleh dari expansi gas dari hasil pembakaran solid propellant oleh electric
Igniter. Biasanya type ini digunakan pada pesawat fighter.
Type ini mempunyai keuntungan :
a. Menghasilkan Torque yang tinggi yaitu sekitar 600 ftlb.
b. Temperature Combustion 2000°F.
Pressure yang dihasilkan adalah 1200 psi selama 15 cycle second.
Juga dilengkapi dengan automatic disengaged shaft melalui switch over running
centrifugal mechanism. Untuk mendapatkan quick starting.
Fuce & Air Combustion Starter
System starter ini menggunakan sebuah unit gas turbine kecil tanpa compressor.
Udara disupply dari air bottle dan fuel dari main system. Expansi gas diteruskan
ke turbine penggerak poros starter dan exhaust dialirkan bersama dengan engine
exhaust.
Hydraulic Motor Starter
Yaitu starter motor yang diputar dengan menggunakan tenaga hydraulic.
Kerugiannya power dan energi terbatas.
Gas Turbine Engine Starter
Yaitu suatu motor starter yang merupakan sebuah Gas Turbine Engine...dengan
suatu lubrican dan bahan bakar tersendiri.
Compressor yang digunakan adalah Centrifugal type dan Anular Combustion
chamber.
Kerugiannya adalah:
1. Complicated (rumit)
2. Maintenence costnya tinggi.
Liquid Mono Propellant Starter
Sama dengan Catridge Solid Propellant,hanya berbeda untuk sumber expansi
gas & bahan bakar, yaitu :
- Hydrogen Peroksida
- Isopropil Nitrate,dll
Mempunyai keuntungan :
- Quick starting
- Reliable
Sedangkan kerugiannya adalah :
- Dangerous flameable & explosive.
- Konstruksinya rumit.
Air Impingement Starter
Type ini jarang digunakan.
System startingnya langsung membiarkan turbine dengan tekanan udara .
Keuntungannya:
- Konstruksinya ringan
- Simple
Kerugiannya :
- Memerlukan udara yang mempunyai tekanan yang tinggi yang jumlahnya
sampai 3 - 5 kali lipat Pneumatic Turbine Starter.
Engine Operation and Test
Starting Engine.
Semua operator harus familiar dengan type engine-nya sendiri (operating
manual)
Procedure :
Kondisi lingkungan sekitar engine /pesawat aman/bebas (inlet & exhaust) dan
hal-hal lain adalah :
1. Power lever pada posisi idle
2. Shut off lever berada pada posisi closed
Pada turbo prop Engine, propeller lever pada posisi fine.
3. Master switch “on” CB (Circuit Breaker) system “on”.
4. Booster pump “on” dan monitor minimum fuel pressure.
5. Fuel shut off valve (Electrical Emergency shut off valve) “on”
6. Starter “on” sampai pada putaran yang dipersyaratkan
7. Ignition “on”
8. Fuel Shut off valve lever open
9. Monitor Engine light off (± 15 second) dan EGT peak start (tidak
boleh melebihi limit suhu & waktu)
[Link] mencapai self sustain speed :N1 > IDLE SPEED Starter dan
Ignition off.
[Link] mencapai stabilized Idle: monitor all engine & switch
Air Relight Sytem
Yaitu suatu prosedure untuk melaksanakan starting engine tanpa menggunakan
starter karena engine berputar oleh wind milling.
Persyaratannya :
1. Ignition ON
2. Fuel ON
Posisi lever berada pada posisi idle
Nozzle Gauide Vane (NGV)
Fungsinya :
1. Mengarahkan sudut expansi gas ke rotor.
2. Mengekspansikan / mempercepat gas setelah pembakaran, yaitu merubah
pressure energi / heat energi / potensial energi menjadi kinetic energi.