Cegah Perundungan di Dunia Maya
Cegah Perundungan di Dunia Maya
“
Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Bagi Guru SMA
Tema: Bangunlah Jiwa dan
Raganya Oleh Ari Dwi Kristiani
1
1 Tujuan, Target
Pencapaian,
dan Tahapan
Projek
Target Pencapaian Projek
Tujuan dan
Projek “Cegah kesehatan fisik dan mental secara berkelanjutan, projek dengan Hal yang perlu
Perundungan metode pembelajaran yang aktif dan berpusat pada murid ini diperhatikan sebelum
Dunia Maya” diharapkan menjadi perangkat yang menawarkan titik temu memulai projek
yang kolaborasi dan mengidentifikasi pihak terkait untuk penyelesaian
✔ Komitmen seluruh
mengangkat permasalahan perundungan dunia maya di sekitar mereka. warga sekolah untuk
tema menjalankan aksi yang
“Bangunlah telah disepakati
Melalui projek ini, murid pada akhirnya diharapkan telah bersama
Jiwa dan mengembangkan secara spesifik tiga dimensi Profil Pelajar
Raganya Pancasila, yakni Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan ✔ Perencanaan yang
menciptakan matang untuk
berakhlak mulia, gotong royong dan mandiri termasuk sub-elemen melakukan kegiatan
kesempatan yang akan dijabarkan secara detail pada halaman 7-9. aksi
belajar murid
untuk ✔ Komitmen pimpinan
sekolah untuk
membentuk diri
menindaklanjuti
sesuai Profil apabila selama projek
Pelajar berlangsung
Pancasila. ditemukan kasus
perundungan yang
Bertujuan terjadi di dalam unit
untuk melatih sekolah
3
Tahapan Tahapan Aksi Rancangan Asesmen
Projek Tahapan
Pengenalan “Poster, Praktik
“Perundungan pencegahan, Formatif
Dunia Maya” pementasan ✔ Tugas mandiri
drama” ✔ Diskusi kelompok
✔ Persiapan drama
1 3
Sumatif
✔ Proses pementasan drama
Instrumen asesmen
✔ Rubrik penilaian pribadi
✔ Rubrik sumatif
✔ Rubrik profil pelajar
Pancasila
2 4
5
Dimensi,
fi elemen, dan
sub-elemen
Profil Pelajar
Pancasila
Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Dimensi Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia
Merawat Diri Memperhatikan kesehatan jasmani, Mengidentifikasi pentingnya menjaga Melakukan aktivitas fisik, sosial, dan Merawat Diri secara
secara Fisik, mental, dan rohani dengan melakukan keseimbangan kesehatan jasmani, ibadah secara seimbang Fisik, Mental, dan
Mental, dan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah. mental, dan rohani serta berupaya Spiritual melebihi
menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial harapan
Spiritual
dan ibadah.
Mengutam Mengidentifikasi kesamaan dengan Mengenal perspektif dan Mengidentifikasi hal yang menjadi Mengutamakan
akan orang lain sebagai perekat hubungan emosi/perasaan dari sudut pandang permasalahan bersama, memberikan persamaan dengan orang
persamaan sosial dan mewujudkannya dalam orang atau kelompok lain yang tidak alternatif solusi untuk menjembatani lain dan menghargai
aktivitas kelompok. Mulai mengenal pernah dijumpai atau dikenalnya. perbedaan dengan mengutamakan perbedaan melebih
dengan
berbagai kemungkinan interpretasi dan Mengutamakan persamaan dan kemanusiaan. harapan
orang lain cara pandang yang berbeda ketika menghargai perbedaan sebagai alat
dan dihadapkan dengan dilema. pemersatu dalam keadaan konflik atau
menghargai perdebatan.
perbedaan
7
Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Dimensi Gotong Royong
Sub Belum berkembang Mulai berkembang Berkembang Sangat
elemen sesuai berkembang
harapan
Kerja sama Menunjukkan ekspektasi (harapan) Menyelaraskan tindakan sendiri Membangun tim dan mengelola Bekerja sama melebihi
positif kepada orang lain dalam rangka dengan tindakan orang lain untuk kerjasama untuk mencapai tujuan harapan
mencapai tujuan kelompok di melaksanakan kegiatan dan mencapai bersama sesuai dengan target yang
lingkungan sekitar (sekolah dan rumah). tujuan kelompok di lingkungan sekitar, sudah ditentukan.
serta memberi semangat kepada orang
lain untuk bekerja efektif dan
mencapai tujuan bersama.
Komunikasi Memahami informasi dari berbagai Memahami informasi, gagasan, emosi, Aktif menyimak untuk memahami dan Berkomunikasi untuk
untuk sumber dan menyampaikan pesan keterampilan dan keprihatinan yang menganalisis informasi, gagasan, emosi, mencapai tujuan
mencapai menggunakan berbagai simbol dan diungkapkan oleh orang lain keterampilan dan keprihatinan yang bersama melebih
media secara efektif kepada orang lain menggunakan berbagai simbol dan media disampaikan oleh orang lain dan harapan
tujuan
untuk mencapai tujuan bersama secara efektif, serta memanfaatkannya kelompok menggunakan berbagai simbol
bersama untuk meningkatkan kualitas hubungan dan media secara efektif, serta
interpersonal guna mencapai tujuan menggunakan berbagai strategi
bersama. komunikasi untuk menyelesaikan masalah
guna mencapai berbagai tujuan bersama.
Tanggap Tanggap terhadap lingkungan sosial Tanggap terhadap lingkungan sosial Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai Tanggap terhadap
terhadap sesuai dengan tuntutan peran sosialnya sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dengan tuntutan peran sosialnya dan lingkungan sosial
lingkungan dan menjaga keselarasan dalam berelasi dan berkontribusi sesuai dengan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan melebihi harapan
dengan orang lain. kebutuhan masyarakat. masyarakat untuk menghasilkan keadaan
sosial
yang lebih baik.
8
Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Dimensi Mandiri
Regulasi Memahami perbedaan emosi yang Memahami dan memprediksi Mengendalikan dan menyesuaikan Regulasi emosi
emosi dirasakan dan dampaknya terhadap konsekuensi dari emosi dan emosi yang dirasakannya secara melebihi harapan
proses belajar dan interaksinya pengekspresiannya dan tepat ketika menghadapi situasi
dengan orang lain; serta mencoba menyusun langkahlangkah untuk yang menantang dan menekan pada
cara-cara yang sesuai untuk mengelola emosinya dalam konteks belajar, relasi, dan
mengelola emosi agar dapat pelaksanaan belajar dan pekerjaan.
menunjang aktivitas belajar dan berinteraksi dengan orang lain.
interaksinya dengan orang lain.
Mengemban Melakukan refleksi untuk Memonitor kemajuan belajar Melakukan refleksi terhadap umpan Mengembangkan
gkan refleksi mengidentifikasi faktor-faktor di yang dicapai serta memprediksi balik dari teman, guru, dan orang refleksi diri melebihi
diri dalam maupun di luar dirinya yang tantangan pribadi dan akademik dewasa lainnya, serta informasi- harapan
dapat mendukung/mengham yang akan muncul berlandaskan informasi karir yang akan dipilihnya
batnya dalam belajar dan pada pengalamannya untuk untuk menganalisis karakteristik dan
mengembangkan diri; serta mempertimbangkan strategi keterampilan yang dibutuhkan dalam
mengidentifikasi caracara untuk belajar yang sesuai. menunjang atau menghambat
mengatasi kekurangannya. karirnya di masa depan.
9
3
Relevansi dan
Cara
Penggunaan
Relevansi projek bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk membangun relasi
antar individu. Dengan menyandang status kewarganegaraan digital yang melekat dalam diri pelajar saat ini,
maka keterampilan berkomunikasi yang baik dan sopan menjadi perhatian kita bersama.
Namun, pada perjalanannya, membina relasi dengan saling menghormati tidaklah mudah. Tidak sedikit
kita menemukan adanya praktik perundungan yang beredar di dunia maya dengan dalih candaan atau gurauan.
Berdasarkan survey yang dilakukan di Indonesia pada periode 9 Maret hingga 4 April 2019 dengan 5.900
responden, didapat bahwa 49% responden menyatakan bahwa mereka mengalami perundungan dunia maya
dalam media sosial. Kegiatan digital yang popular di kalangan masyarakat Indonesia adalah menulis pesan dan
mengakses media sosial.
Praktik perundungan yang dilakukan oleh kalangan pelajar di media sosial
dapat menghambat perkembangan jiwa dan raga pelajar; pengalaman akan
ketidakpercayaan diri, feeling insecure, stres, depresi hingga gangguan
pencernaan dan kecemasan.
Oleh karena itu, sekolah merupakan tempat strategis dalam memfasilitasi
dan mendampingi pelajar untuk terlibat aktif dalam menerapkan nilai-nilai luhur
Pancasila serta meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan jiwa dan
raga diri sendiri dan lingkungannya.
11
Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini
Perangkat ajar ini dirancang untuk memfasilitasi guru SMA (Fase E) yang berada di sekolah
penggerak untuk melaksanakan projek yang mengusung tema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Di dalam
perangkat ajar untuk projek “Cegah Perundungan Dunia Maya” ini, ada 15 aktivitas yang saling
berkesinambungan. Penulis menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas X karena
pada jenjang tersebut merupakan kesempatan terbaik bagi sekolah untuk memperkenalkan isu tersebut
kepada pelajar SMA tahap awal, sehingga pelajar dapat mencurahkan waktunya untuk melakukan projek
dan menerapkannya secara maksimal selama mengenyam pendidikan di SMA. Waktu yang
direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester, dengan total kurang lebih 72 jam
pelajaran.
12
3
Aktivitas
Durasi: 2 jp Bahan: artikel Peran guru: narasumber, fasilitator
1 Perkenalan:
Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia
Kenali
Perundungan
Dunia Maya
Tujuan: Dunia Maya’ ditulis oleh guru pada papan tulis. Guru bertanya kepada murid
mengidentifikasi hal apa yang mereka ketahui tentang topik tersebut.
yang menjadi 2. Murid mengisi K-W-L chart (kolom pertama dan kedua).
permasalahan 3. Murid membaca sebuah artikel tentang perundungan yang terjadi di Indonesia (lihat halaman
bersama dengan berikutnya).
mengidentifikasi 4. Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk membahas K-W-L Chart dan
perundungan dunia membahas pertanyaan guru:
maya ▹ Apa yang terjadi?
▹ Mengapa hal itu dapat terjadi?
Persiapan ▹ Apa definisi perundungan menurut kata-katamu sendiri?
1. Guru menyiapkan 5. Di dalam kelompok, murid secara bergantian menyampaikan apa yang mereka tulis dalam K-W-L chart dan
lembar kerja K-W- menjawab pertanyaan guru. Kemudian, setiap kelompok akan membagikan hasil diskusinya.
L chart. 6. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh masing-masing kelompok.
2. Guru menyiapkan Tugas: tugas kelompok (formatif)
booklet ‘Stop 14
Perundungan’ yang
dikeluarkan oleh
Kemdikbud pada
tahun
2019.
Pelaksanaan
1. Topik
‘Perundungan
Contoh artikel
Peneliti: Perundungan di Dunia Maya Lebih Pengaruhi Remaja
Rabu 15 May 2019 16:14 WIB,
diakses dari [Link]
[Link], JAKARTA -- Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agustina Situmorang
mengatakan, perundungan di dunia maya lebih memengaruhi remaja dibandingkan perundungan biasa. Hal itu dikarenakan perundungan
dunia maya (cyber bullying) dapat terjadi kapan saja dan di mana saja sepanjang pelaku atau korban memiliki akses terhadap internet.
"Berbeda dengan perundungan biasa, yang terjadi hanya di waktu dan tempat tertentu, misalnya di sekolah. Setelah anak pulang dari sekolah
maka perundungan tidak terjadi lagi," kata Agustina.
Perundungan dunia maya, menurut Agustina, juga menyebar lebih cepat, luas, dan masif di kalangan teman sebaya korban atau pelaku.
Sering kali, pelaku menggunakan nama samaran saat melakukan perundungan sehingga sulit dilacak dan diintervensi oleh orang dewasa.
Agustina mengatakan, usia remaja merupakan usia rentan karena mereka memasuki masa transisi dari anak menuju dewasa. Pada masa ini
terjadi terlalu banyak perubahan di diri remaja.
"Mereka mengalami pubertas kemudian secara psikologis dan sosial juga mengalami perubahan sehingga memberi dampak tidak nyaman
dan kebingungan di dalam diri mereka," kata dia.
Karena ingin dianggap dewasa, menurut Agustina, remaja cenderung menjauh dari pengaruh orang tua dan lebih dekat dengan teman
sebaya yang lebih mereka percayai. Padahal, remaja yang tidak memiliki hubungan emosional yang baik dengan orang tua akan lebih sering
menjadi korban atau pelaku perundungan.
Agustina mencermati, pengaruh globalisasi melalui kemajuan teknologi ternyata membuat komunikasi orang tua dan remaja menghadapi
tantangan yang lebih besar. Orang tua diharapkan dapat lebih aktif dalam berinteraksi dengan remaja dan berusaha untuk mendengar meski
pun ada kalanya bertentangan dengan pandangan orang tua.
K-W-L Chart
Pada kolom pertama, tuliskan apa yang kamu tahu tentang topik. Pada kolom kedua, tuliskan tentang apa
yang kamu ingin tahu tentang topik. Pada kolom ketiga, tuliskan apa yang telah kamu pelajari dari topik ini
Sebab Sebab-
sebab
Referensi:
Tujuan: menggali olah rasa: memperkuat kepekaan atau sensitivitas emosi, kesejahteraan emosi
(emotional wellbeing).
Persiapan
Perkenalan: 1. Guru mempersiapkan video dari tautan berikut ini
Jika Aku Menjadi [Link]
Kamu 2. Guru mempersiapkan lembar kerja T-P-S (Think – Pair – Share)
19
Think – Pair – Share
Prosedur
Alternatif kegiatan
Murid
membaca
ujaran
Kegiatan:
kebencian tersebut dalam hati
Murid memberikan respons akan ujaran kebencian tersebut dan membagikan
pengalaman akan ujaran kebencian yang pernah mereka dengar
Murid mendiskusikan secara berpasangan akan pertanyaan sebagai berikut
1. Apabila kamu menjadi salah satu dari mereka yang diminta memberi Sekolah yang
komentar, apa yang akan kamu lakukan? tidak memiliki
2. Mengapa ujaran kebencian tersebut dibuat? Apa tujuannya? akses internet
Murid memberikan kesimpulan hasil diskusi berpasangan dapat
menggunakan
Contoh ujaran kebencian alternatif
Di dunia ini terlalu banyak Dasar orang ‘suku X’ pantes aja suka aktivitas yaitu
orang goblok, salah satunya marah-marah gak jelas! memberikan
lo… komentar terkait
beberapa ujaran
kebencian yang
ditemukan di
media sosial.
Orang kaya lo itu parasit Di dunia ini terlalu banyak orang
yang biasanya hanya cari goblok, salah satunya lo…
untung.
Persiapan
1. Sekolah mengundang pembicara tamu untuk memaparkan mengenai akibat perundungan akan kesehatan
Perkenalan: jiwa dan raga bagi pelajar di sekolah.
Aku Belajar Dari Kamu 2. Sekolah perlu mempersiapkan ruangan, perangkat audio dan visual untuk aktivitas ini. Aktivitas ini dapat
dilakukan secara komunal atau per kelas sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah.
si: 2 jp Bahan: Format laporan
Peran guru: Apabila sekolah tidak mendapatkan pembicara tamu, sekolah d
moderator Pelaksanaan Atau, sekolah menyiapkan video talk show yang bahasan topik
1. Murid diminta untuk mempersiapkan alat tulis.
Dimensi Profil Pelajar 2. Guru menjelaskan susunan kegiatan:
Pancasila: Mandiri
a. Pembukaan (5 menit)
b. Penyampaian materi (30 menit)
c. Sesi tanya jawab 1 (15 menit)
d. Sesi tanya jawab 2 (15 menit)
e. Penutup (5 menit)
3. Selama pembicara tamu memaparkan materi, murid menuliskan catatan
materi dari pembicara tamu pada format yang telah disediakan Guru.
Tugas
1. Tugas mandiri: murid menuliskan catatan singkat
23
Catatan dari pembicara tamu
Format
Nama :
Kelas :
Tanggal :
Laporan
1. Nama Pembicara :
2. Topik/Materi :
3. Catatan
a. Hal baru yang saya dapatkan
b. Hal yang membuat saya tercengang
c. Hal yang menjadi akibat dari perundungan dunia maya (akibat akan Kesehatan jiwa dan
raga)
4. Refleksi
a. Hal yang mau saya lakukan setelah mengetahui isu perundungan
Tujuan: menganalisis masalah mengenai perundungan yang terjadi di sekolah
Persiapan
[Link] mempersiapkan bahan ajar yang dapat diakses melalui tautan Perundungan-siber (Cyberbullying) serta
i: Temukan Perundungan di Masalah
Sekolah Emosi dan Perilaku pada Pelajar Usia 12-15 Tahun di Jakarta Pusat | Tjongjono | Sari Pediatri atau
booklet dari Kemdikbud,[Link] mengenai ‘Stop Perundungan’.
n: artikel Peran guru: narasumber,
2. Gurufasilitator
menyediakan format mind map atau peta konsep.
ofil Pelajar Pancasila: Gotong royong
Pelaksanaan
1. Murid membaca informasi yang terdapat dalam bahan ajar mengenai:
a. bentuk-bentuk perundungan dunia maya
b. kapan terjadinya perundungan dunia maya
c. di mana terjadinya perundungan dunia maya
d. dampak perundungan
e. siapa yang melakukan
2. Murid mendapatkan pemahaman mendalam bahwa bentuk-bentuk perundungan dunia maya dapat berupa
memperolok di media sosial, pesan terror, menyebarkan kabar bohong, perang kata-kata dari dunia maya,
membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang, mengucilkan seseorang dari grup daring.
3. Murid bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk membuat peta konsep berdasar
pada teknik 5W-1H (Who, What, Where, Why, When, How).
4. Murid memberikan kesimpulan dengan cara bertukar peta konsep dan saling memberikan komentar.
Tugas
1. Tugas kelompok: (formatif) mengerjakan peta konsep dan memberikan komentar. 25
Mind Map (peta konsep)
Murid akan melengkapi peta konsep
Definisi Jenis-jenis
Bagaimana
cara Apa?
mencegahnya Di mana
? terjadi?
Bagaimana Di mana?
?
Perundungan
Dunia Maya
Mengapa
Di mana? ?
Di mana
Alasan
terjadinya?
melakukan?
Siapa?
Siapa yang
jadi korban? Siapa yang
melakukan?
Tujuan: mengidentifikasi praktik perundungan dunia maya yang terjadi di sekolah
6
Persiapan
1. Guru mempersiapkan daftar pernyataan mengenai akibat perundungan (lihat format pada halaman
berikutnya).
Pelaksanaan
1. Guru sebagai fasilitator melakukan ulasan kembali tentang definisi perundungan, sebab akibat
perundungan kemudian memotivasi bahwa murid akan menemukan praktik perundungan yang terjadi di
kstualisasi: Lihatlah Sekitarmu
sekolah melalui sesi tanya jawab.
si: 3 jp Bahan: artikel Peran 2.
guru:Murid dibagikan daftar pernyataan akan akibat perundungan dalam ranah akademis, sosial, fisik,
fasilitator, motivator dan emosi.
3. Murid bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang (guru harus selektif dalam memilih kelompok;
rofil Pelajar Pancasila: Gotong royong
gender sebaiknya tidak dicampur, memisahkan murid yang memiliki kecenderungan sebagai perundung
dan korban atau murid yang memiliki masa lalu kelam akibat perundungan)
4. Setiap kelompok membuat kesepakatan kerja guna mencapai tujuan kerja kelompok.
5. Murid dapat melakukan tanya jawab secara bergiliran, sehingga satu murid akan mendapatkan dua atau
tiga responden. Murid memulai pertanyaan dengan kalimat ‘Apakah kamu mengalami?”
6. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa melalui kegiatan ini, mereka telah belajar menerapkan
praktik dimensi ‘gotong royong’ dengan elemen tanggap terhadap lingkungan sosial.
7. Murid mencoba menghitung akibat apa yang paling dialami murid; akademis, sosial, fisik, emosi.
8. Murid mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah.
Tugas
1. Tugas kelompok: saling bertanya jawab akan pernyataan yang telah disediakan dan menghitung
akibat yang paling banyak dialami murid. 27
Lihat Sekitarmu
Pernyataan diambil dari booklet “Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun 2019
Tidak Kadang-
Akibat Pernyataan Tidak Jarang Kadang- Sering Selalu
Akibat Pernyataan pernah Jarang kadang Sering Selalu
pernah kadang
Penurunan prestasi akademik
Sakit berkelanjutan
Penurunan tingkat kehadiran di sekolah
Kelihan pusing, sakit perut (mulas) Agar tidak menjadi
Berkurangnya minat pada tugas dan aktivitas yang
Fisik Sulit tidur
kegiatan sekolah lainnya
AkademisLemah, menegangkan, guru
mual dapat memutar
Sulit bekonsentrasi
Gagap sebuah lagu untuk
Tidak
Drop percaya
out dari diri, tidak yang
kegiatan menyampaikan
awalanya mengiringi
pendapatnya,
disukai cenderung mengikuti kemauan pelaksanaan
orang lain hati yang berubah-ubah aktivitas ini.
Suasana
Lihat Sekitarmu
Punya sedikit sekali teman, cenderung
Sensitif,diri
menarik was-was, takut, cemas, gelisah
Sosial Tidak aman
Emosi Kurangnya rasa humor
Sering
Murung,diejek atau
sedih, ditertawakan
mudah menangis
Pernyataan diambil dari booklet
Bahasa “Stop Perundungan’
tubuhnya yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun 2019
Menyalahkan dirilemah,
sendirimisalnya tidak ada
kontak mata, kepala menunduk, badan
membungkuk
Agar tidak menjadi
aktivitas yang
menegangkan, guru dapat memutar sebuah lagu untuk
mengiringi
pelaksanaan aktivitas ini.
Tujuan: mengidentifikasi karakteristik perundung
Persiapan
1. Guru mempersiapkan daftar pernyataan mengenai karakteristik perundung atau pelaku
i: Apakah Aku Seorang Perundung?
perundungan.
i: 2 jp Bahan: artikel Peran guru:
fasilitator, motivator Pelaksanaan
Dimensi Profil Pelajar 1. Guru sebagai fasilitator menjelaskan kegiatan hari ini dan memotivasi bahwa murid akan menemukan
Pancasila: Mandiri
praktik perundungan yang terjadi di sekolah melalui sesi tanya jawab.
2. Murid dibagikan daftar pertanyaan terkait ciri-ciri atau karakteristik perundung.
3. Murid bekerja secara individual untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan.
4. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa melalui kegiatan ini, mereka telah belajar menerapkan praktik
dimensi ‘mandiri’ dengan elemen ‘pemahaman diri dan situasi’. Murid belajar untuk memahami kondisi
dirinya dan situasi yang dihadapi.
5. Guru mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah.
Tugas
1. Tugas mandiri: (formatif) mengisikan lembar kerja ‘Apakah aku seorang perundung?”
30
Apakah aku seorang perundung?
Pernyataan diambil dari booklet ‘Stop Perundungan ‘yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun
2019
Tidak Kadang-
Agar tidak menjadi
No Pernyataan pernah
Jarang
kadang
Sering Selalu aktivitas yang
Apakah aku sering memanggil temanku dengan nama menegangkan, guru
1 dapat memutar sebuah
panggilan yang buruk?
Apakah aku sering bersikap menentang atau bermusuhan lagu untuk mengiringi
2 pelaksanaan aktivitas
dengan orang lain?
3 Apakah aku selalu ingin mengendalikan orang lain? ini.
Apakah aku sering kasar dengan orang lain, contoh menulis Sekolah perlu
4 menindaklanjuti
komentar yang buruk akan orang lain?
Apakah aku marah jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan apabila ditemukan
5 murid yang
keinginanku?
menunjukkan indikasi
6 Apakah aku peduli dengan perasaan orang lain?
sebagai perundung.
Apakah aku tertawa saat seseorang terluka atau merasa
7
malu?
Apakah aku sering memaksa orang melakukan hal yang tidak
8
mereka inginkan?
9 Apakah aku sering melanggar aturan?
Apakah aku sering membuat lelucon tentang orang
10
berdasarkan ras, budaya, atau siapa yang mereka sukai?
Tips “Apabila aku seorang perundung…”
Berdasarkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada 2019
Persiapan
sasi: Apakah aku seorang1. korban?
Guru mempersiapkan lembar penilaian diri mengenai karakteristik korban
perundungan
Pelaksanaan
2 jp Bahan: lembar penilaian diri Guru melihat
Peran guru: konselor 1. Murid mendapatkan penjelasan bahwa pada pertemuan ini, mereka akan hasil penilaian
dan motivator melihat kepada diri mereka sendiri dan menilai secara jujur tentang isu diri dan
perundungan dunia maya. bersikap
Dimensi Profil Pelajar
Pancasila: Mandiri
2. Murid dibagikan daftar pertanyaan terkait karakteristik korban responsif apabila
perundungan. ada murid yang
3. Murid bekerja secara individual untuk menjawab pertanyaan yang terindikasi
telah diberikan. sebagai korban
4. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa melalui kegiatan ini, mereka telah mengalami
belajar menerapkan praktik dimensi ‘mandiri’ dengan elemen ‘pemahaman perundungan
diri dan situasi’ dunia maya
5. Guru mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi
sekolah.
Tugas
1. Tugas mandiri: (formatif) mengisikan lembar penilaian diri
33
Self-assessment
Format penilaian Pertanyaan diadopsi dari [Link] dan
[Link]
diri
Tidak Kadang-
No Pernyataan Jarang Sering Selalu
pernah kadang
Apakah kamu pernah dekat dengan seseorang secara virtual kemudian dia
1
membeberkan informasi personalmu?
2 Apakah orang lain menjadikan penampilanmu sebagai candaan?
3 Apakah kamu merasa terasing di sekolah?
4 Adakah orang lain menyebarkan rumor atau informasi yang tidak benar tentangmu?
5 Apakah kamu pernah merasa takut ketika mengakses dunia maya?
Apakah orang lain pernah menyakitimu secara tertulis dan langsung melalui pesan
6 digital atau media sosial?
Apakah kamu pernah diejek dalam media digital atau orang lain pernah memposting
7
sesuatu yang membuatmu marah?
Apakah kamu merasa kuatir atau depresi ketika kamu berhadapan dengan orang yang
8 menyakitimu?
Apakah kamu mengalami sakit kepala atau sakit perut sebelum kamu bertemu dengan
9
orang yang pernah melukaimu?
10 Apakah kamu pernah dipanggil dengan sebutan yang membuatmu kesal?
11 Apakah kamu pernah dikucilkan dari sebuah grup pertemanan?
12 Apakah orang lain pernah memposting fotomu secara digital tanpa seijinmu?
13 Apakah ada orang lain yang pernah berpura-pura menjadi kamu di situs media sosial?
Apakah kamu pernah berbalasan komentar karena orang lain terlebih dahulu menuliskan
14 komentar yang membuatmu marah pada status atau postinganmu?
15 Apakah kamu pernah dikeluarkan dari grup pertemanan digital?
Tips “Apabila aku seorang korban…”
Berdasarkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada 2019
Persiapan
Aksi: 1. Guru mempersiapkan tempat atau arena luas, audio untuk melakukan olahraga bersama. Musik pengiring
Latih Dirimu dapat menggunakan lagu daerah, seperti Poco-Poco untuk mengiringi olahraga.
2. Guru Penjaskesorkes mengambil peranan sebagai instruktur olahraga.
2 jp Bahan: - Peran guru: fasilitator
Tugas
1. Murid menemukan makna permainan.
2. Murid menyampaikannya secara lisan.
36
Permainan cermin diri
Prosedur
Prosedur Makna
✔ Permainan ini tidak memerlukan alat bantu apapun ✔ Permainan ini mengajak murid untuk melihat
✔ Fasilitator meminta semua murid untuk berdiri, dan mengamati orang lain lebih teliti
membuat dua baris memanjang dan saling ✔ Sikap memerhatikan orang lain adalah kunci
berhadapan keberhasilan permainan ini
✔ Fasilitator menentukan baris mana yang menjadi ✔ Sikap empati akan muncul ketika murid
cermin dan baris mana yang berperan sebagai mengikuti gerakan temannya
orang yang bercermin ✔ Kesulitan yang dihadapi dirasakan bersama-
✔ Fasilitator memberikan contoh gerakan kepada baris sama sehingga memiliki kesamaan rasa
yang menjadi cermin
untuk melakukan gerakan secara tepat
✔ Baris yang bercernin mengikuti barisan yang
menjadi cermin
✔ Setelah beberapa gerakan dilakukan, fasilitator
dapat menginstruksikan untuk berganti peran
✔ Permainan ini dilakukan berulang-ulang sehingga
suasana menjadi cair
Tujuan: memberikan alternatif solusi untuk menjembatani perbedaan dengan mengutamakan
kemanusiaan dengan merencanakan sebuah pementasan drama
Persiapan
Persiapan Pementasan 1.
Drama
Guru menyiapkan perangkat ajar dan administrasi tentang penjelasan pementasan drama (lihat halaman
berikutnya).
Durasi: 3 jp
anduan pementasan drama Peran guru: fasilitator
Pelaksanaan
1. Yang
oyong, Bertakwa Kepada Tuhan Guru menjelaskan
Maha Esa,bahwa pementasanMulia
dan Berakhlak drama adalah sebuah kegiatan penilaian sumatif yang dilakukan
secara berkelompok yang terdiri dari 12-15 orang (tergantung kapasitas di kelas, sebaiknya jumlah
murid per kelas dibagi menjadi dua kelompok).
2. Murid mendapat penjelasan mengenai prosedur, target per pertemuan, dan rubrik penilaian. Kegiatan
pertemuan 1:
Pembagian kelompok (12-15 orang) Target pencapaian:
Mendapatkan penjelasan tentang prosedur, linimasa, dan rubrik penilaian
Tema dan gambaran cerita
Menentukan tema dan gambaran cerita durasi 30 menit
Jika ada waktu ekstra, murid mulai menulis naskah drama
3. Murid menentukan satu orang pemimpin di setiap kelompok sebagai jembatan komunikasi guru dan
anggota kelompok.
Tugas
1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 1 untuk menghasilkan target pencapaian dan
mengisi lembar jurnal proses.
38
Alternatif untuk ABK
Sekolah yang memiliki murid dengan berkebutuhan khusus dapat menggunakan
alternatif berikut ini:
Alangkah baik
Murid yang memiliki kesulitan belajar (murid kelas X dengan apabila sekolah
kemampuan membaca dan berpikir di bawah level kelas) dapat memiliki data
melakukan projek dengan menggambar poster tentang "Seruan murid yang
memiliki
untuk melawan perundungan“. kebutuhan
khusus dengan
Murid dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) yang memiliki karakteristiknya
keterampilan sosial rendah, tidak suka keramaian dan situasi sehingga
yang ribut tetapi menyukai belajar dengan visual akan melakukan kegiatan dapat
projek dengan melukis atau menggambar komik atau visual direncanakan
dengan lebih
tentang “Pencegahan Perundungan”.
tepat.
Murid membuat hasil karya Murid menulis lirik lagu Murid membuat vlog atau
2 atau 3 dimensi, dalam dan menciptakan notasi podcast dengan
bentuk lukisan atau musik yang bertema mewawancari seorang
diorama dari barang bekas ‘Cegah Perundungan narasumber terkait tema dan
sebagai hasil refleksi murid Dunia Maya’. memberikan pesan
akan isu perundungan Musik dapat disajikan dalam pencegahan dunia maya
dunia maya. bentuk video (mungkin kepada audiensi.
dengan video klip) kemudian
diunggah di media sosial.
Alternatif kegiatan: talent show
Produk 4 Produk 5 Produk 6
Catatan: guru dapat menambahkan produk lain dan dapat menyesuaikan dengan karakteristik daerah
Pementasan Drama
Panduan
Apa Itu Pementasan Drama?
Drama, dalam KBBI berarti komposisi syair atau prosa yang dapat
menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku
atau dialog. Pementasan drama adalah gabungan antara seni sastra
dan seni pertunjukan. Drama ditulis dalam bentuk naskah atau teks
kemudian dijadikan sebuah pementasan.
Unsur-unsur drama:
✔ Dialog
✔ Tokoh
✔ Setting (suasana, keadaan, tempat, ruang, dan waktu dalam
drama)
2 Pelaksanaan Drama dipentaskan dengan Drama dipentaskan dengan Drama dipentaskan dengan Drama dipentaskan dengan
(penghayatan peran, sangat apik, semua pemain apik, sebagian besar pemain cukup apik, beberapa pemain kurang apik, sebagian
properti pendukung) memerankan dengan penuh memerankan dengan penuh memerankan dengan penuh pemain tidak serius, kurang
penghayatan dan penghayatan dan penghayatan dan memerankan dengan
menggunakan properti yang menggunakan properti yang menggunakan properti yang penghayatan dan tidak
mendukung. mendukung. cukup mendukung. menggunakan properti yang
mendukung.
3 Evaluasi (kolaborasi, Penerapan nilai gotong royong Penerapan nilai gotong royong Penerapan nilai gotong royong Penerapan nilai gotong
kerja sama antar sangat tampak terlihat dari tampak dari proses persiapan cukup tampak dari proses royong kurang tampak dari
anggota kelompok dari proses persiapan hingga hingga pelaksanaan. Hampir persiapan hingga pelaksanaan. proses persiapan hingga
mulai perencanaan pelaksanaan. Setiap anggota semua anggota berkontribusi Beberapa anggota pelaksanaan. Beberapa
hingga pelaksanaan) berkontribusi dan dan berkolaborasi, serta berkontribusi dan anggota cukup berkontribusi
berkolaborasi, serta menciptakan iklim kerja sama berkolaborasi, serta dan berkolaborasi, serta
menciptakan iklim kerja sama yang saling mendukung satu menciptakan iklim kerja sama menciptakan iklim kerja sama
yang saling mendukung satu sama lain. yang saling mendukung satu yang saling mendukung satu
sama lain. sama lain. sama lain.
Total skor:
Pementasan Drama
Jurnal proses
Pertemuan Apakah target Evaluasi per pertemuan Catatan umpan balik
pencapaian tercapai?
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Tujuan: membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang
sudah ditentukan melalui projek pementasan drama
Aksi: Persiapan
Persiapan Pementasan 1. Guru berkomunikasi dengan kepala sekolah dan guru mata pelajaran lain untuk mendukung persiapan
Drama
pementasan drama (guru Seni Budaya untuk perlengkapan, dekorasi, dan pemilihan musik, guru Bahasa
Durasi: 6 jp Indonesia untuk membantu memeriksa naskah).
Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator
Pelaksanaan
ofil Pelajar Pancasila: Gotong royong
1. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 2 dan 3 serta target
pencapaiannya.
Menulis draft 1 naskah drama
Menentukan peran dalam naskah dramapertemuan
Kegiatan yang telah ditulis
2: Target pencapaian:
Draftmusik,
Menentukan peran pemain dan kru. Peran kru yang harus disiapkan adalah sutradara, stage manager, operator 1 naskah drama
dekorasi setting
Daftar nama pemain dan kru
Tugas
1. Tugas kelompok: (formatif) mengerjakan kegiatan pertemuan 2 -3 dan menulis jurnal proses.
49
Tujuan: membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan
target yang sudah ditentukan melalui latihan dalam projek pementasan drama
Persiapan
Aksi: 1. Guru mempersiapkan tempat terbuka atau aula untuk melakukan pemanasan vokal dan fisik selama
Persiapan Pementasan Drama
20 menit.
Durasi: 6 jp
Pelaksanaan
Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator
1. Murid melakukan pemanasan secara fisik dan vokal (a, i, u, e, o), olahraga wajah, mengucapkan beberapa
kata dengan suara lantang dan berlatih pernapasan perut.
ofil Pelajar Pancasila: Gotong royong
2. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 4-5 serta target
pencapaiannya.
Berlatih peran (murid duduk melingkar dan membaca naskah)
Menentukan dan mencatat seting (suasana, ruang, audio) di Target pencapaian:
setiap adegan Catatan evaluasi dan seting pada jurnal proses
Tugas
1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 4 -5 dan menulis jurnal proses. 50
1
Tujuan: menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi
komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna mencapai berbagai tujuan bersama melalui poster promosi
Persiapan
1. Guru menyiapkan kertas A3 untuk murid membuat poster.
ses Persiapan ‘Pembuatan
2. Guru dapat bekerja sama dengan guru Seni Budaya untuk melakukan kegiatan ini.
Poster’
Pelaksanaan
Durasi: 3 jp
1. Guru menunjukkan sebuah poster promosi yang menarik kemudian menanyakan kepada murid
(pertemuan 6)
urnal proses Peran guru: fasilitator tujuan dibuatnya poster tersebut, keuntungan pembuatan poster.
2. Murid mendapatkan penjelasan tentang ciri-ciri poster yang baik:
a. Poster menggunakan Bahasa yang mudah untuk dipahami, persuasif, dan mudah diingat.
ofil Pelajar Pancasila: Gotong royong
b. Poster dilengkapi dengan gambar yang sesuai, mendukung tema, dan warna kontras menarik
c. Poster memilki tujuan yang jelas, yaitu untuk menyampaikan pesan tertentu.
3. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 6 serta target pencapaiannya.
Mempersiapkan promosi pementasan drama dalam bentuk poster yang akan Target dipresentasikan
pencapaian: ke murid kelas XI dan XII
Poster promosi drama
Catatan evaluasi jurnal proses
4. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 6 serta target pencapaian.
Tugas
1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 6 dan menulis jurnal proses. 51
1
Tujuan: menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi
komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna mencapai berbagai tujuan bersama melalui poster promosi
Persiapan
1. Guru berkomunikasi dengan guru-guru pengajar kelas XI dan XII bahwa murid kelas X akan
ses Persiapan ‘Pembuatan mempresentasikan poster promosi pementasan drama yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Poster’
Pelaksanaan
Durasi: 2 jp
1. Guru menunjukkan sebuah poster promosi yang menarik kemudian mendemonstrasikan cara
(pertemuan 7)
melakukan presentasi dengan efektif.
urnal proses Peran guru: fasilitator
2. Murid melakukan presentasi ke murid kelas XI dan XII sesuai dengan arahan guru.
3. royong
ofil Pelajar Pancasila: Gotong Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 7 dan target pencapaiannya.
Melakukan presentasi promosi pementasan drama melalui poster yang telah Target
mereka buat pada pertemuan sebelumnya
pencapaian:
murid mengikuti arahan guru untuk mendapatkan audiensiPoster
presentasi
promosi pementasan drama
4. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 7 dan target pencapaian.
Tugas
1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 7 dan menulis jurnal proses.
52
Tujuan: membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang
sudah ditentukan melalui latihan peran secara maksimal dengan teknik artikulasi, ekspresi, bloking yang telah
dipelajari sebelumnya
Aksi: Persiapan
s Latihan Pementasan Drama
1. Guru mempersiapkan ruangan kelas atau area terbuka untuk tempat latihan murid.
Durasi: 8 jp
Pelaksanaan
Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator
1. Murid melakukan pemanasan vokal sebelum mulai latihan.
2. royong
ofil Pelajar Pancasila: Gotong Murid menempati tempat yang telah ditentukan guru sebagai ruang berlatih.
3. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 8-9 dan target pencapaiannya.
Berlatih peran (mulai menghapal teks, menerapkan ekspresi, menggunakan olah vokal dan artikulasi yang kelas)
Target pencapaian:
Berlatih gerakan sesuai peran (berlatih teknik bloking) per adegan
Catatan evaluasi pada jurnal
Mempersiapkan setting dan kostum proses
5. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 10-11 serta target
pencapaian.
Tugas
1. Tugas kelompok: formatif - melakukan kegiatan pertemuan 10-11 dan menulis jurnal proses. 54
Pementasan Drama
Tata letak 1 ruang pementasan
Ruang Persiapan
Panggung
penonton penonton penonton
Pementasan Drama
Tata letak 2 ruang pementasan
Ruang Persiapan
Panggung
penonton
Pementasan Drama
Contoh susunan acara pementasan
Waktu Acara PIC Perlengkapan
08.00 – 08.30 MC membuka acara MC Sound System
Kata sambutan dari Kepala Sekolah
MC menjelaskan tujuan diadakannya
pementasan drama dan tujuan donasi
08.30 – 10.00 Sesi 1 pementasan drama: MC dan PIC Sound System
kelompok A (08.30 – 09.00) masing- Setting drama
Jeda (09.00 – 09.30) masing dll
kelompok B (09.30 – 10.00) kelompok
10.30 – 12.00 Sesi 2 pementasan drama: MC dan PIC Sound System
kelompok C (10.30 – 11.00) masing- Setting drama
Jeda (11.00 – 11.30) masing dll
kelompok D (11.30 – 12.00) kelompok
12.00 – 13.00 Istirahat makan siang
Pementasan Drama
Contoh susunan acara pementasan
Waktu Acara PIC Perlengkapan
13.00 – 14.30 Sesi 3 pementasan drama: MC dan PIC Sound System
kelompok E (13.00 – 13.30) masing- Setting drama
Jeda (13.30 – 14.00) masing dll
kelompok F (14.00 – 14.30) kelompok
15.00 – 16.30 Sesi 4 pementasan drama: MC dan PIC Sound System
kelompok G (15.00 – 15.30) masing- Setting drama
Jeda (15.30 – 16.00) masing dll
kelompok H (16.00 – 16.30) kelompok
16.30 MC menutup acara MC Sound System
MC meminta salah satu perwakilan
untuk berdoa penutup
Tujuan: tanggap terhadap lingkungan sosial mengenai isu perundungan dan berkontribusi sesuai dengan
kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik melalui pementasan drama
Persiapan
aksanaan Pementasan Drama
1. Guru mempersiapkan ruangan yang akan digunakan sebagai panggung pementasan drama.
Durasi: 8 jp 2. Guru telah menunjuk satu atau dua orang sebagai MC untuk memandu jalannya pementasan drama.
n: rubrik penilaian drama Peran
3. guru: fasilitator semua perangkat telah disiapkan dengan baik.
Guru memastikan
Tugas
1. Tugas kelompok: pementasan drama.
59
Tujuan: melakukan aktivitas fisik dan menulis refleksi berdasarkan kriteria elemen profil pelajar Pancasila yang
menjadi tujuan pelaksanaan projek
14 Persiapan
1. Guru mempersiapkan lembar penilaian diri.
Pelaksanaan
1. Murid melakukan penilaian diri dengan mengevaluasi pencapaian karakteristik elemen (lihat lembar
Seberapa Jauh Aku Melangkah? penilaian diri pada halaman berikutnya).
2. Murid menjawab pertanyaan untuk refleksi dalam bentuk paragraf yang berisi 150 kata.
3 jp Bahan: Peran guru: fasilitator Apakah aku sudah merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual secara seimbang?
Apakah aku mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan?
si Profil Pelajar Pancasila: Mandiri
Apakah aku sudah membangun tim dan mengelola Kerjasama untuk mencapai tujuan bersama?
Apakah aku aktif menyimak dan menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah dalam
kelompok?
Apakah aku tanggap terhadap lingkungan sosial dan berkontribusi untuk menghasilkan keadaan
yang lebih baik baik akan isu perundungan dunia maya?
Apakah aku dapat mengendalikan dan menyesuaikan emosi dengan tepat selama mengikuti
projek ini?
Apakah aku melakukan refleksi dan menganalisis kekuranganku untuk dapat aku perbaiki?
Apakah aku sudah memberikan alternatif solusi untuk mencegah isu perundungan dunia maya?
Tugas:
1. Tugas mandiri: melakukan penilaian diri. 60
Penilaian diri
Lembar refleksi
Pertanyaan 3 2 1
Apakah aku sudah merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual secara seimbang?
Apakah aku punya rencana untuk merawat diriku secara fisik, mental, dan spiritual?
Apakah aku mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai
perbedaan?
Apakah aku sudah membangun tim dan mengelola Kerjasama untuk mencapai tujuan
bersama?
Apakah aku aktif menyimak dan menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan
masalah dalam kelompok?
Apakah aku tanggap terhadap lingkungan sosial dan berkontribusi untuk menghasilkan
keadaan yang lebih baik baik akan isu perundungan dunia maya?
Apakah aku dapat mengendalikan dan menyesuaikan emosi dengan tepat selama
mengikuti projek ini?
Apakah aku melakukan refleksi dan menganalisis kekuranganku untuk dapat aku
perbaiki?
Apakah aku sudah memberikan alternatif solusi untuk mencegah isu perundungan dunia
maya?
Elaborasikan jawabanmu dan ceritakan bagaimana keterampilan yang didapat dari projek ini dapat menunjang karirmu di masa
depan (150 kata).
Tujuan: melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah secara seimbang melalui
berdoa bersama dan menuliskan aksi sederhana sebagai tindakan lanjutan dari
projek ini
Peran guru sebaiknya lebih responsif selama kegiatan ini berlangsung untuk mengantisipasi murid yan
Refleksi: Persiapan
Lanjut (Menjadi Upstanders)
1. Guru bekerja sama dengan konselor atau guru BK dalam kegiatan ini.
2. Guru menyiapkan satu lagu untuk mengiringi doa berdoa bersama.
3 jp Bahan: Peran guru: fasilitator
Pelaksanaan
1.
Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Murid mendapatkan
dan Berakhlak kesimpulan
Mulia, Gotong pada akhir projek bahwa mereka telah belajar
royong
melatih diri menerapkan dimensi profil pelajar Pancasila bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia, mandiri, dan gotong royong.
2. Murid mendapat penguatan bahwa mereka adalah ‘upstanders’, yaitu
melakukan tindakan berempati ketika melihat perilaku perundungan untuk
mengurangi derita korban perundungan.
3. Sebagai ‘upstanders’, murid akan membuat sebuah kartu motivasi sederhana
(lihat contoh pada halaman selanjutnya) dan memberikan kepada salah satu
teman mereka
4. Murid dan guru melakukan doa bersama diiringi sebuah lagu untuk
merefleksikan diri, menyampaikan komitmen, dan mengucapkan terima
kasih kepada Tuhan bahwa telah menciptakan perbedaan untuk manusia dapat
saling menghargai.
Tugas
1. Tugas mandiri: membuat kartu motivasi sederhana 62
Tips menjadi Upstanders
Berdasarkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada 2019
Merawat Diri
Akhlak secara Fisik, Melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah secara
pribadi Mental, dan seimbang. 9,14,15
Bertakwa Spiritual
Kepada
Tuhan
Yang Maha
Esa, dan Mengutamakan
Berakhlak Akhlak persamaan Mengidentifikasi hal yang menjadi permasalahan
Mulia kepada dengan orang lain bersama, memberikan alternatif solusi untuk 1,2,3,10
manusia dan menghargai menjembatani perbedaan dengan mengutamakan
perbedaan kemanusiaan.
65
Kaitan dimensi dan aktivitas projek
Gotong Royong
66
Kaitan dimensi dan aktivitas projek
Mandiri
Dimensi Elemen Sub-elemen Target Pencapaian di Akhir Fase E (SMA) Aktivitas
Profil Profil Profil Pelajar Terkait
Pelajar Pelajar Pancasila
Pancasila Pancasila
terkait
67
Rubrik penilaian profil pelajar Pancasila
Sulit memahami diri sendiri Memahami diri dan berusaha Menerima diri dan orang lain Menerima diri, melengkapi
dan orang lain. Belum dapat menerima orang lain dengan dengan kekurangan dan kekurangan dan mengapresiasi
Bertakwa
menyadari adanya konflik kekurangan dan kelebihannya. kelebihannya lewat perkataan kelebihan orang lain lewat
kepada Tuhan
serta solusinya. Mulai memahami konflik yang dan perbuatan. perkataan dan perbuatan.
Yang Maha Esa,
ada dan berusaha mencari Memahami konflik dan Menganalisis konflik dan
dan berakhlak
solusi untuk kepentingan cenderung mencari solusi untuk berinisiatif mencari solusi untuk
mulia
bersama. kepentingan bersama. kepentingan bersama.
Kurang aktif terlibat dalam Cukup aktif dalam kerja sama, Aktif dalam kerja sama, Berinisiatif untuk memulai kerja
kerja sama, cenderung komunikatif, dan mulai responsif, komunikatif, tangga p sama, menginspirasi tim,
pendiam dan menunggu memberikan kontribusi di terhadap konflik dan responsif, komunikatif, menjadi
Gotong Royong
pekerjaan, kurang dalam kelompok. berkontribusi positif dalam teladan dalam memberikan
memberikan kontribusi kelompok dan lingkungan kontribusi positif dalam kelompok
dalam kelompok. sekolah. maupun lingkungan sekolah.
Belum dalam menguasai Cukup dapat menguasai Dapat menguasai emosi pada Mahir menguasai emosi pada
emosi pada tempat dan emosi di saat dan tempat tempat dan situasi yang tepat, tempat dan situasi yang tepat,
situasi yang tepat. yang tepat. Menerima reflektif, dan memotivasi diri sangat reflektif, memperlihatkan
Mandiri Cenderung bertindak umpan balik tetapi belum sendiri berdasarkan umpan balik kemajuan dan perkembangan
sesukanya dan tidak dapat mempraktikannya yang diberikan. konkrit dalam mengelola umpan
memerhatikan umpan balik secara konkrit. balik yang diberikan.
yang diberikan.
68
1. Cause Effect graphic organizer: pengatur grafis untuk membantu
Glosarium murid menganalisis sebab akibat akan sebuah masalah
2. K-W-L chart: tabel yang berisi 3 kolom dengan keterangan K (apa
yang saya tahu?), W (apa yang saya ingin tahu?), dan L(apa yang
saya pelajari?)
3. T-P-S (think-pair-share): sebuah aktivitas diskusi yang dilakukan
dua orang dengan keterangan T(berpikir), P(berpasangan),
S(berbagi)
4. Self-assessment: penilaian diri
5. Upstander: sebutan untuk seseorang yang membela orang-orang
yang tertindas, seperti melakukan tindakan berempati ketika
melihat perilaku perundungan untuk mengurangi derita korban
perundungan.
69
Referensi
“
Adit, A. (2020, Februari 16). Kompas. 10 Cara Hadapi "Bullying" atau Perundungan, Kamu Wajib Tahu!
Bonny Tjongjono, Hartono Gunardi, Sudung O. Pardede, Tjhin Wiguna. (2019). Perundungan-siber (Cyberbullying) serta Masalah Emosi dan
Perilaku pada Pelajar Usia 12-15 Tahun di Jakarta Pusat.
Diena Haryana, Nanik Suwaryani, Aria Ahmad Mangunwibawa, Purwanto, Anik Budi Utami, Asih Priamsari. (2019). [Link]. Retrieved
from [Link]
Dwinanda, r. (2019, Mei 15). Peneliti: Perundungan di Dunia Maya Lebih Pengaruhi Remaja. Peneliti: Perundungan di Dunia Maya Lebih
Pengaruhi Remaja.
Indonesia, T. C. (2019, April 10). CNN. Bullying Jadi Masalah Serius Kesehatan Masyarakat.