100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
130 tayangan6 halaman

SOP Penerimaan Laporan SPKT Polres

Dokumen tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Simeulue. SOP ini mengatur tentang definisi laporan polisi, dasar hukum, persiapan petugas dan sarana, serta tahapan penerimaan laporan dari masyarakat hingga pendistribusian laporan ke satuan terkait.

Diunggah oleh

mustika rionaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
130 tayangan6 halaman

SOP Penerimaan Laporan SPKT Polres

Dokumen tersebut merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penerimaan laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Simeulue. SOP ini mengatur tentang definisi laporan polisi, dasar hukum, persiapan petugas dan sarana, serta tahapan penerimaan laporan dari masyarakat hingga pendistribusian laporan ke satuan terkait.

Diunggah oleh

mustika rionaldy
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

DAERAH ACEH
RESOR SIMEULUE
Jl. [Link] No. 110 Sinabang Kode Pos 23691

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU (SPKT)
POLRES SIMEULUE

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)


PENERIMAAN LAPORAN SPKT

1. Pengertian
b. Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau
kewajibanya bedasarkan undang‐undang kepada pejabat yang berwenang tentang
telah atau sedang atau diduga akan terjadinya peristiwa pidana.
c. Laporan Polisi adalah laporan tertulis yang dibuat oleh petugas Polri tentang adanya
pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban
bedasarkan undang‐undang bahwa akan, sedang, atau telah terjadi peristiwa pidana.
d. Pengaduan adalah pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang
berkepentingan kepada pejabat yang berwenang untuk menindak menurut hukum
terhadap seseorang yang telah melakukan tindak pidana aduan yang merugikannya.

2. Dasar
a. Undang – undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1981Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 3209) berikut Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun
1983 tentang Pelaksanaan Kitab Undang‐Undang Hukum Acara Pidana (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3258).
b. Undang – Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik
Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4168).
c. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 26 tahun 2010
tanggal 1 Oktober 2010 tentang Tata cara Pembentukan Peraturan Kepolisian
d. Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2012
tanggal 25 juni 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

3. Tujuan
Untuk digunakan sebagai pedoman bagi anggota Polri yang bertugas sebagai penerima
laporan / pengaduan masyarakat.

4. Persiapan
a. Petugas
1) anggota Polri;
2) memiliki mentalitas yang baik;
3) berpenampilan simpatik;

4) menguasai perundang‐undangan dan pengetahuan lainnya;


5) memiliki kemampuan komunikasi sosial yang efektif;
6) memiliki sifat humanis;
7) memiliki keterampilan mengoperasikan komputer;
8) memiliki pemahaman tentang prosedur penerimaan laporan Polisi.
b. Sarana dan Prasarana
1) ruangan yang nyaman dan aman;
2) meja dan kursi;
3) computer dan printer;
4) alat tulis kantor (ATK);
5) alkom, telepon/faximile;
6) buku register dan formulir penerimaan laporan;
7) toolkit TPTKP;
8) sarana mobilitas untuk mendatangani TKP;
9) kotak P3K
10) tabung pemadam kebakaran;
11) penunjuk waktu (jam dinding, kalendar);
12) daftar alamat dan nomor telepon penting.

5. Prosedur Pelaksanaan Penerimaan Laporan Polisi


a. Masyarakat mendatangi kantor SPKT Polres Simeulue dapat di klasfikasikan
menjadi 4 (empat) hal anatara lain :
1) Membuat laporan polisi (LP). bilamana hasil konsultasi memenuhi unsur
pidana dan tidak dilakukan penyelesaian Alternative Dispute Resolution (ADR)
maka masyarakat dapat membuat Laporan Polisi (LP) pada petugas SPKT.
2) Meminta bantuan informasi, masyarakat dapat meminta bantuan dalam hal
apapun yang terkait dengan kepolisian dalam kegiatan pelayanan masyarakat
misalnya : syarat menjadi anggota polisi, cara membuat SIM, menanyakan
arah suatu alamat dll.
3) Konsultasi Hukum (Konseling), masyarakat dapat melapor/mengadu
permasalahan apapun yang perlu dicarikan solusi atas permasalahan tersebut.
Misalnya : meminta saran tentang KDRT, kenakalan remaja, sengketa
warisan, gangguan ketentraman dan ketertiban masyakat dll.
4) Meminta surat keterangan kepolisian dari SPKT. Seperti Surat Tanda Terima
Laporan Polisi (STTLP), surat tanda terima penemuan barang, surat
keterangan lapor diri, Surat Tanda Lapor Kelihangan (STLK) dll.

b. Penerimaan laporan/pengaduan
1) Pelapor/pengadu dapat merupakan korban langsung atau tidak langsung
datang ke petugas siaga SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres
Simeulue untuk membuat Laporan/aduan sesuai dengan perkara yang akan
dilaporkan (Tindak Pidana) dengan membawa bukti-bukti pendukung laporan
antara lain dokumen asli dan fotokopi legalisirnya (KTP, bilyet giro, cek,
sertifikat tanah, ijazah, kuitansi, akta-akta, rekening koran dll).
2) Penerimaan masyarakat dengan landasan etika pelayanan serta ketentuan
berperilaku yang telah menjadi ketentuan umum anggota Polri dalam
berperilaku. Kemudian petugas SPKT menghubungi piket reskrim Polres
Simeulue yang kemudian melakukan analisa laporan pelapor/pengadu
termasuk penelitian bukti – bukti pendukung laporan/pengaduan tersebut.
Hasil penelitian laporan/pengaduan dibuat oleh Piket Reskrim dalam bentuk
rekomendasi kepada petugas SPKT yang berisi :
 dapat atau tidaknya diterbitkan laporan polisi.
 perlu atau tidak laporan tersebut dilimpahkan kesatuan wilayah lain.
 perlu tidaknya mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara).
3) Bila berdasarkan hasil analisa laporan/pengaduan ditemukan bukti permulaan
maka tim Rekomendasi LP memberikan rekomendasi penerbitan laporan polisi
ke petugas SPKT. Selanjutnya petugas SPKT membuat laporan polisi dan
memberikan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) kepada
pelapor/pengadu.
4) Sebaliknya jika berdasarkan hasil analisa piket reskrim tidak ditemukan bukti
permulaan adanya tindak pidana, maka diberikan penjelasan kepada
pelapor/pengadu tentang alasan – alasan kenapa belum atau tidak dapat
diterimanya laporan/pengaduan tersebut.
5) Setelah menerima STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi)
pelapor/pengadu diarahkan ke petugas Reskrim untuk dilakukan pemeriksaan
awal dalam bentuk Berita Acara Permintaan Keterangan (Non Pro Justitia),
jika pada saat itu juga pelapor/pengadu menolak untuk dimintai
keterangannya, maka dibuatkan surat pernyataan belum bersedia dilakukan
pemeriksaan awal dengan menyebutkan alasannya.
6) Apabila saksi korban dalam kondisi trauma/stress, penyidik melakukan
tindakan penyelamatan dengan mengirim saksi korban ke Rumah Sakit untuk
mendapatkan penanganan medis-psikis serta memantau perkembangannya
ketika korban sudah pulih dalam kondisi sehat dan baik, maka penyidik dapat
melanjutkan kembali interview/wawancara guna pembuatan laporan polisi.
7) Laporan Polisi, dilampiri rekomendasi LP, Berita Acara Permintaan
Keterangan (Non Pro Justitia) atau surat pernyataan belum bersedia dilakukan
pemeriksaan awal kemudian dicatat dalam buku register penerimaan LP.
8) Laporan Polisi yang telah diregister kemudian diajukan kepada Ka SPKT
Polres Simeulue guna dilimpahkan kepada Satuan Reskrim Polres Simeulue.

Mekanisme Penerimaan Laporan Polisi

MASY DATANG KE SPKT Catat dalam buku reg


kunjungan
1 .INFORMASI
[Link] MELAYANI DGN 3S SERTA
SENTRA PELAYANAN PERILAKU YANG SIMPATIK
1. TATAP MUKA KEPOLISIAN DAN BERSAHABAT
1. BANTUAN INFORMASI
2. MEDIA KOMUNIKASI
2. KONSULTASI HUKUM
3. BUAT LAP/ADUAN [Link] TIM REKOMENDASI LP
MENGANALISA LAPORAN
DARI MASYARAKAT
BERKAITAN DENGAN
KETERANGAN DAN BARANG
BUKTI YANG SELANJUTNYA
DIBUATKAN REKOMENDASI

Catat dalam buku reg


KA SPKT LP
BUAT NODIS
URRENIMIN DIBUAT REKOMENDASI MENGANALISA LAPORAN
DISTRIBUSI LP SPKT LAPORAN POLISI
UNTUK MENCATAT DITERIMA DAN
DITERUSKAN KE LAPORAN YANG DIBUATKAN SURAT
SATKER MASING‐ MASUK DALAM TANDA TERIMA
MASING
BUKU REGISTER LAPORAN

TIDAK DIBUAT
REKOMENDASI
DIJELASKAN KEPADA
PELAPOR BAHWA
LAPORANNYA BELUM
CUKUP BUKTI ATAUPUN
BUKAN TINDAK PIDANA

6. Hal Hal Yang Harus Diperhatikan


a. setiap laporan/pengaduan yang diduga sebagai tindak pidana wajib diterima oleh
petugas piket SPKT.
b. dalam penerimaan laporan/ pengaduan harus dilakukan secara humanis, simpatik,
komunikatif, responsip, tidak diskriminatif dantidak arogan.
1) laporan yang dibuat harus objektif, transparan dan akuntabel.
2) tidak boleh melakukan kekerasan baik fisik maupun psikis.
3) tidak boleh memungut biaya dengan alasan apapun.

5. PENUTUP
Demikian SOP (Standart Operating Procedure) ini dibuat untuk menjadi pedoman bagi
personil SPKT Polres Simeulue dalam penerimaan laporan.

Simeulue, 09 Juli 2021

KA SPKT
Ttd.

ENDRO DWI S
AIPTU NRP 66040167

Anda mungkin juga menyukai