Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
LINEAR SEQUENTIAL
Ajeng Dwi Lestari
193010005
Fakultas Komputer
ajenglestari1475@[Link]
Abstract
Linear Sequential Model / Waterfall model adalah suatu proses pengembangan
software yang dimana proses yang dilakukan masih sederhana,proses yang dibuat pun
memiliki aturan dalam setiap tahap yang akan dilakukan telah ditentukan darimana
proses awal yang akan dilakukan dan proses [Link] ini memiliki bentuk
seperti air terjun yang biasa kita lihat dimana bentuk itu sama dengan tahapan proses
yang akan dilakukan pada linear sequential model/waterfall [Link] model ini
kesalahan yang muncul belum tentu bisa ditemukan penyebabnya dengan cepat hal ini
disebabkan karena pencarian penyebab dilakukan secara bertahap dimana setiap
tahap dilakukan evaluasi dengan teliti dan satu persatu tahap dilakukan evaluasi hingga
diketahui penyebabnya.
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
TUJUAN DIBUATNYA LINEAR Analysis:
SEQUENTIAL MODEL / WATERFALL
Melakukan pengamatan dan
MODEL
konsultasi dengan pelanggan tentang
software yang sudah dipakai selama ini
dan keinginan yang diinginkan
Untuk bisa memgembangkan suatu
pelanggan dalam proses
software secara bertahap. Dimana
pengembangan software ini
proses yang dilakukan secara
berurutan sesuai dengan mekanisme
yang ada sehingga penyelesaian
Requirements specification :
pengembangan software dapat
menfokuskan setiap tahap dengan baik Melakukan konsultasi langsung dengan
agar tidak muncul kesalahan karena pelanggan apa yang diinginkan secara
terbaginya perkerjaan mereka. spesifik dalam software ini.
Model ini dibuat agar dapat Design :
menjadi alat dalam mengembangkan
Dalam tahap ini, menggambarkan dan
suatu software dimana model ini
mepersiapkan software yang akan
memakai tahap yang sistematis.
dikembangkan bentuk,model,fitur-fitur
Pengembangan software dalam model
yang akan dibuat.
ini prosesnya telah ditentukan
pengerjaannya sehingga dalam
pengerjaannya setiap tahap terarah
Implementation :
dan terpusat dengan baik sehingga
dapat mengurangi timbulnya Melakukan pembuatan dan
kesalahan walaupun dalam proses ini pengerjaan terhadap software
memakan waktu yang cukup lama berdasarkan yang telah didesign
dalam pengerjaannya. sebelumnya
MEKANISME DARI MODEL INI Testing and Integration :
Melakukan percobaan terhadap
software yang telah di
PENJELASAN :
implementationkan dan melakukan
2
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
perbaikan bila muncul kesalahan Masalah yang timbul dalam
dalam pemakaian pengembangan software ini belum
tentu dapat diketahui penyebabnya
secara langsung atau sudah diketahui
Operation and Maintenance : di bagian mana ada kesalahan tetapi
kita hari memeriksa setiap bagian
Penyerahan software yang telah
sebelumnya satu per satu sehingga
dikembangkan dan melakukan
dapat mengetahui masalah yang
pemeliharaan dalam pemakaian
menyebabkan software ini ada
langsung oleh pelanggan sehingga
kekurangan saat dijalankan.
dapat mengatasi kesalahan yang
muncul.
Dalam pengembangan software
yang menggunakan model ini
KELEBIHAN
memakan biaya dimana biaya yang
dikeluarkan bukan hanya dalam hal
materi tetapi mungkin juga tenaga dan
Pengerjaannya dilakukan secara
[Link] dalam pengembangan
sistematis dimana proses yang dilalui
software dalam model ini
melalui tahap yang ditentukan
,pengerjaannya memakan waktu yang
sehingga telah ada tahap pertama
cukup lama karena proses yang
hingga tahap terakhir yang harus
dikerjakan fokus pada setiap tahap
diproses untuk mengembangkan
satu persatu.
software ini.
Model ini adalah model tertua
dimana model ini telah menjadi 1. Metode Waterfall
panutan dalam proses yang dilalui
dengan tahap-tahap yang dianggap
baik sehingga muncul model-model Model pengembangan software yang
pengembangan software lainnya diperkenalkan oleh Winston Royce
seperti model spiral,model pada tahun 70-an ini merupakan
prototype,dan lain-lainnya. modelklasik yang sederhana dengan
aliran sistem yang linier —keluaran
dari tahap sebelumnya merupakan
KELEMEHAN masukan untuk tahap berikutnya.
Pengembangan dengan model ini
adalah hasil adaptasi dari
2
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
pengembangan perangkat keras, dengan memperhatikan hubungannya
karena pada waktu itu belum terdapat dengan Hardware, User, dan Database.
metodologi pengembangan perangkat
lunak yang lain. Proses pengembangan
yang sangat terstruktur ini membuat Analisis kebutuhan perangkat lunak
potensi kerugian akibat kesalahan
pada proses sebelumnyasangat besar
dan acap kali mahal karena Pada proses ini, dilakukan
membengkaknya biaya pengembangan penganalisaan dan pengumpulan
ulang. kebutuhan sistem yang meliputi
Domain informasi, fungsi yang
dibutuhkan unjuk kerja/performansi
Model ini mengusulkan sebuah dan antarmuka. Hasil penganalisaan
pendekatan perkembangan perangkat dan pengumpulan tersebut
lunak yang sistematik dan sekunsial didokumentasikan dan diperlihatkan
yang dimulai pada tingkat dan kembali kepada pelanggan.
kemajuan sistem pada seluruh
tahapan analisis, desain , kode,
pengujian, dan pemeliharaan. Desain
 Pada proses Desain, dilakukan
penerjemahan syarat kebutuhan
sebuah perancangan perangkat lunak
Berikut Merupakan Tahapan – tahapan yang dapat diperkirakan sebelum
Pengembangan Waterfall dibuatnya proses pengkodean
Development Model : (coding). Proses ini berfokus
pada struktur data, arsitektur
perangkat lunak, representasi
Rekayasa dan pemodelan interface, dan detail algoritma
sistem/informasi prosedural.
Langkah pertama dimulai dengan Pengkodean
membangun keseluruhan elemen
sistem dan memilah bagian-bagian
mana yang akan dijadikan bahan Pengkodean merupakan proses
pengembangan perangkat lunak, menterjemahkan perancangan desain
ke bentuk yang dapat dimengerti oleh
3
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
mesin, dengan menggunakan bahasa baru, atau sebagai tuntutan atas
pemrograman. perkembangan sistem komputer,
misalnya penambahan driver,
[Link] Maintenance : Bila
Pengujian perangkat lunak sukses dipergunakan
oleh pemakai. Pemeliharaan ditujukan
untuk menambah kemampuannya
Setelah Proses Pengkodean selesai, seperti memberikan fungsi-fungsi
dilanjutkan dengan proses pengujian tambahan, peningkatan kinerja dan
pada program perangkat lunak, baik sebagainya.
Pengujian logika internal, maupun
Pengujian eksternal fungsional untuk
memeriksa segala kemungkinan 
terjadinya kesalahan dan memeriksa
apakah hasil dari pengembangan
tersebut sesuai dengan hasil yang Contoh Penerapan dari
diinginkan. Pengembangan Waterfall
Development Model.
Pemeliharaan
Contoh dari penerapan model
pengembangan ini adalah pembuatan
Proses Pemeliharaan erupakan bagian program pendaftaran online ke suatu
paling akhir dari siklus pengembangan Instansi Pendidikan. Program ini akan
dan dilakukan setelah perangkat lunak sangat membantu dalam proses
dipergunakan. Kegiatan yang dilakukan pendaftaran, karena dapat meng-
pada proses pemeliharaan antara lain : efektifkan waktu serta pendaftar tidak
perlu repot-repot langsung
mendatangi Instansi Pendidikan.
Corrective Maintenance : Teknisnya adalah sebagai berikut :
yaitu mengoreksi apabila terdapat
kesalahan pada perangkat lunak, yang
Sistem program untuk pendaftaran
baru terdeteksi pada saat perangkat
dibuat menggunakan bahasa
lunak [Link]
pemrograman PHP, dengan Sistem
Maintenance : yaitu dilakukannya
Database yang dibuat menggunakan
penyesuaian/perubahan sesuai dengan
MySQL, dan diterapkan (diaplikasikan)
lingkungan yang baru, misalnya
pada PC (personal computer) dengan
hardware, periperal, sistem operasi
sistem operasi berbasis Microsoft
4
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
Windows, Linux, dan sabar untuk menanti produk selesai,
[Link] program selesai karena dikerjakan tahap per tahap,
dibuat dan kemudian dipergunakan dan proses pengerjaanya akan
oleh user, programmer akan berlanjut ke setiap tahapan bila tahap
memelihara serta menambah atau sebelumnya sudah benar-benar
menyesuaikan program dengan [Link] ditengah-tengah
kebutuhan serta kondisi pengerjaan produk akan membuat
[Link] Model Sekuensial bingung tim pengembang yang sedang
Linear / Waterfall Development Model membuat [Link] waktu
:Tahapan proses pengembangannya kosong (menganggur) bagi
tetap (pasti), mudah diaplikasikan, dan pengembang, karena harus menunggu
prosesnya [Link] digunakan anggota tim proyek lainnya
untuk produk software/program yang menuntaskan pekerjaannya.
sudah jelas kebutuhannya di awal,
sehingga minim
[Link] yang [Link] Spiral
dikembangkan dengan metode ini
biasanya menghasilkan kualitas yang
[Link] pengembangan sistem Spiral Model adalah suatu model
sangat terorganisir, karena setiap fase tentang tahapan pembuatan suatu
harus terselesaikan dengan lengkap perangkat lunak, spiral model ini
sebelum melangkah ke fase adalah salah satu dari model
[Link] Model revolusioner, model spiral merangkai
Sekuensial Linear / Waterfall sifat interatif yaitu sifat yang ditandai
Development Model :Proyek yang yang memungkinkan untuk
sebenarnya jarang mengikuti alur mengembangkan versi dari suatu
sekuensial seperti diusulkan, sehingga perangkat lunak secara bertahap untuk
perubahan yang terjadi dapat menghasilkan perangkat lunak yang
menyebabkan hasil yang sudah lebih lengkap atau lebih sempurna dan
didapatkan tim pengembang harus terkontrol.
diubah kembali/iterasi sering
Perangkat lunak dikembangkan dalam
menyebabkan masalah
deretan pertambahan. Selama awal
[Link] pembagian proyek
iterasi, rilis ikremantal bisa berupa
menjadi tahap-tahap yang tidak
model/prototype kertas, kemudian
fleksibel, karena komitmen harus
sedikit demi sedikit dihasilkan versi
dilakukan pada tahap awal [Link]
sistem yang lebih lengkap.
untuk mengalami perubahan
kebutuhan yang diinginkan oleh
customer/[Link] harus
5
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
TAHAPAN-TAHAPAN MODEL SPIRAL Aktivitas yang dibutuhkan untuk
membangun 1 atau lebih representasi
dari aplikasi secara teknikal.
Model spiral dibagi menjadi enam
wilayah tugas yaitu :
Construction & Release
Customer communication
Aktivitas yang dibutuhkan untuk
develop software, testing, instalasi dan
Aktivitas yang dibutuhkan untuk penyediaan user / costumer support
membangun komunikasi yang efektif seperti training penggunaan software
antara developer dengan user / serta dokumentasi seperti buku
customer terutama mengenai manual penggunaan software.
kebutuhan dari customer.
Customer Evaluation
Planning
Aktivitas yang dibutuhkan untuk
Aktivitas perencanaan ini dibutuhkan mendapatkan feedback dari user /
untuk menentukan sumberdaya, customer berdasarkan evaluasi
perkiraan waktu pengerjaan, dan mereka selama representasi software
informasi lainnya yang dibutuhkan pada tahap construction and release
untuk pengembangan software.
KARAKTERISTIK
Analysis Risk
Model Spiral ini dapat digunakan
Aktivitas analisis resiko ini dijalankan sepanjang kehidupan artinya pada
untuk menganalisis baik resiko secara model ini tidak akan berakhir jika terus
teknikal. dikembangkan dimana awal bisa
menjadi pengembangan lagi pada
suatu perangkat lunak dan pada model
Engineering ini bisa terjadi pemberhentian dimana
jika kita tidak menggunakan perangkat
lunak tersebut lagi atau tidak ingin
mengembangkannya lagi maka bisa
6
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
saja terjadi pemberhentian seperti ini menjadi masalah yang serius jika
tapi jika perangkat lunak tersebut kita resiko mayor tidak ditemukan dan
ingin kembangkan lagi maka prosesnya [Link] waktu lama untuk
bisa dimulai lagi. Model spiral ini menerapkan paradigma ini menuju
biasanya digunakan atau dipakai oleh kepastian yang absolute.
perusahaan – perusahaan besar yang
membutuhkan perangkat lunak yang
terus di kembangkan.
KEUNTUNGAN DAN KEKURANGAN PENERAPAN
Adapun beberapa Kelebihan dan Model spiral biasanya
Kelemahan Model Spiral yang ada: diterapkan/digunakan pada
perusahaan-perusahaan berskala
besar. Contoh penerapan umum
Kelebihan model Spiral :Dapat metode pengembangan perangkat
disesuaikan agar perangkat lunak bisa lunak dengan menggunakan metode
dipakai selama hidup perangkat lunak spiral adalah sebagai berikut :
[Link] cocok untuk
pengembangan sistem dan perangkat
lunak skala [Link] dan Concept Development Project (Proyek
pemakai dapat lebih mudah Pengembangan Konsep)New Product
memahami dan bereaksi terhadap Development Project (Proyek
resiko setiap tingkat evolusi karena Pengembangan Produk Baru)Product
perangkat lunak terus bekerja selama Enhancement Project (Proyek
[Link] model Spiral:Sulit Peningkatan Produk)Product
untuk menyakinkan pelanggan bahwa Maintenance Project (Proyek
pendekatan evolusioner ini bisa Pemeliharaan Produk).
[Link] penaksiran
resiko yang masuk akal dan akan
B. REFERENCE
A. ID SECURITY
QWTD44112377-ASP-524414475
7
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
PARADOX DBASE.”
[11] A. S. Putra,
[1] O. M. Febriani and A. S. Putra, “IMPLEMENTATION OF
“Sistem Informasi Monitoring TRADE SECRET CASE
Inventori Barang Pada Balai STUDY SAMSUNG MOBILE
Riset Standardisasi Industri PHONE.”
Bandar Lampung,” J. Inform., [12] A. S. Putra,
vol. 13, no. 1, pp. 90–98, 2014. “IMPLEMENTATION
[2] A. S. Putra, “Paperplain: PATENT FOR APPLICATION
Execution Fundamental Create WEB BASED CASE STUDI
Application With Borland WWW. PUBLIKLAMPUNG.
Delphi 7.0 University Of Mitra COM.”
Indonesia,” 2018. [13] A. S. Putra,
[3] A. S. Putra, “2018 Artikel “IMPLEMENTATION
Struktur Data, Audit Dan SYSTEM FIRST TO INVENT
Jaringan Komputer,” 2018. IN DIGITALLY INDUSTRY.”
[4] A. S. Putra, “ALIAS [14] A. S. Putra, “MANUAL
MANAGER USED IN REPORT & INTEGRATED
DATABASE DESKTOP DEVELOPMENT
STUDI CASE DB DEMOS.” ENVIRONMENT BORLAND
[5] A. S. Putra, DELPHI 7.0.”
“COMPREHENSIVE SET OF [15] A. S. Putra, “PATENT AS
PROFESSIONAL FOR RELEVAN SUPPORT
DISTRIBUTE COMPUTING.” RESEARCH.”
[6] A. S. Putra, “DATA [16] A. S. Putra, “PATENT FOR
ORIENTED RECOGNITION RESEARCH STUDY CASE OF
IN BORLAND DELPHI 7.0.” APPLE. Inc.”
[7] A. S. Putra, “EMBARCADERO [17] A. S. Putra, “PATENT
DELPHI XE 2 IN GPU- PROTECTION FOR
POWERED FIREMONKEY APPLICATION INVENT.”
APPLICATION.” [18] A. S. Putra, “QUICK REPORT
[8] A. S. Putra, “HAK ATAS IN PROPERTY
KEKAYAAN INTELEKTUAL PROGRAMMING.”
DALAM DUNIA [19] A. S. Putra, “REVIEW
TEKNOLOGY BERBASIS CIRCUIT LAYOUT
REVOLUSI INDUSTRI 4.0.” COMPONENT
[9] A. S. Putra, “IMPLEMENTASI REQUIREMENT ON ASUS
PERATURAN NOTEBOOK.”
PERUNDANGAN UU. NO 31 [20] A. S. Putra, “REVIEW
TAHUN 2000 TENTANG TRADEMARK PATENT FOR
DESAIN INDUSTRI INDUSTRIAL TECHNOLOGY
BERBASIS INFORMATION BASED 4.0.”
TECHNOLOGY.” [21] A. S. Putra, “TOOLBAR
[10] A. S. Putra, COMPONENT PALLETTE IN
“IMPLEMENTATION OF OBJECT ORIENTED
ii
Fakultas Komputer Ajeng Dwi Lestari
Universitas Mitra Indonesia
PROGRAMMING.” Informasi SDM Berprestasi pada
[22] A. S. Putra, “WORKING SD Global Surya,” in Prosiding
DIRECTORY SET FOR Seminar Nasional Darmajaya,
PARADOX 7.” 2018, vol. 1, no. 1, pp. 289–294.
[23] A. S. Putra, “ZQUERY
CONNECTION
IMPLEMENTED
PROGRAMMING STUDI
CASE PT. BANK BCA Tbk.”
[24] A. S. Putra, D. R. Aryanti, and I.
Hartati, “Metode SAW (Simple
Additive Weighting) sebagai
Sistem Pendukung Keputusan
Guru Berprestasi (Studi Kasus:
SMK Global Surya),” in
Prosiding Seminar Nasional
Darmajaya, 2018, vol. 1, no. 1,
pp. 85–97.
[25] A. S. Putra and O. M. Febriani,
“Knowledge Management
Online Application in PDAM
Lampung Province,” in
Prosiding International
conference on Information
Technology and Business
(ICITB), 2018, pp. 181–187.
[26] A. S. Putra, O. M. Febriani, and
B. Bachry, “Implementasi
Genetic Fuzzy System Untuk
Mengidentifikasi Hasil Curian
Kendaraan Bermotor Di Polda
Lampung,” SIMADA (Jurnal
Sist. Inf. dan Manaj. Basis
Data), vol. 1, no. 1, pp. 21–30,
2018.
[27] A. S. Putra, H. Sukri, and K.
Zuhri, “Sistem Monitoring
Realtime Jaringan Irigasi Desa
(JIDES) Dengan Konsep
Jaringan Sensor Nirkabel,”
IJEIS (Indonesian J. Electron.
Instrum. Syst., vol. 8, no. 2, pp.
221–232.
[28] D. P. Sari, O. M. Febriani, and A.
S. Putra, “Perancangan Sistem
iii