IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
PENAGIHAN PIUTANG PELANGGAN BERBASIS
WEB PADA PT SARANGAN VISION MAGETAN
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagian syarat-syarat
guna memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Strata Satu (S-1)
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Nama : Siti Riyadhotul Ni’mah Warohmah
NIM : 14440799
Program Studi : Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah mengalami pertumbuhan yang
sangat pesat seiring dengan era globalisasi yang menuntut kecepatan arus
informasi. Tuntutan akan kecepatan informasi tersebut menyebabkan teknologi
informasi menjadi kebutuhan utama dalam masyarakat setelah kebutuhan primer
sehingga teknologi informasi dan komunikasi yang pada awalnya sangat terbatas
dalam menunjang kebutuhan sehari-hari, saat ini telah menjadi bagian yang tak
terpisahkan atau telah menjadi kebutuhan hidup.
Perkembangan teknologi informasi tersebut mampu mengubah paradigma
masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi. Sekarang untuk
mendapatkan informasi masyarakat tidak lagi terbatas pada informasi yang ada
pada surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber
informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan internet.
Interconnected Network atau lebih akrab disebut internet merupakan salah satu
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menawarkan sisi
kecanggihan, dan kemudahan serta kepraktisan. Munculnya internet dengan
segala kecanggihannya membawa banyak perubahan dalam gaya dan kebiasaan
manusia sebagai pengguna alat canggih tersebut. Pengguna internet dengan sangat
mudah mendapatkan dan memahami informasi yang diberikan bahkan menjadi
pelaku aktif dalam mengolah informasi. Teknologi internet memberikan
kemudahan kepada para pengguna untuk mengakses informasi yang dibutuhkan.
1
2
Beragam manfaat dapat diperoleh dari penggunaan internet, diantaranya adalah
cepatnya proses pencarian infomasi dan memudahkan penggunanya untuk
melakukan komunikasi dengan pengguna intenet lain yang dapat dilakukan
dimanapun dan kapanpun. Berbagai kemudahan dan manfaat yang ditawarkan
dari adanya internet tersebut membuat penggunanya terus meningkat sampai saat
ini. Saat ini, penggunaan internet yang telah menjadi kebutuhan pokok hampir
seluruh manusia, dimana seorang pengguna internet hanya perlu fasilitas satu set
komputer atau smartphone yang terhubung ke server penyedia koneksi internet.
Salah satu perusahaan swasta sebagai penyedia layanan koneksi internet di
sekitar Kabupaten Magetan, khususnya di kawasan sekitar kota adalah
PT Sarangan Vision yang dahulu bernama PT Sarangan Sukses Perkasa Magetan.
Perusahaan ini menyediakan layanan yang berhubungan dengan internet.
PT Sarangan Vision adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Internet
Service Provider dalam skala kecil yang mulai beroperasi sejak tahun 2017, yang
pada intinya menangani jasa koneksi internet dengan area terbatas misalnya satu
komplek perumahan, satu kelurahan atau satu wilayah yang terbatas dan ini
biasanya terkenal dengan nama RT/RW Net.
Pada awalnya, PT Sarangan Vision yang berlokasi di Perumahan Taman
Asri, Blok F7, No. 7, Kecamatan Milangasri, Kabupaten Magetan ini bergerak di
bidang jasa layanan TV kabel. Pada tahun 2018, perusahaan memutuskan untuk
mengembangkan usaha dengan menyediakan layanan jasa koneksi internet dengan
nama Sarangan Vision. Selain menyediakan jasa layanan TV kabel, perusahaan
juga melayani jasa koneksi internet, yaitu memanfaatkan jalinan kerja sama
3
dengan PT Lintas Data Prima (LPD) dan Iconnet (Icon+), sebagai salah satu anak
perusahaan PT PLN Indonesia. PT Sarangan Vision menyediakan layanan paket
internet untuk user di berbagai kalangan. Paket internet yang tersedia anatara lain
paket perbulan untuk kecepatan akses 2 Mb, 3 Mb, 5Mb, 10 Mb, hingga 20 Mb.
Berkaitan dengan berbagai paket layanan TV kabel maupun internet yang
disediakan PT Sarangan Vision, maka setiap bulan para pelanggan harus
membayar setiap jasa layanan TV kabel atau internet yang digunakannya.
Misalnya, untuk biaya layanan TV kabel dikenai biaya sebesar Rp 40.000,00 per
bulan, sedangkan untuk layanan internet tergantung paket yang dipilih pelanggan.
Misalnya, untuk paket internet dengan kecepatan akses 3 Mb harus membayar
jasa layanan Rp 120.000,00 per bulan, paket internet dengan kecepatan akses 5
Mb sebesar Rp 185.000,00 per bulan, dan seterusnya sesuai dengan harga masing-
masing paket yang ditetapkan perusahaan. Pembayaran atas biaya layanan
dilakukan setelah 1 (satu) bulan mulain pemasangan. Selama ini, pembayaran
masih dilakukan secara manual, sehingga setiap bulan petugas penagihan dari
PT Sarangan Vision mendatangi alamat masing-masing pelanggan untuk
melakukan penagihan pembayaran jasa layanan berdasarkan data yang
disampaikan karyawan bagian administrasi.
Selama ini, penagihan atas biasa jasa layanan TV kabel dan internet pada
PT Sarangan Vision dilakukan secara manual. Iuran TV kabel dan internet ini
dilakukan secara tertulis atau pencatatan di buku ke setiap rumah pelanggan
sehingga akan mempersulit proses penagihan iuran TV kabel tersebut, jika catatan
iuran tersebut hilang. Selain itu, kesulitan dalam pencarian pelanggan yang belum
4
membayar akan membutuhkan banyak waktu dalam pengecekannya. Penagihan
secara manual juga banyak menghadapi kendala. Misalnya, jika pelanggan tidak
ada di rumah maka petugas penagihan keesokan harinya harus kembali lagi.
Kendala lain berupa adanya pelanggan yang belum sanggup membayar pada hari
yang ditentukan karena alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Jika ada
tunggakan, perusahaan hanya dapat melakukan teguran secara lisan dan tertulis
atau saat ada pemutusan sambungan TV kabel atau internet, pelanggan komplain
dan baru bersedia membayar agar perusahaan menyambung kembali saluran TV
kabel atau internet di rumahnya.
Sebenarnya, berbagai kendala yang dihadapi PT Sarangan Vision dalam
melakukan penagihan terhadap biasa jasa layanan TV Kabel dan internet tidak
akan terjadi jika ada kejelasan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan
piutang pelanggan dan kesediaan petugas dalam menerapkan SOP penagihan
piutang pelanggan sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. Piutang pelanggan
yang dimaksud adalah biaya jasa layanan TV Kabel dan internet yang harus
dibayar pelanggan setiap bulan.
Piutang pelanggan bagi PT Sarangan Vision merupakan piutang usaha,
yaitu aset perusahaan yang akan diterima dalam jangka waktu tertentu. Istilah
piutang menurut Hery (2020) mengacu pada sejumlah tagihan yang akan diterima
oleh perusahaan (umumnya dalam bentuk kas) dari pihak lain, baik sebagai akibat
penyerahan barang dan jasa secara kredit, memberikan pinajaman, maupun
sebagai akibat kelebihan pembayaran kas kepada pihak lain. Piutang pelanggan
bagi PT Sarangan Vision merupakan piutang usaha, yaitu jumlah yang akan
5
ditagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit.
Piutang usaha pada PT Sarangan Vision dapat ditagih dalam jangka waktu relatif
pendek, yaitu dalam waktu 30 hingga 60 hari.
Standar Operasional Prosedur (SOP) menurut Soemohadiwidjojo (2019)
merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional
organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar. Sedangkan piutang merupakan
aktiva yang penting bagi perusahaan karena dapat meningkatkan profitabilitas
atau keuntungan (Mulyadi, 2016). Keberadaan piutang akan menimbulkan
penagihan piutang. Penagihan piutang yang dilakukan terhadap pelanggan
tentunya tidak semudah yang dibayangkan, di dalamnya terdapat prosedur-
prosedur yang harus dilakukan dan ketentuan-ketentuan yang sudah ditentukan
sebelumnya, apabila prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar dan tidak
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, maka akan
menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul bagi perusahaan
akibat adanya piutang yang tak tertagih yaitu akan mengurangi pendapatan
perusahaan, dan jika pendapatan berkurang maka akan mempengaruhi perputaran
kas perusahaan sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.
Berdasarkan evaluasi atas berbagai kendala yang harus dihadapi
perusahaan dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan
secara manual, maka PT Sarangan Vision dapat menerapkan SOP penagihan
pelanggan berbasis web. Penggunaan SOP penagihan pelanggan berbasis web
tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengecekan waktu pembayaran
biasa jasa layanan TV kabel dan internet serta penyampaian informasi tentang
6
jumlah biaya dan waktu pembayaran kepada pelanggan PT Sarangan Vision
secara online.
Berkaitan dengan kegiatan penagihan piutang, suatu perusahaan dapat
menerapkan SOP penagihan piutang untuk mendukung lancarnya kegiatan SOP
penagihan piutang pada perusahaan. Hasil penelitian terdahulu oleh Savitri (2019)
yang menganalisis tentang prosedur penagihan piutang pada PT Telekomunikasi
Indonesia, Tbk. Witel Surakarta menemukan bahwa prosedur penagihan piutang
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sudah cukup baik, namun dalam
pelaksanaannya masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Antara lain adalah
prosedur pengiriman reminding letter yang melewati batas waktu pengiriman,
terdapat beberapa kasus pelanggan yang telah jatuh tempo namun prosedur isolir
layanan tidak dilakukan, dan juga prosedur pencabutan layanan pelanggan yang
telah jatuh tempo belum dilakukan dengan baik. Penelitian terdahulu yang
dilakukan Prameswari (2020) menganalisis tentang prosedur penagihan piutang
yang dilakukan dan pelaksanaan SOP dalam penagihan piutang oleh Account
Receivable Hotel Harris Gubeng Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan
mekanisme dalam mengelola piutang adalah pencatatan piutang, penyampaian
piutang, penagihan piutang, dan penerimaan piutang. Saat melakukan penagihan,
pihak Account Receivable melaksanakan beberapa SOP, seperti melakukan
penagihan sesuai dengan jangka waktu yang diberikan kepada pelanggan,
melengkapi dokumen-dokumen terkait penagihan piutang, serta melakukan
penagihan piutang.
7
Makalah ini akan membahas lebih detail tentang permasalahan yang
terjadi pada bagian penagihan piutang pelanggan pada PT Sarangan Vision yang
berdampak pada kinerja perusahaan. Pembahasan juga terkait dengan penetapan
SOP penagihan piutang pelanggan berbasis web yang diambil sebagai langkah
untuk mengatasi ketidaklancaran pembayaran piutang pelanggan serta
penerapannya pada PT Sarangan Vision Magetan.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah
yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis
penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision
Magetan?
2. Bagaimanakah penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis web
dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan
Vision Magetan?
1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.3.1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan pokok permasalahan yang sudah dipaparkan di atas, tujuan
dari penelitian ini adalah:
1. Mengetahui bagaimana penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis
penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision
Magetan.
8
2. Mengetahui bagaimana penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada
PT Sarangan Vision Magetan.
1.3.2. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut:
1. Bagi Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi jurusan
Akuntansi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum mahasiswa,
dosen dan segenap lingkungan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
2. Bagi objek yang diteliti
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman maupun bahan
pertimbangan bagi perusahaan terkait untuk melakukan evaluasi kebijakan
maupun kinerjanya.
3. Bagi pembaca
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui penerapan
Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis web dalam penagihan piutang
pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan.
4. Bagi penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan dan
pengalaman bagi penulis terutama dalam melakukan penelitian.
BAB II
TINJAUAN TEORI
2.1. Standar Operasional Prosedur (SOP)
1. Pengertian Standar Operasional Prosedur (SOP)
Bagi sebagian orang, SOP adalah singkatan dari Standard Operating
Procedure. Walaupun pada dasarnya sama pengertiannya, sebagian orang lagi ada
yang menggunakan istilah Standard Operational Procedure. Bahkan, sebagian
lagi ada yang sudah “meng-Indonesiakan” menjadi Standar Operasional Prosedur,
walaupun tidak sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada
dasarnya SOP (Standard Operating Procedure) merupakan suatu perangkat lunak
yang mengatur suatu tahapan proses kerja atau suatu prosedur (Budiharjo, 2014).
Menurut Sailendra (2015), Standar Operasional Prosedur merupakan
sebuah panduan yang bertujuan memastikan pekerjaan dan kegiatan operasional
organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar. Rangkaian proses ini
menjelaskan secara detail tahapan kegiatan sebagai acuan dalam pelaksanaan
operasional perusahaan sehingga dapat berjalan sesuai standar.
Menurut Nur'aini (2020), SOP merupakan salah satu acuan pokok
mengenai langkah atau tahapan yang berhubungan dengan aktivitas aplikatif yang
merupakan aktivitas kerja dalam sebuah perusahaan. SOP dapat berupa gambar
maupun rangkaian tulisan atau deskripsi yang menjelaskan tahapan atau langkah
seorang karyawan dalam menjalankan tugasnya.
Berdasarkan beberapa pengertian menurut para ahli tersebut di atas, dapat
disimpulkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sebuah pedoman
9
10
yang berhubungan dengan aktivitas aplikatif dalam sebuah perusahaan yang harus
ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh komponen dalam suatu perusahaan dengan
tujuan kegiatan yang dijalankan tidak tumpang tindih serta segala tujuan yang
diharpakan dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan berjalan secara
sistematis dan konsisten.
2. Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP)
Tujuan standar operasional prosedur untuk membuat aturan dan
pengawasan terhadap kinerja disetiap bidang pekerja harus sesuai tata tertib yang
berlaku dan terstruktur dengan benar sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.
Tujuan Standar Operasional Prosedur menurut Kismawadi, dkk. (2020) adalah
sebagai berikut:
a. Menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau kondisi tertentu dan
kemana petugas dan lingkungan dalam melaksanakan sesuatu tugas atau
pekerjaan tertentu;
b. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan tertentu bagi sesama pekerja, dan
supervisor;
c. Menghindari kegagalan atau kesalahan dengan demikian menghindari dan
mengurangi konflik, keraguan, duplikasi serta pemborosan dalam proses
pelaksanaan kegiatan;
d. Parameter untuk menilai mutu pelayanan;
e. Untuk lebih menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya secara efisien dan
efektif;
11
f. Untuk menjelaskan alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas
yang terkait;
g. Sebagai dokumen yang akan menjelaskan dan menilai pelaksanaan proses kerja
bila terjadi suatu kesalahan atau dugaan praktik dan kesalahan administratif
lainnya, sehingga sifatnya melindungi rumah sakit dan petugas.
Tujuan suatu prosedur tertulis seperti halnya SOP. Menurut Santosa (2014)
sebagai berikut:
a. Menyediakan sebuah record aktivitas, dan pengoperasian yang dilakukan
secara praktis;
b. Menyediakan sebuah informasi yang tentunya konsisten untuk itu karenanya
juga akan membentuk karakter disiplin kepada semua rekan anggota sebuah
organisasi baik itu dalam institusi, organisasi, maupun perusahaan;
c. Memudahkan menganalisis dan membuang hal-hal atau pekerjaan yang tidak
ada kaitannya secara langsung dengan prosedur yang telah ada;
d. Memperlancar jalannya suatu sistem kerja sesuai aturan yang benar dan
mampu mencapai tujuan secara efisien dan sistematis.
3. Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP)
Manfaat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) menurut Fatimah
(2015) adalah:
a. Meminimalisir kesalahan dalam melakukan pekerjaan;
b. Mempermudah serta menghemat waktu dan tenaga dalam program training
karyawan;
c. Sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pelaksanaan suatu pekerjaan;
12
d. Menjadi acuan dalam melakukan penelitian terhadap proses layanan;
e. Memudahkan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai
konsumen;
f. Pegawai menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi
manajemen;
g. Mengurangi beban kerja serta dapat meningkatkan comparability, credibility
dan defensibility;
h. Menjadi alat komunikasi antara pelaksana dan pengawas, serta membuat
pekerjaan diselesaikan secara konsisten;
i. Membantu dalam melakukan evaluasi dan penilaian terhadap setiap proses
operasional perusahaan;
j. Membantu mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu
perubahan kebijakan;
k. Mempertahankan kualitas perusahaan melalui konsistensi kerja karena
perusahaan telah memiliki sistem kerja yang sudah jelasdan terstruktur secara
sistematis;
l. Menjadi dokumen aktivitas proses bisnis perusahaan.
4. Jenis-jenis Standar Operasional Prosedur (SOP)
SOP berdasarkan jenis-jenis pada sifat kegiatan dibagi menjadi dua, yaitu
SOP Teknis dan Administrasi (Rifka, 2017):
13
a. SOP Teknis
SOP teknis merupakan prosedur yang dilakukan oleh satu orang atau pelaksana
dan memiliki standar yang sangat rinci dan teliti sehingga tidak ada
kemungkinan variasi yang lain. Pada umumnya SOP Teknis dicirikan dengan:
1) Pelaksana kegiatan berjumlah satu orang atau satu kesatuan tim walaupun
pemangku lebih dari satu
2) Berisi cara melakukan pekerjaan secara detail
Ciri-ciri tersebut diperkuat dengan contoh SOP Teknis sebagai berikut: SOP
perakitan kendaraan, SOP pengujian sampel di laboratorium, SOP
pengagendaan surat dan lain-lain.
b. SOP Administratif
SOP administratif merupakan prosedur standar yang bersifat umum dan tidak
rinci dari kegiatan yang dilakukan lebih dari satu orang. Pada umumnya SOP
ini dicirikan sebagai berikut (Rifka, 2017):
1) Pelaksana kegiatan berjumlah banyak atau lebih dari satu aparatur dan
bukan merupakan satu kesatuan tunggal
2) Berisi tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan kegiatan bersifat makro
ataupun mikro yang tidak menggambarkan cara melakukan kegiatan.
Contoh dari SOP administratif adalah sebagai berikut: SOP Pelayanan
perawatan kendaraan, SOP pengujian sampel di Laboratorium, SOP
penanganan surat masuk dan SOP penyelenggaraan bimbingan teknis.
Sedangkan SOP berdasarkan cakupan besaran kegiatan ada dua jenis antara
lain (Rifka, 2017):
14
1) SOP Makro, merupakan suatu integritas dari beberapa SOP mikro yang
membentuk serangkaian kegiatan dari SOP tersebut. SOP makro tidak
mencerminkan kegiatan yang dilakukannya oleh pelaksana. Contoh SOP
makro adalah sebagai berikut: SOP pengelolaan surat yang merupakan SOP
makro dari penanganan surat masuk.
2) SOP Mikro, SOP yang dilihat dari segi cakupan dan besaran kegiatannya
merupakan bagian dari SOP makro contoh diantaranya seperti: SOP
penanganan surat masuk, SOP pemberian tanggapan terhadap surat masuk,
dan SOP pengiriman surat. Pendekatan lain yang bias digunakan untuk
memahami SOP mikro adalah dengan mengidentifikasi terhadap kegiatan
terkait dengan SOP makro.
2.2. Penagihan Piutang
2.2.1 Hakikat Piutang
1. Pengertian Piutang
Perputaran piutang menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola
piutangnya. Perputaran piutang rendah menunjukkan efisiensi penagihan makin
buruk selama periode itu karena lamanya penagihan dilakukan. Dapat
disimpulkan bahwa semakin banyak produk barang maupun jasa yang dijual
secara kredit, maka kemungkinan besar akan memperlambat pada tingkat
perputaran piutang begitupun sebaliknya. Menurut IAI (2017) pinjaman yang
diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap
atau telah ditentutakan dan tidak memepunyai kuotasi di pasar aktif.
15
Menurut Reeve (2013) piutang mencakup seluruh uang yang diklaim
terhadap entitas lain, termasuk perorangan, perusahaan, dan organisasi lain.
Piutang-piutang ini biasanya merupakan bagian yang signifikan dari total aset
lancar. Menurut Walter (2012) piutang adalah klaim moneter terhadap pihak
lainnya. Piutang diperoleh terutama dengan menjual barang dan jasa (piutang
usaha) serta meminjamkan uang.
Pengertian piutang menurut Hery (2020) adalah sejumlah tagihan yang
akan diterima oleh perusahaan umumnya dalam bentuk kas dari pihak lain.
Sebagian besar perusahaan melakukan penjualan secara kredit, hal ini agar lebih
banyak menjual barang atau jasa yang dapat menarik calon pelanggan sehingga
meningkatkan pendapatan perusahaan. Kredit yang diberikan kepada konsumen
menimbulkan tenggang waktu pelunasan atas penyerahan barang atau jasa yang
telah diterima. Dalam tenggang waktu tersebut penjual mempunyai tagihan atau
piutang kepada konsumen.
Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat dikatakan bahwa piutang
adalah semua hak atau klaim perusahaan kepada entitas lain akibat adanya
penjualan barang atau jasa secara kredit di masa lalu.
2. Sistem Akuntansi Piutang
Sistem akuntansi piutang adalah prosedur-prosedur yang berkaitan dengan
piutang di suatu perusahaan. Mulyadi (2016) menyatakan bahwa sistem akuntansi
piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan kepada setiap
debitur. Mutasi piutang disebabkan oleh transaksi penjualan kredit, penerimaan
kas dari debitur, retur penjualan, dan penghapusan piutang.
16
Menurut Mulyadi (2016) berikut adalah informasi yang diperlukan oleh
manajemen mengenai system akuntansi piutang:
a. Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur;
b. Riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur;
c. Umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa informasi piutang
dari setiap debitur untuk mempermudah melakukan penagihan. Sistem ini juga
dapat melihat riwayat pelunasan sehingga dapat membantu memberikan
keputusan ketika debitur melakukan pembelian kredit secara berkelanjutan.
Sistem akuntasi piutang juga dapat melihat umur piutang para debitur.
3. Fungsi yang Terkait dengan Piutang
Terdapat beberapa fungsi yang terkait dalam prosedur penagihan piutang
usaha karena dalam sistem akuntansi piutang tersebut saling berhubungan satu
dengan yang lainnya untuk tujuan tertentu. Menurut Mulyadi (2016), fungsi yang
terkait dalam prosedur penagihan piutang usaha adalah sebagai berikut: (a) Fungsi
Piutang, (b) Fungsi Penagihan, (c) Fungsi Akuntansi, dan (d) Fungsi Kas.
Keempat fungsi tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut:
a. Fungsi Piutang
Fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat transaksi bertambahnya dan
berkurang piutang kepada pelanggan ke dalam kartu piutang dan membuat
daftar piutang yang ditagih untuk dikirimkan ke fungsi penagihan.
17
b. Fungsi Penagihan
Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan penagihan kepada para debitur
perusahaan berdasarkan daftar piutang yang ditagih yang dibuat oleh fungsi
akuntansi.
c. Fungsi Akuntansi
Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas pencatatan transaksi penjualan di
dalam jurnal penjualan dan penerimaan kas dari piutang.
d. Fungsi Kas
Fungsi ini bertanggungjawab atas penerimaan cek dari fungsi penagihan dan
menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank
dalam jumlah penuh.
4. Klasifikasi Piutang
Menurut IAI (2017) ada dua kategori penggolongan piutang yaitu piutang
usaha dan piutang lain-lain. Piutang terdiri atas tiga golongan yaitu piutang
dagang (usaha), piutang bukan dagang, dan piutang penghasilan. Piutang dagang
merupakan adanya janji lisan dari pembeli untuk membayar barang atau jasa yang
dijual yang penagihannya tidak lebih dari satu periode akuntansi dan pada
umumnya penjualan secara kredit biasanya dengan syarat pembayaran seperti
piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Sedangkan
piutang di luar dagang merupakan adanya transaksi di luar dagang yang
mengakibatkan timbulnya tagihan pada masa yang akan datang kepada konsumen,
seperti: piutang dividen, piutang bunga, piutang sewa.
18
Menurut Martani (2014), pada dasarnya piutang dikelompokan menjadi 3
(tiga) jenis, antara lain sebagai berikut: (a) Piutang Dagang/Piutang Usaha,
(b) Piutang penghasilan, dan (c) Piutang wesel. Ketiga jenis tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a. Piutang Dagang/Piutang Usaha
Piutang dagang adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan sebagai akibat
tagihan adanya penjualan barang atau jasa secara kredit, dimana taghan tidak
disertai dengan surat perjanjian yang formal, akan tetapi karena adanya unsur
kepercayaan dan kebijakan perusahaan. Sedangkan piutang usaha ialah piutang
pada perusahaan jasa dimana perusahaan memberikan jasa kepada konsumen
yang akan dibayar di kemudian hari sebesar tarif jasa yang telah diberikan.
Piutang dagang/piutang usaha dalam menyajikan diklasifikasikan sebagai
piutang dari pihak berelasi dan piutang dari pihak ketiga. Kriteria pihak
berelasi mengikuti PSAK 7 pengungkapan pihak-pihak berelasi. Piutang
dagang dapat juga dibagi lagi menurut karakteristiknya sehingga ada beberapa
sub komponen piutang dagang/usaha. Piutang dagang/usaha muncul dari
transaksi pendapatan atau penjualan yang dilakukan secara kredit. Piutang
dagang biasanya tidak ada bunga dan jangka waktu pelunasan singkat
tergantung dengan kebijakan kredit yang diberikan.
b. Piutang penghasilan dan piutang lain-lain
Piutang non dagang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain atau pihak
ketiga yang timbul atau terjadi bukan karena adanya transaksi penjualan barang
dagang atau jasa secara kredit. Jumlah piutang non dagang/lainnya biasanya
19
tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah piutang dagang ataupun piutang
usaha. Berikut ini contoh-contoh piutang non dagang:
1) Piutang biaya. Contohnya: asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka,
gaji dibayar dimuka, iklan dibayar dimuka.
2) Piutang penghasilan. Contohnya: piutang jasa, piutang sewa dan piutang
bunga.
3) Uang muka pembelian (persekot). Contohnya: pembayaran uang muka
pembelian suatau barang yang sebelumnya sudah dipesan terlebih dahulu.
4) Piutang lain-lain. Contohnya: piutang perusahaan kepada karyawan,
kelebihan membayar pajak dan piutang perusahaan kepada cabang-cabang
perusahaan.
c. Piutang Wesel
Piutang wesel adalah tagihan perusahaan kepada pihak ketiga atau pihak lain
yang menggunakan perjanjian secara tertulis dengan wesel atau promes. Wesel
merupaka janji tertulis yang tidak bersyarat, dibuat oleh pihak yang satu untuk
pihak yang lain, ditandatangani oleh pihak pembuatnya, untuk membayar
sejumlah uang atas permintaan atau pada suatu tanggal yang ditetapkan pada
masa yang akan datang kepada pihak yang memerintah atau membawanya.
Penerbit wesel disebut wesel bayar (notes payable), sedangkan penerima wesel
disebut wesel tagih (notes receivable). Wesel tagih biasanya memiliki bunga,
walaupun ada beberapa wesel tagih yang tidak berbunga. Wesel tagih yang
tidak berbunga biasanya dijual dengan diskon dan pihak penerbit akan
menerima uang yang lebih kecil dari jumlah yang akan dibayarkan di masa
20
depan. Diskon merupakan bentuk bunga yang diterima di muka. Wesel tagih
dapat dijual oleh pemegangnya sebelum jatuh tempo.
Berdasarkan uraian di atas, piutang dalam penelitian ini merupakan
piutang pelanggan, yaitu biaya jasa layanan TV Kabel dan internet yang harus
dibayar pelanggan setiap bulan. Piutang pelanggan tersebut merupakan piutang
usaha, yaitu piutang pada perusahaan jasa dimana perusahaan memberikan jasa
kepada konsumen yang akan dibayar di kemudian hari sebesar tarif jasa yang
telah diberikan.
2.2.2 Penagihan Piutang
Penagihan piutang merupakan salah satu fungsi yang terkait dalam
prosedur penagihan piutang usaha. Menurut Baridwan (2017) istilah tagihan
dimaksudkan dengan klaim perusahaan atas uang, barang-barang atau jasa-jasa
terhadap pihak lain. Dalam akuntansi pengertian tagihan biasanya digunakan
untuk menunjukkan klaim yang akan dilunasi dengan uang. Tagihan bisa timbul
dari berbagai macam sumber, tetapi jumlah yang terbesar biasanya timbul dari
penjualan barang atau jasa. Penagihan adalah proses mulai dari menyerahkan
invoice kepada customer sampai dengan uang/pembayaran atas invoice yang
diterima dan pelunasan atas invoice.
Menurut Mulyadi (2016) dokumen pokok yang digunakan di dalam
prosedur penagihan piutang adalah sebagai berikut: (a) Faktur Penjualan,
(b) Bukti Kas Masuk, (c) Surat Pemberitahuan, (d) Daftar Surat Pemberitahuan.
Keempat dokumen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
21
1. Faktur Penjualan
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar timbulnya
piutang dari transaksi penjualan kredit.
2. Bukti Kas Masuk
Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan
berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.
3. Surat Pemberitahuan
Dokumen ini dibuat oleh debitur untuk memberitahu maksud pembayaran yang
dilakukannya.
4. Daftar Surat Pemberitahuan
Dokumen ini merupakan rekapitulasi penerimaan kas yang dibuat oleh fungsi
penagihan.
Berdasar penelitian Savitri (2019) keberadaan piutang akan menimbulkan
penagihan piutang. Penagihan piutang yang dilakukan terhadap pelanggan
tentunya tidak semudah yang dibayangkan, di dalamnya terdapat prosedur-
prosedur yang harus dilakukan dan ketentuan-ketentuan yang sudah ditentukan
sebelumnya, apabila prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar dan tidak
sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, maka akan
menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul bagi perusahaan
akibat adanya piutang yang tak tertagih yaitu akan mengurangi pendapatan
perusahaan, dan jika pendapatan berkurang maka akan mempengaruhi perputaran
kas perusahaan sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.
Analisis penagihan piutang pada unit Finance Billing and Collection Center di
22
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Witel Surakarta dapat dilakukan terhadap
implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan.
Pada penelitian Prameswari (2020) berkaitan dengan penagihan piutang
oleh Account Receivable Hotel Harris Gubeng Surabaya dapat dilakukan dengan
menganalisis prosedur penagihan piutang yang dilakukan dan pelaksanaan SOP
dalam penagihan piutang. Pihak Account Receivable melaksanakan beberapa
SOP, seperti melakukan penagihan sesuai dengan jangka waktu yang diberikan
kepada pelanggan, melengkapi dokumen-dokumen terkait penagihan piutang,
serta melakukan penagihan piutang.
Kondisi yang terjadi pada PT Sarangan Vision Magetan yang bergerak di
bidang jasa layanan TV kabel dan penyedia layanan Internet Service Provider
juga menunjukkan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam
penagihan piutang usaha kepada para pelanggan. Berkaitan dengan penagihan atas
biasa jasa layanan TV kabel dan internet, selama ini PT Sarangan Vision Magetan
melakukan dengan secara manual. Iuran TV kabel dan internet ini dilakukan
secara tertulis atau pencatatan di buku ke setiap rumah. Dalam pelaksanaan
penagihan piutang, PT Sarangan Vision dapat menerapkan standar operasional
prosedur teknis, di antaranya adalah SOP Proses Pendaftaran, SOP Proses
Pemasangan, SOP Proses Penagihan, hingga SOP Pelaporan. Permasalahan yang
kemudian muncul adalah pencatatan masih manual sehingga membutuhkan waktu
lama dan kesulitan untuk mencari data dan berakibat hilangnya data karena terlalu
banyak dokumen. Penagihan secara manual juga banyak menghadapi kendala.
Misalnya, jika pelanggan tidak ada di rumah maka petugas penagihan keesokan
23
harinya harus kembali lagi. Kendala lain berupa adanya pelanggan yang belum
sanggup membayar pada hari yang ditentukan karena alasan tidak ada
pemberitahuan sebelumnya. Jika ada tunggakan, perusahaan hanya dapat
melakukan teguran secara lisan dan tertulis atau saat ada pemutusan sambungan
TV kabel atau internet, pelanggan komplain dan baru bersedia membayar agar
perusahaan menyambung kembali saluran TV kabel atau internet di rumahnya.
Proses pembuatan laporan tidak efisien karena harus mencari beberapa dokumen
yang dicatat pada buku laporan. Hal ini dapat menjadi celah terjadinya risiko
timbulnya kerugian usaha pada PT Sarangan Vision Magetan.
Langkah yang dapat digunakan untuk meminimalkan risiko tersebut adalah
dengan menetapkan SOP Penagihan Piutang Usaha pada PT Sarangan Vision
Magetan. Penetapannya melalui beberapa tahapan, di antaranya dengan
mengevaluasi pekerjaan yang telah dijalankan sebelum adanya SOP, menemukan
permasalahan yang muncul serta menemukan solusi penyelesaian yang kemudian
dituangkan dalam SOP.
Pada penelitian yang dilakukan Prastomo dan Alfarisi (2020) tentang
implementasi sistem pengolahan data laundry pada Laundrete Bekasi berbasis
Java Desktop menunjukkan bahwa pengolahan data pelanggan, jasa cuci dan
pembayaran yang masih dilakukan secara manual yaitu tulis tangan serta sulitnya
mengecek data laundry yang tersimpan untuk dijadikan laporan maupun hanya
untuk di rekap untuk disimpan dalam waktu yang lama. Berdasarkan hasil
penelitian yang dilakukan guna menjawab permasalah pada laundry Laundrete
seperti pengolahan data laundry yang masih manual maka diterapkanlah sistem
24
berbasis desktop yang dirancang oleh peneliti menggunakan bahasa pemrograman
Java Desktop. Hasilnya, pengolahan data tagihan pembayaran menjadi lebih
mudah. Pada laporan transaksi yang didalamnya mencakup semua data transaksi
dari mulai pelanggan sampai pembayaran dapat dicetak perperiodik hari, minggu,
bulan, dan tahun serta memudahkan dalam pengarsipan.
Standar operasional prosedur (SOP), merupakan dokumen yang bersifat
dinamis, yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan saat ini. Pada standar
operasional prosedur (SOP) dikenal istilah daur hidup (lifecycle) SOP
(Soemohadiwidjojo, 2019) yang terlihat pada gambar 2.1.
Pemetaan Proses Bisnis
Penyempurnaan SOP Penyusunan SOP
Review SOP Implementasi SOP
Evaluasi Kepatuhan
SOP
Gambar 2.1 Lifecycle SOP
Penetapan standar operasional prosedur dapat dilihat dari gambar 2.1 di
atas menunjukkan dari awal pemetaan sampai dengan penyempurnaannya.
Dengan memahami pemetaan proses pekerjaan, mempertimbangkan keterkaitan
25
serta konsistensinya dengan pelaksanaan SOP teknis yang lain, kemudian
dilakukan telaah dari beberapa proses kegiatan yang telah dikerjakan sehingga
penyusunan SOP dapat dilakukan dengan tepat sasaran. Implementasi dari SOP
merupakan langkah lanjutan untuk mengetahui efektivitasnya terhadap kinerja
perusahaan. Apabila kemudian ditemukan kendala, maka perlu dilakukan evaluasi
untuk menemukan masalahnya dan mencarikan solusi penyelesaiannya. Harapan
dari pelaksanaan tahapan-tahapan tersebut adalah SOP dapat diterapkan dengan
baik sehingga meminimalkan resiko serta dapat merealisasikan maksud dan tujuan
perusahaan.
Hal yang menjadi fokus dari PT Sarangan Vision Magetan adalah dari
beberapa yang telah diterapkan adalah perlu diperhatikannya prosedur
pembayaran dan penagihan piutang pada pelanggan TV kabel dan internet, antara
lain mengenai pola pembayaran biaya pelanggan, penagihan piutang yang
menguntungkan pihak pelanggan dan perusahaan mulai dari penerbitan hingga
penanganan invoice, serta pencatatan laporan atas penagihan piutang pada
pelanggan TV kabel dan internet.
BAB III
PEMBAHASAN
Beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis yang berkaitan
dengan penagihan piutang jasa layanan TV kabel dan internet pada pelanggan
telah dipenuhi PT Sarangan Vision Magetan, namun sejauh ini masih belum
mampu mengatasi kendala-kendala yang ada. Langkah yang kemudian diambil
untuk meminimalkan risiko tersebut adalah dengan menetapkan Standar
Operasional Prosedur (SOP) berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan
TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan.
Proses bisnis pada sistem berjalan di PT Sarangan Vision Magetan
meliputi beberapa tahap sebagai berikut:
1. Proses Pendaftaran
Pelanggan menelpon ke bagian admin PT Sarangan Vision atau mendatangi
langsung ke kantor PT Sarangan Vision untuk daftar pasang TV kabel dan/atau
internet. Setelah diterima data pelanggan oleh admin langsung menghubungi
teknisi menyampaikan data pelanggan yang akan pasang.
2. Proses Pemasangan
Kemudian teknisi datang ke alamat pelanggan yang mau pasang TV kabel
dan/atau internet, setelah itu teknisi memberikan form pendaftaran untuk diisi
oleh pelanggan tersebut dan pelanggan membayar biaya tagihan untuk bulan
pertama sesuai paket layanan TV kabel dan/atau internet yang dipilih. Untuk
biaya pemasangan adalah sebesar Rp 100.000,00. Jika sudah selesai semuanya
teknisi lapor kembali kepada admin.
26
27
3. Proses Penagihan
Kolektor melakukan penagihan iuran TV kabel dan/atau internet setiap satu
bulan sekali dengan mendatangi rumah-rumah pelanggan. Kemudian
pelanggan membayar biaya iuran sesuai tagihan perbulannya. Setelah
menerima, kolektor melakukan pencatatan pada form daftar pelanggan.
4. Proses Laporan
Pada setiap akhir bulan admin membuat laporan dan melaporkan rekapan data
iuran TV kabel dan/atau internet kepada pemilik perusahaan yang meliputi
rekapan pelanggan dan rekapan penagihan pelanggan.
Diagram aktivitas proses bisnis di atas dapat digambarkan ke dalam
beberapa activity diagram sebagai berikut:
1. Activity diagram proses pendaftaran
Act Proses Pendaftaran
Pelanggan Admin Teknisi
Start
Menghubungi Bagian
Melayani Pelanggan
Admin
Menghubungi Bagian Menghubungi Bagian
Admin Admin
Menghubungi Bagian Menghubungi Bagian
Admin Admin
End
Gambar 3.1 Activity Diagram Proses Pendaftaran
28
2. Activity diagram proses pemasangan
Act Proses Pemasangan
Teknisi Pelanggan Admin
Start
Mendatangi Rumah
Pelanggan
Memberikan Form
Mengisi Form Pendaftaran
Pendaftaran
Menerima Uang
Pendaftaran dan Dicatat Membayar Biaya
dalam Buku untuk Pendaftaran
Dibuatkan Laporan
Menerima Laporan
End
Gambar 3.2 Activity Diagram Proses Pemasangan
29
3. Activity diagram proses penagihan
Act Proses Penagihan
Kolektor Pelanggan Admin
Start
Melakukan Penagihan
Melakukan Pembayaran
dengan Mendatangi
Tagihan
Rumah Pelanggan
Menerima Uang
Pembayaran dan Dicatat
dalam Buku Kecil dan
Daftar Pelanggan
Membuat Laporan
Menerima Laporan
Penagihan untuk
Penagihan
Diserahkan Kepada Admin
End
Gambar 3.3 Activity Diagram Proses Penagihan
4. Activity diagram proses laporan
Act Proses Laporan
Admin Pemilik
Start
Membuat Rekap Bulanan
Data Iuran per Bulan
Menerima Hasil Rekap
Melaporkan Hasil Rekap
dan Mengevaluasi
End
Gambar 3.4 Activity Diagram Proses Laporan
30
Berdasarkan kegiatan operasional di atas, penagihan piutang pelanggan
TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan sudah berjalan
dengan menerapkan beberapa standar teknis. Akan tetapi masih terdapat veverapa
kendala. Pada PT Sarangan Vision Magetan, pencatatan kegiatan operasional
masih manual sehingga membutuhkan waktu lama dan kesulitan untuk mencari
data dan berakibat hilangnya data karena terlalu banyak dokumen. Penagihan
secara manual juga banyak menghadapi kendala. Misalnya, jika pelanggan tidak
ada di rumah maka petugas penagihan keesokan harinya harus kembali lagi.
Kendala lain berupa adanya pelanggan yang belum sanggup membayar pada hari
yang ditentukan karena alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Jika ada
tunggakan, perusahaan hanya dapat melakukan teguran secara lisan dan tertulis
atau saat ada pemutusan sambungan TV kabel atau internet, pelanggan komplain
dan baru bersedia membayar agar perusahaan menyambung kembali saluran TV
kabel atau internet di rumahnya. Proses pembuatan laporan tidak efisien karena
arus mencari beberapa dokumen yang dicatat pada buku laporan.
Gambar 3.5 Nota atau Kwitansi Bukti Tagihan Iuran TV Kabel atau Internet
Pada PT Sarangan Vision Magetan
31
SOP berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel dan
internet pada PT Sarangan Vision Magetan yang telah ditetapkan kemudian
disajikan dalam bentuk gambar yang alurnya mudah dipahami. Setiap tahapan
SOP tersebut juga dideskripsikan dengan jelas sehingga setiap pelaksana kegiatan
diharapkan mudah dalam penerapannya. Berikut ini disampaikan diagram
aktivitas dalam SOP berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel
dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan, baik yang ada pada admin
maupun petugas penagihan.
1. Aktivitas pada Bagian Admin
a. Aktivitas Login
Activity Diagram Login
Admin Sistem
Mulai
Admin Mengakses
Menampilkan Form Login
Aplikasi
Memasukkan Username
dan Password
[Sesuai]
Verifikasi Menampilkan Menu Utama
[Ya]
Menampilkan Selesai
Verifikasi “Username
atas password salah” [Tidak]
Gambar 3.6 Activity Diagram Login Pada Admin
b. Aktivitas Akses Data Pelanggan
32
Activity Diagram Login
Admin Sistem
Mulai
Admin Mengakses
Menampilkan Form Login
Aplikasi
Memasukkan Username
dan Password
[Sesuai]
Verifikasi Menampilkan Menu Utama
[Ya]
Menampilkan Selesai
Verifikasi “Username
atas password salah” [Tidak]
Gambar 3.7 Activity Diagram Login Pada Admin
Aktivitas tersebut dapat dilakukan admin dengan mengakses
aplikasi/website PT Sarangan Vision dengan tampilan sebagai berikut:
Gambar 3.8 User Interface Login Pada Admin
33
Selanjutnya, admin dapat mengecek status pelanggan apakah sudah
membayar iuran atau belum dengan melalui aktivitas sebagai berikut:
Activity Diagram Iuran
Admin Sistem
Mulai
Admin Mengakses Menampilkan Halaman
Aplikasi Utama Website/Aplikasi
Memilih Menu Iuran TV
Kabel atau Internet
Pilih Menu Tambah Iuran
Menampilkan Nama
Pilih Tambah Pelanggan Pelanggan yang
Sudah Terdaftar
Memilih Pelanggan yang
Akan Membayar Iuran
[Ya]
Input Pembayaran Data Disimpan
[Tidak]
Verifikasi “Harap Isi
Cetak
Bagian Ini”
Selesai
Gambar 3.9 Activity Diagram Daftar Pelanggan
Admin juga dapat menggunakan langkah cepat, yaitu menggunakan
fungsi Search seperti pada tampilan di aplikasi sebagai berikut:
34
Gambar 3.10 User Interface Pencarian Data Pelanggan
Hasil pencarian adalah seperti pada tampilan di aplikasi sebagai berikut:
Gambar 3.11 User Interface Hasil Pencarian Data Pelanggan
35
Selanjutnya, admin dapat menyimpan data pembayaran iuran pelanggan
ke dalam jurnal dan laporan dengan aktivitas sebagai berikut:
c. Aktivitas Pencatatan Laporan
Activity Diagram Jurnal
Admin Sistem
Mulai
Admin Mengakses Menampilkan Halaman
Aplikasi/Website Utama Website/Aplikasi
Memilih Menu Jurnal
Memilih Menu Tambah
Jurnal
Kelengkapan Data
[Ya]
Input Tambah Jurnal Data Disimpan
[Tidak]
Verifikasi “Harap Isi
Cetak
Bagian Ini”
[Batal]
[Cetak]
Selesai
Gambar 3.12 Activity Diagram Jurnal
36
Activity Diagram Laporan Pemasukan
Admin Sistem
Mulai
Admin Mengakses Menampilkan Halaman
Aplikasi/Website Utama Website/Aplikasi
Memilih Menu Laporan
Pemasukan
Input Tanggal Menampilkan Laporan
Selesai
Gambar 3.13 Activity Diagram Laporan Pemasukan
Setelah selesai, admin dapat keluar dari aplikasi/website dengan
memilih menu Logout:
Activity Diagram Logout
Admin Sistem
Mulai
Admin Mengakses Menampilkan Halaman
Aplikasi/Website Utama Aplikasi/Website
Memilih Menu Logout
Menutup Tampilan
Aplikasi/Website
Selesai
Gambar 3.14 Activity Diagram Logout
37
2. Aktivitas pada Bagian Petugas Penagihan
a. Aktivitas Login
Activity Diagram Login
Pegawai Sistem
Mulai
Pegawai Mengakses
Menampilkan Form Login
Aplikasi
Memasukkan Username
dan Password
[Sesuai]
Verifikasi Menampilkan Menu Utama
[Ya]
Menampilkan Selesai
Verifikasi “Username
atas password salah” [Tidak]
Gambar 3.15 Activity Diagram Login Pada Pegawai Bagian Penagihan
b. Aktivitas Akses Data Pelanggan
38
Activity Diagram Iuran
Pegawai Sistem
Mulai
Pegawai Mengakses Menampilkan Halaman
Aplikasi Utama Website/Aplikasi
Memilih Menu Iuran TV
Kabel atau Internet
Pilih Menu Tambah Iuran
Menampilkan Nama
Pilih Tambah Pelanggan Pelanggan yang
Sudah Terdaftar
Memilih Pelanggan yang
Akan Membayar Iuran
[Ya]
Input Pembayaran Data Disimpan
[Tidak]
Verifikasi “Harap Isi
Cetak
Bagian Ini”
Selesai
Gambar 3.16 Activity Diagram Pegawai Mengakses Data Iuran
Pegawai dapat mencari data-data pelanggan yang belum membayar iuran
TV Kabel dan/atau internet dengan mengakses aplikasi atau website.
39
Gambar 3.17 User Interface Pencarian Data Tagihan TV Kabel
40
Gambar 3.18 User Interface Pencarian Data Tagihan Internet
Petugas penagihan dapat melakukan penagihan secara langsung ke
rumah pelanggan atau menghubungi pelanggan terlebih dahulu dengan
melakukan konfirmasi apakah pembayaran dilakukan secara langsung saat ada
kunjungan dari petugas atau ke outlet-outlet pembayaran yang ada di sekitar
tempat tinggal pelanggan. Apabila telah selesai melakukan penagihan, petugas
penagihan dapat melakukan input data penagihan ke dalam jurnal dengan
melakukan aktivitas sebagai berikut:
41
Activity Diagram Jurnal
Pegawai Sistem
Mulai
Admin Mengakses Menampilkan Halaman
Aplikasi/Website Utama Website/Aplikasi
Memilih Menu Jurnal
Memilih Menu Tambah
Jurnal
Kelengkapan Data
[Ya]
Input Tambah Jurnal Data Disimpan
[Tidak]
Verifikasi “Harap Isi
Cetak
Bagian Ini”
[Batal]
[Cetak]
Selesai
Gambar 3.19 Activity Diagram Daftar Pelanggan Input Data
Pembayaran Tagihan
Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis web dalam
penagihan piutang pelanggan TV kabel dan/atau internet pada PT Sarangan
Vision Magetan berhasil menjadi acuan terkait alur tahapan dan capaian dari
setiap proses teknisnya, tahapan penagihan berupa penerbitan invoice dan kuitansi
serta batas waktu pembayaran yang telah diperhitungkan untuk menghindari
keterlambatan pembayaran. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya peningkatan
jumlah pembayaran iuran biaya jasa layanan TV kabel dan internet pada
PT Sarangan Vision Magetan setelah menggunakan Standar Operasional Prosedur
(SOP) berbasis web.
Gambar 3.20 SOP Penagihan Piutang Pelanggan Berbasis Web
Pada PT Sarangan Vision Magetan 42
43
SOP penagihan piutang pelanggan TV kabel dan/atau internet berbasis
web pada PT Sarangan Vision Magetan yang telah ditetapkan kemudian disajikan
dalam bentuk gambar yang alurnya mudah dipahami. Penjelasan mengenai
mekanisme penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang
pelanggan TV kabel dan/atau internet berbasis web pada PT Sarangan Vision
Magetan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Data Pelanggan
Karyawan bagian administrasi dan penagihan membuka aplikasi PT Sarangan
Vision Magetan, kemudian mengecek data pelanggan yang sudah ada di
aplikasi, untuk mengetahui waktu pembayaran iuran TV kabel dan internet
pada masing-masing pelanggan, pelanggan yang sudah melunasi tagihan iuran,
maupun pelanggan yang belum melunasi tagihan.
2. Pengecekan Tagihan Piutang
Petugas administrasi melakukan pengecekan tagihan piutang pembayaran biaya
iuran TV kabel dan internet. Bila ada pelanggan yang sudah mendekati waktu
pembayaran, karyawan bagian administrasi menghubungi karyawan bagian
Penagihan dan mencetak Invoice. Karyawan bagian penagihan mengecek data
melalui aplikasi dan menerima invoice dari bagian admin untuk diserahkan ke
pelanggan.
3. Invoice (1)
Invoice berisi nota kwitansi yang di dalamnya terdapat jumlah biaya
penggunaan TV kabel dan internet yang ditagih kepada pelanggan sesuai
tanggal pembayawan.
44
4. Input Data
Jika pelanggan sudah membayar, maka karyawan bagian Penagihan menginput
data pembayaran pelanggan dan memasukkannya ke dalam menu Jurnal.
5. Data Tagihan Piutang
Pelanggan yang menunggak diberikan Remind Letter oleh Petugas Penagihan.
Jika Melunasi, data di-input di Jurnal. Jika menunggak lagi, dibuatkan surat
pemutusan jaringan dan diberi tindakan.
6. Invoice (2)
Invoice ke-2 berisi sejumlah tagihan atas tunggakan pembayaran iuran TV
kabel dan internet yang harus segera dilunasi pelanggan.
7. Pengiriman Remind Letter
Remind Letter berisi tagihan atas tunggakan yang harus dibayar sehingga
pelanggan mengetahui rincian tagihan yang menjadi kewajibannya pada bulan
berjalan, dengan harapan pelanggan segera melunasi kewajibannya. Remind
Letter berisi nama pelanggan, nomor dan jenis layanan, bulan tagihan, tagihan
yang harus dibayarkan, serta harus ada tanda tangan dari karyawan bagian
administrasi dan stempel perusahaan.
8. Input Data
Karyawan bagian administrasi mencatat pembayawan tagihan dan pelunasan
tunggakan ke dalam Jurnal dan Laporan.
9. Penagihan Piutang Pelanggan Selesai
Jika seluruh tugas-tugas penagihan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan,
maka penagihan piutang kepada pelanggan selesai dilakukan dengan baik.
45
Mengacu pada terpenuhinya seluruh prosedur dan mekanisme Standar
Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan TV kabel dan/atau
internet berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan tersebut, maka
diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang terjadi sebelumnya, yaitu saat
Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan TV kabel
dan/atau internet pada PT Sarangan Vision Magetan dilakukan secara manual.
BAB IV
KESIMPULAN, KETERBATASAN, SARAN
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis terhadap implementasi Standar Operasional
Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan berbasis web pada PT Sarangan
Vision Magetan dapat disimpulkan:
1. PT Sarangan Vision Magetan telah menerapkan beberapa SOP teknis dalam
kegiatan penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet, akan tetapi
penerapan SOP penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet dengan
cara manual masih memiliki beberapa kendala, seperti jika pelanggan tidak ada
di rumah maka petugas penagihan keesokan harinya harus kembali lagi serta
adanya pelanggan yang belum sanggup membayar pada hari yang ditentukan
karena alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya menimbulkan
ketidakefisienan penagihan piutang pelanggan. Hal tersebut menjadi temuan
yang harus dicarikan solusi penyelesaian agar pekerjaan berjalan dengan
lancar.
2. SOP penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet berbasis web pada
PT Sarangan Vision Magetan disusun berdasarkan analisis dari beberapa
permasalahan yang menjadi kendala penagihan piutang pelanggan PT Sarangan
Vision Magetan. Terpenuhinya seluruh prosedur dan mekanisme Standar
Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan TV kabel dan
internet berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan mampu mengatasi
46
47
berbagai kendala yang ada selama perusahaan menggunakan SOP secara
manual.
4.2. Keterbatasan
1. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan
berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan didasarkan pada permasalahan
yang terjadi dalam penagihan piutang pelanggan sehingga tidak dapat
disamaratakan penerapannya dengan kegiatan lain, misalnya pada kegiatan
penggajian karyawan dan pembelian bahan baku.
2. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan
berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan telah melalui beberapa
tahapan uji coba. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam
pelaksanaan SOP akan muncul kendala-kendala yang harus dipersiapkan
alternatif solusinya.
4.3. Saran
Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan dalam
kesimpulan di atas, maka dalam penelitian ini disampaikan beberapa saran sebagai
berikut.
1. Agar penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet menjadi lebih efisien,
sebaiknya sistem penagihan piutang pelanggan yang lama ditinggalkan dan
beralih dengan menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi dan perlu
adanya sosialisasi kepada pengguna, baik karyawan bagian penagihan maupun
admin agar dapat mengakses sistem yang sudah terkomputerisasi.
48
2. Deskripsi dari setiap tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada
aplikasi berbasis web perlu dijelaskan secara rinci kepada penggunanya, baik
karyawan bagian penagihan maupun admin sehingga setiap pelaksana kegiatan
diharapkan mudah dalam penerapannya.
DAFTAR PUSTAKA
Baridwan, Zaki. 2017. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode.
Yogyakarta: YKPN.
Budiharjo, M. 2014. Panduan Praktis Menyusun SOP. Jakarta: Raih Asa Sukses
(Penebar Swdaya Group).
Fatimah, E. N. 2015. Strategi Pintar Menyusun SOP. Yogyakarta: Pustaka Baru
Press.
Hery. 2020. Akuntansi Keuangan Menengah Sesuai PSAK dan IFRS. Jakarta:
Grasindo.
Ikatan Akuntansi Indonesia. 2017. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan
Akuntansi Indonesia.
Kismawadi, Eraly Ridho., Muddatstsir, Uun D. A., dan Hamid, Adbul. 2020.
Fraud Pada Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. Jakarta:
Raja Grafindo Persada.
Martani, Dwi. 2014. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Jakarta:
Salemba Empat.
Mulyadi. 2016. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.
Nur’aini, Fajar D. F. 2020. Panduan Lengkap Menyusun SOP (Standard
Operating Procedure) & KPI (Key Performance Indicators. Yogyakarta:
Anak Hebat Indonesia.
Prameswari, Dinda Ayu. 2020. Mekanisme Penagihan Piutang dan Pelaksanaan
SOP Oleh Account Receivable di Hotel Harris Gubeng Surabaya. Tugas
Akhir. Surabaya: Program Diploma III Manajemen Perhotelan Fakultas
Vokasi Universitas Airlangga.
Prastomo, Andi dan Alfarisi, Salman. 2020. Implementasi Sistem Pengolahan
Data Laundry Laundrete Bekasi Berbasis Java Desktop. Prosiding Seminar
Nasional Riset dan Teknologi (SEMNAS RISTEK). hal. 77-83.
Reeve, James M. 2013. Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Jakarta:
Salemba Empat.
Rifka, R. N. 2017. Step by Step Lancar Membuat SOP. Depok: Huta Publisher.
Sailendra, Annie. 2015. Langkah-Langkah Praktis Membuat SOP. Cetakan
Pertama. Yogyakarta: Trans Idea Publishing.
49
50
Santosa, J. K. 2014. Lebih Memahami SOP. Surabaya: Kata Pena.
Savitri, Erika Rovi. 2019. Implementasi Standar Operasional Prosedur Penagihan
Piutang Pelanggan di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Witel Surakarta.
Tugas Akhir. Surakarta: Program Studi Diploma III Manajemen Bisnis
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.
Soemohadiwidjojo, Arini T. 2019. Mudah Menyusun SOP Standard Operating
Procedure. Jakarta: Penebar Plus+ (Penebar Swadaya Group).
Walter, Harrison T., Jr. 2012. Akuntansi Keuangan IFRS. Edisi Kedelapan. Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.