0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan51 halaman

SOP Penagihan Piutang PT Sarangan Vision

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang implementasi standar operasional prosedur penagihan piutang pelanggan berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan. 2. Saat ini penagihan piutang dilakukan secara manual yang menimbulkan berbagai kendala, sehingga perlu diterapkan SOP penagihan berbasis web. 3. SOP penagihan berbasis web diharapkan dapat mempermudah proses pengecekan tagihan dan penyampa

Diunggah oleh

iwang saudji
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
48 tayangan51 halaman

SOP Penagihan Piutang PT Sarangan Vision

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Dokumen tersebut membahas tentang implementasi standar operasional prosedur penagihan piutang pelanggan berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan. 2. Saat ini penagihan piutang dilakukan secara manual yang menimbulkan berbagai kendala, sehingga perlu diterapkan SOP penagihan berbasis web. 3. SOP penagihan berbasis web diharapkan dapat mempermudah proses pengecekan tagihan dan penyampa

Diunggah oleh

iwang saudji
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

IMPLEMENTASI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENAGIHAN PIUTANG PELANGGAN BERBASIS


WEB PADA PT SARANGAN VISION MAGETAN

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagian syarat-syarat


guna memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Strata Satu (S-1)
Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Nama : Siti Riyadhotul Ni’mah Warohmah


NIM : 14440799
Program Studi : Akuntansi

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO
2021
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan teknologi informasi telah mengalami pertumbuhan yang

sangat pesat seiring dengan era globalisasi yang menuntut kecepatan arus

informasi. Tuntutan akan kecepatan informasi tersebut menyebabkan teknologi

informasi menjadi kebutuhan utama dalam masyarakat setelah kebutuhan primer

sehingga teknologi informasi dan komunikasi yang pada awalnya sangat terbatas

dalam menunjang kebutuhan sehari-hari, saat ini telah menjadi bagian yang tak

terpisahkan atau telah menjadi kebutuhan hidup.

Perkembangan teknologi informasi tersebut mampu mengubah paradigma

masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi. Sekarang untuk

mendapatkan informasi masyarakat tidak lagi terbatas pada informasi yang ada

pada surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber

informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan internet.

Interconnected Network atau lebih akrab disebut internet merupakan salah satu

perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang menawarkan sisi

kecanggihan, dan kemudahan serta kepraktisan. Munculnya internet dengan

segala kecanggihannya membawa banyak perubahan dalam gaya dan kebiasaan

manusia sebagai pengguna alat canggih tersebut. Pengguna internet dengan sangat

mudah mendapatkan dan memahami informasi yang diberikan bahkan menjadi

pelaku aktif dalam mengolah informasi. Teknologi internet memberikan

kemudahan kepada para pengguna untuk mengakses informasi yang dibutuhkan.

1
2

Beragam manfaat dapat diperoleh dari penggunaan internet, diantaranya adalah

cepatnya proses pencarian infomasi dan memudahkan penggunanya untuk

melakukan komunikasi dengan pengguna intenet lain yang dapat dilakukan

dimanapun dan kapanpun. Berbagai kemudahan dan manfaat yang ditawarkan

dari adanya internet tersebut membuat penggunanya terus meningkat sampai saat

ini. Saat ini, penggunaan internet yang telah menjadi kebutuhan pokok hampir

seluruh manusia, dimana seorang pengguna internet hanya perlu fasilitas satu set

komputer atau smartphone yang terhubung ke server penyedia koneksi internet.

Salah satu perusahaan swasta sebagai penyedia layanan koneksi internet di

sekitar Kabupaten Magetan, khususnya di kawasan sekitar kota adalah

PT Sarangan Vision yang dahulu bernama PT Sarangan Sukses Perkasa Magetan.

Perusahaan ini menyediakan layanan yang berhubungan dengan internet.

PT Sarangan Vision adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Internet

Service Provider dalam skala kecil yang mulai beroperasi sejak tahun 2017, yang

pada intinya menangani jasa koneksi internet dengan area terbatas misalnya satu

komplek perumahan, satu kelurahan atau satu wilayah yang terbatas dan ini

biasanya terkenal dengan nama RT/RW Net.

Pada awalnya, PT Sarangan Vision yang berlokasi di Perumahan Taman

Asri, Blok F7, No. 7, Kecamatan Milangasri, Kabupaten Magetan ini bergerak di

bidang jasa layanan TV kabel. Pada tahun 2018, perusahaan memutuskan untuk

mengembangkan usaha dengan menyediakan layanan jasa koneksi internet dengan

nama Sarangan Vision. Selain menyediakan jasa layanan TV kabel, perusahaan

juga melayani jasa koneksi internet, yaitu memanfaatkan jalinan kerja sama
3

dengan PT Lintas Data Prima (LPD) dan Iconnet (Icon+), sebagai salah satu anak

perusahaan PT PLN Indonesia. PT Sarangan Vision menyediakan layanan paket

internet untuk user di berbagai kalangan. Paket internet yang tersedia anatara lain

paket perbulan untuk kecepatan akses 2 Mb, 3 Mb, 5Mb, 10 Mb, hingga 20 Mb.

Berkaitan dengan berbagai paket layanan TV kabel maupun internet yang

disediakan PT Sarangan Vision, maka setiap bulan para pelanggan harus

membayar setiap jasa layanan TV kabel atau internet yang digunakannya.

Misalnya, untuk biaya layanan TV kabel dikenai biaya sebesar Rp 40.000,00 per

bulan, sedangkan untuk layanan internet tergantung paket yang dipilih pelanggan.

Misalnya, untuk paket internet dengan kecepatan akses 3 Mb harus membayar

jasa layanan Rp 120.000,00 per bulan, paket internet dengan kecepatan akses 5

Mb sebesar Rp 185.000,00 per bulan, dan seterusnya sesuai dengan harga masing-

masing paket yang ditetapkan perusahaan. Pembayaran atas biaya layanan

dilakukan setelah 1 (satu) bulan mulain pemasangan. Selama ini, pembayaran

masih dilakukan secara manual, sehingga setiap bulan petugas penagihan dari

PT Sarangan Vision mendatangi alamat masing-masing pelanggan untuk

melakukan penagihan pembayaran jasa layanan berdasarkan data yang

disampaikan karyawan bagian administrasi.

Selama ini, penagihan atas biasa jasa layanan TV kabel dan internet pada

PT Sarangan Vision dilakukan secara manual. Iuran TV kabel dan internet ini

dilakukan secara tertulis atau pencatatan di buku ke setiap rumah pelanggan

sehingga akan mempersulit proses penagihan iuran TV kabel tersebut, jika catatan

iuran tersebut hilang. Selain itu, kesulitan dalam pencarian pelanggan yang belum
4

membayar akan membutuhkan banyak waktu dalam pengecekannya. Penagihan

secara manual juga banyak menghadapi kendala. Misalnya, jika pelanggan tidak

ada di rumah maka petugas penagihan keesokan harinya harus kembali lagi.

Kendala lain berupa adanya pelanggan yang belum sanggup membayar pada hari

yang ditentukan karena alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Jika ada

tunggakan, perusahaan hanya dapat melakukan teguran secara lisan dan tertulis

atau saat ada pemutusan sambungan TV kabel atau internet, pelanggan komplain

dan baru bersedia membayar agar perusahaan menyambung kembali saluran TV

kabel atau internet di rumahnya.

Sebenarnya, berbagai kendala yang dihadapi PT Sarangan Vision dalam

melakukan penagihan terhadap biasa jasa layanan TV Kabel dan internet tidak

akan terjadi jika ada kejelasan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan

piutang pelanggan dan kesediaan petugas dalam menerapkan SOP penagihan

piutang pelanggan sesuai dengan yang ditetapkan perusahaan. Piutang pelanggan

yang dimaksud adalah biaya jasa layanan TV Kabel dan internet yang harus

dibayar pelanggan setiap bulan.

Piutang pelanggan bagi PT Sarangan Vision merupakan piutang usaha,

yaitu aset perusahaan yang akan diterima dalam jangka waktu tertentu. Istilah

piutang menurut Hery (2020) mengacu pada sejumlah tagihan yang akan diterima

oleh perusahaan (umumnya dalam bentuk kas) dari pihak lain, baik sebagai akibat

penyerahan barang dan jasa secara kredit, memberikan pinajaman, maupun

sebagai akibat kelebihan pembayaran kas kepada pihak lain. Piutang pelanggan

bagi PT Sarangan Vision merupakan piutang usaha, yaitu jumlah yang akan
5

ditagih dari pelanggan sebagai akibat penjualan barang atau jasa secara kredit.

Piutang usaha pada PT Sarangan Vision dapat ditagih dalam jangka waktu relatif

pendek, yaitu dalam waktu 30 hingga 60 hari.

Standar Operasional Prosedur (SOP) menurut Soemohadiwidjojo (2019)

merupakan panduan yang digunakan untuk memastikan kegiatan operasional

organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar. Sedangkan piutang merupakan

aktiva yang penting bagi perusahaan karena dapat meningkatkan profitabilitas

atau keuntungan (Mulyadi, 2016). Keberadaan piutang akan menimbulkan

penagihan piutang. Penagihan piutang yang dilakukan terhadap pelanggan

tentunya tidak semudah yang dibayangkan, di dalamnya terdapat prosedur-

prosedur yang harus dilakukan dan ketentuan-ketentuan yang sudah ditentukan

sebelumnya, apabila prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar dan tidak

sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, maka akan

menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul bagi perusahaan

akibat adanya piutang yang tak tertagih yaitu akan mengurangi pendapatan

perusahaan, dan jika pendapatan berkurang maka akan mempengaruhi perputaran

kas perusahaan sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

Berdasarkan evaluasi atas berbagai kendala yang harus dihadapi

perusahaan dalam menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan

secara manual, maka PT Sarangan Vision dapat menerapkan SOP penagihan

pelanggan berbasis web. Penggunaan SOP penagihan pelanggan berbasis web

tersebut diharapkan dapat mempermudah proses pengecekan waktu pembayaran

biasa jasa layanan TV kabel dan internet serta penyampaian informasi tentang
6

jumlah biaya dan waktu pembayaran kepada pelanggan PT Sarangan Vision

secara online.

Berkaitan dengan kegiatan penagihan piutang, suatu perusahaan dapat

menerapkan SOP penagihan piutang untuk mendukung lancarnya kegiatan SOP

penagihan piutang pada perusahaan. Hasil penelitian terdahulu oleh Savitri (2019)

yang menganalisis tentang prosedur penagihan piutang pada PT Telekomunikasi

Indonesia, Tbk. Witel Surakarta menemukan bahwa prosedur penagihan piutang

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sudah cukup baik, namun dalam

pelaksanaannya masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Antara lain adalah

prosedur pengiriman reminding letter yang melewati batas waktu pengiriman,

terdapat beberapa kasus pelanggan yang telah jatuh tempo namun prosedur isolir

layanan tidak dilakukan, dan juga prosedur pencabutan layanan pelanggan yang

telah jatuh tempo belum dilakukan dengan baik. Penelitian terdahulu yang

dilakukan Prameswari (2020) menganalisis tentang prosedur penagihan piutang

yang dilakukan dan pelaksanaan SOP dalam penagihan piutang oleh Account

Receivable Hotel Harris Gubeng Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan

mekanisme dalam mengelola piutang adalah pencatatan piutang, penyampaian

piutang, penagihan piutang, dan penerimaan piutang. Saat melakukan penagihan,

pihak Account Receivable melaksanakan beberapa SOP, seperti melakukan

penagihan sesuai dengan jangka waktu yang diberikan kepada pelanggan,

melengkapi dokumen-dokumen terkait penagihan piutang, serta melakukan

penagihan piutang.
7

Makalah ini akan membahas lebih detail tentang permasalahan yang

terjadi pada bagian penagihan piutang pelanggan pada PT Sarangan Vision yang

berdampak pada kinerja perusahaan. Pembahasan juga terkait dengan penetapan

SOP penagihan piutang pelanggan berbasis web yang diambil sebagai langkah

untuk mengatasi ketidaklancaran pembayaran piutang pelanggan serta

penerapannya pada PT Sarangan Vision Magetan.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah

yang menjadi pokok bahasan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimanakah penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis

penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision

Magetan?

2. Bagaimanakah penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis web

dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan

Vision Magetan?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan pokok permasalahan yang sudah dipaparkan di atas, tujuan

dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui bagaimana penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis

penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision

Magetan.
8

2. Mengetahui bagaimana penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP)

berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet pada

PT Sarangan Vision Magetan.

1.3.2. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, maka penelitian ini diharapkan dapat

memberikan manfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut:

1. Bagi Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi bagi jurusan

Akuntansi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh khalayak umum mahasiswa,

dosen dan segenap lingkungan Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

2. Bagi objek yang diteliti

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman maupun bahan

pertimbangan bagi perusahaan terkait untuk melakukan evaluasi kebijakan

maupun kinerjanya.

3. Bagi pembaca

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui penerapan

Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis web dalam penagihan piutang

pelanggan TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan.

4. Bagi penulis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan dan

pengalaman bagi penulis terutama dalam melakukan penelitian.


BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1. Standar Operasional Prosedur (SOP)

1. Pengertian Standar Operasional Prosedur (SOP)

Bagi sebagian orang, SOP adalah singkatan dari Standard Operating

Procedure. Walaupun pada dasarnya sama pengertiannya, sebagian orang lagi ada

yang menggunakan istilah Standard Operational Procedure. Bahkan, sebagian

lagi ada yang sudah “meng-Indonesiakan” menjadi Standar Operasional Prosedur,

walaupun tidak sesuai dengan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pada

dasarnya SOP (Standard Operating Procedure) merupakan suatu perangkat lunak

yang mengatur suatu tahapan proses kerja atau suatu prosedur (Budiharjo, 2014).

Menurut Sailendra (2015), Standar Operasional Prosedur merupakan

sebuah panduan yang bertujuan memastikan pekerjaan dan kegiatan operasional

organisasi atau perusahaan berjalan dengan lancar. Rangkaian proses ini

menjelaskan secara detail tahapan kegiatan sebagai acuan dalam pelaksanaan

operasional perusahaan sehingga dapat berjalan sesuai standar.

Menurut Nur'aini (2020), SOP merupakan salah satu acuan pokok

mengenai langkah atau tahapan yang berhubungan dengan aktivitas aplikatif yang

merupakan aktivitas kerja dalam sebuah perusahaan. SOP dapat berupa gambar

maupun rangkaian tulisan atau deskripsi yang menjelaskan tahapan atau langkah

seorang karyawan dalam menjalankan tugasnya.

Berdasarkan beberapa pengertian menurut para ahli tersebut di atas, dapat

disimpulkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah sebuah pedoman

9
10

yang berhubungan dengan aktivitas aplikatif dalam sebuah perusahaan yang harus

ditaati dan dilaksanakan oleh seluruh komponen dalam suatu perusahaan dengan

tujuan kegiatan yang dijalankan tidak tumpang tindih serta segala tujuan yang

diharpakan dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan dan berjalan secara

sistematis dan konsisten.

2. Tujuan Standar Operasional Prosedur (SOP)

Tujuan standar operasional prosedur untuk membuat aturan dan

pengawasan terhadap kinerja disetiap bidang pekerja harus sesuai tata tertib yang

berlaku dan terstruktur dengan benar sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.

Tujuan Standar Operasional Prosedur menurut Kismawadi, dkk. (2020) adalah

sebagai berikut:

a. Menjaga konsistensi tingkat penampilan kinerja atau kondisi tertentu dan

kemana petugas dan lingkungan dalam melaksanakan sesuatu tugas atau

pekerjaan tertentu;

b. Sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan tertentu bagi sesama pekerja, dan

supervisor;

c. Menghindari kegagalan atau kesalahan dengan demikian menghindari dan

mengurangi konflik, keraguan, duplikasi serta pemborosan dalam proses

pelaksanaan kegiatan;

d. Parameter untuk menilai mutu pelayanan;

e. Untuk lebih menjamin penggunaan tenaga dan sumber daya secara efisien dan

efektif;
11

f. Untuk menjelaskan alur tugas, wewenang dan tanggung jawab dari petugas

yang terkait;

g. Sebagai dokumen yang akan menjelaskan dan menilai pelaksanaan proses kerja

bila terjadi suatu kesalahan atau dugaan praktik dan kesalahan administratif

lainnya, sehingga sifatnya melindungi rumah sakit dan petugas.

Tujuan suatu prosedur tertulis seperti halnya SOP. Menurut Santosa (2014)

sebagai berikut:

a. Menyediakan sebuah record aktivitas, dan pengoperasian yang dilakukan

secara praktis;

b. Menyediakan sebuah informasi yang tentunya konsisten untuk itu karenanya

juga akan membentuk karakter disiplin kepada semua rekan anggota sebuah

organisasi baik itu dalam institusi, organisasi, maupun perusahaan;

c. Memudahkan menganalisis dan membuang hal-hal atau pekerjaan yang tidak

ada kaitannya secara langsung dengan prosedur yang telah ada;

d. Memperlancar jalannya suatu sistem kerja sesuai aturan yang benar dan

mampu mencapai tujuan secara efisien dan sistematis.

3. Manfaat Standar Operasional Prosedur (SOP)

Manfaat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) menurut Fatimah

(2015) adalah:

a. Meminimalisir kesalahan dalam melakukan pekerjaan;

b. Mempermudah serta menghemat waktu dan tenaga dalam program training

karyawan;

c. Sebagai sarana untuk mengkomunikasikan pelaksanaan suatu pekerjaan;


12

d. Menjadi acuan dalam melakukan penelitian terhadap proses layanan;

e. Memudahkan tahapan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sebagai

konsumen;

f. Pegawai menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada intervensi

manajemen;

g. Mengurangi beban kerja serta dapat meningkatkan comparability, credibility

dan defensibility;

h. Menjadi alat komunikasi antara pelaksana dan pengawas, serta membuat

pekerjaan diselesaikan secara konsisten;

i. Membantu dalam melakukan evaluasi dan penilaian terhadap setiap proses

operasional perusahaan;

j. Membantu mengendalikan dan mengantisipasi apabila terdapat suatu

perubahan kebijakan;

k. Mempertahankan kualitas perusahaan melalui konsistensi kerja karena

perusahaan telah memiliki sistem kerja yang sudah jelasdan terstruktur secara

sistematis;

l. Menjadi dokumen aktivitas proses bisnis perusahaan.

4. Jenis-jenis Standar Operasional Prosedur (SOP)

SOP berdasarkan jenis-jenis pada sifat kegiatan dibagi menjadi dua, yaitu

SOP Teknis dan Administrasi (Rifka, 2017):


13

a. SOP Teknis

SOP teknis merupakan prosedur yang dilakukan oleh satu orang atau pelaksana

dan memiliki standar yang sangat rinci dan teliti sehingga tidak ada

kemungkinan variasi yang lain. Pada umumnya SOP Teknis dicirikan dengan:

1) Pelaksana kegiatan berjumlah satu orang atau satu kesatuan tim walaupun

pemangku lebih dari satu

2) Berisi cara melakukan pekerjaan secara detail

Ciri-ciri tersebut diperkuat dengan contoh SOP Teknis sebagai berikut: SOP

perakitan kendaraan, SOP pengujian sampel di laboratorium, SOP

pengagendaan surat dan lain-lain.

b. SOP Administratif

SOP administratif merupakan prosedur standar yang bersifat umum dan tidak

rinci dari kegiatan yang dilakukan lebih dari satu orang. Pada umumnya SOP

ini dicirikan sebagai berikut (Rifka, 2017):

1) Pelaksana kegiatan berjumlah banyak atau lebih dari satu aparatur dan

bukan merupakan satu kesatuan tunggal

2) Berisi tahapan atau langkah-langkah pelaksanaan kegiatan bersifat makro

ataupun mikro yang tidak menggambarkan cara melakukan kegiatan.

Contoh dari SOP administratif adalah sebagai berikut: SOP Pelayanan

perawatan kendaraan, SOP pengujian sampel di Laboratorium, SOP

penanganan surat masuk dan SOP penyelenggaraan bimbingan teknis.

Sedangkan SOP berdasarkan cakupan besaran kegiatan ada dua jenis antara

lain (Rifka, 2017):


14

1) SOP Makro, merupakan suatu integritas dari beberapa SOP mikro yang

membentuk serangkaian kegiatan dari SOP tersebut. SOP makro tidak

mencerminkan kegiatan yang dilakukannya oleh pelaksana. Contoh SOP

makro adalah sebagai berikut: SOP pengelolaan surat yang merupakan SOP

makro dari penanganan surat masuk.

2) SOP Mikro, SOP yang dilihat dari segi cakupan dan besaran kegiatannya

merupakan bagian dari SOP makro contoh diantaranya seperti: SOP

penanganan surat masuk, SOP pemberian tanggapan terhadap surat masuk,

dan SOP pengiriman surat. Pendekatan lain yang bias digunakan untuk

memahami SOP mikro adalah dengan mengidentifikasi terhadap kegiatan

terkait dengan SOP makro.

2.2. Penagihan Piutang

2.2.1 Hakikat Piutang

1. Pengertian Piutang

Perputaran piutang menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola

piutangnya. Perputaran piutang rendah menunjukkan efisiensi penagihan makin

buruk selama periode itu karena lamanya penagihan dilakukan. Dapat

disimpulkan bahwa semakin banyak produk barang maupun jasa yang dijual

secara kredit, maka kemungkinan besar akan memperlambat pada tingkat

perputaran piutang begitupun sebaliknya. Menurut IAI (2017) pinjaman yang

diberikan dan piutang adalah aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap

atau telah ditentutakan dan tidak memepunyai kuotasi di pasar aktif.


15

Menurut Reeve (2013) piutang mencakup seluruh uang yang diklaim

terhadap entitas lain, termasuk perorangan, perusahaan, dan organisasi lain.

Piutang-piutang ini biasanya merupakan bagian yang signifikan dari total aset

lancar. Menurut Walter (2012) piutang adalah klaim moneter terhadap pihak

lainnya. Piutang diperoleh terutama dengan menjual barang dan jasa (piutang

usaha) serta meminjamkan uang.

Pengertian piutang menurut Hery (2020) adalah sejumlah tagihan yang

akan diterima oleh perusahaan umumnya dalam bentuk kas dari pihak lain.

Sebagian besar perusahaan melakukan penjualan secara kredit, hal ini agar lebih

banyak menjual barang atau jasa yang dapat menarik calon pelanggan sehingga

meningkatkan pendapatan perusahaan. Kredit yang diberikan kepada konsumen

menimbulkan tenggang waktu pelunasan atas penyerahan barang atau jasa yang

telah diterima. Dalam tenggang waktu tersebut penjual mempunyai tagihan atau

piutang kepada konsumen.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, maka dapat dikatakan bahwa piutang

adalah semua hak atau klaim perusahaan kepada entitas lain akibat adanya

penjualan barang atau jasa secara kredit di masa lalu.

2. Sistem Akuntansi Piutang

Sistem akuntansi piutang adalah prosedur-prosedur yang berkaitan dengan

piutang di suatu perusahaan. Mulyadi (2016) menyatakan bahwa sistem akuntansi

piutang bertujuan untuk mencatat mutasi piutang perusahaan kepada setiap

debitur. Mutasi piutang disebabkan oleh transaksi penjualan kredit, penerimaan

kas dari debitur, retur penjualan, dan penghapusan piutang.


16

Menurut Mulyadi (2016) berikut adalah informasi yang diperlukan oleh

manajemen mengenai system akuntansi piutang:

a. Saldo piutang pada saat tertentu kepada setiap debitur;

b. Riwayat pelunasan piutang yang dilakukan oleh setiap debitur;

c. Umur piutang kepada setiap debitur pada saat tertentu.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa informasi piutang

dari setiap debitur untuk mempermudah melakukan penagihan. Sistem ini juga

dapat melihat riwayat pelunasan sehingga dapat membantu memberikan

keputusan ketika debitur melakukan pembelian kredit secara berkelanjutan.

Sistem akuntasi piutang juga dapat melihat umur piutang para debitur.

3. Fungsi yang Terkait dengan Piutang

Terdapat beberapa fungsi yang terkait dalam prosedur penagihan piutang

usaha karena dalam sistem akuntansi piutang tersebut saling berhubungan satu

dengan yang lainnya untuk tujuan tertentu. Menurut Mulyadi (2016), fungsi yang

terkait dalam prosedur penagihan piutang usaha adalah sebagai berikut: (a) Fungsi

Piutang, (b) Fungsi Penagihan, (c) Fungsi Akuntansi, dan (d) Fungsi Kas.

Keempat fungsi tersebut dapat di jelaskan sebagai berikut:

a. Fungsi Piutang

Fungsi ini bertanggungjawab untuk mencatat transaksi bertambahnya dan

berkurang piutang kepada pelanggan ke dalam kartu piutang dan membuat

daftar piutang yang ditagih untuk dikirimkan ke fungsi penagihan.


17

b. Fungsi Penagihan

Fungsi ini bertanggungjawab untuk melakukan penagihan kepada para debitur

perusahaan berdasarkan daftar piutang yang ditagih yang dibuat oleh fungsi

akuntansi.

c. Fungsi Akuntansi

Fungsi akuntansi bertanggungjawab atas pencatatan transaksi penjualan di

dalam jurnal penjualan dan penerimaan kas dari piutang.

d. Fungsi Kas

Fungsi ini bertanggungjawab atas penerimaan cek dari fungsi penagihan dan

menyetorkan kas yang diterima dari berbagai fungsi tersebut segera ke bank

dalam jumlah penuh.

4. Klasifikasi Piutang

Menurut IAI (2017) ada dua kategori penggolongan piutang yaitu piutang

usaha dan piutang lain-lain. Piutang terdiri atas tiga golongan yaitu piutang

dagang (usaha), piutang bukan dagang, dan piutang penghasilan. Piutang dagang

merupakan adanya janji lisan dari pembeli untuk membayar barang atau jasa yang

dijual yang penagihannya tidak lebih dari satu periode akuntansi dan pada

umumnya penjualan secara kredit biasanya dengan syarat pembayaran seperti

piutang yang timbul dari penjualan barang atau jasa secara kredit. Sedangkan

piutang di luar dagang merupakan adanya transaksi di luar dagang yang

mengakibatkan timbulnya tagihan pada masa yang akan datang kepada konsumen,

seperti: piutang dividen, piutang bunga, piutang sewa.


18

Menurut Martani (2014), pada dasarnya piutang dikelompokan menjadi 3

(tiga) jenis, antara lain sebagai berikut: (a) Piutang Dagang/Piutang Usaha,

(b) Piutang penghasilan, dan (c) Piutang wesel. Ketiga jenis tersebut dapat

dijelaskan sebagai berikut:

a. Piutang Dagang/Piutang Usaha

Piutang dagang adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan sebagai akibat

tagihan adanya penjualan barang atau jasa secara kredit, dimana taghan tidak

disertai dengan surat perjanjian yang formal, akan tetapi karena adanya unsur

kepercayaan dan kebijakan perusahaan. Sedangkan piutang usaha ialah piutang

pada perusahaan jasa dimana perusahaan memberikan jasa kepada konsumen

yang akan dibayar di kemudian hari sebesar tarif jasa yang telah diberikan.

Piutang dagang/piutang usaha dalam menyajikan diklasifikasikan sebagai

piutang dari pihak berelasi dan piutang dari pihak ketiga. Kriteria pihak

berelasi mengikuti PSAK 7 pengungkapan pihak-pihak berelasi. Piutang

dagang dapat juga dibagi lagi menurut karakteristiknya sehingga ada beberapa

sub komponen piutang dagang/usaha. Piutang dagang/usaha muncul dari

transaksi pendapatan atau penjualan yang dilakukan secara kredit. Piutang

dagang biasanya tidak ada bunga dan jangka waktu pelunasan singkat

tergantung dengan kebijakan kredit yang diberikan.

b. Piutang penghasilan dan piutang lain-lain

Piutang non dagang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain atau pihak

ketiga yang timbul atau terjadi bukan karena adanya transaksi penjualan barang

dagang atau jasa secara kredit. Jumlah piutang non dagang/lainnya biasanya
19

tidak signifikan dibandingkan dengan jumlah piutang dagang ataupun piutang

usaha. Berikut ini contoh-contoh piutang non dagang:

1) Piutang biaya. Contohnya: asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka,

gaji dibayar dimuka, iklan dibayar dimuka.

2) Piutang penghasilan. Contohnya: piutang jasa, piutang sewa dan piutang

bunga.

3) Uang muka pembelian (persekot). Contohnya: pembayaran uang muka

pembelian suatau barang yang sebelumnya sudah dipesan terlebih dahulu.

4) Piutang lain-lain. Contohnya: piutang perusahaan kepada karyawan,

kelebihan membayar pajak dan piutang perusahaan kepada cabang-cabang

perusahaan.

c. Piutang Wesel

Piutang wesel adalah tagihan perusahaan kepada pihak ketiga atau pihak lain

yang menggunakan perjanjian secara tertulis dengan wesel atau promes. Wesel

merupaka janji tertulis yang tidak bersyarat, dibuat oleh pihak yang satu untuk

pihak yang lain, ditandatangani oleh pihak pembuatnya, untuk membayar

sejumlah uang atas permintaan atau pada suatu tanggal yang ditetapkan pada

masa yang akan datang kepada pihak yang memerintah atau membawanya.

Penerbit wesel disebut wesel bayar (notes payable), sedangkan penerima wesel

disebut wesel tagih (notes receivable). Wesel tagih biasanya memiliki bunga,

walaupun ada beberapa wesel tagih yang tidak berbunga. Wesel tagih yang

tidak berbunga biasanya dijual dengan diskon dan pihak penerbit akan

menerima uang yang lebih kecil dari jumlah yang akan dibayarkan di masa
20

depan. Diskon merupakan bentuk bunga yang diterima di muka. Wesel tagih

dapat dijual oleh pemegangnya sebelum jatuh tempo.

Berdasarkan uraian di atas, piutang dalam penelitian ini merupakan

piutang pelanggan, yaitu biaya jasa layanan TV Kabel dan internet yang harus

dibayar pelanggan setiap bulan. Piutang pelanggan tersebut merupakan piutang

usaha, yaitu piutang pada perusahaan jasa dimana perusahaan memberikan jasa

kepada konsumen yang akan dibayar di kemudian hari sebesar tarif jasa yang

telah diberikan.

2.2.2 Penagihan Piutang

Penagihan piutang merupakan salah satu fungsi yang terkait dalam

prosedur penagihan piutang usaha. Menurut Baridwan (2017) istilah tagihan

dimaksudkan dengan klaim perusahaan atas uang, barang-barang atau jasa-jasa

terhadap pihak lain. Dalam akuntansi pengertian tagihan biasanya digunakan

untuk menunjukkan klaim yang akan dilunasi dengan uang. Tagihan bisa timbul

dari berbagai macam sumber, tetapi jumlah yang terbesar biasanya timbul dari

penjualan barang atau jasa. Penagihan adalah proses mulai dari menyerahkan

invoice kepada customer sampai dengan uang/pembayaran atas invoice yang

diterima dan pelunasan atas invoice.

Menurut Mulyadi (2016) dokumen pokok yang digunakan di dalam

prosedur penagihan piutang adalah sebagai berikut: (a) Faktur Penjualan,

(b) Bukti Kas Masuk, (c) Surat Pemberitahuan, (d) Daftar Surat Pemberitahuan.

Keempat dokumen tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:


21

1. Faktur Penjualan

Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar timbulnya

piutang dari transaksi penjualan kredit.

2. Bukti Kas Masuk

Dalam pencatatan piutang, dokumen ini digunakan sebagai dasar pencatatan

berkurangnya piutang dari transaksi pelunasan piutang oleh debitur.

3. Surat Pemberitahuan

Dokumen ini dibuat oleh debitur untuk memberitahu maksud pembayaran yang

dilakukannya.

4. Daftar Surat Pemberitahuan

Dokumen ini merupakan rekapitulasi penerimaan kas yang dibuat oleh fungsi

penagihan.

Berdasar penelitian Savitri (2019) keberadaan piutang akan menimbulkan

penagihan piutang. Penagihan piutang yang dilakukan terhadap pelanggan

tentunya tidak semudah yang dibayangkan, di dalamnya terdapat prosedur-

prosedur yang harus dilakukan dan ketentuan-ketentuan yang sudah ditentukan

sebelumnya, apabila prosedur tersebut tidak dilakukan dengan benar dan tidak

sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, maka akan

menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Kerugian yang timbul bagi perusahaan

akibat adanya piutang yang tak tertagih yaitu akan mengurangi pendapatan

perusahaan, dan jika pendapatan berkurang maka akan mempengaruhi perputaran

kas perusahaan sehingga dapat mengganggu kegiatan operasional perusahaan.

Analisis penagihan piutang pada unit Finance Billing and Collection Center di
22

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Witel Surakarta dapat dilakukan terhadap

implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan.

Pada penelitian Prameswari (2020) berkaitan dengan penagihan piutang

oleh Account Receivable Hotel Harris Gubeng Surabaya dapat dilakukan dengan

menganalisis prosedur penagihan piutang yang dilakukan dan pelaksanaan SOP

dalam penagihan piutang. Pihak Account Receivable melaksanakan beberapa

SOP, seperti melakukan penagihan sesuai dengan jangka waktu yang diberikan

kepada pelanggan, melengkapi dokumen-dokumen terkait penagihan piutang,

serta melakukan penagihan piutang.

Kondisi yang terjadi pada PT Sarangan Vision Magetan yang bergerak di

bidang jasa layanan TV kabel dan penyedia layanan Internet Service Provider

juga menunjukkan pentingnya Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam

penagihan piutang usaha kepada para pelanggan. Berkaitan dengan penagihan atas

biasa jasa layanan TV kabel dan internet, selama ini PT Sarangan Vision Magetan

melakukan dengan secara manual. Iuran TV kabel dan internet ini dilakukan

secara tertulis atau pencatatan di buku ke setiap rumah. Dalam pelaksanaan

penagihan piutang, PT Sarangan Vision dapat menerapkan standar operasional

prosedur teknis, di antaranya adalah SOP Proses Pendaftaran, SOP Proses

Pemasangan, SOP Proses Penagihan, hingga SOP Pelaporan. Permasalahan yang

kemudian muncul adalah pencatatan masih manual sehingga membutuhkan waktu

lama dan kesulitan untuk mencari data dan berakibat hilangnya data karena terlalu

banyak dokumen. Penagihan secara manual juga banyak menghadapi kendala.

Misalnya, jika pelanggan tidak ada di rumah maka petugas penagihan keesokan
23

harinya harus kembali lagi. Kendala lain berupa adanya pelanggan yang belum

sanggup membayar pada hari yang ditentukan karena alasan tidak ada

pemberitahuan sebelumnya. Jika ada tunggakan, perusahaan hanya dapat

melakukan teguran secara lisan dan tertulis atau saat ada pemutusan sambungan

TV kabel atau internet, pelanggan komplain dan baru bersedia membayar agar

perusahaan menyambung kembali saluran TV kabel atau internet di rumahnya.

Proses pembuatan laporan tidak efisien karena harus mencari beberapa dokumen

yang dicatat pada buku laporan. Hal ini dapat menjadi celah terjadinya risiko

timbulnya kerugian usaha pada PT Sarangan Vision Magetan.

Langkah yang dapat digunakan untuk meminimalkan risiko tersebut adalah

dengan menetapkan SOP Penagihan Piutang Usaha pada PT Sarangan Vision

Magetan. Penetapannya melalui beberapa tahapan, di antaranya dengan

mengevaluasi pekerjaan yang telah dijalankan sebelum adanya SOP, menemukan

permasalahan yang muncul serta menemukan solusi penyelesaian yang kemudian

dituangkan dalam SOP.

Pada penelitian yang dilakukan Prastomo dan Alfarisi (2020) tentang

implementasi sistem pengolahan data laundry pada Laundrete Bekasi berbasis

Java Desktop menunjukkan bahwa pengolahan data pelanggan, jasa cuci dan

pembayaran yang masih dilakukan secara manual yaitu tulis tangan serta sulitnya

mengecek data laundry yang tersimpan untuk dijadikan laporan maupun hanya

untuk di rekap untuk disimpan dalam waktu yang lama. Berdasarkan hasil

penelitian yang dilakukan guna menjawab permasalah pada laundry Laundrete

seperti pengolahan data laundry yang masih manual maka diterapkanlah sistem
24

berbasis desktop yang dirancang oleh peneliti menggunakan bahasa pemrograman

Java Desktop. Hasilnya, pengolahan data tagihan pembayaran menjadi lebih

mudah. Pada laporan transaksi yang didalamnya mencakup semua data transaksi

dari mulai pelanggan sampai pembayaran dapat dicetak perperiodik hari, minggu,

bulan, dan tahun serta memudahkan dalam pengarsipan.

Standar operasional prosedur (SOP), merupakan dokumen yang bersifat

dinamis, yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan saat ini. Pada standar

operasional prosedur (SOP) dikenal istilah daur hidup (lifecycle) SOP

(Soemohadiwidjojo, 2019) yang terlihat pada gambar 2.1.

Pemetaan Proses Bisnis

Penyempurnaan SOP Penyusunan SOP

Review SOP Implementasi SOP

Evaluasi Kepatuhan
SOP

Gambar 2.1 Lifecycle SOP

Penetapan standar operasional prosedur dapat dilihat dari gambar 2.1 di

atas menunjukkan dari awal pemetaan sampai dengan penyempurnaannya.

Dengan memahami pemetaan proses pekerjaan, mempertimbangkan keterkaitan


25

serta konsistensinya dengan pelaksanaan SOP teknis yang lain, kemudian

dilakukan telaah dari beberapa proses kegiatan yang telah dikerjakan sehingga

penyusunan SOP dapat dilakukan dengan tepat sasaran. Implementasi dari SOP

merupakan langkah lanjutan untuk mengetahui efektivitasnya terhadap kinerja

perusahaan. Apabila kemudian ditemukan kendala, maka perlu dilakukan evaluasi

untuk menemukan masalahnya dan mencarikan solusi penyelesaiannya. Harapan

dari pelaksanaan tahapan-tahapan tersebut adalah SOP dapat diterapkan dengan

baik sehingga meminimalkan resiko serta dapat merealisasikan maksud dan tujuan

perusahaan.

Hal yang menjadi fokus dari PT Sarangan Vision Magetan adalah dari

beberapa yang telah diterapkan adalah perlu diperhatikannya prosedur

pembayaran dan penagihan piutang pada pelanggan TV kabel dan internet, antara

lain mengenai pola pembayaran biaya pelanggan, penagihan piutang yang

menguntungkan pihak pelanggan dan perusahaan mulai dari penerbitan hingga

penanganan invoice, serta pencatatan laporan atas penagihan piutang pada

pelanggan TV kabel dan internet.


BAB III

PEMBAHASAN

Beberapa Standar Operasional Prosedur (SOP) teknis yang berkaitan

dengan penagihan piutang jasa layanan TV kabel dan internet pada pelanggan

telah dipenuhi PT Sarangan Vision Magetan, namun sejauh ini masih belum

mampu mengatasi kendala-kendala yang ada. Langkah yang kemudian diambil

untuk meminimalkan risiko tersebut adalah dengan menetapkan Standar

Operasional Prosedur (SOP) berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan

TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan.

Proses bisnis pada sistem berjalan di PT Sarangan Vision Magetan

meliputi beberapa tahap sebagai berikut:

1. Proses Pendaftaran

Pelanggan menelpon ke bagian admin PT Sarangan Vision atau mendatangi

langsung ke kantor PT Sarangan Vision untuk daftar pasang TV kabel dan/atau

internet. Setelah diterima data pelanggan oleh admin langsung menghubungi

teknisi menyampaikan data pelanggan yang akan pasang.

2. Proses Pemasangan

Kemudian teknisi datang ke alamat pelanggan yang mau pasang TV kabel

dan/atau internet, setelah itu teknisi memberikan form pendaftaran untuk diisi

oleh pelanggan tersebut dan pelanggan membayar biaya tagihan untuk bulan

pertama sesuai paket layanan TV kabel dan/atau internet yang dipilih. Untuk

biaya pemasangan adalah sebesar Rp 100.000,00. Jika sudah selesai semuanya

teknisi lapor kembali kepada admin.

26
27

3. Proses Penagihan

Kolektor melakukan penagihan iuran TV kabel dan/atau internet setiap satu

bulan sekali dengan mendatangi rumah-rumah pelanggan. Kemudian

pelanggan membayar biaya iuran sesuai tagihan perbulannya. Setelah

menerima, kolektor melakukan pencatatan pada form daftar pelanggan.

4. Proses Laporan

Pada setiap akhir bulan admin membuat laporan dan melaporkan rekapan data

iuran TV kabel dan/atau internet kepada pemilik perusahaan yang meliputi

rekapan pelanggan dan rekapan penagihan pelanggan.

Diagram aktivitas proses bisnis di atas dapat digambarkan ke dalam

beberapa activity diagram sebagai berikut:

1. Activity diagram proses pendaftaran


Act Proses Pendaftaran

Pelanggan Admin Teknisi

Start
Menghubungi Bagian
Melayani Pelanggan
Admin

Menghubungi Bagian Menghubungi Bagian


Admin Admin

Menghubungi Bagian Menghubungi Bagian


Admin Admin

End

Gambar 3.1 Activity Diagram Proses Pendaftaran


28

2. Activity diagram proses pemasangan


Act Proses Pemasangan

Teknisi Pelanggan Admin

Start

Mendatangi Rumah
Pelanggan

Memberikan Form
Mengisi Form Pendaftaran
Pendaftaran

Menerima Uang
Pendaftaran dan Dicatat Membayar Biaya
dalam Buku untuk Pendaftaran
Dibuatkan Laporan

Menerima Laporan

End

Gambar 3.2 Activity Diagram Proses Pemasangan


29

3. Activity diagram proses penagihan


Act Proses Penagihan

Kolektor Pelanggan Admin

Start

Melakukan Penagihan
Melakukan Pembayaran
dengan Mendatangi
Tagihan
Rumah Pelanggan

Menerima Uang
Pembayaran dan Dicatat
dalam Buku Kecil dan
Daftar Pelanggan

Membuat Laporan
Menerima Laporan
Penagihan untuk
Penagihan
Diserahkan Kepada Admin

End

Gambar 3.3 Activity Diagram Proses Penagihan


4. Activity diagram proses laporan
Act Proses Laporan

Admin Pemilik

Start

Membuat Rekap Bulanan


Data Iuran per Bulan

Menerima Hasil Rekap


Melaporkan Hasil Rekap
dan Mengevaluasi

End

Gambar 3.4 Activity Diagram Proses Laporan


30

Berdasarkan kegiatan operasional di atas, penagihan piutang pelanggan

TV kabel dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan sudah berjalan

dengan menerapkan beberapa standar teknis. Akan tetapi masih terdapat veverapa

kendala. Pada PT Sarangan Vision Magetan, pencatatan kegiatan operasional

masih manual sehingga membutuhkan waktu lama dan kesulitan untuk mencari

data dan berakibat hilangnya data karena terlalu banyak dokumen. Penagihan

secara manual juga banyak menghadapi kendala. Misalnya, jika pelanggan tidak

ada di rumah maka petugas penagihan keesokan harinya harus kembali lagi.

Kendala lain berupa adanya pelanggan yang belum sanggup membayar pada hari

yang ditentukan karena alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Jika ada

tunggakan, perusahaan hanya dapat melakukan teguran secara lisan dan tertulis

atau saat ada pemutusan sambungan TV kabel atau internet, pelanggan komplain

dan baru bersedia membayar agar perusahaan menyambung kembali saluran TV

kabel atau internet di rumahnya. Proses pembuatan laporan tidak efisien karena

arus mencari beberapa dokumen yang dicatat pada buku laporan.

Gambar 3.5 Nota atau Kwitansi Bukti Tagihan Iuran TV Kabel atau Internet
Pada PT Sarangan Vision Magetan
31

SOP berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel dan

internet pada PT Sarangan Vision Magetan yang telah ditetapkan kemudian

disajikan dalam bentuk gambar yang alurnya mudah dipahami. Setiap tahapan

SOP tersebut juga dideskripsikan dengan jelas sehingga setiap pelaksana kegiatan

diharapkan mudah dalam penerapannya. Berikut ini disampaikan diagram

aktivitas dalam SOP berbasis web dalam penagihan piutang pelanggan TV kabel

dan internet pada PT Sarangan Vision Magetan, baik yang ada pada admin

maupun petugas penagihan.

1. Aktivitas pada Bagian Admin

a. Aktivitas Login
Activity Diagram Login

Admin Sistem

Mulai

Admin Mengakses
Menampilkan Form Login
Aplikasi

Memasukkan Username
dan Password
[Sesuai]
Verifikasi Menampilkan Menu Utama
[Ya]

Menampilkan Selesai
Verifikasi “Username
atas password salah” [Tidak]

Gambar 3.6 Activity Diagram Login Pada Admin

b. Aktivitas Akses Data Pelanggan


32

Activity Diagram Login

Admin Sistem

Mulai

Admin Mengakses
Menampilkan Form Login
Aplikasi

Memasukkan Username
dan Password
[Sesuai]
Verifikasi Menampilkan Menu Utama
[Ya]

Menampilkan Selesai
Verifikasi “Username
atas password salah” [Tidak]

Gambar 3.7 Activity Diagram Login Pada Admin

Aktivitas tersebut dapat dilakukan admin dengan mengakses

aplikasi/website PT Sarangan Vision dengan tampilan sebagai berikut:

Gambar 3.8 User Interface Login Pada Admin


33

Selanjutnya, admin dapat mengecek status pelanggan apakah sudah

membayar iuran atau belum dengan melalui aktivitas sebagai berikut:

Activity Diagram Iuran

Admin Sistem

Mulai

Admin Mengakses Menampilkan Halaman


Aplikasi Utama Website/Aplikasi

Memilih Menu Iuran TV


Kabel atau Internet

Pilih Menu Tambah Iuran

Menampilkan Nama
Pilih Tambah Pelanggan Pelanggan yang
Sudah Terdaftar

Memilih Pelanggan yang


Akan Membayar Iuran

[Ya]
Input Pembayaran Data Disimpan
[Tidak]
Verifikasi “Harap Isi
Cetak
Bagian Ini”

Selesai

Gambar 3.9 Activity Diagram Daftar Pelanggan

Admin juga dapat menggunakan langkah cepat, yaitu menggunakan

fungsi Search seperti pada tampilan di aplikasi sebagai berikut:


34

Gambar 3.10 User Interface Pencarian Data Pelanggan

Hasil pencarian adalah seperti pada tampilan di aplikasi sebagai berikut:

Gambar 3.11 User Interface Hasil Pencarian Data Pelanggan


35

Selanjutnya, admin dapat menyimpan data pembayaran iuran pelanggan

ke dalam jurnal dan laporan dengan aktivitas sebagai berikut:

c. Aktivitas Pencatatan Laporan


Activity Diagram Jurnal

Admin Sistem

Mulai

Admin Mengakses Menampilkan Halaman


Aplikasi/Website Utama Website/Aplikasi

Memilih Menu Jurnal

Memilih Menu Tambah


Jurnal
Kelengkapan Data

[Ya]
Input Tambah Jurnal Data Disimpan
[Tidak]

Verifikasi “Harap Isi


Cetak
Bagian Ini”

[Batal]

[Cetak]

Selesai

Gambar 3.12 Activity Diagram Jurnal


36

Activity Diagram Laporan Pemasukan

Admin Sistem

Mulai

Admin Mengakses Menampilkan Halaman


Aplikasi/Website Utama Website/Aplikasi

Memilih Menu Laporan


Pemasukan

Input Tanggal Menampilkan Laporan

Selesai

Gambar 3.13 Activity Diagram Laporan Pemasukan

Setelah selesai, admin dapat keluar dari aplikasi/website dengan

memilih menu Logout:

Activity Diagram Logout

Admin Sistem

Mulai

Admin Mengakses Menampilkan Halaman


Aplikasi/Website Utama Aplikasi/Website

Memilih Menu Logout


Menutup Tampilan
Aplikasi/Website

Selesai

Gambar 3.14 Activity Diagram Logout


37

2. Aktivitas pada Bagian Petugas Penagihan

a. Aktivitas Login
Activity Diagram Login

Pegawai Sistem

Mulai

Pegawai Mengakses
Menampilkan Form Login
Aplikasi

Memasukkan Username
dan Password
[Sesuai]
Verifikasi Menampilkan Menu Utama
[Ya]

Menampilkan Selesai
Verifikasi “Username
atas password salah” [Tidak]

Gambar 3.15 Activity Diagram Login Pada Pegawai Bagian Penagihan

b. Aktivitas Akses Data Pelanggan


38

Activity Diagram Iuran

Pegawai Sistem

Mulai

Pegawai Mengakses Menampilkan Halaman


Aplikasi Utama Website/Aplikasi

Memilih Menu Iuran TV


Kabel atau Internet

Pilih Menu Tambah Iuran

Menampilkan Nama
Pilih Tambah Pelanggan Pelanggan yang
Sudah Terdaftar

Memilih Pelanggan yang


Akan Membayar Iuran

[Ya]
Input Pembayaran Data Disimpan
[Tidak]
Verifikasi “Harap Isi
Cetak
Bagian Ini”

Selesai

Gambar 3.16 Activity Diagram Pegawai Mengakses Data Iuran

Pegawai dapat mencari data-data pelanggan yang belum membayar iuran

TV Kabel dan/atau internet dengan mengakses aplikasi atau website.


39

Gambar 3.17 User Interface Pencarian Data Tagihan TV Kabel


40

Gambar 3.18 User Interface Pencarian Data Tagihan Internet

Petugas penagihan dapat melakukan penagihan secara langsung ke

rumah pelanggan atau menghubungi pelanggan terlebih dahulu dengan

melakukan konfirmasi apakah pembayaran dilakukan secara langsung saat ada

kunjungan dari petugas atau ke outlet-outlet pembayaran yang ada di sekitar

tempat tinggal pelanggan. Apabila telah selesai melakukan penagihan, petugas

penagihan dapat melakukan input data penagihan ke dalam jurnal dengan

melakukan aktivitas sebagai berikut:


41

Activity Diagram Jurnal

Pegawai Sistem

Mulai

Admin Mengakses Menampilkan Halaman


Aplikasi/Website Utama Website/Aplikasi

Memilih Menu Jurnal

Memilih Menu Tambah


Jurnal
Kelengkapan Data

[Ya]
Input Tambah Jurnal Data Disimpan
[Tidak]

Verifikasi “Harap Isi


Cetak
Bagian Ini”

[Batal]

[Cetak]

Selesai

Gambar 3.19 Activity Diagram Daftar Pelanggan Input Data


Pembayaran Tagihan

Penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis web dalam

penagihan piutang pelanggan TV kabel dan/atau internet pada PT Sarangan

Vision Magetan berhasil menjadi acuan terkait alur tahapan dan capaian dari

setiap proses teknisnya, tahapan penagihan berupa penerbitan invoice dan kuitansi

serta batas waktu pembayaran yang telah diperhitungkan untuk menghindari

keterlambatan pembayaran. Hal ini dapat dibuktikan dari adanya peningkatan

jumlah pembayaran iuran biaya jasa layanan TV kabel dan internet pada

PT Sarangan Vision Magetan setelah menggunakan Standar Operasional Prosedur

(SOP) berbasis web.


Gambar 3.20 SOP Penagihan Piutang Pelanggan Berbasis Web
Pada PT Sarangan Vision Magetan 42
43

SOP penagihan piutang pelanggan TV kabel dan/atau internet berbasis

web pada PT Sarangan Vision Magetan yang telah ditetapkan kemudian disajikan

dalam bentuk gambar yang alurnya mudah dipahami. Penjelasan mengenai

mekanisme penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang

pelanggan TV kabel dan/atau internet berbasis web pada PT Sarangan Vision

Magetan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Data Pelanggan

Karyawan bagian administrasi dan penagihan membuka aplikasi PT Sarangan

Vision Magetan, kemudian mengecek data pelanggan yang sudah ada di

aplikasi, untuk mengetahui waktu pembayaran iuran TV kabel dan internet

pada masing-masing pelanggan, pelanggan yang sudah melunasi tagihan iuran,

maupun pelanggan yang belum melunasi tagihan.

2. Pengecekan Tagihan Piutang

Petugas administrasi melakukan pengecekan tagihan piutang pembayaran biaya

iuran TV kabel dan internet. Bila ada pelanggan yang sudah mendekati waktu

pembayaran, karyawan bagian administrasi menghubungi karyawan bagian

Penagihan dan mencetak Invoice. Karyawan bagian penagihan mengecek data

melalui aplikasi dan menerima invoice dari bagian admin untuk diserahkan ke

pelanggan.

3. Invoice (1)

Invoice berisi nota kwitansi yang di dalamnya terdapat jumlah biaya

penggunaan TV kabel dan internet yang ditagih kepada pelanggan sesuai

tanggal pembayawan.
44

4. Input Data

Jika pelanggan sudah membayar, maka karyawan bagian Penagihan menginput

data pembayaran pelanggan dan memasukkannya ke dalam menu Jurnal.

5. Data Tagihan Piutang

Pelanggan yang menunggak diberikan Remind Letter oleh Petugas Penagihan.

Jika Melunasi, data di-input di Jurnal. Jika menunggak lagi, dibuatkan surat

pemutusan jaringan dan diberi tindakan.

6. Invoice (2)

Invoice ke-2 berisi sejumlah tagihan atas tunggakan pembayaran iuran TV

kabel dan internet yang harus segera dilunasi pelanggan.

7. Pengiriman Remind Letter

Remind Letter berisi tagihan atas tunggakan yang harus dibayar sehingga

pelanggan mengetahui rincian tagihan yang menjadi kewajibannya pada bulan

berjalan, dengan harapan pelanggan segera melunasi kewajibannya. Remind

Letter berisi nama pelanggan, nomor dan jenis layanan, bulan tagihan, tagihan

yang harus dibayarkan, serta harus ada tanda tangan dari karyawan bagian

administrasi dan stempel perusahaan.

8. Input Data

Karyawan bagian administrasi mencatat pembayawan tagihan dan pelunasan

tunggakan ke dalam Jurnal dan Laporan.

9. Penagihan Piutang Pelanggan Selesai

Jika seluruh tugas-tugas penagihan sudah sesuai prosedur yang ditetapkan,

maka penagihan piutang kepada pelanggan selesai dilakukan dengan baik.


45

Mengacu pada terpenuhinya seluruh prosedur dan mekanisme Standar

Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan TV kabel dan/atau

internet berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan tersebut, maka

diharapkan dapat mengatasi berbagai kendala yang terjadi sebelumnya, yaitu saat

Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan TV kabel

dan/atau internet pada PT Sarangan Vision Magetan dilakukan secara manual.


BAB IV

KESIMPULAN, KETERBATASAN, SARAN

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis terhadap implementasi Standar Operasional

Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan berbasis web pada PT Sarangan

Vision Magetan dapat disimpulkan:

1. PT Sarangan Vision Magetan telah menerapkan beberapa SOP teknis dalam

kegiatan penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet, akan tetapi

penerapan SOP penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet dengan

cara manual masih memiliki beberapa kendala, seperti jika pelanggan tidak ada

di rumah maka petugas penagihan keesokan harinya harus kembali lagi serta

adanya pelanggan yang belum sanggup membayar pada hari yang ditentukan

karena alasan tidak ada pemberitahuan sebelumnya menimbulkan

ketidakefisienan penagihan piutang pelanggan. Hal tersebut menjadi temuan

yang harus dicarikan solusi penyelesaian agar pekerjaan berjalan dengan

lancar.

2. SOP penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet berbasis web pada

PT Sarangan Vision Magetan disusun berdasarkan analisis dari beberapa

permasalahan yang menjadi kendala penagihan piutang pelanggan PT Sarangan

Vision Magetan. Terpenuhinya seluruh prosedur dan mekanisme Standar

Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan TV kabel dan

internet berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan mampu mengatasi

46
47

berbagai kendala yang ada selama perusahaan menggunakan SOP secara

manual.

4.2. Keterbatasan

1. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan

berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan didasarkan pada permasalahan

yang terjadi dalam penagihan piutang pelanggan sehingga tidak dapat

disamaratakan penerapannya dengan kegiatan lain, misalnya pada kegiatan

penggajian karyawan dan pembelian bahan baku.

2. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penagihan piutang pelanggan

berbasis web pada PT Sarangan Vision Magetan telah melalui beberapa

tahapan uji coba. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa dalam

pelaksanaan SOP akan muncul kendala-kendala yang harus dipersiapkan

alternatif solusinya.

4.3. Saran

Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana telah diuraikan dalam

kesimpulan di atas, maka dalam penelitian ini disampaikan beberapa saran sebagai

berikut.

1. Agar penagihan piutang pelanggan TV kabel dan internet menjadi lebih efisien,

sebaiknya sistem penagihan piutang pelanggan yang lama ditinggalkan dan

beralih dengan menggunakan sistem yang sudah terkomputerisasi dan perlu

adanya sosialisasi kepada pengguna, baik karyawan bagian penagihan maupun

admin agar dapat mengakses sistem yang sudah terkomputerisasi.


48

2. Deskripsi dari setiap tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada

aplikasi berbasis web perlu dijelaskan secara rinci kepada penggunanya, baik

karyawan bagian penagihan maupun admin sehingga setiap pelaksana kegiatan

diharapkan mudah dalam penerapannya.


DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki. 2017. Sistem Akuntansi Penyusunan Prosedur dan Metode.


Yogyakarta: YKPN.

Budiharjo, M. 2014. Panduan Praktis Menyusun SOP. Jakarta: Raih Asa Sukses
(Penebar Swdaya Group).

Fatimah, E. N. 2015. Strategi Pintar Menyusun SOP. Yogyakarta: Pustaka Baru


Press.

Hery. 2020. Akuntansi Keuangan Menengah Sesuai PSAK dan IFRS. Jakarta:
Grasindo.

Ikatan Akuntansi Indonesia. 2017. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan


Akuntansi Indonesia.

Kismawadi, Eraly Ridho., Muddatstsir, Uun D. A., dan Hamid, Adbul. 2020.
Fraud Pada Lembaga Keuangan dan Lembaga Non Keuangan. Jakarta:
Raja Grafindo Persada.

Martani, Dwi. 2014. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK. Jakarta:


Salemba Empat.

Mulyadi. 2016. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.

Nur’aini, Fajar D. F. 2020. Panduan Lengkap Menyusun SOP (Standard


Operating Procedure) & KPI (Key Performance Indicators. Yogyakarta:
Anak Hebat Indonesia.

Prameswari, Dinda Ayu. 2020. Mekanisme Penagihan Piutang dan Pelaksanaan


SOP Oleh Account Receivable di Hotel Harris Gubeng Surabaya. Tugas
Akhir. Surabaya: Program Diploma III Manajemen Perhotelan Fakultas
Vokasi Universitas Airlangga.

Prastomo, Andi dan Alfarisi, Salman. 2020. Implementasi Sistem Pengolahan


Data Laundry Laundrete Bekasi Berbasis Java Desktop. Prosiding Seminar
Nasional Riset dan Teknologi (SEMNAS RISTEK). hal. 77-83.

Reeve, James M. 2013. Pengantar Akuntansi Adaptasi Indonesia. Jakarta:


Salemba Empat.

Rifka, R. N. 2017. Step by Step Lancar Membuat SOP. Depok: Huta Publisher.

Sailendra, Annie. 2015. Langkah-Langkah Praktis Membuat SOP. Cetakan


Pertama. Yogyakarta: Trans Idea Publishing.

49
50

Santosa, J. K. 2014. Lebih Memahami SOP. Surabaya: Kata Pena.

Savitri, Erika Rovi. 2019. Implementasi Standar Operasional Prosedur Penagihan


Piutang Pelanggan di PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Witel Surakarta.
Tugas Akhir. Surakarta: Program Studi Diploma III Manajemen Bisnis
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

Soemohadiwidjojo, Arini T. 2019. Mudah Menyusun SOP Standard Operating


Procedure. Jakarta: Penebar Plus+ (Penebar Swadaya Group).

Walter, Harrison T., Jr. 2012. Akuntansi Keuangan IFRS. Edisi Kedelapan. Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai